Anda di halaman 1dari 13

JURNAL READING

NI WAYAN MIRAH
WILAYADI
11-2014-170

Nutritional Status of
Schizophrenic Patients at
Department of Psychiatry in Dr.
Hasan Sadikin General Hospital

ABSTRAK
Latar Belakang: Saat ini Skizofrenia merupakan suatu penyakit mental dengan
komorbiditas yang tinggi akibat perubahan gaya hidup, faktor predisposisi, dan dampak
mengonsumsi obat antipsikotik yang membuat penderita kerap mengalami perubahan berat
badan. Oleh karena itu, diperlukan deteksi dini perubahan berat badan pada pasien
skizofrenia sebagai pertimbangan penyusunan tatalaksana yang komprehensif.
Metode: Studi deskriptif potong lintang ini dilakukan untuk mengetahui status gizi pasien
skizofrenia di Klinik Rawat Jalan Departemen Psikiatri Sub Bagian Dewasa Rumah Sakit Dr.
Hasan Sadikin Bandung. Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar pinggang
dilakukan pada 94 pasien skizofrenia dewasa. Wawancara mengenai pekerjaan juga
dilakukan untuk mengetahui tingkat aktifitas fisik, riwayat pengobatan responden didapatkan
melalui rekam medis.
Hasil: Dari 94 responden (65 pria dan 29 wanita) mayoritas berusia 2837 tahun (29.8%).
Sebanyak 46.8% responden memiliki IMT normal, 45.74% responden adalah overweight, dan
7.45% termasuk dalam kategori underweight. Responden pria memiliki ukuran lingkar
pinggang yang mayoritas normal (78%), sedangkan wanita sebagian besar memiliki ukuran
lingkar pinggang di atas normal (52%). Tingkat aktifitas fisik responden rata-rata tergolong
ringan (67%). Kebanyakan responden diberikan obat antipsikotik tipikal tunggal (46%) dan
sebanyak 63% telah mengonsumsi obat antipsikotik selama 05 tahun.

PENDAHULUAN
Skizofrenia adalah penyakit mental dengan prevalensi 1% dari total populasi dunia
dengan insiden yang lebih tinggi pada laki-laki.
Skizofrenia dikenal sebagai penyakit mental yang memberikan dampak besar pada
hampir semua aspek kehidupan pasien.
Skizofrenia dikaitkan masalah kesehatan (perubahan berat badan), faktor
genetik, perubahan gaya hidup, dan konsumsi obat antipsikotik (APDs)
(APDs) yang diberikan menghalangi reseptor dopamin (mengobati gejala positif),
dopamin juga merangsang nafsu makan dan menyebabkan gangguan metabolisme.
Masalah kesehatan
treatment.

sulit untuk didiagnosa, karena

keterlambatan

dalam

Penilaian status gizi, (pengukuran IMT dan Lingkar Pinggang), mendeteksi faktor
risiko yang dapat meningkatkan komorbiditas dan mortalitas

METODE

Metode penelitian deskriptif potong lintang

Bulan Oktrober 2012

Diagnosis skizofrenia menurut (DSM-IV)


Pengukuran pada pasien IMT (indeks massa tubuh)
Lingkar pinggang
Tingkat aktivitas fisik
Durasi waktu pengobatan
Obat APDs yang dikonsumsi

Data diolah dan dianalisis sesuai dengan metode


deskriptif, menggunakan aplikasi SPSS

HASIL PENELITIAN
Jenis kelamin

Variabel

Frekuensi

Presentase

Laki-laki
Perempuan
Usia (tahun)

65
29

69,1
30,9

Kurang

7,4

18-27
28-37
38-47
48-57
58-67
Diagnosis subjek penelitian

17
28
27
18
4

18,1
29,8
28,7
19,1
4,3

Normal

44

46,8

Lebih

43

45,7

Skizoprenia hebeprenik
Skizoprenia paranoid
Depresi pasca skizoprenia
Skizoprenia residual
Skizoprenia tidak terperinci
Obat
antipsikosis
yang
pasien

15
67
2
3
7

16
17,3
2,1
3,2
7,4

Lingkar pinggang

90

51

54,3

> 90

14

14,9

80

14

14,9

> 80

15

16

digunakan

APDs tipikal
APDs atipikal
Kombinasi APDs tipikal dan atipikal
Kombinasi dua APDs tipikal

BMI

Laki-laki
43
21
7
23

45,5
22,3
7,4
24,5

68
16
10

72,3
17
10,6

Durasi waktu pengobatan


1-5 tahun
6-10 tahun
11-15 tahun

Tingkat aktivitas fisik


Ringan

63

67

Perempuan

HASIL PENELITAN
Konsep umum

BMI (%)
Kurang

Normal

Berlebih

18-27

5,9

52,9

41,2

28-37

21,4

35,7

42,9

38-47

55,6

44,4

48-57

44,4

55,6

58-67

50

50

53,5

39,5

4,8

33,3

61,9

tipikal

71,4

28,6

APDs

13

39,1

47,8

Usia (tahun)

Obat antipsikosis yang digunakan pasien


APDs tipikal
APDs atipikal
Kombinasi APDs
dan atipikal
Kombinasi
tipikal

dua

Durasi waktu pengobatan


1-5 tahun
6-10 tahun
11-15 tahun

7,4

45,6

47,1

12,5

43,8

43,8

60

40

(LANJUTAN)

DISKUSI
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari klinik, semua pasien menggunakan asuransi
kesehatan, yaitu Jamkesmas atau Askes, sehingga obat antipsikotik (APDs) dapat diperoleh
secara gratis.
Terdapat perbedaan obat untuk setiap perusahaan asuransi; hanya tiga jenis APDs yang
tersedia untuk pengguna Jamkesmas, obat antipsikotik tipikal yang ditanggung (haloperidol,
klorpromazin, dan trifluoperazine), sementara obat dan dosis APDs pengguna Askes pengguna
lebih bervariasi, obat antipsikotik tipikal yang ditanggung seperti dalam Jamkesmas, dengan
penambahan obat antipsikosis atipikal yaitu clozapine, olanzapine, risperidone, dan
quetiapine.
Haloperidol adalah obat tipikal APDs yang paling umum dikonsumsi. Alasannya adalah karena
haloperidol efektif mengurangi positif gejala dan sudah tersedia di asuransi kesehatan
Jamkesmas dan Askes.
Tidak seperti obat APDs tipikal, APDs atipikal merupakan obat antipsikotik efektif untuk
meredakan gejala baik positif dan negatif dan mereka cenderung 'aman' karena kurangnya
efek ekstrapiramidal dibandingkan dengan golongan obat APDs tipikal.

DISKUSI

(LANJUTAN)

Mayoritas subjek penelitian memiliki BMI normal (46,81%), sebanyak 53,5% dari subyek yang
diberikan APDs tipikal dikategorikan memiliki BMI normal.
Ada hubungan antara indeks massa tubuh dan usia. Berat badan meningkat sampai usia 49 tahun
dan menurun sedikit setelah 50 tahun. Peningkatan berat badan di usia pertengahan disebabkan
oleh akumulasi lemak lebih banyak karena peningkatan intake makanan yang tinggi dan diet kaya
lemak. Penurunan berat badan pada lansia karena penurunan massa otot yang disebabkan oleh
berkurangnya asupan protein dan penurunan ukuran dan jumlah serat otot, massa mineral dalam
tulang yang disebabkan oleh penyakit degeneratif.16
Penelitian yang berkaitan.
Czobor et al mengenai efek APDs tipikal, yaitu haloperidol, menyatakan bahwa jenis
antipsikotik ini setidaknya memiliki berpengaruh signifikan terhadap kelebihan berat badan
daripada obat antipsikotik lainnya.
Alisson et al bahwa haloperidol masih bisa meningkat sebanyak 0,48 kg tubuh berat badan
setelah sepuluh minggu, sementara trifluoperazine tidak menyebabkan kenaikan berat badan
yang signifikan.

DISKUSI

(LANJUTAN)

Sadhya et al hubungan yang signifikan antara kelebihan berat badan dengan


obat efek samping antipsikotik (terutama untuk kelompok obat atipikal); konsumsi
APDs adalah faktor risiko utama untuk obesitas pada pasien penderita skizofrenia.
Sebaliknya, ditemukan pada subjek penelitian kelebihan berat badan, yaitu pada
subyek penelitian yang menggunakan APDs atipikal.
BMI yang normal masih ditemukan di banyak pengguna risperidone. Risperidone
serta haloperidol, tidak menyebabkan peningkatan berat badan yang signifikan.
Clozapine dan olanzapine adalah dua APDs atipikal yang terkait dengan tinggi
angka kematian akibat penyakit kardiovaskular disebabkan oleh tingginya berat
badan.
Berdasarkan literatur, dapat terjadi peningkatan 3,5-4 kg berat dalam sepuluh
minggu pertama clozapine / konsumsi olanzapine dan akan terus meningkat,
terutama untuk pasien yang menjalani terapi jangka panjang.

DISKUSI

(LANJUTAN)

Obat ini merangsang nafsu makan dan kecenderungan untuk mengonsumsi makanan
manis atau berlemak, karena obat memberikan efek langsung pada sistem saraf dan
metabolisme yang mengontrol rasa kenyang dan penurunan berat badan.
Faktor-faktor lain, seperti tingkat aktivitas fisik yang kurang akibat gangguan mental,
diperkirakan sebagai faktor risiko lainnya. Kita harus waspada terhadap kondisi ini
karena akan meningkatkan angka kejadian kematian dini akibat gangguan
kardiovaskular yang umum terjadi pada pasien schizophrenia.
Salah satu keterbatasan penelitian ini adalah asupan gizi yang tidak diketahui dari
penelitian sampel sebagai efek langsung pada status gizi. Selain itu, tidak ada
informasi yang tersedia pada BMI dan lingkar pinggang dari subjek penelitian
sebelum memulai pengobatan sehingga diketahui apakah subjek mengalami setiap
perubahan berat badan atau tidak.

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Sebagian besar subyek 'gizi status normal dalam kaitannya dengan BMI. Mayoritas
subjek penelitian laki-laki memiliki lingkar pinggang yang normal, sedangkan
sebagian besar wanita memiliki lingkar pinggang yang lebih tinggi dari standar.
Sebuah kontrol status gizi harus dilakukan secara berkala setiap kali pasien datang
kontrol setiap bulan. Pasien dengan BMI yang berlebih dan lingkar pinggang karena
faktor nutrisi dan modifikasi gaya hidup.
Saran
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan menambahkan penilaian gizi melalui
laboratorium pengujian, seperti profil lipid, kolesterol, dan penilaian glukosa darah
sebagai faktor risiko untuk deteksi dini. Selain itu, kesehatan umum pasien perlu di
perhatikan sehingga penelitian dampak besar bagi pasien skizoprenia.

TERIMA KASIH