Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Teknologi selalu mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan
zaman, pada zaman sekarang teknologi sudah semakin maju sehingga
memudahkan kehidupan manusia. Teknologi di bidang bangunan pun tidak mau
kalah, teknologi bangunan yang dipelajari dalam ilmu teknik sipil ini semakin
berkembang seiring berjalannya waktu. Walaupun begitu di luar sana bnyak yang
belum begitu mengetahui dan memahami apa sebenarnya teknik sipil dan apa
yang dipelajari dalam teknik sipil. Sehingga berkembangnya teknologi bangunan
pada saat ini blum bnyak yang mengetahui dan menyadarinya walaupun setiap
hari mereka merasakan dan menikmati hasil dari teknologi tersebut. Hal ini
menuntut ada sesuatu yang dapat menjembatani antara teknik sipil dengan
masyarakat luar.
Di lain sisi, seiring berjalannya waktu illmu pendidikan pun ikut
mengalami perkembangan, hal ini terjadi agar ilmu pendidikan dapat
menyesuaikan dengan kebutuhan dan masalah yang terjadi di masyarakat. Karena
dengan adanya ilmu pendidikan sesuatu yang belum diketahui dan dipahami pada
akhirnya dapat diketahui dan dipahami. Karena arti dari pendidikan itu sendiri
adalah proses untuk mengetahui apa yang belum diketahui dan memahami apa
yang belum dipahami.
Sebenarnya

Ilmu

Pendidikan

dan Pendidikan Teknik Sipil

dan

Perencanaan ini memiliki hubungan yang cukup kuat dan mendasar, tetapi banyak
diluar sana khususnya mahasiswa belum mengetahui apa sebenarnya hubungan
atau keterkaitan antar keduanya.
Hal-hal di atas lah yang menyebabkan perlunya ada pembahasan tentang
apa itu Ilmu Pendidikan, Pendidikan Teknik Sipi dan Perencanaan, dan hubungan
antara Ilmu Pendidikan dengan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa itu Ilmu Pendidikan ?
2. Apa itu Penndidikan Teknik Sipil dan Perencanaan ?
3. Apakah keterkaitan antara Ilmu Pendidikan dengan Pendidikan Teknik
Sipil dan Perencanaan ?
C. Tujuan
Dari rumusan masalah di atas maka tujuan pembuatan makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Mampu menjelaskan dan memahami pengertian Ilmu Pendidikan.
2. Mampu menjelaskan dan memahami pengertian Pendidikan Teknik Sipil
dan Perencanaan.
3. Mampu mendeskripsikan keterkaitan antara Ilmu Pendidikan dengan
Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan.

BAB III
PEMBAHASAN

1. Pengertian Ilmu Pendidikan


Ilmu Pendidikan adalah dua kata yang dipadukan, yakni

Ilmu dan

Pendidikan yang masing-masing memiliki arti dan makna tersendiri. Dalam


Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka disebutkan, bahwa Ilmu
adalah Pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem
menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala
tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
Sedangkan dalam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994) Kata
Pendidikan diartikan sebagai proses perubahan sikap dan tata laku seseorang
atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
terbitan Balai Pustaka menjelaskan, bahwa kata Pendidikan berasal dari kata
dasar didik, yang artinya memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan,
pimpinan)

mengenai

akhlak

dan

kecerdasan

pikiran. Sedangkan

arti

dari Pendidikanadalah Proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau
kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan; proses, cara, dan perbuatan mendidik.
2. Dasar Pendidikan
Pendidikan merupakan gejala semesta (fenomena universal) dan
berlangsung sepanjang hayat manusia, dimanapun manusia berada. Di mana
ada kehidupan manusia di situ pasti ada pendidikan. Pendidikan merupakan
usaha sadar bagi pengembangan manusia dan masyarakat, mendasarkan pada
landasan pemikiran tertentu. Dengan kata lain upaya memanusiakan manusia
melalui pendidikan, didasarkan atas pandangan hidup atau filsafat hidup,
bahkan latar belakang sosiokultur tiap-tiap masyarakat, serta pemikiranpemikiran psikologi tertentu.

Dasar pendidikan adalah landasan berpijak dan arah bagi pendidikan


sebagai wahana pengembang manusia dan masyarakat. Walaupun pendidikan
itu universal, namun bagi suatu masyarakat, pendidikan akan diselenggarakan
berdasarkan filsafat dan atau pandangan hidup serta berlangsung dalam latar
belakang sosial budaya masyarakat tersebut.
Pendidikan diselenggarakan oleh suatu masyarakat atau bangsa
berdasarkan landasan filosofi, sosiologi, historis, kultural, dan psikologi
tertentu, sesuai dengan apa yang ada pada masyarakat atau bangsa itu.
3. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang
diemban dan harus dilaksanakan oleh pendidikan (Dirto Hadisusanto, dkk.
1995:57). Tugas atau misi pendidikan itu dapat tertuju pada diri manusia yang
dididik maupunkepada masyarakat bangsa di tempat ia hidup. Bagi dirinya
sendiri, pendidikan berfungsi menyiapkan dirinya agar menjadi manusia secara
utuh, sehingga ia dapat menunaikan tugas hidupnya secara baik dan dapat
hidup wajar sebagai manusia. Fungsi pendidikan terhadap masyarakat setidak
tidaknya ada dua bagian besar, yaitu fungsi preserveratif dan fungsi direktif.
Fungsi preserveratif dilakukan dengan melestarikan tata sosial dan tata nilai
yang ada dalam masyarakat, sedangkan fungsi direktif dilakukan oleh
pendidikan sebagai agen pembaharuan sosial, sehingga dapat mengantisipasi
masa depan. Selain itu pendidikan mempunyai fungsi (1) menyiapkan sebagai
manusia, (2) menyiapkan tenaga kerja dan (3) menyiapkan warga Negara yang
baik.

4. TujuanPendidikan
Tujuan pendidikan merupakan suatu yang ingin dicapai oleh kegiatan
pendidikan. Adalah suatu yang logis bahwa pendidikan itu harus dimulai
dengan tujuan, yang diasumsikan sebagai nilai. Tanpa sadar tujuan, maka
dalam praktek pendidikan tidak ada artinya. Dasar pendidikan sebagai mana

telah diuraikan di muka, karena tujuan pendidikan itu dirumuskan berdasarkan


dasar pendidikan.
Ada bermacam-macam tujuan pendidikan menurut para ahli. M. J.
Langeveld mengemukakan ada enam macam tujuan pendidikan, yaitu
a) Tujuan

umum

adalah

tujuan

paling

akhir

dan

merupakan

keseluruhan/kebulatan tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Bagi


Langeveld tujuan umum atau tujuan akhir adalah kedewasaan, yang salah
satu cirinya adalah telah hidup dengan pribadi mandiri. Menurut
Hoogveld mendidik itu berarti membantu manusia muda agar ia mampu
menunaikan tugas hidupnya secara berdiri sendiri. Yang dikejar adalah
kemampuan tertentu dan manusia muda itu agar kelak mempunyai
kesempurnaan tertentu.
b) Tujuan khusus adalah pengkhususan tujuan umum atas dasar berbagai hal
misalnya, usia, jenis kelamin, inteligensi, bakat, minat, lingkuangan sosial
budaya, tahap-tahap perkembangan, tuntutan persyaratan pekerjaan dan
sebagainya.
c) Tujuan tak lengkap adalah tujuan yang hanya menyangkut sebagian
aspekkehidupan manusia. Misalnya aspek psikologi, biologis, sosiologi
saja. Salah satu aspek psikologi misalnya hanya mengembangkan emosi
atau pikirannya saja.
d) Tujuan sementara adalah tujuan yang hanya dimaksudkan untuk sementara
saja, sedangkan kalau tujuan sementara itu sudah dicapai, lalu ditinggalkan
dan diganti dengan tujuan yang lain. Misalnya orang tua ingin anaknya
berhenti merokok dengan dikurangi uang sakunya. Kalau sudah tidak
merokok, lalu ditinggalkan dan digantikan dengan tujuan yang lain
misalnya agar tidak suka bergadang.
e) Tujuan intermedier, yaitu tujuan perentara bagi tujuan lainnya yang pokok.
Misalnya anak dibiasakan untuk menyapu halaman, maksudnya agar kelak
mempunyai tanggung jawab.
f) Tujuan insidental, yaitu tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu,
seketika, spontan. Misalnya guru menegur anak yang bermain kasar pada
waktu bermain sepakbola.
5. Teknik Sipil dan Perencanaan
5

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari
tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung
dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup
manusia.
Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya
pengetahuanmatematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga ko
mputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan
sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa
dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar.
Cabang-cabang ilmu

teknik sipil sangat beranekaragam. Terdapat

cabang ilmu struktur, transportasi, hidro, geoteknik, dan manajemen


konstruksi.
Cabang ilmu struktur mempelajari tentang bagaimana cara membangun
yang aman dan sesuai dengan kaidah-kaidah teknik sipil.
Cabang transportasi mempelajari tentang rekayasa transportasi perkotaan,
bagian-bagian jalan, dan proses pembuatan jalan.
Cabang ilmu hidro mempelajari ,tentang perilaku air, jaringan irigasi, dan
bangunan-bangunan air, misalnya bendung dan bendungan.
Cabang ilmu goeteknik mempelajari tentang sifat-sifat tanah, jenis-jenis
pondasi, dan rekayasa pondasi.
Cabang ilmu manajemen konstruksi mempelajari tentang pelaksanaan
proyek, anggaran biaya -proyek, dan pengelolaan waktu pelaksanaan
proyek.
Prospek kerja teknik sipil sangat luas. Pembangunan infrastruktur
yang sedang

gencar dilakukan merupakan peluang kerja yang dapat

dimanfaatkan oleh lulusan teknik sipil. Selain berkarya di ,bidang konstruksi,


lulusan teknik sipil juga dapat berkarya sebagai penilai bangunan yang dapat
bekerja di bank. Lulusan teknik sipil dituntut memiliki perencanaan yang
matang dan juga pelaksanaan rencana yang baik. Artinya, setiap perencanaan
yang telah disusun sebelumnya dapat dilaksanakan dengan baik.

6. Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan


Dari pengertian Teknik Sipil dan Perencanaan maka dapat diketahui
bahwa Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan merupakan suatu cabang ilmu
yang selain mengajarkan mahasiswa untuk menjadi tenaga ahli Teknik Sipil
dan Perencanaan juga disiapkan untuk menjadi tenaga pendidik bagi caloncalon tenaga ahli di bidang teknik sipil dan perencanaan.

BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari pembahasan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa ada
keterkaitan antara Ilmu Pendidikan dengan program studi Pendidikan Teknik

Sipil dan Perencanaan. Keterkaitan itu sendiri yaitu bahwa Pendidikan Teknik
Sipil dan Perencanaan adalah bagian dari Ilmu Pendidikan yang memiliki
tujuan agar selain mahasiswa memiliki kemampuan dalam bidang Teknik Sipil
dan Perencanaan jg memiliki kemampuan sebagai tenaga pendidik.

2. Saran
Setelah adanya makalah ini diharapkan selain menerapkan dan
memahami bidang Teknik Sipil dan Perencanaan mahasiswa juga dapat
pengetahui prinsip-prinsip dan hakikat ilmu pendidikan sehingga tercipta
kesinambungan yang baik antara Teknik Sipil itu sendiri dengan Ilmu
Pendidikan yang pada akhirnya akan mengahasilkan keluaran atau lulusan dari
Program Studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan yang baik dan dapat
diperhitungkan di dunia kerja.