Anda di halaman 1dari 20

PERIPHERAL ARTERIAL

OCCLUSIVE DISEASE
M. Gibran Dwi Nugroho

PENDAHULUAN
Peripheral Arterial Disease (PAD) atauPVD
Penyakit arterike-3 sesudah Cardiovascular
danCerebrovascular
Trombosispadaarteri atau vena terganggu
atau tersumbatnya aliran darah dari atau ke
jaringanorgan
Disebabkan aterosklerosis pada aorta, arteri
mesentrika,arteri ekstremitas bawah ; gejala
iskemia distal
29%pasien>70th,atau5969thdenganriwayat merokok 10 bungkus/tahun
atau DM

EPIDEMIOLOGI

Prevalensi POAD adalah sekitar 1% pada umur <50 tahun, 3-5%


pada umur 50 tahunan, 5-10% pada umur 60 tahun dan lebih dari
10% pada usia > 70 tahun.
PrevalensimeningkatpadaDM,hiperkolesterolemia,hiperhomosist
einemia,hipertensi dan perokok (Steg PG dkk,2007)
Diantarapasien dengan CHD, stroke dan PAD Pasien PAD
paling tinggi angka kematiannya(1 th)Pasien PAD lebihbanyak
penyebaran atheromatousnya pada vascular bed (62%); CHD (25%),
stroke (40%)

FAKTOR RESIKO

Trombosispadaarteri atau vena mengakibatkan


terganggu atau tersumbatnya aliran darah dari atau
kejaringan organ-organ yang dikenai.
faktor risikoumur laki-laki > 55 tahun, wanita> 65tahun,
riwayat penyakit kardiovaskular atau stroke,perokok, DM/
HbA1C>7, hiperlipidemia, hipertensi hiperhomasistenemia
PADmeningkatkan risiko iskemik kardiovaskular (fatal
dan non fatal infark miokard), penyakit iskemik
serebral(fatal dan non fatal stroke)

DIAGNOSIS

Diagnosisgejala, PF danpemeriksaan penunjang

Perubahan warnakulit menjadi pucat ataubiru


Suhupadasatukakilebihrendahatauteraba lebih
dingin.
Gejala lainseperti krampadakaki,atauotot paha
selama berjalan (Curiga Klaudikasio)
Nadi ekstremitas bawah yang abnormal(berkurangnya
aliran darah pada distal akibat stenosis sumbatan
arteri.

Bilaadagejala rasa terbakaratausakitpadaujungjari


pada waktu istirahat keadaan ini menunjukkan penyakit
yang lebih berat.
Padaiskemia tungkai akutgejala 6 P yaitu sakit(pain),
nadi tidak teraba (pulseness), pucat(pallor), kurang
rasa(peresthesia), lumpuh(paralysis), dandingin
(poikilotermia)

PEMERIKSAAN FISIK

Inspeksi : Perubahan pada jari kaki, misalnya menipisnya


kulit, penebalan kuku, kering, dan hilangnya rambut pada
jari.
Palpasi : Pulsasi arteri perifer diperiksa sewaktu olahraga
dan segera setelah latihan jalan.
Pengukuran Tekanan Darah : Tekanan darah pergelangan
kaki, Ankle Pressure Indeks

ULTRASOUND ARTERIAL DUPLEKS


(UAD)

Pemeriksaan ini mengidentifikasistruktur arteri,


danperobahan kecepatan aliran darah yang khas pada
daerah stenosis.
UADuntuk evaluasi permulaan pada pasien yang
akan dilakukan angioplasti, menentukan sumber
emboli perifer,klaudikasio yang bukan disebabkan
aterosklerosis dan pemantauan pengobatan
trombolitik

ARTERIOGRAFI
Arteriografi dengan kontras merupakan standar
baku untuk mengevaluasi anatomi pembuluh
darah perifer.
Pemeriksaan ini dilakukan pada pasienyang
akan menjalani revaskularisasi.
Prosedur ini akan invasive dan dapat terjadi
komplikasi seperti, alergi, gagal ginjal dan pada
tempat tusukan.
Komplikasi secara keseluruhan dilaporkan 210% dan komplikasi berat 0,8%

COMPUTED TOMOGRAPHY
ARTERIOGRAPHY(CTA) DAN MAGNETIC
RESONANCE ARTERIOGRAPHY (MRA)
CTA dan MRA dapat menggantikan arteriografi
dengan kontras pada banyak kasus, MRA tidak
invasive dan tidak memerlukan kontras
intravascular dan mungkin biaya lebih efektif.
KetepatanMRAditingkatkandenganmengguna
kan gadolinium sebagai kontras yang tidak
toksik pada ginjal

KLASIFIKASI PAD

oklusiarteriakut(acutelimbischemia)
oklusikronik( chronicarterialocclusivedisease)

oklusiarteriakut(acutelimbischemia)
oklusi arteri yang mengancam, dapat menyebabkan
amputasi, bahkan kematian pada pasien yang berusia
lanjut.
Secara klinis, ditandai oleh6 P yaitu pain(nyeri),pulseless
(tidak terdapat
pulsasi),pallor(pucat),poikilothermia(dingin),paresthesia(kes
emutan) dan paralysis(kelemahan)
Tetapi gejala ini tidak selalu ditemukan pada setiap
pasienkarena bergantung pada berat dan lamanya iskemia
padapasien tersebut.

PATOGENESIS
Aterosklerosismenyebabkan penyempitan lumen arteri
yang disebut stenosis atau terjadi trombosis
Kebanyakan manifestasigejala penyakit arteri perifer
berasal dari stenosis arteri atau oklusi yang
menyebabkan penurunan aliran darah perifer
Akibat penurunan aliran darah maka pada waktu
aktivitas kebutuhan oksigen (anaerobik) dan
memproduksi asam laktat dan metabolisme lain yang
menyebabkan kaki sakit.
Pada waktu istirahat asam laktat dan metabolisme
lainnya dihilangkan dan rasa sakit atau kelelahan
pulih

Trombosis terjadi bila terjadi gangguan keseimbangan


antara yang merangsang trombosis dan
yangmencegah trombosis.
Trombosisarteri sering terbentuk di sekitar orifisium
cabang arteri dan bifurkasio arteri.
Di tempat initerdapat turbulensialiran darah
sehingga terjadi perubahan ateromatosa dan
kerusakan endotel
Pembuluh darah yangterganggu atautidak utuh
merupakan faktor risiko trombosis

Trombosit yangteraktivasi menyebabkan reseptor


GpIIb/IIIa menerima ligan fibrinogen dan fibrinogen
akan menghubungkan trombosit yang berdekatan
satu sama lain dan terjadi agregasi trombosit

Faktor-faktoryang mempengaruhi perbaikan aliran


darah termasuk derajat dan panjang stenosis,
viskositas darah,dan kecepatan aliran darah

PENATALAKSANAAN

AlgoritmaPenatalaksanaanPrimerPAD

Evidence menunjukkan bahwa penatalaksanaan


faktor risiko dengan agresif akan mencegah sejumlah
kematian dini dan menurunkan morbiditi

Perkiraan gejala dan tanda-tandaPADmerupakan


langkah awaldalam algoritma penatalaksanaan PAD
yang terbaru dikembangkan oleh Target PADgroup

TERAPI MEDIKAMENTOSA DAN


MODIFIKASI FAKTOR RISIKO PAD

Mengidentifikasi danmengobatifaktorrisikohal
yang sangat penting
Pendekatanfc risiko:berhenti merokok, turunkan
BB,turunkan total kolesterol < 175 mg/dl, LDL
<100mg/dl,TD< 140/90 mmHg
penelitianmetaanalisisterapi anti platelet dapat
mengurangi risiko kejadian vaskular seperti stroke,
infark miokard akut atau kematian pada penderita
PAD.

DOSISDAN CARA PEMBERIAN


ANTIAGREGASITROMBOSIT:
Aspirin : 150-325 mg, diberikan peroral. Untuk
maintenen dilanjutkan dengan dosis75-150mg/hari.
Klopidogrel : 75mg/hari, diberikan peroral. Bisa
diberkandosisawal300-600mgapabila dibutuhkan
mulakerja(onset of action) yang cepat.
Ticlopidin : 2x 250mg/hari, diberikan per
oral.Diberikan dosisawal500mg apabiladibutuhkan
mula kerja yang cepat.
Dipiridamol; 2-3x 25mg/hari, diberikan peroral.

REVASKULARISASI

Angioplastidan operasi mungkin diperlukan. Angioplasti


adalah prosedur tanpa operasi yaitumemperlebar arteri
yang menyempit dengan balon.
Kateter dengan balonyang tidak ditiup pada ujungnya
dimasukkan melewati segmen arteri yang
sempit.Kemudian balon ditiup dan akan menekan dan
membuka segmen yang menyempit. Kemudian balon
dikempiskan dan kateter ditarik.
Stent ditempatkanpada arteriyang sempit dengan kateter.
Di sana stent mengembang danditinggalkan untuk
mempertahankan arteri terbuka. Bila arteri yang
menyempit panjang maka operasi diperlukan yaitu arteri
bypass