Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

PASIEN DENGAN ALZHEIMER

Pengertian
Penyakit Alzheimer (AD) kadang disebut sebagai
demensia degeneratif primer atau demensia senil
jenis
Alzheimer
(SDAT).
Penyakit
ini
menyebabkan sedikitnya 50 semua demensia
yang diderita lansia (Lamy,1992).
Kodisi ini merupakan penyakit neurologis
degeneratif, progresif, ireversibel, yang muncul
tiba-tiba dan ditandai
dengan penurunan
bertahap fungsi kognitif dan gangguan perilaku
dan efek.

Etiologi
Penyebab yang pasti belum diketahui. Beberapa
alternative penyebab yang telah dihipotesa
adalah intoksikasi logam, gangguan fungsi
imunitas, infeksi flament, predisposisi heriditer.
Dasar kelainan patologi penyakit Alzheimer
terdiri dari degenerasi neuronal, kematian
daerah
spesifik
jaringan
otak
yang
mengakibatkan gangguan fungsi kongnitif
dengan penurunan daya ingat secara progresif.

PATOFISIOLOGI

Faktor Predisposisi: Virus lambat, Proses Autoimun, Keracunan


aluminium dan genetik
Penurunan metabolisme dan aliran darah
di korteks parietalis superior
Degenarasi neuron kolinergik

Kekusutan neurofibrilar yang


difus

Terjadi plak senilis

Hilangnya serat saraf kolinergik di


korteks serebrum

Kelainan Neurotrasmiter

Penurunan sel neuron kolinergik yang


berproyeksi ke hipokampus dan
amigdala

Asetilkolin pada otak


Demensia

Perubahan kemampuan merawat


diri sendiri

7. Defisit Perawatan diri


(makan, minum, berpakaian,
higiene)

2. Perubahan nutrisi: kurang dari


kebutuhan tubuh

Kehilangan kemampuan menyelesaikan


masalah.
Perubahan mengawasi keadaan yang
kompleks dan berpikir abstrak.
Emosi labil, Pelupa, Apatis.
Loss deep memory

Tingkah laku aneh dan kacau, dan


cenderung mengembara.
Mempunyai dorongan melakukan
kekerasan

3. Perubahan proses pikir


4. Hambatan Interaksi sosial
5. Hambatan komunikasi verbal
6. Koping tidak efektif

1.Resiko tinggi trauma

Manifestasi Klinis
Pada stadium awal penyakit alzheeimer, terjadi
keadaan mudah lupa dan kehilangan ingatan ringan.
Terdapat kesulitan ringan dalam aktivitas pekerjaan
dan sosial, tapi pasien masih memiliki fungsi kognitif
yang memadai untuk menyembunyikan kehilangan
yang terjadi dan dapat berfungsi secara mandiri.
Lupa dapat terjadi dalam berbagai kegiatan seharihari. Pasien tersebut dapat kehilangan kemampuannya
mengenali wajah, tempat, dan objek yang sudah
dikenalnya kehilangan suasana kekeluargaannya.

Penatalaksanaan
Non Farmakodinamik

Mendukung Fungsi Kognitif


Peningkatan Keamanan Fisik
Mengurangi Ansietas dan Agitasi
Meningkatkan Komunikasi
Meningkatkan Komunikasi
Menyediakan Kebutuhan Sosialisasi dan Keintiman
Meningkatkan Nutrisi yang Adekuat
Meningkatkan Aktivitas dan Istirahat yang Seimbang
Mendukung dan Mendidik Pemberi Perawatan dalam
Keluarga

Farmakologi

Inhibitor kolinesterase
Thiamin
Nootropik
Klonidin
Haloperiodol
Acetyl L-Carnitine (ALC)

Pemeriksaan Diagnostik

Neuropatologi
Pemeriksaan Neuropsikologik
CT Scan dan MRI
EEG
PET (Positron Emission Tomography)
SPECT (Single Photon Emission Computed
Tomography)

Asuhan Keperawatan
Pengkajian

Aktifitas istirahat
Sirkulasi
Integritas ego
Eliasimin
Makanan/cairan
Hiygene
Neurosensori
Kenyamanan
Interaksi social

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum:
B1 (Breathing)
B2 (Blood)
B3 (Brain)

Diagnosa Keperawatan
Sindrom stress relokasi berhubungan dengan gangguan sensori,
penurunan fungsi fisik
Risiko trauma berhubungan dengan kelamahan, ketidakmampuan
untuk mengenali/mengidentifikasi bahaya dalam lingkungan
Perubahan proses pikir berhubungan dengan degenerasi neuron
irreversible
Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan perubahan
resepsi, transmisi, dan/atau integrasi.
Perubahan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada
sensori
Defisit perawatan diri berhubungan dengan penurunan kognitif,
keterbatasan fisik.

TERIMA KASIH