Anda di halaman 1dari 6

Profil Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) Desa

Cikondang
Susunan Pengelola dan Pengurus Usaha Ekonomi Desa Simpan-Pinjam (UED-SP)
1. Ketua : Hj. Nuhaeriah
2. Kasir : U. Mastukah
3. Tata Usaha : Air Tarwiyah
Ditetapkan di Cikondang, pada tanggal: 11 Oktober 1997.
Kepala Desa Saat itu adalah Bpk. Muchtar Jubaedi, SH.
Pengelola sekaligus Pengurus masih pengurus yang sama, dikarenakan situasi dan
kondisi yang belum memungkinkan untuk dilakukan pemilihan kembali (restrukturisasi).
Mengingat lembaga ini hanya satu-satunya yang masih sehat dan aktif di Kabupaten
Cianjur, maka keberadaannya harus dirawat (maintanance) ditambah ketiadaan
bangunan kantor menjadi penyebab utama tidak dilakukannya pemilihan tersebut,
secara otomatis jika bangunan kantor (center pool) belum ada, maka kerawanan arsip
untuk hilang dan rusak sangat besar sekali. Semoga dalam waktu dekat ini
permasalahan bangunan kantor UED-SP ini dapat dibangun, sehingga transparansi dan
pelayanan simpan-pinjam dapat terlayani setiap hari dan administrasi pun akan tertata
dan tertib. Jika situasi dan kondisinya sesuai yang diharapkan tadi, maka restrukturisasi
bisa dilakukan.

LATAR BELAKANG ADANYA PROGRAM UED-SP


Dalam rangka mendapatkan modal usaha atau menyalurkan sumber dana, masyarakat
desa pada saat ini telah banyak yang memanfaatkan lembaga keuangan di desa, baik
yang sifatnya formal seperti BRI Unit Desa, Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK),
maupun non formal seperti ijon, rentenir, pedagang kredit dan sebagainya. tetapi bagi
masyarakat desa yang umumnya golongan ekonomi lemah adakalanya lembaga
keuangan tersebut terutama yang formilsulit dijangkau fasilitasnya karena dihadapkan
pada beberapa kendala antara lain:
1. Belum menjangkau secara luas kepada golongan ekonomi lemah;
2. Pinjaman harus dengan jaminan/anggunan;
3. Prosedur yang belum difahami oleh masyarakat desa;
4. Biaya pengurusan/pelayanan yang tinggi;
5. Lokasi nasabah umumnya jauh dan sulit dijangkau.
Berdasarkan permasalahan tersebut di atas Direktur Jenderal Pembangunan Desa
Departemen Dalam Negeri melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 92 turut

serta berupaya untuk mengembangkan usaha kecil di pedesaan dengan memanfaatkan


Dana Inpres Bantuan Pembangunan Desa, melalui Usaha Ekonomi Desa Simpan
Pinjam (UED-SP) yang pada saat itu dikembangkan (Inpres Bandes Tahun 1996/1997
s/d 1998/1999). Sedangkan mulai Tahun anggaran 1999/2000 s/d sekarang belum ada
alokasi dana untuk UED-SP secara menyeluruh.
Menumbuh kembangkan UED-SP tersebut dinilai sangat erat karena dapat membantu
masyarakat ekonomi lemah dalam penyediaan modal usaha yang mudah, murah, ringan
dan cepat. Hal ini sesuai dengan salah satu arah pembangunan masyarakat desa, yaitu
pemihakan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam rangka proses pembangunan
untuk mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera.
PENGERTIAN
Usaha Ekonomi Desa Simpan-Pinjam (UED-SP) menurut Permendagri No.06 Tahun
1998 adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang simpan pinjam dan merupakan
milik masyarakat desa/kelurahan yang diusahakan serta dikelola oleh masyarakat
desa/kelurahan.
TUJUAN
Tujuan dbentuknya UED-SP adalah untuk:
1. Mendorong kegiatan perekonomian masyarakat desa/kelurahan;
2. Meningkatkan kreativitas anggota masyarakat desa/kelurahan yang berpenghasilan
rendah;
3. Mendorong usaha sektor informal untuk penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat di
desa/kelurahan;
4. Menghindarkan anggota masyarakat desa/kelurahan dari pengaruh pelepas uang
dengan bunga tinggi yang merugikan masyarakat;
5. Meningkatkan peranan masyarakat desa/kelurahan dalam rangka menampung dan
mengelola bantuan modal yang berasal dari Pemerintah dan atau sumber-sumber lain
yang sah;
6. Memelihara dan meningkatkan adat kebiasaan bergotong-royong untuk gemar
menabung dan secara tertib, tertaur, bermanfaat dan berkelanjutan.
SASARAN
Sasaran kegiatan UED-SP adalah masyarakat yang berada di desa/kelurahan baik
perorangan maupun kelompok yang akan memulai berusaha atau mengembangkan
usahanya.
CIRI-CIRI UED-SP
1. Milik Desa dan terpisah dari kekayaan Desa;
2. Di bawah naungan LKMD/LPM dengan organisasi yang sederhana;
3. Tumbuh dari bawah berazaskan gotong-royong atau kebersamaan dan saling

percaya;
4. Pemberian kredit mudah, murah, ringan, cepat dan dikelola dengan prinsip keuangan
formal (adiministrasi pembukuan);
5. Keberadaannya dalam satu batas wilayah administrasi desa.
KEDUDUKAN
UED-SP Berkedudukan di desa dan meupakan bandan usaha milik desa yang
pengelolanya terpisah dengan Pemerintah Desa.
ORGANISASI DAN PENGELOLA
1. Lembaga UED-SP dikelola oleh 3 (tiga) orang yang terdiri dari:
a. Ketua;
b. Kasir;
c. Tata Usaha.
2. Pengelola dipilih melalui rapat/musyawarah LKMD/LPM dan ditetapkan dengan
Keputusan Kepala Desa/Kelurahan.
3. Masa kerja pengeloa UED-SP maksimal 5 (lima) tahun dan setelah masa jabatannya
berakhir dapat dipilih kembali.
4. Untuk membantu kelancaran kegiatan UED-SP Ketua dapat mengangkat Tenaga
Pembantu Administrasi dan sebagai Juru Tagih.
HONORARIUM PENGELOLA
Honor atau gaji Ketua, Kasir dan Tenaga Administrasi pada dasarnya ditetapkan 2,5 %
dari anggaran pokok pinjaman yang diterima setiap bulan dengan perbandingan sebagai
berikut:
1. Ketua : 35% dari jumlah honorarium pengelola UED-SP;
2. Kasir : 30% dari jumlah honorarium pengelola UED-SP;
3. Tata Usaha : 25% dari jumlah honorarium pengelola UED-SP;
4. Tenaga Pembantu Adm : 10%.
(pembagian ini tidak mutlak, harus berdasarkan kesepakatan musyawarah)
SUMBER DANA UED-SP
1. Modal Sendiri:
a. Simpanan Pokok Anggota;
b. Simpanan Wajib Simpanan;
c. Modal Cadangan (dari SHU);
d. Modal Gabungan (yang diintegrasikan ke modal UED-SP);
e. Hibah (penerimaan dari fihak lain yang sah dan tidak mengikat).
2. Modal Bantuan:

Modal bantuan dapat berasal dari Bantuan Pemerintah baik dari APBN maupun APBD
serta bantuan lain yang tidak mengikat;
3. Modal Pinjaman:
Modal pinjaman dapat diperoleh dari lembaga-lembaga perbankan, lembaga lain atau
dari masyarakat secara kelompok maupun secara perorangan.
KEANGGOTAAN
Anggota UED-SP adalah warga desa setempat yang telah memenuhi syarat ketetapan
UED-SP dan/atau warga di luar desa dapat juga menjadi anggota setelah mendapat
persetujuan dari kepala Desa/Kelurahan di tempat UED-SP berada.
Syarat-syarat dan kewajiban anggota:
1. Mendaftar diri menjadi anggota dengan membayar simpanan wajib dan biaya
administrasi yang telah ditetapkan;
2. Memenuhi tata tertib yang telah ditetapkan/diatur dalam AD/ART UED-SP;
3. Hak-hak anggota yaitu mengikuti segala aktivitas UED-SP, mengajukan pernyataan
yang menyangkut pengelolaan UED-SP.
PEMBINAAN
1. Tingkat Kabupaten:
a. Bupati Kabupaten Cianjur melalui Kantor PMD dan Dinas/instansi terkait adalah
sebagai Badan Permbina (Tim Pembina LKMD/LPM Kabupaten);
b. Inspektorat Wilayah kabupaten adalah sebagai Badan Pengawas.
2. Tingkat Kecamatan:
Camat melalui Kasi PMD selaku tenaga asistensi UED-SP di wilayahnya serta aparat
tingkat kecamatan lainnya, adalah sebagai badan Pembina dan Pengawas.
Kewajiban tenaga Asistensi (TA) UED-SP Tingkat Kecamatan adalah:
a. Membimbing pengelola UED-SP dalam hal pengembangan UED-SP, pembukuan
UED-SP dan membantu mengatasi permasalahan yang timbul dalam pengelolaan UEDSP;
b. Menghimpun, mengolah dan menyampaikan laporan perkembangan UED-SP di
wilayahnya secara periodic setiap bulan baik secara naratif maupun menggunakan
format UED-SP.
4. Tingkat Desa:
Dibina langsung oleh Kepala Desa, LPM dan secara administrative keuangan oleh
Tenaga Asistensi UED-SP (PMD Kecamatan).
KETENTUAN PINJAMAN
1. Maksimal pinjaman sebesar Rp. 300.000,- dan disesuaikan dengan ketentuan dan
kemampuan UED-SP itu sendiri.
2. Pola angsuran pinjaman maksimal 6 bulan dengan 2 cara yaitu:

a. Mingguan selama 12 minggu;


b. Bulanan selama 6 bulan.
Dalam perkembangannya ketentuan ini disesuaikan berdasarkan hasil musyawarah
yang dituangkan dalam AD/ART UED-SP yang bersangkutan. Misalnya batas
maksimum dapat lebih dari Rp. 300.000,- dan pola pinjaman dapat diangsur 12 kali baik
mingguan atau bulanan.
ADMINITRASI UED-SP
Pelaksanaan administrasi UED-SP dituangkan dalam bentuk model F.1 sampai dengan
F.10 yang terdiri dari dua bagian:
1.Administrasi Umum: Adminitrasi yang tidak ada hubungannya dengan oencatatan
keuangan misalnya Buku Anggota, Buku Tamu, Buku Agenda Surat Masuk dan lainnya.
2.Administrasi Pembukuan: Administrasi yang ada hubungannya dengan kegiatan dan
bentuk produk pelayanan serta pengemban keuangan UED-SP dan terdiri dari:
a. Buku Pokok adalah sebagai pencatat keuangan terdiri dari:
- Buku Kas (F.2);
- Buku Simpanan (F.3);
- Buku Pinjaman (F.4);
- Keadaan keuangan harian/bulanan (F.5).
b. Buku Banu adalah sebagai pembantu pencatatan keuangan terdiri dari :
- Slip Pinjaman (F-6);
- Slip Setoran (F.7);
- Slip Penarikan (F.8);
- Slip Posisi Simpanan Pokok, Wapin, dan Sukarela (F.9);
- Buku Posisi Pinajaman (F.10).
POLA PENERAPAN ADIMINISTRASI DAN PEMBUKUAN
Penerapan administrasi UED-SP dapat dilaksanakan secara bertahap agar
memudahkan para pengelola dalam mengadministrasikan keuangan UED-SP.
Penerapan tersebut terbagi 2 pola, yaitu:
1. Pola Minimal:
Yaitu pencatatan keuangan masih sederhana tetapi disiplin, sehingga dapat
dipertanggungjawabkan oleh pengelola dan buku-buku yang digunakan adalah F.1
sampai F.8.
2. Pola Maksimal:
UED-SP yang telah beroperasi dengan baik dan berkembang ditinjau dari segi
keuangan keanggotaan dan telah menerapkan semua buku administrasi yaitu F.1
sampai dengan F.10.
PENUTUP
UED-SP merupakan lembaga pelayanan simpan pinjam yang dikelola oleh masyarakat
setempat untuk kepentingan masyarakat dengan syarat mudah, menguntungkan dan
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu dengan dikeluarkannya kebijaksanaan Pemerintah untuk

mengembangkan UED-SP, khususnya UED-SP perlu didayagunakan untuk memenuhi


kebutuhan masyarakat dibidang permodalan/perkreditan di desa. Dalam kaitan hal ini
Kepala Desa sebagai Pembina dan Penanggung Jawab penyelenggaraan desa, dan
pengembangan UED-SP di desanya.