Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa
memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dengan segenap kemampuan
dan kesanggupan dapat menyelesaikan makalah ini. Berbagai hambatan dan
tantangan yang ditemui dalam penyelesaian makalah ini, namun dengan kesabaran,
semangat, dan kerja keras penulis akhirnya kendala-kendala tersebut dapat diatasi
oleh penulis.
Makalah yang berjudul Penggabungan Badan Usaha ini disusun untuk memenuhi
tugas Mata Kuliah Sistem Akuntansi Sektor Publik Disamping itu, penulis juga
mengharapkan agar makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam
meningkatkan pengetahuan kita terhadap Sistem Akuntansi Sektor Publik
Sebagai manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan, penulis menyadari
bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan yang harus
diperbaiki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini.
Kami berharap makalah yang kami susun dapat bermanfaat bagi pembaca dalam
usaha memperoleh pengetahuan tentang kombinasi bisnis, sepenuhnya kami
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan,
untuk itu kami menerima kritik dan saran demi perbaikan makalah kami selanjutnya.

Bandung, Februari 2016

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................
1
DAFTAR ISI....................................................................................................................
2
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................
3
1.1 Latar
Belakang
.............................................................................................................................
3
1.2 Rumusan
Masalah
.............................................................................................................................
3
1.3 Tujuan
Penulisan
.............................................................................................................................
4
1.4 Metode
Penulisan
.............................................................................................................................
4
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................
5
2.1 Sejarah dan Perkembangan Organisasi Sektor Publik Internasional
.............................................................................................................................
5

2.2 Perkembangan
Akuntansi
Sektor
Publik
Di
Indonesia
.............................................................................................................................
7
2.3 Tujuan
Akuntansi
Sektor
Publik
.............................................................................................................................
8
2.4 Dasar
Hukum
Pelaksanaan
Sistem Akuntansi
Sektor
Publik
.............................................................................................................................
9
DAFATAR PUSTAKA....................................................................................................
17

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini pemerintah Indonesia dan seluruh lapisan masyarakat mengusahakan
untuk dapat terus memperjuangkan suatu reformasi agar reformasi tersebut
tentunya akan membawa perubahan dalam kehidupan politik nasional maupun di
daerah. Salah saru bentuk reformasi yang telah dilakukan yaitu mengesahkan
sejumlah kebijakan dan peraturan yang berkaitan pengelolaan keuangan
pemerintah daerah dengan tujuan untuk memperbaiki sistem yang sudah ada dan
akuntabilitas yang lebih besar atas sumber daya masyarakat yang dikelola oleh
pemerintah daerah. Pengeloalaan keuangan daerah terkait dengan pelaksanaan
APBD, dalam pelaksanaan APBD Pemerintah daerah diharapkan bisa
meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan pembangunan daerah. Hal ini
merupakan suatu proses terhadap keterlibatan dari segenap unsur dan lapisan
masyarakat, untuk dapat memberikan wewenang pemerintah daerah untuk
mengatur

dan

mengurus

sendiri

pemerintahannya

berdasarkan

aspirasi

masyarakat. Sehingga aspirasi dari masyarakat dapat tercapai setempat bagi


pemerintah daerah dalam melakukan pengelolaan keuangan.
Akuntansi dalam sektor publik memberikan kemudahan serta ketransparansinya
anggaran kepada masyarakat kita, dengan transparansinya anggaran bermanfaat
untuk mencegah terjadinya kasus korupsi, sehingga hal ini sebagai bagian
mencegah korupsi, dan dengan sistem akuntansi sektor publik memberikan
keefektifan dalam kinerja sektor publik.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mengetahui bagaimana perkembangan akuntansi sektor publik internasional
2. Mengetahui bagaimana perkembangan akuntansi sektor publik di Indonesia
3. Mengetahui tujuan dari adanya akuntansi sektor publik
4. Mengetahui dasar Hukum Pelaksanaan Sistem Akuntansi Sektor Publik

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui bagaimana perkembangan akuntansi sektor publik internasional
2. Mengetahui bagaimana perkembangan akuntansi sektor publik di Indonesia
3. Mengetahui tujuan dari adanya akuntansi sektor publik
4. Mengetahui dasar Hukum Pelaksanaan Sistem Akuntansi Sektor Publik

1.4 Metode Penulisan


Dalam penulisan kami menggunakan metode kepustakaan dan mencari sumbersumber dari internet demi menunjang penulisan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Merger
Merger adalah suatu keputusan untuk mengkombinasikan/menggabungkan
dua atau lebih perusahaan menjadi satu perusahaan baru.

Merger adalah

penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger


mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger
dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan
perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya
menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey,
Myers, & Marcus, 1999, p.598).
Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu perusahaan
oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan
melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil
baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan
yang dibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001,
p.640).
Seluruh proses merger biasanya dirahasiakan dari masyarakat umum, dan
karyawan pada perusahaan yang terlibat. Karena sebagian besar upaya merger
tidak berhasil, dan kebanyakan dirahasiakan, sulit untuk memperkirakan berapa
banyak potensi merger terjadi pada tahun tertentu.
Merger mungkin dicari karena beberapa alasan, beberapa di antaranya
bermanfaat bagi para pemegang saham, beberapa di antaranya tidak. Salah satu
penggunaan merger, misalnya, adalah untuk menggabungkan perusahaan yang
sangat menguntungkan dengan perusahaan yang bangkrut untuk menggunakan
untuk mengimbangi keuntungan,dan untuk sementara bertujuan memperluas
perusahaan secara keseluruhan.
Peningkatan pangsa pasar merupakan salah satu tujuan merger, terutama
antara perusahaan besar. Dengan bergabung dengan pesaing utama, perusahaan

dapat mendominasi pasar dimana perusahaan tersebetu bersaing. Bentuk


penggabungan ini dapat menyebabkan masalah ketika dua perusahaan
mendominasi bergabung, karena dapat memicu litigasi mengenai hukum
monopoli.
2.2 Tipe-Tipe Marger
Merger berdasarkan aktivitas ekonomik dapat diklasifikasikan dalam lima tipe,
yaitu:
a. Merger Horisontal
Merger horisontal adalah merger antara dua atau lebih perusahaanyang
bergerak dalamindustri yang sama. Sebelum terjadi merger perusahaanperusahaan ini bersaing satu sama lain dalam pasar/industri yang sama. Salah
satu tujuan utama merger danakuisisi horisontal adalahuntuk mengurangi
persaingan atau untuk meningkatkan efisiensi melalui penggabungan
aktivitas produksi,pemasaran dan distribusi, riset dan pengembangan dan
fasilitas administrasi. Efek dari merger horisontal ini adalah semakin
terkonsentrasinya struktur pasar pada industri tersebut.Apabila hanya terdapat
sedikit

pelaku

usaha,

maka

struktur

pasar

bisa

mengarah

pada

bentuk oligopoli, bahkan akan mengarah pada monopoli. ), misalnya merger


antara dua perusahaan roti, merger perusahaan sepatu, merger perusahaan
kapas. Contoh PT A yang mengusahakan kapas, bergabung dengan PT B
yang

mengusahakan

pemintalan,

bergabung

dengan

PT C

yang

mengusahakan kain dan seterusnya. Dengan demikian, tujuan kerjasama disini


adalah menjamin tersedianya pasokan atau penjualan dan distribusi, dimana
PT B akan mempergunakan produk PT B dan seterusnya
b. Merger Vertikal
Merger vertikal adalah integrasi yang melibatkan perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam tahapan-tahapan proses produksiatau operasi. Merger dan
akuisisi tipe ini dilakukan jika perusahaanyang berada pada industri hulu
memasuki industri hilir atau sebaliknya.Merger danakuisisi vertikal dilakukan
oleh perusahaan-perusahaan yang bermaksud untuk mengintegrasikan

usahanya terhadap pemasok dan/atau pengguna produk dalam rangka


stabilisasi pasokan dan pengguna.Tidak semua perusahaan memiliki bidang
usaha yang lengkap mulai dari penyediaan input sampai pemasaran. Untuk
menjaminbahwa

pasokan

input

berjalan

dengan

lancar

maka perusahaantersebut bisa mengakuisisi atau merger dengan pemasok.


Mergerdan akuisisi vertikalini dibagi dalam dua bentuk yaitu integrasi
kebelakang atau ke bawah (backward/downwardintegration) danintegrasi ke
depan atau ke atas (forward/upward integration). Contohnya: perusahaan
pemintalan benang merger dengan perusahaan kain, perusahaan ban merger
dengan peurusahaan mobil. Contoh: PT. A, PT. B, PT. C bergabung, lalu PT B
yang menjadi induk perusahaan.
c. Merger Konglomerat
Merger konglomerat adalah merger dua atau lebih perusahaan yang masingmasing bergerak dalam industri yang tidak terkait. Mergerdan akuisisi
konglomerat terjadi apabila sebuah perusahaan berusaha mendiversifikasi
bidang bisnisnya dengan memasukibidang bisnis yang berbeda sama sekali
dengan bisnis semula.Apabila merger dan akuisisi konglomerat ini dilakukan
secara

terus

menerus

oleh

perusahaan,

maka

terbentuklah

sebuah

konglomerasi. Sebuah konglomerasi memiliki bidang bisnis yang sangat


beragam dalam industri yang berbeda.
d. Merger Ekstensi Pasar
Merger ekstensi pasar adalah merger yang dilakukan oleh dua atau lebih
perusahaan untuk secara bersama-sama memperluas area pasar. Tujuan merger
dan akuisisi ini terutama untuk memperkuat jaringan pemasaran bagi produk
masing-masing perusahaan.Merger dan akusisi ekstensi pasar sering
dilakukan oleh perusahan-perusahan lintas Negara dalam rangka ekspansidan
penetrasi pasar. Strategi ini dilakukan untuk mengakses pasar luar negeri
dengan cepat tanpa harus membangun fasilitas produksi dari awaldi negara
yang akan dimasuki. Merger dan akuisisi ekstensi pasar dilakukan untuk

mengatasi keterbatasan ekspor karena kurang memberikan fleksibilitas


penyediaan produk terhadap konsumen luar negeri.
e. Merger Ekstensi Produk
Merger ekstensi produk adalah merger yang dilakukan oleh duaatau lebih
perusahaanuntuk memperluas lini produk masing-masing perusahaan. Setelah
merger perusahaan akanmenawarkanlebih banyak jenis dan lini produk
sehingga akan menjangkau konsumen yang lebih luas. Merger dan akuisisi ini
dilakukan

dengan

memanfaatkan

kekuatan

departemen

riset

dan pengembangan masing-masing untuk mendapatkan sinergi melalui


efektivitas riset sehingga lebih produktif dalam inovasi.
2.3 Alasan-alasan Melakukan Merger
Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger
maupun akuisisi, yaitu :
a. Pertumbuhan atau diversifikasi
Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar
saham, maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi.
Perusahaan tidak memiliki resiko adanya produk baru. Selain itu, jika
melakukan ekspansi dengan merger dan akuisisi, maka perusahaan dapat
mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan.
b. Sinergi
Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi
(economies of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya
overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah
pendapatan perusahaan ketika tidak merger. Sinergi tampak jelas ketika
perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang sama karena
fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan.
c. Meningkatkan dana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi
internal, tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal.
Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki

likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan


dan penurunan kewajiban keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya
dana dengan biaya rendah.
d. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi
Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak
adanya efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan
yang tidak dapat mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar
untuk mengembangkan teknologinya, dapat menggabungkan diri dengan
perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli.
e. Pertimbangan pajak
Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan
atau sampai kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki
kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang
menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Pada kasus ini
perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah
pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang
diakuisisi. Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan dari
pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik.
f. Meningkatkan likuiditas pemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang
lebih besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas
dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan
perusahaan yang lebih kecil.
g. Melindungi diri dari pengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan
yang tidak bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan
membiayai pengambilalihannya dengan hutang, karena beban hutang ini,
kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding
firm yang berminat (Gitman, 2003, p.714-716).

2.4 Manfaat Merger


Perusahaan yang melakukan merger atau mengakuisisi perusahaan lain
mempunyai berbagai tujuan yang memberikan manfaat kepada perusahaan
tersebut.
1. adanya

merger

akan

dapat

meningkatkan

pendapatan

perusahaan. Peningkatan pendapatan perusahaan dikarenakan perusahaan


melakukan pemasaran yang baik, strategi yang lebih dan terfokus, serta
penguasaan pasar. Pada sisi lain, pendapatan perusahaan menjadi
terdiversifikasi karena perusahaan melakukan penggabungan usaha
2. salah satu alasan utama mengapa perusahaan mau melakukan merger
karena perusahaan akan mengalami efisiensi dalam biaya operasi
dibandingkan dengan dua perusahaan yang terpisah. Salah satu contoh
penurunan biaya dapat dilakukan dengan melakukan pemasaran secara
bersama untuk produk berbeda dibandingkan dengan dua perusahaan
terpisah. Operasi perusahaan dapat diefisienkan, terutama dalam bidang
sumber daya manusia yang menangani kepegawaian. Pembayaran gaji
dapat
dilakukan dengan satu divisi yang menggunakan teknologi lebih baik.
Pengiklanan perusahaan dapat dilakukan sekaligus dibandingkan dengan
dua
perusahaan yang sendiri-sendiri. Biaya iklan lebih murah karena biaya
iklan hanya satu dengan adanya merger. Cara ini efektif dan sangat
menguntungkan perusahaan.
3. Penggabungan dua perusahaan juga memberikan keuntungan terhadap
jaringan
perusahaan yang semakin besar bila dibandingkan dengan sendiri-sendiri.
Dalam kasus ini akan timbul biaya produksi yang mengalami penurunan
dan
kuantitas produksi akan mengalami peningkatan sehingga pendapatan

perusahaan mengalami peningkatan. Dengan adanya efisiensi yang


dilakukan, maka laba perusahaan akan meningkat sehingga harga saham
akan
mengalami peningkatan.
4. kapitalisasi
pasar
perusahaan

mengalami

peningkatan

bila

perusahaan melakukan merger. Bila perusahaan berdiri sendiri, maka


kapitalisasinya tidak mengalami peningkatan secara cepat dikarenakan
pertumbuhan laba yang kecil. Tetapi, dengan merger perusahaan, maka
kapitalisasi saham perusahaan lebih besar dikarenakan adanya harapan
investor terhadap perusahaan yang akan mengalami peningkatan
pendapatan
sesuai dengan tujuan merger tersebut.
5. adanya merger akan memberi peningkatan kualitas sumber daya
manusia di perusahaan merger. Pegawai yang baik akan bekerja dan
mentransfer pengetahuan kepada pegawai yang belum memahami.
Artinya,
antarpegawai akan saling memberi pengetahuan untuk meningkatkan
kemajuan
perusahaan. Diskusi antarpegawai akan terjadi karena mereka saling
bertukar informasi untuk meningkatkan pengetahuan yang dimiliki.
6. adanya merger bagi dua perusahaan akan memperbaiki posisi
keuangan perusahaan serta kualitas neraca perusahaan. Semakin baiknya
posisi dan kualitas neraca perusahaan, membuat perusahaan semakin
mempunyai bargaining di pasar, baik dalam rangka memasarkan produk
perusahaan maupun mendapatkan bahan baku. Kualitas neraca perusahaan
juga memberikan citra yang baik kepada investor dan akhirnya
meningkatkan nilai saham perusahaan di bursa. Bagi bank yang
mempunyai
pinjaman di perusahaan tersebut semakin yakin dananya akan kembali
sehingga perusahaan dapat meningkatkan kreditnya dengan kualitas

neraca
tersebut.
7. keuntungan pajak merupakan salah satu tindakan merger. Bila
perusahaan melakukan merger atau akuisisi, maka perusahaan dapat
memperoleh keuntungan pajak dengan adanya kerugian operasi dari
perusahaan yang diakuisisi. Laba bersih yang besar pada perusahaan yang
mengakuisisi mengakibatkan perusahaan membayar pajak yang tinggi,
tetapi
dengan masuknya perusahaan yang rugi mengakibatkan pajak yang
dibayarkan
berkurang. Keuntungan pajak juga dapat diperoleh dengan cara
meningkatkan kapasitas utang perusahaan yang belum terpenuhi.
Perusahaan
menggunakan seluruh utangnya sehingga pajak yang dibayarkan
mengalami
penurunan.
8. adanya merger akan memberi kualitas keputusan yang diambil
menjadi lebih berkualitas. Pengambil keputusan perusahaan merger akan
diperoleh dari pegawai yang berkualitas karena pegawai yang tinggal di
perusahaan merger adalah mereka yang mempunyai kualitas. Akibatnya,
pegawai yang mengambil keputusan akan selalu mempertimbangkan
keputusannya untuk kepentingan perusahaan dan umum, serta tidak
melanggar peraturan yang ada.
Syarat-syarat merger dari perusahaan menurut PP no. 27, tersebut terdapat
dalam Pasal yang berbunyi:
1. penggabungan, peleburan dan pengambilalihan hanya dapat dilakukan
degan memperhatikan: (a). kepentingan perseroan, pemegang saham
minoritas, dan karyawan perseroan yang bersangkutan; (b). kepentingan
masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha.

2. Penggabungan, peleburan dan pengambilalihan tidak mengurangi hak


pemegang saham minoritas untuk menjual sahamnya dengan harga saham
yang wajar,
3. Pemegang saham yang tidak setuju terhadap keputusan rapat umum
pemegang
saham mengenai penggabungan, peleburan dan pengambilalihan hanya
dapat menggunakan haknya agar saham yang dimiliknya dibeli dengan
harga yang wajar sesuai.
4. Pelaksanaan hak tidak menghentikan proses pelaksanaan penggabungan.
Perencanaan sangat penting.
Sebelum melakukan merger atau penggabungan, perencanaan yang sangat
penting yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah;
1. Pre- Deal
Pada fase ini, masalah karyawan yang strategis dan taktis harus selesai
dianalisa sebelum mengumumkan perjanjian maupun memulai proses due
diligence. Masalah karyawan bukan hanya mengenai biaya dan kebijakan,
tapi juga mengenai pemutusan hubungan kerja (masal) yang mungkin
terjadi, pembauran budaya korporat, sosialisasi kepada serikat pekerja dari
tiap perusahaan, serta masalah-masalah manusia lainnya.
2. Doing the Deal
Fase ini memiliki tempo, tekanan dan permintaan waktu yang luar
biasa besar. Sukses dari suatu integrasi dibentuk disini. Sebuah proses
yang komprehensif dan terencana dengan baik, sangat penting untuk
mencapai tujuan integrasi jangka panjang.
3. Post-Deal
Ini adalah fase saat HR dan fungsi-fungsi lainnya menyerahkan tujuan dari
merger itu sendiri. Sebuah rencana komprehensif dan terencana dengan
baik sangat penting untuk menjaga fokus pada pembentukan nilai dan
penyelesaian tugas.
2.5 Evaluasi keberhasilan dan kegagalan merger
Membuat proyeksi keberhasilan merger penting dilaksanakan, sebelum
merger dilakukan secara legal. Tahapan diawali dengan due diligence (uji tuntas)

atas perusahaan yang akan dikonsolidasikan. Penilaian dilakukan atas sinergi


yang akan diperoleh, dilihat dari sinergi operasional dan sinergi finansial. Sinergi
operasional, umumnya dengan membandingkan sumber daya masing-masing
perusahaan, antara lain: Visi Misi dan tujuan perusahaan, perencanaan strategik,
Sumber Daya Manusia, jaringan, pangsa pasar, Informasi Teknologi yang
digunakan, dan budaya kerja masing-masing perusahaan.
Evaluasi finansial, didasarkan atas: analisis laporan keuangan perusahaan,
berupa neraca dan laba rugi, baik yang berupa on atau off balance sheet, serta fee
based income. Metoda yang digunakan bermacam-macam, salah satunya menitik
beratkan pada cash flow, sebagai berikut:
1. Analisis proyeksi arus kas dengan menggunakan diskon faktor sesuai biaya
dana perusahaan (Discounted cash flow approach)
2. Analisis yang didasakan atas ratio harga saham dengan pendapatan (Price
Earning Ratio) dibandingkan dengan nilai P/E dari perusahaan sejenis
3. Peniaian atas dasar nilai buku,yang beberapa pos dari neraca disesuaikan
dengan perkiraan risiko yang mungkin ada sehingga mengurangi nilai buku.
Banyak perusahaan atau Bank yang mengalami kegagalan saat
dilakukan merger, disebabkan, antara lain:
1. Harga yang ditetapkan saat dilakukan merger terlalu tinggi akibat analisis
sebelumnya
tidak akurat
2. Sumber pembiayaan merger berasal dari pinjaman berbiaya tinggi
3. Asumsi yang salah dengan mengharapkan booming market, yang ternyata
terjadi sebaliknya
4. Tergesa-gesa, sebelum dilakukan uji tuntas dengan baik
5. Perbedaan kedua perusahaan terlalu besar
6. Budaya kerja tak dapat disatukan
7. Krisis manajerial karena ingin mempertahankan semua manajemen yang ada di
kedua perusahaan
2.6 Kelebihan dan Kekurangan Merger
1. Kelebihan Merger
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah
dibanding pengambilalihan yang lain.
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah
dibanding pengambilalihan yang lain (Harianto dan Sudomo, 2001, p.641)
2. Kekurangan Merger

Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan, yaitu harus


ada

persetujuan

dari

para

pemegang

saham

masing-masing

perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan


waktu yang lama.
Harus ada persetujuan dari para pemegang saham masing-masing
perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan
waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642)

Daftar Pustaka
Brealey, Richard A., Stewart C. Myers dan Alan J. Marcus, 2008. Dasar-Dasar
ManajemenKeuangan Perusahaan, Jilid Kedua, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
Harianto dan sudomo. 2001. Merger dan Akuisisi. Jurnal Manajemen
Gitman, Lawrence J. 2003, Principles of Manajerial Finance, International Edition,
10th edition, Pearson Education, Boston.