Anda di halaman 1dari 36

1.

PENGERTIAN SUKUBANYAK (POLINOM)


Jika dijatuhkan dari ketinggian yang sama, peluru meriam atau peluru
senapankah yang jatuh ke tanah terlebih dahulu?. Menurut
Aristoteles (384-322 SM), peluru meriam yang akan jatuh ke tanah
terlebih dahulu karena peluru meriam lebih berat daripada peluru
senapan. Namun, setelah berabad-abad di yakini kebenarannya,
pendapat tersebut dibantah oleh Galileo Galilei (1564-1642 M).
Galileo Galilei membuktikan bahwa kedua benda tersebut akan jatuh
ke tanah dalam waktu yang bersamaan.
Hasil eksperimen-eksperimen Galileo menghasilkan persamaan gerak
jatuh bebas, yaitu y = 16t2. Sebaliknya, jika sebuah benda
ditembakkan ke atas dari ketinggian s meter dengan kecepatan awal r
meter per detik dan menganggap hambatan udara kecil, maka tinggi
benda (h) setelah t detik dirumuskan dengan h=-16+rt+s
Ruas kanan dari persamaan tersebut, yaitu -16+rt+s, adalah suatu
bentk yang dinamakan suku banyak (polinom). polinomial atau suku
banyak (juga ditulis sukubanyak) adalah pernyataan matematika
yang melibatkan jumlahan perkalian pangkat dalam satu atau lebih
variabel dengan koefisien. Suku banyak adalah suatu bentuk yang
memuat variabel berpangkat.

Grafik polinomial
Sebuah fungsi polinomial dalam satu variabel real dapat dinyatakan dalam
grafik fungsi.

Grafik dari polinomial nol

f(x) = 0
adalah sumbu x.

Grafik dari polinomial berderajat nol

f(x) = a0, dimana a0 0,


adalah garis horizontal dengan y memotong a0

Grafik dari polinomial berderajat satu (atau fungsi linear)

f(x) = a0 + a1x , dengan a1 0,


adalah berupa garis miring dengan y memotong di a0 dengan
kemiringan sebesar a1.

Grafik dari polinomial berderajat dua

f(x) = a0 + a1x + a2x2, dengan a2 0


adalah berupa parabola.

Grafik dari polinomial berderajat tiga

f(x) = a0 + a1x + a2x2, + a3x3, dengan a3 0

adalah berupa kurva pangkat 3.

Grafik dari polinomial berderajat dua atau lebih

f(x) = a0 + a1x + a2x2 + ... + anxn , dengan an 0 and n 2


adalah berupa kurva non-linear.
Ilustrasi dari grafik-grafik tersebut adalah di bawah ini.

Polinomial berderajat 2:
f(x) = x2 - x - 2 = (x+1)(x-2)

Polinomial berderajat 3:
f(x) = x3/4 + 3x2/4 - 3x/2 - 2 = 1/4 (x+4)(x+1)(x-2)


Polinomial berderajat 4:
f(x) = 1/14 (x+4)(x+1)(x-1)(x-3) + 0.5

Polinomial berderajat 5:
f(x) = 1/20 (x+4)(x+2)(x+1)(x-1)(x-3) + 2

Polinomial berderajat 6:
f(x) = 1/30 (x+3.5)(x+2)(x+1)(x-1)(x-3)(x-4) + 2


Polinomial berderajat 7:
f(x) = (x-3)(x-2)(x-1)(x)(x+1)(x+2)(x+3)

2.BENTUK UMUM SUKU BANYAK


Bentuk umum suku banyak (polinom) berderajat n dalam variabel x adalah:
Anxn + an-1xn-1 + an-2xn-2 + . + a1x + a0

Derajat suatu sukubanyak dalam x adalah pangkat tertinggi dari x dalam


sukubanyak itu. Bilangan ak disevut koefisien dari variabel xk dan a0 disebut
variabel suku tetap atau kostanta, an, an-1, an-2, , a1, dan a0
merupakan bilangan real.
Derajat dari suatu suku banyak dalam variabel x ditentukan oleh
pangkat yang paling tinggi bagi variabel x yang ada dalam suku banyak itu.
Perhatikan bahwa suku-suku pada suku banyak diatas dawali oleh suku
yang variabelnya mempunyai pangkat tertinggi, yaitu anxn. Kemudian diikuti
oleh suku-suku dengan pangkat variabel x yang semakin turun, yaitu an-1xn-1,
an-2xn-2, ., a2x2, a1x dan di akhiri dengan suku tetap a0. Suku banyak yang
disusun atau ditulis dengan cara seperti itu dikatakan disusun mengikuti
aturan pangkat turun dalam variabel x. Perlu diingat kembali

bahwa variabel suatu suku banyak tidaklah harus dalam variabel x,


tetapi dapat saja dalam variabel-variabel yang lain seperti variabel-variabel
a, b,c ., s, t, u, ., y, z. Misalnya, suku banyak (t + 1)2 (t 2) (t + 3) = t4 +
3t3 3t2 11t 6 , merupakan suku banyak dalam variabel t berderajat 4.
Koefisien t4 adalah 1, koefisien t3 adalah 3, koefisien t2 adalah -3, koefisien t
adalah -11 dan suku tetapnya adalah -6.
Suku banyak yang hanya mempunyai satu variabel di sebut
suku banyak univariabel. Selain itu ada pula suatu suku banyak dengan
variabel lebih dari satu di sebut suku banyak multivariabel. Misalnya,
Suku banyak x3 + x2y4 4x + 3y2 10, merupakan suku banyak dalamdua
variabel ( variabel x dan y ). Suku banyak ini berderajat 3 dalam variabel x
atau berderajat 4 dalam variabel y.
Jika sukubanyak dalam variabel x dengan koefisien bilangan real dianggap
suatu fungsi maka penulisannya berbentuk :
Pn(x) = anxn + an-1xn-1 +an-2xn-2 + a1x + a0

Jika sukubanyak dalam variabel x dengan koefisien bilangan real


dianggap suatu persamman maka penulisannya berbentuk :

Anxn + an-1xn-1+ an-2xn-2 + + a1x + a0 = 0

Bentuk ini sering disebut persamaan rasional intergral derajat n dalam


variabel x

Contoh soal
1) 6x3 3x2 + 4x 8 adalah suku banyak berderajat 3, dengan koefisien x3
adalah 6, koefisien x2 adalah 3, koefisien x adalah 4, dan suku tetapnya 8.
2) 2x2 5x + 4 7x adalah bukan suku banyak karena memuat pangkat
negatif
yaitu 7x atau 7x1 dengan pangkat 1 bukan anggota bilangan cacah.

Latihan
1) Polinom dalam variabel x berikut : 2x5 + 7x3 5, yang mempunyai
koefisien pangkat terendah adalah :
2) koefisien dari x3 dari bentuk aljabar (x4-x3)(x2-x-1) adalah
3) tentukan derajat setiap polinomial berikut : (x2-x-4)(x)
4) tuliskan tanpa tanda kurung dan tuliskan koefisien variabel berpangkat 3
dari setiap bentuk berikut ini : (x3-1)2
5) polinom 4-5t+6t2+5t3-1t4 memiliki koefisien pangkat tertinggi
6) koefisien xn-4 dengan n=8 dari sukubanyak (3x3-3x2-3x-3) (3x-3)
7) tentukan derajat setiap polynomial berikut : 3x3-3x2-x-1
8) koefisien variabel x berpangkat 2 dari sukubanyak (x-4)(x-7)
9) koefisien variabel x3 dari sukubanyak (x3+x5) (x5-x3)

10) sebutkan nama variabel, derajat, dan koefisien variabel pangkat


terendah sukubanyak berikut ini : (t2-t-1)2

2. NILAI SUKUBANYAK
Dalam bentuk umum dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi sebagai
berikut.

f(x) = anxn + an-1xn-1 + an-2xn-2 + + a2x2 + a1x + a0

di mana n bilangan cacah dan an 0.


Nilai f(x) tersebut merupakan nilai suku banyak. Untuk menentukan nilai
suku banyak dapat dilakukan dengan dua cara berikut.
1. Metode Substitusi
Nilai suku banyak untuk sebuah nilai variabel tertentu dapat dicari dengan
aturan metode substitusi sebagai berikut.
Nilai suku banyak f(x) = anxn + an-1xn-1 + an-2xn-2 + + a2x2 + a1x +a0 untuk x
= k ( k bilangan real ) di tentukan oleh
F(x) = an(k)n + an-1(k)n-1 + an-2(k)n-2+ + a2(k)2 + a1(k) + a0

Contoh :
Hitunglah nilai suku banyak f(x) = x3 + 3x2 x + 5 untuk nilai-nilai x berikut.

a). x = 1

b). x = m 2 (m R)

JAWAB :
a). Untuk x = 1, diperoleh :
f(1) = (1)3 + 3(1)2 (1) + 5 = 1 + 3 1 + 5 = 8
Jadi, nilai f(x) untuk x = 1 adalah f(1) = 8.

b). Untuk x =m -2 ( m R ), diperoleh :


f(m 2) = (m 2)3 + 3(m 2)2 (m -2) + 5 = m3 m2 5m + 11
Jadi, nilai f(x) untuk x = m 2 (m R) adalah f(m 2) = m3 m2 5m +
11.

2. Cara Horner/bangun/skema/sintetik
Nilai suku banyak :
f(x) = a n x n + a n1x n1+ a n2 x n2 ++ a 2 x 2 +a1 x + a 0
untuk x = h adalah f(h) menggunakan Metoda Horner
diperlihatkan sbb:
An = an
An 1 = An. h + an 1
An 2 = An1 . h + an 2 ..
A2 = A3. h + a2
A1 = A2. h + a1
A0 = A1. h + a0

X=h

An

an

an-1

an-2

a2

An.h

An-1.h

A3.h A2.h A1.h

An-1

An-2

A2

A1

a1

A0

a0

f(h)

Misalkan suku banyak f(x) = ax3 + bx2 + cx + d.


Jika akan ditentukan nilai suku banyak x = k, maka:
f(x) = ax3 + bx2 + cx + d
f(x) = (ax2 + bx + c)x + d
f(x) = ((ax + b)x + c)x + d
Sehingga f(k) = ((ak + b)k + c)k + d.
Agar lebih memahami tentang cara Horner, pelajarilah contoh soal berikut.
Contoh soal
Hitunglah nilai suku banyak untuk nilai x yang diberikan berikut ini.
1. f(x) = x3 + 2x2 + 3x 4 untuk x = 5
2. f(x) = 2x3 3x2 + 9x + 12 untuk x = S

Penyelesaian
1) 5 1

5
1 7

35 190
38 186

Jadi nilai suku banyak f(x) untuk x = 5 adalah 186.

2) 2

12

1 1
2

4
8

16

Jadi, nilai suku banyak f(x) untuk x = adalah 16.

INFO
Masing-masing koefisien x disusun dari pangkat terbesar sampai
terkecil
(perpangkatan x yang tidak ada, ditulis 0).
Tanda panah pada skema berarti mengalikan dengan k, kemudian
dijumlahkan
LATIHAN SOAL :
1) nilai sukubanyak 5x2-5x-5 untuk x = 5 adalah
2) diketahui sukubanyak p(x) = x2+x-5 nilai p(-1)+p(2)
3) diketahui nilai sukubanyak (3x3+4x2-x-1)(2x-1) bernilai 31 untuk x =1
4) dengan cara substitusi,, hitunglah nilai sukubanyak untuk nilai x yang di
sebutkan 3x2+10x-5 untuk x = -1
5) diberikan suku banyak : p(x) = 2x2-4x-a dengan nilai p(3)=3 dan q(2)=8.
Hitunglah nilai p3+-q
6)hitunglah nilai t agar nilai sukubanyak : x2+3x-9 untuk x=-1
7) diketahui sukubanyak p(x) = x5+ax3-2x2 -bx+1. Jika p(1) =1 dan p(0)=3
maka nilai a+b
8) nilai a yang membuat sukubanyak G(x) =x4+a+3x2-1, nilai g(1)=3 adalah
9) dengan cara horner, hitunglah : x2+3x-1

10) hitunglah nilai k dam m agar nilai-nilai dari polynomial p(x) =2x3kx2+mx-3 untuk x =1 dan x=2, kedua-duanya adalah nol

3. OPERASI ANTARSUKUBANYAK
Penjumlahan, pengurangan, dan perkalian
Perjumlahan atau perngurangan sukubanyak f(x) dan sukubanyak g(x)
dapat dilakukan dengan menjumlahkan atau mengurangkan suku-suku
sejenisnya. Misalanya. 4x2 dan 3x2 dapat dijumlahkan menjadi 7x2 dan jika
dikurangkan menjadi x2. Akan tetapi, jika 4x2 dan 2x6, jumlah keduanya
menjadi 4x2+2x6 dan pengurangan keduanya menjadi 4x2-2x6
Aturan perkalian sukubanyak f(x) dan sukubanyak g(x)dapat
ditentukan dengan cara mengalikan suku-suku dari kedua sukubanyak itu.
Misalnya, 3x2.7x5=21x7. Dalam perkalian antar-sukubanyak digunakan sifat
distributif perkalian.

Untuk sembarang sukubanyak, penjumlahan, penguranga, dan


perkalian sukubanyak dapat dilakukakn dengan menggunakan sifat
penjumlahan dan perkalian bilangan real sebagai operasi aljabar.

Jika p1(x) adalah sukubanyak berderajat m dan p2(x) adalah sukubanyak


berderajat n, maka :

p1(x)+p2(x) memiliki derajat m jika m>n atau n>m


p1(x)+p2(x) memiliki derajat m jika m>n atau n>m
p1(x).p2(x) memiliki derajat m+n

CONTOH :
Diketahui dua buah sukubanyak f(x) dan g(x) dinyatakan dengan aturan
f(x) = x3 + x2 4 dan g(x) = x3 2x2 + x + 2
a) Tentukan f(x) + g(x) serta derajatnya.
b) Tentukan f(x) g(x) serta derajatnya.
c) Tentukan f(x) g(x) serta derajatnya.
JAWAB :
a). f(x) + g(x) = (x3 + x2 4) + (x3 2x2 + x + 2)
f(x) + g(x) = (x3 + x3) + (x2 2x2) + x + (-4 + 2)
f(x) + g(x) = 2x3 x2 + x 2
Jadi, f(x) + g(x) = 2x3 x2 + x 2 dan f(x) + g(x) berderajat 3.

b). f(x) g(x) = (x3 + x2 4) (x3 2x2 + x + 2)


f(x) g(x) = (x3 x3) + (x2 (-2x2)) x + (-4 2)
f(x) g(x) = 3x2 x 6
c). f(x) g(x) = (x3 + x2 4) (x3 -2x2 + x + 2)
f(x) g(x) = x3 (x3 2x2 + x + 2) + x2 (x3 2x2 + x + 2) 4(x3 2x2 + x
+ 2)
f(x) g(x) = x6 2x5 + x4 + 2x3 + x5 2x4 + x3 +2x2 4x3 + 8x2 4x -8
f(x) g(x) = x6 + (-2x5 + x5) + (x4 2x4) + (2x3 + x3 4x3) + (2x2 + 8x2)
4x - 8
f(x) g(x) = x6 x5 x4 x3 + 10x2 4x - 8
Jadi, f(x) g(x) = x6 x5 x4 x3 + 10x2 4x 8 dan f(x) g(x) berderajat
6.

Kesamaan Sukubanyak
Sukubanyak f(x) dan sukubanyak g(x) dikatakan sama, apabila kedua sama,
apabila kedua sukubanyak itu mempunyai nilai yang sama untuk variabel x
pada bilangan real. Notasi untuk kesamaan ditulis
Kesamaan dua sukubanyak f(x) dan g(x) ditulis sebagai :

Ketentuan kesamaan dua sukubanyak


F(x) G(x)

Misalkan dua sukubanyak berderajat n,


penentuan kesamaan dua sukubanyak f(x) dan g(x) dapat pula ditentukan
F(x) = anxn + an-1xn-1 + an-2xn-2 + + a1x + a0
oleh aturannberikut n-1
ini
G(x) = bnx + bn-1x + bn-2xn-2 + + b1x + b0
Apabila f(x) g(x) atau mempunyai nilai sama untuk (n+1) nilai x yang
berbeda, maka berlaku hubungan :
An =bn, an-1=bn-1, an-2=bn-2,.., a1=b1, a0=b0
Yaitu koefisien dari variabel berpangkat sederajat adalah sama.

CONTOH :
Tentukan nilai a pada kesamaan x2 3x + 14 (x 1) (x 2) + 3a.
JAWAB :
Jabarkan bagian ruas kanan kesamaan
x2 3x + 14 x2 3x + 2 + 3a
x2 3x + 14 x2 3x + (2 + 3a)
Dengan menggunakan sifat kesamaan suku banyak, di peroleh :
14 = 2 +3a

a=4

Jadi, nilai a pada kesamaan x2 3x + 14 (x 1) (x 2) + 3a adalah 4.

LATIHAN SOAL :
1) nilai t yang memenuhi kesamaan x3-x2-1 (x-1)(x-t)
2) dari kesamaan ax2-(x-2)(x-1) (x-1)(x+1)+5
3) tentukan nilai a, b, dan c dari kesamaan berikut ini : a(x-1)+(cx-1)(2x-1)bx2+5x

4) diketahui polynomial f(x)=5x+1 dan g(x)=5x2+1 tentukan f(x)+g(x)


5) carilah a dan b dari setiap kesamaan berikut ini:
2x3+4
4-x2+x3
6) diberikan polinominal f(t)=t2-t5 dan h(x)=2t2+t5
7) dari kesamaan 5x3-2x+3ax2+(b+c)x+2(b-c) maka a+5b-c
8) dari kesamaan 6x-14 (a-x)
9) tentukan nilai x dari persamaan p(x)= x2-1 jika di ketahui p(0)=1
10) tentukan nilai x jika di ketahui k(x)=x4+5x3-1 jika di ketahu p(1)=-1

4. PEMBAGIAN SUKU BANYAK


Sebagai ilustrasi, misalnya bilangan 4.369 dibagi dengan 14 dapat
diselesaikan dengan metode bersusun pendek seperti di perlihatkan pada
bagan di bawah. Dari bagan ini terlihat bahwa 4.369 dibagi dengan 14
memberikan hasil bagi 312 dengan sisa pembgian 1.
4.369

Yang dibagi

14

Pembagi

312

hasil bagi

sisa pembagian

Dengan demikian, dapat dirumuskan secara umum sebagai berikut.

Yang dibagi = pembagi x hasil bagi + sisa pembagian

Pendefinisian secara matematis dapat dituliskan berikut ini.


Pendefinisianvpembagian dua sukubanhyak
Suatu sukubanyak P(x) berderajat n dibagi Q(x) berderajat m (dengan m<n)
menghasilkan hasil bagi H(x) berderajat (n-m) dan sisa S(x) maksimal
berderajat (m-1), dapat dituliskan:
P(x) Q(x) . H(x) + S(x) atau

P(x)
S(x)
=H ( x ) +
Q(x)
Q(x)

a) Pembagian Sukubanyak P(x) dengan x h


Pembagian sukubanyak P(x) dengan pembagi: Q(x) = x h menghasilkan
hasil bagi H(x)
dan sisa S(x) berderajat nol atau H(x) = konstanta, dituliskan sebagai
berikut:
P(x) (x - h) H(x) + S(x)
Penentuan hasil bagi H(x) dan sisa S(x) dari pembagian P(x) dengan (x h)
dapat dilakukan dengan 3 cara berikut ini.
i.

Cara Pembagian Bersusun


Contoh soal:
Tentukan hasil bagi H(x) dan sisa S(x) dari pembagian
P(x) = x3 + x 2+2 x3

dengan Q(x) = x 1.

Jawab:
Algoritma (urutan langkah) dari pembagian sukubanyak dengan cara

pembagian bersusun dapat dijelaskan sebagai berikut:


Langkah 1
Mulailah dengan membagi x 3 pada P(x) dengan x pada Q(x),
diperoleh H(x) =
Hal ini berarti:

x 1) +x
3
2
x x

, tuliskan

(x 1), diperoleh

pada kolom hasil bagi. Kalikan

x x

dengan

tempatkan di bawah yang dibagi lalu

dikurangkan, diperoleh sisa:


2
2 x + 2 x3

yang dibagi
X1

pembagi

x 3 + x2 + 2 x -3
x 3 - x2
2
2 x + 2 x3
2
2 x 2 x
4x 3
4x 4
1

hasil bagi
x 2 + 2x+ 4

sisa

Langkah 2
Bagi 2 x 2 pada sisa dengan x pada Q(x), diperoleh 2x dan tuliskan
disebelah kanan x 2
Hal ini berarti:
2 x 2 2 x ( x 1 )+ 2 x , kalikan 2x dengan 9x 1), diperoleh

2 x 22 x

tempatkan di bawah sisa pada langkah 1 lalu dikurangkan, diperoleh

sisa: 4x 3
Langkah 3
Bagi 4x pada sisa langkah 2 dengan x pada Q(x), diperoleh 4 dan
tuliskan di sebelah kanan x 2 +2 x .
Hal ini berarti:
4x 4(x - 1) + 4 , kalikan 4 dengan (x -1), diperoleh 4x 4 tempatkan di
bawah sisa pada langkah 2 lalu dikurangkan, diperoleh sisa: S(x) = 1
Hal ini berarti pembagian selesai karena derajat S(x) < derajat H(x).
Berdasarkan algoritma tersebut diperoleh:
P(x) = x 3 + x2 + 2 x 3
Q(x) = x 1
H(x) = x 2 + 2 x + 4
S(x) = 1

ii.

Cara Pembagian Sintetik atau Metode Horner

(William George Horner: 1786 1837)


Misalkan

P(x) = a x + b x + c x + d

dibagi dengan x h, hal ini dapat

dilakukan seperti cara bagan saat menentukan nilai P(h) pada pembahasan
yang lalu.
Dengan menganggap x h = 0 atau x = h, diperoleh hasil bagi:
H(x) =

a x 2 + (ah + b ) x + (a h2 +bh+c

S(x) =

3
2
P( h) = ah + b h + ch + d , seperti terlihat pada bagan atau skema

dan sisa pembagian adalah:

Horner di bawah ini.


Contoh soal:
Tentukan nilai an agar

f(x) = x 3 + a x 2 - x + 1

dibagi (x 2) bersisa S(x) =

11.
Jawab:
Berdasarkan bagan Horner
1
2

*
1

-1

2a+4

a+2

2a+3

1
4a+6

4a+7 = 11

Hal ini berarti: 4a + 7 = 11


a=1
iii.

Cara Koefisien Tak Tentu


Pembagian sukubanyak P(x) dengan Q(x) dengan cara koefisien tak
tentu mengikuti definisi pembagian sukubanyak (polinomial) dengan
kesamaan berikut ini:
P(x) Q(x) . H(x) + S(x)
Agar lebih jelas, perhatikan contoh berikut ini.

Contoh Soal:
Tentukan hasil bagi H(x) dan sisa S(x) pada pembagian P(x) =
P(x) = x3 + 2 x2 - x + 3

dengan x + 2.

Jawab:
P(x) berderajat 3
Q(x) berderajat 1.
H(x) berderajat (3 1) = 2
S(x) berderajat 0 atau S(x) merupakan konstanta.
Berdasarakan definisi pembagian dua sukubanyak, diperoleh:
x 3 + 2 x 2 - x + 3 ( x+2 ) H ( x ) + S ( x )
( x +2 ) ( ax 2+ bx+ c ) + d
a x 3 + (b+2a) x2 - (2b+c) x + (2c+d)
Hal ini berarti: ruas kiri sama dengan ruas kanan, sehingga diperoleh:
(i) Koefisien

x3

(iii) Koefisien x
1=a

-1 = 2b + c = 0 = c

a=1
(ii) Koefisien

c = -1

(iv) Koefisien

2 = b + 2a = b + 2(1) = b + 2
b=0
Jadi, pembagian

3 = 2c + d = -2 + d
d=5

x3 + 2 x2 - x + 3

dengan x + 2 menghasilkan:

Hasil bagi: H(x) =

x -1

dan sisa S(x) = 5.

b) Pembagin Suku banyak dengan (ax b)


Dalam bagian ini kita akan membahas tentang pembagian sukubanyak
P(x) dengan (ax b) secara bagan Horner saja.
b
Pandang pembagian P(x) dengan ( x ) , maka menurut cara
a
pembagian Horner,

h=

b
a

dan ditulis sebagai:

( ba ) H ( x ) + P ( ba )
a
b
b
P ( x ) ( x ) H ( x ) + P ( )
a
a
a
b H (x)
b
P ( x ) a ( x ) {
H (x )+P( )
}
a
a
a
H (x)
b
P ( x ) ( axb ) {
+P( )
}
a
a
P ( x ) x

Hal ini menunjukan bahwa: jika P(x) dibagi dengan ax b maka hasil
baginya

H (x)
a

dan sisanya

pembagian P(x) dengan

( x ba )

( ba )

, dengan H(x) adalah hasil bagi dari

Contoh soal:
Dengan menggunakan bagan Horner, tentukan hasil bagfi dan sissa apabila
P ( x )=2 x 2 +5 x 1

dibagi 2x 3.

Jawab:
Pembagi: 2x 3 berarti

Persamaan di atas:

h=

3
2

P ( x ) ( 2 x3 )

{ } ()
H(x)
3
+P
2
2

Pembagian Horner:
2
5
3
*
3
2
2

-1
12

S(x) =

H (x )
2

( 32 )

11 =

H(x) = 2x + 8

( 32 )

=x+4

= 11

Jadi, hasil baginya (x + 4) dan sisanya 11.


c) Pembagian Suku banyak dengan Pembagi ( ax 2+ bx+ c
Metode pembagian sintetik atau bagan Horner dapat digunakan untuk
menentukan hasil bagi dan sisa dari pembagian suatu sukuban yak
dengan pembagi berbentuk apapun asalkan pangkat pembagi pangkat
yang dibagi. Pembagian suku banyak dengan pembagi ( ax 2
dinamakan metode (bagan) Horner Kino.

contoh:
x 3 - x 2 + 4x 4 dibagi oleh x 2 - 1
(1) (2)
x-1
x

-1

(x . (x

x
2

-1))

-1))

- x 2 + 4x 4

-x
-x

(-1 . (x

-x

+5x
2

+1-

5x 5
(berderajat lebih kecil dari x 2 - 1, maka
perhitungan selesai dan ini merupakan sisa)

+ bx +c)

Hasil bagi adalah x 1 dan sisa 5x - 5


(berderajat lebih kecil dari x 2 - 1, maka
perhitungan selesai dan ini merupakan sisa)
Hasil bagi adalah x 1 dan sisa 5x 5

LATIHAN SOAL
1) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk linear berikut ini :
x3 + 4x2 + x + 3 dibagi (x 1)
2) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk linear berikut ini :
x3 3x2 + 7 dibagi (x 7)
3) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk linear berikut ini :
x4 + x2 16 dibagi (x + 1)
4) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk linear berikut ini :
2x3 + 7x2 5x + 4 dibagi (2x + 1)
5) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk linear berikut ini :
2x3 + 5x2 + 3x + 7 dibagi (3x + 2)

6) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk kuadrat berikut ini :
2x4 3x2 x + 2 dibagi (x 2) (x + 1)
7) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk kuadrat berikut ini :
x4 + x3 2x2 + x + 5 dibagi (x2 + x 6)
8) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk kuadrat berikut ini :
3x3 + 8x2 x 11 dibagi (x2 + 2x 3)
9) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk kuadrat berikut ini :
4x3 + 2x2 3 dibagi (x2 + 2x 3)
10) Tentukanlah sisa pembagian suku banyak oleh bentuk kuadrat berikut
ini : x3 + 14x2 5x + 3 dibagi (x2 + 3x 4)

5. TEOREMA SISA

Jika f(x) dibagi g(x) mempunyai hasil h(x) dan sisa


s(x) ditulis :
f(x) = g(x) h(x) + s(x)
f(x) = suku banyak yang dibagi
g(x)= pembagi
h(x) = hasil bagi
s(x) = sisa pembagian
Jika f(x) berderajat n dan g(x) berderajat m (m n) maka
derajat h(x) dan s(x) masing-masing sebagai berikut.
derajat h(x) adalah (n m)

derajat maksimum s(x) adalah (m 1)


- jika h(x) = ax +b maka s(x) = konstan
- jika g(x) = ax 2 + bx +c maka s(x) = Ax + B
Apabila suku banyak f(x) :
- dibagi (x-a) maka sisanya adalah f (a).
- dibagi (ax-b) maka sisanya adalah f(a,b)
- habis dibagi (x-a) maka f(a) = 0
Teorema Faktor:
- Jika pada suku banyak f(x) berlaku f(a)=0 , f(b) =0 dan
f(c)= 0 maka f(x) habis dibagi (x-a) (x-b) (x c)
- jika f(a) = 0 maka x-a adalah faktor dari f(x)
- jika (x-a) adalah faktor dari f(x) maka x = a adalah akar
dari f(x)
Akar-akar Suku banyak
1. Jika x1 , x 2 dan x 3 adalah akar-akar persamaan
ax 3 + bx 2 + cx +d = 0 maka
x1 + x 2 + x 3 = -a/b
x1 x 2 + x1 x 3 + x 2 x 3 =a/c
x1 x 2 x 3 = -a/d

2. Jika x1 , x 2 , x 3 dan x 4 adalah akar-akar persamaan


ax 4 + bx 3 + cx 2 + dx + e = 0 maka
x1 + x 2 + x 3 + x 4 = -a/b

x1x 2 + x1x 3 + x1 x 4 + x 2 x 3 + x 2 x 4 + x 3 x 4 =a/c


x1 x 2 x 3 + x1 x 3 x 4 + x1 x 2 x 4 + x 2 x 3 x 4 = -a/d
x1 x 2 x 3 x 4 = a/e

Akar-akar Rasional dari persamaan suku banyak:


Persamaan suku banyak :
a n x n + a n1x n1+ a n2 x n2 ++ a 2 x 2 +a1 x + a 0 =0
dapat diselesaikan dengan mencari nilai pengganti x yang memenuhi
persamaan suku banyak itu. Nilai x tersebut dinamakan penyelesaian atau
akar persamaan
suku banyak tersebut. Jika f(x) adalah suku banyak maka (x-h) merupakan
faktor dari f(x) jika h adalah akar dari persamaan suku banyak f(x) = 0 .
Akar-akar persamaan suku banyak f(0) dapat dicari dengan
menggunakan urutan langkah-langkah sbb:
1. Menentukan akar-akar yang mungkin dari f(x) =0, yaitu n/m
dimana:
m = factor bulat positif dari a 0
n = factor bulat dari a 0
2. Akar-akar yang sebenarnya harus memenuhi f (n,m)=0
Contoh:
f(x) = x 4 - 15x 2 - 10x + 24 = 0 maka
a n = 1 dan a 0 = 24

m = faktor bulat positif dari a 0 = 24,


yaitu 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24
n = faktor bulat dari a 0 yaitu , -1, 1, -2,2, -3,3, -6,6, -8,8
-12, 12, -24,24
akar yang mungkin adalah(n/m) : 1,-1,2,-2,3,-3,4,-4, 6,-6,8,-8
substitusikan akar yang mungkin ke dalam persamaan
apakah f(n/m) = 0 ?
Karena soal berderajat 4 maka cari minimal 2 nilai akar terlebih dahulu:
ambil nilai x=1 :
f(1) = 1 15 10 + 24 = 0 x = 1 adalah akar persamaan
ambil nilai x = 2
f(2) = 16 60 20 + 24 = -40 x= 2 bukan akar
ambil nilai x = -2
f(-2) = 16 - 60 + 20 + 24 = 0 x = -2 adalah akar
persamaan
didapat dua nilai yaitu x = 1 dan x = -2
kalikan dua nilai sbb:
(x-1)(x+2) = x 2 + x - 2
Bagi persamaan dengan nilai tsb :
x 2 -x -12
x 2 +x- 2 x 4 - 15x 2 - 10x + 24
x 4 + x 3 -2x 2 - x 3 -13x 2 -10x

-x 3 -x 2 + 2 x -12x 2 -12x + 24
-12x 2 -12x + 24 -0
( sisa 0 )
sehingga hasil akhirnya didapat :
f(x)= (x-1)(x+2)( x 2 -x -12) = 0 atau
(x-1)(x+2) (x -4 ) (x +3) = 0
didapat akar-akar persamaan :
x = 1 ; x = -2 ; x= -3 dan x = 4

CONTOH SOAL :
Diketahui x1, x2, dan x3 adalah akar-akar persamaan 2x3 bx2 18x + 36 =
0.
Tentukan:
a. x1 + x2 + x3
b. x1 . x2 + x1 . x3 + x2 . x3
c. x1 . x2 . x3
d. nilai b, jika x2 adalah lawan dari x1
e. nilai masing-masing x1, x2, dan x3 untuk b tersebut
Penyelesaian
a) 2x3 bx2 18x + 36 = 0
a = 2 c = 18

b = b d = 36
x1 + x2 + x3 = b/a = 2
b ..(1)
b) x1 . x2 + x2 . x3 + x1 . x3 = c/a = 2
18 = 9 .. (2)
c) x1 . x2 . x3 = d /a = 2
36 = 18 .. (3)
d) Dari (1):
x1 + x2 + x3 = 2
x1 + (x1) + x3 = 2
x3 = 2

Dari (3)
x1 . x2 . x3 = 18
untuk x1 = 3, maka x2 = 3 x1 x2 x3 = 18
3 . 3. x3 = 18
9x3 = 18
x1 + x2 + x3 = 2
x3 = 2
3 + (3) + 2 = 2
2 = 2
4 = b atau b = 4
Untuk x1 = 3, maka x2 = 3 x1 x2 x3 = 18

(3) . 3. x3 = 18
9. x3 = 18
x3 = 2 , maka b = 4
e) x1 = 3, x2 = 3, dan x3 = 2 untuk b = 4 atau
x1 = 3 , x2 = 3, dan x3 = 2 untuk b = 4

LATIHAN SOAL :
1) Tentukan faktor dari: 2x3 11x2 + 17x 6 = 0
2) Tentukan faktor dari suku banyak berikut. : 2x3 7x2 17x + 10 = 0
3) Tentukanlah akar-akar dari: 2x3 + 3x2 8x + 3 = 0
4) Jika akar-akar persamaan px3 14x2 + 17x 6 = 0 adalah x1, x2, x3
untuk
x1 = 3, tentukan x1 . x2. x3.
5) Tentukan akar-akar dari x3 + 2x2 5x 6 = 0.
6) Jika persamaan x3 x2 32x + p = 0 memiliki sebuah akar x = 2,
tentukan
akar-akar yang lain.

7) Tentukan faktor dari: 2x3 x2 5x 2 = 0


8) Tentukan faktor dari suku banyak berikut. : 2x3 7x2 17x + 10 = 0
9) Tentukanlah akar-akar dari: x3 + 4x2 + x 6 = 0
10) Tentukan faktor dari: 8x3 6x2 59x + 15 = 0

DAFTAR PUSTAKA
Wirodikromo, sartono., matematika untuk SMA KELAS XI SEMESTER 2,
JAKARTA: 2006
Pariwara, intan., matematika program ilmu pengetahuan alam, KLATEN :
2012
Sukino., matematika untuk SMA Kelas XI, JAKARTA : 2006
(http://akbarpelatnas11.blogspot.com/2012/06/materi-suku-banyak-sma.html)
(http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=soal-soal%20suku%20banyak%20dan
%20pembahasannya&source=web&cd=7&cad=rja&sqi=2&ved=0CF4QFjAG&url=ht
tp%3A%2F%2Fm.friendfeed-media.com
%2F3399c2d30ffd8855e30aa1fa6c0b906afc21a703&ei=tJOxUfLdDcWsrAecvIH4Bg&
usg=AFQjCNHk30p8PC_OI1M5hC_YCyX4930DLg&bvm=bv.47534661,d.bmk)
(http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=soal-soal%20suku%20banyak%20dan
%20pembahasannya&source=web&cd=5&cad=rja&sqi=2&ved=0CFAQFjAE&url=ht
tp%3A%2F%2Fabuindri.files.wordpress.com%2F2013%2F01%2F12-soalsoalsukubanyak.doc&ei=tJOxUfLdDcWsrAecvIH4Bg&usg=AFQjCNE_kFT6ZSyDRL2aL
V980gNuUC16mg&bvm=bv.47534661,d.bmk)
(http://yos3prens.wordpress.com/2012/09/27/metode-metode-faktorisasi-sukubanyak/)
(http://www.bukusoal.info/2012/04/pembahasan-matematika-soal-sukubanyak.html)

(http://www.google.com/#gs_rn=16&gs_ri=psyab&suggest=p&cp=24&gs_id=ji&xhr=t&q=soalsoal+suku+banyak+dan+pembahasannya&es_nrs=true&pf=p&biw=1366&bih=66
4&sclient=psy-ab&oq=soalsoal+suku+banyak+da&gs_l=&pbx=1&bav=on.2,or.r_qf.&bvm=bv.47534661,d.bm
k&fp=893a61695a64dacb)
(http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=suku
%20banyak&source=web&cd=16&cad=rja&ved=0CE0QFjAFOAo&url=http%3A%2F
%2Fm.friendfeed-media.com
%2F65ba317c497c72a05b9c47f0ecf612078c953cff&ei=cZixUaKqKMvqrQfwxoDwBw
&usg=AFQjCNEMD88e12obX15VS1hp4jUtqi35cg&bvm=bv.47534661,d.bmk)
(http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=suku
%20banyak&source=web&cd=17&cad=rja&ved=0CFQQFjAGOAo&url=http%3A%2F
%2Frestiyulianingsih.files.wordpress.com
%2F2010%2F01%2Fstoryboard_restiyulianingsih0605646.pdf&ei=cZixUaKqKMvqrQfwxoDwBw&usg=AFQjCNGhzy9UNXHIrwuJJTlnVLj
W0pYtGQ&bvm=bv.47534661,d.bmk)
(http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=suku
%20banyak&source=web&cd=18&cad=rja&ved=0CFsQFjAHOAo&url=http%3A%2F
%2Ffiles.sman1-mgl.sch.id%2Fviewing%2FPdf%2FKelas_11%2FMatematika
%2FKelas11-Matematika-Suku%2BBanyak5.pdf
%2F&ei=cZixUaKqKMvqrQfwxoDwBw&usg=AFQjCNEkJfaR9ihv4x5_yoQJ6xGuT7Uu7A
&bvm=bv.47534661,d.bmk)

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada TUHAN YANG MAHA ESA atas
karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan benar
Terima kasih kepada bapak Ricky yang sudah mengajari, membimbing, dan
member tugas ini kepada kami dengan baik dan sabar
Kami minta maaf atas kekurangan dari makalah yang kami buat ini
Semoga bapak memakluminya
Medan, 08 JUNI 2013

NAMA

: CORRY ZALUKHU (08)


RICHARD SEPTIAN (35)
RUTH SIAHAAN (36)

SMA SANTO THOMAS 1


MEDAN
2012-2013