Anda di halaman 1dari 6

MATERI SL VI

REPOSISI DISLOKASI TMJ


Ester H. Lodra, drg,Sp.BM
Fredy Mardiyantoro,drg,Sp.BM

Catatan awal : MAHASISWA HARUS MENGHAFAL ANATOMI TMJ MELIPUTI:


1.TULANG SENDI
2.LIGAMEN DAN DISKUS
3.MUSKULUS meliputi letak, origo,insersio
4. OTOT-OTOT MEMBUKA MENUTUP MULUT

Pendahuluan
Sendi temporo mandibula joint (TMJ) merupakan suatu sendi yang
menghubungkan antara mandibula dan tulang tengkorak. Sendi TMJ didukung oleh
struktur : komponen artikulasi tulang, diskus artikularis, kapsul, ligamen-ligamen,
serta suplai darah dan persarafan untuk otot-otot yang berinsersi pada sendi tersebut.
Beberapa anatomi yang harus diketahui posisinya adalah :

Temporalis muscle

Trapezeus muscle

Zygomatic arch

Lateral pterygoid muscle

Masseter muscle

Medial pterygoid muscle

Digastric muscle

Coronoid process

Sternocleidomastoid muscle

Condylar process

Cervical spine

Gambar sebagian musculus di TMJ

ALAT DAN BAHAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kursi dengan penahan kepala


Handskoon
Kacamata pelindung
Masker
Finger protector
Kasa gulung / elastic bandage

Pemeriksaan Temporomandibular Joint

Anamnesis
Ditanyakan berapa lama keluhannya muncul, keluhan di sisi mana,
apakah ada nyeri di daerah lain, riwayat sebelumnya apakah ada kebiasaan
buruk atau kecelakaan, perawatan gigi yang pernah didapatkan, riwayat
penggunaan gigi palsu dan gigi kawat.

Pemeriksaan klinis

Inspeksi

Untuk melihat adanya kelainan sendi temporomandibular perlu diperhatikan


gigi, sendi rahang dan otot pada wajah serta kepala dan wajah.

- Apakah ada penonjolan di daerah TMJ

- Apakah ada asimetri wajah (dilihat dari depan dan dari atas pasien)

- Apakah oklusi giginya baik dan gigi dalam lengkung rahang yang benar

-Apakah ada deviasi saat membuka dan menutup mulut

Palpasi

Pemeriksaan dengan cara palpasi sisi kanan dan kiri pada dilakukan pada
sendi dan otot pada wajah dan daerah kepala.

A. Muscular Resistance Testing:

Tes yang dilakukan untuk membantu mencari lokasi nyeri yang terdiri dari :

1. Resistive opening

mendeteksi rasa nyeri pada ruang inferior m. pterigoideus lateral


2. Resistive closing
mendeteksi rasa nyeri pada m. temporalis, m. masseter, dan m. pterigoideus
medial

3. Resistive lateral movement

mendeteksi rasa nyeri pada m. pterigoideus lateral dan medial yang


kontralateral

4. Resistive protrusion

mendeteksi rasa nyeri pada m. Pterigoideus lateral

5. Resistive retrusion

mendeteksi rasa nyeri pada bagian posterior m. temporalis

B. Pemeriksaan tulang belakang dan cervikal:


Pasien dengan masalah TMJ juga dapat memperlihatkan gejala pada
cervikal. Pada kecelakaan kendaraan bermotor sering menunjukkan kelainan
pada cervikal maupun TMJ. Evaluasi pada cervical dilakukan dengan cara :

1. Menyuruh pasien berdiri pada posisi yang relaks, kemudian dokter menilai
apakah terdapat asimetris kedua bahu atau deviasi leher

2. Menyuruh pasien untuk menghadap kesamping untuk melihat postur leher


yang terlalu ke depan

3. Menyuruh pasien untuk memutar (rotasi) kepalanya ke setiap sisi, dimana


pasien seharusnya mampu untuk memutar kepala sekitar 80 derajat ke setiap
sisi.

4. Menyuruh pasien mengangkat kepala ke atas (ekstensi) dan ke bawah


(fleksi), normalnya pergerakan ini sekitar 60 derajat

5. Menyuruh pasien menekuk kepala kesamping kiri dan kanan, normalnya


pergerakan ini 45 derajat

C. Pemeriksaan pada Sendi TMJ

a. Jari telunjuk operator dimasukkan ke lubang telinga dan ibu jari memegang
sisi depan telinga, pasien disuruh membuka dan meutup mulut secara
perlahan. Evaluasi apakah ada gerakan yang berbeda antara sisi kanan dan
kiri.

b. Apabila terjadi dislokasi di satu sisi maka head condyle akan menonjol
disatu sisi, sedang condyle sisi lainnya ada didalam fosa condylaris.Sedangkan
mandibula akan bergeser ke arah kontralateral dari sendi yang dislokasi

c. Apabila terjadi fraktur pada neck condyle, maka pada saat membuka mulut,
tidak teraba pergerakan sendi di sisi yang patah

Auskultasi : Joint sounds

Bunyi sendi TMJ terdiri dari kliking dan krepitasi. Kliking adalah bunyi
singkat yang terjadi pada saat membuka atau menutup mulut, bahkan
keduanya. Krepitasi adalah bersifat difus, yang biasanya berupa suara yang
dirasakan menyeluruh pada saat membuka atau menutup mulut bahkan
keduanya. Krepitasi menandakan perubahan dari kontur tulang seperti pada
osteoartrosis. Kliking dapat terjadi pada awal, pertengahan, dan akhir
membuka dan menutup mulut. Bunyi klik yang terjadi pada akhir membuka
mulut menandakan adanya suatu pergeseran yang berat. TMJ kliking sulit
didengar karena bunyinya halus, maka dapat didengar dengan menggunakan
stetoskop.

Range of motion

Pemeriksaan pergerakan Range of Motion dilakukan dengan pembukaan

mulut secara maksimal, pergerakan dari TMJ normalnya lembut tanpa bunyi
atau nyeri. Mandibular range of motion diukur dengan :

Maximal interticisal opening (active and passive range of motion)

Lateral movement

Protrusio movement

DISLOKASI TMJ

Penyebab

Penderita dengan fossa mandibula yang dangkal dan kondilus yang tidak

berkembang.
Anatomi yang tidak normal serta kerusakan dari stabilitas ligamen yang

cenderung menimbulkan dislokasi berulang.


Membuka mulut yang terlalu lebar dan lama.
Ada riwayat trauma mandibula yang disertai multipel trauma.
Diskoordinasi otot karena pemakaian obat-obat tertentu akibat gangguan
neuologis.

Penatalaksanaan dislokasi TMJ tergantung pada keadaan akut atau

kronis. Pada keadaan akut yang masih memungkinkan untuk dilakukan reposisi
secara manual sebaiknya sesegera mungkin sebelum spasme otot bertambah dalam.
Sedangkan pada dislokasi kronis rekuren diperlukan prosedur pembedahan.

Prosedur Reposisi

Prosedur terapi manual merupakan metode reduksi yang telah lama


diperkenalkan oleh Hipokrates pada abad ke 5 SM dan bertahan hingga saat ini.

Tahapannya adalah ;
Operator berada di depan pasien.
Pasien harus berada pada posisi dimana kepala mendapat penahan yang

cukup kuat
Letakkan ibu jari pada daerah retromolar pad pada kedua sisi mandibula dan

jari-jari yang lain memegang permukaan bawah mandibula.


Berikan tekanan ke inferior pada molar rahang bawah untuk membebaskan

kondilus dari posisi terkunci di depan eminensia artikulare.


Dorong mandibula ke belakang untuk mengembalikan pada posisi

anatomisnya.
Reposisi yang berhasil ditandai dengan kembalinya oklusi gigi geligi dengan
cepat karena spasme otot masseter.

Pemasangan Barton head bandage untuk mencegah dislokasi kembali selama

24-48 jam.
Pemberian analgesik.

Instruksi
setelah
- Difiksasi dengan bandage
- Tidak boleh membuka mulut
atau menguap dijaga agar
lebar

tindakan
minimal 24 jam
lebar, apabila tertawa
membukanya

tidak