Anda di halaman 1dari 2

INSTRUMEN, OPERASI LAPANGAN, PROSESING DAN INTERPRETASI

MENGGUNAKAN METODE GRAVITY


ULVIA S. ATIMA
471 3 008
A. Istrumen
Peralatan yang digunakan dalam geofisika eksplorasi metode gravity terdiri atas:
Komputer PC yang dilengkapi perangkat lunak magmap 2000, Microsoft Exel, Magpick dan
Mag2DC dan geomodel
Alat tulis geologi

Gravitimeter La coste-romberg
Type G,No.G-1118

Peta geologi

GPS Trimble
Navigasi 4600 LS

GPS Garmin

kompas geologi

peta topografi

B. Operasi lapangan
Penelitian dilakukan dengan mengukur medan gravitasi didaerah penelitian melalui (memotong) daearah
sesar opak yang telah tertuang pada peta geologi yang dikeluarkan oleh P3G Bandung.
Hidupkan alat Gravitymeter La Coste Romberg, type G, No. G-1118
Tentukan koordina titik (posisi dan ketingian) menggunakan GPS Trimble Navigasi 4600 LS
Dan GPS Navigasi, Garmin
Ukurlah arah jurus strike dan dip dari singkapan menggunakan kompas geologi
Tentukan titik titik pengukuran menggunakan peta topografi
Lihatlahlah penyebaran jenis batuan dan lokasi sesar opak
Kemudian catatlah hasil pengukuran
\Olahlah data dan pemodelan menggunakan Komputer PC yang dilengkapi perangkat lunak
magmap 2000, Microsoft Exel, Magpick dan Mag2DC dan geomodel

C. Prosesing
Data hasil pengukuran berupa waktu dan koordinat pengukuran serta data gravitasi. Data pembaca
gravitasi yang didapat kemudian dilakukan kalibrasi, kemudian dilakukan koreksi pasang surut surut dan
koreksi drift maka diperoleh nilai gravitasi mengamatan (gobs). Nilai gobs kemudian koreksi g normal (g lintang),

koreksi udara bebas, koreksi bouger dan koreksi medan (terrain). Nilai rapat massa batuan yang diggunakan
pada koreksi bouger adalah 2,5 g/cc yang dipilih dengan metode grafik Nettleton (nettleton, LL,1976) Nilai
ABL (anomaly bounger lengkap) bila dibuat peta contur

Metode ekivalen titik massa diggunakan unuk proeksi ke bidang datar terhadap nilai ABL ditopografi, maka
diperoleh ABL pada kedalaman 2750 m dibawa speroida acuan.
Pemisahan anomaly regional dan anomaly local diggunakan metode kontinuasi ke atas pada ketingian 400 m.

D. Interpretasi
dari peta anomaly dibuat satu sayatan AB seperti gambar 6, kemudian dibuat pemodelan dengan
software GRAV2DC for windows

dari hasil ini disimpulkan bahwa didaerah ini dijumpai dua buah sesar opak, formasi batuan yang ada dibagian
barat daerah penelitian dari muda ketua adalah endapan alluvial merapi dengan massa jenis 1,7 g/cc dengan
penyusun utama adalah pasir lepas dengan ketebalan bervariasi antara 20 m-200 m, dibawahnya formasi
dengan massa jenis 2,6 g/cc dengan penyusun utama batu pasir, berksi batu apung dengan ketebalan antara 270
m-620m,dibawahnya diendapkan formasi Kebo Butak dengan massa jenis batuan 2,7 g/cc dengan penyusun
utamanya adalah batu pasir, ketebalan 620m-1200m sedangkan formasi batuan disebelah timur dengan
desintasi batuannya 2,35 g/cc dengan penyusun utamanya batu gamping, terumbu dengan ketebalan berpariasi
antara 20 m 370 m, dibawa formasi wonosari diendapkan formasi Nglanggran dengan desintas batuan 2,4
g/cc dengan penyusun utama adalah batu breksi vulkanik dengan ketebalan berpariasi antara 80 m 580 m,
dibawa formasi Nglnggran diendapkan formasi semir, dibawa formasi semir diendapkan formasi Kebo Butak
diendapkan formasi Wungkal.
Referensi:http://hfi-diyjateng.or.id/sites/default/files/18/FULL-PEMETAAN%20SESAR%20OPAK
%20DENGAN%20METODE%20GRAVITY%20(STUDI%20KASUS%20DAERAH%20PARANG-TRITIS
%20DAN%20SEKITARNYA).pdf