Anda di halaman 1dari 35

1

BAB I

PENDAHULUAN

Pencahayaan atau penerangan merupakan salah satu komponen agar


pekerja dapat bekerja atau mengamati benda yang sedang dikerjakan secara jelas,
cepat, nyaman dan aman. Lebih dari itu penerangan yang memadai akan
memberikan kesan pemandangan yang baik dan keadaan lingkungan yang
menyegarkan. Sebuah benda akan terlihat bila benda tersebut memantulkan
cahaya, baik yang berasal dari benda itu sendiri maupun benda pantulan yang
dating dari sumber cahaya lain, dengan demikian maksud dari pencahayaan adalah
agar benda terlihat jelas. Pencahayaan tersebut dapat diatur atau direncanakan
sedemikian rupa yang disesuaikan dengan kecermatan atau jenis pekerjaan
sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan efek yang bernilai ekonomis,
nyaman dan aman bagi kesehatan.
Perencanaan suatu pencahayaan bangunan merupakan salah satu faktor
penting yang harus diperhatikan oleh seorang perancang dalam proses desain
untuk menghasilkan suatu pencahayaan yang baik dan ekonomis. Namun ditemui
beberapa kenyataan bahwa sistem penerangan dalam suatu ruangan tidak optimal,
misalnya terasa kurang terang atau silau atau juga pemakaian warna lampu yang
tidak sesuai dengan fungsi ruang. Perencanaan dan perancangan tata cahaya yang
tidak baik pada suatu ruangan, dapat menyebabkan terjadi kesalahan fungsi pada
ruang yang bersangkutan. Suatu ruangan yang semestinya dipakai untuk tempat
membaca, contohnya seperti ruang perpustakaan, apabila tidak diberi penerangan
yang cukup maka dikhawatirkan akan mempersulit pengguna ruangan dalam
melakukan kegiatan membaca, sehingga ruang tersebut dapat dinilai gagal dalam
menjalankan fungsinya sebagai tempat kegiatan membaca, begitu juga dengan
ruangan-ruangan lainnya yang apabila sistem instalasi penerangannya tidak
direncanakan dengan baik, maka dapat mengakibatkan kesalahan fungsi ruangan
tersebut.

Untuk menghitung atau merencanakan instalasi penerangan, maka yang


harus kita perhatiakan adalah: fungsi ruangan, luas ruangan tersebut dan jenis
lampu yang yang akan dipasang. Fungsi ruangan berpengaruh terhadap kuatnya
suatu penerangan, setiap ruangan memiliki nilai kuat penerangan masing-masing
yang tergantung dari fungsi ruang itu sendiri dan nilainya telah ditetapkan.
Di dalam makalah ini, penulis merencanakan instalasi penerangan
terhadap gedung Arsip GKN (Gedung Keuangan Negara) yang berlokasi di Banda
Aceh yang terdiri dari 5 lantai, dimana setiap lantai memiliki banyak ruang
dengan luas yang berbeda-beda dan fungsi berbeda-beda juga. Dengan data
tersebut maka dapat merencanakan jumlah titik lampu untuk setiap ruang.

BAB II

DASAR TEORI

2.1
2.1.1

INSTALASI PENERANGAN
Gelombang elektroMagnetik
Cahaya adalah suatu bentuk energi, radiasi dalam bentuk gelombang

elektromagnetik yang mempunyai kecepatan 300.000 km per detik. Dari sekian


banyak gelombang elektromagnetik, hanya yang berada pada rentang frekuensi
tertentu saja yang berupa cahaya yang kasat mata, sedangkan sisanya merupakan
cahaya yang tidak dapat terlihat oleh mata manusia.
Gelombang radio merupakan gelombang yang paling panjang. Selain
digunakan untuk pemancar radio, gelombang radio juga digunakan untuk siaran
televisi, radio selular. Antena pada peralatan radio, televisi dan telepon digunakan
untuk menerima sinyal berupa gelombang elektromagnetik.
microwave mempunyai panjang gelombang yang dapat diukur yang
merupakan gelombang yang dapat menimbulkan panas (seperti yang digunakan
pada alat masak microwave). Microwave juga baik untuk digunakan untuk
keperluan mengirimkan informasi dari tempat yang satu ke tempat yang lain,
karena energi yang dihasilkan oleh microwave dapat menembus kabut, hujan
rintik-rintik dan asap. Microwave denga gelombang pendek digunakan untuk
penginderaan jarak jauh (remote sensing), seperti yang banyak digunakan pada
peralatan radar. Pada masa sekarang, microwave digunakan untuk mengirimkan
berita seperti pada telepon dan data komputer.
Sinar inframerah (IR Infra Red) berada di antara sinar yang dapat terlihat
dengan gelombang mikro. Bentang sinar infra merah dibagi atas tiga bagian, yaitu
yang dekat, menengah dan jauh. Sinar infra merah yang jauh mempunyai ukuran
gelombang seperti ujung jarum, sedangkan yang dekat berukuran seperti sebuah
sel. Infa merah yang jauh menghasilkann radiasi panas, karenanya manfaat sinar
3

infra merah ini untuk membedakan suhu benda-benda yang ada, sebagai pemanas
atau terapi, untuk mengeringkan serat atau dapat pula digunakan untuk
memanaskan makanan. Selanjutnnya sinar inframerah dapat diwakili dengan
adanya panas yang ditimbulkan, oleh karenanya sinar ini dapat menyebabkan
terbakarnya kulit dan mata (terkait dengan gejala katarak mata).
Warna yang terlihat pada benda-benda merupakan perwujudan dari sinar
yang dapat terlihat oleh mata manusia yang mempunyai panjang gelombang
antara 380 770 milimikron. Warna-warna tersebut memiliki panjang gelombang
yang berbeda.
Tabel. Panjang Gelombang Warna Kasat Mata
Warna

Panjang Gelombang

Merah Tua
Merah
Jingga
Kuning
Hijau
Biru
Nila
Ungu
Hitam

780
milimikron (nm)
620 770 milimikron (nm)
590 620 milimikron (nm)
560 590 milimikron (nm)
490 560 milimikron (nm)
440 - 490 milimikron (nm)
440 420 milimikron (nm)
380 420 milimikron (nm)
330 milimikron (nm)

Warna merah, hijau dan biru disebut warna primer, sedangkan warna
sekunder adalah campura dari warna-warna primer tersebut. Setiap warna
memiliki temperatur yag berbeda yang dikaitkan dengan penyerapan panas yang
dimulai dari hitam, merah tua, merah, jingga, biru dan putih.
Sinar ultra ungu (UV ultra violet) mempunyai panjang gelombang yang
lebih pendek dari sinar yang dapat terlihat. Meskipun sinar ultra ungu tidak dapat
dilihat oleh manusia, namun beberapa jenis serangga dapat melihat sinar ultra
ungu ini. Sinar ultra ungu dapat meningkatkan intensitas penerangan, membantu
pembentukan vitamin D dalam tubuh manusia, terkait dengan proses penuaan dari
mata dan kulit, serta dapat membuat tekstil dan kertas menjadi getas. Selanjutya,

para ilmuan membagi sinar ultra ungu atas tiga bagian: dekat, jauh dan sangat
jauh. Pembagian ini dimaksudkan untuk membedakan energi yang dihasilkan
akibat radiasi yang ditimbulka oleh sinar ultra ungu ini.
Sinar X mempunyai panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar ultra
ungu (ultra violet). Sinar Gamma mempunyai panjang gelombang yang terpendek
dibandingkan dengan sinar-sinar lainnya yang terdapat dalam spektrum
elektromagnetik. Sinar ini terjadi pada proses radioaktif dan ledakan bom nuklir.
Sinar gamma dapat membuuh sel hidup, oleh karenanya digunakan untuk
membunuh sel kanker pada tubuh manusia.
2.1.2

Besaran Cahaya

Arus cahaya ( lumininous flux) yang dinyatakan dalam F adalah


banyaknya cahaya yang tampak yang dipancarkan dalam satuan lumen, dimana 1
lumen= 1/680 watt cahaya (Light watt) atau 1 watt cahaya 680 lumen.

2.1.3

Penerangan Alami

2.1.4

Penerangan Buatan
Cara yang paling umum digunakan untuk merancang penerangan buatan

adalah menentukan tata letak lampu yang dapat memberikan kuat cahaya pada
bidang datar yang letaknya berada di sebelah bawah dari letak sumber cahaya.
Metode ini membutuhkan arus cahaya (dalam lumen) yang akan
digunakan untuk menentukan kuat cahaya tertentu.
.N . U . M
= A

dimana :

= arus cahaya (lumen)

N = Jumlah lampu yang dipasang


U = factor utilitas
U= 0,45 untuk distribusi cahaya langsung
U= 0,20 untuk distribusi cahaya tidak langsung
U= 0,5 untuk distribusi cahaya diffuse (menyebar)
M = factor perawatan
M= 0,9 untuk ruang dengan sistem tata udara
M= 0,9 untuk ruang standar
M= 0,5 untuk ruang yang selalu kotor (industri)
A = luas bidang Datar (m2).

Sedangkan untuk menghitung jumlah lampu dapat diguankan rumus:

ExA
lampu x LLF x CU
N=
Keterangan:
6

= jumlah lampu pada suatu luas ruang

= Kuat terang yang dibutuhkan pada suatu fungsi ruang (lux)


(ditentukan pada tabel)

= Luas ruangan ( m2 )

= Kuat cahaya suatu jenis lampu (lumen) (ditentukan pada tabel)

LLF

= Light Loss Factor, faktor daya yg berkurang akibat kualitas alat ; 0,7
0,8

CU

= Coefficient of Utilization ; Daya Terang Lampu, tergantung


warna bidang pembatas ruang, 50-60%

2.1.5

Sumber Cahaya Penerangan Buatan


Dalam bangunan digunakan berbagai ragam lampu. Secara umum lampu-

lampu di golongkan atas lampu pijar, lampu fluoresen (lampu neon atau TL),
lampu metal halida, lampu merkuri, dan lampu sodium.
Lampu-lampu tersebut dibedakan atas :
-

Konstruksi dan cara bekerjanya


Persyaratan untuk menyalakan (seperti menggunakan balast)
Mutu cahaya yang dihasilkan oleh lampu, termasuk warna cahaya
Efisiensi, yang umumnya dinyatakan dalam perbandingan antara lumen

dan watt
Usia operasional lampu
Depresiasi cahaya yang dipancarkan sehubungan dengan usia penggunaan
Ragam daya lampu (watt)dan konfigurasinya pada penggunaan

A. Lampu Pijar
Lampu pijar mempunyai efficacy (Q) yang rendah, sehingga biayanya
menjadi tinggi. Namun dari segi arsitektural, lampu pijar dapat menonjolkan
unsur dekoratif sehingga sering digunakan sebagai lampu sorot. Lampu ini paling
sering dipakai dikarenakan harganya relatif murah. Cahayanya kuning dan
bertahan hingga 1.250 jam, usianya pendek dibandingkan dengan lampu-lampu
7

jenis lainnya. Selain itu, Lampu pijar menggunakan energi listrik cukup besar dan
boros energi.

Gbr. Lampu Pijar


Pada lampu pijar, cahaya dihasilkan akibat panas yang dihasilkan oleh
filamen. Makin panas filamen, makin efesienlah lampu pijar tersebut. Jika filamen
menimbulkan panas yang berlebihan, maka akan berakibat berkurangnya usia
lampu pijar. Ada beberapa hal yang mengurangi efesiensi pengkonversian energi
listrik menjadi cahaya; dari 100% daya yang diterima oleh filamen:
- 72% menjadi panas yang diakibatkan oleh sinar infra merah
- 18% menjadi radiasi panas
- 6% - 12% menjadi cahaya
Lampu sorot eksternal (flood light)digunakan untuk penerangan suatu
objek (biasanya berupa papan reklame atau gedung). Kesan yang diperoleh dari
sorotan lampu ini tergantung pada posisi sumber cahaya terhadap objek, posisi
sumber cahaya terhadap pengamat dan posisi objek terhadap pengamat.
Lampu sorot juga ada yang digunakan untuk keperluan interior (spot
light), yang biasanya digunakan pada elatase toko dan ruang pameran (galeri)
untuk menyinari benda atau lukisan tertentu. Lampu sorot ini ada yang berupa
lampu halogen. Lampu halogen ini banyak digunakan karena bentuknya kecil,
tidak ada kerlip cahaya, usia pemakaiannya lebih lama, colour-renderingnya
tinggi, warnanya sejuk dan dapat berfungsi sebagai lampu dekorasi serta
memberikan kesan mewah.

B. Lampu Fluoresen
Lampu fluoresen (lampu TL/ TLD, PL dan SL) mempunyai efficacy tinggi,
sehingga biayanya rendah. Disamping itu, lampu ini memberikan suasana sejuk
dan dapat memantulkan warna benda seperti aslinya. Oleh karenanya, lampu jenis
ini baik digunakan untuk penerangan umum. Lampu neon cahayanya berwarna
putih, lebih terang dibandingkan lampu pijar. Tergolong lampu hemat energi dan
tahan hingga 10.000 jam.

Gambar: Beberapa Lampu Fluoresen


Penggunaan lampu TL lebih disukai dibandingkan denmgan lampu pijar,
karena :
- Menghasilkan 3 5 kali lumen perwaktu
- Usia lampu 7 20 kali lampu pijar
- Menghasilkan panas yang lebih kecil
- Dapat tetap beroperasi pada suhu rendah, sampai 28oC
- Suhu lampu maksimal 40oC
Lampu TL/TLD mempunyai daya antara 10 60 Watt, lampu PL mempunyai
daya antara 5 36 Watt, sedang lampu SL mempunyai daya 9 W, 13 W, 18W, dan
25 Watt. Distribusi energi yang dikeluarkan oleh lampu fluoresen , kira-kira :

20% menjadi radiasi ultra ungu


30% menjadi panas infra merah
40% menjadi radiasi panas
5% menjadi cahaya

C. Lampu Metal Halida, Merkuri, dan Sodium


Lampu jenis ini cocok untuk penerangan diluar bangunan, Lampu Metal
Halida mempunyai daya antara 250 2000 Watt, Lampu Merkuri mempunyai
daya antara 50 1000 Watt, dan Lampu Sodium tekanan tinggi mempunyai daya
antara 70 2000 Watt, sedang lampu sodium tekanan rendah mempunyai daya
antara 18 180 Watt.

2.1.6

Distribusi Cahaya
Distribusi cahaya terdiri dari cahaya langsung, tidak langsung dan baur

atau menyebar (diffuse). Distribusi cahaya disebut langsung (direct lighting) bila
100% cahaya mengarah ke bawah, dan sebaliknya disebut tidak langsung
(indirect lighting) jika 100% cahaya mengarah ke atas. Distribusi di antara 100%
mengarah ke atas dan 100% mengarah ke bawah disebut cahaya baur/menyebar.
Distribusi cahaya sebagian tidak langsung (semidirect lighting) sekitar
60% - 90% cahaya mengarah ke atas dan hanya sekitar 10% - 40% cahaya yang
mengarah ke bawah. Pada distribusi cahaya tidak langsung (direct indirect
lighting) cahaya yang mengarah ke atas dan ke bawah berimbang (sekitar 50%
mengarah ke atas dan 50% mengarah ke bawah).
Warna langit-langit dan dinding akan mempengaruhi pantulan cahaya:
-

Warna putih dan mengkilap akan memantulkan cahaya sekitar 80%


Warna hitam (tidak mengkilap) tidak memantulkan cahaya
Warna antara hitam dan putih akam memantulkan cahaya sesuai tingkat
kecerahan dan kondisi tekstur permukaan bahan.

Berikut ini adalah tabel kuat penerangan dan jenis lampu:

10

Tabel. Kuat Penerangan dan Jenis Lampu Yang Dipakai


Fungsi
Bangunan
Kantor

Hunian

Hotel

Toko

Nama Ruangan
Ruang Kerja
Ruang Kerja
Komputer
Ruang Gambar
Rg. Serba Guna

Kuat
Penerangan
(lux)
250 350
500
1000

Ruang Makan
Ruang Tamu
Ruang Kerja
Km Tidur Orang
Tua
Km Mandi, Dapur
Ruang Cuci
Km Tidur Anak

120 150

Km Tidur,
Restoran
Hall, Lobby
Restoran Cepat
Saji
Dapur

120
250 350

Pameran
Ruang Penjualan
Pusat
Pembelanjaan

250

250
120

TL,Down Light PL,


SL atau Lampu Pijar
TL, Down Light
TL, Down Light
TL, down Light, TL
Bulat Lampu
Dekoratif
TL, Down Light, TL
Bulat
TL, Down Light

500

500
1000

Etalase Toko

Rumah
Sakit

Jenis-Jenis Lampu

Km Tidur Pasien
Hall, Rg. Tunggu

120
250

Laboratorium

1000

TL, Down Light


TL, Down Light
Lampu
Pijar
Dekoratif
TL, Down Light
Lampu
Sorot
Hologen, TL, Down
Light,
Lampu
Merkuri
TL, Down Light,
Lampu
Pijar
Dekoratif
Lampu
Sorot
Hologen,
TL, Down Light,
Merkuri
TL, Down Light
TL, Down Light,
Lampu Halogen &
Merkuri

11

Rg. Operasi

Umum

2.1.7

Basement ,
Gudang,
Tangga, Teras,
WC
Koridor
Ruang dengan
Langit-Langit
Gantung /Miring
Parkir,
Penerangan Jalan

TL, Down
Lampu
Hologen
100 150
150 - 250
150 - 250

Light,
Sorot

TL, Down Light,


Lampu Pijar, Lampu
Baret
Down Light
Lampu
Halida,
Merkuri, Natrium

Kebutuhan Daya Listrik untuk Penerangan


Kebutuhan untuk penerangan sangat tergantung dari fungsi bangunan/

ruangan serta jenis lampu yang digunakan, yang perkiraannya dapat dilihat pada
Tabel di bawah ini :

Tabel. Penggunaan Kuat Penerangan dan Intensitas Cahaya

12

Fungsi Bangunan

Kuat Penerangan
(lux)

Kantor

250 350

Hunian

100 250

Hotel

150 300

Restoran, Toko,
Pameran

200 500

Rumah Sakit

150 350

Ruang Komputer,
Pusat Pembelajaan

Intensitas Daya
(Watt/m2)
15 30
10 20
15 30
20 - 30
15 30

500

30 50

Basement, Hall,
Koridor, Tangga,
Gudang, WC

150 350

5 - 10

Parkir, Penerangan
Jalan

200 500

13

BAB III

PERHITUNGAN INSTALASI PENERANGAN

3.1

Merencanakan Instalasi Penerangan


Berdasarkan denah gedung Arsip GKN (Gedung Keuangan Negara) Banda

Aceh dapat direncanakan jumlah titik lampu yang dibutuhkan oleh setiap ruangan
untuk instalasi penerangan, yaitu sebagai berikut:

Untuk lantai satu


1. Ruang LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik)
-

Akan dipasang lampu TL 2 x 36 watt inbow


Panjang (p) = 8 m
lebar (l) = 4,61 m
Luas ruangan, A
= 8 x 4,61
= 36,88 m2
Untuk ruang kerja komputer, kuat terang diambil E= 500 lux (tabel)
Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu TL 2 x 36 watt= 2 x 36 x 70 = 5040 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
500 x 36,88
5040 x 0,8 x 0,6

=
= 7,62 unit 8 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang LPSE adalah:
2 x 36 x 8 = 576 watt + daya stopkontak 20%
2. Ruang ULP (Unit Lelang Pengadaan)

14

Akan dipasang lampu TL 3 x 36 watt inbow


Panjang (p) = 8 m
lebar (l) = 5,87 m
Luas ruangan, A
= 8 x 5,87
= 46,96 m2
Untuk ruang kerja komputer, kuat terang diambil E= 500 lux (tabel)
Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu TL 3 x 36 watt= 3 x 36 x 70 = 7560 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
500 x 46,96
7560 x 0,8 x 0,6
=
= 6,47 unit 7 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang ULP adalah:
3 x 36 x 7 = 756 watt + daya stop kontak 20%

3. Ruang Kerja Sekretariat


-

Akan dipasang lampu TL 3 x 36 watt inbow


Panjang (p) = 8 m
lebar (l) = 5,87 m
Luas ruangan, A
= 8 x 5,87
= 46,96 m2
Untuk Ruang kerja, kuat terang diambil E= 300 lux (tabel)
Jenis lampu PL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu downlight PL 3 x 36 watt= 3 x 36 x 70 = 7560 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =

15

300 x 46,96
7560 x 0,8 x 0,6
=
= 3,88 unit 4 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang kerja Sekretariat adalah:
3 x 36 x 4 = 432 watt + daya stop kontak 20%.

4. Ruang Rapat
-

Akan dipasang lampu TL 2 x 36 watt inbow


Panjang (p) = 8 m
lebar (l) = 4,61 m
Luas ruangan, A
= 8 x 4,61
= 36,88 m2
Untuk Ruang pertemuan, kuat terang diambil E= 300 lux (tabel)
Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu TL 2 x 36 watt= 2 x 36 x 70 = 5040 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
300 x 36,88
5040 x 0,8 x 0,6
=
= 4,57 unit 5 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang Rapat adalah:
2 x 36 x 5 = 360 watt + daya stopkontak 20%.

5. Ruang Kabid Arsip

16

Akan dipasang lampu TL 3 x 36 watt inbow


Panjang (p1) = 1,37 m
- Panjang (p2) = 4,37 m
lebar (l1) = 3,1 m
- lebar (l2)
= 4,61 m

Luas ruangan, A

= (1,37 x 3,1) + (4,37 x 4,61)


= 24,39 m2
Untuk ruang bekerja/membaca, kuat terang diambil E= 800 lux (tabel)
Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu TL 2 x 40 watt = 3 x 36 x 70 = 7560 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
800 x 24,39
7560 x 0,8 x 0,6
=
= 5,38 unit 6 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang kabid Arsip adalah:
3 x 36 x 6 = 648 watt + daya stopkontak 20%.

6. Toilet Kabid Arsip


- Akan dipasang lampu TL 18 watt
- Panjang (p) = 1,37 m
- lebar (l) = 1,37 m
- Luas ruangan, A
= 1,37 x 1,37
= 1,88 m2
- Untuk kamar mandi/toilet, kuat terang diambil E= 200 (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu TL 18 watt = 18 x 70 = 1260 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

17

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
200 x 1,88
1050 x 0,8 x 0,6
=
= 0,62 unit 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada toilet kabid arsip adalah:
18 x 1 = 18 watt + daya stopkontak 20%.

7. Ruang Bendahara
-

Akan dipasang lampu TL 2 x 36 watt inbow


Panjang (p) = 5,87 m
lebar (l) = 3,1 m
Luas ruangan, A
= 5,87 x 3,1
= 18,2 m2
Untuk ruang bekerja/membaca, kuat terang diambil E= 500 lux (tabel)
Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu lampu TL 2 x 36 watt = 2 x 36 x 70 = 5040 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
500 x 18,2
5040 x 0,8 x 0,6
=
= 3,76 4 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang bendahara adalah:
2 x 36 x 4 = 288 watt + daya stopkontak 20%
18

8. Ruang Tamu
-

Akan dipasang lampu TL 1 x 36 watt


Panjang (p) = 8,07 m
lebar (l) = 3,12 m
Luas ruangan, A
= 8,07 x 3,12
= 25,18 m2
Untuk ruang percakapan/relaks, kuat terang diambil E= 100 lux (tabel)
Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu TL 1 x 36 watt = 1 x 36 x 70 = 2520 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
100 x 25,18
2520 x 0,8 x 0,6
=
= 2,1 3 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang tamu adalah:
36 x 3 = 108 watt

9. Toilet Pria
A. Toilet duduk I
- Akan dipasang lampu TL 1 x 18 watt
- Panjang (p) = 1,4 m
- lebar (l) = 0,95 m
- Luas ruangan, A
= 1,4 x 0,95
= 1,33 m2
- Untuk WC/toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu 1 x18 watt = 18 x 70 = 1260 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

19

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
250 x 1,33
1260 x 0,8 x 0,6
=
= 0,55 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada toilet duduk I adalah:
18 x 1 = 18 watt
B. Toilet duduk II
- Akan dipasang lampu TL 1 x 18 watt
- Panjang (p) = 1,4 m
- lebar (l) = 0,95 m
- Luas ruangan, A
= 1,4 x 0,95
= 1,33 m2
- Untuk WC/toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu 1 x18 watt = 18 x 70 = 1260 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
250 x 1,33
1260 x 0,8 x 0,6
=
= 0,55 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada toilet duduk II adalah:
18 x 1 = 18 watt
C. Di Luar Toilet
- Akan dipasang lampu TL 2 x 18 watt inbow
20

Panjang (p1) = 1,5 m


- Panjang (p2) = 3,05 m
Lebar (l1) = 1 m
- Lebar (l2)
= 1,37 m
Luas ruangan, A
= (1,5 x 1) + (3,05 x 1,5)
= 6,08 m2
Untuk WC/ Toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu TL 2 x 18 watt = 2 x 18 x 70 = 2520 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
250 x 6,08
2520 x 0,8 x 0,6
=
= 1,26 2 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada toilet duduk II adalah:
2 x 18 x 2 = 72 watt
10. Toilet Wanita
A. Toilet duduk I, Toilet duduk II, Toilet duduk III
Masing-masing toilet:
- Akan dipasang lampu TL 1 x 18 watt
- Panjang (p) = 1,4 m
- lebar (l) = 0,95 m
- Luas ruangan, A
= 1,4 x 0,95
= 1,33 m2
- Untuk kamar mandi/toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu TL 1 x 18 watt = 18 x 70 = 1260 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =

21

250 x 1,33
1260 x 0,8 x 0,6
=
= 0,55 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada masing-masing toilet adalah:
18 x 1 = 18 watt
B. Di Luar Toilet
- Akan dipasang lampu TL 2 x 18 watt inbow
- Panjang (p1) = 3,05 m
- Lebar (l1) = 1,37 m
- Luas ruangan, A
= 3,05 x 1,5
= 4,58 m2
-

Untuk WC/ toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)


Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu TL 2 x 18 watt = 2 x 18 x 70 = 2520 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
250 x 4,58
2520 x 0,8 x 0,6
=
= 0,94 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan di luar toilet wanita adalah:
2 x 18 x 1 = 36 watt
11. Hall
- Akan dipasang lampu lampu TL 2 x 36 watt
- Luas ruangan, A = 99,03 m2
- Untuk Hall, kuat terang diambil E= 300 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,

22

Maka, lampu TL 2 x 36 watt = 2 x 36 x 70 = 5040 lumen.


CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
300 x 99,03
5040 x 0,8 x 0,6
=
= 12,28 13 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada Hall adalah:
2 x 36 x 13 = 936 watt

12. Koridor
- Akan dipasang lampu Down Light PLS 36 watt
- Panjang (p) = 20,02 m
- lebar (l) = 2,84 m
- Luas koridor, A
= 20,02 x 2,84
= 56,86 m2
- Untuk koridor, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu Down Light, didapat dari tabel = 25 lumen/watt,
- Maka, lampu Down Light PLS 36 watt = 1 x 36 x 25 = 900 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
250 x 56,86
900 x 0,8 x 0,6

=
= 32,9 33 unit

23

Maka, Kebutuhan daya penerangan pada koridor adalah:


1 x 36 x 33 = 1188 watt + daya stop kontak 20%.

13. Panel Mekanikal


- Akan dipasang lampu TL 2 x 18 watt outbow
- Luas koridor, A
= 3,25 m2
- Untuk ruang panel , kuat terang diambil E= 150 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu TL 2 x 18 watt outbow = 2 x 18 x 70 = 2520 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
150 x 3,25
2520 x 0,8 x 0,6
=
= 0,4 unit 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada panel mekanikal adalah:
2 x 18 x 1 = 36 watt + daya stop kontak 20%.

Untuk Lantai 2
1. Ruang Simpan Arsip
- Akan dipasang lampu TL 3 x 36 watt inbow
- Luas ruang, A= 386,52 m2
- Untuk ruang penyimpanan, kuat terang diambil E= 350 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu TL 3 x 36 watt = 3 x 36 x 70 = 7560 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

24

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
350 x 386,52
7560 x 0,8 x 0,6
=
= 37,28 unit 38 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang simpan Arsip adalah:
3 x 36 x 38 = 4104 watt + daya stop kontak 20%.

2. Ruang Adm Arsip


- Akan dipasang lampu TL 2 x 36 watt inbow
- Luas ruang, A= 18,77 m2
- Untuk ruang kerja, kuat terang diambil E= 300 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu TL 2 x 36 watt = 2 x 36 x 70 = 5040 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
300 x 18,7
5040 x 0,8 x 0,6
=
= 2,32 unit 3 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang simpan Arsip adalah:
2 x 36 x 3 = 216 watt + daya stop kontak 20%.

25

3. Hall
- Akan dipasang lampu lampu TL 2 x 36 watt
- Luas ruangan, A = 43,41 m2
- Untuk Hall, kuat terang diambil E= 300 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu TL 2 x 36 watt = 2 x 36 x 70 = 5040 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
300 x 43,41
5040 x 0,8 x 0,6
=
= 5,38 unit 6 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan Hall adalah:
2 x 36 x 6 = 432 watt

4. Toilet Pria
A. Toilet jongkok
- Akan dipasang lampu TL 1 x 18 watt
- Panjang (p) = 1,4 m
- lebar (l) = 0,95 m
- Luas ruangan, A
= 1,4 x 0,95
= 1,33 m2
- Untuk kamar mandi/toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu 1 x 18 watt = 1 x 18 x 70 = 1260 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =

26

250 x 1,33
1260 x 0,8 x 0,6
=
= 0,55 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada toilet jongkok adalah:
15 x 1 = 15 watt

B. Toilet duduk
- Akan dipasang lampu TL 1 x 18 watt
- Panjang (p) = 1,4 m
- lebar (l) = 0,95 m
- Luas ruangan, A
= 1,4 x 0,95
= 1,33 m2
- Untuk kamar mandi/toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu 1 x 18 watt = 1 x 18 x 70 = 1260 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
250 x 1,33
1260 x 0,8 x 0,6
=
= 0,55 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada toilet duduk adalah:
15 x 1 = 15 watt
C. Di Luar Toilet
- Akan dipasang lampu TL 2 x 18 watt inbow
- Panjang (p1) = 1,5 m
- Panjang (p2) = 3,05 m
- Lebar (l1) = 1 m
- Lebar (l2)
= 1,37 m
- Luas ruangan, A
= (1,5 x 1) + (3,05 x 1,5)

27

= 6,08 m2
Untuk kamar WC/ toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu 2 x18 watt = 2 x 18 x 70 = 2520 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

lampu

ExA
x LLF x CU

Jadi, N =
250 x 6,08
2520 x 0,8 x 0,6
=
= 1,26 2 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada toilet duduk II adalah:
2 x 18 x 2 = 72 watt
5. Toilet Wanita
A. Toilet duduk I, Toilet duduk II, Toilet duduk III
Masing-masing toilet:
- Akan dipasang lampu TL 1 x 18 watt
- Panjang (p) = 1,4 m
- lebar (l) = 0,95 m
- Luas ruangan, A
= 1,4 x 0,95
= 1,33 m2
- Untuk kamar WC/ toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu 1 x 18 watt = 1 x 18 x 70 = 1260 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
250 x 1,33
1260 x 0,8 x 0,6
=

28

= 0,55 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada masing-masing toilet adalah:
15 x 1 = 15 watt
B. Di Luar Toilet
- Akan dipasang lampu TL 2 x 18 watt inbow
- Panjang (p1) = 3,05 m
- Lebar (l1) = 1,37 m
- Luas ruangan, A
= 3,05 x 1,5
= 4,58 m2
- Untuk kamar mandi/toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu 2 x 18 watt = 2 x 18 x 70 = 2520 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

lampu

ExA
x LLF x CU

Jadi, N =
250 x 4,58
2520 x 0,8 x 0,6

=
= 0,95 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada toilet duduk II adalah:
2 x 18 = 36 watt

Untuk Lantai 3
Perhitungannya sama seperti perhitungan untuk lantai 2

Untuk Lantai 4
Perhitungannya sama seperti perhitungan untuk lantai 2 dan 3.

Untuk Lantai 5
29

1. Aula
- Akan dipasang lampu TL 3 x 36 watt inbow dengan acrylic louvre
- Luas ruangan, A= 298,27 m2
- Untuk ruang pertemuan, kuat terang diambil E= 300 lux (tabel)
- Jenis lampu 3x36 watt, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu 3x36 watt= 3x 36 x 70 = 7560 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
300 x 298,27
7560 x 0,8 x 0,6
=
= 24,65 25 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan ruang Aula adalah:
3 x 36 x 25 = 2700 watt
2. Ruang Persiapan
- Akan dipasang lampu TL 2x36 watt inbow dengan acrylic louvre
- Luas ruangan, A= 37,96 m2
- Untuk ruang persiapan, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu 3x36 watt, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu 3x36 watt= 2 x 36 x 70 = 5040 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
300 x 37,96
5040 x 0,8 x 0,6
=
= 4,7 unit 5 unit

30

Maka, Kebutuhan daya penerangan untuk ruang persiapan adalah:


2 x 36 x 25 = 360 watt

3. Toilet
- Akan dipasang lampu TL 1x18 watt
- Luas ruangan, A= 10,27 m2
- Untuk kamar mandi/toilet, kuat terang diambil E= 250 lux (tabel)
- Jenis lampu TL 1x18 watt, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu TL 1x18 watt = 18 x 70 = 1260 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
250 x 10,27
1260 x 0,8 x 0,6
=
= 4,24 unit 5 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan toilet adalah:
1x 18 x 5 = 90 watt

4. Pantry
-

Akan dipasang lampu TL 2 x 40 watt


Luas ruangan, A
= 98,57 m2
Untuk ruang kerja komputer, kuat terang diambil E= 500 lux (tabel)
Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
Maka, lampu TL 2 x 40 watt= 2 x 40 x 70 = 5600 lumen.
CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
31

500 x 36,88
5600 x 0,8 x 0,6
=
= 6,86 unit 7 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang LPSE adalah:
2 x 40 x 7 = 560 watt + daya stop kontak 20%
5. Toilet Pria
Perhitungannya sama seperti perhitungan toilet pria pada lantai 2.
6.

Toilet Wanita

Perhitungannya sama seperti perhitungan toilet wanita pada lantai 2.


7. Ruang Control
- Akan dipasang lampu TL 1x18 watt
- Luas ruangan, A= 7,55 m2
- Untuk ruang kontrol, kuat terang diambil E= 150 lux (tabel)
- Jenis lampu TL 1x18 watt, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu TL 1x18 watt= 1x 18 x 70 = 1260 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
150 x 7,55
1260 x 0,8 x 0,6
=
= 1,87 unit 2 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada ruang kontrol adalah:
1 x 18 x 2 = 36 watt + daya stopkontak 20%

32

8. Panel Mekanikal
- Akan dipasang lampu TL 2 x 18 watt outbow
- Luas koridor, A
= 3,25 m2
- Untuk ruang panel , kuat terang diambil E= 150 lux (tabel)
- Jenis lampu TL, didapat dari tabel = 70 lumen/watt,
- Maka, lampu TL 2 x 18 watt outbow = 2 x 18 x 70 = 2520 lumen.
- CU = 60%, LLF = 0,8

ExA
lampu x LLF x CU
Jadi, N =
150 x 3,25
2520 x 0,8 x 0,6
=
= 0,4 unit 1 unit
Maka, Kebutuhan daya penerangan pada panel mekanikal adalah:
2 x 18 x 1 = 36 watt + daya stop kontak 20%.

33

BAB IV
PENUTUP

34

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
BAB II DASAR TEORI.........................................................................................3
2.1

INSTALASI PENERANGAN...................................................................3

2.1.1

Gelombang elektroMagnetik..............................................................3

2.1.2

Besaran Cahaya..................................................................................5

2.1.3

Penerangan Alami..............................................................................5

2.1.4

Penerangan Buatan.............................................................................6

2.1.5

Sumber Cahaya Penerangan Buatan.................................................7

2.1.6

Distribusi Cahaya.............................................................................10

2.1.7

Kebutuhan Daya Listrik untuk Penerangan.....................................12

BAB III PERHITUNGAN INSTALASI PENERANGAN..............................14


3.1

Merencanakan Instalasi Penerangan.......................................................14

BAB IV PENUTUP..............................................................................................36

35