Anda di halaman 1dari 18

SIMULASI MONOPOLI PMI

DESKRIPSI KELOMPOK
1. Tujuan
Tujuan dari grup atau kelompok kami yaitu :
Belajar, berkembang, dan berkarya bersama setiap anggota
kelompok kami untuk mewujudkan perolehan laba sebanyak

banyaknya.
Melatih koordinasi dan kerjasama yang ada dalam tim
sehingga setiap anggota dituntut untuk bertanggung jawab

terhadap bidangnya.
Memahami bagian-bagian dalam organisasi serta masingmasing fungsinya.

2. Struktur organisasi

CEO
CEO
Yogi
YogiLevianto
Levianto

Internal
Internal
Audit
Audit

CFO
CFO
Rifa
RifaWahyu
WahyuHH

Ivan
IvanSatriatama
Satriatama

3. Job Desk

Manager
(CEO)

Person
Job Des
Yogi Levianto 1. Menjalankan dan ikut untuk turun
secara

langsung

melakukan

segala bentuk permainan yang


dilakukan

dalam

sebuah

monopoli
2. Melakukan
keputusan

pengambilan
langsung

yang

SIMULASI MONOPOLI PMI

berkaitan dengan investasi tanah,


rumah, maupun hotel
3. Melakukan
dengan

proses

tim

negoisasi

lawan

jika

ingin

menguasai bagian dari kompleks


yang dimiliki secara bersama
4. Memimpin jalan nya permainan
agar hasil yang didapat sesuai

Manager

Rifa

Keuangan

(CFO)

dengan

target

dan

yang

ditetapkan

permainan dimulai
Wahyu 1. CEO mengajukan

keinginan
sebelum

permohonan

dana kepada CFO untuk trensaksi


pengeluaran.
2. CFO mengkaji apakah dana yang
hendak

dikeluarkan

prospek

di

di

memiliki

masa

datang

dengan jumlah yang diminta. Dan


jumlah tersebut dapat dicukupi
oleh kas perusahaan.
3. CFO memberikan dana

sesuai

dengan jumlah yang diminta CEO.


4. Setelah proses pembelian tanah,
CFO berhak memegang sertifikat
tanah yang dimiliki.
5. Proses
pemasukan

dan

pengeluaran terkait aset yang


dimiliki akan diawasi langsung
oleh pihak CFO.
Job desk pencatatan
1. Mencatat
pengeluaran

setiap

transaksi
maupun

pemasukan, dicatat secara rinci

SIMULASI MONOPOLI PMI

jumlah uang, sumber transaksi,


serta pihak yang terkait.
2. Transaksi pengeluaran dicatat di
buku pengeluaran, begitu juga
sebaliknya

untuk

transaksi

pemasukan.
3. Bagian keuangan memisah-misah
uang

sesuai

nominal,

agar

mempercepat proses transaksi.


4. Dilakukan penyesuaian jumlah
antara

jumlah

uang

jumlah

yang

dicatat

dengan
setiap

harinya.
Internal

Ivan

Audit

Satriatama

1. Audit internal membuat pedoman


yang berisi untuk meningkatkan
kinerja perusahaan untuk jangka
panjang.

Lalu

memberikan

pedoman tersebut kepada CEO


untuk diauthorisasi.
2. Setelah diauthorisasi oleh CEO,
audit

internal

menyerahkan

pedoman kepada manajer dan


manajer keuangan.
3. Setelah memberi pedoman, audit
internal
kinerja

berhak
manajer

keuangan

memeriksa
dan

apakah

manajer
sesuai

pedoman atau tidak.


4. Apabila

tidak

sesuai pedoman

maka audit internal diwajibkan


memeriksa bukti bukti berupa :
pembelian

tanah,

pembelian

bangunan, ataupun hotel, dan

SIMULASI MONOPOLI PMI

bukti penting lainnya.


5. Selain

itu

audit

mewawancarai

internal

manajer

dan

manajer keuangan tentang apa


maksud dan tujuan melakukan
tindakan diluar pedoman.
6. Setelah
yang

mengumpulkan
cukup

kesalahan

kuat
yang

bukti

terhadap
diperbuat

manajer dan manajer keuangan,


maka audit internal diwajibkan
melapor CEO dan memberikan
bukti

bukti

kesalahan

yang

dilakukan manajer dan manajer


keuangan.
7. Setelah

melapor

kepada

CEO,

audit internal mempresentasikan


kinerja serta kesalahan manajer
dan manajer keuangan didepan
CEO.
8. Audit internal berhak mendukung
dan

memberi

kinerja

solusi

manajer

dan

terhadap
manajer

keuangan didepan CEO.

STRATEGI PERMAINAN
Strategi dalam permainan akan sangat menentukan permainan
kelompok. Dengan strategi tim akan memiliki arahan untuk mencapai
tujuan dalam melakukan permainan. Berikut ini merupakan strategi
yang kami terapkan dalam permainan monopoli:
1. Membeli semua komplek yang bisa dibeli.

SIMULASI MONOPOLI PMI

Strategi awal dari kelompok kami adalah membeli negara yang


bisa dibeli. Hal tersebut kami lakukan sebagai modal kami
melakukan permainan. Strategi ini juga kami maksudkan agar
membatasi kelompok lain untuk melakukan pembelian tanah
negara karena tidak bisa membeli tanah yang sudah kami miliki
kecuali memiliki dua negara dalam satu komplek. Namun,
ketika kami terpaksa melepas negara kami karena akan dibeli
kelompok lain, hal itu kami anggap menguntungkan karena
harga jual dapat kami naikkan dua kali lipat dari harga
pembelian awal. Untuk menerapkan strategi ini, tentunya
membutuhkan pengeluaran yang banyak pada awal permainan.
Namun sebenarnya strategi ini akan mempermudah kita saat
permainan sudah berjalan agak lama. Dari penerapan strategi
ini kami memiliki total 9 negara (10 negara diawal terjadi
karena penjualan negara Malaysia) dari total 22 negara yang
ada.
2. Menguasai komplek yang berdekatan dan memiliki sewa
mahal.
Komplek yang memiliki sewa mahal dan berdekatan

pada

permainan adalah komplek F, G, dan H. Pada permainan


kelompok kami sudah menguasai semua Negara di komplek F
dan G, serta memiliki satu Negara di komplek H. Total dari
wilayah kelompok kami tersebut ada 7 negara yang berjajar
yang berarti lebih dari 30% dari total semua Negara yang ada di
permainan. Hal tersebut kami lakukan untuk memaksimalkan
peluang agar pesaing bisa selalu masuk di wilayah kami.
Pesaing sangat kesulitan untuk menghindari wilayah komplek
kami yang berdekatan tersebut karena cara menghindari
komplek kami tersebut hanya ada dua, pertama memiliki angka
dadu besar dan sama, dan kedua adalah berhenti di kotak
kesempatan/dana umum. Terbukti dari strategi kami ini, sering
sekali pesaing membayar sewa kepada kami karena selalu

SIMULASI MONOPOLI PMI

berhenti pada komplek F dan G. Pemberhentian pesaing di


komplek tersebut merupakan sumber pemasukan yang sangat
kami andalkan.
3. Memfokuskan pembangunan rumah pada satu negara
saja, dari pada meratakan pembangunan rumah pada
satu komplek.
Strategi lain dari

kelompok

kami

adalah

memfokuskan

pembangunan rumah pada satu Negara saja. Hal tersebut kami


lakukan dengan pertimbangan bahwa sewa tiga rumah dalam
satu Negara akan lebih mahal dari pada kami bangun satu
rumah pada setiap Negara yang ada pada satu komplek.
Misalnya adalah pada negra kanada, sewa satu rumah dihargai
15.000, sementara jika ada tiga rumah dihargai 100.000 rupiah.
Pembangunan tiga rumah pada satu Negara kami anggap lebih
menguntungkan. Hal tersebut tentunya memiliki resiko bahwa
peluang pesaing masuk ke Negara dengan tiga rumah akan
lebih kecil. Tetapi karena pertimbangan waktu yang terbatas
kami lebih memilih gambling membangun tiga rumah pada satu
Negara. Kami memiliki dua negara yang kami fokuskan
pembangunan rumahnya yaitu negara Kanada dan Swiss. Hasil
gambling dari dua negara yang kami lakukan, pesaing sekali
masuk ke negara Swiss dan Kanada. Dari negara yang kami
fokuskan

pembangunan

rumahnya,

kami

mendapatkan

pemasukan lebih dari 300.000 rupiah dari daerah tersebut.


4. Menghemat pengeluaran pada saat waktu permainan
hampir habis.
Strategi terakhir

yang

kami

lakukan

adalah

menghemat

pengeluaran saat waktu permainan hampir habis tepatnya pada


hari ke dua permainan. Bisa saja pada akhir permainan kemarin
kami membeli negara Afrika yang ada di komplek H yang
sebelumnya dimiliki oleh kelompok Dimas. Dan jika hal itu
terjadi maka kami akan memiliki sepertiga komplek terakhir
pada

permainan

dimana

hal

tersebut

merupakan

ambisi

SIMULASI MONOPOLI PMI

kelompok

kami

pertimbangan

di

awal

waktu

permainan.

dan

Namun

pembelian

karena

negara

Afrika

membutuhkan dana mahal yaitu dua kalilipat dari harga


semula, serta manfaat dari pembelian negra tersebut kami
anggap kurang, maka kami mengurungkan niat tersebut.
Tentunya

dengan

keterbatasan

waktu

kami

tidak

bisa

melakukan pembangunan pada negara tersebut. Sehingga


hanya akan menambah aset kami saja, tidak bisa menambah
lebih banyak pemasukan sewa.
STRATEGI MENURUT BIDANG:
Bidang
Manager
(CEO)

1. Mengincar

Strategi
pos yang

pos

strategis

dalam

permainan monopoli dengan memulai permainan


secara

tidak

terburu

buru.

Mengutamakan

kesabaran dan kejelian dalam setiap langkah per


langkah
2. Mengutamakan
komplek

pembelian

terlebih

dahulu

memenuhi
agar

segera

satu
dapat

membangun rumah yang membuat harga sewa


jauh semakin tinggi
3. Mengincar komplek yang berada di persimpangan
dan memiliki harga sewa tinggi. Karena memiliki
kemungkinan yang lebih tinggi untuk dikunjungi
Manager

lawan
1. Mengalokasikan sebagian besar kas yang dimiliki

Keuangan

untuk membeli dan membangun tanah yang

(CFO)

memiliki prospek bagus. Perusahaan mengambil


strategi untuk mengeluarkan banyak uang untuk
membeli serta menguasai komplek yang paling
mahal, yaitu komplek F, G, dan H. Dengan
pengalokasian kas untuk berfokus pada kompleks
tersebut,

diharapkan

mampu

memberikan

SIMULASI MONOPOLI PMI

pendapatan yang tinggi di masa datang.


2. Manajer keuangan memberikan wewenang penuh
kepada

manajer

pembelian,

(CEO)

manajer

untuk

keuangan

menentukan
akan

selalu

meyetujui permintaan dana yang diajukan untuk


pembelian ketika hal tersebut sesuai dengan
strategi utama perusahaan.
3. Uang pemasukan akan langsung dikelola oleh
bagian keuangan yang diharapkan mengurangi
kesalahan dan kecurangan dalam pencatatan
penerimaan kas.
4. Melakukan pencatatan

setiap

transaksi

baik

pemasukan dan pengeluaran, dilakukan agar


mempermudah

bagian

keuangan

mengetahui

jumlah kas yang dimiliki, serta mempermudah


pengecekan apakah jumlah kas sesuai dengan
jumlah yang ada di catatan.
Internal Audit

1. Memberikan arahan kepada manajer dan manajer


keuangan untuk dapat bisa memahami strategi
dan kelemahan lawan. Melalui celah kelemahan
lawan maka manajer wajib memberikan penetrasi
untuk menjatuhkan lawan.
2. Memeriksa setiap langkah yang dilakukan oleh
manajer dan manajer keuangan agar tidak terjadi
kesalahan.

ASET KELOMPOK

SIMULASI MONOPOLI PMI

a) Neraca
NERACA
(dalam rupiah)

AKTIVA
Aset Lancar
Kas
Piutang
Aset Tetap
Gedung
3 unit Kanada
3 unit Swiss
Tanah
Indonesia
Australia
Jepang
Kanada
Swiss
Italia
Perancis
Jerman
Inggris
Inventaris
Perusahaan Listrik
Pelabuhan Sydney
Total Aset

PASSIVA
439,500
10,000

Kewajiban
Utang usaha

97,000

Ekuitas
Modal

748,000

Total Kewajiban dan


Ekuitas

845,00
0

60,000
60,000
16,000
24,000
32,000
18,000
20,000
32,000
28,000
26,000
52,000
7,500
20,000
845,00
0

b) Cash Flow
CASH FLOW
(dalam satuan rupiah)

PEMASUKAN
Modal awal
Melewati start (8
kali)
Penerimaan sewa:

300,000
160,000

PENGELUARAN
Total pembelian aset
Pembayaran pajak
jalan tol
Pembayaran sewa:

379,500
20,000

SIMULASI MONOPOLI PMI

Kanada
Swiss

220,00
0
104,00
0

Philipina
Belanda

Jepang

7,500

Afrika

Hawai

3,500

Cina

Perancis

2,000

Singapore

Australia

5,200

Hongkong

Jerman

5,000

Pelabuhan tokyo

Italia
Pelabuhan Sydney
Perusahaan Listrik

Total penerimaan
sewa
Pajak Istimewa
Hadiah ulang tahun
Penjualan aset
TOTAL
PEMASUKAN

Total pembayaran sewa


Pembayaran asuransi

1,000
5,000
30,000

1,00
0
4,50
0
2,00
0
2,00
0
200
6,00
0
5,00
0

20,700
12,000

383,200
24,000
3,000
20,000
890,20
0

TOTAL
PENGELUARAN

432,20
0

ANALISIS PERMAINAN
a) Winner/Losser
Secara keseluruhan permainan pada grup kami berjalan dengan
sangat seru, setiap tim memiliki strategi masing-masing untuk
menjalankan kebijakannya dalam permainan monopoli ini. Ada
yang sangat berhati-hati dalam membeli tanah pada daerah yang
mahal atau daerah yang murah, ada juga setiap berhenti di suatu
tempat langsung dibeli tanah tersebut. Kalau kelompok kami

SIMULASI MONOPOLI PMI

menjalankan kebijakan selalu melakukan pembelian tanah namun


tetap difokuskan dan diprioritaskan pada daerah-daerah yang
memiliki potensi yang sangat tinggi dan kami hampir memiliki
smeua komplek yang memiliki harga sewa yang cukup tinggi. Pada
putaran pertama kelompok kami unggul dari pada kelompok lain.
Dilihat dari hasil akhir kelompok kami mendapatkan peringkat
pertama (pemenang) dari 4 kelompok yang bermain, lalu diikuti
dengan kelompok Indica dkk, kelompok Endah dkk, dan kelompok
Dimas dkk.
Winner dari permainan grup kami adalah kelompok kami sendri.
Hal itu dapat kami lakukan karena kesuksesan strategi yang telah
kami rencanakan. Dari awal kami langsung bergerak cepat
membeli semua tanah negara yang bisa dibeli. Dimulai dengan
pembelian pertama yaitu Indonesia pada komplek A. Biaya sewa
rendah tak menjadi masalah bagi kami, karena memiliki modal
awal jauh lebih penting. Lalu setelah itu kami melakukan dua
pembelian tanah pada komplek G. Faktor keberuntungan juga
menjadi salah satu faktor kesuksesan kami, karena kami beberapa
masuk ke kotak parkir bebas sehingga kami bisa memilih tanah
yang akan kami beli. Diikuti dengan pembelian beberapa tanah
lainnya. Sehingga kami mampu menguasai komplek F dan H.
Dalam satu komplek tersebut kami dirikan tiga rumah dalam satu
negara tertentu. Sewa yang mahal menjadi target kami dari
strategi tersebut. Hasilnya kelompok pesaing beberapa masuk ke
negara tersebut. Kelompok yang paling sering adalah kelompok
Dimas dkk dan Endah dkk. Dari pendapatan sewa negara tersebut
merupakan sumber pemasukan yang sangat kami andalkan. Lebih
dari 300.000 rupiah kami dapatkan dari sewa rumah yang ada di
negara itu. Hal itu yang juga membuat kas kami menjadinaik
pesat. Sehingga pada akhirnya kami mampu memenangkan
permainan.

SIMULASI MONOPOLI PMI

b) Pesaing Kelompok
Pada grup kami, Kelompok yang menempati urutan kedua adalah
kelompok Indica dkk. Kelompok Indica dkk memulai permainan
dengan agak berat, mereka tertinggal saat kelompok lainnya
berebut membeli aset. Namun setelah beberapa putaran awal
mereka berhasil memiliki beberapa tanah pada komplek E yang
memiliki sewa cukup mahal. Kelompok Indica juga memiliki aset
yang lumayan banyak dengan memiliki beberapa bangunan rumah
di negaranya. Namun, menurut kami strategi yang diterapkan
kelompok

Indica

dkk

ini

kurang

tersusun

matang.

Strategi

kelompok ini hanya terkesan mengikuti alur saja. Dilihat dari


perjalanan kelompok ini, mereka mampu membangun bangunan
saat permainan sudah setengah perjalanan (hari kedua). Kelompok
Indica dkk juga tergolong jarang memasuki atau membayar sewa
dari negara kami yang memiliki sewa mahal. Hal ini merupakan
salah satu faktor yang membuat kelompok ini tetap memiliki
keuangan yang sehat. Kepemilikan aset dan bangunan dari
kelompok Indica dkk juga masih terlampau jauh dari kepemilikan
aset yang kami miliki. Kelompok Indica dkk hanya memiliki total
aset senilai sekitar 400.000 rupiah, sedangkan kelompok kami
memiliki

total

aset

senilai

845.000

rupiah.

Hal

tersebut

menggambarkan terdapat jarak yang cukup jauh antara kelompok


urutan pertama dengan urutan kedua.
Kelompok yang menempati urutan ketiga permainan adalah
kelompok Endah dkk. Sebenarnya pada sesi awal permainan
kelompok ini memulai start dengan sangat bagus. Kelompok ini
selalu mendapatkan dadu besar yang membuat mereka melaju
paling awal dan bisa saja membayar tanah lebih awal. Namun
karena dadu yang selalu besar tersebut malah membuat mereka
selalu melompati negara yang memiliki sewa mahal, sehingga
mereka tidak bisa membelinya. Dari kepemilikan aset yang

SIMULASI MONOPOLI PMI

dimiliki, kelompok Endah dkk memiliki aset yang sangat minim,


hanya memiliki beberapa di komplek yang memiliki sewa rendah.
Hal itu terjadi karena mereka kalah berlomba dalam membeli
tanah negara. Kepemilikan tanah yang terbatas tersebut membuat
kelompok Endah dkk kesulitan mengembangkan permainan dan
pemasukan menjadi sangat minim. Selain itu, kelompok Endah dkk
ini juga sangat sering memasuki negara kami yang memiliki
bangunan dan biaya sewa yang mahal. Hal tersebut sangat
menguras kepemilikan kas mereka. Kelompok Endah dkk ini jika
ingin dikatakan bangkrut mungkin belum pantas. Namun kelompok
mereka pada sesi kedua ini sudah diambang kebangkrutan dengan
asset kas yang sudah hampir habis dan mulai melego asset tanah
mereka kepada bank.
Sementara kelompok yang menempati peringkat terakhir adalah
kelompok dari Dimas dkk. Sebenarnya kelompok dimas dkk ini
merupakan pesaing utama dari kelompok kami pada dua pertiga
permainan. Mereka memiliki aset tanah yang cukup banyak juga
memiliki bangunan. Kelompok ini menerapkan strategi mirip
dengan

kelompok

kami

dimana

mereka

terus

melakukan

pembelian tanah dan mendapat lokasi tanah yang cukup strategis


dan berpotensi bagus. Bedanya kami menguasai komplek F dan
komplek G yang dikenal cukup ditakuti oleh kelompok lain.
Sedangkan dimas dkk memiliki komplek C yang juga cukup
strategis namun masih kurang membunuh jika dibandingkan
dengan

kelompok

kami.

Namun

pada

sepertiga

permainan

terakhir, kelompok Dimas dkk ini sering sekali membayar sewa


mahal karena masuk di negara kami yang memiliki sewa mahal.
Mereka terhitung pada putaran-putaran terakhir mereka selalun
membayar sewa mahal kepada kelompok lain. Kurang lebih tiga
kali masuk ke negara kami dengan sewa antara 45.000 rupiah
sampai dengan 100.000 rupiah. Hal tersebut sangat menguras

SIMULASI MONOPOLI PMI

keuangan mereka. Sehingga menyebabkan kas mereka hampir


habis dan membuat posisi mereka terjun bebas dalam waktu
singkat dari posisi kedua ke posisi keempat.
c) Extraordinary Events
Selama

permainan

dijalankan

kami

sering

mendapatkan

keuntungan dari parkir bebas yang didapatkan dari hasil kocokan


dadu. Dengan keuntungan ini kami bisa memilih tempat di mana
kami inginkan. Parkir Bebas sangat menguntungkan bagi pelaku
monopoli, karena dapat menambah aset kita dengan bebas
memilih tempat yang kita inginkan. Keuntungan atau kerugian
selanjutnya yang kita dapat yaitu kartu dana umum dan
kesempatan. Dua kartu ini memiliki isi yang hampir sama, isi dari
kartu ini bisa menguntungkan kita dan merugikan kita. Salah satu
keuntungannya adalah mendapatkan parkir bebas, mendapatkan
kompensasi uang, dall. Sedangkan kerugian yang didapat dari
kartu ini adalah membayar pajak jalan, denda mabuk di muka
umum, membayar listrik, dll.
Extraordinary event dalam grup kami juga terjadi dalam hal
kealotan dalam negosiasi untuk akusisi sebuah negara dimana
dalam komplek itu hanya terdapat dua negara, sehingga dalam
komplek tersebut dua Negara dimiliki oleh dua kelompok dan tidak
ada kelompok yang memiliki negara lebih banyak antara kelompok
satu dengan lainnya. Hal tersebut menyebabkan perdebatan
antara kedua kelompok siapa yang harus melepaskan tanah
negara tersebut. Penjualan aset tanah negara tersebut hanya
dapat terjadi ketika kelompok negara tersebut membutuhkan dana
saja. Kejadian ini terjadi pada permainan grup kami ketika
kelompok kami saling tawar dengan kelompok Dimas dkk untuk
mengakusisi satu negara di komplek H yang hanya memiliki dua
negara. Dan pada akhirnya dalam komplek H tersebut sampai

SIMULASI MONOPOLI PMI

akhir dimiliki oleh dua negara. Sehingga dalam komplek tersebut


tidak terdapat bangunan yang berdiri.
Tetapi selama permainan yang telah dijalankan selama dua sesi,
kelompok kami lebih sering mendapatkan kerugian dari kartu dana
umum dan kesempatan walaupun tidak terlalu banyak. Seperti
membayar pajak, denda mabuk, ataupun dana anak sekolah. Lalu
pajak istimewa yang biaya dendanya cukup besar yaitu 24.000.
Jika disuruh memilih, lebih baik terkena denda sewa tanah dari
kelompok lain daripada terkena denda pajak istimewa yang
nominal nya melebihi denda sewa tanah

ANALISIS RESIKO
a) Terlalu

berfokus

kepada

komplek

atau

Negara

yang

mempunyai daya sewa tinggi.


Fokus terhadap negara-negara yang memiliki sewa tinggi saja akan
menyebabkan kita melupakan negara-negara dengan sewa rendah

SIMULASI MONOPOLI PMI

yang

sebenarnya

dapat

dijadikan

untuk

memaksimalkan

pendapatan. Negara-negara dengan sewa tanah yang tidak mahal


sebenarnya juga memiiki potensi untuk memberikan sewa mahal
ketika kita mampu membangunnya dengan bangunan.
b) Strategi fokus membangun satu negara saja dari pada
meratakan pembangunan pada seluruh negara dalam satu
komplek mengandung resiko yang sangat besar.
Dalam strategi ini kelompok kami sangat mengandalkan untunguntungan karena lawan bisa saja dengan mudah melangkahi
negara yang memiliki banyak bangunan tersebut. Dalam strategi
ini, resiko pesaing untuk selalu masuk ke dalam negara yang
memiliki banyak bangunan menjadi lebih kecil karena dalam satu
komplek terdapat dua negara tanpa bangunan dan hanya satu
negara yang penuh dengan bangunan. Namun ketika pesaing
sekali masuk ke negara yang memiliki banyak bangunan, mereka
akan langsung dikenai biaya sewa yang mahal.
c) Resiko wajib melepaskan satu negara karena dua negara
dalam satu kompleks dikuasai kelompok lain.
Dalam permainan yang telah kami lakukan, aturan pemilik satu
negara wajib untuk melepaskan/menjual kepada pihak yang
memiliki dua negara dalam satu komplek menjadikan resiko
tersendiri bagi kami. Hal tersebut dapat menyebabkan strategi
kami untuk menguasai komplek tersebut diambil atau digagalkan
oleh kelompok lain. Disisi lain, ketika suatu kelompok

sudah

berhasil mengakusisi suatu negara dari kelompok lain, hal itu


menyebabkan kelompok tersebut memiliki keseluruhan komplek
dan berhak untuk mendirikan bangunan di komplek tersebut.
Kejadian tersebut akan mengancam kelompok kami jika memasuki
daerah tersebut.
d) Kurangnya waktu permainan.
Faktor resiko yang terakhir adalah terbatasnya waktu permainan.
Waktu permainan yang singkat membuat kami harus betul-betul
merancang strategi yang tepat. Karena jika salah strategi, suatu

SIMULASI MONOPOLI PMI

kelompok dapat saja tidak dapat mengembangkan permainannya


sehingga mengakibatkan kebangkrutan.

SIMULASI MONOPOLI PMI