Anda di halaman 1dari 3

Trombosis Vena pada Kehamilan dan PostPartum (Penyebab dan Faktor Resiko)

1. Faktor Resiko Trombo Embolik :


- Usia diatas 35 tahun
- Paritas tinggi
- Obesitas
- Seksio sesaria
- Trauma pada kaki (pertimbangkan untuk menggunakan tongkat lithotomi)
- Berbaring di tempat tidur
- Dehidrasi
- Merokok
- Riwayat pemakaian estrogen (mis. Kontrasepsi oral)
Sumber : Maryunani, Aniek. 2002. Safe Motherhood, Modal Sepsis Puerperalis : Materi
Pendidikan Untuk Kebidanan. Jakarta: EGC.
2. Faktor resiko pada trombosis vena
a. Berkaitan dengan Kelainan Pembekuan
1) Kelainan hemostasis herediter

Faktor V Leiden
Varia protrombi G20210A
Defisiensi protein C
Defisiensi Antitrombin

Defisiensi Protein S
Fibrinogen abnormal
Plasminogen abnormal

2) Kelainan hemostasis herediter atau didapat


Kadar faktor VII, VIII, IX atau XI yang tinggi
Kadar fibrinogen plasma yang tinggi
Kadar homosistein plasma yang tinggi
Defisiensi glukosilseramid
Konsentrat faktor pembekuan IX
Lupus antikoagulan
Terapi Estrogen (kontrasepsi oral dan TSH)
Trombositopenia yang diinduksi heparin
Kehamilan dan nifas, pembedahan, khususnya abdomen dan panggul
Trauma berat
Keganasan
Infark miokard
Trombositopenia
b. Berkaitan dengan Statis

Gagal jantung
Stroke
Imobulitas berkepanjangan
Obstruksi pelvis

Sindrom nefrotik
Dehidrasi
Hiperviskositas, polisitemia
Varises vena

c. Berkaitan dengan faktor faktor yang tidak diketahui


Usia
Obesitas
Sepsis

Hemoglobinuria nokturnal
paroksismal
Penyakit Behcet

Sumber: Hoffbrand, A.V. 2005. Kapita Selekta Hematologi. Jakarta : EGC.

3. Faktor resiko tambahan untuk tromboemboli

Kombinasi status trombofilia yang diwariskan dan didapat akan meningkatkan


risiko trombosis vena. Kondisi ini terjadi akibat perubahan keseimbangan antara sistem
koagulasi dan sistem fibrinolisis, serta mencakup adanya faktor V Leiden dan defisiensi
protein C, protein S, dan antitrombin III. Perubahan inni terjadi sekitar 5%populasi umum
dan pada 20-60% pasien yang mengalami trombosis vena. Risiko keguguran, kematian
janin intrauteri, solusio plasenta dan pertumbuhan janin terhambat berat meningkat pada
wanita yang mengalami trombofilia yang diwariskan dalam kehamilan, oleh karena itu
wanita tersebut memerlukan pemantauan obstetri ketat.

Pada satu penelitian yang dilakukan Tutschek et al. (2002), satu-satunya faktor
risiko prakonsepsi adalah riwayat positif trombosis vena profunda atau emboli paru pada
keluarga dan satu-satunya faktor pascakonsepsi adalah immobilisasi akibat tirah baring
pada sekitar satu dari empat kasus. Hal berikut ini juga diidentifikasi sebagai faktor risiko
untuk gangguan tromboemboli : usia lebih dari 35 tahun, trombofilia yang didapat atau
diturunkan, riwayat trombosis, obesitas, dan varikosis dan faktor terkait seperti pelahiran
operatif (seksio sesarea), immobilisasi, solusio plasenta, pertumbuhan janin terhambat,
hipertensi akibat kehmiilan, dan preeklampsi.Bothamley (2002) membuat daftar beberapa
faktor di atas dan faktor berikut sebagai faktor tambahan untuk tromboemboli dalam
kehamilan : antibodi antikardiolipin, golongan darah selain O, orang Kaukasia, pil
kontrasepsi oral kombinasi, infeksi saat ini, dehidrasi, pembedahan pelvis mayor, penyakit
mayor saat ini (misalnya penyakit jantung atau paru, kanker, penyakit usus inflamasi, atau
sindrom nefrotik), multiparitas, pengobatan estrogen untuk menekan laktasi, paralisis
ekstremitas bawah, anemia sel sabit dan merokok
Sumber: Billington, Mary. 2009. Kegawatan dalam Kehamilan dan Persalinan.
Jakarta: EGC.