Anda di halaman 1dari 41

Bio Swadi Ghutama

112014335
Pembimbing : dr. Waluyo Eko S, SpU

Identitas Pasien

Nama : Tn. A
Usia : 65 tahun
Status perkawinan : menikah
Tanggal masuk RS : 18-8-2015
Suku : betawi
Pekerjaan : tidak bekerja
Agama : islam
TTL : Jakarta, 12-04-1950

Anamnesis
Autoanamnesis pada hari sabtu
tanggal 22-08-2015, pada pukul
15.00 WIB
Dengan keluhan utama susah buang
air kecil sejak 3 bulan yang lalu

Anamnesis
Congenital : keluhan di mulai sekitar
3 bulan belakangan ini.
Infeksi : sistitis menimbulkan gejala
frekuensi yang meningkat. Pada
prostatitis timbul demam, menggigil,
dan gangguan miksi. Epididimitis
timbul keluhan nyeri mendadak pada
skrotum. Balanitis terasa sakit saat
pipis, kemerahan, bengkak di penis.

Anamnesis
Neoplasma : tumor ureter dengan gejala
nyeri pinggang, hematuria, dan gejala
obstruksi. Tumor buli dengan gejala
hematuria tanpa disertai nyeri, kambuhan,
terjadi pada seluruh proses miksi.
Trauma : trauma ureter dengan gejala
hematuri pasca trauma, trauma buli dengan
nyeri di suprasimfisis, miksi bercampur
darah dan sulit miksi. Trauma uretra jika
didapat perdarahan peruretra, retensi urin

Anamnesis
Lain lain : meatal stenosis dengan tidak nyaman
saat BAK, hematuri setelah BAK, fimosis dengan
gejala sulit kencing, pancaran urin kecil,
menggelembung ujung prepucium penis saat
miksi dan retensi urin. Batu saluran kemih
seperti batu uretra yang miksi tiba-tiba
berhenti,didahului dengan nyeri pinggang. Batu
buli disuria, tidak nyaman saat kencing, kencing
berhenti dan kemudian lancar lagi dengan
perubahan posisi tubuh serta nyeri pada ujung
penis, skrotum, perineum, pinggang hingga kaki

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke rumah sakit dengan
keluhan susah buang air kecil sejak 3
bulan yang lalu
Sudah 2 bulan belakangan ini pasien
menggunakan kateter
Jika ingin kencing pasien harus
mengedan terlebih dahulu, dan
untuk mengawali miksi air kencing
tidak langsung keluar tetapi
menunggu 30 detik

Riwayat Peyakit Sekarang


Pasien mengaku saat kencing nyeri, pancaran
air kencingnya melemah dan terkadang
menetes. Pasien juga merasa jika pipis dirasa
tidak puas dan terasa masih ingin pipis
Pasien sering terbangun pada malam hari
karena kebelet ingin pipis.
Keluhan pipis berwarna merah disangkal,
keluhan nyeri pinggang dan badan demam
juga disangkal,
Riwayat pipis keluar batu juga disangkal.

Riwayat Penyakit Sekarang


Riwayat penurunan berat badan dan riwayat
trauma juga disangkal.
Riwayat sering lapar, cepat haus, banyak pipis,
kesemutan, gatal-gatal dikulit, dan penurunan
BB juga disangkal.
Riwayat sering batuk malam hari disertai dengan
napas mengi dan alergi disangkal.
Saat ini pasien sedang tidak mengonsumsi obatobatan
Saat ini pasien baru selesai menjalani operasi
TURP

Riwayat penyakit dahulu


Riwayat pipis keluar darah disangkal
Riwayat sering kencing yang disertai
dengan cepat lapar, dan cepat haus serta
penurunan BB, gatal dikulit, dan terasa
sering kesemutan juga disangkal pasien.
Riwayat batuk pada dini hari yang disertai
dengan mengi dan alergi juga disangkal
pasien
Riwayat penyakit jantung dan tekanan
darah tinggi juga disangkal pasien.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada

Pemeriksaan fisik
KU : tampak sakit ringan
Kesadaran : CM
TTV : TD 170/90, N 92x/menit regular, RR 20x/menit,
suhu 36,6 axilla, SaO2 99%.
Kepala : normocefalus, tidak ada benjolan dan lesi,
turgor dahi cukup
Mata : CA -/-, SI -/-, edema -/-, refleks +/+
Telinga : NT tragus (-), serumen (-)
Hidung : deviasi (-), darah (-), sekret (-), napas cuping
hidung (-)
Mulut : pursed lips breathing (-), bibir sianosis (-), faring
hiperemis (-), tonsil T1/T1

Pemeriksaan Fisik
Leher : trakea lurus, KGB dan tiroid
tidak membesar, tidak ada retraksi
suprasternal, tidak ada hipertrofi m.
strnocleidomastoideus, JVP 5-2
cmH2O
Torak :
I : bentuk normal, simetris, tidak
ada retraksi
P : NT (-), sela iga tidak melebar

Pulmo
Inspeksi : bentuk normal, simetris
pergerakan saat statis dan dinamis
Palpasi : vokal fremitus simetris,
nyeri tekan Perkusi : sonor pada seluruh lapang
paru
Auskultasi : suara napas dasar
vesikuler, suara tambahan tidak ada,
ronki -, wheezing -

COR
Inspeksi : Ictus cordis tidak nampak
Palpasi : Ictus cordis teraba ICS V linea
midclavicularis sinistra
Perkusi :
Batas kanan : ICS IV linea parasternal dekstra
Batas kiri
: ICS 2 linea parasternalis sinistra
ICS 3 1cm medial linea midclavicula
sinistra
ICS 4 linea midclavicula sinistra
ICS 5 1cm lateral linea midclavicula
sinistra Batas atas
: ICS III linea sternalis sinistra
Kesan : pinggang jantung mendatar

COR
Auskultasi
:
Katup aorta : A2 > P2, murmur (-)
Katup pulmonal : P2 > A2, murmur
(-),
splitting (-)
Katup tricuspid : T1 > T2, murmur
(-)
Katup mitral : M1 > M2, murmur (-)

Abdomen
Inspeksi : datar
Palpasi : Supel, tidak teraba massa, NT (-)
Hati : Tidak teraba membesar
Lien : Tidak teraba membesar
Ginjal: Tidak teraba membesar
Perkusi : Timpani, Shifting dullness (-);
undulasi (-); area traube kosong; nyeri
ketok CVA (-).
Auskultasi : BU (+), peristaltic normal.

Status lokalis
Regio costovertebra
I : warna kulit sama dengan sekitarnya, tanda
radang -, hematom -, alignment vertebra
normal, gibbus P: tidak teraba massa dan nyeri tekan
P : nyeri ketok CVA tidak ada
Regio suprapubic
I : tidak ada kelainan
P : NT (-), tidak teraba massa .

Status Lokalis
RT : spicter ani adekuat, mukosa licin, ampula
recti tidak kolaps, massa di arah jam 12 (-).
Pada sarung tangan feces (+), darah (-), lendir
(-)
Regio genital eksterna
I : tampak penis tersirkumsisi dan terpasang
kateter, OUE pada glans penis radang (-),
skrotum normal, hematom (-), edema (-)
P : pada penis tidak massa, tidak nyeri tekan.
Pada skrotum teraba 2 buah testis, kesan
normal, massa tidak ada, NT (-)

Ekstremitas

Hangat
Sianosis Edema Gerakan normal
Tonus normal
Kekuatan normal

Pemeriksaan Penunjang

Problem
Benign Prostate Hyperplasia
Initial Plan Diagnosis :
USG prostat
Biopsi
BNO IVP
TRUS
Pancaran urin/flow rate
Initial Plan Therapy :
Infus RL 20 tpm
Pronalges supp 3x1
Ceftriaxone inj 1x1 gr
Pembedahan TURP

Initial Plan Monitoring :


TTV (tensi, nadi, suhu, RR, saturasi)
Initial Plan Edukasi :
Jangan mengedan saat pipis
Jangan menahan pipis terlalu lama
Jangan mengonsumsi kopi atau
alkohol
Batasi penggunaan obat yang
mengandung fenilpropanolamin
Kurangi makan pedas dan asin

Prognosis
Ad vitam
: dubia ad bonam.
Ad functionam : dubia ad bonam.
Ad sanationam : dubia ad bonam.

Kesimpulan
Dari anamnesis, pemeriksaan fisik,
maupun pemeriksaan penunjang
pasien Tn.A yang berusia 65 tahun
ini menderita benign prostate
hyperplasia.

Benign Prostate Hyperplasia


Adalah pembesaran kelenjar
periuretral yang mendesak jaringan
prostat yang asli ke perifer.
Paling sering terjadi pada pria di atas
usia > 40 tahun.
Insidennya terkait dengan
pertambahan usia

Anatomi Prostat
Terletak di bawah buli-buli
dan membungkus uretra
posterior
Kelenjar aksesori terbesar
pada pria; tebalnya 2 cm
dan panjangnya 3 cm
dengan lebarnya 4 cm,
dan berat 20 gram
Jika membesar akan
menghalangi aliran urin
keluar dari buli-buli

Anatomi Prostat
Terbagi atas 5 lobus :
Lobus medius
Lobus lateralis (2
buah)
Lobus posterior
Lobus anterior

Terbagi atas 5 zona :


Zona sentralis
Zona transisional
Zona perifer
Zona fibromuskular
anterior
Zona periuretral

Epidemiologi
Prevalensinya meningkat dari 20%
pada laki-laki berusia 41-50 tahun
dan menjadi 90% pada pria diatas 80
tahun
Dan meningkat juga seiring dengan
bertambahnya angka harapan hidup

Etiologi
Teori dihidrotestosteron (DHT)
Ketidakseimbangan estrogen dan
testosteron
Interaksi stroma epitel
Berkurangnya kematian sel prostat
Teori stem cell

Patofisiologi
Hiperplasia prostat
Penyempitan lumen uretra posterior
Peningkatan tekanan intravesikel
Buli-buli :
1. Hipertrofi otot detrusor
2. Trabekulasi
3. Divertikel buli-buli

Ginjal dan ureter :


1. refluks vesiko ureter
2. hidroureter
3. hidronefrosis
4. pielonefritis dan
gagal ginjal

Gambaran klinis
Keluhan pada saluran kemih bawah :
Weak stream
Hesistensi
Intermitensi
Terminal dribbling
Miksi tidak puas
Mengejan saat kemih
Frekuensi
Nocturia
Urgensi
Disuria

Internasional Prostatic Symptom


Score

Incomplete emptying
Frequency
Intermitency
Urgency
Weak stream
Straining
Nocturia
How do you feel

Gejala pada saluran kemih atas :


Nyeri pinggang
Benjolan di pinggang
Demam
Gejala di luar saluran kemih :
Hernia
hemoroid

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik : DRE
Pemeriksaan penunjang :
Urinalisis
Fungsi ginjal
Gula darah
PSA
PA
Foto polos abdomen
TRUS

Pemeriksaan lain
Residual urin
Pancaran urin

Tatalaksana
Medikamentosa
Pembedahan
Tindakan endourologi yang kurang
invasif

Medikamentosa
Alfa adrenergik receptor bloker :
Tamsulosin, terazosin, doksazosin
5-alfa reduktase inhibitor :
finasteride
Fitofarmaka : Pygeum africanum,
Serenoa repens, Hypoxis rooperi,
Radix urtica

Pembedahan

Pembedahan terbuka
TURP
Elektrovaporasi prostat
Laser prostatektomi

Tindakan invasif minimal

Termoterapi
TUNA
Stent
High intensity focused ultrasound