Anda di halaman 1dari 11

Nama: Lanny Permata Sari Nst

PSPA Kelas A

Interaksi Obat Herbal dengan Obat Konvensional


Nama Herbal

Indikasi Medis

Golongan obat konvensional


yang berpotensi interaksi

Bawang putih

Anti
bakteri
dan
jamur,
mempertahankan sistem imunitas,
melawan infeksi oportunitis, (IO)
termasuk
herpes
virus,
sitomegalovirus,
kriptosporidiosis
(kripto), dan organisme mikobakteri
atau kandida, mengurangi tingkat
kolesterol dan trigliserid yang
tinggi,mengurangi
kemampuan
darah
untuk
membeku,
antihipertensi.

Saquinavir : dapat mengurangi


tingkat saquinavir dalam darah
rata-rata 51%, sehingga pada
pengobatan
HIV,
potensi
terjadinya resistensi terhadap
obat tersebut.

Diuretik, antihipertensi

Hidrochlorothiazide (HCT) dan


furosemide
:
penggunaan
bersama-sama
dapat
mengakibatkan turunnya cairan
tubuh dan kadar ion tubuh
sehingga
menurunkan
keseimbangan.

Diuretik

Thiazid,
adrenokortikosteroid
atau Liquiritiae Radix : dapat
memacu timbulnya ketidak
seimbangan elektrolit.

Stimulansia

Barbital : efek sedatif dari

(Allium
sativum L.)

Seledri
(Apium
graveolensLinn,
Apiaceae)

Daun senna
(Cassia
angustifolia
Vahl.)

Biji kopi

Warfarin : sebaiknya dihindari


oleh orang yang memakai obat
antitrombosit atau anti pembeku.

barbital akan berkurang karena


terjadi efek penetralan.

Temulawak

Penambah nafsu makan

Parasetamol : dapat memicu


terjadinya
kerusakan
hati
(hepatotoksisitas).

Bayam

Sumber zat besi

Tetrasiklin : menurunkan efek


dari
tetrasiklin
karena
terbentuknya kompleks khelat
sehingga absorbsinya menurun.

Kava-kava

Antikonvulsan

Barbital dan obat-obat lain yang


bekerja pada sistem saraf pusat :
hilangnya
kesadaran
dan
disorientasi.

Kayu manis

Corrigen saporis

Captopril dan obat-obat tekanan


darah tinggi lainnya : efek
tekanan darah tinggi tidak
mungkin dilawan akibatnya
tekanan darah tinggi tidak
terkendali dengan baik.

Cabe (capsicum)

Menghambat
rahim

(Curcuma
xanthorrhiza Rox
b.)

kontraksi

otot-otot

Antidepresan
jenis
IMAO
(eutonyl,
marplan,
nardil,
parnate) : kombinasi obat ini
dengan cabe atau makanan lain
yang mengandung tiramin dapat
menaikkan
tekanan
darah
dengan nyata, akibatnya sakit
kepala berat, demam, gangguan

penglihatan,
bingung
mungkin
diikuti
pendarahan otak.

Jeruk nipis

Sumber vitamin C, batuk, demam.

yang
oleh

Pil KB (mycroginon dan pil-pil


KB lainnya) : terjadi pengikatan
kembali komponen hormon dari
pil KB pada saat konsumsi jeruk
nipis (vitamin C) dihentikan,
akibatnya resiko hamil dapat
meningkat.
Pendarahan
merupakan tanda terjadinya
interaksi.

Contoh berikut adalah interaksi antarherbal yang menghasilkan efek merugikan.


Meniran dan jinten hitam (Habatus saudah)
Meniran (Phyllanthus niruri) berkhasiat sebagai imunostimulan dan bersifat tidak toksik.
Jinten hitam (Nigella sativa) berkhasiat imunostimulan, juga tidak toksik. Namun, jangan
mencampur kedua bahan ini karena campuran meniran dan jinten hitam bisa menyebabkan
hepatotoksik (toksik pada hati). Mengapa? Sehingga, pengujian toksisitas seharusnya
dilakukan pada produk akhir.
Daun senna dan daun teh
Daun Senna (Cassia senna) mengandung antrakinon senosida yang bersifat laksansia.
Sedangkan daun teh (Camellia sinensis) mengandung tanin EGCG (Epi Gallo Catechin
Gallate) yang berefek konstipasi. Jika mereka berada dalam satu ramuan maka tidak efektif
karena saling menetralkan.
Selanjutnya akan dibahas interaksi yang merugikan dari pencampuran bahan obat herbal,
namun ditinjau bukan dari item campuran tapi dari mekanisme interaksi yang terjadi.
Penghambatan absorbsi
Penggunaan bahan penyusun ramuan yang mengandung tanin misal teh, buah jati belanda,
kayu rapat. Tanin akan bereaksi dengan protein dan membentuk senyawa yang melapisi
dinding usus. Keadaan tersebut akan menghambat absorpsi kandungan zat aktif lain, misal

protein, vitamin, mineral. Bahkan pada dosis besar bisa menimbulkan konstipasi atau
malnutrisi.
Pengurangan waktu transit di usus
Penggunaan bahan penyusun ramuan yang mengandung Antrakinon atau serat larut air akan
mengurangi waktu transit obat lain dalam usus. Antrakinon bersifat laksansia yaitu
mempermudah pengeluaran feses. Contoh tanaman yang mengandung antrakinon adalah
senna dan lidah buaya. Sedangkan serat larut air bersifat bulk laxative, yaitu juga
mempercepat keluarnya feses. Tanaman yang memiliki serat larut air adalah biji daun sendok.
Jika bahan obat lain dicampur dengan tanaman di atas maka waktu transit di usus berkurang,
feses cepat dikeluarkan, kesempatan absorpsi zat aktif berkurang dan efak farmakologinya
akan berkurang.
Contoh interaksi obat herbal-obat konvensional adalah sebagai berikut:
1. Echinacea, jika digunakan lebih dari 8 minggu dapat menyebabkan hepatotoksisitas
dan karena itu tidak boleh digunakan dengan obat-obatan lain yang bersifat hepatoxic,
seperti steroid anabolik (yang sering dipakai pegulat), amiodarone (obat aritmia
jantung), methotrexate (antikanker), dan ketoconazole (antijamur). Namun, Echinacea
tidak memiliki 1,2 jenuh cincin necrine, sehingga sifat hepatotoksik dihubungkan
dengan alkaloid pyrrolizidin.
2. Obat NSAID, dapat meniadakan kegunaan feverfew dalam pengobatan sakit kepala
migrain.
3. Feverfew, bawang putih, biloba, jahe, dan ginseng dapat mengubah waktu pendarahan
dan tidak boleh digunakan bersamaan dengan warfarin sodium. Selain itu, ginseng
dapat mengakibatkan sakit kepala, tremulousness, episode manic pada pasien yang
diobati dengan sulfat phenelzine. Ginseng juga tidak boleh digunakan dengan
estrogen atau kortikosteroid karena kemungkinan efek aditif.
4. Karena mekanisme kerja wort St John belum pasti diketahui, penggunaan bersamaan
dengan inhibitor monoamine oxidase (MAOI) dan inhibitor reuptake serotonin
selektif (SSRI) tidak disarankan.
5. Valerian tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat tidur karena sedasi berlebihan
dapat terjadi.
6. Kyushin, licorice, pisang, akar uzara, hawthorn, dan ginseng dapat mengganggu
digoksin.
7. Evening primrose oil dan borage tidak boleh digunakan dengan antikonvulsan karena
mereka mungkin melemahkan ambang kejang.

8. Shankapulshpi, suatu sediaan Ayurvedic, dapat menurunkan kadar fenitoin serta


mengurangi khasiat obat.
9. Kava bila digunakan dengan alprazolam bisa mengakibatkan koma.
10. Imunostimulan (misalnya, Echinacea dan zinc pada sediaan Imboost force) tidak
harus diberikan dengan imunosupresan (misalnya, kortikosteroid dan siklosporin).
11. Asam tannic yang ada pada beberapa tumbuhan (misalnya, wort St John dan
Sawpalmetto) dapat menghambat penyerapan zat besi.
12. Kelp sebagai sumber yodium dapat mengganggu pada terapi penggantian tiroid.
13. Licorice dapat mengimbangi efek farmakologis dari spironolactone.
14. Banyak jamu (misalnya, karela dan ginseng) dapat mempengaruhi tingkat glukosa
darah dan tidak boleh digunakan pada pasien dengan diabetes mellitus.
Namun ada juga sifat dari herbal yang sinergis:
Selederi dan kumis kucing
Pada tanaman seledri terdapat kandungan favonoid apiin dan apigenin yang bekerja sebagai
vasodilator sehingga tekanan darah turun. Sedangkan kumis kucing (Orthosiphon stamineus)
mengandung flavonoid polimetoksi : sinensetin, eupatorin; garam kalium; dan inositol.
Flavonoid sinensetin, eupatorin bersifat spasmolitik dan hasilnya adalah diuretika. Garam
kalium besifat retensi air dan hasilnya adalah diuretika. Inositol sendiri bersifat dieresis.
Kedua tanaman menghasilkan penurunan tekanan darah dan efeknya menjadi optimal.
Akar valerian dan biji pala
Akar valerian mengandung valepotriate yang berefek sedatif. Biji Pala mengandung
miristisin yang juga bersifat sedative. Jika digabung efek sedatifnya akan optimal.
Herba thymi (Thymus vulgaris)
Kandungannya adalah senyawa fenol : timol, karvakrol yang bersifat antimikroba. Juga
mendgandung minyak atsiri yang berkhasiat mucolitik/pengencer dahak. Juga ada kandungan
flavon polimetoksi yang bersifat spasmolitik/meredakan batuk. Dari berbagai kandungan,
semuanya saling melengkapi (komplementer) sebagai pbat batuk. Sehingga banyak ditemui
produk obat batuk di masyarakat sering ditambahakan herba thymi.
Peningkatan absorbsi

Penggunaan bahan penyusun ramuan yang mengandung seskuiterpen (dari minyak atsiri),
resin (temu-temuan) dan bromelin (nanas) akan mensunpensikan zat aktif (obat lain) hingga
membuat bulk yang lebih lipofilik, Akibatnya adalah meningkatkan absorpsi kandungan aktif
lain dan kadar dalam darah meningkat.
Peningkatan bioavailabilitas melalui penghambatan sitokrom p450
Contohnya adalah piperin terhadap kurkumin. Piperin mampu menghambat aktivitas enzim
CYP. Akibatnya adalah metabolisme kurkumin di hepar berkurang, ketersediaan hayati
kurkumin meningkat, kadar dalam darah meningkat 10 kali lipat dan efek farmakologi
(meningkat?). hal serupa terjadi pada interaksi antata lada hitam dan cabe jawa .
Peningkatan bioavailabilitas melalui penghambatan glutathion s-transferase (GST)
GST adalah enzim pemetabolisme fase II yang berperan penting dalam pengeluaran obat.
Sehingga metabolit obat yang beracun bisa dikeluarkan dari tubuh. Namun jika ada obat yang
aktif lalu bertemu dengan GST maka akan merugikan karena obat cepat dikeluarkan,
sehingga bioavaibilitasnya jadi rendah dan belum sempat berefek pada tubuh.
Ada banyak bahan alam seperti kurkumin (pada kunyit), temulawak, kunyit, bangle,
temugiring yang bersifat menghambat aktivitas GST. Dengan GST dihambat, maka
metabolisme obat lain akan berkurang sehingga meningkatkan ketersediaan hayatinya.
Akibatnya konsentrasi dalam darah meningkat, dan efek Farmakologi (meningkat?) Efek ini
dinamakan potensiasi.
Interaksi obat herbal-obat konvensional yang menguntungkan.
Interaksi rhubarb/akar kelembak yang mengandung tannin menunjukkan efek yang sinergis
dengan obat-obatan ACE Inhibitor seperti captopril untuk mengurangi kadar kreatinin dalam
serum.
Interaksi buah pare (Momordica charantia) dengan obat diabetes oral maupun dengan
tanaman brotowali (Tinospora cordifolia) untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita
diabetes.
Interaksi antara kunyit dengan asam, dimana kurkuminoid yaitu zat aktif dalam kunyit yang
bersifat labil distabilkan oleh asam.
Kombinasi antara kunyit dengan bawang putih dapat menurunkan kolesterol total, penurunan
kadar LDL, trigliserida, glukosa darah dan peningkatan kadar HDL
Interaksi Herbal Medicine dengan Obat modern

Herbal Medicine atau Obat Herbal adalah obat alami yang umumnya berasal dari
tanaman, mengandung lebih dari satu komponen aktif. Jadi pemanfaatan obat herbal bersama
dengan obat modern (drugs) harus hati-hati karena dapat terjadi interaksi diantara keduanya
(herbal-drug) yang lebih rumit dibandingkan interaksi yang terjadi antara sesama obat
modern ( drug-drug) karena hanya mengandung senyawa tunggal. Oleh karena itu pada
penggunaan klinis, pada beberapa kasus disarankan agar pada saat mengkonsumsi obat herbal
dilarang untuk mengkonsumsi obat modern secara bersamaan.
Obat herbal dan obat modern dapat berinteraksi baik secara farmakokinetik atau
farmakodinamik. Obat herbal mengikuti prinsip-prinsip farmakologi modern, jadi terjadinya
interaksi antara herbal-drug berdasarkan tata cara pada interaksi drug-drug baik dari
aspek farmakokinetik maupun farmakodinamik. Beberapa kasus interaksi herbaldrug seperti contoh berikut:
Terjadinya pendarahan pada pemberian warfarin bersama-sama dengan obat herbal Ginkgo
biloba, bawang putih ( Allium sativum).
Penurunan bioavaibilitas dari obat digoxin, theophylin, siklosporin, bila obat-obat ini
dikombinasikan dengan obat Herbal dari Hypericum perforatum.
Peningkatan resiko hipertensi pada penggunaan secara bersama obat antidepresan trisiklis
dengan obat herbal Yohimbin ( Pausinystalia yohimbe)
Terjadinya potensiasi baik pada penggunaan oral atau topikal dari obat predinisolon yang
digunakan bersama dengan radix Liquiritae ( Glycyrrhiza glabra)
Lebih lanjut, tumbuhan yang mengandung senayawa glikosida anthraquinon, termasuk daun
Senna ( Cassia senna) dsan Cascara (Rhamnus purshiana ), juga tumbuhan yang
mengandung serat terlarut ( soluble fiber) seperti gum dapat menurunkan tingkat absorbsi
dari obat modern (drug) di saluran pencernan
Fakta-fakta :
1. Sedikitnya informasi tentang efek obat herbal pada janin, oleh karena itu
penggunaan
obat herbal pada janin harus dihindari (kontra indikasi).
2. Sedikitnya informasi tentang transfer komponen aktif dari obat herbal ke bayi
melalui
susu Ibu ,oleh karena itu obat-obat herbal tidak dibenarkan diberikan pada
wanita
yang lagi menyusui.
3. Tidak adanya pengetahuan yang khusus tentang interaksi obat herbal dengan
obatobat modern yang ditulis pada resep dokter.
4. Sedikitnya informasi tentang efek obat herbal terhadap fertilitas, yang berkaitan dengan
sifat-sifat estrogenik dan androgenik.
5. Oral Anticoagulant Theraphy (OACT) selalu menimbulkan interaksi antara drug- drug,
demikian juda interaksi antara herbal-drug. Hasil penelitian menunjukkan ada
lebih
30 tanaman Herbal berinteraksi dengan warfarin, baik melalui uji laboratorium maupun
melalui study kasus.
6. Sedikitnya informasi tentang efek samping yang timbul pada penggunaan yang
lama
dari obat herbal. Herb holydays yang diterapkan merupakan ide yang baik,
tetapi
tidak dapat menjelaskan berapa lama harus berhenti makan obat.

7. Ada fakta yang menunjukkan hubungan antara terjadinya resiko setelah operasi, karena
sebelumnya
telah
mengkonsumsi
obat
herbal.
Disarankan
agar
pasien
tidak
mengkonsumsi obat herbal minimal 7-10 hari sebelum operasi.
8. Pemberian obat herbal pada anak-anak kurang baik, karena mereka masih
dalam pertumbuhan dengan enzym2 biotranformasi yang aktif, dengan pembelahan
sel
yang sangat tinggi, sehingga sangat memungkinkan akan terjadinya mutagenesis.
Beberapa contoh interaksi obat Herbal Drug
1. Biji Pinang :
Adalah biji dari buah Pinang ( Areca catechu ) suku Palmae, mengadung senyawa
alkaloid arecoline bersifat kolinergik. Biji pinang biasanya dikunyah bersama dengan daun
sirih (Piper betle) dan ditambah kapur. Arecolin mempunyai aktivitas terhadap jaringan
lunak, sistem kardiovaskuler, saluran pencernaan dan adanya efek terhadap susunan saraf
pusat. Sensasi yang ditimbulkan pada saat mengunyah sirih dengan biji pinang adalah
euphoria, salivasi, perasaan panas pada tubuh dan meningkatnya kapasistas dan semangat
untuk bekerja. Namun memberikan efek negatif berupa: kebiasaan (habituasi), ketagihan
(adiksi) dan withdrawal symptoms. Efek serius yang tidak diinginkan adalah
karsinogenesis, yang menyebabkan kanker mulut. Dengan penambahan tembakau maka efek
ini akan meningkat Interaksi terjadi dengan obat Fluphenazin akan menimbulkan gejala
tremor,
dengan Flupenthixol menimbulkan
bradykinesia
dan
jaw
tremor.
Efek extrapyramidal ini akan hilang setelah pemberhentian makan sirih bersama dengan
obat-obat tersebut.
2. Buah Cabai
Adalah buah dari tanaman Cabai (Capsicum annuum ) suku Solanaceae dan jenis cabai
lainnya. mengandung capsaicin yang memberikan rasa pedas dan panas. Secara tradisional
digunakan per oral sebagai karminatifum dan sebagai rubifacient pada pemberian topikal.
Efak farmakologi timbul karena capsaicin melepaskan P-faktor dari neuron, sehingga dapat
menghilangkan rasa sakit. Bagi pasien dengan gangguan lambung (ulser), pemberian
capsaicin harus dihindari. Penggunaan bersama dengan obat-obat ACE inhibitor akan terjadi
interaksi obat yang menimbulkan batuk, sedang pemberian bersama dengan
obat Teophylin akan meningkatkan absorbsi dan bioavaibilitas dari obat ini..
.
3. Daun Ginkgo
Adalah daun dari tanaman Ginkgo ( Ginkgo biloba ) suku Ginkoaceae. Digunakan sejak
lama untuk mengatasi gangguan pernafasan. Saat ini diklaim dapat memperbaiki aliran darah
serebral dan darah perifer serta untuk melawan geriatri depressi. Mengandung senayawa
flavonoid Querstein, Kaempherol, Isorhamnetin. Mempunyai sifat antioksidan dan sifat
menginhibisi agregasi platelet. Hasil penelitian pada kasus penyakit Alzheimer, terjadi
perobahan yang signifikan pada fungsi kognitif, memori dan fungsi sosial dibandingkan
dengan plasebo. Interaksi herbal-drug terjadi pada pemberian bersama aspirin yang akan

menimbulkanhyphema secara
spontan.
Dengan parasetamol dan ergotamin akan
menimbulkan hematoma, dengan warfarin akan menimbulkan intraserebral hemorraghic.
4 Akar manis
Adalah akar dari tanaman Glycyrrhiza glabra suku Leguminosae.Digunakan sebagai
ekspektoransia dan untuk melegakan tenggorokan, juga pada peptik ulser. Mengadung
senyawa asam glycyrrhetinat yang tergolong senyawa triterpenoid dalam bentuk glikosida,
yang dapat menginhibisi sekresi cairan lambung. Bersama dengan Obat Karboxolon sodium
suksinat digunakan secara luas untuk pengobatan peptik ulcer. Pemberian bersama dengan
obatPredisolon akan
meningkatkan
konsentrasi
plasma
dari
prednisolon.
Dengan hidrokortisonakan menimbulkan respon vasokontriksi pada permukaan kulit.
Dengan obat Oral kontraseptikakan terjadi hipertensi, edema dan hipokalemia. Memberikan
efek potensiasi pada pemberian bersama adrenokortikotropik hormon pada kasus
rheumatoid arthritis.
5 Buah Asam Jawa
Adalah daging buah yang telah dikeringkan dengan sinar matahari dari
tanaman Tamarindus indica suku Leguminosae. Bersifat laksan lemah, dan
bersifat antisptik. Mengandung asam tartrat, gula, pektin, pyrazine, dan thiazole. Interaksi
herbal-drug terjadi bila diberikan bersama dengan aspirin akan meningkatkan bioavaibilitas
dari obat ini, yang pada akhirnya menyebabkan pendarahan. Buah asam jawa juga banyak
digunakan sebagai bahan makanan.
6. Akar Valerian
Adalah akar yang telah dikeringkan dari tanaman Valeriana officinalis, telah digunakan
sejak lama sebagai sedatif-hypnotik.pada keadaan insomnia.atau pada kasus susah tidur.
Mengandung senyawa aktif valepotriat dan seskuiterpene. Keduanya mempunyai sifat
sedativum, valepotriat bersifat cytotoksis, sedang senyawa seskuiterpene tidak. Ekstrak air
dari akarnya mengandung senyawa GABA yang dapat menginduksi sedasi. Ada satu kasus
withdrawal symptoms pada penghentian penggunaan herbal ini. Interaksi Herbal-drug dapat
terjadi pada pemberian. senyawa valepotriat dengan alkohol , valepotriat akan mereduksi
efek yang tidak diinginkan dari alkohol.
7 Kulit batangYohimbin
Adalah kulit batang yang telah dikeringkan dari tanaman Pausinystalia yohimbi,
mengandung sejumlah alkaloid salah satunya yohimbin yang juga ditemukan pada akar
dari Rauwolfia serpentina, strukturnya mirip dengan reserpin. Digunakan selama bertahuntahun untuk pengobatan disfungsi ereksi pada pria, meningkatkan libido terutama pada lakilaki usia lanjut. Yohimbin secara farmakologik adalah suatu presynap alpa
adrenergik blocking agent dan suatuserotonin antagonis. Interaksi terjadi bila diberikan
bersama dengan sediaan obat dari senyawatrisiklik antidepresant. yang akan menimbulkan
hipertensi . Yohimbin sendiri akan menimbulkan efek hipertensi pada dosis terafi, namun
dengan penggunaan secara bersamaan,maka yohimbin pada dosis rendah telah menimbulkan
efek hipertensi yang kuat.

8. Daun Inggu
Adalah daun dari tanaman Inggu (Ruta graveolens ) suku Rutaceae, dalam bentuk
rebusan digunakan untuk kasus insomnia, sakit kepala, nervous, abdominal cramps, dan
gangguan ginjal. Minyak atsiiri dari daun Inggu bersifat lokal iritan dan dapat menimbulkan
dermatitis.Dahulu digunakan sebagai abortifacient,yang akan menginduksi pendarahan pada
uterus serta menimbulkan kontraksi uterus yang cukup kuat. Mengandung senyawa aktif rutin
glikosida, furokumarine (psoralens), alkaloid, tannin, minyak atsiri dll. Furokumarin
bertanggung jawab atas sifat toksisnya seperti fotosensitifitas dan dermatitis, hepatotoksis
dan nephrotoksis. Pada dosis tinggi akan menimbulkan mual (vomiting), sakit epigastrik,
salivasi , CNS eksitasi. Juga terjadi hipotensi dan bradycardia. Adanya psoralen akan
menimbulkan keadaan phytophotodermatitis, yang merupakan reaksi photokimia dan bukan
timbul karena reaksi allergi berdasarkan reaksi antigen-antibodi. Tidak ada laporan tentang
interaksi herbal-drug karena sifat-sifat toksikologik maka pemberian bersama dengan obatobat sejenis harus hati-hati,

Herbal yang mengandung senyawa bersifat antikoagulan


Beberapa natural produk mengandung komponen aktif bersifat antikoagulan seperti
kumarin, salisilat atau senyawa yang bersifat anti platelet. Jadi produk alami harus hati-hati
pada pemberian bersama dengan warfarin, karena akan menimbulkan interaksi berupa
potensiasi Beberapa tanaman yang mengandung kumarin (coumarine) atau derivatnya
adalah :
-

Bawang putih (Allium sativum) : bekerja dengan efek terhadap cardiovaskuler seperti
menurunkan tekanan darah dan lemak darah serta mempunyai aktivitas
antithrombotik.Bawang putih diinformasikan dapat menghambat sintesis thromboksan ,
sehingga menginhibisi fungsi platelet.

Jahe ( Zingiber officinale) : digunakan untuk mabuk perjalanan, mual dan arthritis
(radang sendi).Dilaporkan dapat mengurangi aggregasi dari platelet melalui inhibisis kerja
enzim thromboksan syntetase. Jahe akan meningkatkan resiko pendarahan bila diberikan
bersama dengan warfarin.

Ginkgo ( Ginkgo biloba) : produk herbal ini dipromosikan sebagai obat untuk
meningkatkan daya ingat ( fungsi kognitif). Salah satu komponennya Ginkgolide B dapat
menginhibisi platelet-activating faktor melalui persaingan pada penempatan reseptor,
sehingga menurunkan aggregasi pletelet, akibatnya terjadi pendarahan.

Ginseng ( Panax quinquefolium, Panax ginseng): digunakan sebagai tonikum


meningkatkan energi vitalitas, mengurangi stress menimbulkan kenyamanan. Salah satu
komponen aktif adalah ginsenoside telah diidentifikasi lebih dari 20 jenis. Aktivitas senyawa
ini sangat dipengaruhi oleh tempat tumbuh dan metode yang digunakan pada saat isolasi.
Senyawa ginsenoside ini diyakini dapat meningkatkan sintesis adrenal hormon, menurunkan

kadar glukose darah dan meningkatkan imunomodulasi. Oriental ginseng (Panax ginseng )
mempunyai sifat yang berlawanan (antagonis) dengan warfarin. Senyawa aktif apa yang
bertanggung jawab masih perlu penelitian.
-

Papain : adalah campuran enzim proteolitik dari buah pepaya ( Carica papaya) suku
Caricaceae. Penggunaan secara oral akan mengurangi oedema , inflamasi, herpes zoster
syndrom dan diare. Efek farmakologi lain berupa koagulasi darah, walau mekanismenya
belum diketahui, oleh karena itu dihindari pemberian warfarin bersama dengan papain.

Teh hijau (Green Tea): diperoleh dari tanaman teh ( Camellia sinensis), atau disebut juga
teh Cina. Berbeda dengan teh hitam (black tea), teh hijau tidak mengalami fermentasi pada
proses pembuatannya. Enzim yang terdapat pada daun teh segar, di nonaktifkan dengan
perendaman air panas atau dengan pemberian uap air selama beberapa menit. Dilaporkan
bahwa pemberian green tea sangat berpotensi antagonis dengan pemberian warfarin.
Kesimpulan

1, Herbal Medicine yang merupakan obat bahan alam mengandung lebih dari satu komponen ,
sebagaimana obat modern terjadi interaksi drug-drug, maka pada pemakaian secara bersama
akan menimbulkan interaksi Herbal-Drug .
2

Adverse effek yang ditimbulkan oleh interaksi herbal-drug sangat beragam bahkan pada
beberapa kasus memberikan efek fatal, apalagi pada pemberian bersama dengan obat-obat
yang bersifat antikoagulan seperti warfarin.

3. Untuk menghindarkan adverse efek yang tidak diduga dan tidak diinginkan, sebaiknya
pemberian obat Herbal pada pengobatan, tidak diberikan bersama dengan obat modern
(drugs). Juga harus dihindari pemberian obat herbal pada wanita hamil dan menyusui serta
pada anak-anak, karena data penelitian tentang ini masih belum lengkap.