Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH SISTEM URINARI

ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA

NAMA

: LEDYTA ASA AISALI

KELAS

:1B

NIM

: 1508010064

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016

SISTEM URINARI PADA MANUSIA


Sistem urinaria adalah suatu sistem tempat terjadinya proses penyaringan
darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan

menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang


dipergunakan oleh tubuh larutan dalam air dan dikeluarkan berupa urine (air
kemih).
A. ORGAN SISTEM URINARI
Sistem urinaria terdiri atas:
Ginjal, yang mengeluarkan sekret urine.
Ureter, yang menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kencing.
Kandung kencing, yang bekrja sebagai penampung.
Uretra, yang menyalurkan urine dari kandung kencing.
1.

Ginjal
Ginjal adalah

suatu kelenjar yang terletak dibagian posterior abdomen,

terutama di daerah lumbal, disebelah kanan dan kiri tulang belakang, dibungkus
lapisan lemak yang tebal, dibelakang peritoneum, dan karena itu diluar rongga
peritoneum. Setiap ginjal panjangnya 6 sampai 7,5 cm, dan tebal 1,5 sampai 2,5
cm. Pada orang dewasa beratnya kira-kira 140 gram. Bentuk ginjal seperti biji
kacang, jumlahnya ada dua buah kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal
kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dri ginjal wanita.
Sruktur ginjal setiap ginjal dilingkupi kapsul tipis dari jaringan fibrus yang
rapat membungkusnya, dan membentuk pembungkus yang halus. Di dalamnya
terdapat struktur-struktur ginjal. Warnanya ungu tua dan terdiri atas bagian
korteks di sebelah luar, dan bagian medula di sebelah dalam. Bagian medula ini
tersusun atas lima belas sampai enam belas massa berbentuk piramida, yang
disebut piramis ginjal. Puncak-puncaknya langsung mengarah ke hilum dan
berakhir di kalises. Kalises ini menghubungkannya dengan pelvis ginjal.
Fungsi ginjal:
a.

Memegang perana penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun.

b.

Mempertahankan suasana keseimbangan cairan.

c.

Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.

d.

Mempertimbangkan keseimbangan garam-garam dan zat-zat cairan


tubuh.

e.

Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari ureum protein.

Tes fungsi ginjal. Terdapat banyak macam tes, tetapi beberapa yang sederhana
adalah:
a)

Tes protein (albumin). Bila aa kerusakan pada glomerulus atau tubulus,


maka protein dapat masuk ke urine.

b) Tes konsentrasi urea darah. Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan


ureum, ureum darah naik di atas kadar normal 20-40 miligram per 100
ccm darah. Karena filtrasi glomerulus harus menurun sampai sebanyak
50 persen sebelum kenaikan kadar urea darah terjadi, tes ini bukan tes
yang sangat peka.
c)

Tes konsentrasi. dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk


melihat sampai berapa tinggi berat jenis naiknya.

2.

Ureter
Terdapat dua ureter berupa dua pipa saluran, yang masing-masing bersambng

dengan ginjal dan dari ginjal berjalan ke kandung kencing. Tebal setiap ureter
kira-kira setebal tangkai bulu angsa dan panjangnya 35 sampai 40 cm. Terdiri atas
dinding luar yang fibrus, lapisan tengah yang berotot, dan lapisan mukosa sebelah
dalam. Ureter mulai sebagai pelebaran hilum ginjal dan berjalan kebawah melalui
rongga abdomen masuk ke dalam sebelah posterior kandung kencing.
Ureter pada pria terdapat didalam visura seminalis atas da disilang oleh
duktus deferens dan dikelilingi oleh pleksus vesikalis. Selanjutnya ureter berjalan
oblique sepanjang 2 cm di dalam dinding vesika urinaria pada sudut lateral dari
trigonum vesika. Sewaktu menembus vesika urinaria, dinding atas dan dinding
bawah ureter aka tertutup dan pada waktu vesika urinaria penuh akan membentuk
katup dan mencegah pengambilan urine dari vesika urinaria.
Ureter pada wanita terdapat di belakang fossa ovarika urinaria dan berjalan
ke bagian medial dan kedepan bagian lateralis serviks uteri bagian atas, vagina
untuk mencapai fundus vesika urinaria. Dalam perjalanannya, ureter didampingi
oleh arteri uterina sepanjang 2,5 cm selanjutnya arteri ini menyilang ureter dan
menuju ke atas diantara lapisan ligamentum. Ureter mempunyai 2 cm dari sisi
serviks uteri. Ada tiga tempat penting dari ureter yang mudah terjadi
penyumbatan yaitu pada sambungan ureter pelvis diameter 2 mm, penyilangan
vosa iliaka diameter 4 mm dan pada saat masuk ke vesika urinaria yang

berdiameter 1-5 mm.


3.

Kandung kencing
Kandung kencing bekerja sebagai penampung urine, organ ini berbentuk

buah pir. Letaknya didalam panggul besar, didepan isi lainnya dan dibelakang
simfisis pubis. Pada bayi letaknya lebih tinggi. Bagian terbawah terpancang erat
dan disebut basis, bagian atas atau fundus naik kalau kandung memekar karena
urine. Puncaknya engarah kedepan bawah dan ada dibelakang simfisis pubis.
Bagian vesika urinaria terdiri dari:
a.

Fundus, bagian yang menghadap ke arah belakang dan bawah, bagian ini
terpisah dari rektum oleh spatium rectovesikale yang terisi oleh jaringan
ikat duktus deferen, vesika seminalis dan prostat.

b.

Korpus, bagian antara verteks dan fundus.

c.

Verteks, bagian yang mancung ke arah muka dan berhubngan dengan


ligamentum vesika umbilikalis.

Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan sebelah luar (peritoneum), tunika
muskularis (lapisan otot), tunika submukosa, dan lapisan mukosa (lapisan bagian
dalam). Pembuluh limfe vesika urinaria mengalirkan cairan limfe ke dalam nadi
limfatik iliaka interna dan eksterna.
4.

Uretra
Ialah sebuah saluran yang berjalan dari leher kandung kencing ke lubang

luar, dilapisi membran mukosa yang bersambung dengan membram yang


melapisi kandung kencing. Meatus urinarius terdiri atas serabut otot lingkar, yang
membentul sfinger uretra. Pada wanita panjang uretra adalah 2,5 sampai 3,5 cm,
pada pria 17 sampai 22,5 cm.
Mikturisi
Mikturisi adalah peristiwa pembuangan urine. Karena dibuat didalam, urine
mengalir melalui ureter kedalam kandung kencing.
B. PEMBENTUKAN URIN
Glomerulus berfungsi sebagai ultrafiltrasi pada kapsul bowman, berfungsi
untuk menampung hasil filtrasi dari glomerulus. Pada tubulus ginjal akan terjadi
penyerapan kembali zat-zat yang sudah disaring pada glomerulus, sisa cairan

akan diteruskan ke piala ginjal terus berlanjut ke ureter.


Urine berasal dari darah yang dibawa arteri renalis masuk kedalam ginjal,
darah ini terdiri dari bagian yang padat yaitu sel darah dan bagian plasma darah.
Ada tiga tahap pembentukan urine:
1) Proses filtrasi
Terjadinya di glomerulus, proses ini terjadi karena permukaan aferen lebih
besar dari permukaan eferen maka terjadi penyerapan darah. Sedangkan sebagian
yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. Cairan yang tersaring
ditampung oleh kapsul bowman yang terdiri dari glukosa, air, natrium, klorida,
sulfat, bikarbonat, dan lain-lain, yang diteruskan ke tubulus ginjal.
2) Proses reabsorpsi
Proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar glukosa, natrium,
klorida, sulfat, dan ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal
obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal
bawah terjadi kembali penyerapan natrium dan ion bikarbonat. Bila diperlukan
akan diserap kembali ke dalam tubulus bagian bawah. Penyerapannya terjadi
secara aktif dikenal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada papila
renalis.
3) Proses sekresi
Sisanya penyerapan urine kembali yang terjadi pada tubulus dan diteruskan
ke piala ginjal selanjutnya di teruskan ke ureter masuk ke vesika urinaria.
C. KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH DAN TEKANAN DARAH
1. Pengaturan keseimbangan air
Asupan dan output air harian dari seseorang dengan aktivitas sedang dan suhu
tubuh sedang adalah seimbang, yaitu sekitar 2.500 ml. Dalam tubuh yang
sehat,penyesuaian terhadap keseimbangan air terjadi melalui penurunan keluaran
air oleh ginjal.
a) Asupan air 24 jam didapat terutama dari diet.
1) Makanan yang ditelan mengandung sekitar 700 ml air. Daging
mengandung 50% sampai 75% air dan beberapa jenis buah dan sayuran
mengandung 95% air.
2) Air atau minuman lain yang dikonsumsi mencapai sekitar 1.600 ml.
3) Air metabolic yang dihasilkan melalui katabolisme mencapai sekitar 300

ml. katabolisme 1 g lemak menghasilkan 1,07 ml air; 1 g karbohidrat, 0,55


ml air; dan 1 g protein 0,41 ml air.
b) Keluaran air (kehilangan air) terjadi melalui beberapa rute.
1) Ginjal bertanggung jawab untuk kehilangan air terbesar (sekitar 1.500 ml)
2) Air juga hilang melalui kulit, yaitu saat berkeringat dan melalui perspirasi
tak kasat mata (sekitar 500 ml). melalui evaporasi paru (300 ml), dan
melalui saluran gastrointestinal (200 ml).
2. Keseimbangan natrium.
Sumber utama natrium adalah makanan. Asupannya bervariasi mulai dari 4 g
sampai 20 g NaCl. Natrium dikeluarkan melalui kulit, ginjal, dan saluran
gastrointestinal.
a) Keseimbangan natrium positif terjadi jika asupan melebihi keluaran.
Karena air terikat dengan natrium, maka volume CES dan plasma akan
meningkat. Refrensi air dan natrium dapat mengakibatkan penambahan
berat badan dan terjadinya edema. Gagal jantung kongestif atau penyakit
ginjal

adalah

kondisi-kondisi

klinis

yang

dapat

menyebabkan

keseimbangan natrium positif.


b) Keseimbangan natrium negative terjadi jika keluaran melebihi asupan.
Peningkatan kehilangan natrium menyebabkan penurunan volume CES
dan plasma dengan disertai tekanan darah rendah dan sirkulasi yang tidak
memadai.
3. Keseimbangan kalium. Kalium adalah kation intraselular utama (95%). Ion ini
secara normal dikonsumsi dan disekresi dalam jumlah yang seimbang yaitu
10% dari asupan harian diekskresi dalam fases dan 90% dalam urine.
4. Keseimbangan klalsium dan fosfat. Factor yang mempengaruhi jumlah
kalsium dalam plasma adalah jumlah kalsium yang dikonsumsi, jumlah yang
diabsorpsi dari saluran pencernaan, dan jumlah yang diekskresi dalam feses
dan urine.
5. Keseimbangan asam dan basa cairan tubuh adalah pengaturan kosentrasi ionion hydrogen yang esensial untuk fungsi normal sel. Kosentrasi ion hydrogen
(dinyatakan sebagai PH) memengaruhi aktivitas enzimatik, permeabilitas sel,
dan struktur sel.
6. Tekanan darah rendah dan dehidrasi (hilangnya cairan tubuh). Dehidrasi
adalah kondisi hilangnya cairan tubuh secara berlebihan. Dehidrasi
menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan pada tingkat tekanan darah.
Tekanan darah secara sederhana didefinisikan sebagai tekanan yang timbul

selama sirkulasi darah di pembuluh darah. Selama dehidrasi tingkat air turun
drastic. Di sisi lain, tubuh tetap membutuhkan air untuk menjalankan berbagai
fungsinya. Dalam kondisi ini, organ penting dalam tubuh akan diberikan
prioritas untuk mendapatkan air, sedangkan pembuluh kapiler yang memasok
nutrisi ke kulit dan otot akan tertutup. Selain itu, selama dehidrasi air diambil
dari darah untuk dipasok ke berbagai organ penting sehingga mengakibatkan
penurunan volume darah dalam arteri dan vena. Seiring sirkulasi darah ke
organ-organ tubuh, pembuluh darah mengkerut untuk mengakomodasi
berkurangnya volume darah. Ketika tubuh kehilangan air. Pembuluh kappiler
dan pembuluh darah berkontraksi (menyempit) sehingga menyebabkan
kelelahan dan kelemahan pada pembuluh darah sekaligus menyebabkan
tekanan darah rendah.
D. PEMBUANGAN ASAM DAN SUBSTANSI LAIN DALAM URIN
Zat sisa dalam urin sebagian besar berasal dari pemecahan makanan dan
metabolisme dalam tubuh.
Dua zat sisa utama yaitu :
1. Urea

: Urea merupakan zat sisa utama yang dihasilkan dari

metabolisme protein, mengisi sekitar setengah dari total zat sisa urin.
Sebagian besar urea dibuang melalui urin, sehingga kadar urea dalam urin
seringkali digunakan sebagai penanda asupan protein.
2. Sodiu
: Sodium merupakan mineral esensial, yang secara
eksklusif berasal dari makanan. Sodium mempunyai peran penting dalam
menjaga volume cairan tubuh. Sodium juga dapat dibuang melalui
penguapan atau usus, tetapi bagian terbesar dibuang melalui urin. Ginjal
dapat menyesuaikan pembuangan sodium sesuai dengan berbagai asupan,
mulai dari 0 hingga sekitar 25 g per hari
Makanan modern yang merupakan makanan yang diproses mengandung sodium
melebihi kebutuhan harian dan sebagian besar sodium yang berasal dari makanan
harus dibuang dalam urin. Itulah sebabnya, sodium urin seringkali digunakan
sebagai indikator kelebihan asupan sodium.
Zat sisa lain yang juga diekskresi tapi dalam jumlah sedikit yaitu :

Ammonia
Asam urat

: terutama berasal dari metabolisme protein.


: terutama berasal dari pemecahan senyawa seperti protein

yang berasal dari makanan.


Oxalate : sebagian oksalat berasal langsung dari makanan tetapi

sebagian besar merupakan hasil dari senyawa lain seperti vitamin C.


Mineral : kalsium, magnesium, potasium, fosfor Pengeluaran zat-zat ini
diatur oleh ginjal, tergantung keseimbangan mineral dalam tubuh.

DAFTAR PUSTAKA
Guyton & Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta: EGC.
(halaman 589-660)
Pratiwi, D. A. dkk. 2006. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga (186188)
Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta: EGC.
(halaman 344-413)
Khistiyono. 2008. SPM Biologi SMA dan MA. Jakarta: Erlangga. (halaman 100101, 115-117)

Evelyn C.pearce. 2011. anatomi dan fisiologi untuk paramedis. jakarta: Gramedia
Pustaka Utama (halaman 298-299, 303-305)