Anda di halaman 1dari 7

Nama

: Yudith Raka Aditya

NPM

: 3335140314

Kelas

:B

Tugas Pengolahan Air Limbah

1. Apa itu limbah?


Jawab:
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun
domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada
suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan.
2. Apa cirinya suatu zat dikatakan limbah?
Jawab:
Limbah yang mempunyai karakteristik secara umum sebagai berikut :
Berukuran mikro
Dinamis
Penyebarannya berdampak luas
Berdampak jangka panjang (antar generasi)
3. Mengapa terbentuknya limbah?
Jawab:
Terdapat keterkaitan antara bahan baku, energi, produk yang dihasilkan dan limbah dari
sebuah prosesindustri, maupun aktivitas manusia sehari-hari. Limbah dapat berasal dari
prosesproduksi atau dari pemakaian barang-barang yang dikonsumsi.
Limbah yang berasal dari bahan baku yang tidak mengalami perubahan komposisi
baik secara kimiamaupun biologis.
Limbah yang terbentuk akibat hasil samping dari sebuah proses kimia, fisika, dan
biologis, ataukarena kesalahan ataupun ketidak-optimuman proses yang
berlangsung.
Limbah yang terbentuk akibat penggunaan bahan baku sekunder, misalnya pelarut
atau pelumas.
Limbah yang berasal dari bahan samping pemasaran produk industri, misalnya
kertas, plastik, kayu,logam, drum, kontainer, tabung kosong, dan sebagainya.
4. Darimana limbah berasal?
Jawab:
Limbah ada yang berasal dari sisa sisa makhluk hidup (limbah organik) dan bukan dari
sisa sisa makhluk hidup (limbah anorganik)
Limbah organik mengandung unsur karbon, sehingga apabila dibakar akan
menghasilkan jelaga atau jejak hitam sebagai ciri khas dari pembakaran karbon.
Limbah organic mudah di uraikan oleh mikroorganisme sehingga mudah membusuk.

Contoh limbah organik : sisa bahan pangan, sisa olahan makanan, sisa sayuran, sisa
buah-buahan, sisa-sisa tanaman, sisa kotoran manusia atau hewan, bangkai dan lainlain.
Limbah anorganik mengandung unsur-unsur kimia anorganik yang sifatnya sulit sekali
diuraikan oleh mikroorganisme sehingga apabila dibiarkan begitu saja akan menumpuk
dan memenuhi area. Oleh itu limbah anorganik harus dikelola baik tanpa maupun
melalui proses daur ulang.
Contoh limbah anorganik : sisa-sisa logam, kaleng bekas, kaca, karet, plastic deterjen
dan lain-lain.

5. Mengapa timbulnya limbah?


Jawab:
Limbah muncul dari setiap proses yang di lakukan oleh manusia. Karena jumlah penduduk
yang meningkat, juga kemajuan teknologi yang tinggi, maka semakin banyak juga jumlah
limbah yang dihasilkan.
6. Berapa jumlah limbah?
Jawab:
Karena suatu proses di dunia ini sangat banyak dan sering, maka limbah yang di
hasilkanpun sangat banyak.
7. Bisakah limbah dihilangkan?
Jawab:
Tidak bisa, tetapi limbah dapat di olah maupun di daur ulang agar dapat berguna untuk
proses industri lainnya.
8. Mengapa limbah perlu dikelola?
Jawab:
Karena limbah dapat mencemarkan lingkungan dan jika kita bisa mengelolanya dengan
baik maka lingkungan akan terhindar dari bibit penyakit dan juga bisa memanfaatkan hasil
dari pengolahan limbah, bisa dengan cara dijual maupun kita gunakan sendiri dalam
kehidupan sehari-hari.
9. Apa akibatnya jika limbah tidak dikelola?
Jawab:
Jika tidak dikelola, limbah akan menumpuk dan di khawatirkan akan mencemarkan
lingkungan tersebut, yang akan berdampak pada manusia, hewan, maupun lingkungan.
10. Apa tujuan pengolahan limbah?
Jawab:
Untuk mengurangi pencemaran limbah yang berdampak pada lingkungan tersebut.
11. Bagaimana limbah di olah?
Jawab:
Sampah Organik
a. Makanan Ternak

Di beberapa negara, sampah organik yang berasal dari restoran biasanya dikumpulkan
oleh peternak dan digunakan sebagai makanan binatang ternak, misalnya babi, unggas.
b. Komposting
Pengkomposan merupakan upaya pengolahan sampah, segaligus usaha mendapatkan
bahan-bahan kompos yang sangat menyuburkan tanah.Sistem ini mempunyai prinsip
dasar mengurangi atau mendegradasi bahan-bahan organik secara terkontrol menjadi
bahan-bahan
anorganik
dengan
memanfaatkan
aktivitas
mikroorganisme.Mikroorganisme yang berperan dalam pengolahan ini dapat berupa
bakteri, jamur, khamir, juga insekta dan cacing.
c. Biogas
Para petani selalu mencari jalan untuk meningkatkan taraf hidupnya.salah satu cara
peningkatan taraf hidup ialah dengan cara membuat bahan bakar untuk memasak.
Dewasa ini banyak petani membuat bahan bakar biogas berskala kecil di rumah.
Sampah
a. Dijual ke Pasar Loak/Dirombeng untuk Bahan Baku
Sisi lain dari pemanfaatan sampah anorganik, seperti kertas bekas, koran bekas, majalah
bekas, botol bekas, ban nekas, radio tua, TV tua, dan sepeda usang, adalah dijual ke pasar
loak.
b. Daur ulang
Sampah sampah yang dapat di daur ulang antara lain adalah sampah plastik, sampah
logam, sampah kertas, sampah kaca.
c. Sanitary Landfill
Ini merupakan salah satu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi
yang baik.Sampah dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).Kemudian sampah
dipadatkan dengan traktor dan selanjutnya ditutup tanah. Cara ini akan menghilangkan
polusi udara. Pada bagian dasar tempat sampah tersebut dilengkapi dengan sistem
saluran leachate yang berfungsi sebagai saluran limbah cair sampah yang harus diolah
terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau ke lingkungan.Di sanitary landfill
tersebut juga dipasang pipa gas untuk mengalirkan gas hasil aktivitas penguraian
sampah.
12. Apa limbah memiliki manfaat?
Jawab:
Iya, sebagai contoh limbah anorganik yang dapat di buat menjadi kerajinan tangan.
13. Lebih penting mengolah limbah atau memanfaatkan limbah?
Jawab:
Memanfaatkan limbah, karena dari memanfaatkan kita bisa mengolah limbah tersebut,
bisa untuk di jual nantinya, maupun untuk bahan baku proses industri.
14. Sampai kapan kita berhenti mengolah limbah?
Jawab:

Sampai limbah tersebut sudah aman, tidak mangandung zat zat berbahaya yang dapat
mencemarkan lingkungan, sehingga saat limbah tersebut di buang, tidak mangganggu
makhluk makhluk hidup di sekitarnya.
15. Mengapa di jurusan teknik kimia perlu mata kuliah pengolahan limbah?
Jawab:
Karena di teknik kimia kita bisa mengetahui zat zat yang terkandung di dalam limbah
tersebut, yang nantinya saat kita memproses suatu limbah, kita dapat mengatasinya.
16. Apa tujuan mempelajari limbah?
Jawab:
Untuk mengetahui apa itu limbah, bagaimana karakteristik limbah tersebut dan zat zat
yang terkandung di dalamnya, juga untuk mengetahui cara memanfaatkan limbah
sehingga limbah tersebut mempunyai nilai dan bermanfaat.
17. Sudah bebaskah kita dari limbah?
Jawab:
Belum, karena setiap proses yang di lakukan oleh manusia menghasilkan sebuah limbah.
18. Apa manfaatnya matakuliah pengolahan limbah?
Jawab:
Agar kita tahu harus di apakan limbah ini nantinya, sehingga limbah tersebut bermanfaat
nantinya.
19. Apa jenis limbah dan bagaimana cara mengolahannya?
Jawab:
a. Limbah Cair
Ada berbagai carapengolahan limbah cair yang telah banyak dikenal. Salah satu
diantaranya adalah dengan pengolahan primer.Pengolahan limbah cair primer ini
dilakukan pada awal pengolahan sebelum pengolahan sekunder dan tersier.

Pengolahan limbah cair primer merupakan pengolahan limbah secara fisik.Tujuanya


adalah untuk memisahkan bahan-bahan pencemar dengan air atau pelarutnya.Cara
yang dilakukan dapat berupa penyaringan atau pengendapan.

Tahap selanjutnya dalam pengolahan limbah cair adalah mengurangi BOD(Biological


Oxygen Demand) dan TSS(Total Susppended Solid). Namun pada tahap sekunder ini,
masih banyak sekali kandungan pada limbah cair yang apabila dibuang di dalam
perairan akan menyebabkan ketidakseimbangan biota akuatik. Oleh karena itu, agar
limbah tidak berbahaya dan menyebabkan banyak masalah lingkungan, diperlukan
pengolahan limbah cair lanjutan yang kemudian disebut dengan pengolahan limbah
tersier.

Dimana pengolahan limbah ini bertujuan dalam menghilangkan atau mengurangi


BOD, TSS, dan nutrient dalam bentuk N dan P. Pengolahan limbah yang terakhir ini

memiliki beberapa proses, yaitu filtrasi pasir, penghilangan nitrogen, dan


penghilangan fosfor baik menggunakan cara kimia maupun biologi.
b. Limbah Padat

Pemisahan
Karena limbah padat terdiri dari ukuran yang berbedan dan kandungan bahan yang
berbeda jugamaka harus dipisahkan terlebih dahulu, supaya peralatan pengolahan
menjadi awet.Sistem pemisahan ada tiga yaitu diantaranya :
1. Sistem Balistik
Adalah sistem pemisahan untuk mendapatkan keseragamanukuran / berat /
volume.
2. Sistem Gravitasi
Adalah sistem pemisahan berdasarkan gaya berat misalnya barang yang ringan /
terapung dan barang yang berat / tenggelam.
3. Sistem Magnetis.
Adalah sistem pemisahan berdasarkan sifat magnet yang bersifat agnet, akan
langsung menempel. Misalnya untuk memisahkan campuran logam dan non
logam.

Penyusunan Ukuran.
Penyusunan ukuran dilakukan untuk memperoleh ukuran yang lebih kecil agar
pengolahannya menjadi mudah.

Pengomposan.
Pengomposan dilakukan terhadap buangan / limbah yang mudah membusuk,sampah
kota, buangan atau kotoran hewan ataupun juga pada lumpur pabrik.Supaya hasil
pengomposan baik, limbah padat harus dipisahkan dan disamakan ukurannya
atauvolumenya.

Pembuangan Limbah
Proses akhir dari pengolahan limbah padat adalah pembuangan limbah yangdibagi
menjadi dua yaitu :
1. Pembuangan limbah padat di laut

2. Pembuangan limbah padat di darat


c. Limbah Gas

Mengontrol Emisi Gas Buang


Gas-gas buang seperti sulfur oksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, dan
hidrokarbon dapat dikontrol pengeluarannya melalui beberapa metode.

Menghilangkan Materi Partikulat dari Udara Pembuangan


a. Filter udara
Filter udara adalah alat untuk menghilangkan materi partikulat padat, seperti debu,
serbuk sari, dan spora, dari udara. Alat ini terbuat dari bahan yang dapat
menangkap materi partikulat sehingga udara yang melewatinya akan tersaring dan
keluar sebagai udara bersih (bebas dari materi partikulat).
b. Pengendap siklon
Pengendap siklon atau Cyclone Separator adalah alat pengendap materi partikulat
yang ikut dalam gas atau udara buangan. Prinsip kerja pengendap siklon adalah
pemanfaatan gaya sentrifugal dari udara/gas buangan yang sengaja dihembuskan
melalui tepi dinding tabung siklon sehingga partikel yang relatif berat akan jatuh
ke bawah.
c. Filter basah
Filter basah (wet scrubber) membersihkan udara yang kotor dengan cara
menyalurkan udara ke dalam filter kemudian menyemprotkan air ke dalamnya.
Saat udara kontak dengan air, materi partikulat padat dan senyawa lain yang larut
air akan ikut terbawa air turun ke bagian bawah sedangkan udara bersih
dikeluarkan dari filter. Air yang digunakan untuk menyemprot udara kotor juga
dapat diganti dengan senyawa cair lain yang dapat bereaksi/melarutkan polutan
udara.
d. Pengendap sistem gravitasi
Alat pengendap sistem gravitasi hanya dapat digunakan untuk membersihkan
udara yang mengandung materi partikulat dengan ukuran partikel relatif besar,
yaitu sekitar 50p atau lebih.Cara kerja alat ini sangat sederhana sekali, yaitu
dengan mengalirkan udara yang kotor ke dalam alat yang dapat memperlambat
kecepatan gerak udara. Saat terjadi perubahan kecepatan secara tiba-tiba (speed
drop), materi partikulat akan jatuh terkumpul di bagian bawah alat akibat gaya
beratnya sendiri (gravitasi).

e. Pengendap elektrostatik
Alat pengendap elektrostatik (Electrostatic precipitator) digunakan untuk
membersihkan udara yang kotor dalam jumlah (volume) yang relatif besar dan
pengotor udaranya umumnya adalah aerosol atau uap air.Alat pengendap
elektrostatik ini menggunakan elektroda yang dialiri arus searah (DC). Udara
kotor disalurkan ke dalam alat dan elektroda akan menyebabkan materi partikulat
yang terkandung dalam udara mengalami ionisasi. Ion-ion kotoran tersebut akan
ditarik ke bawah sedangkan udara bersih akan terhembus keluar.
d. Limbah B3
1.

Metode pengolahan secara kimia, fisik dan biologi

Proses pengolahan limbah B3 dapat dilakukan secara kimia, fisik, atau biologi.
Proses pengolahan limbah B3 secara kimia atau fisik yang umumnya dilakukan adalah
stabilisasi/ solidifikasi .stabilisasi/solidifikasi adalah proses pengubahan bentuk fisik dan
sifat kimia dengan menambahkan bahan peningkat atau senyawa pereaksi tertentu untuk
memperkecil atau membatasi pelarutan, pergerakan, atau penyebaran daya racun limbah,
sebelum dibuang. Metode insinerasi (pembakaran) dapat diterapkan untuk memperkecil
volume B3 namun saat melakukan pembakaran perlu dilakukan pengontrolan ketat agar
gas beracun hasil pembakaran tidak mencemari udara.
Proses pengolahan limbah B3 secara biologi yang telah cukup berkembang saat ini
dikenal dengan istilah bioremediasi dan viktoremediasi. Bioremediasi adalah penggunaan
bakteri dan mikroorganisme lain untuk mendegradasi/ mengurai limbah B3, sedangkan
Vitoremediasi adalah penggunaan tumbuhan untuk mengabsorbsi dan mengakumulasi
bahan-bahan beracun dari tanah.
2. Metode Pembuangan Limbah B3
a. Sumur dalam/ Sumur Injeksi (deep well injection)
b. Kolam penyimpanan (surface impoundments)
c. Landfill untuk limbah B3 (secure landfils)