Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

GENETIKA POPULASI
Anodontia

Disusun Oleh :
Nama

: Awaluddin

NIM

: 0807025084

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2010

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Anodontia adalah suatu keadaan di mana semua benih gigi tidak terbentuk
sama sekali, dan merupakan suatu kelainan yang sangat terjadi. Anodontia dapat
terjadi hanya pada periode gigi tetap/permanen, walaupun gigi sulung terbentuk
dalam jumlah yang lengkap. Sedangkan bila yang tidak terbentuk hanya beberapa
gigi saja, keadaan tersebut disebut hypodontia atau oligodontia. Anodontia kadang
ditemukan sebagai bagian dari suatu sindroma yaitu kelainan yang disertai dengan
berbagai gejala yang timbul secara bersamaan.
Anodontia ditandai dengan tidak terbentuknya semua gigi dan lebih sering
mengenai

gigi-gigi

tetap

dibanding

gigi

sulung.

Anodontia

biasanya

membutuhkan pemeriksaan radiografik untuk memastikan memang semua benih


gigi benar-benar tidak terbentuk.
Perawatan terhadap orang yang terkena Anodontia ini dapat berkonsultasi
dengan dokter gigi sedini mungkin bil terjadi kecurigaan terjadinya kelainan ini.
Perawatan yang biasanya diberikan oleh dokter gigi biasanya adalah pembuatan
gigi tiruan.
Adapun hal yang melatar belakangi pembuatan makalah ini adalah untuk
mengetahui macam-macam kelainan genetik yang biasa terjadi pada manusia.
Selain anodontia juga ada hemofili, buta warna dan lain-lain.
1.2 Tujuan
1. Mengetahui tentang anodontia.
2. Mengetahui penyebab dari kelainan anodontia.
3. Mengetahui pembagian anodontia

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Anodontia merupakan salah satu dari jenis anomali. Di mana pengertian


anomali yaitu Gigi yang bentuknya menyimpang dari bentuk aslinya.
Faktor-faktor penyebabnya :
a.
b.
c.
d.

Herediter
Gangguan metabolisme
Gangguan pertumbuhan
Gangguan perkembangan

Dapat terjadi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Gigi permanent = decidui


Gigi atas = gigi bawah
Kelebihan gigi / supernumerary tooth
Anodontia (lengkap/sebagian) tidak ada benih gigi
Perubahan bentuk (mahkota/akar)
Gigi bersatu / fused teeth
Tidak adanya gigi geligi secara kongenital.ini dapat melibatkan semua atau

beberapa gigi ,baik gigi susu maupun gigi tetap,atau hanya gigi tetap saja.
Anodontia adalah suatu keadaan di mana semua benih gigi tidak terbentuk
sama sekali, dan merupakan suatu kelainan yang sangat jarang terjadi. Anodontia
dapat terjadi hanya pada periode gigi tetap/permanen, walaupun semua gigi
sulung terbentuk dalam jumlah yang lengkap.
Sedangkan bila yang tidak terbentuk hanya beberapa gigi saja, keadaan
tersebut disebut hypodontia atau oligodontia. Anodontia atau dalam istilah
kedokteran gigi disebut anodontia vera adalah gangguan pertumbuhan gigi yang
disebabkan oleh jumlah gigi yang kurang dari normal, yang menurut tim ADA
(American Dental Assosiation), dalam keadaan normal jumlah gigi dasar/susu
adalah 20 dan gigi permanent sebanyak 32. Anodontia termasuk dalam kriteria
gangguan maloklusi yaitu susunan gigi yang tidak beraturan dan hubungan gigi
antara rahang atas dan bawah tidak ideal. Anodontia vera termasuk penyakit
genetik yang jarang terjadi tetapi selalu ada kemungkinan penyakit ini dapat
terjangkit.
Anodontia ada 2 macam

1. Anodontia lengkap
anodontia lengkap kebanyakan disebabkanoleh penyakit herediter (sex-linked
genetic trait),hal ini jarang sekali terjadi.
2. Anodontia sebagian
Anodontia sebagian biasanya kongenital.kehilangan satu atau beberapa gigi di
dalam rahang meskipun belum terbukti karena herediter tetapi tendens untuk
tidak ada gigi yang sama pada suatu keluarga sering dijumpai.
Anodontia terdiri dari 2 macam , yaitu :
1. Hypodontia penderita yang kekurangan 1 sampai 6 gigi dari jumlah gigi yang
normal. Hypodontia dapat mengenai pria atau wanita , ras apapun dan gigi
sulung atau tetap . Kira yaitu kira 5 persen dari penduduk mngalami
kecenderungan cukup umum.Gigi tidak ada bawaanyang paling sering adalah
molar 3 , diikuti premolar kedua bawah , premolar kedua atas dan insisivus
lateral atas . Ruang yang tampak atau gigi sulung persistensi sering merupakan
tanda klinis dari keadaan ini . Menghitung gigi-gigi bersama dengan radiograf
memastikan keadaan tersebut.
2. Oligodontia yaitu suatu keadaan dimana penderita kekurangan lebih dari 6
gigi dari jumlah normal. Keadaan ini mungkin bisa terjadi pada gigi
dasar/susu dan gigi permanent, akan tetapi sebagian besar kasus terjadi pada
gigi permanent. Penyebab anodontia, baik total maupun parsial, adalah
berhubungan dengan faktor genetika, faktor lingkungan, Sotos Syndrome,
Goltz Gorlin Syndrome, dan lain-lain.
Urutan gigi geligi yang anodontis :
a. Gigi pertama yang paling sering hilang ialah M 3 tetap.M3 atas lebih sering
hilang daripada M3 bawah.
b. Gigi kedua yang paling sering hilang ialah I 2 atas tetap .Kira kira 1 sampai 2
persen dari penduduk kehilangan satu atau kedua-duanya gigi I2 atas.
c. Gigi ketiga yang paling sering hilang ialah P 2 bawah .Kira kira 1 persen dari
penduduk kehilangan satu atau kedua duanya P2 bawah
d. I1 bawah dapat kehilangan satu atau kedua-duanya gigi tersebut,bisa gigi susu
yang hilang atau gigi tetap.
Pada umumnya, penderita anodontia memiliki ciri-ciri mempunyai rambut
yang tipis, bahkan hampir tidak mempunyai rambut dan rahang tidak berkembang

selayaknya orang normal. Sedangkan menurut Drg Dhani Gustiana, beberapa


penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir dalam keadaan mengalami
kelainan struktur geligi yang cacat dan kelainan jumlah gigi dari jumlah
normalnya termasuk didalamnya anodontia, dapat menyebabkan semakin lama
struktur wajah anak tersebut terlihat lebih tua daripada umurnya, hal ini
dikarenakan pada anak yang sehat pengunyahan yang baik akan merangsang otototot wajah berkembang dengan maksimal. Selain itu, penguyahan yang baik dan
aktif pada anak akan mensuplai oksigen yang lebih banyak pada otak dan hasilnya
anak akan lebih pintar dan mudah berkonsentrasi. Sedangkan pada penderita
anodontia dengan jumlah gigi yang kurang daripada jumlah normalnya sistem
pengunyahan tidak akan bekerja selayaknya seseorang dengan kondisi gigi yang
normal.
Anodontia dan hypodontia kadang ditemukan sebagai bagian dari suatu
sindroma, yaitu kelainan yang disertai dengan berbagai gejala yang timbul secara
bersamaan, misalnya pada sindroma Ectodermal dysplasia. Hypodontia dapat
timbul pada seseorang tanpa ada riwayat kelainan pada generasi keluarga
sebelumnya, tapi bisa juga merupakan kelainan yang diturunkan.
Anodontia ditandai dengan tidak terbentuknya semua gigi, dan lebih sering
mengenai gigi-gigi tetap dibandingkan gigi-gigi sulung. Pada hypodontia, gigigigi yang paling sering tidak terbentuk adalah gigi premolar dua rahang bawah,
insisif dua rahang atas, dan premolar dua rahang atas. Kelainan ini dapat terjadi
hanya pada satu sisi rahang atau keduanya. Serta terdapat ruang yang tampak atau
gigi sulung persistensi sering merupakan tanda klinis dari keadaan ini .
Menghitung gigi-gigi bersama dengan radiograf memastikan keadaan tersebut.
Diagnosa anodontia biasanya membutuhkan pemeriksaan radiografik
untuk memastikan memang semua benih gigi benar-benar tidak terbentuk. Pada
kasus hypodontia, pemeriksaan radiografik panoramik berguna untuk melihat
benih gigi mana saja yang tidak terbentuk.
Lakukan konsultasi dengan dokter gigi sedini mungkin bila terdapat
kecurigaan terjadinya kelainan ini.Perawatan yang biasanya diberikan oleh dokter
gigi adalah pembuatan gigi tiruan.

Anadontia diturunkan karena adanya faktor hereditas atau keturunan


dimana penderita anodontia ini memiliki kelainan pada kromosom X nya (tertaut
kromosom X). Gen tertaut kromosom X adalah gen gen yang terdapat pada
kromosom X, yang tidak sempurna . Di samping peranannya dalam menentukan
jenis kelamin, kromosom X, memiliki gen-gen untuk banyak karakter yang tidak
berkaitan dengan seks. Pada manusia, istilah tertaut seks biasanya menunjuk pada
karakter karakter yang tertaut kromosom X. Pada ayah mewariskan alel tertaut
kromosom X, pada semua anak perempuannya tetapi tidak ada satupun pada anak
laki lakinya. Sebaliknya para ibu dapat mewariskan alel tertaut seks pada anak
laki laki maupun anak perempuan. Jika suatu sifat tertaut seks disebabkan oleh
alel resesif, seorang anak perempuan akan memperlihatkan fenotifnya hanya jika
dia permpuan homozigot. Karena anak laki-laki hanya mempunyai satu lokus,
istilah homozigot dan heterezigot tidak memiliki arti untuk menggambarkan gen
gen tertaut seks. Hemizigot merupakan istilah yang digunakan dalam kasus kasus
semacam itu. Setiap anak laki laki yang mendapat alel resesif dari ibunya akan
memperlihatkan sifat ini. Karena alasan tersebut, anak laki laki jauh lebih banyak
memiliki kelainan kelainan yang diturunkan oleh alel alel resesif yang tertaut
seks. Gen gen ini tersebut secara kebetulan saja berada di dalam kromosom X atau
Y.
Probabilitas turunnya sifat atau kelainan ke generasi selanjutnya pada
penderita anodontia. Anodontia merupakan penyakit keturunan karena gen terpaut
kromosom X, dimana Gen tertaut kromosom X adalah gen yang terdapat pada
kromosom X. Gen tertaut kromosom X merupaka gen tertaut tidak sempurna.
Pada perempuan yang memiliki susunan kromosom kelamin XX, terdapat
kromosom seks yang bener bener homolog. Hal ini menyebabkan hukum hukum
dominansi dan resesif bagi sifat sifat yang ditentukan oleh gen gen tertaut hukum
X pada perempuan sama dengan sifat sifat yang ditentukan oleh gen gen pada
autosom. Dan biasanya gen gen yang tertaut pada kromosom X ini banyak
terdapat pada pria. Perempuan hanya dapat bertindak sebagai carrier dan yang
bertindak sebagai penderita adalah laki laki.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil pembuatan makalah ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Anodontia merupakan salah satu dari jenis anomali. Di mana pengertian
anomali yaitu Gigi yang bentuknya menyimpang dari bentuk aslinya.
2. Anodontia dapat disebabkan oleh herediter, gangguan metabolisme, gangguan
pertumbuhan dan gangguan perkembangan.
3. Anodontia dapat dibedakan menjadi anodontia lengkap dan adontia sebagian,
Anodontia lengkap anodontia lengkap kebanyakan disebabkanoleh penyakit

herediter (sex-linked genetic trait), hal ini jarang sekali terjadi. Sementara
Anodontia sebagian biasanya kongenital.kehilangan satu atau beberapa gigi di
dalam rahang meskipun belum terbukti karena herediter tetapi tendens untuk
tidak ada gigi yang sama pada suatu keluarga sering dijumpai.
3.2 Saran
Sebaiknya dalam makalah selanjutnya tidak hanya tentang kelainan
genetik, tetapi dapat pula tentang kelainan fisik.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. Anodontia.


Anonim,

2009.

Anodontia

http://adulgopar.files.wordpress.com/2009/12/anodontia.pdf. Diakses pada hari


Minggu tanggal 6 Juni 2010 pukul 20.00 WITA, Samarinda
http://www.klikdokter.com/illness/detail/112
Goodenough, Ursula. 1988. Genetika Edisi Ketiga Jilid 1. Penerbit Erlangga :
Jakarta
Itjiningsih.1995.Anatomi Gigi.Jakarta:Penerbit buku kedokteran EGC