Anda di halaman 1dari 28

PRESENTASI KASUS

KEJANG DEMAM SEDERHANA


BY ANNISA NURUL LATHIFAH

IDENTITAS PASIEN
Nama
No. RM
Jenis kelamin
Umur
Alamat

: An. SK
: 24-68-28
: perempuan
: 5 tahun
: Campurejo

Dirawat di RS tanggal: 14-06 s/d 16-06-2015

ANAMNESIS
Keluhan utama: Kejang 1 kali
keluhan tambahan: demam, pusing
Riwayat penyakit sekarang
1 HSMRS
Pasien mengeluh pusing dari pagi,
demam (+), mual (-), muntah (-),
kejang 1 kali kurang dari 5 menit,
batuk (-), pilek (-), BAK (+), BAB
(+).

HSMRS
Pasien dirujuk dari puskesmas
ke rumah sakit masuk IGD
dengan keluhan demam
tinggi, kejang 1 kali, pusing
(+), lemas (+), keringat malam
hari (-), batuk (-), pilek (-),
BAK (+), BAB (+)

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Riwayat sakit serupa


: diakui
Riwayat asma
: disangkal
Riwayat kejang tanpa demam : disangkal
Riwayat kejang dengan demam : diakui
Riwayat alergi obat
: disangkal

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Riwayat sakit serupa


Riwayat demam
Riwayat asma
Riwayat alergi obat

: disangkal
: disangkal
: disangkal
: disangkal

RIWAYAT PENYAKIT PADA LINGKUNGAN

Riwayat sakit serupa : disangkal


Riwayat paparan obat : diakui
Riwayat kontak dengan penderita dengan gejala yang
sama : disangkal
5

POHON KELUARGA

RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN


ANC:

Ny. HS G2P2A0 Hamil saat usia 34 tahun. Ny. HS rutin memeriksakan kehamilannya
ke bidan terdekat setiap bulan dan diberikan obat penambah darah dan vitamin. ibu
tidak pernah mual dan muntah berlebihan, tidak ada riwayat trauma maupun infeksi
saat hamil, sesak saat hamil (-), merokok saat hamil (-), kejang saat hamil (-).
Tekanan darah ibu dalam batasan normal. Berat badan ibu dinyatakan normal dan
mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan. Perkembangan kehamilan
dinyatakan normal.

NC:

Ny. HS melahirkan bayi tunggal pasien dibantu oleh bidan di Rumah sakit swasta
wilayah ponorogo, umur kehamilan 39 minggu, persalinan terjadi secara normal
dengan presentasi kepala, bayi langsung menangis dengan berat lahir 3900 gram,
tidak ditemukan cacat bawaan saat lahir.

PNC:

Bayi laki-laki lahir dengan BB 3900 gram, setelah lahir langsung menangis, warna
kulit kemerahan, bergerak secara aktif, tidak ada demam atau kejang. ASI keluar
pada hari pertama dan bayi langsung dilatih menetek. Bayi kontrol ke rumah sakit 1
kali dan dinyatakan dalam keadaan baik.
7

RIWAYAT MAKANAN
0-6 bulan
: ASI eksklusif.
6 bulan- 2 tahun : ASI, susu formula, makanan tambahan.
2 tahun- sekarang : makanan dan susu
Kesan : Pasien mendapat ASI eksklusif sampai umur 6 buln dan
berlanjut sampai usia 2 tahun.
RIWAYAT PERKEMBANGAN DAN KEPANDAIAN
Motorik Kasar

Motorik Halus

Melompat dengan 1 kaki, berdiri dengan

Menggambar orang, memilih garis

1 kaki, lompat jauh

yang lebih panjang, mencontoh

Bahasa

Personal sosial

Bicara semua dimengerti, menyebutkan

Berpakaian tanpa bantuan, mengambil

warna, mengartikan kata

makan, bermain dengan teman-teman


8

VAKSINASI
Vaksin

II

III

IV

Hepatitis B

0 hari

2 bulan

6 bulan

BCG

1 bulan

DTP

2 bulan

4 bulan

6 bulan

2 tahun 5 tahun

Polio

2 bulan

4 bulan

6 bulan

2 tahun 5 tahun

Campak

9 bulan

2 tahun

6 tahun

SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN


Sosial dan ekonomi
Ayah An. SK berusia 43 tahun bekerja sebagai
wiraswasta, sedangkan Ibu An. SK berusia 40
tahun tidak bekerja dan menjadi ibu rumah
tangga di rumah. Penghasilan keluarga Rp
2.500.000,00/bulan (keluarga merasa cukup
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari).

10

Lingkungan
Pasien tinggal bersama ayah, ibu, dan saudara
kandung. Seluruh keluarga tinggal di rumah kontrakan.
Rumah terdiri dari 1 teras, 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1
dapur, 1 kamar mandi, dan 1 WC. Sumber air berasal
dari sumur. Air minum menggunakan air sumur yang di
rebus. Atap terbuat dari genteng dan dinding dari semen,
tantai terbuat dari semen dan sudah dikeramik. Keadaan
rumah bersih, saluran air mengalir di got yang lancar.
Penerangan rumah dan ventilasi cukup.

11

ANAMNESIS SISTEM

Cerebrospinal
: sakit kepala (+), kejang (+), delirium (-)
Kardiovaskuler
: demam (+), sianosis (-), keringat dingin (-)
Respiratori
: batuk (-), pilek (-), nyeri tenggorokan (-),
sesak (-)
Gastrointestinal
: mual (-), muntah (-), nyeri perut (-),
BAB cair (-)
Urogenital
: BAK (+), nyeri (-), gatal (-)
Muskuloskeletal
: kelainan bentuk (-), nyeri sendi (-), nyeri
otot (-), bengkak (-)
Integumentum
: bintik merah pada ekstremitas/petekie (-)
Kesan : Terdapat penyakit yang manifestasi klinisnya pada sistem
cerebrospinal.

12

PEMERIKSAAN JASMANI

Keadaan Umum
: lemas
Vital Sign
HR : 120 x/menit
RR
: 24 x/menit
Suhu : 37,7 C
Status Gizi
BB/U : 20 kg / 5 tahun
Z scores : 0.58
BB/U : gizi baik (-2SD sampai 2SD)
Kesimpulan : status gizi baik (menurut WHO)

13

PEMERIKSAAN KHUSUS
Kulit
: petekie (-), erosi mukosa (-), ikterik (-),
turgor kulit berkurang (-)
Kepala
: ukuran normocephal, rambut panjang,
lurus, berwarna hitam
Mata
: ca (-/-), si (-/-), reflek cahaya (+/+),
pupil isokor, mata cekung (-)
Hidung
: sekret (-/-), epistaksis (-/-), nafas cuping
hidung (-/-)
Mulut
: berdarah (-), sianosis (-), lidah tifoid (-)
Leher
: pembesaran limfonodi leher (-), massa
(-) kaku kuduk (-)
Thorax
: simetris, retraksi (-), ketinggalan gerak
(-)

Cor
Inspeksi
Palpasi
Perkusi

: ictus cordis tidak tampak


: ictus cordis kuat angkat

batas kanan atas


batas kanan bawah
batas kiri atas
batas kiri bawah

Auskultasi
jantung (-)

: SIC II linea parasternalis dextra


: SIC IV linea parasternalis dextra
: SIC II linea parasternalis sinistra
: SIC V linea midclavicula sinistra

: BJ I-II normal reguler (+), bising

Paru
Pemeriksaan

Kanan

Kiri

Inspeksi

Simetris
Ketinggalan gerak (-)
Retraksi dinding dada
(-)

Simetris
Ketinggalan gerak (-)
Retraksi dinding dada
(-)

Palpasi

Fremitus (n) massa (-)

Fremitus (n) massa (-)

Perkusi

Sonor (+)

Sonor (+)

Depan

Auskultasi

Belakang

SDV (+), Rh (-), Wh (-) SDV (+), Rh (-), Wh (-)

Inspeksi

Simetris
Ketinggalan gerak (-)

Simetris
Ketinggalan gerak (-)

Palpasi

Fremitus (n)
massa (-)

Fremitus (n)
massa (-)

Perkusi

Sonor (+)

Sonor (+)

Auskultasi

SDV (+), Rh (-), Wh (-) SDV (+), Rh (-), Wh (-)

Abdomen
Inspeksi
Auskultasi
Perkusi
Palpasi
(-)
Hepar
Lien

: distended (-), ruam (-)


: peristaltik normal
: timpani (+)
: turgor kulit kurang (-), nyeri tekan
: tidak teraba membesar
: tidak teraba membesar

Anogenital
: tidak ada kelainan
Ekstremitas
: akral hangat (+),
deformitas (-), kaku sendi (-), sianosis (-),
edema (-), bintik merah (-)

Tungkai
Kanan Kiri
: bebas
bebas
: normal
normal

Gerakan
Tonus
normal
Trofi
: entrofi
eutrofi
Klonus Tungkai : (-)
(-)

Lengan
Kanan
bebas
normal
eutrofi

Kiri
bebas

eutrofi
(-)

(-)

Reflek fisiologis
: biceps (+) normal, triceps (+) normal, reflek
patella (+) normal, achiles (+) normal

Refleks patologis
(-), rosolimo (-)

Meningeal Sign
: kaku kuduk (-), brudzinski k I (-), brudzinski II (-),
brudzinski III (-), brudzinski IV (-)

: babinski (-), chaddock (-), oppenheim (-), gordon

Sensibilitas
: dalam batas normal
Kesan : extremitas superior et inferior dalam batas normal

PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH LENGKAP


DAN KIMIA DARAH
14 juni 2015
No

Parameter

Jumlah

Satuan

Nilai Rujukan

1.

Leukosit

10.1

uL

4000-10000 /uL

2.

Eritrosit

4.19

uL

3,5-5,5 / uL

3.

Hemoglobin

11.2

gr/dl

11-16 g/dl

4.

Hematokrit

37-54%

5.

MCV

76.3

femtoliter

82-92 fl

6.

MCH

26.7

Pikograms

27-31 pg

7.

MCHC

35.0

g/dl

32-36 g/dl

8.

Trombosit

183

uL

150.000-300.000/uL

9.

Limfosit

2.7

20-40%

32.0

19

16 juni 2015
No

Parameter

Jumlah

Satuan

Nilai Rujukan

1.

Leukosit

7.1

uL

4000-10000 /uL

2.

Eritrosit

4.35

uL

3,5-5,5 / uL

3.

Hemoglobin

11.5

gr/dl

11-16 g/dl

4.

Hematokrit

37-54%

5.

MCV

77.5

femtoliter

82-92 fl

6.

MCH

26.7

Pikograms

27-31 pg

7.

MCHC

34.1

g/dl

32-36 g/dl

8.

Trombosit

185

uL

150.000-300.000/uL

9.

Limfosit

3.3

20-40%

33.7

20

RINGKASAN ANAMNESIS
1 HSMRS : Pasien mengeluh pusing dari pagi, demam
(+), mual (-), muntah (-), kejang 1 kali kurang dari 5
menit, batuk (-), pilek (-), BAK (+), BAB (+).
HMRS : Pasien dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit
masuk IGD dengan keluhan demam tinggi, kejang 1
kali, pusing (+), lemas (+), keringat malam hari (-),
batuk (-), pilek (-), BAK (+), BAB (+).
Terdapat riwayat penyakit serupa sebelumnya.
Tidak terdapat riwayat penyakit pada keluarga dan
lingkungan yang ditularkan pada pasien.
Riwayat ANC baik, persalinan spontan, riwayat PNC
baik.
Perkembangan dan kepandaian baik.
Keadaan sosial ekonomi cukup & kondisi lingkungan
rumah cukup baik.

RINGKASAN PEMERIKSAAN FISIK


KU: lemas, compos mentis
Vital sign :Nadi 120 x /menit, RR 24 x/menit, Suhu :
37,7 C
Status gizi baik menurut WHO
Kulit : petekie (-)
Kepala : ca (-/-), si (-/-)
Leher : PKGB (-/-)
Pemeriksaan thorax : SDV (+/+), ronkhi (-/-), weezing
(-/-)
Abdomen : distensi (-), peristaltik normal
Extremitas superior et inferior dan status neurologis
dalam batas normal
LABORATORIUM
Darah Lengkap : terdapat sedikit peningkatan pada
leukosit pada hari pertama dan penurunan sedikit pada
hematokrit.

DAFTAR MASALAH AKTIF / INAKTIF


Kejang 1 kali
Demam
pusing

INAKTIF: -

DIAGNOSA KERJA
Kejang Demam Sederhana
RENCANA PENGELOLAAN
Rencana Terapi

Infus ringer laktat 20 tpm


Inj Cefotaxim 3 x 1/3 amp
Inj Dexamethasone 3 x 1/3 amp
Inj antrain 3 x 1/3 amp
Progesic syr 3 x 1 cth

Rencana Tindakan
Obsevasi Keadaan Umum dan Vital Sign
Bed rest

Rencana Edukasi
Informasi mengenai penyakit yang berkaitan dengan
penyakit yang diderita
Memberitahukan cara penanganan kejang.
Memberikan informasi mengenai kemungkinan kejang
kembali.
Segera memanggil bantuan atau membawa pasien ke
rumah sakit kembali jika didapatkan gejala serupa.
Bila anak demam segera diobati sebelum terjadi
kejang
PROGNOSIS
Quo ad vitam
: ad bonam
Quo ad fungsionam
: ad bonam
Quo ad sanam : ad bonam

DIAGNOSIS BANDING
Kejang
demam
sederhana

Kejang
demam
kompleks

Kejang singkat
Durasi < 15
menit,berhenti
sendiri
Kejang tonikklonik
Kejang tidak
berulang dalam
24 jam

Kejang fokal
Durasi > 15
menit
Dapat terjadi
kejang berulang
dalam 24 jam

Meningitis

Ensefalitis

Kejang
Kesadaran
menurun -/+
Demam
tinggi/subfebris
Ada tanda
rangsangan
meningeal
(kaku kuduk,
tanda kerning,
bruzinski I & II)

Panas tinggi
mendadak
Kejang-kejang
(bisa berjamjam
Tidak sadar
Muntah
Penurunan
kesadaran

26

DAFTAR PUSTAKA

Dadiyanto Dwi W, dkk. 2011. Ilmu Kesehatan Anak. Depertemen Ilmu Kesehatan Anak FK
Undip. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Daftar Pustaka
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Buku Ajar Infeksi Dan Pediatri Tropis. Badan penerbit IDAI.
Jakarta, 2010.
Ikatan Dokter Indonesia. 2003. Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer. Indonesia.
Pudjiadi Antonius H, dkk. 2010. Pedoman Pelayanan Medis (Jilid pertama). Ikatan Dokter
Anak Indonesia..
Pusponegoro Hardiono D, dkk. 2005. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Edisi
Pertama. Jakarta : Badan Penerbit IDAI.
Staf Pengajar FKUI. 2005. Ilmu Kesehatan Anak (Jilid kedua). Jakarta: FKUI.
Unit kerja koordinasi neurologi IDAI. Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam. Badan
penerbit IDAI. Jakarta, 2006.
WHO. 2009. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Depkes. Jakarta.
Indonesia.

27

28