Anda di halaman 1dari 10

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1

Data hasil penelitian


Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Batu Panjang Kecamatan Rupat

pada 03 Juni 2013, didapat data :

Januari - April 2012


2500
2000
1500

Januari - April 2012

1000
500
0

Grafik 4.1.1 Sepuluh penyakit terbesar caturwulan pertama tahun 2012


Grafik diatas menunjukkan urutan penyakit terbanyak yang diderita
masyarakat yang berobat ke Puskesmas Batu Panjang dengan urutan ISPA 21%,
diare 12,1%, influenza 11%, hipertensi 10%, penyakit mata 9%, diabetes melitus
8,5%, dermatitis dan eksim 8%, dispepsia 7%, gastritis 6%, dan rematik 4%.
Pada caturwulan pertama tahun 2012, ISPA merupakan penyakit terbanyak
yang diderita masyarakat Kecamatan Rupat yang berobat di Puskesmas Batu

Panjang, yaitu sejumlah 1931 orang. Hal ini didukung oleh lokasi geografis
Kecamatan Rupat yang berseberangan dengan Kota Dumai yang merupakan
kawasan industri yang menghasilkan limbah berupa asap. Ini

sesuai dengan

literatur yang menyebutkan bahwa infeksi bakteri mudah terjadi pada saluran
nafas yang sel- sel epitel mukosanya telah rusak akibat infeksi yang terdahulu.
Asap limbah pabrik yang merupakan polutan utama dalam pencemaran udara
merupakan hal yang dapat menganggu keutuhan lapisan mukosa dan gerak silia. *
Setelah ISPA di posisi pertama, terdapat diare yang diderita sebanyak 1116
orang. Dari wawancara yang dilakukan dengan Kepala Puskesmas Batu Panjang
didapatkan bahwa masyarakat berisiko tinggi untuk terkena diare karena makanan
dan minumannya terkontaminasi oleh bakteri yang diduga didapat dari pantai
dekat pemukiman penduduk. Menurut literatur, bakteri yang menyebabkannya
adalah*
Selanjutnya, penyakit tersering yang diderita oleh masyarakat di sana
adalah influenza yaitu sebanyak 1027 orang. Buruknya kualitas udara diakibatkan
asap yang merusak epitel mukosa respiratori menjadi faktor risiko hal ini terjadi.
Setelah influenza, terdapat hipertensi sebanyak 932 orang. Dari
wawancara yang sama, didapatkan bahwa masyarakat Kecamatan Rupat sering
mengkonsumsi ikan asin. Ikan asin yang mengandung garam bersifat meretensi
air dan menyebabkan volume plasma darah meningkat yang berakibat pula
terhadap tekanan darah yang ikut naik.

Setelah itu, 904 masyarakat juga berobat ke Puskesmas dengan keluhan


penyakit mata hal ini dikarenakan karena banyak kandungan asap di udara yang
mengiritasi mata. Asap ini berasal dari limbah pabrik yang berada di Kota Dumai.
Selanjutnya terdapat diabetes melitus sebanyak 788 orang. Dari
wawancara, didapatkan bahwa masyarakat di sana sering mengkonsumsi makanan
yang bersantan dan makanan laut, sehingga angka obesitas juga meningkat.
Ditambah lagi dengan malasnya masyarakat untuk berolahraga. Diabetes melitus
adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemi yang terjadi karena
kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya dan dalampemeriksaan gula
darah didapatkan >200 mg/dl. Dalam hal ini, glukosa darah yang tetap tinggi
terus- menerus menyebabkan reseptor insulin menjadi berkurang dan sensitifitas
insulin menurun. Hal inilah yang disebut resistensi insulin. *
Dermatitis dan eksim sebanyak 756 orang, dispepsia sebanyak 681 orang,
gastritis 643 orang, dan yang terakhir rematik sebanyak 413 orang menjadi
penyakit tersering selanjutnya yang menempati posisi 10 besar di Puskesmas Batu
Panjang.

Januari - April 2013


1400
1200
1000
800

Januari - April 2013

600
400
200
0

Grafik 4.2 Sepuluh penyakit terbesar caturwulan pertama tahun 2013


Grafik di atas menunjukkan bahwa pada caturwulan pertama tahun 2013,
ISPA tetap menjadi penyakit terbanyak yang diderita masyarakat Kecamatan
Rupat yang berobat di Puskesmas Batu Panjang sebanyak 402 orang (24,1%).
Diikuti oleh influenza sebanyak 249 orang (14,9%), kemudian hipertensi
sebanyak 241 orang (14,4%), diare sebanyak 191 orang (11,4%), rematik
sebanyak 173 orang (10,4%), karies gigi sebanyak 106 orang (6,4%), ashtma
sebanyak 91 orang (5,5%), gastritis sebanyak 86 orang (5,2%), dispepsia
sebanyak 85 orang (5,1%), dan yang terakhir yaitu penyakit mata sebanyak 44
orang (2,6%).
Penyakit terbesar yang diderita sebagian besar sama, tetapi muncul
penyakit dominan lain seperti karies gigi dan asthma yang menggeser posisi
dermatitis dan diabetes melitus dari posisi 10 besar. Menurut Kepala Puskesmas

Batu Panjang, hal ini diduga terjadi karena adanya program penyuluhan dari
Puskesmas Batu Panjang sejak Juli 2012 terhadap masyarakat yang bermukim di
sekitarnya mengenai kesehatan kulit dan diabetes melitus.
600
500
400
Jan-12
300

Jan-13

200
100
0

Grafik 4.3 Pola lima penyakit terbesar bulan januari tahun 2012 dan 2013

Berdasarkan grafik di atas, pada Januari tahun 2012 terdapat jumlah ISPA
507 orang, sedangkan tahun 2013 jumahnya 206 orang. Menurut wawancara
dengan Kepala Puskesmas Batu Panjang, pada tahun 2013 terjadi penurunan
karena sudah dilakukan tindakan promotif yaitu meningkatkan kesadaran
masyarakat untuk berobat sedini mungkin.
Selanjutnya terdapat juga perbandingan antara influenza bulan Januari
tahun 2012 dan tahun 2013. Penurunan terjadi pada tahun 2013 karena masyarakat
juga lebih diedukasi agar sedini mungkin untuk berobat.

Ketiga, perbandingan hipertensi antara

bulan Januari tahun 2012 dan

2013. Pada tahun 2013 juga terjadi penurunan karena masyarakat yang sudah di
kontrol dengan obat dan diedukasi oleh beberapa pencegahan terhadap pola hidup
mereka.
Keempat, penyakit mata lainnya juga mengalami penurunan dari bulan
Januari tahun 2012 ke tahun 2013, belum diketahui sebab yang pasti akan hal ini.
Diperkirakan karena volume asap yang mulai berkurang dibanding tahun
sebelumnya.
Kelima, terjadi juga penurunan diare dari bulan Januari tahun 2012 ke
2013. Diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Batu Panjang bahwa hal ini terjadi
akibat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan
pengolahan makanan. Hal ini merupakan hasil penyuluhan dan sosialisasi terusmenerus yang dilakukan Puskesmas Batu Panjang.
600
500
400
Feb-12
300
200
100
0

Feb-13

Grafik 4.4 Pola lima penyakit terbesar bulan Februari tahun 2012 dan 2013

Grafik bulan Februari 2012 dan bulan Februari 2013 juga mengalami
penurunan. Hal ini diduga karena masyarakat berobat sedini mungkin berkat
program pemerintah Bengkalis yang memberi pembebasan biaya berobat di
puskesmas Batu Panjang.
500
450
400
350
300

Mar-12

250

Mar-13

200
150
100
50
0

Grafik 4.5 Pola lima penyakit terbesar bulan Maret tahun 2012 dan 2013

Grafik bulan Maret 2012 dan bulan Maret 2013 juga mengalami
penurunan. Hal ini diduga karena masyarakat berobat sedini mungkin berkat
program pemerintah Bengkalis yang memberi pembebasan biaya berobat di
puskesmas Batu Panjang.

600
500
400
Apr-12
300

Apr-13

200
100
0

Grafik 4.6 Pola lima penyakit terbesar bulan April tahun 2012 dan 2013

Grafik bulan April 2012 dan bulan April 2013 juga mengalami penurunan.
Hal ini diduga karena masyarakat berobat sedini mungkin berkat program
pemerintah Bengkalis yang memberi pembebasan biaya berobat di puskesmas
Batu Panjang.

1600
1400
1200
1 ISPA
1000

2 Diare
3 Influenza

800

4 Hipertensi

600

5 Penyakit Mata
Lainnya

400
200
0

Grafik 4.7 Pola distribusi lima penyakit terbesar berdasarkan umur


Pada caturwulan pertama tahun 2012, untuk umur <19 tahun (anak), ISPA
merupakan penyakit yang paling banyak diderita, kemudian disusul diare,
influenza, penyakit mata, dan hipertensi. Untuk kelompok umur 20- 44 tahun,
terbanyak diderita hipertensi, kemudian ISPA, penyakit mata lain, influenza, dan
diare. Kelompok umur 45-60 tahun, penyakit mata menempati posisi teratas,
kemudian hipertensi, influenza, mata, dan diare di posisi di bawahnya. Untuk
kelompok lanjut usia (>61 tahun), angka tertinggi yaitu hipertensi, diikuti oleh
penyakit mata, ISPA, diare, dan influenza.
Pada caturwulan pertama tahun 2013, untuk kelompok umur anak (<19
tahun), ISPA merupakan penyekit terbanyak yang diderita. Untuk kelompok umur
20-44 tahun, hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang diderita. Begitu pun

untuk kelompok umur 45-60 tahun dan >61 tahun, hipertensi menjadi penyakit
yang paling banyak diderita oleh kelompok umur ini.
1200
1000
800

2012 L
2012 P

600

2013 L
2013 P

400
200
0

Grafik 4.8 Pola distribusi lima penyakit terbesar berdasarkan jenis kelamin
Untuk kasus ISPA, caturwulan pertama tahun 2012 ISPA didominasi oleh
jenis kelamin laki- laki sedangkan tahun 2013 ISPA lebih banyak diderita oleh
jenis kelamin perempuan. Kasus diare dan hipertensi caturwulan pertama tahun
2012 mau pun 2013 tetap didominasi perempuan. Kasus influenza caturwulan
pertama 2012 didominasi oleh laki-laki, namun pada tahun 2013 perempuan
mendominasi kasus ini.Pola yang sama dengan influenza juga ditemukan pada
kasus penyakit mata.