Anda di halaman 1dari 40

SERAPAN UNSUR HARA

Untuk tumbuh & berkembang, tanaman


membutuhkan suplai unsur hara dalam fase
hidupnya. Agar unsur hara yang tersedia cukup,
maka diperlukan pemupukan.
Unsur hara bisa tersedia disekitar akar tanaman
dan masuk dalam tubuh tanaman melalui akar,
batang dan daun melalui 3 mekanisme, yaitu :
1. Aliran massa
2. Difusi
3. Intersepsi akar

1. Aliran Massa (Mass Flow)

Yaitu Unsur hara yang terkandung dalam air ikut bersama


gerakan massa air ke permukaan akar tanaman. Aliran
massa pada tanah disebut juga konveksi, meliputi
pergerakan dalam fase larutan maupun gas.

Aliran massa merupakan proses penyediaan hara yang


terpenting bagi unsur-unsur N (98,8%), Ca (71,,4%), S
(95,0%), dan Mo (95,2%) .

Aliran massa memiliki keterkaitan dengan proses


transpirasi yang berperan sebagai mekanisme pemenuh
kebutuhan air dan ion-ion oleh tumbuhan.

Pada saat tumbuhan melakukan transpirasi, maka


tumbuhan menyalurkan air dan ion-ion yang terkandung
dari bagian bawah tumbuhan ke bagian atas tumbuhan
sampai
ke
pucuk
(daun),
untuk
kemudian
air
diuapkan/dikeluarkan ke udara melalui daun dan hara
ditransport ke seluruh bagian tumbuhan.

2. Difusi (Diffusion)
Ketersediaan unsur hara ke permukaan akar tanaman,
dapat juga terjadi karena melalui mekanisme diffusi.
Konsentrasi unsur hara pada permukaan akar tanaman lebih
rendah dibandingkan dengan konsentrasi hara dalam
larutan tanah dan konsentrasi unsur hara pada permukaan
koloid liat serta pada permukaan koloid organik.
Kondisi ini terjadi karena sebagian besar unsur hara
tersebut telah diserap oleh akar tanaman. Tingginya
konsentrasi unsur hara pada ketiga posisi tersebut
menyebabkan terjadinya peristiwa difusi dari unsur hara
berkonsentrasi tinggi ke posisi permukaan akar tanaman.
Beberapa unsur hara yang tersedia melalui mekanisme
difusi ini, adalah: fosfor (90,9%) dan kalium (77,7%).

3. Intersepsi Akar (Root Interception)


Mekanisme intersepsi akar sangat berbeda dengan
kedua mekanisme sebelumnya.
Mekanisme ini
menjelaskan
gerakan
akar
tanaman
yang
memperpendek jarak dengan keberadaan unsur hara.
Peristiwa ini terjadi karena akar tanaman tumbuh dan
memanjang, sehingga memperluas jangkauan akar
tersebut. Perpanjangan akar tersebut menjadikan
permukaan akar lebih mendekati posisi dimana unsur
hara berada, baik unsur hara yang berada dalam
larutan tanah, permukaan koloid liat dan permukaan
koloid organik.
Unsur hara yang ketersediaannya sebagian besar
melalui mekanisme ini adalah: kalsium (28,6%).

Serapan hara adalah jumlah hara yang masuk


ke dalam jaringan tanaman. Hal ini diperoleh
berdasarkan hasil analisis jaringan tanaman.

SERAPAN = kadar hara (%)x bobot kering (g)

Misalnya :
Padi sawah memiliki kandungan K dalam jerami
1% dari bobot kering panen sejumlah: 2 ton/ha.
Maka besarnya pengangkutan K dalam jerami =
0,01 x 2.000 kg/ha = 20 kg K/ha.

Manfaat dari angka serapan hara antara lain :

Mengetahui efisiensi pemupukan


Mengetahui agihan hara dalam tubuh tanaman
Mengetahui pengangkutan hara dalam tanaman
Mengetahui neraca hara di suatu lahan.
Pertimbangan dalam membuat rekomendasi
pemupukan.

Tabel : Serapan Hara Secara Umum


Unsur
Biji
Daun/batang
N (kg/ton)
20
20
P (kg/ton)
5
20
K (kg/ton)
4
2

PENYERAPAN UNSUR HARA


PADA TUMBUHAN
Pertumbuhan,

perkembangan dan produksi suatu tanaman


ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor
lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan
lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman
adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah.

Kadar

hara dalam tanaman menurun sejalan dengan pertumbuhan


bila penurunan ini cukup banyak maka laju pertumbuhan menjadi
kurang daripada tanaman yang berkadar hara lebih tinggi.

Kadar

hara yang menyebabkan laju pertumbuhan tanaman mulai


menurun dibandingkan dengan tanaman yang mempunyai kadar
hara lebih tinggi selagi faktor-faktor tumbuh lainnya berada dalam
keadaan memuaskan dinamakan kadar hara genting (critical
nutrient concennatrion).
Secara kuantitatif dapat dikatakan, bahwa kadar genting ialah
suatu kadar hara yang menurunkan pertumbuhan tanaman
sebanyak 10 % dibandingkan dengan pertumbuhan maksimum.

Fungsi Unsur Hara Bagi Tumbuhan


Tanaman membutuhkan makanan yang disebut hara tanaman (plant
nutrient). Tanaman menggunakan bahan anorganik untuk
mendapatkan energi dan pertumbuhannya.
Melalui proses fotosintesis, tanaman mengumpulkan karbon dari
atmosfir, ditambah air diubah menjadi bahan organik dengan
bantuan sinar matahari. Unsur yang diserap untuk pertumbuhan dan
metabolisme tanaman inilah yang disebut dengan hara tanaman.
Fungsi suatu unsur hara tidak dapat digantikan oleh unsur lainnya
dan apabila tidak tersedia unsur hara tertentu, maka kegiatan
metabolisme terganggu atau bahkan berhenti sama sekali.
Kekurangan unsur hara akan menampakkan gejala spesifik pada
suatu organ tertentu yang biasa disebut gejala kahat. Gejala kahat
ini akan hilang apabila unsur hara tanaman ditambahkan ke tanah
atau disemprotkan dalam bentuk cairan melalui daun.

JENIS-JENIS PENGGOLONGAN UNSUR


HARA PADA TUMBUHAN
A.Unsur hara esensial
Sangat penting dan tidak dapat digantikan oleh unsur hara
lainnya. ada tiga kriteria yang harus dipenuhi :
Unsur tersebut diperlukan untuk menyelesaikan satu
siklus hidup tanaman secara normal.
Unsur tersebut memegang peran penting dalam proses
biokhemis tertentu dalam tanaman dan peranannya
tidak
dapat
digantikan
atau
disubtitusi
secara
keseluruhan oleh unsur lain.
Peranan dari unsur tersebut dalam proses biokimia
tanaman adalah secara langsung dan tidak langsung.
B.Unsur hara non esensial
Merupakan unsur yang diperlukan oleh tanaman untuk
aktivitas hidupnya dan tanaman masih dapat hidup normal
tanpa adanya unsur hara ini. Unsur hara non-esensial

Pengukuran Konsentrasi Unsur


Hara Dalam Jaringan Tumbuhan
O Kandungan

unsur hara dalam tumbuhan dihitung


berdasarkan total beratnya per satuan berat bahan kering
tumbuhan, disajikan dengan satuan ppm atau persen.

O Bahan kering tumbuhan adalah bahan tumbuhan setelah

seluruh air yang terkandung didalamnya dihilangkan. Secar


praktis, jika jaringan tumbuhan segar dipanaskan dengan
suhu C selama 2 hari sudah cukup untuk menghilangkan
semua air yang terkandung dalam jaringan tersebut.
O Pengukuran

konsentrasi unsur hara dalam jaringan


tumbuhan, tanah atau larutan hara dapat dilakukan dengan
alat spektrometer serapan atomik (atomic absorption
spectrometer) atau dengan alat yang canggih yang disebut
spektrometer emisi optikal (optical emission spectrometer).

O Prinsip

kerja dari alat spektrometer emisi optikal adalah


dengan menguapkan unsur-unsur yang akan diukur pada suhu
di atas 5000 K maka elektron-elektron pada unsur tersebut
adan mengalami eksistasi, pindah dari orbit asal ke orbit yang
lebih tinggi. Saat kembali ke orbit asal akan dilepaskan energi
dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang akan berbedabeda panjang gelombangnya untuk unsur yang berbeda.

O Keunggulan alat ini adalah mampu mengukur konsentrasi 20

jenis unsur dalam suatu larutan dengan teliti hanya dalam


waktu kurang dari 1 menit.
O Jika

jaringan tumbuhan mengandung unsur hara tertentu


dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari konsentrasi yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan maksimum, maka pada kondisi
ini dikatakan tumbuhan dalam kondisi konsumsi mewah (luxury
consumption). Pada konsentrasi yang terlalu tinggi, unsur hara
esensial dapat juga menyebabkan keracunan bagi tumbuhan.
Jadi bukan hanya logam berat yang dapat meracuni tumbuhan.

Mekanisme Penyerapan Unsur Hara


Penyediaan unsur hara untuk tanaman terdiri
dari tiga kategori, yaitu:
1. tersedia dari udara
2. tersedia dari air yang diserap akar tanaman
3. tersedia dari tanah.
Beberapa unsur hara yang tersedia dalam jumlah
cukup dari udara adalah:
Karbon (C) dan
Oksigen (O), yaitu dalam bentuk karbon dioksida
(CO2).

Unsur hara yang tersedia dari air (H2O) yang


diserap adalah: hidrogen (H), karena oksigen dari
molekul air mengalami proses oksidasi dan
dibebaskan ke udara oleh tanaman dalam bentuk
molekul oksigen (O2).
Unsur hara essensial lain yang diperlukan tanaman
tersedia dari dalam tanah. Mekanisme penyediaan
unsur hara dalam tanah melalui tiga mekanisme,
yaitu:
1. Aliran Massa
2. Difusi
3. Intersepsi Akar

DAMPAK AKIBAT KEKURANGAN


UNSUR HARA PADA TUMBUHAN
UNSUR HARA MAKRO

Unsur hara makro diambil tanaman dari udara


dengan melaui stomata pada daun tanaman maupun
dari tanah melalui akar tanaman.

Unsur hara hara diambil tanaman dari udara adalah


karbon dan oksigen yang jumlahnya tidak terbatas,
sedangkan hydrogen, nitrogen, fospor, kalium,
kalsium, magnesium dan belerang diambil tanaman
dari dalam tanah, yang jumlahnya terbatas.

1) Hidrogen (H)

Sebagai sumber energy dalam proses fotosintesis,


hydrogen ini diperoleh tanaman bersamaan dengan
air dengan bantuan cahaya biru dari cahaya
matahari maka unsure H akan lepas dari H2O,
melalui silem yang disebut hidrolisis.
Hydrogen ini juga berfungsi sebagai salah satu
bahan untuk membuat karbohidrat (C6H12O6), yaitu
penghasil ATP melalui system glikolisis.
Keberadaan unsure hydrogen bagi tanaman
tergantung jumlah air yang ada di dalam tanah. Air
sangat penting bagi tanaman selain penghasil
hydrogen, air juga berperan sebagai pelarut zat
hara di dalam tanah sehingga tanaman bisa
menyerap zat hara tersebut.

2) Nitrogen (N)

Untuk pertumbuhan vegetative (untuk memperbesar,


mempertinggi, dan menghijaukan daun), nitrogen
juga berfungsi untuk menyusun klorofil dan daun.
Nitrogen juga sebagai bahan untuk mensintesa asam
amino dan protein bagi tanaman.
Kekurangan unsur nitrogen akan menyebabkan
tanaman
akan
mengalami
pertumbuhan
lambat/kerdil, daun akan menjadi bewarna hijau
kekuningan, ukuran daun sempit atau kecil, dan daun
akan cepat gugur.
Kelebihan unsur nitrogen akan menyebabkan tanaman
akan tumbuh sekulen atau tanaman kegemukan,
lemas dan mudah roboh serta mudah terserang
penyakit. Selain itu juga dapat menyebabkan tanaman
menjadi lambat berbuah dan lambat masak.

3) Fosfor (P)
Untuk
pertumbuhan akar, pembungaan,
pemasakan buah/biji/gabah. Unsur P juga
berfungsi untuk penyusunan inti sel, lemak
dan protein. Selain itu unsure P juga
berfungsi untuk merangsang pembelaan sel
tanaman dan memperbesar jaringan sel.

Kekurangan unsure P dapat menimbulkan


daun menjadi nampak tua warnanya menjadi
merah kecoklatan. Tepi daun, cabang dan
batang terdapat warna kecoklatan yang lamalama menjadi kuning. Serta pembentukan
buah/biji
berkurang
dan
pertumbuhan
tanaman menjadi kerdil.

4) Kalium (K)
Untuk mempengaruhi kwalitas (rasa, warna dan
bobot) buah serta bunga, menambah daya tahan
tanaman
terhadap
kekeringan,
hama/penyakit,mempercepat
pertumbuhan
jaringan meristem, menbantu pembentukan
protein dan karbohidrat (katalisator).
Selain itu berfungsi dalam proses fotosintesis,
pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral
termasuk air. Serta untuk menungkatkan daya
tahan tanaman terhadap serangan penyakit.
Kekurangan Kalium pada tanaman dapat
menyebabkan daun mengerut atau mengeriting
terutama pada daun tua, daun akan berwarna
ungu
lalu
mengering
lalu
mati,
Daya
tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit
menjadi berkuran. Selain itu batang tanaman
menjadi lemas atau mudah rebah dan timbul

5) Kalsium (Ca)
Untuk menyusun klorofil, metabolis karbohidrat, serta
mempergiat sel meristem.
Berperan dalam mengontrol
membuka dan menutupnya stomata.
Kurang Kalsium dpt terjadinya dis-integrasi pada ujung-ujung
tanaman (ujung batang, akar, dan buah) sehingga ujungnya
menjadi mengering atau mati, tunas daun yang masih muda akan
tumbuh abnormal.
6) Magnesium (Mg)
Untuk transportasi fosfat, mengaktifkan enzim tansposporilase,
menciptakan warna hijau pada daun karena magnesium
merupakan unsure pembentuk zat hijau daun atau klorofil pada
daun, membentuk karbohidrat, lemak/minyak.tanda-tanda
kekurangan magnesium yaitu menguningnya daun yang dimulai
dari ujung sampai bagian bawah daun.

7) Belerang atau Sulfur (S)

Fungsi dari belerang adalah sebagai unsur


pembentuk asam amino, tiamin, dan biotin. Tiamin
dan biotin sangat penting sebagai vitamin, belerang
juga berfungsi untuk pembentukan bintil akar pada
kacang-kacangan dimana bintil akar tersebut sangat
penting untuk menambat nitrogen (bekerja sama
dengan bakteri rhizobium).
Kekurangan belerang gejalanya sangat mirip dengan
kekurangan
nitrogen
sehingga
sangat
sulit
membedakannya, yang membedakanya kuning pada
kekurangan belerang sedikit mengkilap.

UNSUR HARA MIKRO

Unsure hara mikro adalah unsur hara essensial yang


dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah sedikit.
Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun
keberadaan unsure hara mikro ini tidah dapat
diabaikan.

Selain kekurangan unsure hara mikro dapat


meninbulkan dampak bagi tanaman, kelebihan
unsure hara mikro juga tidak dikehendaki oleh
tanaman karena kelebihan unsure hara mikro dapat
menjadi racun bagi tanaman.

1) Besi (Fe)

Besi (Fe) berfungsi untuk pembentukan


klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam
perkembangan kloroplas.
Sebagai pelaksana pemindahan electron
dalam proses metabolisme.
Kekurangan Fe menyebabakan terhambatnya
pembentukan klorofil dan akhirnya juga
penyusunan protein menjadi tidak sempurna
Defisiensi Fe menyebabkan kenaikan kaadar
asam amino pada daun dan penurunan jumlah
ribosom secara drastic. Penurunan kadar
pigmen dan protein dapat disebabkan oleh
kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan
pengurangan aktivitas semua enzim.

2) Mangan (Mn)

Mangan berfungsi untuk penyusunan klorofil,


merangsang perkecambahan, dan meransang
pemasakan buah.
Sebagai penyusun ribosom dan juga mengaktifkan
polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan
sebagai activator bagi sejumlah enzim utama
dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi
fotosintetik yang normal dalam kloroplas,ada
indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil.
Kekurangan unsure Mn antara lain : biji yang
terbentuk akan sangat jelek, daun menguning dan
beberapa jaringan akan mati. Khusus pada
tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada
daun muda mirip kekaratan Fe tapi lebih banyak
menyebar sampai ke daun yang lebih tua.

3) Seng (Zn)

Berfungsi untuk membentuk hormon tumbuh. Selain itu juga


berfungsi sebagai pengaktif enim anolase, aldolase, asam
oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein desulfihidrase, histidin
deaminase, super okside demutase (SOD), dehidrogenase,
karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Seng Juga berperan
dalam biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang.
Kerurangan seng dapat menyebabkan daun tanaman menjadi
berwarna aneh-aneh misal kekuning-kuningan atau pada daun
yang sudah tua berwarna kemerahan. Kalau diperhatikan
dengan seksama cabang dan batangpun ikut terkena bencana
yang mengakibatkan terdapatnya lubang kecil-kecil, tanaman
kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil dan
mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan
intermedier serta adanya nekrosis.
Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang
berlebihan sering menyebabkan ketersediaaan Zn menurun.
Tanah yang mempunyai pH tinggi sering menunjukkan adanya
gejala defisiensi Zn, terutama pada tanah berkapur.

4) Tembaga (Cu)

Berfungsi
untuk
pembentukan
klorofil,
mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbitoksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Selain
itu juga berperan dalam metabolisme protein dan
karbohidrat, berperan terhadap perkembangan
tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi
Nitrogen secara simbiotis dan penyusunan lignin
Hara mikro Cu berpengaruh pafda klorofil,
karotenoid, plastokuinon dan plastosianin.
Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara
lain : daun tidak merata dan daun sering layu,
malah terkadang klorosis, pembungaan dan
pembuahan terganggu, warna daun muda kuning
dan kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk
mongering serta batang dan tangkai daun lemah.

5) Molibden (Mo)

Molibden diserap dalam bentuk ion MoO4-. Variasi


antara titik kritik dengan toksis relatif besar. Bila
tanaman terlalu tinggi, selain toksis bagi tanaman juga
berbahaya bagi hewan yang memakannya. Hal ini agak
berbeda dengan sifat hara mikro yang lain.

Kekurangan Mo dapat menghambat pertumbuhan


tanaman, daun menjadi pucat dan mati dan
pembentukan bunga terlambat. Gejala defisiensi Mo
dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun
menjadi kering kelayuan, tepi daun menggulung dan
daun umumnya sempit. Bila defisiensi berat, maka
lamina hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan
tulang-tulang daun lebih dominan.

6) Boron (B)

Unsur boron berfungsi mengangkut karbohidrat kedalam tubuh


tanaman dan menghisap unsur kalsium. Selain itu berfungsi dalam
perkembangan bagian tanaman untuk tumbuh aktif. Pada tanaman
penghasil biji unsur ini berpengaruh terhadap pembagian sel. Dan
yang paling nyata ialah perannya terhadap munaikkan mutu tanaman
sayuran dan tanaman buah.
Kekurangan unsur boron paling nyata tampak pada tepi-tepi daun
yaitu gejala klorosis, mulai dari bagian bawah daun. daun yang baru
muncul terlihat kecil dan tanaman agak kerdil cabang tumbuh sejajar.
kuncup-kuncup mati dan berwarna hitam.
Kekurangan unsur ini menimbulkan penyakit fisiologis, khususnya
pada tanaman sayur dan buah, pada tanaman semangka biasanya
ditandai dengan pertumbuhan batang muda yang tegak berdiri, ruas
pendek, daun mengecil, dan bila terkena angin batang muda tersebut
mudah patah dan mengeluarkan cairan berwarna kecoklatan, pada
tanaman sayur dan buah kekurangan unsur bini agak sulit dibedakan
dengan tanaman yang terkena serangan virus. Dan pada tanaman
jagung kekurangan unsur ini bisa mengakibaatkan tongkol tanpa biji
sama sekali ( mirip jagung yang tidak terbuahi)

7) Klor (Cl)

Klor merupakan unsur yang diserap dalam bentuk ion Cl- oleh
akar tanaman dan dapat diserap pula berupa gas atau larutan
oleh bagian atas tanaman, misalnya daun. Kadar Cl dalam
tanaman sekitar 2000-20.000 ppm berat tanaman kering.
Kadar Cl yang terbaik pada tanaman adalah antara 340-1200
ppm dan dianggap masih dalam kisaran hara mikro. Klor
dalam tanah tidak diikat oleh mineral, sehingga sangat mobil
dan mudah tercuci oleh air drainase. Sumber Cl sering berasal
dari air hujan, oleh karena itu, hara Cl kebanyakan bukan
menimbulkan defisiensi, tetapi justru menimbulkan masalah
keracunan tanaman.

Klor
berfungsi
sebagai
pemindah
hara
tanaman,
meningkatkan osmosis sel, mencegah kehilangan air yang
tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain, untuk
tanaman kelapa dan kelapa sawit dianggap hara makro yang
penting. Juga berperan dalam fotosistem II dari proses
fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.

Adapun dampak akibat defisiensi klor adalah antara lain : pola


percabangan akar abnormal, gejala wilting (daun lemah dan
layu), warna keemasan (bronzing) pada daun, pada tanaman
kol daun berbentuk mangkuk.

UNSUR HARA
UNSUR HARA MAKRO
yaitu unsur esensial yang konsentrasinya 0,1 % atau lebih.
Yang termasuk unsur hara makro yaitu C, H, O, N, Ca, Mg, S,
P, K. Alasan mengapa unsur unsur tergolong ke dalam
unsur hara makro yaitu:
Diperlukan dalam jumlah yang cukup banyak oleh
tumbuhan
Bila terjadi kekurangan unsur tersebut maka akan timbul
gejala defisiensi yang sulit disembuhkan bahkan tidak bisa
disembuhkan dengan penambahan unsur unsur hara lain.
Bila terjadi kelebihan unsur hara maka tidak akan meracuni
tumbuhan tersebut

UNSUR HARA MIKRO


yaitu unsur esensial dengan konsentrasi kurang dari
0,1%.Yang termasuk ke dalam unsur hara mikro yaitu Cl,
Fe, B, Mn, Cu, Mo
Diperlukan dalam jumlah yang sedikit oleh
tumbuhan
Bila terjadi kekurangan unsur tersebut maka akan
timbul gejala defisiensi yang dapat disembuhkan
dengan penambahan unsur unsur hara lain.
Bila terjadi kelebihan unsur hara maka akan
meracuni tumbuhan tersebut

FUNGSI UNSUR HARA


UNSUR HARA MAKRO

Nitrogen
Nitrogen merupakan penyusun utama protein dan asam nukleat.
Sehingga nitrogen sangat berperan di proses enzimatik ( protein
katalitik ), proses transportasi (protein carrier/pembawa), proses
pembentukan (protein struktural). Bila terlalu banyak nitrogen
maka akan menghambat pembungaan dan pembuahan. Daun
menjadi lebar dan bersel tipis. Hal ini mengakibatkan mudahnya
hama dan penyakit menyerang tumbuhan tersebut.

Fosfor
Fosfor merupakan penyusun utama inti sel, karena berperan dalam
pembelahan sel. Sehingga mempercepat pertumbuhan jaringan
meristem, pertumbuhan akar, tanaman muda, mempercepat
pembungaan, pemasakan buah, biji, gabah. Fosfor tidak mudah
terbawa air.

Kalium
Kalium membantu proses metabolisme dan tingkat produksi. Sangat
berpengaruh terhadap proses fotosintesis, asimilasi, penyerapan O 2.
Bila kadar nitrogen dan fosfor meningkat maka kandungan kalium
pun akan meningkat begitu pula sebaliknya.
Kalsium
Kalsium sangat membantu dalam mengatur permeabilitas sel,
mencegah keasaman di dalam cairan sel dan membantu
pertumbuhan meristem, ujung akar, dan jaringan lain.
Magnesium
Magnesium merupakan bagian penyusun protein. Berperan dalam
transportasi fosfat. Berasal dari dekomposisi batuan mineral. Dan
mempengaruhi PH dan kelembaban tanah.
Belerang
Tanaman muda sangat membutuhkan belerang. Kandungan protein
90% disusun oleh belerang. Kebutuhan belerang di setiap spesies
tergantung kepada umur tumbuhan tersebut. Semakin tua maka
kebutuhan belerang semakin menurun.

UNSUR HARA MIKRO


Fe dan Me

Mendukung sistem enzim yang dibutuhkan


untuk sintesis klorofil. Fe tidak akan aktif bila Me
tidak ada. Bila terjadi defisiensi mangan maka
klorosis di urat urat & kehilangan warna hijau.
Sedangkan jika terjadi defisiensi Fe maka
klorosis hanya akan nampak di daun tua.
Zn dan Cu

Mendukung sistem enzim sebagai pembentukan


substansi zat guna meningkatkan pertumbuhan.

Boron

Boron membantu berjalannya proses fiksasi


nitrogen oleh bakteri dan memegang peran
penghisapan Ca.
Kobalt

Membantu proses fementasi di perut hewan.


Molibdenum

Membantu proses reduksi nitrat yang terakumulasi


karena dapat mengganggu proses sintesis protein.
Selain itu merupakan penyusun enzim nitrogenesis
pada akar leguminoceae.

GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA PADA TANAMAN


GEJALA
Nampak pada daun tua

a. Merata pada seluruh daun tua


Tajuk berwarna hijau terang, daun tua menguning, menjadi berwarna coklat
muda.
Tajuk berwarna hijau gelap, sering membentuk warna merah atau ungu.
b. Tidak merata pada daun daun tua

Daun mengalami klorosis, warna daun kadang memerah, ujung dan tepi daun
menggulung.
Daun mengalami klorosis, terdapat pada bercak jaringan mati.
Bercak berukuran kecil, biasanya pada bagian ujung, tepi, dan jaringan antara
tulang daun.
Bercak tersebar meluas, tidak hanya pada jaringan antara tulang daun, tetapi
juga pada daun primer dan sekunder.

II . Terlihat pada daun muda


a. Tunas pucuk ( terminal ) mati, yang diikuti oleh distorsi pada ujung atau pangkal
daun muda
Daun muda pada titik tumbuh melengkung yang kemudian mengering pada
bagian ujungnya.
Daun muda pada titik tumbuh menjadi berwarna pucat terang pada bagian
pangkalnya, kemudian daun terpilin.
b. Tunas pucuk tetap hidup tetapi daun muda menjadi layu atau mengalami klorosis

Daun muda menjadi layu tetapi tidak mengalami klorosis


Daun muda tidak layu tetapi mengalami klorosis, layu atau mengalami klorosis
Bercak tersebar merata pada daun muda, tetapi tulangdaun terkecil tetap
hijau
Tidak terdapat bercak, tulang daun dan jaringan antara tulang daun berwarna
hijau muda
Tidak terdapat bercak, tulang daun tetap hijau, sedangkan bagian daun lain

UNSUR YANG
KURANG

I.

Nitrogen
Fosfor

Magnesium

Kalium
Seng

Kalsium
Boron

Tembaga
Mangan
Belerang
Besi

SIFAT UNSUR HARA


Unsur

hara memiliki sifat mobilitas yaitu


dapat disalurkan dari bagian tumbuhan
yang memilki kandungan unsur hara lebih
ke bagian tumbuhan yang kandungan unsur
haranya kurang.

Unsur

hara dengan tingkat mobilitas di bagi


menjadi tiga kelompok :

Mobilitas sangat tinggi


: N, K, No
Mobilitas tinggi
: P, Cl, S
Mobilitas rendah
: Bo, Mg, Ca

PENYEBAB UNSUR HARA DI


TANAH BERKURANG
1. Akibat panen yang terus menerus, unsur hara diangkut namun
tidak dikembalikan ke tanah. Dua puluh ton gabah / hektar berarti
telah mengambil 325 kg N, 175 KG P2O5, 534 kg K2O dan setara
dengan pupuk 7 kw urea, 4 kw TSP, 11 kw KCL.
2. Erosi tanah yang menyebabkan lapias atas ( top soil ) digantikan
oleh lapisan bawah ( sub soil ) yang sifat fisika, kimia, biologinya
tidak lebih baik.
3. Bencana seperti longsor dan banjir.
4. Pencemaran lingkungan terutama limbah industri.
5. Sistem peladangan berpindah tempat (Shifhing Ultivasion) yang
menyebabkan banyaknya padang ilalang ( indikator lahan kritis )
6. Iklim yang berubah menyebabkan kekurangan air dan kekeringan

CARA KONTAK UNSUR HARA


Cara tumbuhan saat menemukan unsur hara :

Difusi dalam larutan tanah.


Melalui aliran air yang bergerak secara
pasif.
Akar tumbuh ke arah posisi hara tersebut
dalam matriks tanah.

LIN TA SA N U N SU R H A R A M EN U JU
K E D A LA M JA R IN G A N A K A R
LINTASAN SIMPLAS

Pada saat ion ion di angkut melalui dinding sel ( apoplas)


sebagian ion juga akan terserap oleh sel sel yang
dilaluinya, masuk ke sitosol dari sel sel tersebut dan dari
sel sel tersebut akan di angkut melalui lintasan simplas.
Untuk ion yang diserap langsung dari epidermis akan
diangkut ke pembuluh xilem melalui sel lapis korteks,
endodermis, perisikel.
LINTASAN APOPLAS

Pengangkutan melaui apoplas tidak dapat dilakukan


seutuhnya dari epidermis ke endodermis karena pada bagian
endodermis terdapat pita kaspari.

KARAKTERISTIK SERAPAN UNSUR HARA

Akumulatif tingginya konsentrasi unsur hara di


dalam sel dibanding konsentrasi unsur hara diluar
sel, ini akibat dari penyerapan unsur hara
Selektif serapan suatu ion tidak dipengaruhi oleh
adanya ion lain dg muatan yang sama apalagi ion
yang berbeda valensinya. Ini tidak hanya berlaku
untuk ion saja namun juga untuk senyawa organik.
Satu Arah Ion yang masuk ke sitosol akan lebih
dipacu dibanding keluar yang akan terhambat
kecuali bila terjadi kebocoran membran akibat suhu
tinggi atau yang lainnya.
Tidak Dapat Jenuh Serapan ion tidak mencapai
tingkat jenuh sampai konsentrasi tinggi. Akan ada
peran protein pembawa pada membran yang tidak
akan mempengaruhi serapan.