Anda di halaman 1dari 2

KEGIATAN VII.

PENENTUAN KADAR KLOROFIL-A DALAM AIR LAUT


7.1.Latar Belakang
Fitoplankton memegang peranan penting sebagai produsen primer di lingkungan
laut. Fitoplankton mengandung klorofil-a yang dapat digunakan sebagai petunjuk
kesuburan perairan laut. Kadar klorofil-a dalam perairan sebanding dengan biomassa
fitoplakton.
Metode pengukuran klorofil-a dalam air laut yang digunakan pada praktikum ini
mengikuti metode Parson et al. (1989).
7.2. Tujuan Praktikum
Penentuan kadar klorofil-a dalam air laut menggunakan metode spektrometri.
7.3. Materi Praktikum
A. Alat
a. Peralatan penyaringan untuk diameter 47 mm milipore
b. Botol dengan penutup 300 ml
c. Tabung centrifuge 15 ml
d. Centrifuge untuk tabung 15 ml
e. Spektrofotometer dengan cuvet 10 cm
B. Bahan
a. Aseton 90%
Pipet 100 ml air suling kedalam 1000 ml gelas ukur dan tambahkan aseton
p.a. hingga 1000 ml. Simpan ditempat yang gelap pada botol tertutup.
b. Magnesium Karbonat
Tambahkan 1 g bubuk MgCO3 kedalam 100 ml air suling, kocok sebelum
digunakan.
c . Kertas Saring Membran Selulosa Nitrat
7.4. Prosedur Praktikum
a. Saring contoh air laut sebanyak 1000 ml kedalam saringan milipore,
dengan menggunakan pompa vacum yang telah tersambung dengan
corong buchner dan erlenmeyer section.
b. Tambahkan 3-5 tetes larutan MgCO3 kedalam contoh air laut sementara

disaring.
c. Setelah selesai proses penyaringan, ambil kertas saring dengan
menggunakan pinset.
d. Masukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi Aceton 90% sebanyak 15 ml,
tutup dengan aluminium foil.
e. Simpan dalam refrigerator selam 1 x 24 jam.
f. Disentrifugal tiap tabung reaksi pada temperatur kamar selama 15 menit
dan 3500 rpm.
g. Ambil supernatan kedalam cuvet 10 cm dan ukur absorban pada panjang
gelombang 750, 665, 645, dan 630, nm.
h. Catat nilai absorban yang tertera didisplay alat spectrophotometer DREL 2800.

7.5. Perhitungan

g/L Klorofil-a = 15,6 E665 2,0 E645-0,8E630 X f


f=

1000 x volume aseton (ml)


panjang sel (cm) x volume sampel (ml)