Anda di halaman 1dari 24

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

REPUBLIK INDONESIA

Kebijakan dan Program Penanggulangan Kemiskinan


Dalam Rangka Pencapaian MDGs di Indonesia

Diskusi Publik “Prospek dan Masalah Pencapaian MDGs di Indonesia”


Hotel Sahid Jakarta, 12 April 2010
LATAR BELAKANG
•Penanggulangan kemiskinan merupakan amanah UUD 1945 yang terus
dilaksanakan Pemerintah bersama dengan Pemda dan berbagai unsur
masyarakat (organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, dunia usaha,
organisasi keagamaan, dan masyarakat miskin itu sendiri);
•Penanggulangan Kemiskinan dan Perluasan Kesempatan Kerja ini
merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam pencapaian MDGs
tahun 2015;
•Penanggulangan kemiskinan dilakukan pemerintah secara luas dan
merata di seluruh wilayah Indonesia (daerah tertinggal, wilayah
perdesaan, wilayah perkotaan, kawasan pesisir, dll).

TARGET PENANGGULANGAN KEMISKINAN


• RKP 2009 : 12 – 14 %
• RKP 2010 : 12 – 13,5%
• RPJMN 2014 : 8 – 10%
• MDGs 2015 : 7,5 %
2
TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA

3
POSISI IPM INDONESIA

Sumber: HDR, berbagai tahun.

4
JUMLAH DAN TINGKAT PENGANGGURAN
TERBUKA DI INDONESIA 2004-2009

11,5 11
(%)
10,85 11,1
Juta Jiwa

10,25 10,4
11 10,3 10,55 10

9,75
10,5 10,14
9
9,43
10 9,26 Jumlah Pengangguran
Terbuka (%)
8
8,46 Tingkat Pengangguran
9,5 (Juta Jiwa)
8,14
7
9

6
8,5

8 5 Sumber : BPS, 2009


2004 2005 2006 2007 2008 2009

Jumlah pengangguran pada Februari 2009 mengalami penurunan 170 ribu jiwa
dibandingkan Februari 2008 yaitu dari 9,43 juta jiwa (8,46%) menjadi 9,26 juta jiwa
(8,14%). 5
PENYEBAB KEMISKINAN
Hak-hak Dasar Warga Belum Terpenuhi secara
Optimal, Adil, dan Merata:
1. Terbatasnya kecukupan dan mutu pangan
2. Terbatasnya akses dan mutu layanan kesehatan
3. Terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan
Pendidikan
4. Terbatasnya kesempatan kerja produktif dan
berusaha
5. Terbatasnya akses pelayananan Perumahan
6. Terbatasnya akses terhadap air bersih dan sanitasi
7. Lemahnya kepastian kepemilikan dan penguasaan
tanah
8. Memburuknya kondisi sumberdaya alam dan
lingkungan hidup
9. Lemahnya perlindungan/jaminan hak atas rasa
aman
10.Lemahnya akses partisipasi masyarakat miskin

6
TIGA PILAR MENUJU INDONESIA LEBIH SEJAHTERA

3. Pengembangan Investasi
1. Penanggulangan Kemiskinan dan
Sumberdaya Manusia dan
Pengurangan Pengangguran:
• Pemenuhan Kebutuhan Pokok dan Kemasyarakatan:
Hak Dasar; • Kebudayaan, rasa percaya, dan
• Kepedulian dan Solidaritas harmonisasi masyarakat;
Masyarakat; • Keagamaan;
• Jaring Pengaman Sosial Ekonomi; • Perempuan dan Anak;
• Pemberdayaan Masyarakat; • Perlindungan dan Kesra;
• Perlindungan Hukum. • Pendidikan dan IPTEK:
• Kesehatan:
KESEJAHTERAAN • Gizi dan nutrisi;
RAKYAT • Kependudukan;
• Pemuda;
• Olahraga;
• Pariwisata.

2. Penanggulangan, Antisipasi, dan Tanggap Cepat


Gangguan Kesejahteraan Rakyat:
• Penyakit menular: flu-burung, DBD, polio, dll;
• Bencana: banjir, gempa,longsor, rawan pangan,
dll;
• Gangguan lain : pencemaran lingkungan, dll;
• Perubahan Iklim Global.
7
PRIORITAS NASIONAL
KABINET INDONESIA BERSATU II
Reformasi Birokrasi dan Tata
1
Kelola
2 Pendidikan

3 Kesehatan
Penanggulangan
4
Kemiskinan
5 Ketahanan Pangan
11 Prioritas Nasional
6 Infrastruktur
2009-2014
7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha

8 Energi
Lingkungan Hidup dan
9
Pengelolaan Bencana
10 Daerah Tertinggal, Terdepan,
Terluar, dan Pasca Konflik
Kebudayaan, Kreativitas dan
11
Inovasi Teknologi
8
SASARAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
DALAM RPJMN TAHUN 2010-2014
1. Kebutuhan dasar:
a. Pemenuhan hak dan kualitas kebutuhan dasar  affirmative
action dari program2 sektoral;
b. Pendataan: (i) peningkatan kualitas data; (ii) penggunaan secara
terintegrasi;
2. Peningkatan kualitas program2 pemberdayaan untuk mewujudkan
kemandirian masyarakat (integrasi program melalui PNPM Mandiri);
3. Perluasan kesempatan berusaha masyarakat miskin melalui
diversifikasi pendapatan untuk peningkatan dan keberlanjutan
kesejahteraan masyarakat miskin;
4. Peningkatan kualitas kebijakan, program dan pelaksanaan
penanggulangan kemiskinan di daerah;
5. Mengembangkan kebijakan untuk mengatasi kerentanan masyarakat.

9
ARAH KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
DALAM RPJMN TAHUN 2010-2014
1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yg
mengikutsertakan dan dapat dinikmati seluas-luasnya
masyarakat, terutama masyarakat miskin (pro-poor
growth);
2. Meningkatkan kualitas kebijakan & program
penanggulangan kemiskinan (kebijakan afirmatif/
keberpihakan);
3. Peningkatan efektivitas penurunan kemiskinan di
daerah;
4. Percepatan pembangunan daerah terpencil &
perbatasan.

10
SASARAN DAN ARAH KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
DALAM RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) TAHUN 2010

Sasaran:
1.Meningkatnya kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat miskin, sehingga tingkat
kemiskinan turun menjadi 12-13,5%;
2.Meningkatnya keberdayaan masyarakat miskin untuk mengentaskan dirinya dari kemiskinan
& berpartisipasi dalam proses pembangunan;
3.Meningkatnya efektivitas pelaksanaan & koordinasi penanggulangan kemiskinan;
4.Tercapainya tahap awal penataan kelembagaan pelaksanaan jaminan sosial;
5.Meningkatnya kapasitas Usaha Mikro & Kecil.

Arah kebijakan pengurangan kemiskinan:


Fokus 1. Perluasan akses pelayanan dasar masy.miskin & penyandang masalah
kesejahteraan sosial;
Fokus 2. Peningkatan keberdayaan dan kemandirian masyarakat;
Fokus 3. Peningkatan efektivitas pelaksanaan dan koordinasi penanggulangan kemiskinan;
Fokus 4. Peningkatan kapasitas usaha skala mikro & kecil melalui penguatan kelembagaan.

Arah kebijakan sistem perlindungan sosial:


Fokus 5. Penataan kelembagaan pelaksanaan jaminan sosial.
11
TITIK BERAT
PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
KLASTER I KLASTER II KLASTER III

Bantuan Sosial Pemberdayaan


Berbasis Keluarga Pemberdayaan
Usaha Mikro dan
Masyarakat
Kecil

Mengurangi beban Meningkatkan kemampuan Meningkatkan tabungan dan


pengeluaran masyarakat dan pendapatan masyarakat menjamin keberlanjutan
miskin miskin berusaha pelaku UMK
Karakteristik: Karakteristik: Karakteristik:
Kegiatan program yang bersifat Pendekatan partisipatif berdasarkan Memberikan bantuan modal atau
pemenuhan hak dasar utama kebutuhan masyarakat, penguatan pembiayaan dalam skala mikro,
individu dan rumah tangga miskin kapasitas kelembagaan masyarakat, memperkuat kemandirian berusaha
yang meliputi pendidikan, pelayanan dan pelaksanaan kegiatan oleh dan akses pada pasar,
kesehatan, pangan, sanitasi, dan air masyarakat secara swakelola dan meningkatkan keterampilan dan
bersih. berkelompok. manajemen usaha.

PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN


HAK ATAS : Pangan, Pendidikan, HAK ATAS : Berpartisipasi, Kesempatan HAK ATAS : Kesempatan Berusaha dan
Kesehatan,Sanitasi dan Air bersih Kerja dan Berusaha, Tanah, SDA & LH, dan Bekerja, dan SDA & LH
Perumahan

12
Menguatkan dan memantapkan
KELOMPOK PROGRAM usaha dan kerja
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
III. Program Nasional
(Perpres No. 15/2010 tentang
Meningkatkan Pendapatan dan
Pemberdayaan Usaha Mikro
Percepatan Penanggulangankemampuan usaha dan bekerja dan Kecil (UMK)
Kemiskinan) II. Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat/
PNPM Mandiri Tujuan : untuk
Mengurangi beban pengeluaran
memberikan akses dan
I. Program Nasional Bantuan penguatan ekonomi bagi
Sosial Terpadu Bantuan Tujuan : untuk pelaku usaha skala mikro
Sosial Berbasis Keluarga mengembangkan potensi Sasaran: Pelaku usaha
dan kecil.
dan memperkuat mikro dan kecil yang sudah
Tujuan : untuk melakukan
kapasitas kelompok ‘feasible’ namun belum
pemenuhan hak-hak dasar, ‘bankable’.
pengurangan biaya hidup, masyarakat miskin untuk
dan perbaikan kualitas hidup terlibat dalam Penyaluran KUR: diarahkan
masyarakat miskin. pembangunan
Program -programyang untuk kredit di bawah Rp. 5
Tahun 2010 didasarkan padakemiskinan
prinsip-
penanggulangan juta. Plus: penyaluran
•Sasaran 17,5 juta RTS prinsip
berbasispemberdayaan
pemberdayaan program pendanaan dari
(RTSM, RTM, RTHM). masyarakat yang tersebar di
masyarakat. Kementerian /Lembaga
•Program Utama : Raskin, K/L dalam PNPM Mandiri (K/L).
Jamkesmas, PKH, Beasiswa ditambah program dari Pemda
untuk siswa miskin dan Dunia Usaha. Bentuk : Sasaran :
Bantuan Langsung Masyarakat
•Program Lainnya : bantuan Tahun 2010maks. Rp. 3
(BLM) sampai
sosial untuk penyandang Tahun 2010 :
Sasaran : seluruh
Milyar/kec./tahun.
cacat, lansia, anak-anak, kecamatan Rp. 20 Trilyun dan 4 juta
(6.321 kec.) di 495 nasabah KUR.
KAT, dllsb. kab/kota.
Rumah Tangga Sangat Miskin, Kelompok Rumah Tangga
Miskin, dan Hampir Miskin Miskin dan Hampir Miskin Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

13
PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Diperlukan upaya-upaya yang lebih sistematis, terencana, dan sinergis di dalam
mendorong tercapainya target-target penanggulangan kemiskinan.
KEBIJAKAN
Telah diterbitkan Perpres 15/2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
sebagai pengganti dari Perpres 13/2009 tentang Koordinasi Penanggulangan
Kemiskinan.
PENJELASAN
• Sebagai dasar legal bagi upaya-upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan
para pihak, baik di pusat maupun daerah;
• Sebagai dasar bagi pencapaian target dari seluruh program penanggulangan
kemiskinan secara lebih terukur (akuntabel) dan terencana;
• Sebagai dasar keberlanjutan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK)
Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota;
• Sebagai payung pengganti bagi 3 kluster program-program penanggulangan
kemiskinan.

14
PNPM MANDIRI
 PNPM Mandiri adalah program nasional yang menjadi
kerangka kebijakan dan acuan pelaksanaan berbagai
program penanggulangan kemiskinan di pusat dan daerah
yang berbasis pemberdayaan masyarakat;
 Pemberdayaan masyarakat dengan pola PNPM:
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan
pemeliharaan/keberlanjutan kegiatan sepenuhnya dilakukan
oleh masyarakat;
 Sesuai dengan Perpres 15/2010, PNPM Mandiri tetap
menjadi program koordinatif yang akan menjadi acuan bagi
program-program penanggulangan kemiskinan yang
berbasis pemberdayaan masyarakat.

15
KEKUATAN PNPM MANDIRI
 Direncanakan, dilaksanakan dan diawasi oleh masyarakat sendiri,
Prinsip dasar pengelolaan adalah Swakelola oleh Masyarakat;
 Menyusun rencana dan kegiatan atas dasar keinginan dan impian
masyarakat sendiri dan bukan ditentukan dari ‘atas’ atau dari pemda
(open menu).
 Masyarakat diberikan pendampingan/fasilitator untuk meningkatkan
kemampuan dan kapasitas masyarakat.
 Diberikan dana stimulan atau Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)
yang bisa ditambah dengan kontribusi dari masyarakat.
 Diperkaya dengan pembelajaran ‘nilai ‘ etika, budi pekerti yang luhur,
demokratisasi, memprioritaskan golongan yang lemah dan rentan,
mengutamakan dialog dan kemitraan, membudayakan pola pikir positif ,
dan optimis  sifat dasar modal sosial

16
KOMPONEN UMUM PNPM MANDIRI
 Pengembangan Masyarakat
Dukungan fasilitator pemberdayaan dan teknis untuk pengembangan
masyarakat.
 Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)
Stimulan keswadayaan untuk membiayai kegiatan dari masyarakat miskin.
 Peningkatan Kapasitas Pemerintahan dan Pelaku Lokal
Menciptakan kondisi yang kondusif dan sinergi positif bagi masyarakat (terutama
kelompok miskin) dalam menyelenggarakan kehidupan yang layak.
 Bantuan Pengelolaan dan Pengembangan Program
Menjamin terlaksananya program secara tepat dan akuntabel dan
memungkinkan kelompok peduli untuk terlibat langsung (seperti pengendalian
mutu dan evaluasi program).

17
MANFAAT UMUM PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
1. Partisipasi penduduk miskin dan penguatan modal sosial.
 Keterlibatan masyarakat miskin di 34.000 desa miskin 60-70% dari total masyarakat;
2. Komplemen pelayanan publik dlm memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat yg tersebar di
berbagai wilayah (demand driven).
3. Meningkatnya akses & sarana/prasarana dasar skala kecil secara swadaya, yang berdampak
pada:
 Efisiensi biaya pembangunan 30-56% dibandingkan menggunakan jasa kontraktor.
 Lapangan usaha baru dari terbukanya berbagai akses (EIRR infrastruktur berkisar 39-68%)
 Terbangunnya RASA MEMILIKI masyarakat dan keberlanjutan fungsi sarana yg dibangun.
4. Memperluas kesempatan berusaha dan pendapatan masyarakat.
 62 juta hari kerja (jangka pendek) tercipta, 650 rb penerima pinjaman dan kegiatan usaha.
5. Meningkatnya kapasitas masyarakat
 Proses pengambilan keputusan & pelatihan meningkatkan kepercayaan, kerjasama, &
menolong
 Partisipasi perempuan besar pada proses pengambilan keputusan.
 Rasa kepemilikan yang terbangun memberikan insentif bagi kontrol sosial masyarakat.
6. Berlangsungnya reformasi di tingkat desa/kelurahan dan good governance
 Collective action semakin besar di tingkat lebih rendah  kades, fasilitator & UPK
bersama-sama merupakan instrumen kerjasama.
 Tingkat korupsi kecil (< 1% dari total biaya program).
7. Meningkatnya partisipasi pemerintah daerah.

18
ARAH DAN PRINSIP DASAR
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
PENDEKATAN PROYEK PENDEKATAN PROGRAM
Komunitas sbg pemanfaat Komunitas sbg pengembang
Pengambilan keputusan dibantu Pengambilan keputusan oleh
fasilitator komunitas
 Transformasi dari proyek pemerintah menjadi program dari, oleh, dan untuk
masyarakat
 Fokus pada pengembangan modal sosial (kekeluargaan, kebersamaan,
kepedulian, gotong royong, keikhlasan, kerelawanan) sebagai fondasi
kemandirian dan keberlanjutan
 Membangun kepercayaan sbg fondasi pemberdayaan melalui penguatan
institusi/kelembagaan masyarakat, bukan institusi proyek
 Prinsip dasar yang perlu dikembangkan:
- Desentralisasi - Pro-poor/berpihak pada masyarakat miskin
- Partisipasi - Kesetaraan gender
- Good governance - Demokratis
- Kolaborasi - Keberlanjutan
- Sederhana
19
PRINSIP DASAR PNPM
 Bertumpu pada Pembangunan Manusia . Pelaksanaan PNPM Mandiri
senantiasa bertumpu pada peningkatan harkat dan martabat manusia
seutuhnya;
 Otonom. Dalam PNPM, masyarakat memiliki kewenangan secara MANDIRI
untuk berpartisipasi menentukan dan mengelola kegiatan pembangunan;
 Desentralisasi. Kewenangan pengelolaan kegiatan sektoral dan
kewilayahan dilimpahkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat sesuai
dengan kapasitasnya;
 Berorientasi pada masyarakat miskin. Kegiatan yang dilaksanakan akan
mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat miskin dan kurang
beruntung;
 Partisipasi. Masyarakat terlibat aktif pada setiap proses pengambilan
keputusan dan secara gotong-royong menjalankan pembangunan;
 Kesetaraan dan Keadilan Gender. Laki-laki dan perempuan mempunyai
kesempatan yang adil dan setara dalam setiap tahap pembangunan serta
dalam menikmati hasil-hasil pembangunan.
20
PROSES PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DALAM PNPM MANDIRI
Pemetaan Swadaya:
• Merumuskan kebutuhan dan potensi yang ada.
• Memecahkan persoalan dengan potensi yg dimiliki. Pengorganisasian Masyarakat:
• Lembaga masyarakat dibentuk/
ditetapkan, dimiliki, dan dikelola untuk
memenuhi kebutuhan bersama
Refleksi kemiskinan:
• Identifikasi kemiskinan
Penyusunan Rencana:
• Merumuskan persoalan
• Identifikasi dan Prioritisasi
kemiskinan yang dihadapi
• Penyusunan Rencana/Program
• Merumuskan penyebabnya
Penanggulangan kemiskinan
• Identifikasi potensi untuk
menanggulanginya

Pertemuan Masyarakat:
• Tahap belajar awal Pelaksanaan Kegiatan:
menggali kebersamaan • Pembentukan/Penetapan
• Berdemokrasi kelompok swadaya masyarakat
• Kesadaran akan ekistensi pelaksana kegiatan
diri • Media bersama untuk
menyelesaikan masalah secara
mandiri
Sosialisasi di Masyarakat :
• Pemetaan sosial Penerima Manfaat:
• Sosialisasi program • Kelompok swadaya masyarakat
dan masyarakat miskin lainnya

21
INTEGRASI DAN SINERGITAS PROGRAM
DALAM PNPM MANDIRI

22
INTEGRASI terkait dengan:
 LOKASI PROGRAM-PROGRAM
 DESAIN PROGRAM-PROGRAM
 KELEMBAGAAN MASYARAKAT
 DASAR LEGAL (Pepres, Permen, dll)

SINERGITAS terkait dengan:


• OPTIMALISASI HASIL DAN MANFAAT SETIAP PROGRAM
• OPTIMALISASI KERJASAMA ANTAR PROGRAM-PROGRAM
• PENINGKATAN PERAN STAKEHOLDERS DAERAH

23
TERiMA KASiH
Sekretariat Tim Pengendali PNPM Mandiri
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta Pusat 10110.
Telepon/Faksimili: 021-3860565
SMS Centre: 08588001949
www.menkokesra.go.id; www.tkpkri.org; info@tkpkri.org
www.pnpm-mandiri.org; info@pnpm-mandiri.org