Anda di halaman 1dari 8

Nama : ADITYA

NIM : 21060114130074

Kelas : B

SCOPE MANAGEMENT
Project Scope Management adalah acuan semua pekerjaan yang termasuk
harus dikerjakan dalam rangka menghasilkan produk proyek, beserta prosesproses yang dilakukan untuk membuat produk yang dimaksud. Project Scope
Management atau Batasan Proyek mendefinisikan apa yang akan dikerjakan atau
apa yang tidak akan dikerjakan dalam sebuah proyek. Bahasan- bahasan dalam
Project Scope Management :

Project Characteristic
Dalam melakukan manajeman cakupan dari suatu proyek (Project Scope
Management), mengetahui karakteristik dari kata proyek itu sangat penting.
Karakteristik dari proyek adalah :
Bersifat sementara (temporary);
Menghasilkan produk/jasa yang unik;
Progressive elaboration;
Dikerjakan dengan sumber seminimal mungkin.

Project Management
Project Management adalah aplikasi dari disiplin ilmu, skill, alat, dan
teknik dalam memulai, merencanakan, mengeksekusi, mengontrol, dan

menutup kerja dari kelompok untuk mencapai tujuan yang spesifik dan
menemukan kriteria kesuksesan dari suatu proyek. Selain itu Project
Management juga berguna untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan dari suatu
proyek dengan didasari kebutuhan dan ekspektasi pemegang kepentingan.

How to Meet Project Requirements?


Dalam menentukan kebutuhan-kebutuhan pada projek, terdapat empat
aspek yang saling berkesinambungan dan perlu diseimbangkan sesuai dengan
proyek yang dijalankan. Keempat aspek tersebut yaitu cakupan (scope),
kualitas (quality), biaya (cost), dan waktu (time). Keseimbangan dari keempat
aspek ini akan sangat memengaruhi kebutuhan-kebutuhan pada proyek yang
dijalankan.

Project Manager Knowledge Areas


Sebagai pimpinan proyek (Project Manager), terdapat beberapa hal yang
perlu diketahui dalam memimpin proyek :
Project Scope Management, yaitu tentang manajemen ranah dari

proyek;
Project Time Management, yaitu manajemen waktu dalam

pelaksanaan proyek;
Project Cost Management,

dipergunkan dalam proyek;


Project Quality Management, yaitu manajemen kualitas yang

diinginkan dalam proyek;


Project Human Resource Management, yaitu manajemen sumber

daya manusia yang digunakan dalam suatu proyek;


Project Communication Management, yaitu

komunikasi terhadap pihak-pihak yang dibutuhkan dalam proyek;


Project Risk Management, yaitu manajemen resiko yang terdapat

pada proyek termasuk penanggulangannya;


Project Procurement Management, yaitu manajemen pembelian

dalam suatu proyek;


Project Integration Management, yaitu manajemen integrasi dari
suatu proyek.

yaitu

manajemen

biaya

yang

manajemen

Areas of Expertise Needed by the Project Team


Area/lingkup keahlian yang dibutuhkan oleh tim proyek berpusat pada
arahan dari Project Manager. Beberapa keahlian (expertise) yang dibutuhkan
oleh tim proyek antara lain :
Application area knowledge, standards & regulations;
Interpersonal skills;
General management knowledge & skills;
Understanding the project environment.

Generic Project Life Cycle


Siklus proyek secara umum terdiri dari tiga fase. Yang pertama adalah
initial phase atau fase permulaan, dimana terjadi masa planning awal mengenai
proyek. Pada fase ini sudah mulai keluar dana untuk proyek meskipun sedikit.
Tahap berikutnya yaitu intermediate phase atau fase pertengahan. Fase ini
terjadi saat planning akhir hingga masa proses pembuat produk dari proyek.
Dana yang dikeluarkan pada fase ini meningkat hingga sampai pada
puncaknya. Fase berikutnya yaitu final phase atau fase penutup di mana proyek
sudah memasuki tahap penyempurnaan. Dana pada fase ini berangsur-angsur
turun hingga tidak lagi mengeluarkan dana.

Adding Value vs Cost to Change


Dalam penambahan nilai dari produk/jasa yang akan dihasilkan oleh suatu
proyek, tentu akan menyebabkan biaya proyek meningkat yang pada akirnya
harga dari hasil proyek tersebut tambah membengkak. Hal ini tentunya
memerlukan pertimbangan dalam manajemen proyek, sehingga dapat
dihasilkan produk/jasa dengan harga semurah mungkin, dan dengan kualitas
produk/jasa sebaik mungkin.

Risk vs Amount of Stake


Pada suatu proyek, tentunya terdapat resiko dibaliknya. Karena resikoresiko yang ada menjadi pertaruhan kerugian (amount at stake) dalam
manajemen proyek. Tetapi dengan manajemen resiko yang baik, maka amount
at stake yang ada dapat diminimalisir dan dicegah.
Project Stakeholders
Project Stakeholders adalah pihak-pihak yang memengaruhi, dipengaruhi,
atau merasa terpengaruhi terhadap keputusan, aktivitas, atau hasil dari proyek
itu sendiri. Project Stakeholders juga bisa diartikan sebagai orang-orang yang
memiliki ketertarikan pada proyek. Mereka bisa sebagai orang yang berada
dalam organisasi proyek maupun diluar organisasi:

Pemberi sponsor dari proyek;


Pembeli hasil dari proyek;
Orang-orang yang memberi dampak positif atau negatif terhadap
proyek.

Contoh dari Project Stakeholders adalah:

Pemimpin proyek;
Tim proyek;
Senior Management;
Pelanggan proyek;
Resource Manager;
Line Manager;

Relation between Stakeholders & Project


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwasannya Project
Stakeholders adalah pihak-pihak yang memengaruhi dan dipengaruhi oleh
proyek. Karenanya dalam melakukan manajemen proyek, Project Stakeholders
adalah hal penting yang juga masuk dalam cakupan manajemen proyek.
Dengan kata lain, keberadaan mereka, perilaku mereka terhadap proyek,
dampak yang mereka berikan terhadap proyek, serta dampak yang mereka
sendiri akan terima dari proyek sangat penting untuk dipertimbangkan dalam
memanajemen suatu proyek. Project Stakeholders nantinya akan memengaruhi
kinerja dari setiap pihak dalam proyek, termasuk Project Manager dan sponsor
proyek.

Stakeholders Influence over Time


Seiring berjalannya waktu, pengaruh dari stakeholders akan semakin
berkurang, sehingga biaya yang harus diganti akan semakin meningkat.

Typical Sequence of Phases in a Project Life Cycle


Dalam bahsan kali ini, yang akan dibahas adalah input dan output pada
masing-masing fase dari siklus suatu proyek. Yang pertama pada initial phase,
input yang ada yaitu ide proyek (idea), serta Project Manager Team. Output
yang dihasilkan adalah piagam dan lingkup bahasan (scope statement).
Pada tahap kedua, yaitu pada intermediate phase, tidak didapati adanya
input, sedangkan output dari fase ini adalah plan, baseline, progress, dan
acceptance.
Pada tahap ketiga, yaitu pada final phase, juga tidak didapati input. Output
pada fase ini adalah approval dan handover.
Product & Project Life Cycles
Produk atau jasa yang dihasilkan dari suatu proyek akan selalu mampu
untuk dikembangkan kembali, tentunya dengan kualitas yang lebuh baik dari
sebelumnya. Sehingga akan tercipta suatu proyek baru yang bertujuan untuk
mengembangkan produk sebelumnya. Siklus ini dapat terjadi secara kontinyu.

Organizational structure
Berikut ini adalah struktur orginasisai dalam proyek:

Functional

Matrix

Projectized

PM authority

little

moderate

high

% staff assigned
fulltime to project

Almost none

0-95%

85-100%

PMs role

Part time

Full time

Full time

Project Management Processes


Proses dari manajemen project secara umum membentuk siklud yang
terdiri dari empat tahapan, yaitu plan > do > check > act dan kembali lagi ke
plan. Siklus ini dapat berjalan secara kontinyu.
Project Boundaries
Project Boundaries atau batasan proyek, yaitu terfokus pada monitoring
dan control. Adapun monitoring dan control itu sendiri diawali dengan
initiating, kemudian dilanjutkan dengan planning dan executing yang
membentuk siklus kontinyu, dan diakhiri dengan proses closing.
Process Groups Interact in a Project
Interaksi dari kelompok proses pada proyek bervariasi seiring berjalannya
waktu. Pada proses initiating, level interaksi sangat dominan pada awal proyek.
Disaat level interaksi proses initiating menurun, maka level interaksi planning
menjadi yang paling dominan. Kemudian selanjutnya level interaksi proses
excecuting menjadi yang dominan, disusul oleh interaksi proses closing. Pada
suatu proyek, monitoring dan kontrol menjadi proses dengan level interaksi
yang cenderung paling rendah, namun memiliki rentang waktu yang paling
banyak, hampir di spanjang proses proyek.
PM Process Group Triangle
Project Process Group terdiri dari suatu siklus yang memiliki tiga fase,
yaitu initial phase, intermediate phase, dan final phase. Dari masing-masing
fase, terdapat bagian monitoring dan kontrol dalam pelaksanaannya.

Failure to Satisfy Customer Needs


Scope Management yang baik akan menciptakan kinerja dari semua bagian
di tim proyek baik, sehingga hasil yang dibutuhan pun akan sesuai dengan
apa yan diharapkan dari semua pihak yang bersangkutan denga proyek.