Anda di halaman 1dari 52

LAPORAN

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA

DINAMIKA PROSES PENGOSONGAN TANGKI


DAN PENGUKURAN SUHU
(D11)

Disusun Oleh
Yustinus Krisna Adya P

121130249

L. Muh Syawal Azhan F

121130260

LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2015

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN
PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA

DINAMIKA PROSES PENGOSONGAN TANGKI


DAN PENGUKURAN SUHU
(D11)

Disusun Oleh
Yustinus Krisna Adya P

121130249

L. Muh Syawal Azhan F

121130260

Yogyakarta,.2015
Disetujui Asisten Praktikum

Riski Aditya Kurninawan

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa akhirnya laporan
Praktikum Dasar Teknik Kimia mengenai Dinamika Pengosongan Tangki dan
Pengukuran Suhu dapat diselesaikan.
Laporan ini disusun sebagai rangkaian akhir dari Praktikum Dasar Teknik
Kimia Fakultas Teknologi Industri UPN Veteran Yogyakarta. Penyusun juga
mengucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang telah banyak membantu
dalam menyusun laporan ini, diantaranya :
1. Ir. Danang Jaya, MT. selaku kepala laboratorium dasar Teknik Kimia UPN
Veteran Yogyakarta
2. Riski Aditya Kurniawan selaku asisten pembimbing pelaksana praktikum
3. Staf laboratorium dasar teknik kimia UPN Veteran Yogyakarta
4. Rekan rekan Teknik kimia angkatan 2015
5. Pihak pihak yang telah membantu tersusunnya makalah ini
Penyusun juga mengharapkan adanya saran dan kritik yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan penyusunan laporan ini. Akhir kata semoga
laporan ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada
umumnya.

Yogyakarta,

Juni 2015

Penyusun

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
HALAMAN PENGESAHAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

iv

DAFTAR GAMBAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . v
DAFTAR LAMBANG . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . vi
INTISARI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . vii
BAB I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

I.2. Tujuan Percobaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1


I.3. Tinjauan Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
I.4. Hipotesis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
BAB II. PELAKSANAAN PERCOBAAN
II.1. Alat dan Bahan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
II.2. Gambar Rangkaian Alat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
II.3. Cara Kerja dan Bagan Alir . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
II.4. Analisis Perhitungan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . 12
BAB III. HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
III.1. Hasil Percobaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 14
III.2. Pembahasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16
BAB IV. PENUTUP
IV.1. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 20
IV.2. Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 21
DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 22
LAMPIRAN

iv

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Respon output terhadap perubahan input .......................................... 2
Gambar 2. Respon output terhadap gangguan pada proses................................. 2
Gambar 3. Respon sistem proses ........................................................................ 4
Gambar 4. Dinamika proses bentuk fungsi alih .................................................. 4
Gambar 5. Sistem tangki dengan input dan output ............................................. 6
Gambar 6. Rangkaian alat pengosongan tangki .................................................. 8
Gambar 7. Rangkaian alat pengukuran suhu....................................................... 9
Gambar 8. Hubungan antara waktu dan tinggi pada pengosongan tangki ......... 17
Gambar 9. Hubungan waktu dengan suhu pada proses pengukuran suhu ..19

DAFTAR LAMBANG
:

densitas material dalam system (g/cm3)

densitas material arus inlet (g/cm3)

densitas material arus outlet (g/cm3)

volume total system (cm3)

laju alir volumetrik arus inlet (cm3/s)

laju alir volumetrik arus outlet (cm3/s)

konsentrasi molar A dalam system (M/cm3)

konsentrasi molar A arus inlet (M/cm3)

konsentrasi molar A arus outlet (M/cm3)

laju alir per unit volume untuk komponen A dalam system

entalphi spesifik material, J / g

entalphi spesifik material dalam arus inlet (cm)

entalphi spesifik material dalam arus outlet (cm)

jumlah panas yang ditukarkan antara sistem dengan


lingkungannya (J)

jumlah kerja diantara sistem dan sekeliling (J)

energi dalam, energi kinetic, energy potensial (J)

diameter tangki, cm

luas permukaan tangki, cm2

ketinggian cairan dalam tangki, cm

waktu, s

konstanta waktu termometer, s

suhu, C

vi

INTISARI
Dinamika proses merupakan salah satu ilmu terapan dalam teknik kimia yang bertujuan
memberikan dasar pengetahuan sifat dinamis dari suatu sistem dan pengendalian sistem dengan
pengenalan sepenuhnya terhadap kemungkinan adanya bahaya dari sistem.
Pada percobaan ini dipelajari suatu cara untuk mengetahui respon dinamis sistem terhadap
perubahan-perubahan yang terjadi. Pada dinamika pengosongan tangki, cairan dalam tangki
dikeluarkan melalui kran yang terletak di bagian bawah dan mencatat laju penurunan permukaan
cairan dalam tangki. Percobaan ini dilakukan berulang kali dengan memvariasikan besar diameter
kran dan mencatat laju penurunan permukaan cairan dalam tangki pada masing-masing kran. Pada
percobaan pengukuran suhu, memanaskan air sampai mendidih dan membuat air dingin dalam
tempat yang berbeda. Pertama-tama termometer dicelupkan ke dalam air mendidih dan dicatat
suhunya, kemudian dengan segera dicelupkan ke dalam air dingin dan dicatat waktu termometer
mencapai suhu yang berbeda. Percoban ini dilakukan berulang-ulang dengan mencatat waktu
termometer pada suhu yang berbeda. Setelah selesai, maka dilakukan percobaan kebalikan, yaitu
mencelupkan termometer ke air dingin dan mencatat suhunya, kemudian dengan segera dicelupkan
ke dalam air mendidih dan dicatat waktu termometer mencapai suhu tertentu. Percobaan ini
dilakukan berulang-ulang dengan mencatat waktu termometer mencapai suhu yang berbeda.
Dari percobaan yang dilakukan, didapatkan persamaan dan nilai untuk diameter keluaran
pipa 1,7 cm, Y = 0,2036 x + 5,3252 ; K = 209,5936 ; n = 0,2036, untuk diameter keluaran pipa
2,148 cm, Y = 0,3579 x + 5,3331 ; K = 207,0712 ; n = 0,3579, untuk diameter keluaran pipa 2,74
cm, Y = 0,4987 x + 5,0451 ; K = 155,2657 ; n = 0,4987. Pada percobaan pengukuran suhu dari
dingin ke panas didapat fungsi nilai

dan untuk pengukuran suhu dari

panas ke dingin didapat fungsi nilai


. Sehingga diperoleh kesimpulan
bahwa semakin besar diameter kran, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan tangki
semakin cepat dan semakin besar diameter kran maka harga K juga semakin besar. Pada percobaan
pengukuran suhu didapat kesimpulan bahwa konstanta waktu termometer dari panas ke dingin
lebih besar dari pada dari dingin ke panas.

vii

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Di dalam suatu proses dalam industri ada beberapa faktor-faktor penting
yang berpengaruh, antara lain suhu dan waktu karena suhu dan waktu
mempengaruhi suatu pengendalian proses atau dinamika proses. Dinamika
proses merupakan salah satu ilmu terapan dalam teknik kimia yang bertujuan
memberikan :
1. Dasar pengetahuan sifat dinamis suatu sistem
2. Pengendalian sistem dengan pengenalan sepenuhnya terhadap
kemungkinan adanya bahaya dari sistem.
Untuk mengetahui suatu nilai dinamika proses dalam teknik kimia
digunakan prinsip reaksi kimia, proses fisika, dan matematika. Dengan
mempergunakan persamaan tersebut dapat diperkirakan suatu kejadian pada
suatu hasil (produk) dengan mengubah suhu, tekanan, ukuran alat dan
sebagainya.
Penentuan dinamika proses dengan menggunakan metode pengosongan
tangki menggunakan sistem permodelan. Sedangkan penentuan dinamika
proses dengan menggunakan metode pengaturan suhu digunakan sistem
berorde 1 dan berorde 2.
I.2 Tujuan Percobaan
1. Mempelajari kelakuan proses dinamik yaitu pengosongan tangki dan
pengukuran suhu dengan termometer.
2. Menentukan parameter proses pengosongan tangki.
3. Menentukan konstanta waktu termometer .

I.3 Tinjauan Pustaka


Dinamika proses merupakan variasi dari kinerja proses sepanjang waktu
setelah setiap gangguan yang diberikan ke dalam proses. Dinamika proses
dapat ditentukan dengan metode pengosongan tangki dan metode pengukuran
suhu. Metode pengosongan tangki menggunakan sistem permodelan.
Sedangkan penentuan dinamika proses dengan menggunakan metode
pengaturan suhu digunakan sistem berorde 1 dan berorde 2. (Kusmara, 2008)
Tahap awal dari pembuatan model suatu proses adalah dengan
melakukan analisa dari proses tersebut. Tujuan analisa adalah mendapat
gambaran dari kejadian secara fisik, memprediksi kelakuan proses,
membandingkan dengan kelakuan sebenarnya mengevaluasi terhadap
keterbatasan dari model yang ada dan dilanjutkan dengan perancangan unit
proses.
Dinamika proses mempelajari respon sistem proses dengan adanya
perubahan terhadap proses, misalnya :
Respon output dengan adanya perubahan input
Input

Proses

output

Gambar 1. Respon output dengan adanya perubahan input


Respon output dengan adanya ganguan pada proses
Input

Proses

output

Gangguan
Gambar 2. Respon output dengan adanya ganguan pada proses

Variabel-variabel proses seperti laju alir, suhu, tekanan dan konsentrasi


dalam pengendalian proses kimia dapat dikelompokkan menjadi :
1. Variabel input
Adalah variabel yang menunjukkan pengaruh lingkungan terhadap
proses kimia.
Terdiri dari 2 :
a. Variabel termanipulasi
Adalah variabel yang nilainya dapat diatur secara bebas oleh
operator atau mekanisme pengendalian.
b. Variabel terukur
Adalah jika nilai variabel yang dapat diketahui dengan pengukuran
secara langsung.
c. Variabel tidak terukur
Adalah jika nilai variabel yang didapat tidak dapat diukur secara
langsung.
d. Gangguan
Adalah variabel yang nilainya bukan dari hasil pengaturan operator
atau mekanisme pengendalian.
2. Variabel output
Adalah variabel yang menunjukkan pengaruh proses terhadap
lingkungan.
a. Variabel terukur
Adalah jika nilai variabel yang dapat diketahui dengan pengukuran
secara langsung.

b. Variabel tidak terukur


Adalah jika nilai variabel yang didapat tidak dapat diukur secara
langsung.
Dinamika proses pengukuran temperatur dapat ditinjau sebagai sistem
berorde 1 jika menggunakan sistem termometer yang dilengkapi sebuah
termowell, itu merupakan sistem berorde 2. Sistem berorde 2 termasuk dalam
kategori multicapacity process.
Dinamika proses mempelajari respon sistem proses dengan adanya
perubahan terhadap proses. Proses yang dinamik merupakan fungsi waktu.
Perubahan terhadap sistem proses dapat kita lihat dari gambar berikut :
Gangguan eksternal
Input

Terukur (d)

Tidak terukur (d)

Variabel

Output terukur
(y)

Sistem Proses
Termanipulasi
(m)
Output tidak terukur (x)

Gambar 3. Respon sistem proses


Dinamika proses juga dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi alih (G) atau
fungsi transfer (transfer function)
Input

Output

Gambar 4. Dinamika proses bentuk fungsi alih


.................................................................................................. (1)

Fungsi alih diperoleh dengan membuat model matematik dari sistem


dinamik. Sebagian besar model matematik sistem dalam teknik kimia
merupakan bentuk persamaan kompleks dan non linear, sehingga diselesaikan
dengan cara :
1. Analisa matematik
2. Simulasi Komputer
Pengukuran temperatur cairan untuk respon dinamis yang dapat di
gambarkan melalui sebuah persamaan differensial linier berorde 1. Pada
proses berorde 1, proses pengukuran dilakukan dengan mengamati perubahan
temperatur yang ditunjukkan oleh skala temperatur ketika termometer
mendapatkan input yang berupa fungsi tahap. (Sons, 1989)
Dalam dinamika proses ada 2 keadaan yang ditinjau yaitu :
1. Keadaan Tunak ( Steady State)
2. Keadaan Tidak Tunak (Unsteady State)
Untuk mempermudah penyelesaiaan bentuk kompleks dan non linier I
ubah menjadi bentuk linier disekitar kondisi tunak. Untuk mempelajari
karakeristik sistem proses dan kelakuannya diperlukan variabel bebas dan
variabel tidak bebas dari sistem.
Persamaan-persamaan hubungan antara variabel proses yang dapat
menggambarkan kelakuan dinamik proses terhadap perubahan waktu.
Persamaan hubungan anatara variabel-variabel bebas dan tidak bebas dapat
ditentukan dengan menggunakan prinsip kekekalan yang disebut persamaan
keadaan (equation of state).
Persamaan keadaan neraca massa :
Akumulasi = masukan keluaran + pembentukan...... (1)
Proses-proses kimia memiliki 3 kuantitas fundamental :
1. Massa

a. Massa Total
b. Massa Komponen
2. Energi total
3. Momentum
F1 ; Ca1 ; 1

F2;Ca2; 2
Gambar 5. Sistem tangki dengan input dan output
Neraca massa total :
(

= 1 F1- F2.(2)

Neraca massa komponen :


(

= Ca1 F1- Ca2 F2 v.(3)

Neraca energy total :


dE = d (U + K + P) = 1 F1 H1 2 F2 H2 Q ..(4)
dimana :
= densitas material sistem
1= densitas material arus inlet
2= densitas material arus outlet
V = volume total sistem

F1= laju alir volumetrik arus inlet


F2 = laju alir volumetrik arus outlet
Ca = konsentrasi molar A dalam sistem

Sedangkan proses yang akan dipelajari yaitu :


1. Proses pengosongan cairan dalam tangki
2. Proses pengukuran suhu dengan termometer
I.4. Hipotesis

Pada pengosongan tangki, semakin besar diameter keluaran pipa maka


waktu yang diperlukan untuk pengosongan tangki semakin cepat begitu
pula dengan harga K. Pada pengukuran suhu, waktu yang diperlukan untuk
mencapai titik yang dicapai lebih cepat dingin panas

Dengan rumus -A (dh/dt) = k . hnmaka parameter pengosongan tangki


dapat diperoleh

Dengan rumus (y/x) = 1

maka parameter konstanta waktu pada

pengukuran suhu dapat diperoleh

BAB II
PELAKSANAAN PERCOBAAN
II.1. Alat Dan Bahan
II.1.1 Bahan
1. Air
2. Es batu
II.1.2. Alat
1. Stopwatch
2. Jangka Sorong
II.2.Rangkaian Alat
1. Rangkaian alat pengosongan tangki
Keterangan :
1. Tangki
1

2. Kran

3. Meteran
2

Gambar 6. Rangkaian alat pengosongan tangki

2. Rangkain alat pengukuran suhu


Keterangan :
1. Termometer
2. Kompor listrik

3. Gelas beker berisi air


3

mendidih

4. Gelas

beker

berisi

air

dingin
5. Wadah air dan es batu
Gambar 7. Rangkaian alat pengukuran suhu

II.3.Cara Kerja Dan Bagan Alir


II.3.1. Cara Kerja
1.

Proses pengosongan tangki


Pada percobaan pengosongan tangki, pertama-tama memasang
kran dengan diameter 1,7 cm pada tangki dan mengisi tangki dengan
air sampai ketinggian 35 cm. Kemudian membuka kran dan secara
bersamaan

menghidupkan

stopwatch

lalu

menghitung

waktu

berkurangnya ketinggian fluida dalam tangki dengan interval 1 cm.


Melanjutkan dengan mengalirkan fluida melalui bukaan kran dengan
ukuran 2,148 cm dan 2,74 cm.
2. Proses pengukuran suhu
2.1. Pengukuran dingin ke panas
Pertama-tama menyiapkan alat dan bahan. Lalu mengambil
aquadest dengan volume 150 ml dan menuangkan dalam gelas

beker dan memanaskan air dari suhu 15 oC sampai dengan 90 oC.


Setelah itu,

menghidupkan stopwatch dan mencatat waktu

perubahan suhu setiap kenaikan 5 oC


2.2. Pengukuran panas ke dingin
Pertama-tama menyiapkan alat dan bahan, Lalu mengambil es
batu dan memecahkannya kecil-kecil. setelah itu, memasukan
dalam baskom yang berisi air, lalu meletakkan gelas beker yang
sudah panas ( bersuhu 90 oC) ke dalam wadah yang berisi air es
kemudian bersamaan dengan itu, menghidupkan stopwatch, lalu
mengamati dan mencatat waktu perubahan suhu setiap interval 5
o

C dari 90 oC sampai 15 oC.

II.3.2.Bagan Alir Cara Kerja


1. Proses pengosongan tangki
Memasang pipa pada tangki dengan diameter 1,7 cm

Mengisi tangki dengan air sampai ketinggian 35 cm

Membuka pipa dan menghidupkan stopwatch

Menghitung waktu berkurangnya ketinggian air dengan interval 1 cm

Melanjutkan dengan mengalirkan fluida melalui bukaan pipa dengan


diameter 2,148 cm dan 2,74 cm

10

2. Proses pengukuran suhu


a. Panas ke dingin
Menyiapkan alat dan bahan

Mengambil aquadest dengan volume 150 ml dan menuangkan


dalam gelas beker

Menghidupkan kompor dan memanaskan sampai suhu 90 oC

Memasukkan es ke dalam wadah

Memindahkan gelas beker kedalam wadah berisi es batu dan


mendinginkan sampai suhu 15oC

Mencatat waktu pada perubahan suhu dengan interval 5 oC

b. Dingin ke panas
Mendinginkan air sampai suhu 15 oC

Memanaskan kembali air dalam gelas beker sampai suhu 90oC

Mencatat waktu pada perubahan suhu dengan interval suhu 5 oC

11

II.4.Analisis Perhitungan
1. Proses pengosongan tangki
a. Mencari luas permukaan tangki
A = D2..(5)
b. Mencari perubahan ketinggian cairan setiap perubahan waktu
=

....(6)

c. Mencari h pada persamaan


=

.....(7)

d.Dengan metode Least Square


y=ax+nb
xy = a x2 + x b
Maka diperoleh :
.....(8)
....(9)
Dengan y = tinggi (h) ; x = waktu (t)
Sehingga persamaan garis : y = ax + b......(10)
e. Menentukan parameter pengosongan tangki
-A (dh/dt) = k .hn
Di linierisasi menjadi :
ln[-A (dh/dt)] = n ln h + ln k..(11)
y = ax + b
dengan: y = ln [-A (dh/dt)].(12)
x = ln h
a=n
b = ln k
2. Menentukan konstanta waktu thermometer
(y/x) = 1

....(13)

12

= 1 (y/x)
ln [1 (y/x)] = (-1/ ) t
y=ax
y = [1 (y/x)]
a = (-1/ )
= -(1/a).....(14)
= -1/a....(15)
x=t
dengan metode Least Square
y = a(x) + b N
b= 0
maka diperoleh:
a=

..(16)

dan diperoleh konstanta waktu termometer adalah :


= -1/a........(17)

13

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1. Hasil Percobaan


Ketinggian tangki mula mula (h0)

: 35

cm

Diameter tangki

: 70,95455

cm

Suhu lingkungan

: 30

Jumlah pipa

:3

buah

Tabel 1. Proses Pengosongan Tangki


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

H (cm)
Manual Actual
20
0
19
1
18
2
17
3
16
4
15
5
14
6
13
7
12
8
11
9
10
10
9
11
8
12
7
13
6
14
5
15

D1 = 1,7 cm
0
10,23
20,45
30,69
40,73
53,81
63,41
73,77
85,75
97,53
109,03
121,97
135,03
146,8
159,79
172,45

Waktu (detik)
D2 = 2,148 cm
0
6,89
13,03
19,81
26,81
34,05
42,13
49,21
57,81
64,71
72,59
81,85
90,93
100,91
109,57
120,23

D3 = 2,74 cm
0
5,24
11,26
18,06
24,36
30,58
37
44,04
51,18
58,82
67,02
75,42
83,88
94,4
104,48
114,32

14

Tabel 2. Proses Pengukuran Suhu

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Panas ke dingin
Waktu
T (oC)
(detik)
90
0
85
92,64
80
183,38
75
272,76
70
356,59
65
443,45
60
528,9
55
613,45
50
698,24
45
779,12
40
869,99
35
963,51
30
1068,65
25
1187,82
20
1356,6
15
1557,95

Dingin ke panas
Waktu
T (oC)
(detik)
15
0
20
18,77
25
42,33
30
84,05
35
101,25
40
118,05
45
137,61
50
197,23
55
226,39
60
252,89
65
284,19
70
318,56
75
381,71
80
461,47
85
541,91
90
630,54

15

III.2. Pembahasan
1. Hubungan tinggi cairan terhadap waktu pada proses pengosongan tangki
Tabel 3.Hubungan tinggi cairan dengan waktu pada pengosongan tangki
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

H (cm)
Waktu (detik)
Manual Actual
D1 = 1,7 cm
D2 = 2,148 cm D3 = 2,74 cm
20
0
0
0
0
19
1
10,23
6,89
5,24
18
2
20,45
13,03
11,26
17
3
30,69
19,81
18,06
16
4
40,73
26,81
24,36
15
5
53,81
34,05
30,58
14
6
63,41
42,13
37
13
7
73,77
49,21
44,04
12
8
85,75
57,81
51,18
11
9
97,53
64,71
58,82
10
10
109,03
72,59
67,02
9
11
121,97
81,85
75,42
8
12
135,03
90,93
83,88
7
13
146,8
100,91
94,4
6
14
159,79
109,57
104,48
5
15
172,45
120,23
114,32
Berdasarkan data percobaan yang diperoleh dapat dilihat bahwa

semakin besar diameter pipa aliran keluar tangki maka waktu yang dibutuhkan
untuk pengosongan tangki semakin cepat dikarenakan semakin besar diameter
pipa aliran keluar tangki maka debit yang keluar akan bertambah pula
sehingga waktu yang dibutuhkan pengosongan tangki lebih cepat. Hal ini
menunjukan bahwa banyaknya volume air yang dapat dikeluarkan persatuan
waktu pada proses pengosongan tangki berbanding lurus dengan besarnya
diameter pipa keluaran.
Dari perhitungan yang telah dilakukan didapatkan harga K pada
pipa keluaran dengan diameter 1,7 cm; 2,148 cm; 2,74 cm yaitu : 209,5936;
207,0712; 155,2657. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang ada yaitu semakin
besar diameter keluaran pipa maka harga K juga akan bertambah besar pula
(diameter

pipa

pengeluaran

berbanding

lurus

dengan

harga

K).
16

Ketidaksesuaian ini terjadi karena adanya kebocoran pipa sehingga output


yang keluar tidak terukur dan mempengaruhi waktu pengosongan tangki.
Proses pengosongan tangki untuk diameter yang berbeda-beda
dapat ditunjukkan pada grafik berikut :
25

Ketinggian (cm)

20
15

D= 1,7 cm
D= 2.148 cm

10

D= 2,74 cm
5
0
0

50

100
Waktu (detik)

150

200

Gambar 8. Hubungan waktu dengan tinggi pada proses pengosongan tangki

17

2. Konstanta waktu termometer ( )


Tabel 4.Hubungan suhu dengan waktu pada pengukuran suhu
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Panas ke dingin
Waktu
T (oC)
(detik)
90
0
85
92,64
80
183,38
75
272,76
70
356,59
65
443,45
60
528,9
55
613,45
50
698,24
45
779,12
40
869,99
35
963,51
30
1068,65
25
1187,82
20
1356,6
15
1557,95

Dingin ke panas
Waktu
T (oC)
(detik)
15
0
20
18,77
25
42,33
30
84,05
35
101,25
40
118,05
45
137,61
50
197,23
55
226,39
60
252,89
65
284,19
70
318,56
75
381,71
80
461,47
85
541,91
90
630,54

Berdasarkan data percobaan yang diperoleh dapat dilihat bahwa waktu (T)
yang diperoleh menunjukan bahwa proses pengukuran suhu dari dingin ke
panas lebih cepat dibandingkan dengan suhu panas ke dingin. Hal tersebut
sudah sesuai dengan teori yang ada karena respon thermometer terhadap
pengukuran suhu panas-dingin lebih besar daripada pengukuran dingin- panas
yang mengakibatkan molekul-molekul zat akan cenderung bergerak cepat
karena pada saat memanaskan air maka viskositas air akan semakin encer. Oleh
karena air yang semakin encer, partikel-partikel yang berada dalam air sangat
mudah bergerak sehingga hal ini mempengaruhi waktu untuk mencapai delta T
yang diinginkan.

18

Proses pengukuran suhu untuk panas-dingin dan dingin-panas dapat


ditunjukkan pada grafik berikut :
100
90
80
70
Suhu

60
50

dingin-panas

40

panas-dingin

30
20
10
0
0

500

1000

1500

2000

Waktu

Gambar 9. Hubungan waktu dengan suhu pada proses pengukuran suhu


Adanya persen kesalahan yang ada dalam percobaan ini disebabkan karena
adanya gangguan seperti udara luar yang mempengaruhi penurunan dan
peningkatan suhu, selain itu juga ketidaktetapan posisi thermometer pada saat
percobaan karena distribusi suhu dalam air tidak merata.

19

BAB IV
PENUTUP

IV. 1. Kesimpulan
Dari hasil percobaan dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa:
A. Proses Pengosongan Tangki
1. Semakin besar diameter pipa, maka waktu yang dibutuhkan untuk
pengosongan tangki semakin cepat.
2. Parameter pengosongan tangki adalah laju alir, luas penampang
tangki dan diameter pipa.
3. Persamaan-persamaan dan nilai K dan n yang didapat pada
pengosongan tangki :
a. Untuk D = 1,7 cm
y = 0,2036x + 5,3452
K = 209,5936
n = 0,2036
b. Untuk D = 2,148 cm
y = 0,3579x + 5,3331
K = 207,0712
n = 0,3579
c. Untuk D = 2,74 cm
y = 0,4987x + 5,0451
K = 155,2657
n = 0,4987
B. Proses Pengukuran Suhu
1. Dingin ke Panas
Waktu = 630,54 detik
= 298,4647
T

= 15 + 75 (1 e t\298,4647 )

20

2. Panas ke Dingin
Waktu = 1557,95 detik
= 862,5811
T

= 90 -75 (1 e t\862,5811 )

IV. 2. Saran

Agar hasil praktikum yang didapatkan baik, akan jauh lebih baik jika
alat-alat praktikum diganti yang baru karena alat-alat seperti pipa pada
pengosongan tangki sudah bocor.

Penambahan fasilitas agar mahasiswa dapat melakukan percobaan


setiap kelompok satu alat sehingga mahasiswa dapat praktek langsung.

21

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Dinamika Proses. http://Wikipedia.org//wiki/dinamika proses.
Diakses pada tanggal 20 November 2013,pukul 14.00 WIB.
Anonim.

2013.

Dinamika

Proses.http://Wikipedia.org//wiki/pengaruh

pengosongan tangki dalam dinamika proses. Diakses pada tanggal 20


November 2013,pukul 14.15 WIB.
Diyar, Siti Kholisoh. 2008. Dinamika Proses Pengukuran Suhu. Yogyakarta
Sons, Willey John. 1989. Process Dinamics and Control. USA: Homilton Printing
Company.

22

LAMPIRAN
LAPORAN ANALISA PERHITUNGAN

DINAMIKA PROSES PENGOSONGAN TANGKI


DANPENGUKURAN SUHU
D-11
A. Pengosongan Tangki
a. Untuk kran dengan diameter 1,7 cm
Menghitung Luas Tangki

= 3952,1203 cm2
Menghitung

[ ]=

= - 0,09775

Menghitung h pada persamaan ( hpers)


h=

= 19,5 cm

Persamaan

Dilinierisasi menjadi

= a x

+ b

23

Keterangan :
y=

a=n
x = ln h
b = ln K
Sehingga diperoleh :
x = ln (19,5) = 2,9704
y = ln (-3952,1203 0,097752) = 5,9567
Dengan cara perhitungan yang sama maka diperoleh
Tabel 7. Hasil penentuan parameter pengosongan tangki pada D = 1,7 cm
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

H H(pers) Waktu
dh/dt
x=ln h
-0,0978 2,9704
20
19,5
0
19
18,5
10,23 -0,0979 2,9178
18
17,5
20,45 -0,0977 2,8622
17
16,5
30,69 -0,0996 2,8034
16
15,5
40,73 -0,0765 2,7408
15
14,5
53,81 -0,1041 2,6741
14
13,5
63,41 -0,0965 2,6027
13
12,5
73,77 -0,0835 2,5257
12
11,5
85,75 -0,0849 2,4423
11
10,5
97,53 -0,087 2,3514
10
9,5
109,03 -0,0773 2,2513
9
8,5
121,97 -0,0766 2,1401
8
7,5
135,03 -0,085 2,0149
7
6,5
146,8 -0,077 1,8718
6
5,5
159,79 -0,079 1,7047
5
4,5
172,45

36,8737

y= ln (-A dh/dt)
5,9567
5,9577
5,9557
5,9754
5,7109
6,0202
5,9441
5,7988
5,8156
5,8397
5,7217
5,7125
5,8165
5,7178
5,7436
87,6867

x^2
Xy
8,8234 17,6938
8,5134 17,3831
8,1922 17,0464
7,8588 16,7513
7,5122 15,6527
16,099
7,1511
6,7740 15,4705
6,3793 14,6461
5,9651 14,2037
5,5290 13,7312
5,0683 12,8812
12,225
4,5799
4,0598 11,7196
3,5036 10,7026
9,7913
2,9062
92,8162 215,9977

y = ax + nb
xy = ax2 + bx
87,6867 = 36,8737a +15b

x36,8737

215,9977 = 92,8162a + 36,8737b

x15

24

3233,3 = 1359,7 a + 553,11 b


3240

= 1392,2 a + 553,11 b

-6,7

= -32,5a

= 0,2036

87,6867 = 36,8737 a + 15 b
87,6867 = ( 0,2036 ) x 36,8737 a + 15 b
b

= 5,3452

y=ax+b
y = 0,2036 x + 5,3452
Menghitung % kesalahan
y = 5,9567

x = 2,9704

y = 0,2036 (2,9704) + 5,3252


= 5,9501

% Kesalahan =
=

= 0,1108
Dengan cara perhitungan yang sama maka akan diperoleh :

25

Tabel 8. % Kesalahan
X
Y
Yhitung %kesalahan
2,9704 5,9567 5,9501
0,1108
2,9178 5,9577 5,9394
0,3072
2,8622 5,9557
5,928
0,4644
2,8034 5,9754 5,9161
0,9935
2,7408 5,7109 5,9033
3,3691
2,6741 6,0202 5,8897
2,1676
2,6027 5,9441 5,8752
1,1584
2,5257 5,7988 5,8595
1,0477
2,4423 5,8156 5,8425
0,4632
2,3514 5,8397
5,824
0,2679
2,2513 5,7217 5,8036
1,4323
2,1401 5,7125
5,781
1,1997
2,0149 5,8165 5,7555
1,048
1,8718 5,7178 5,7264
0,1491
1,7047 5,7436 5,6923
0,8919
% Kesalahan rata-rata
1,0047
25
20
Ketinggian (cm)

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

15
Y Data

10
5
0
0

50

100
Waktu (detik)

150

200

Gambar: 10. Hubungan antara ketinggian dengan waktu pada diameterkeluaran


pipa 1.7 cm

26

Menghitung parameter pengosongan tangki


Ln (

) = n ln h + ln K
y = ax

= 0,2036 x + 5,3452

= ln K

5,3452 = ln K
K

= 209,5936

= 0,2036

b. Untuk kran dengan diameter 2,148 cm

Menghitung Luas Tangki

= 3952,1203 cm2

Menghitung

[ ]=

= - 0,14514

Menghitung h pada persamaan ( hpers)


h=

= 19,5 cm

Persamaan

Dilinierisasi menjadi

= a x

+ b

27

Keterangan :
y=

a=n
x = ln h
b = ln K
Sehingga diperoleh :
x = ln (19,5) = 2,9704
y = ln (-3952,1203 x 0,14514) = 6,3519
Dengan cara perhitungan yang sama maka diperoleh
Tabel 9. Hasil penentuan parameter pengosongan tangki pada D = 2,148 cm
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

H
20
19
18
17
16
15
14
13
12
11
10
9
8
7
6
5

H(pers)
19,5
18,5
17,5
16,5
15,5
14,5
13,5
12,5
11,5
10,5
9,5
8,5
7,5
6,5
5,5
4,5

Waktu
0
6,89
13,03
19,81
26,81
34,05
42,13
49,21
57,81
64,71
72,59
81,85
90,93
100,91
109,57
120,23

dh/dt
-0,1451
-0,1629
-0.1475
-0,1429
-0,1381
-0,1238
-0,1412
-0,1163
-0,1449
-0,1269
-0,108
-0,1101
-0,1002
-0,1155
-0,0938
-

x=ln h
2,9704
2,9178
2,8622
2,8034
2,7408
2,6741
2,6027
2,5257
2,4423
2,3514
2,2513
2,1401
2,0149
1,8718
1,7047
36,8737

y= ln (-A dh/dt)
6,3519
6,4672
6,368
6,3361
6,3024
6,1926
6,3247
6,1302
6,3505
6,2177
6,0563
6,0759
5,9814
6,1233
5,9155
93,1939

x2
8,8234
8,5134
8,1922
7,8588
7,5122
7,1511
6,7740
6,3793
5,9651
5,5290
5,0683
4,5799
4,0598
3,5036
2,9062
92,8162

xy
18,8679
18,8698
18,2266
17,7624
17,2738
16,56
16,4613
15,4833
15,5101
14,6201
13,6345
13,0029
12,052
11,4616
10,0845
229,8707

y = ax + nb
xy = ax2 + bx

28

93,1939 = 36,8737a +15b

x36,8737

229,8707 = 92,8162a + 36,8737b x15

3436,4 = 135,97 a + 553,11 b


3448,1 = 139,22 a + 553,11 b

-11,7 = -32,5a
a

= 0,3579

87,6867 = 36,8737 a + 15 b
87,6867 = ( 0,3579 ) x 36,8737 a + 15 b
b

= 5,3331

y=ax+b
y = 0,3579 x + 5,3331

Menghitung % kesalahan
y = 6,3519

x = 2,9704

y = 0,3579 (2,9704) + 5,3331


= 6,3962
% Kesalahan =
=

= 0,6975
Dengan cara perhitungan yang sama maka akan diperoleh :

29

Tabel 10. % Kesalahan


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

X
y
2,9704
6,3519
2,9178
6,4672
2,8622
6,368
2,8034
6,3361
2,7408
6,3024
2,6741
6,1926
2,6027
6,3247
2,5257
6,1302
2,4423
6,3505
2,3514
6,2177
2,2513
6,0563
2,1401
6,0759
2,0149
5,9814
1,8718
6,1233
1,7047
5,9155
% Kesalahan rata-rata

yhitung
6,3962
6,3774
6,3575
6,3364
6,3141
6,2902
6,2646
6,2371
6,2072
6,1747
6,1389
6,099
6,0542
6,003
5,9432

%kesalahan
0,6975
1,3883
0,1652
0,0055
0,1854
1,5758
0,9504
1,7427
2,2558
0,6917
1,363
0,3803
1,2174
1,9641
0,4686
1,1575

25

Ketinggian (cm)

20
15
Y Data
10

Y Hitung

5
0
0

20

40

60

80

100

120

Waktu (detik)

Gambar 11. Hubungan antara ketinggian dengan waktu pada diameter

keluaran pipa 2.148 cm

30

Menghitung parameter pengosongan tangki


Ln (

) = n ln h + ln K
y = ax

= 0,3579 x + 5,3331

= ln K

5,3331 = ln K
K

= 207,0712

= 0,3579

c. Untuk kran dengan diameter 2,74 cm

Menghitung Luas Tangki

= 3952,1203 cm2

Menghitung

[ ]=

= - 0,19084

Menghitung h pada persamaan ( hpers)


h=

= 19,5 cm

Persamaan

Dilinierisasi menjadi

= a x

+ b

31

Keterangan :

y=

a=n
x = ln h
b = ln K
Sehingga diperoleh :
x = ln (19,5) = 2,9704
y = ln (-3952,1203) x ( 0,19084) = 6,6257
Dengan cara perhitungan yang sama maka diperoleh
Tabel 11. Hasil penentuan parameter pengosongan tangki pada D = 2,74 cm
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

H
20
19
18
17
16
15
14
13
12
11
10
9
8
7
6
5

H(pers)
19,5
18,5
17,5
16,5
15,5
14,5
13,5
12,5
11,5
10,5
9,5
8,5
7,5
6,5
5,5
4,5

Waktu
0
5,1
11,2
16,8
23,6
28,9
35,1
42
48,2
55,4
61,3
68,6
75,9
82,2
89,6
97,1

dh/dt
-0,1908
-0,1661
-0,1471
-0,1587
-0,1608
-0,1558
-0,142
-0,1401
-0,1309
-0,122
-0,119
-0,1182
-0,0951
-0,0992
-0,1016
-

x=ln h
2,9704
2,9178
2,8622
2,8034
2,7408
2,6741
2,6027
2,5257
2,4423
2,3514
2,2513
2,1401
2,0149
1,8718
1,7047
36,8736

y= ln (-A dh/dt)
6,6257
6,4869
6,3651
6,4415
6,4542
6,4226
6,3304
6,3163
6,2486
6,1779
6,1538
6,1467
5,9287
5,9715
5,9956
94,0653

x2
8,8234
8,5134
8,1922
7,8588
7,5122
7,1511
6,7740
6,3793
5,9651
5,5290
5,0683
4,5799
4,0598
3,5036
2,9062
92,8162

xy
19,681
18,9273
18,2182
18,0577
17,69
17,175
16,4761
15,9532
15,2613
14,5265
13,8539
13,1543
11,9458
11,1774
10,2209
232,3186

y = ax + nb
xy = ax2 + bx

94,0653 = 36,8737a +15b

x36,8737

232,3186 = 92,8162a + 36,8737b x15

32

3468,5 = 1359,7 a + 553,11 b


34848 = 1392,2 a + 553,11 b

-16,3 = -32,5a
a

= 0,4987

87,6867 = 36,8737 a + 15 b
87,6867 = ( 0,4987 ) x 36,8737 a + 15 b
b

= 5,0451

y=ax+b
y = 0,4987 x + 5,0451

Menghitung % kesalahan
y = 6,6257

x = 2,9704

y = 0,4987 (2,9704) + 5,1451


= 6,5264
% Kesalahan =
=

= 1,498
Dengan cara perhitungan yang sama maka akan diperoleh :

33

Tabel 12. % Kesalahan


x
y
Yhitung %kesalahan
2,9704 6,6257 6,5264
1,498
2,9178 6,4869 6,5002
0,2044
2,8622 6,3651 6,4725
1,687
2,8034 6,4415 6,4431
0,0259
2,7408 6,4542 6,4119
0,6552
2,6741 6,4226 6,3787
0,6835
2,6027 6,3304 6,3431
0,1999
2,5257 6,3163 6,3047
0,184
2,4423 6,2486 6,2631
0,2318
2,3514 6,1779 6,2177
0,6451
2,2513 6,1538 6,1678
0,2282
2,1401 6,1467 6,1124
0,5581
2,0149 5,9287 6,0499
2,0444
1,8718 5,9715 5,9786
0,1192
1,7047 5,9956 5,8953
1,6727
% Kesalahan rata-rata
0,7092
25
20
Ketinggian (cm)

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

15
Y Data

10
5
0
0

20

40

60

80

100

120

Waktu (detik)

Gambar 12.Hubungan antara ketinggian dengan waktu pada diameter

keluaran pipa 2.74 cm

34

25

Ketinggian (cm)

20
15

D= 1,7 cm
D= 2.148 cm

10

D= 2,74 cm
5
0
0

50

100
Waktu (detik)

150

200

Gambar 13. Hubungan antara waktu dengan ketinggian pada ketiga diameter

pipa dalam satu grafik

Menghitung parameter pengosongan tangki


Ln (

) = n ln h + ln K
y = ax

= 0,4987 x + 5,0451

= ln K

5,0451 = ln K
K

= 155,2657

= 0,4987

B. Pengukuran Suhu

a. Pengukuran dari dingin ke panas


Menghitung x
x = T1 T0

keterangan : T = suhu termometer

= (90-15)oC

T0 = suhu mula-mula

= 75oC

T1 = suhu akhir
35

Menghitung y
y = T T0
= (15-15)oC
= 0oC
Parameter Pengukuran Suhu
t

T T0
1 e
Ti T0
t

y
1 e
x

y
1 e
x

Dilinierisasikan menjadi :

y 1

Ln1 .t
x

Y aX
Keterangan :

Y Ln1
x

1
a

X t
Dengan metode Least Square :

Y a(X ) b.N

,b 0

Maka diperoleh :

Y
X

36

Dengan cara perhitungan yang sama maka akan diperoleh :


Tabel 13.Hasil penentuan parameter konstanta waktu temperatur untuk proses

dingin panas
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

T
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80
85
90

T1-T0
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75

T-T0
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75

y/x
0
0,066667
0,133333
0,2
0,266667
0,333333
0,4
0,466667
0,533333
0,6
0,666667
0,733333
0,8
0,866667
0,933333
1

1-y/x
1
0,933333
0,866667
0,8
0,733333
0,666667
0,6
0,533333
0,466667
0,4
0,333333
0,266667
0,2
0,133333
0,066667
0

x=t
0
18,77
42,33
84,05
101,25
118,05
137,61
197,23
226,39
252,89
284,19
318,56
381,71
461,47
541,91
630,54
3796,95

y= ln1-y/x
0
-0,069
-0,1431
-0,2231
-0,3102
-0,4055
-0,5108
-0,6286
-0,7621
-0,9163
-1,0986
-1,3218
-1,6094
-2,0149
-2,7081
0
-12,7215

Dari tabel diperoleh :


x = 3796,95
y = -12,7215
Maka diperoleh :
a =

y
x

12 7215

= -0,00335
== 298,4676

37

Sehingga diperoleh persamaan garis :


= 1-

= 1-

= 1T hitung = 19,5713
% Kesalahan =
=

data

hitung
data

20
20

x 100

x 100

= 2,1433 %
Dengan cara perhitungan yang sama maka akan diperoleh :
Tabel 14. % kesalahan dari dingin ke panas
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Waktu
Tdata
Thitung
0
15
15
18,77
20
19,5713
42,33
25
24,917
84,05
30
33,4071
101,25
35
36,5763
118,05
40
39,5003
137,61
45
42,7037
197,23
50
51,2675
226,39
55
54,8726
252,89
60
57,857
284,19
65
61,0571
318,56
70
64,2053
381,71
75
69,1242
461,47
80
74,0197
541,91
85
77,795
630,54
95
80,9307
%kesalahan rata - rata

%kesalahan
0
2,1433
0,3321
11,3571
4,5036
1,2493
5,103
2,535
0,2316
3,5716
6,066
8,2782
7,8344
7,4754
8,4765
10,077
4,9521

38

90
80
70

Suhu

60
50
40

T Data

30

Y Hitung

20
10
0
0

10

15

20

Waktu

Gambar 14. Hubungan antara waktu dengan suhu pada proses dingin panas

b. Pengukuran suhu dari panas ke dingin


Menghitung x
x = T1 T0

keterangan : T = suhu termometer

= (15-90)oC

T0 = suhu mula-mula

= -75oC

T1 = suhu akhir

Menghitung y
y = T T0
= (15-15)oC
= 0oC
Parameter Pengukuran Suhu
t

T T0
1 e
Ti T0
t

y
1 e
x

39

y
1 e
x

Dilinierisasikan menjadi :

y 1

Ln1 .t
x

Y aX
Keterangan :

Y Ln1
x

1
a

X t
Dengan metode Least Square :

Y a(X ) b.N

,b 0

Maka diperoleh :

Y
X

Dengan cara perhitungan yang sama maka akan diperoleh :

40

Tabel 15. Hasil penentuan parameter konstanta waktu temperatur untuk proses
panas dingin
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

T
90
85
80
75
70
65
60
55
50
45
40
35
30
25
20
15

T1-T0
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75
-75

T-T0
0
-5
-10
-15
-20
-25
-30
-35
-40
-45
-50
-55
-60
-65
-70
-75

y/x
0
0,0667
0,1333
0,2
0,2667
0,3333
0,4
0,4667
0,5333
0,6
0,6667
0,7333
0,8
0,8667
0,9333
1

1-y/x
1
0,9333
0,8667
0,8
0,7333
0,6667
0,6
0,5333
0,4667
0,4
0,3333
0,2667
0,2
0,1333
0,0667
0

x=t
0
92,64
183,64
272,76
356,59
443,45
528,9
613,45
698,24
779,12
869,99
963,51
1068,65
1187,82
1356,6
1557,95
10973,31

y= ln1-y/x
0
-0,069
-0,1431
-0,2231
-0,3102
-0,4055
-0,5108
-0,6286
-0,7621
-0,9163
-1,0986
-1,3218
-1,6094
-2,0149
-2,7081
0
-12,7215

Dari tabel diperoleh :


x = 10973,31
y = -12,7215

Maka diperoleh :
a =

y
x

12 7215

= -0,00116
== 862,5811

41

Sehingga diperoleh persamaan garis :


= 1-

= 1-

= 1-

T hitung = 82,3626
% Kesalahan =
=

data

hitung
data

85 8
85

x 100

x 100

= 3,1029 %
Dengan cara perhitungan yang sama maka akan diperoleh :
Tabel 16. % kesalahan dari panas ke dingin
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Waktu

Tdata
Thitung
0
90
90
92,64
85
82,2636
183,64
80
75,618
272,76
75
69,6678
356,59
70
64,6049
443,45
65
59,853
528,9
60
55,6228
613,45
55
51,8298
698,24
50
48,3818
779,12
45
45,394
869,99
40
42,355
963,51
35
39,5443
1068,65
30
36,7277
1187,82
25
33,9241
1356,6
20
30,561
1557,95
15
27,3214
%kesalahan rata - rata

%kesalahan
0
3,1029
5,4775
7,1096
7,7073
7,9184
7,2954
5,7639
3,2364
0,8756
5,8875
12,9837
22,4258
35,6963
52,8049
82,1428
16,2768

42

90
80
70

Suhu

60
50
40

T Data

30

T Hitung

20
10
0
0

200

400

600

800

1000

Waktu

Gambar 15. Hubungan antara waktu dengan suhu pada peoses panas dingin

100
90
80
70
Suhu

60
50

dingin-panas

40

panas-dingin

30
20
10
0
0

500

1000

1500

2000

Waktu

Gambar 16. Hubungan waktu dengan suhu pada proses pengukuran suhu

43

Pertanyaan dan jawaban


1. Penanya

: Gede Sumawisesa Hendrajaya (Asisten)

Pertanyaan : Jelaskan pengertian dari konduksi, konveksi dan radiasi ?


Jawaban

: Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat penghantar


tanpa

disertai

perpindahan

bagian-bagian

zat

itu,

perpindahan kalor dengan cara konduksi pada umumnya


terjadi pada zat padat.
Konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat penghantar
yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat itu,
pada umumnya zat penghantar yang dipakai berupa zat cair
dan gas
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat
perantara, pancaran kalor hanya terjadi dalam gas atau
ruang hampa.
2. Penanya

: Ivan Adisetya (Asisten)

Pertanyaan : Kenapa pada pengukuran suhu dari panas ke dingin lebih


lambat dari pada dari dingin ke panas ?
Jawaban

: Karena pada proses pemanasan partikel yang berada dalam


air

mengalami

percepatan

gerak

sedangkan

pada

pendinginan mengalami perlambatan gerak. Oleh karena itu


rentang kenaikan suhu( T) pada pemanasan lebih besar
dibandingkan pada pendinginan.
3. Penanya

: Ihksan Solikhudin ; NIM : 121130005

Pertanyaan : Sebutkan contoh dari gangguan dan variabel termanipulasi ?


Jawaban

: Contoh gangguan : suhu lingkungan, penambahan air pada


pengosongan tangki, goncangan pada tangki, kebocoran
tangki, kandungan air. Contoh variabel termanipulasi :
Diameter keluaran, ketinggian air, suhu air.

4. Penanya

: Abhyaha Satwika ; NIM : 121130016

Pertanyaan : Jelaskan perbedaan antara orde 1 dan orde 2 ?

44

Jawaban

: Pada orde 1 alat yang digunakan ialah termometer


sedangkan pada orde 2 alat yang digunakan adalah
termowel. Hal ini dilakukan karena pada orde 1 digunakan
pada suhu biasa sedangkan pada orde 2 digunakan untuk
suhu ektrim.

5. Penanya

: Utami Putri Rahmasari; NIM : 121130050

Pertanyaan : Faktor apa saya yang mempengaruhi dinamika pengosongan


tangki?
Jawaban

: Ketinggian, diameter pipa keluaran, tekanan tangki, volume


air, dan viskositas.

45

Anda mungkin juga menyukai