Anda di halaman 1dari 28

Percepatan Pencapaian

Millennium Development Goals


Bidang Kesejahteraan Rakyat

oleh
Emil Agustiono
Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi
Kependudukan , Kesehatan dan Lingkungan Hidup

1
Percepatan Pembangunan Nasional
(Inpres 1 Th 2010)

O Pro Rakyat : Lanjutkan 3 Cluster Penanggulangan


Kemiskinan (Bansos/Jamkesmas/PKH ,
PNPM Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat)

O Justice For All ( Penyelesaian Masalah Kelompok


Marjinal) Anak Terlantar, Lansia Terlantar
Terpencil, Penyakit Katastrofik dsb)
O Percepatan Pencapaian Target MDGs 2015
Mengapa Harus Ada MDG ?

1. Bantuan internasional sering tidak memenuhi sasaran untuk


memperbaiki kondisi kehidupan

1. Diperlukan kesepakatan pencapaian pembangunan yang dirumuskan


secara kuantitatif dlm waktu tertentu sehingga pembangunan lebih
fokus

1. Mempersiapkan kerangka pembangunan yang lebih terintegrasi


dengan orientasi pencapaian yang jelas.

1. Menjadi dasar untuk memobilisasi sumberdaya guna investasi


pembangunan manusia

1. PBB (United Nations) dapat memberi pengaruh dan advokasi secara


netral guna mendorong perubahan

3
MDGs 2015
 Arah pembangunan yang disepakati secara global :

1. Menghapuskan kemiskinan dan kelaparan berat


2. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua
3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan
perempuan
4. Menurunkan kematian anak
5. Meningkatkan kesehatan maternal/ibu.
6. Melawan penyebaran HIV/AIDS , TBC, Malaria dsb.
7. Menjamin keberlangsungan lingkungan (air bersih
,sanitasi dsb)
8. Mengembangkan kemitraan global untuk
pembangunan

4
. Pencapaian Beberapa Sasaran MDG

5
. Internalisasi MDG ke dalam RPJMN

6
Pembangunan Nasional

 Pada hakekatnya adalah “Pembangunan Manusia Indonesia”


yang mencakup semua dimensi dan aspek kehidupan

 Kemajuan yang di capai a.l. :


 Pendapatan per kap : US $ 1.185 (2004) → US $ 2.271 (2008)
 HDI : 0, 697 (2003) → 0, 734 (2007)
 Kemiskinan : 16,7% (2004) → 14,1% (2009)
 AKI per 100.000 lh : 307 (2003) → 228 (2007)
 AKB per 1000 lh : 35 (2003) → 34 (2007)
 UHH : 69,4 (2005) → 70,5 (2007)

7
Tujuan, Target dan Indikator MDGs Indonesia
(1990 – 2015)

Tujuan I. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan


 Target 1 : Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya

kurang dari US $ 1 per hari menjadi separohnya .


 Target 2 : Menurunkan proporsi penduduk yang menderita

kelaparan menjadi setengahnya

Tujuan II. Mencapai pendidikan dasar untuk semua


 Target 3 : Menjamin semua anak, dimanapun, laki – laki maupun perempuan,

dapat menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun

Tujuan III. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.


 Target 4 : Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan

lanjutan dan di semua jenjang pendidikan

8
 Tujuan IV: Menurunkan angka kematian anak
 Target 5 : Menurunkan kematian balita sebesar dua-pertiganya

 Tujuan V : Meningkatkan kesehatan ibu


 Target 6 : Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga-

perempatnya

 Tujuan VI: Memerangi HIV dan /AIDS, Malaria dan penyakit


menular lainnya

 Target 7 : Mengendalikan penyebaran HIV/AIDS , TBC,dan


mulai menurunnya jumlah kasus baru
 Target 8 : Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya
jumlah kasus malaria dan penyakit menular lainnya

9
 Tujuan VII. Memastikan kelestarian lingkungan hidup

 Target 9 : Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan


dengan kebijakan dari program nasional serta mengembalikan
sumber daya lingkungan yang hilang
 Target 10 : menurunkan proporsi penduduk tanpa akses terhadap
sumber air minum yang aman dan berkelanjutan
serta fasilitas sanitasi dasar sebesar separuhnya
 Target 11 : mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk

miskin di pemukiman kumuh

 Tujuan 8. Membangun kemitraan global untuk pembangunan


 Terdapat 4 target terutama tentang legislasi dan kerjasama internasional

10
Tantangan Pembangunan KESRA
RPJMN ( 2010 – 2014)

 Disparitas sosial ekonomi antar Wilayah Indonesia (terutama DTPK)


 Jumlah Penddk miskin/sangat miskin/hampir miskin masih tinggi
 Akses Pelayanan thd DIK,KES dan Ekonomi keluarga masih rendah.
 Status kesehatan ibu dan anak masih rendah
 Ketahanan gizi masyarakat masih rendah
 Akses masyarakat miskin terhadap air minum dan sanitasi masih rendah
 Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit masih tinggi
 Tenaga strategis (dokter, perawat, bidan, guru dsb) masih terbatas
 Ketersediaan obat dan pengawasan obat makanan masih terbatas
 Cakupan Pembiayaan untuk jaminan sosial kesehatan belum memadai.
 Pemberdayaan masyarakat dlm pembangunan KESRA belum optimal

11
Tantangan lainnya
(RPJMN 2010 – 2014)

Tantangan strategis lain yang perlu mendapat perhatian dalam


pembangunan kesra mencakup upaya percepatan pencapaian MDGs :

 Adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim global

 respons terhadap pemberlakuan pasar bebas,

 desentralisasi di bidang KESRA , serta

 disparitas antar tingkat sos-ekon & gender

12
Tantangan Pembangunan Kependudukan
(RPJMN 2010 – 2014)

1. Laju pertumbuhan penduduk masih tinggi (1.3% per tahun )-th 2007
2. Disparitas TFR (Nasional : 2,3%) masih tinggi
3. Pemakaian kontrasepsi masih rendah (Current User)  (61,4%)
4. Unmet needs masih tinggi (9,1%)
5. Pengetahuan dan kesadaran remaja dan PUS ttg KB dan kesehatan
reproduksi masih rendah
6. Partisipasi keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang
anak dan remaja belum optimal
7. Pembinaan dan kemandirian peserta KB belum optimal
8. Sistem Administrasi Kependudukan belum berjalan .
9. Urbanisasi tidak terkendali
10. Belum memadainya program Transmigrasi.

13
ISU STRATEGIS AIR MINUM & SANITASI DI INDONESIA
1. Isu Lingkungan:
Daya dukung air baku semakin terbatas akibat pengelolaan
tangkapan air kurang baik, pencemaran domestik dan industri
dan eksploitasi sumber air daya air yang berlebihan

2. Isu Pelayanan Air Minum dan Sanitasi:


• Cakupan pelayanan air minum masih rendah (Nasional 24 % :
Perkotaan 45 % & Perdesaan 10 %)
• Tingkat kehilangan air rata-rata masih tinggi (Nasional 37 %) dan
tekanan air di jaringan distribusi masih rendah
• Akses prasarana dan sarana sanitasi dasar mencapai 78,86 %
(perkotaan 90,03 % dan perdesaan 68,29 %) yang layak hanya
53,33 % (perkotaan 72,29 % dan 35,39 %) (Data BPS, 2009)
ISU STRATEGIS AIR MINUM & SANITASI DI INDONESIA

3. Isu Daya Saing:


Ketersediaan infrastruktur dasar perkotaan yang sesuai
dengan standar teknis dan non teknis tentunya akan
meningkatkan daya saing kota itu sendiri
• Kapasitas kelembagaan terkait penyelenggaraan SPAM dan
sanitasi masih perlu ditingkatkan
• Kesulitan pendanaan untuk pengembangan, operasional, dan
pemeliharaan SP-AM dan SP sanitasi karena rendahnya tarif dan
tingginya beban utang PDAM
• Potensi masyarakat dan dunia usaha belum diberdayakan secara
optimal
Gambar II.22. Tren Angka Kematian Bayi dan Balita (1991-
2007)

Kematian Balita Kematian Bayi

100

80

60

40

20

0
1990 1994 1996 2000 2002 2007
16
Sumber : SDKI 2007, Laporan Pendahuluan
Gambar II.27. Kecenderungan AKI Nasional Periode tahun
1982-2003 (setiap 100.000 persalinan hidup) dan Proyeksi
AKI Nasional Periode 2005-2025 (setiap 100.000 persalinan
hidup).
450

400

350

300

250

200

150

100

50

0
Sumber: Survei Kependudukan/ Demografi dan Kesehatan Indonesia (1982, 1994, 1997, 2002-2003),
17
Survei Kesehatan Rumah Tangga (1986, 1992, 1995).
0
9
1

2
9
1

4
9
1

6
9
1

8
9
1

0
2

0
2

4
0
2

6
0
2

8
0
2

1
0
2

1
0
2

4
1
0
2

6
1
0
2

8
1
0
2

0
2

0
2

4
0
2
Angka Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Hidup

Menurut Propinsi Indonesia SDKI 2007


N0 Propinsi AKB N0 Propinsi AKB

1 DIY 19 10 Irjabar 36

2 NAD 25 11 Riau 37
3 Jateng 26
12 Jambi 39
4 Kaltim 26
13 Jabar 39
5 DKI 26
14 Bangka Belitung 39
6 Kalteng 30
7 Bali 34 15 Sulsel 41
8 Jatim 35 16 Sultra 41

9 Sulut 35 17 Papua 41
18
N0 Propinsi AKB N0 Propinsi AKB

18 Sumsel 42 26 Malut 51

19 Lampung 43 27 Gorontalo 52

20 Kep. Riau 43 28 NTT 57

21 Banten 46 29 Kalsel 58

22 Kalbar 46 30 Maluku 59

23 Bengkulu 46 31 Sulteng 60

24 Sumut 46 32 NTB 72

25 Sumbar 47 33 Sulbar 74

19
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
ogyakrt
I.Y
D
liB
a
rt
B
Jaw
IJakrt
K
D

Sumber: Susenas, 2007


tr
esiU
ulaw
S
ur
im
T
Jaw
pung
am
L
enghJ
T
aw
biJ
am
angkelitu
B
uR
ia
ur
ntT
alim
K
aterln
um
S
ante
B
engkul
B
tr
alukU
M
egh
ntT
alim
K
ep.R
K iau
aterU
um
S
siT
ulw
engarS
ulaseitn
S
aterB
um
S
Kurang menurut Provinsi (Th 2007).

apu
P
ngh
esiT
ulaw
S
r
ntB
alim
K
t
engrB
usaT
N
aluk
M
Gambar II.26 Disparitas Balita Berstatus Gizi Buruk dan

e
ntS
alim
K
engrim
usaT
N
20

orntal
G
Mencapai MDGs 2010

 Telah ditetapkan :
 Arah kebijakan dan Strategi Pembangunan KESRA
 Sasaran Pembangunan Tahun 2010 – 2014

(RPJMN II)
 Sasaran status kesehatan dan gizi masyarakat
 Sasaran jumlah dan laju pertumbuhan penduduk
 Fokus Prioritas pada Pembangunan Pendidikan ,Kesehatan dan
Kependudukan serta Keluarga Berencana

21
Tindak Lanjut

1. Ketahanan Gizi Keluarga


 Menjadikan posyandu sebagai focal point untuk mendorong
upaya perilaku hidup sehat
 Lebih menanamkan kepada masyarakat tentang gizi yang baik
dan seimbang
 Mengembangkan kebijakan dalam upaya peningkatan
efektifitas dan efisiensi distribusi pangan

22
Tindak Lanjut Bidang Pendidikan .
 Perluas cakupan dan akses pendidikan dasar berkualitas
 Peningkatan jumlah dan pemerataan distribusi guru
(DTPK)
 Perbaiki kualitas dan kesejahteraan guru di DTPK
 Perbaiki infrastruktur pendidikan dasar.
 Life skill Education-Informal Education
 Teknologi Informasi E- Education .
 dsb
Tindak Lanjut

2. Kesehatan Anak :
 Meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu
termasuk pelatihan tenaga terampil dan meningkatkan dana
operasional
 Lebih mendorong peningkatan perilaku hidup sehat di
masyarakat dengan a.l. meningkatkan partisipasi mereka
dalam kesehatan neonatal dan maternal.

24
Tindak Lanjut

3. Kesehatan Ibu
 Peningkatan sistem kesehatan yang mendukung kesehatan
reproduksi dengan memberikan penekanan peningkatan kualitas
dan kuantitas tenaga pertolongan persalinan serta peningkatan
kualitas pelayanan RS

 Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan dan


hak reproduksi serta pemahaman tanggung jawab menjaga
kesehatan ibu hamil

25
PERAN KB DALAM PENINGKATAN IPM/HDI
MMR

IMR
KESEHATAN
GIZI ANAK

KECERDASAN

KB PENDIDIKAN PARTISIPASI SEKOLAH IPM


PENDIDIKAN LBH TINGGI

PUBLIC SAVING

EKONOMI PRIVATE SAVING

MUTU TENAGA KRJA


Saran kepada Pemerintah Daerah

 Bangun segera Komitmen Politik percepat pencapaian MDG’s 2015


 Meningkatkan pembiayaan untuk mendukung kegiatan perbaikan
gizi masyarakat, pendidikan , kesehatan , ekonomi keluarga
 Meningkatkan sinergi dalam dinamika desentralisasi
 Memperbaiki jumlah, mutu dan penyebaran tenaga kes dan guru
 Meningkatkan akses pendidikan , kesehatan ,ekonomi keluarga
terutama di DTPK
 Revitalisasi Pemberdayaan Masyarakat
 Mendorong peningkatan peran serta dunia usaha/CSR .

27
TERIMA KASIH

28