Anda di halaman 1dari 2

RESUME

KRONCONG, INDONESIAN POPULAR MUSIC


OLEH JUDITH BECKER
UNIVERSITY OF TEXAS PRESS

Kroncong adalah jenis musik yang terkenal di seluruh Indonesia, musik kroncong
diperkenalkan atau dibawa oleh bangsa Portugis sekitar abad ke 16. Gaya vocal khas Eropa
serta akord yang mudah dalam permainan gitarnya dapat dikatakan bahwa keroncong adalah
jenis musik populer. Seiring perkembangannya kroncong telah beradaptasi dengan daerahnya,
jadi kroncong telah berbaur atau menyatu dengan karakteristik musik musik daerah khas
Indonesia. Sejarah kroncong bahkan berbagai jenis kroncong telah tumbuh di berbagai daerah
di Indonesia yang membuat kroncong memiliki ciri khasnya masing masing dengan gaya
musik yang berbeda juga yang telah dipadukan dengan karakteristik daerah - daerah di
Indonesia.
Kroncong pertama kali dibawa ke Indonesia bagian timur (the Moluccas)
bersamaan dengan alat musik asing berbentuk seperti gitar oleh para pelaut dari Portugis, dan
dengan cepat musik tersebut diterima dan dikenal oleh orang Indonesia timur kala itu. Daerah
Indonesia timur adalah pusat perdagangan dan juga termasuk daerah pesisir seperti
Banjarmasin di Kalimantan, Makassar di Sulawesi, dan Ambon juga Ternate di Maluku,
semua daerah tersebut memiliki karakteristik yang cenderung sama. Banyaknya pelabuhan
dan dijadikanya pusat perdagangan sangat memudahkan bangsa lain tepatnya bangsa Portugis
untuk masuk dan membawa musik kroncong ke Indonesia timur.
Kroncong menyebar luas seiring berjalannya waktu, terbukti sebelum abad 19
akhir musik kroncong masuk dan berkembang di pulau Jawa tepanya daerah pesisir Jakarta.
Musik kroncong menjadi ciri khas orang orang di pulau Jawa dan diidentikan dengan
buaya atau jago yang berarti anak muda berpakaian bagus, flamboyan, tampan,
berkumis, dan menghabiskan waktunya dengan berjudi ayam, mabuk mabukan bahkan
menggoda wanita. Kroncong buaya atau jago menjadi komersil di daerah pelabuhan Jawa dan
menyebar ke pelosok Jawa lainnya. Pasar malam adalah bagian yang sangat penting dalam
pertunjukan kroncong, disetiap pergelarannya selalu ada panggung untuk musik kroncong
tampil.
Di daerah madura kroncong diidentikan dengan ketradisionalan khas madura,
seperti dalam pakaian, memakai baju klasik, celana gombrang, dan sabuk yang besar tidak
lupa baju khas madura dengan garis garis merah dan putih serta perhiasannya. Dalam tari
tradisional Madura yaitu ngremo, para penari memakai kerincing yang diikat di kakinya,
dan setiap gerakannya menimbulkan suara kroncong, maka dari situlah nama musik
kroncong diambil. Kroncong juga dapat diartikan untuk nama gitar kecil sebagai pengiring
lagu yang berbunyi sama.
Selama abad ke 20 berlangsung kroncong menyebar ke daerah perkotaan Jawa
Tengah yang membuat kroncong berubah secara menarik, dimana kroncong disesuaikan
dengan sistem nilai nilai yang berbeda dengan karakteristik di daerah pesisir. DI Jawa

Tengah Kroncong diadaptasi sesuai dengan sistem nilai juga budaya khas Surakarta dan
Yogyakarta. Kroncong telah di gamelanisasi yang berarti secara musikal telah berubah
seperti layaknya musik gamelan, serta nilai yang terkandung di gamelan diterapkan pada
musik kroncong tersebut. Penyanyi kroncong paling terkenal di Jawa Tengah yaitu wanita
elegan bernama Waldjinah memperkenalkan dan memasukan vocal ala Solo dan langgam
jawa ke dalam musik kroncong, yang membuat kroncong dapat diterima oleh orang orang
Jawa Tengah yang teguh terhadap budayanya.
Bapak Presiden Indonesia menyadari tentang kesulitan bangsa Indonesia dalam
mencari jati diri bangsanya karena pasca kemerdekaan sangat banyak budaya asing yang
masuk ke Indonesia. Bangsa Indonesia butuh suatu identitas diri dan juga simbol yang
mencerminkan budaya Indonesia, maka dipilihlah musik karena bisa mengekspresikan suatu
identitas budaya. Agar musik tradisional Indonesia berkembang dan dikenal oleh masyarakat
luas didirikanlah Konservatori Musik Nasional di Surakarta dengan harapan bisa membuat
suatu inovasi yang lebih banyak tentang musik gamelan agar bisa diterima oleh masyarakat
luar Jawa.
Sekitar tahun 1960 mulai berlangsungnya era komersialisasi musik di Indonesia,
para musisi Jawa dituntut harus bisa menciptakan karya agar menarik turis asing untuk
datang ke Indonesia agar dapat meningkatkan ekonomi. Maka dibuatlah modernisasi musik
kroncong yang diawali dengan memasukan alat musik orkestra barat ke dalam musik
kroncong pada tahun 1961 di Worlds Fair oleh BrigJen. Pirngadie yang dinamakan dengan
Kroncong Beat.
Sesudah kesuksesan dari modernisasi musik kroncong, maka muncul aransemen
kroncong lain, seperti memasukan unsur musik rock ke dalam musik kroncong oleh grup
band The Steps yang telah bermain di klub malam Singapura, Bangkok, Manila dan
Hongkong dari sinilah awal mula populernya musik kroncong di asia. Berasal dari musik
asing yang dibawa oleh bangsa Portugis pada abad ke 17, 18, dan 19, lalu menyebar ke pulau
Jawa dan di gamelanisasi pada abad ke 20, dan setelah kemerdekaan Indonesia
dijadikanlah musik kroncong sebagai musik pan-Indonesia yang mencerminkan ekspresi
budaya.