Anda di halaman 1dari 10

Laporan Kasus Utama Imunisasi

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. F


DENGAN KEBUTUHAN IMUNISASI DASAR
DI POSYANDU RW 07 WILAYAH KERJA PUSKESMAS GARUDA
KOTA BANDUNG

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Keperawatan Anak
Program Profesi Ners XXX Unpad
Disusun Oleh :
Lathifathul Khoiriah
220112150043

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXX


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2015
Nama Mahasiswa
NPM
Tanggal Pengkajian

: Lathifathul Khoiriah
: 220112150043
: 13 November 2015 Pukul 10.00 WIB

I.IDENTITAS KLIEN
A. Identitas Klien

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nama
Jenis Kelamin
Tanggal Lahir
Usia
Agama
Suku Bangsa
Alamat
Anak ke

: An. F
: Laki-Laki
: 14 Agustus 2015
: 2 bulan 29 hari
: Islam
: Sunda
: RT 03 RW 07
:2

Identitas Orang Tua


1. Nama Ayah
: Tn. H
2. Nama Ibu
: Ny. H
3. Umur Ayah
: 27 tahun
4. Umur Ibu
: 26 tahun
5. Pendidikan Ayah
: D3
6. Pendidikan Ibu
: SMA
7. Pekerjaan Ayah
: Karyawan Swasta
8. Pekerjaan Ibu
: Ibu Rumah Tangga
9. Hubungan dengan klien
: Orang Tua kandung
9. Alamat
: RT 03 RW 07
B. Alasan ke Posyandu
Ibu klien mengatakan rutin ke posyandu setiap bulannya. Pada saat
pengkajian ibu klien mengatakan akan melakukan imunisasi pada
anaknya.
C. Riwayat Pemberian Imunisasi Dasar Sekarang
No
1
2
3
4
5

Tanggal
14 Agustus 2015
14 Agustus 2015
15 September 2015
15 Oktober 2015
13 November 2015

D. Riwayat Kesehatan Sekarang


Klien saat ini dalam keadaan sehat.
Suhu

: 35,6

RR

: 44

HR

: 128

BB

: 5,1 kg

LK

: 40 cm

Jenis Imunisasi
Hepatitis B
Polio 0
BCG
Pentabio I + Polio I
Pentabio II + Polio II

PB

: 55 cm

E. Riwayat Kesehatan Dahulu


Prenatal
Menurut Ibu klien, selama kehamilan Ibu klien tidak mengalami
keluhan baik keluhan pada bulan-bulan awal kehamilan yaitu mual
dan muntah, anmun berangsung menghilang di bulan-bulan
selanjutnya.

Ibu

klien

juga

mengatakan

Ibu

klien

tidak

mengkonsumsi obat-obatan selama hamil.


Natal
Menurut Ibu klien, klien lahir di Rumah Sakit dengan bantuan
Dokter dengan cara SC atas indikasi bayi kembar dengan cukup
bulan. Klien lahir dengan BB 2.300 gram dengan panjang badan 45
cm dan bayi menangis spontan.
Post Natal
Setelah bayi lahir tidak ada masalah kesehatan apapun yang terdapat
pada klien, klien sehat seperti bayi-bayi lainnya.
F. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan
Usia
Lahir
1 bulan
2 bulan
3 bulan

BB
2.300 gram
3.200 gram
4.000 gram
5.100 gram

PB
45 cm
49 cm
53 cm
55 cm

Perkembangan
Pada saat dilakukan pemeriksaan perkembangan klien tidak memiliki
masalah keterlambatan perkembangan. Dari motorik halus klien dapat
mengangkat kepala 45 derajat. Dari segi bahasa klien sudah mulai
bersuara, dan sedikit mengoceh. Klien juga dapat tertawa saat diberikan
stimulasi oleh pemeriksa. Dari segi motorik halus klien sudah dapat
mengikuti arah garis tengah, dan sudah dapat memegang mainan.
Sedangkan dari segi personal sosial klien sudah dapat menatap muka

pemeriksa, membalas senyum pemeriksa dan sudah dapat senyum secara


spontan.
G. Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien tidak memiliki riwayat penyakit yang dapat diturunkan dari
keluarga klien.
H. Riwayat Sosial
Keluarga klien merupakan keluarga dengan ekonomi yang cukup,
ayahnya bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan ibu klien sebagai
ibu rumah tangga. Keluarga memiliki hubungan yang baik dengan
lingkungan sekitar, dan tidak pernah terjadi konflik yang terjadi.
I. Pola Kebutuhan Dasar
Kebutuhan dasar
Nutrisi
Jenis
Frekuensi
Eliminasi
a. BAK
Frekuensi
Warna
b. BAB
Frekuansi
Warna
Konsistensi
Istirahat tidur

Aktivits bermain
Personal Hygiene

Keterangan
ASI dan susu formula
Setiap 2 jam sekali
Tidak terhitung
Kuning jernih

2-3 kali/hari
Kecoklatan
Lembek
Klien terbangun setiap kali ingin minum
susu, dan setelah diberi susu klien tertid
kembali.
Seluruhnya dilakukan dengan bantuan t

J. Pemeriksaan Fisik
Kulit

Kuku

Inspeksi
: kulit tampak bersih, tidak ikterik, tidak siaonisi, tidak
terdapat luka.
Palpasi
: kulit tampak bersih, turgor baik dan tidak ada edema.

Inspeksi
: kuku bersih, bentuk normal, tidak sianosis dan tidak
terdapat clubbing finger.
Palpasi
: CRT kurang dari 2 detik baik ekstremitas atas ataupun
bawah.

Kepala

Inspeksi
teraba.
Palpasi

: bentuk simetris, tidak tampak lesi, ubun-ubun masih


: tidak ada pembengkakan, tidak ada nyeri tekan.

Wajah

Inspeksi
: warna kulit sawo matang, merata dan sama dengan bagian
tubuh lainnya, tidak pucat, tidak ikterik.
Palpasi
: tidak ada nyeri tekan dan edema.

Mata

Inspeksi
: bentuk simetris mata kiri dan kanan, bola mata simetris
kiri dan kanan, distribusi alis merata, warna sklera putih, konjungtiva tidak
pucat, tidak ada kesulitan berkedip.
Tes ketajaman penglihatan : klien sudah dapat merespon orang yang
melihatnya.

Telinga

Inspeksi
: bentuk dan posisi simetris kiri dan kanan, warna sama
dengan kulit lain, tidak ada tanda-tanda infeksi, tidak menggunakan alat
bantu dengar, tidak ada keluaran cairan.
Palpasi
: tidak terdapat nyeri tekan.
Pendengaran : klien dapat merespon suara-suara yang didengar.

Hidung dan sinus

Inspeksi
: bentuk hidung simetris, warna sama seperti warna kulit
lainnya, tidak ada lesi, tidak ada sumbatan pada rongga hidung, tidak
perdapat keluran cairan ataupun darah dan tidak terdapat tanda-tanda
infeksi.
Palpasi
: tidak terdapat bengkak dan tidak terdapat nyeri tekan.

Mulut dan bibir

Inspeksi
: warna mukosa mulut pink, bibir lembab, tidak ada lesi dan
stomatitis. Belum tumbuh gigi, tidak ada perdarahan atau radang gusi,
lidah pink dan simetris, langit langit utuh dan tidak tampak tanda infeksi.
Pengecap
: klien dapat merasakan ASI yang diberikan ibu klien.

Leher

Inspeksi
: warna sama dengan kulit lainnya, bentuk simetris, tidak
ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada deviasi trakhea, refleks
menelan baik.
Palpasi
: areteri karotis teraba, tidak ada nyeri tekan.

Dada
1. Pernafasan
Inspeksi
: bentuk simetris kiri dan kanan, pengembangan paru sama
antara kiri dan kanan, tidak menggunakan otot bantu pernafasan, warna
kulit sama seperti kulit lainnya, tidak tampak lesi, edema ataupun
pembengkakan di dada.
Palpasi
: tidak ada nyeri tekan, ekspansi paru simetris, taktil
fremitus kiri kanan simetris.
Perkusi
: ICS kiri 1-3 resonanse, 4-7 dullness, ICS 1-7 kanan
resonanse.
Auskultasi
: tidak ada bunyi nafas tambahan.
2. Jantung
Inspeksi
: Perkusi
: ICS 4-7 kiri dullness (tidak terdapat kardiomegali).
Auskultasi
: terdengan bunyi jantung S1 (lub) dan bunyi jantung S2
(dub), dan tidak ada bunyi jantung tambahan (murmur)
3. Payudara
Inspeksi
: warna kulit sama dengan warna kulit lainnya, simetris
antara kiri dan kanan, areola tepat di tengah.
Palpasi
: tidak terdapat nyeri tekan, tidak terdapat benjolan dan
tidak tampak tanda-tanda infeksi.
Abdomen

Inspeksi
: tidak tampak adanya lesi, distensi dan warna kulit sama
dengan kulit lainnya.
Palpasi
: tidak terdapat nyeri tekan dan tidak ada distensi abdomen.
Auskultasi
: bising usus (+), 4x/menit (12 jam post op)

Ekstremitas

Inspeksi
: simetris kiri dan kanan, integritas kulit baik, tampak
bergerak aktif.
Palpasi
: tidak terdapat nyeri tekan, di bagian ekstremitas atas
bawah.
Refleks
: refleks patella +/+, reflek babinsky -/-

Genitalia

Inspeksi

: tampak bersih, memakai pampers.

K. Penatalaksanaan
Diberikan imunisasi Pentabio II (0,5cc) dan Polio II (2 tetes)

A ANALISA DATA
Data

Etiologi

Masalah

Informasi tidak adekuat

Kurang

tentang

mengenai imunisasi dasar,

pengetahuan

imunisasi, manfaat dan efek

manfaat dan cara perawatan

DS :
-

Ibu klien mengatakan tidak


tahu
yang

betul
didapatkan

ketika

pasca immunisasi

imunisasi.
DO :
Ibu klien tampak bingung
B DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kurang pengetahuan

Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi mengenai


imunisasi dasar, manfaat dan cara perawatan pasca imunisasi di tandai
dengan ibu klien mengatakan tidak tahu betul tentang imunisasi, manfaat
dan efek yang didapatkan ketika imunisasi dan ibu klien tampak bingung

C RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


No.
2.

Diagnosa Keperawatan
Kurang pengetahuan

Tujuan
Setelah dilakukan

berhubungan dengan

intervensi

kurangnya informasi

keperawatan selama

1.

Perencanaan
Intervensi
Kaji
1
pengetahuan keluarga

mengenai imunisasi dasar,

1 jam, pengetahuan

manfaat dan cara

klien dan keluarga

keluarga pendidikan kesehatan

perawatan pasca imunisasi

bertambah dengan

meliputi pengertian imunisasi

di tandai dengan ibu klien

kriteria hasil klien

dasar, manfaat dan efek yang di

mengatakan tidak tahu

tau dan mengerti

betul tentang imunisasi,

tentang imunisasi,

manfaat dan efek yang

manfaat dan

didapatkan ketika

perawatan pasca

imunisasi dan ibu klien

imunisasi.

tampak bingung

2.

Berikan

timbulkan dari imunisasi.


3.
Berikan
pendidikan kesehatan
mengenai cara perawatan pasca
imunisasi

Rasional
Mengetahui sejauh mana pengetahuan
yang dimiliki keluarga, dan pendidikan

kesehatan yang dibutuhkan.


Klien dan keluarga mengetahui
imunisasi dasar, manfaat dan efek yang
di timbulkan dari imunisasi.

Klien dan keluarga mengetahui cara


perawatan pasca imunisasi

D CATATAN KEPERAWATAN
No

Tanggal /

Dx
1

Jam
13

Implementasi
1.

November

Evaluasi
Men - Keluarga mengatakan masih

gkaji pengetahuan keluarga

2015

belum tahu tentang


pearawatan pasca imunisasi

Jam 11.00
2.

Me
mberikan pendidikan
kesehatan meliputi imunisasi
dasar dan manfaat yang

didapatkan dari imunisasi


3.
Me
mberikan pendidikan
kesehatan mengenai efek

yang benar.
- Klien jadi mengetahui efek
samping transfusi dan
fungsi oabt yang
didapatkan klien.
- Klien dan keluarga
mengetahui efek samping
dari ketidakteraturan
minum obat.

samping dari pemberian


imunisasi dan cara perawatan
pasca imunisasi.

E CATATAN PERKEMBANGAN SOAP


No

Tanggal /

Jam

Dx
1

13

Evaluasi

S : Keluarga mengatakan telah mengetahui tentang

November imunisasi dasar, manfaat dari imunisasi, dan perawatan


2015
Jam 11.15

pasca imunisasi.
O : Ibu klien tampak tidak bingung.
A : masalah tertasi sebagian
P : Beri tahu keluarga untuk memantau kondisi klien
pasca imunisasi dan terapkan perawatan yang telah di
beritahukan sebelumnya.

Paraf

Lathif

Paraf
Lathif