Anda di halaman 1dari 4

Bentuk-bentuk sinestesia

Sinestesia dapat terjadi antara dua indra atau mode persepsi. Salah seorang penderita sinestesia,
Solomon Shereshevsky, mengalami sinestesia yang menghubungkan kelima indranya. Bentukbentuk sinestesia ditunjukkan dengan menggunakan notasi x y, dimana x adalah pemicu
pengalaman (inducer/trigger), dan y adalah pengalaman tambahan (concurrent). Sebagai contoh,
mempersepsikan huruf dan angka (keduanya secara kolektif disebut grafem) sebagai warna dapat
diindikasikan sebagai sinestesia grafem warna. Demikian pula, ketika penderita sinestesia
melihat warna dan pergerakan sebagai hasil ketika mendengar nada musik, maka itu dapat
diindikasikan sebagai sinestesia nada warna, pergerakan.

Hampir semua kombinasi pengalaman secara logis dapat terjadi, namun beberapa bentuk
sinestesia lebih umum dibanding yang lain.

1. Grapheme-color synesthesia
Salah satu bentuk paling umum dari sinestesia, grafem (huruf dan angka individual)
berbayang atau terwarnai oleh sebuah warna. Individu yang berbeda biasanya tidak
mempersepsikan warna yang sama untuk semua huruf dan angka. Namun hasil
penelitian, banyak penderita sinestesia memiliki kesamaan dalam persepsi huruf. Sebagai
contoh huruf A sering terhubung dengan warna merah.
Ketika masih kecil, Pat Duffy berkata pada ayahnya, Saya menyadari bahwa untuk
membuat sebuah R, yang harus saya lakukan adalah menulis P dan menarik garis
kebawah dari lingkarannya. Dan saya sangat terkejut bahwa saya dapat merubah huruf
kuning menjadi huruf jingga dengan hanya menambahkan sebuah garis. Penderita
sinestesia lainnya mengatakan, Ketika saya membaca, ada sekitar lima kata di sekitar
satu kata yang sedang saya baca berwarna. Ini juga satu-satunya cara saya dapat mengeja.
Di sekolah dasar, saya mengingat mengetahui cara mengeja kata priority karena e
tidak terdapat di dalam kata itu dan karena e berwarna kuning dan kurang cocok.

Gambar 1.1 Grapheme-Color Synesthesia


2. Chromethesia
Salah satu bentuk umum lain dari sinestesia adalah pengasosiasian suara dengan warna.
Untuk beberapa orang, suara umum seperti pintu terbuka, klakson mobil, orang berbicara
dapat memicu munculnya warna. Untuk orang lainnya, warna terpicu ketika musik
sedang dimainkan. Orang dengan sinestesia yang terkait musik juga dapat memiliki
kesempurnaan nada karena kemampuan mereka untuk melihat/mendengar warna
membantu mereka dalam mengidentifikasi nada
Menurut Richard Cytowic, chromethesia adalah sesuatu seperti kembang api : suara,
musik, suara di lingkungan seperti dentingan piring atau gonggongan anjing memicu
warna dan bentuk kembang api yang naik, bergerak-gerak, kemudian menghilang ketika
suara berakhir. Suara seringkali merubah persepsi rona, kecerahan, kilau, dan gerakan
yang terarah. Beberapa orang melihat musik sebagai layar di depan wajah mereka. Bagi
Deni Simon, music memproduksi garis gelombang seperti konfigurasi oskiloskop, garis
bergerak dalam warna, seringkali metalik dengan tinggi, lebar, dan kedalaman. Musik
favorit saya memiliki garis yang terbentang secara horizontal melewati area layar.
Orang-orang jarang setuju pada warna yang diberikan suara. B flat dapat berwarna jingga
untuk seseorang dan biru untuk orang lainnya. Komposer Liszt dan Rimsky-Korsakov
terkenal karena tidak setuju pada warna dari nada musik.
3. Spatial sequence synesthesia
Orang dengan spatial sequence synesthesia (SSS) cenderung melihat urutan angka
sebagai point-point yang melayang di sekitar mereka. Sebagai contoh, angka 1 dapat
berlokasi sangat jauh dan angka 2 berlokasi lebih dekat. Orang dengan SSS dapat
memiliki ingatan super; dalam sebuah penelitian, mereka dapat mengingat kejadian di
masa lampau dengan ingatan yang sangat detil. Mereka juga melihat bulan atau tanggal
melayang di sekitar mereka. Beberapa orang melihat waktu seperti jam di atas dan di
sekitar mereka.

4. Bentuk angka
Sinestesia bentuk angka merupakan sebuah peta angka yang secara otomatis muncul
ketika seseorang yang mengalami sinestesia bentuk angka memikirkan angka. Sinestesia
bentuk angka pertama kali didokumentasikan dan dinamai pada 1881 oleh Francis Galton
dalam The Visions of Sane Persons.
5. Auditory-tactile synesthesia
Dalam sinestesia pendengaran peraba, beberapa suara dapat menginduksi sensasi di
beberapa bagian tubuh. Sinestesia pendengaran peraba dapat sewaktu-waktu muncul
sejak lahir atau diperoleh pada suatu waktu dalam hidup. Bentuk sinestesia ini merupakan
bentuk yang jarang ditemukan.
6. Ordinal linguistic personification
Ordinal-lingusitic personification (OLP atau personifikasi untuk pendeknya) adalah
sebuah bentuk sinestesia dimana sebuah urutan, seperti angka, hari, bulan, dan huruf
diasosiasikan dengan kepribadian (Simner & Hubbard 2006). Walaupun bentuk sinestesia
ini didokumentasikan pada awal 1890-an (Flournoy 1893; Calkins 1893) para peneliti,
sampai saat ini, hanya memberikan sedikit perhatian pada bentuk ini. OLP pada
umumnya terjadi bersamaan dengan bentuk lain dari sinestesia seperti grapheme-color
synesthesia.
7. Misophonia
Misophonia adalah kelainan neurologis, dimana pengalaman negatif (marah, benci, jijik,
takut) dipicu oleh suatu suara spesifik. Richard Cytowic menyatakan bahwa misophonia
berkaitan atau merupakan sebuah bentuk dari sinestesia. Miren Edelstein dan koleganya
telah membandingan misophonia dengan sinestesia dalam hal konektivitas antara daerah
berbeda di otak dan juga gejala spesifik. Mereka berhipotesis distorsi patologis dari
koneksi antara korteks pendengaran dan struktur limbic dapat menyebabkan sinestesia
suara emosi.
8. Mirror-touch synesthesia
Ini merupakan bentuk sinestesia langka dimana individu merasakan sensasi yang sama
dengan yang dirasakan orang lain (seperti sentuhan). Sebagai contoh, ketika penderita
mengamati seseorang disentuh di pundaknya, penderita secara langsung juga merasakan
sentuhan di pundaknya. Orang dengan tipe sinestesia ini telah terlihat memiliki rasa
empati yang lebih besar dibanding orang orang pada umumnya. Hal ini dapat berkaitan

dengan neuron cermin di daerah motor pada otak, yang langsung berhubungan dengan
empati.
9. Lexical-gustatory synestesia
Ini adalah bentuk sinestesia langka lainnya dimana beberapa rasa dialami ketika
mendengar kata-kata. Sebagai contoh, kata bola basket dapat memiliki rasa seperti wafel.
Film documenter Derek tastes like earwax mendapatkan namanya dari fenomena ini,
dengan referensi dari pemilik bar James Wannerton yang mengalami sensasi ini ketika
mendengar namanya disebut. Diestimasikan sekitar 0.2% dari populasi dunia memiliki
bentuk sinestesia ini.