Anda di halaman 1dari 5

Bilangan Euler(e)

Rukmono Budi Utomo


30115301
Pengampu: Prof. Taufiq Hidayat
March 5, 2016

1 1. Asal Mula Bilangan Euler


Bilangan Euler e merupakan suatu konstanta dalam matematika dan merupakan basis
dalam Logaritma. Bilangan e ini juga dikenal sebagai bilangan John Napier, seorang
ahli matematika berkebangsaan Skotlandia atas dedikasinya memperkenalkan konsep
logaritma pertamakalinya. Sama seperti bilangan pi () dan konstanta Golden Rasio
(), bilangan e juga merupkan bilangan tak hingga desimal, dan karenanya bilanggan e
bukan merupakan bilangan rasional.
Bilangan e pada awalnya ditemukan oleh John Napier, seorang ilmuwan matematika
berkebangsaan Skotlandia pada tahun 1918. Pada saat tersebut, John Napier merumuskan pertama kalinya konsep mengenai logaritma. Pada tahun 1947, Sains-Vincent
berusaha untuk menghitung daerah di bawah Hiperbola persegi panjang. Saint-Vincent
berusaha merumuskan hubungan antara daerah dibawa Hiperbola persegi panjang dengan logaritma hasil penelitian John Napier. Pada tahun 1661, Huygens menemukan
hubungan antara Hiperbola persegi panjang dan logaritma. Huygen memeriksa secara
eksplisit hubungan anatara daerah dibawah persegi panjang hiperbola yx = 1 dan logaritma. Huygens menemukan suatu konstanta sedemikian rupa sehingga daerah dibawah
hiperbola persegi panjang dari 1 sampai konstanta tersebut sama dengan 1. Bilangan
tersebut merupakan cikal bakal munculnya bilangan e.
pada tahun 1983, Jacob Bernoulli memandang masalah bunga majaemuk kontinu.
Bernoulli mencoba untuk menemukan batas dari suatu fungsi f (x) = (1 + x1 ) untuk x
yang cenderung membesar dan menuju tak hingga. Limit dari pada fungsi f (x) tersebut
yang sekarang ini disebut sebagai bilangan e itu sendiri.


e = lim

1
1+
x

x

Bernoulii menggunakan teorema binomila untuk menunjukkan bahwa batas dari limit
tersebut harus terletak anatara bilangan 2 dan 3, sehingga ecara implisit, Bernoulli merupakan orang yang pertama kalinya memberikan penafsiran pendekatan atas bilangan e.
1

Jacob Bernoulli selain merupakan orang yang pertama kali mendeskripsikan pendekatan
akan bilanagan e, juga merupakan pencetus bahwa fungsilogaritma merupakan kebalikan
dari fungsi eksponensial
Pada tahun 1683, Leibniz menulis surat kepada Huygens dan memberikan nama notasi atas konstanta dari penelitian Huygens, yakni b (bukan e). Notasi b Leibniz bertahan
sampai tahun 1731 hingga akhirnya notasi e muncul menggantikan notasi b dalam sebuah
surat yang ditulis Euler kepada Goldbach. Pada tahun 1748, Euler menerbitkan salah
satu karya fenomenalnya yang berjudul Introductio di Analysin Infinitorum. Dalam
karya fenomenal tersebut, Euler menunjukkan bahwa
1
1
1
+ + +
1! 2! 3!

e=1+

atau apabila disajikan dalam bentuk limit dituliskan sebagai




e = lim

1+

1
x

x

Banyak yang menanyakan mengapa Euler mengunakan notasi e untuk menggantikan notasi b yang dicetuskan oleh Leibniz. Ada pihak yang berargumen bahwa notasi
e yang dicetuskan oleh Euler merupakan huruf awal dari namanya, namun ada juga
yang berpendapat bahwa notasi e tersebut merupakan inisial dari kata eksponensial.
Faktanya notasi e saat ini dikenal sebagai bilangan Euler. Hal tersebut mungkin dikarenakan notasi e tersebut muncul dalam surat yang dituliskan Euler terhadap Golbach,
atau mungkin juga karena karya fenomenal Euler yang berjudul Introuctio di Analysin
Infitorum tersebut. Meskipun demikian, ada juga pihak yang menyebutkan bahwa bilangan e merupakan bilangan John Napier, hal ini bisa dimaklumi karena John Napier
merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan konsep logaritma.

2 Bilangan Euler e
Meskipun Bernoulli merupakan orang yang pertama kali meneliti akan adanya suatu
bilangan x pada fungsi f (x) untuk nilai x yang semakin membesar dan menuju tak
hingga, namun faktanya Euler merupakan orang yang berhasil merumuskan bahwa


e = lim

1+

1
x

x

Dengan menggunakan bentun binomial Newton




1
1+
x

x

x
X

x
h

h=0

xh

 h
1

dapat dijelaskan bahwa


1
1+
x

e = lim

x

2.71828

Banyaknya digit desimal dibelakang koma dari nilai e sebenarnya berjumlah tak hingga
banyaknya, sehingga niali e dikatakan bukan merupakan bilangan rasional. Nilai e
2.71828 di atas merupakan pembulatan saja karena pemotongan dari tak hingga banyakya
digit dibelakang koma pada bilangan e. Sebagai pengetahuan niali e tiga puluh digit
dibelakang koma tanpa pembulatan bernilai 2.718281828459045235360287471352

3 Identitas Euler
Euler merumuskan suatu hubungan fenomenal yang sangat terkenal yakni
ei = cos + i sin
Bukti untuk identitas ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Menurut Euler


e = lim

1
1+
x

x

Analog dengan hal tersebut


x
n

n

z
1+
n

n

ex = lim

1+

Untuk x = z diperoleh


e = lim

karena z = x + iy adalah suatu fungsi imaginer, maka diperoleh bentuk


ex+iy = lim

1+

x + iy
n

atau dapat ditulis


e

x+iy

x
1+
n



= lim

y
+i
n

n

n

(1)

Dari (1) dapat diperoleh




x+iy
e
= lim

" s

x
1+
n

y
+i
n

#n

atau dapat dituliskan kembali sebagai




x+iy
e
= lim

"

y2
2x x2
+ 2+ 2
n
n
n

1+

!# n
2

pada akhirnya akan diperoleh


h 
i n
2
y2


2x
x2
lim
1+
+
+
x+iy
n
n2
n2
= en
e

atau |ex+iy | = e
Dengan mengingat kordinat polar z n = rn (cos + i sin), tan = xy atau = arctan xy
dan berdasarkan Teorema De Moivre diperoleh z n = rn (cos n + i sin n), dan arg(z n ) =
n atau arg(z n ) = n arctan xy . Berdasarkan hal tersebut, persamaan (1) dapat dituliskan kembali sebagai


x+iy

arg e

= lim n arctan
n

atau


arg e

x+iy

y
n

"

"

= lim n

y
arctan n+x

1+

x
n

y
n+x

y
n+x

(2)

Dengan mengingat bahwa


"

lim

arctan 1t

= lim

1
t

"
t

1
1 + t12

yang menghasilkan nilai 1, maka diperoleh




yn
n n+x

arg ex+iy = lim


atau dapat dituliskan kembali sebagai


arg ex+iy = y . . . (3)


Dengan mengingat bahwa z = r(cos + i sin ) dengan r = |z| dan = arg(z), diperoleh
z = |z|[cos(arg(z)+i sin(arg(z))]...(4). Ambil z = ex+iy , sehingga (4) dapat dituliskan
kembali sebagai z = |ex+iy |[cos(arg(ex+iy ) + i sin(arg(ex+iy ))]...(5). Substitusikan (2)
dan (3) pada (5), sehingga diperoleh ex+iy = ex (cos y + i sin y) atau eiy = (cos y +
i sin y). Dengan mengingat bahwa y = , maka diperoleh ei = (cos + i sin ).Q.E.D

4 Persamaan Euler
Euler merumuskan suatu persamaan yang saat ini dikenal sebagai Persamaan Euler. Persamaan Euler sejatinya merupakan suatu akibat (corollary) dari identitas Euler. Euler
merumuskan bahwa
ei + 1 = 0
Karena ei = cos + i sin , dengan demikian terbukti benarei + 1 = 0Q.E.D
4

5 Referensi
www.id.wikipedia.org(Bilangan Euler)
Dikutip tanggal 3 maret 2016 pukul 14.15 wib
www.id.wikipedia.org(Identitias Euler)
Dikutip tanggal 3 maret 2016 pukul 14.16 wib
www.mathematics.blogspot.com
Dikutip tanggal 5 maret 2016
Gazali, Wikaria,Penurunan Rumus Euler, makalah