Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN

GAGAL GINJAL KRONIK


Pokok Bahasan

: Gagal Ginjal Kronik

Sasaran

: Tn. U berusia 41 tahun dan isteri

Hari/ Tanggal

: Selasa, 29 September 2015

Waktu

: Pukul 14.30-14.45 WIB

Tempat

: Ruang Hemodialisa

Penyuluh

: Novera Widiastuty

Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 x 15 menit diharapkan dapat
menambah informasi klien dan keluarga tentang gagal ginjal kronik dan
pemenuhan dietnya.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 x 15 menit diharapkan klien dan
keluarga mampu.
1) Menjelaskan ulang tentang apa itu gagal ginjal kronik.
2) Menjelaskan ulang tentang penatalaksanaannya.
3) Menyebutkan tentang makanan yang harus dipenuhi dan dibatasi pada klien
dengan gagal ginjal kronis.
Metode
Diskusi dan tanya jawab.
Media
Leaflet

Proses pelaksaaan
N
o
1

Kegiatan

Respon peserta

Pendahuluan
- Memberi salam
- Menyampaikan pokok bahasan
- Menyampaikan tujuan

- Menjawab salam
- Menyimak
- Menyimak

Waktu
2 menit

Isi
Penyampaian materi tentang :
1) Pengertian gagal ginjal kronik.
2) Penatalaksanaan
gagal
ginjal
kronik.
3) Nutrien yang harus terpenuhi dan
dibatasi.
Penutup
Kesimpulan
Memberikan salam penutup

Memperhatikan,
mendengarkan,
bertanya

8 menit

Mendengarkan
Menjawab salam

5 menit

Setting Tempat
Pa
sie
n
Pin
tu

Pa
sie
n

Pa
si
en

Keluarga
pasien
Pa
sie
n

Tn
.
U

P
as
ie
n

Pe
ny
ul
uh

Pa
si
en

Pa
sie
n

Pa
si
en

Pa
sie
n

P
as
ie
n

Pa
sie
n

Pa
sie
n

Pa
sie
n

Nur
se
stati
on

Pa
sie
n

Pa
sie
n

Evaluasi
1) Keluarga mampu menyebutkan kembali dengan bahasa sendiri tentang apa
yang dimaksud dengan gagal ginjal kronik.
2) Keluarga dapat menyebutkan penatalaksanaan gagal ginjal kronik.
3) Keluarga dapat menyebutkan sumber nutrien yang harus dipenuhi dan
dibatasi.

Materi
Menurut Smeltzer (2001) dalam Musliha (2010: 76), gagal ginjal kronik
merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel dimana
kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan
cairan dan elektrolit sehingga terjadi uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lan
dalam darah).
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa CRF merupakan
gangguan fungsi renal yang bersifat progresif dan irreversibel sehingga ginjal
gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit
dengan manifestasi penumpukan sisa metabolik (toksik uremik) di dalam darah.
Menurut Muttaqin (2011: 166), kondisi klinis yang memungkinkan dapat
mengakibatkan CRF bisa berasal dari ginjal sendiri dan di luar ginjal.
1)
Penyakit dari ginjal
(1) Penyakit pada glomerulus: glomerulonefritis.
(2) Infeksi kuman: ureteritis, pyelonefritis.
(3) Batu ginjal: nefrolitiasis.
(4) Trauma langsung pada ginjal.
(5) Sumbatan: batu, tumor, penyempitan/striktur.
2)
Penyakit dari luar ginjal
(1) Penyakit sistemik: diabetes melitus, hipertensi.
(2) Dyslipidemia.
(3) Penyakit autoimun: SLE (Systemic Lupus Erythematosus)
(4) Obat-obatan.
(5) Kehilangan banyak cairan yang mendadak.
Menurut Muttaqin (2011: 173), tujuan penatalaksanaan adalah menjaga
1)
2)

keseimbangan cairan elektrolit dan mencegah komplikasi.


Dialisis.
Koreksi hiperkalemia bila terjadi hiperkalemia, maka pengobatannya adalah
dengan mengurangi intake kalium, pemberian Na bikarbonat, dan

3)

pemberian infus glukosa.


Koreksi anemia pengendalian gagal ginjal pada keseluruhan akan dapat
meninggikan Hb. Transfusi darah hanya dapat diberikan bila ada indikasi

4)

yang kuat, misalnya ada insufisiensi koroner.


Koreksi asidosis pemberian asam melalui makanan dan obat-obatan harus
dihindari. Na bikarbonat dapat diberikan peroral atau perenteral. Pada
permulaan 100 mEq Na bikarbonat diberi IV perlahan-lahan.

5)

Pengendalian hipertensi pemberian obat beta bloker, alpa metildopa, dan


vasodilator dilakukan. Mengurangi intake garam dalam mengendalikan

6)

hipertensi harus hati-hati karena tidak semua ginjal disertai retensi natrium.
Transplantasi ginjal dengan transplantasi ginjal yang sehat maka seluruh faal
ginjal diganti oleh ginjal yang baru.
Klien dengan gagal ginjal memiliki program diet khusus yang harus dijalani
agar asupan nutrien yang dibutuhkan tubuh tetap terpenuhi. Klien dengan gagal
ginjal dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan protein, kalori, vitamin dan mineral.
BATASI !!!!!
1) Natrium berlebih (garam, makanan-makanan kering dengan kadar garam
tinggi, dll).
2) Masukan cairan/air berlebih (sesuaikan dengan jumlah yang keluar).
3) Minuman yang mengandung kafein/berkarbonasi.
4) Aktivitas berat dan berlebih.