Anda di halaman 1dari 2

BAB III

KESIMPULAN

Angka kejadian infeksi Salmonella pada pasien hamil adalah sama dengan
populasi umum (0,2%). Transmisi vertikal dari Salmonella terjadi melalui
transplasenta penyebaran atau karena bakteremia selama persalinan atau karena
kontaminasi tinja pada jalan lahir. Kejadian kematian janin dalam tifoid yang
tidak diobati dapat setinggi 80%.
Pengaruh infeksi tifoid pada kehamilan yaitu adanya panas yang lama dan tinggi
di samping keadaan umum yang jelek sehingga menyebabkan keguguran,
persalinan prematur, dan kematian janin intrauterine terutama jika terjadi infeksi
pada trimester pertama dan kedua. Morbiditas dan mortalitas bisa terjadi lebih
tinggi pada kehamilan. Kultur darah langsung yang diikuti dengan identifikasi
mikrobiologi adalah standar emas untuk mendiagnosa demam tifoid.
Tatalaksana dari demam tifoid pada kehamilan yaitu tirah baring, diet makanan
encer, rehidrasi, antipiretik, dan pemberian antibiotik. Antibiotik yang
direkomendasikan yaitu cefotaxime 200 mg/kgBB IV per 24

jam

dibagi

menjadi 3-4 dosis. Kloramfenikol tidak dianjurkan pada trimester ke-3 kehamilan
karena dikhawatirkan dapat terjadi partus premature, kematian fetus intrauterine,
dan grey syndrome pada neonatus.

18

19

DAFTAR PUSTAKA
1. Hanafiah, TM. Diagnosis Kehamilan dalam Ilmu Kebidanan. PT Bina
Pustaka. Jakarta. 2010 : 216
2. Manuaba, dkk. Pengantar Kuliah Obstetri. EGC. Jakarta. 2007: 631-642
3. Sastrawinata, dkk. Ilmu Kesehatan Reproduksi Obstetri Patologi. Edisi
Kedua. EGC. Jakarta. 2003: 105
4. Widodo, Djoko. Demam Tifoid. Buku Ajar Penyakit Dalam Jilid III. Edisi
V. Interna Publishing. Jakarta. 2009: 1775-77
5. 5.
Poonia S, Satia MN, Torame VP, Natraj G. Vertical transmission of
Salmonella typhi. JPGO 2015. Volume 2 No. 1. Available from:
6. http://www.jpgo.org/2015/01/vertical-transmissionofsalmonella.
html diakses tanggal 2 Februari 2016
7. Depkes RI. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Dasar dan
Rujukan. Edisi Pertama. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2013:
165-66
8. Putu Surya, I Gede. Penyakit Infeksi. dalam Ilmu Kebidanan. PT.Bina
Pustaka. Jakarta. 2010: 917-18
9. Parry CM. Typhoid fever. N Engl J Med 2002 ; 347(22): 1770-82
10. Chervenak, MD. Text Book Perinatal Medicine Third Edition, Volume 2.
The Health Sciences Publisher: New Delhi. 2015: 1487
11. Baker et al. Searching For The Elusive Typhoid Diagnostic. BMC
Infectious Diseases 2010: 45
12. Schaefer. Drugs during Prenancy and Lactation. Elsevier. USA. 2003: 64
13. Gleicher, Nobert. Principles Medical Therapy for Pregnancy. Plenum
Medical Book Company. 2012: 45
14. Sinsin, Iis. Seri Kesehatan Ibu dan Anak Masa Kehamilan dan Persalinan.
Penerbit PT Elex Media Komputindo : Jakarta.2008: 46
15.
Vigliani. Bakardjiev. First Trimester Typhoid Fever with
Vertical Transmission of Salmonella Typhi, an Intracellular
Organism.CaseReportsinMedicineVolume2013.2013:15