Anda di halaman 1dari 1

DAFTAR PUSTAKA

1. Latief SA, Suryadi KA, Dachlan MR., 2007. Pelumpuh Otot. Petunjuk Praktis
Anestesiologi. Edisi 2. Jakarta; Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia; 3: 66-70.
2. Munaf, S., 2008. Kumpulan Kuliah Farmakologi. Palembang: EGC.
3.

Kee, J.L., Hayes, E.R., 1996. Pendekatan Proses Keperawatan. EGC. Kovac, A. L. 2003.

Prevention and Treatment of Postoperative Nausea. MedicineAbstrack, pp : 1-2.


4. Morgan Jr GE, Mikhail MS, Murray Mj., 2006. Clinical Anesthesiology. 4th ed. New
York: Mcgraw-Hill Companies.
5. Mohamed H. Rahman, Jane Beattie., 2004. Post Operative Nausea and Vomiting. The
Pharmaceutical Journal. 273 : 786-8.
6. Nainggolan, I.B., 2011. Peran Perawat dalam Upaya Pencegahan Komplikasi Anestesi di
Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Tesis Akhir Penelitian. Medan.
7. Rachmat, L., Sunatrio S., 2004. Obat pelumpuh otot. Anestesiologi. Bagian Anestesiologi
dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta; 15: 81-86.
8. Sabiston, D.C., 2005. Buku Ajar Bedah. Jakarta: EGC.
9. Saeeda I, Jain PN., 2004. Post operative nausea and vomiting (PONV) : a review article.
Indian J Anaesth;48(4):2538.
10. Siregar, D., 2011. Perbandingan Kombinasi Ondansetron 2mg IV Dengan Deksametason
4mg IV Dan Ondansetron 4 mg IV Dengan Deksametason 4mg IV Sebagai Profilaksis
Pada Pasien Resiko Tinggi Mual Muntah Setelah Operasi Yang Menjalani Tindakan
Operasi Dengan Anestesi Umum Intubasi. Tesis akhir penelitian. Medan.
11. Suleman, A., 2006. Tinjauan Farmakologis Obat-Obat Analgesik Untuk Rasa Nyeri.
Dalam: Hasan, W., (eds). 2006. Info Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan: 90-97.
12. Soenarjo., 2004. Peranan Anestesi dan Pengelolaan Raluat lntensif dalam Hubungan
dengan
Kualitas
Hidup.
Semarang.
Available
from:
http://eprints.undip.ac.id/298/1/Soenarjo.pdf [Accesed: 21 April 2013].