Anda di halaman 1dari 12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil


PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa
Tidak ???
Mei 30, 2011 at 2:29 pm (Sekilas Info) (kesehatan reproduksi, kespro, pendidikan seks, sex education)
SEKS
Selama ini, jika kita berbicara mengenai seks, maka yang terbersit dalam benak sebagian besar orang adalah
hubungan seks. Padahal, seks itu artinya jenis kelamin, yang membedakan laki-laki dan perempuan secara
biologis. Sementara, seksualitas menyangkut beberapa hal antara lain :
Dimensi biologis yaitu berkaitan dengan organ reproduksi, cara merawat kebersihan dan kesehatan.
Dimensi psikologis seksualitas berkaitan dengan identitas peran jenis, perasaan terhadap seksualitas dan
bagaimana menjalankan fungsinya sebagai makhluk seksual.
Dimensi sosial berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam relasi antar-manusia serta
bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembentukan pandangan mengenai seksualitas dan pilihan
perilaku seks.
Dimensi kultural menunjukkan bahwa perilaku seks itu merupakan bagian dari budaya yang ada di
masyarakat.
BEBERAPA FAKTA YANG MENGKHAWATIRKAN !
Dewasa ini, kehidupan seks bebas telah merebak ke kalangan kehidupan remaja dan anak. Hal ini dapat kita
simak melalui penuturan yang disampaikan oleh Mestika (1996) yang merangkum hasil penelitian para pengamat
masalah sosial remaja di beberapa kota besar. Hasil penelitian tersebut antara lain: Sarwono (1970) meneliti 117
remaja di Jakarta dan menemukan bahwa 4,1% pernah melakukan hubungan seks. Beberapa tahun kemudian,
Eko (1983) meneliti 461 remaja, dan dari penelitian ini diperoleh data bahwa 8,2% di antaranya pernah
melakukan hubungan seks dan 10% di antaranya menganggap bahwa hubungan seks pranikah adalah wajar.
Di Semarang, Satoto (1992) mengadakan penelitian terhadap 1086 responden pelajar SMP-SMU dan
menemukan data bahwa 4,1% remaja putra dan 5,1% remaja putri pernah melakukan hubungan seks. Pada
tahun yang sama Tjitarra mensurvei 205 remaja yang hamil tanpa dikehendaki. Survei yang dilakukan Tjitarra
juga memaparkan bahwa mayoritas dari mereka berpendidikan SMA ke atas, 23% di antaranya berusia 15 20
tahun, dan 77% berusia 20 25 tahun.
Selain kehidupan seks bebas, kejahatan seks terhadap anak-anak saat ini ternyata tidak saja dilakukan oleh
orang-orang yang tidak dikenal oleh korbannya. Dalam beberapa kasus yang terjadi, kejahatan seks justru
dilakukan oleh orang-orang yang dekat dengan kehidupan anak.
Data yang ada mengenai kejahatan seks, selama tahun 1995 terjadi 12 kasus kejahatan
seks yang dilakukan oleh
Ikuti
orang tua kandung maupun tiri, 7 kasus dilakukan oleh saudaranya, 4 kasus oleh guru dan oleh teman atau
kenalan sebanyak 49 kasus. Keadaan seperti itu jelas sangat memperhatikan.

Follow DUNIA

file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20T

1/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

Kehidupan seks bebas dan kejahatan yang terjadi belakangan


ini adalah hal-hal yang perlu diketahui oleh remaja
Follow DUNIA
agar mereka dapat mengantisipasi dan mengatasiKEDOKTERAN
masalah tersebut. Remaja masa kini perlu disadarkan akan
perlunya sikap menghargai dan bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri dan lingkungannya demi masa
dokterkecil
depan yang cerah.
Get every new post delivered

Remaja juga perlu ditumbuhkan kesadaran akan perlunya


to your suatu
Inbox.sikap menghargai dan tanggung jawab terhadap
dirinya dan lingkungan melalui informasi tentang hakikat seksualitas pada diri mereka dan pada diri manusia pada
Bergabunglah
denganmelalui
30 pengikut
umumnya secara benar. Informasi yang benar tersebut
dapat diberikan
pendidikan seks. Pendidikan seks
lainnya.
ini dapat diberikan oleh orang tua ataupun oleh pihak sekolah.
Enter your email address
Sign me up
Ditenagai oleh WordPress.com

PENDIDIKAN SEKS = VULGAR = TABU ???


Pendidikan seks atau pendidikan mengenai kesehatan reproduksi (kespro) atau istilah kerennya sex education
sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak yang sudah beranjak dewasa atau remaja, baik melalui
pendidikan formal maupun informal. Ini penting untuk mencegah biasnya pendidikan seks maupun pengetahuan
tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Materi pendidikan seks bagi para remaja ini terutama
ditekankan tentang upaya untuk mengusahakan dan merumuskan perawatan kesehatan seksual dan reproduksi
serta menyediakan informasi yang komprehensif termasuk bagi para remaja.
Meninjau berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia, agaknya masih timbul pro-kontra di masyarakat, lantaran
adanya anggapan bahwa membicarakan seks adalah hal yang tabu dan pendidikan seks akan mendorong remaja
untuk berhubungan seks. Sebagian besar masyarakat masih memandang pendidikan seks seolah sebagai suatu
hal yang vulgar.
Berdasarkan sudut pandang psikologis, pendidikan seksual sangat diperlukan bagi perkembangan remaja,
dengan harapan agar remaja tidak memiliki kesalahan persepsi terhadap seksualitas dan tidak terjebak pada
perilaku-perilaku yang kurang bertanggungjawab baik dari segi kesehatan maupun psikologis.
Pendidikan seks yang dilakukan sejak dini dapat menekan laju angka penderita penyakit kelamin, AIDS dan
aborsi yang dilakukan kalangan remaja. Bahkan juga bisa mencegah terjadinya perilaku penyimpangan seks.
Materi pendidikan seks tidak perlu ditutup-tutupi, karena akan menjadikan siswa bertambah penasaran dan ingin
file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20T

2/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

mencobanya. Namun, perlu juga disertai penjelasan akibat seks itu sendiri.
PENTING KAH PENDIDIKAN SEKS ??
Ada dua faktor mengapa sex education sangat penting bagi remaja. Faktor pertama adalah di mana anak-anak
tumbuh menjadi remaja, mereka belum paham dengan sex education, sebab orang tua masih menganggap
bahwa membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu. Sehingga dari ketidakpahaman tersebut para remaja
merasa tidak bertanggungjawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya.
Faktor kedua, dari ketidakpahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka, di
lingkungan sosial masyarakat, banyak yang menawarkan hanya sebatas komoditi, seperti media-media yang
menyajikan hal-hal yang bersifat pornografi, antara lain DVD, majalah, internet, bahkan tayangan televisi pun saat
ini sudah mengarah kepada hal yang seperti itu. Dampak dari ketidakpahaman remaja tentang sex education ini,
banyak hal-hal negatif terjadi, seperti tingginya hubungan seks di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan,
penularan virus HIV/AIDS dan sebagainya.
Dengan belajar tentang sex education, diharapkan remaja dapat menjaga organ-organ reproduksi pada tubuh
mereka dan orang lain tidak boleh menyentuh organ reproduksinya khususnya bagi remaja putri.
BAGAIMANA CARA PENYAMPAIAN PENDIDIKAN SEKS YANG TEPAT ?
Belajar tentang seks berbeda dengan kita belajar tentang keterampilan yang lain. Misalnya kita belajar renang
agar mengetahui tentang teknik berenang yang baik, namun belajar tentang seks bukanlah belajar bagaimana
aktivitas seks yang baik, melainkan apa yang akan timbul atau dampak dari aktivitas seks tersebut.
Pembekalan tentang seks ini penting dan perlu sekali. Pengenalan atau pendidikan tentang seks, bisa dimulai
dengan berdiskusi langsung tentang kesehatan reproduksi. Dengan cara yang lebih akrab atau curhat, mungkin
siswa pun tidak perlu malu-malu lagi. Bisa juga dengan seringnya membuat sebuah seminar tentang seks dengan
mengundang pakar yang bisa menjelaskan lebih detil lagi. Misalnya dokter atau psikolog, yang cakap dan paham
dalam urusan gaya hidup remaja dan kesehatan reproduksi.
Ada beberapa sekolah yang sudah memberikan pelajaran tentang sex education yang disisipkan ke dalam
pelajaran Biologi, Agama dan Bimbingan Konseling. Namun hanya mendapat bekal dari sekolah tentu tidak
cukup. Komunikasi dari orang tua dan anak pun juga diperlukan. Dapat dikatakan bahwa tidak banyak remaja
yang berani cerita tentang first kiss-nya ke ibu mereka. Kalau kita tanya di mana mereka bisa tahu tentang
Love, Sex, and Dating, banyak yang menjawab bahwa mereka memperolehnya dari teman.
Sepertinya tidak hanya remaja saja yang berhak mendapatkan pengetahuan tentang seks dan gaya hidup remaja
saat ini. Orangtua pun mesti mendapatkan pengetahuan tentang gaya hidup remaja saat ini, hal-hal apa saja yang
sedang trend di kalangan remaja, sehingga dapat terjalin komunikasi yang terbuka antara orangtua dan anak.
Karena bukan tidak mungkin, mereka yang tidak dekat atau jauh dari kontrol orang tualah yang lebih sering
terjerumus ke hal-hal yang negatif.

file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20T

3/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

Berikut ini adalah beberapa POIN-POIN topik/materi penting yang secara umum perlu diketahui anak, yang
perlu disampaikan dalam sex education : (diunduh dari Edukasi Seks Sejak Dini)
1. MENGENALKAN PERBEDAANLAWAN JENIS
Jelaskan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan jenis kelamin. Hal ini yang
menyebabkan beberapa hal menjadi berbeda, seperti cara berpakaian, gaya rambut, cara buang air kecil.
Terangkan bahwa anak laki-laki jika sudah besar akan jadi ayah dan anak perempuan akan men
jadi ibu. Tugas
utama ayah adalah mencari nafkah, walaupun harus tetap memperhatikan keluarga. Adapun tugas utama ibu
adalah mengatur rumah tangga dan kelu
arga. Namun, tidak menutup kemungkinan seorang ibu membantu ayah
dalam mencukupi kebutuhan. Dengan demikian, anak bisa memahami peran jenis kelamin dengan baik dan
benar.
2. MEMPERKENALKAN ORGAN SEKS
Caranya cukup mudah, misalnya dengan menggunakan boneka ataupun ketika mandi. Perkenalkan anak secara
singkat organ tubuh yang dimiliki, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, serta jangan lupa penis dan va
gina.
Terangkan juga fungsi dari anggota tubuh dan cara pemeliharaannya agar terhindar dari kuman penyakit.
3. MENGHINDARI ANAK DARI KEMUNGKINAN PELECEHAN SEKSUAL
Tegaskan pada anak bahwa alat kelamin tidak boleh dipertontonkan secara sembarangan. Tumbuhkan rasa malu
pada anak, misalnya ketiika keluar dari kamar mandi hendaknya mengenakan pakaian atau handuk penutup.
Selain itu, jika ada yang menyentuhnya, segera laporkan pada orang tua atau guru di sekolah. Anak boleh teriak
sekeras-kerasnya dalam hal ini untuk melindungi dirinya.
4. INFORMASIKAN TENTANG ASAL-USUL ANAK
Untuk anak usia prasekolah, bisa diterangkan bahwa anak berasal dari perut ibu, misalnya sambil menunjuk
perut ibu atau pada ibu yang sedang hamil. Sejalan dengan usia, anak boleh diterang
kan bahwa seorang anak
file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20T

4/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

berasal dari sel telur ibu yang dibuahi oleh sperma yang berasal dari ayah. Tekankan bahwa pembuahan boleh
atau bisa dilakukan setelah wanita dan pria menikah.
5.PERSIAPAN MENGHADAPI MASA PUBERTAS
Informasikan bahwa seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan
yang jelas terlihat adalah ketika memasuki masa pubertas. Anak perempuan akan mengalami menstruasi/haid,
sedangkan anak laki-laki meng
alami mimpi basah. Hal ini menandai juga perubahan pada bentuk tubuh dan
kualitas, misalnya bagian dada yang membesar pada wa
nita dan suara yang memberat pada seorang pria.
Penjelasan yang diberikan tentu menggunakan istilah tepat namun tetap dapat dipahami anak.
Orang tua dapat memberikan anak buku dengan topik pendidikan tentang seks. Bacalah bersama anak dan
diskusikan apa yang telah dibaca. Hati-hati menonton acara televisi yang mungkin tidak sengaja berisi kasuskasus perkosaan dan kekerasan seksual lainnya.
Oleh karena itu, orang tua harus peka untuk langsung mendiskusikannya dan menjelaskan secara baik, sebab
akibat dari kasus tersebut. Yang terpenting di sini adalah meluangkan waktu, untuk menyampaikan pendidikan
seks dengan santai dan cukup waktu. Perhatikan juga karakter anak dan rentang atensi yang dimiliki anak,
sehingga anak tidak bosan atau jenuh. Gunakan media seperti gambar, buku, dan benda lain yang menarik minat
anak dan buat semenarik mungkin.

Tujuan dari pendidikan seks juga disesuaikan dengan perkembangan usia, yaitu sebagai berikut :
(diunduh dari Mengapa Pendidikan Seks Dianggap Tabu?)
1. Usia balita (1-5 tahun)
file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20T

5/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

Memperkenalkan organ seks yang dimiliki seperti menjelaskan anggota tubuh lainnya, termasuk menjelaskan
fungsi serta cara melindunginya.
2. Usia sekolah (6-10 tahun)
Memahami perbedaan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), menginformasikan asal-usul manusia,
membersihkan alat genital dengan benar agar terhindar dari kuman dan penyakit.
3. Usia menjelang remaja
Menerangkan masa pubertas dan karakteristiknya, serta menerima perubahan dari bentuk tubuhnya.
4. Usia remaja
Memberi penjelasan mengenai perilaku seks yang merugikan (seperti seks bebas), menanamkan moral dan
prinsip say no untuk seks pra nikah serta membangun penerimaan terhadap diri sendiri.
5. Usia pranikah
Pembekalan pada pasangan yang ingin menikah tentang hubungan seks yang sehat dan tepat.
6. Usia setelah menikah
Memelihara pernikahan melalui hubungan seks yang berkualitas dan berguna untuk melepaskan ketegangan dan
stres.

PENDIDIKAN SEKS DI SEKOLAH


Pada dasarnya, pendidikan seks yang terbaik adalah yang diberikan oleh orangtua sendiri. Diwujudkan melalui
cara hidup orangtua dalam keluarga sebagai suami-istri yang bersatu dalam pernikahan. Pendidikan seks ini
sebaiknya diberikan dalam suasana akrab dan terbuka dari hati ke hati antara orangtua dan anak. Kesulitan yang
timbul kemudian adalah apabila pengetahuan orangtua yang kurang memadai (secara teoritis dan objektif)
menyebabkan sikap kurang terbuka dan cenderung tidak memberikan pemahaman tentang masalah-masalah
seks kepada anak.
Melihat kenyataan tersebut, jelas keluarga membutuhkan pihak lain dalam melengkapi upaya pembelajaran alami
file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20T

6/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

terhadap hakikat seksualitas manusia. Pihak lain yang cukup berkompeten untuk menambah dan melengkapi
pengetahuan orangtua, menjadi perantara antara orangtua dan anak dalam memberikan pendidikan seks adalah
sekolah.
Tujuan pendidikan seks di sekolah seperti yang diungkapkan oleh Federasi Kehidupan Keluarga Internasional
ialah : (diunduh dari Pendidikan Seks di Sekolah)
Memahami seksualitas sebagai bagian dari kehidupan yang esensi dan normal.
Mengerti perkembangan fisik dan perkembangan emosional manusia.
Memahami dan menerima individualitas pola perkembangan pribadi.
Memahami kenyataan seksualitas manusia dan reproduksi manusia.
Mengkomunikasikan secara efektif tentang pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan seksualitas
dan perilaku sosial.
Mengetahui konsekuensi secara pribadi dan sosial dari sikap seksual yang tidak bertanggung jawab.
Mengembangkan sikap tanggung jawab dalam hubungan interpersonal dan perilaku sosial.
Mengenal dan mampu mengambil langkah efektif terhadap penyimpangan perilaku seksual.
Merencanakan kemandirian di masa depan, sebuah tempat dalam masyarakat, pernikahan dan kehidupan
keluarga.

Materi pendidikan seks yang diberikan di sekolah sesuai dengan jenjang pendidikan adalah sebagai
berikut :
Sekolah Dasar (SD) > Terutama Kelas 5-6 SD (memasuki usia remaja)
Keterbukaan pada orang tua.
Pengarahan akan persepsi mereka tentang seks bahwa hal tersebut mengacu pada jenis kelamin dan
bukan lagi tentang hal-hal di luar itu (hubungan laki-laki dan perempuan; proses membuat anak;
dsb.).
Perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
Pengenalan bagian tubuh, organ, dan fungsinya.
Memakai bahasa yang baik dan benar tentang seks menggunakan bahasa ilmiah, seperti Penis,
Vagina.
Pengenalan sistem organ seks secara sederhana.
Anatomi sistem reproduksi secara sederhana.
Cara merawat kesehatan dan kebersihan organ tubuh, termasuk organ seks/organ reproduksi.
Mengajarkan anak untuk menghargai dan melindungi tubuhnya sendiri.
file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20T

7/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

Proses kehamilan dan persalinan sederhana.


Mempersiapkan anak untuk memasuki masa pubertas.
Perkembangan fisik dan psikologis yang terjadi pada remaja.
Ciri seksualitas primer dan sekunder.
Proses terjadinya mimpi basah.
Proses terjadinya ovulasi dan menstruasi secara sederhana.
Memberikan pemahaman bagi para siswa mengenai pendidikan seksual agar siswa dapat memiliki sikap
positif dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksinya secara umum.
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Menjelaskan sistem organ seks dengan cukup detail.
Proses kehamilan dan persalinan agak detail.
Sedikit materi tambahan tentang kondisi patologis pada sistem organ seks.
Memperluas apa yang telah dibicarakan di SD kelas 5 dan 6, yakni identitas remaja, pergaulan, dari mana
kau berasal, proses melahirkan, dan tanggung jawab moral dalam pergaulan.
Lebih mengarah ke penyuluhan Safe Sex. Bukan hanya untuk menhindari kehamilan, tapi juga
menhindari penyakit-penyakit seksual.
Sekolah Menengah Atas (SMA)
Menjelaskan secara detail dan lengkap materi tersebut di atas, ditambah bahaya penyakit menular seksual
(PMS), terutama HIV/AIDS.
Mendalami lagi apa yang telah diberikan di SD dan SLTP yakni secara psikologis pria dan wanita, paham
keluarga secara sosiologi, masalah pacaran dan tunangan, komunikasi, pilihan cara hidup menikah atau
membujang, pergaulan pria dan wanita, tubuh manusia yang berharga, penilaian etis yang bertanggung
jawab sekitar masalah-masalah seksual dan perkawinan.

HARAPAN
Amat disayangkan bahwa banyak orangtua yang belum memahami manfaat dan tujuan dari pendidikan seks.
Ada yang menganggap bahwa pendidikan seks tidak diperlukan, sebab akan memancing anak ke arah negatif.
Terkadang orangtua juga sulit untuk terbuka dan memulai dialog mengenai materi seks pada anak, sehingga
akhirnya pendidikan seks dianggap tabu. Jelas hal ini tidak benar. Sesungguhnya dialog seks perlu dibangun,
terutama dalam keluarga.
Mudah-mudahan, setelah membaca tulisan ini, para pembaca dapat memiliki perspektif yang baru mengenai
pendidikan seks (sex education), semakin meningkat kesadarannya mengenai pentingnya pendidikan seks sejak
usia dini, serta memiliki pemahaman yang benar mengenai cara penyampaian sex education yang tepat.
SUMBER :
Edukasi Seks Sejak Dini
Mengapa Pendidikan Seks Dianggap Tabu?
Pendidikan Seks di Sekolah
file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20T

8/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

Pentingnya Sex Education


Berbagai sumber lainnya.
About these ads

You May Like


1.

Suka
One blogger likes this.

6 Komentar
1.
Ndal Ndoel said,
Februari 8, 2012 at 2:54 am
Good !!!
2.
heru said,
Maret 8, 2012 at 7:16 am
Untuk Indonesia Pendidikan Sex sebaiknya bisa diganti dengan kata Pendidikan Reproduksi.
Karena Indonesia sudah mengkontonasikan sex adalah hubungan badan. Selain itu setiap bahasa juga
tidak dapat langsung ditranslet sama persis dengan bahasa aslinya per kata.
Ada pertanyaan, apakah negara-negara yang sudah ada pendidikan sex disekolah-sekolah terbukti
mampu mengurangi hubungan diluar nikah atau sebaliknya. Mohon didukung bukti riset jika ada.

file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20T

9/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

3.
esty said,
Maret 10, 2012 at 12:33 pm
BaguussssIni penulisnya namanya siapa yah..
4. Sex Education muhammad fauzi anwar said,
Maret 19, 2012 at 10:53 pm
[...] Pendidikan Seks [...]
5.
aprie evolet said,
Juni 16, 2012 at 5:43 am
thanks
6.
Livio da Conceicao Matos said,
Oktober 4, 2012 at 5:14 am
Pendidikan seks sangat membantu para remaja untuk mengenal diri sendiri dan juga mengenal orang lain di
sekitarnya. Membicarakan seks agar orang lain memahami dengan baik, membutuhkan keterampilan
tersendiri karena hal ini merupakan bagian dari transfer ilmu dan keterampilan.

Tinggalkan Balasan

Mei 2011
S S R K J S M
1
file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20

10/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
Apr

Kategori
Pilih Kategori

Pos-pos Terakhir
PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ???
TERSEDAK (SUMBATAN JALAN NAPAS)
KERACUNAN
Kenali Gejala KANKER/TUMOR TULANG BELAKANG Sebelum Terlambat
Pentingnya GIZI untuk KECERDASAN Anak

Top Posts
ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut )
PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ???
KONTRAKTUR
USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DAN DOKTER KECIL
HERNIA
FRAKTUR TERBUKA FEMUR SUPRAKONDILER DAN INTERKONDILER
(INTRAARTIKULER)
Kenali Gejala KANKER/TUMOR TULANG BELAKANG Sebelum Terlambat
Mari Melek ASI, PASI, dan MP ASI : Awali Tumbuh-Kembang Anak dengan Nutrisi yang Tepat
Kelainan ObsesifKompulsif = ObsessiveCompulsive Disorder (OCD)
Pentingnya IMUNISASI Bagi Si Buah Hati

Komentar Terakhir
KESEHATAN GIGI DAN P on DEMAM BERDARAH DAN PENCEG
Livio da Conceicao M on PENDIDIKAN SEKS (Sex Education

bellezainme on Kelainan ObsesifKompulsif = O


file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20

11/12

7/12/2014

PENDIDIKAN SEKS (Sex Education) SEJAK DINI Kenapa Tidak ??? | DUNIA KEDOKTERAN dokterkecil

bellezainme on Kelainan ObsesifKompulsif = O


irwan on KOPI & KESEHATAN
Buat website atau blog gratis di WordPress,com. The Dusk Theme.

file:///D:/document/data%20kulia/KKN/materi/sex%20edu/PENDIDIKAN%20SEKS%20(Sex%20Education)%20SEJAK%20DINI%E2%80%A6%20Kenapa%20

12/12