Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH CHAPTER 6

ALAT OPTIK, INTERFERENSI, DIFRAKSI,


DAN POLARISASI

OLEH:
M. FADHIL F.R

14030244043

LAILA ALVI NURIN

14030244028

RIZKI AMALIA

14030244039

ISNAINI AMANAH F.

14030244030

RIZKA EFI MAWLI

14030244007

KELAS BIOLOGI A+B 2014


UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT penulis dapat menyelesaikan makalah


Fisika Umum yang berjudul MAKALAH CHAPTER 6 ALAT OPTIK, INTERFERENSI,
DIFRAKSI, DAN POLARISASI. Makalah ini adalah sebagai penunjang pembelajaran
Fisika Umum.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Surabaya, 21 Oktober 2014

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mungkin beberapa di antara kita harus memakai kacamata agar dapat melihat
dengan baik. Orangtua kita mungkin juga berkacamata. Kacamata adalah alat bantu
bagi seseorang yang memiliki kelainan pada matanya. Kacamata termasuk alat optik.
Sebenarnya, mata juga disebut sebagai alat optik. Alat optik lain yang dapat kita temui
dalam kehidupan sehari-hari adalah kamera. Pernahkah kita menggunakan kamera
untuk memotret sebuah peristiwa? Dengan kamera, kita dapat memindahkan keadaan
nyata di sekitar kita ke dalam lembaran film, lalu memperbanyaknya dalam bentuk
gambar di atas kertas. Gambar hasil pemotretan akan persis sama dengan kenyataan.
Selain itu, cahaya juga dapat mengalami peristiwa intewrferensi, polarisasi, dan
difraksi. Peristiwa itu dalam kehidupan sehari-hari dapat digambarkan dalam peristiwa
terjadinya pelangi, langit yang berwarna biru, dasar sungai yang terlihat dangkal, dan
lail-lain
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Fisika sebagai salah satu syarat
pembelajaran yang diajarkan.
2. Untuk memperdalam pengetahuan penulis dalam bidang Fisika, khususnya tentang
alat-alat optik, interferensi, difraksi, dan polarisasi.
3. Untuk menjadi acuan bagi penulis dalam mengembangkan ketrampilan dan
kemampuan menulis khususnya penulisan makalah.

BAB II
PEMBAHASAN
ALAT-ALAT OPTIK
Alat optik adalah alat-alat yang salah satu atau lebih komponennya menggunakan
benda optik, misalnya cermin, lensa, atau prisma. Alat optik memanfaatkan prinsip
pemantulan dan atau pembiasan cahaya. Ada beberapa alat optik antara lain kamera, lup,
mikroskop, teleskop, proyektor, dan episkop.
1) KAMERA
- Kamera adalah alat optik yang berguna untuk menghasilkan gambar melalui proses
fotografi, yaitu proses menghasilkan gambar dengan cahaya pada film. Pada
kamera terdapat sebuah lensa cembung untuk membiaskan sinar dari benda hingga
bayangan yang jatuh di film sebagai layar. Benda yang akan dipotret ditempatkan
pada jarak lebih besar daripada 2 f (2 kali jarak titik api) di depan lensa. Hal ini
dimaksud bahwa bayangan akan jatuh antara f dan 2 f
-

yang memiliki sifat

diperkecil, nyata dan terbalik.


Prinsip kerja kamera dan mata adalah sama. Apabila mata melihat benda, sinar dari
benda yang masuk ke mata dibiaskan lensa mata. Bayangan jatuh di layar mata atau
retina. Sifat bayangan yang terjadi nyata, diperkecil dan terbalik. Pelat film berupa
celluloid, pelat itu dilapisi gerak bromida dan sangat peka terhadap cahaya. Apabila
bayangan objek mengenai pelat film akan tercetak sebagai gambar negatif. Setelah
proses pencucian, film dapat dicetak sebagai gambar positif pada kertas foto.

2) MATA
- Mata adalah salah satu bagian tubuh manusia yang berfungsi sebagai alat/indera
penglihatan. Mata memiliki diameter sekitar 2,5 cm.
1. Bagian-Bagian Mata
a. Sklera
b. Kornea
c. Aqueous humour
d. Lensa mata
e. Vitreous humour
f. Iris
g. Retina
h. Pembuluh darah (koroid)
i. Otot-otot siliar dan sendi perekat
j. Pupil

2. Lensa Mata

Gambar 1. Mata, indera penglihatan dan bagian-bagiannya


-

Bentuk mata menyerupai bola. Pada bola mata terdapat benda bening yang disebut
lensa mata. Lensa mata bersifat tembus cahaya. Lensa mata berupa lensa cembung.
Lensa mata memiliki fungsi membiaskan sinar-sinar yang datang ke mata. Dengan
demikian bayangan benda dapat tepat jatuh di retina mata. Jadi mata memiliki
fungsi seperti pada kamera. Oleh karena itu mata disebut alat optik.

3. Proses terjadinya bayangan pada retina


- Pupil adalah
: Bagian mata yang berfungsi mengatur besar kecilnya
-

Retina adalah

cahaya yang masuk ke bola mata.


: Selaput tipis di bagian belakang bola mata. Lapisan itu

Fovea/bintik kuning

paling banyak mengandung saraf penglihatan.


: adalah bagian retina, tempat berkumpulnya ujung-ujung
saraf

penglihatan

sehingga

paling

peka

terhadap

rangsangan (impuls) cahaya.


Syarat kita dapat melihat benda adalah harus ada cahaya. Cahaya dapat berasal
langsung dari sumber cahaya/berasal dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda
yang berada di sekeliling kita. Cahaya masuk menembus kornea, terus melewati lensa
mata.
Dan akhirnya sampai ke retina. Bayangan benda jatuh tepat di bintik kuning, bersifat
nyata, terbalik, dan diperkecil. Bayangan itu merupakan rangsangan/informasi yang
dibawa oleh saraf penglihatan menuju pusat saraf penglihatan di otak. Di otak
rangsangan itu ditafsirkan dan barulah kemudian kita mendapat kesan melihat benda.
- Kesamaan antara kamera dan mata, adalah cara kerja lensa kamera dan lensa mata
dalam membentuk bayangan. Keduanya sama-sama memiliki sifat nyata, terbalik,
dan diperkecil.
- Perbedaan antara kamera dan mata
Pembeda
- Cara
memfokuskan

Kamera
- Memaju-mundurkan

Mata
- Lensa
mata

ber5

bayangan

lensa kamera

akomodasi

- Alat pengatur cahaya

- Diafragma

- Pupil

- Tempat
bayangan

- Pelat film

- Selaput retina

jatuhnya

4. Akomodasi Mata
Kemampuan mata untuk mengubah-ubah fokus mata disebut daya akomodasi mata.
Adapun peristiwanya disebut akomodasi. Ada pula jenis daya akomodasi mata
yaitu:
a. Mata tanpa akomodasi
Mata tanpa akomodasi adalah kondisi mata ketika lensa mata agak datar atau
kondisi otot-otot siliar dalam keadaan relaks (santai). Sinar yang datang dari
jauh tak terhingga dibentuk bayangan pada bintik kuning. Titik paling jauh yang
masih dapat jelas dilihat oleh mata tanpa akomodasi ini disebut dengan titik
jauh punctum remotum (P. r). Untuk mata normal, titik jauh mata tersebut
berada di depan mata pada jarak tak terhingga atau jarak jauh mata normal = P.
r = ~ (tak terhingga)
b. Mata berakomodasi
Mata berakomodasi adalah lensa mata yang mengatur penyesuaian terhadap
jarak benda dengan jalan mengatur cembung dan pipihnya lensa sehingga
bayangan jatuh di retina. Apabila jarak benda sangat dekat, lensa akan
cembung, sebaliknya apabila lensa mata dalam keadaan secembungcembungnya dikatakan berakomodasi maksimum. Titik paling dekat yang
masih dapat dilihat punctum proximum (P. p) untuk mata yang normal memiliki
lensa mata dalam keadaan sepipih-pipihnya, dikatakan berakomodasi minimum
atau tidak berakomodasi.
3) ALAT-ALAT OPTIK LAIN
Kemajuan sains dan teknologi menuntut beragamnya alat bantu, sesuai dengan
kebutuhan hidup dan keingintahuan manusia, beberapa alat optik yang merupakan alat
bantu kerja manusia antara lain;
A. Lup atau Kaca Pembesar
Lup adalah lensa positif yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil
agar tampak lebih besar dan lebih jelas. Lup banyak digunakan oleh tukang arloji
pada waktu mereparasi kerusakan jam tangan. Perajin perhiasan pun memakainya
untuk memperoleh hasil pekerjaan yang baik.
6

1) Cara menggunakan Lup


a. Untuk mata berakomodasi maksimum, benda diletakkan diantara f dan o
atau jarak benda (So) selalu lebih kecil dari pada jarak titik api (f).
b. Untuk mata tidak berakomodasi, benda diletakkan tepat di titik api (f) atau
jarak benda (So) sama dengan jarak titik api lup (f).
Untuk mengamati benda dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya mata tidak
berakomodasi sehingga tidak cepat lelah, jadi benda diletakkan tepat di titik api.
2) Perbesaran bayangan pada Lup
Jika berakomodasi maksimum, jarak bayangan benda titik dekat punctum
proximum, atau pada jarak baca normal adalah 25 cm, karena bayangan terjadi
adalah maya. Si = 25 cm atau Si = -n
Berdasarkan persamaan lensa:
1
1

So Si

= f

1
1

So n

= f

1
So

= f n
f n

= nf
1
nf
= f n
So

Pembesaran M

Si
So
n
nf
f n

n ( f n)
nf

nf n 2
nf

nf n 2
n

1
nf nf
f

Jadi perbesaran bayangan apabila mata berakomodasi maksimum adalah:


M

n
1
f

Jika mata tidak berakomodasi, jarak bayangan di tempat jauh tak terhingga atau S i
=~
7

Perbesaran bayangan:
M

n
f

Keterangan
M : Perbesaran bayangan
n

: Jarak baca normal 25 cm

: Jarak titik api

Contoh:
1. Seorang tukang jam mengamati sebuah sekrup yang panjangnya 0,2 cm. Ia
menggunakan lup yang jarak titik apinya 10 cm. Jika punctum proximum orang
tersebut 25 cm, tentukan tinggi bayangan apabila mata tidak berakomodasi dan
tentukan tinggi bayangan apabila mata berakomodasi maksimum!
Penyelesaian:
Dik : n : 25 cm
F : 10 cm
ho : 0,2 cm
Dit : a. hi apabila mata tidak berakomodasi
b. hi apabila mata berakomodasi maksimum
Jawab:
a. Mata tidak berakomodasi
M

=
hi

n
f

25
2,5 kali
10

= M. ho
= 2,5 x 0,2
= 0,5 cm

b. Mata berakomodasi maksimum


M

n
1
f

25
1
10

= 2,5 + 1 = 3,5 kali


hi

= M. ho
= 3,5 x 0,2
= 0,7 cm
8

B. Mikroskop
Mikroskop adalah alat optik untuk mengamati benda-benda yang sangat kecil
(mikro), misalnya bakteri dan kuman-kuman. Perhatikan gambar berikut ini !

Gambar 2. Mikroskop
Sebuah mikroskop terdiri atas dua lensa positif yaitu lensa objektif dan lensa
okuler. Lensa objektif berada di dekat objek atau benda, sedangkan lensa okuler
berada di depan mata pengamat.
Bagaimana pembentukan bayangan pada mikroskop? Perhatikan gambar
berikut ini !

Gambar 3. Pembentukan bayangan pada mikroskop

a.

Lensa objektif berfungsi membentuk bayangan sejati, terbalik, dan diperbesar


dari benda yang diamati (AB) untuk memperoleh bayangan sejati, benda yang
diamati diletakkan diantara Fob an 2 Fob di depan lensa objektif. Bayangan A1 B1
yang dibentuk lensa objektif dan dianggap sebagai benda bagi lensa okuler

b.

terletak antara Fob dan O.


Lensa okuler berfungsi membentuk bayangan maya, tegak dan memperbesar
(A2 B2) dan bayangan objektif A1 B1.

Perbesaran bayangan
a) Perbesaran lensa objektif :
b) Perbesaran lensa okuler
c) Perbesaran mikroskop
(1) Untuk mata tidak berakomodasi
(2) Untuk mata berakomodasi maksimum
Perbesaran Mikroskop
M = Mob . Mok
Keterangan
Siob

: Jarak bayangan dari lensa objektif

Soob

: Jarak benda dari lensa objektif

Siok

: Jarak bayangan dari lensa okuler

Sook

: Jarak benda dari lensa okuler

hiob

: Tinggi bayangan yang dibentuk lensa objektif

hoob

: Tinggi benda yang berada di depan lensa objektif

hiok

: Tinggi bayangan yang dibentuk lensa okuler

hook

: Tinggi benda yang berada di depan lensa okuler

: Jarak Punctum Proximum

: Jarak lensa objektif dan lensa okuler

Sook

: D Siob

Mob

: Perbesaran lensa objektif

Mok

: Perbesaran lensa okuler

: Perbesaran mikroskop

Contoh :
1) Seseorang bermata normal mempunyai punctum proximum 25 cm, mengamati
sebuah preparat dengan mikroskop. Jarak titik api lensa objektif 1.25 cm dan
lensa okuler 2,5 cm. Jika jarak preparat 1,5 cm, berapa perbesarannya jika mata
tidak berakomodasi?
Penyelesaian:
10

Diketahui: n = 25 cm
Fob = 1,25 cm
Fok = 2,5 cm soob = 1.5 cm
Ditanyakan: M mata tidak berakomodasi
Jawab:
Lensa objektif
1
1
1

S o Ob S i Ob
Fo b
1
1
1

1,5 S i Ob 1,25
1
1
1

S i Ob
1,25 1,5

36 30

45 45

6
45

Siob = 7,5 cm
Mob =

S i Ob
7,5

= 5 kali
S o Ob 1,5

Lensa okuler :
Karena mata tidak berakomodasi maka:
Mok

n
f ok
25

= 2,5 = 10 kali
M

= Mob. Mok
= 5 x 10
= 50

Jadi, perbesaran yang terjadi adalah = 50 kali.

C. Teleskop
Lup dan mikroskop adalah alat optik pandang dekat, yaitu untuk mengamati bendabenda yang dekat letaknya. Teleskop atau teropong adalah alat optik pandang jauh,
yaitu untuk mengamati benda-benda yang jauh jaraknya.

11

Teleskop adalah alat optik untuk mengamati benda-benda di bumi atau di angkasa
luar agar tampak lebih dekat dan jelas.
Teleskop atau teropong dibedakan menjadi dua, yaitu teropong bintang dan
teropong bumi.
1) Teropong Bintang
Teropong bintang adalah alat untuk mengamati benda-benda angkasa luar,
misalnya bintang, planet-planet, dan bulan. Ada dua jenis teropong bintang,
yaitu teropong bias dan teropong pantul.
a. Teropong Bias
Teropong bias berupa tabung yang di dalamnya terdapat dua lensa positif,
yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Jarak titik api lensa objektif lebih besar
daripada jarak titik api lensa okuler. Karena benda yang diamati berada di
tempat yang sangat jauh, berkas sinar yang melewati lensa objektif adalah
berkas sinar sejajar. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif ialah
nyata, terbalik, diperkecil, dan terletak di titik apinya.

Gambar 4. (a) Teropong bias (b) Pembentukan bayangan pada teropong bias
b. Teropong Pantul
Teropong pantul berupa tabung yang di dalamnya terdapat cermin cekung
dan cermin datar sebagai reflektor atau pemantul, serta sebuah lensa
cembung sebagai okuler. Yang berfungsi sebagai objektif adalah cermin
cekung.
2) Teropong Bumi
Teropong bumi adalah alat untuk mengamati benda-benda di darat atau di laut
yang jauh letaknya agar tampak lebih dekat dan jelas. Ada dua jenis teropong
bumi, yaitu teropong bias dan teropong prisma.
a. Teropong Bias
Teropong bumi yang termasuk teropong bias terdiri atas tiga buah lensa
positif.

12

Gambar 5. (a)Teropong pantul (b) Pembentukan bayangan pada


teropong pantul
Yaitu lensa objektif, lensa pembalik, dan lensa okuler. Lensa pembalik
terletak di antara lensa objektif dan lensa okuler. Lensa pembalik berfungsi
memperoleh bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif.
Bayangan yang dibentuk lensa pembalik merupakan benda bagi lensa
okuler. Lensa okuler selanjutnya membentuk bayangan maya, tegak dan
diperbesar.
b. Teropong Prisma
1. Teropong Binokuler
Teropong binokuler menggunakan dua buah prisma siku-siku sama kaki
untuk menggantikan fungsi lensa pembalik. Kedua prisma disusun
bersilangan satu dengan lainnya. Teropong itu disebut teropong
binokuler karena menggunakan dua buah lensa okuler.
2. Periskop
Periskop menggunakan dua lensa positif sebagai lensa objektif dan lensa
okuler, serta dua buah prisma siku-siku sama kaki sebagai reflektor.

Gambar 6. (a) Teropong binokuler (b) Pembentukan bayangan pada teropong binokuler
Periskop digunakan sebagai teropong untuk mengamati benda-benda di
permukaan laut sehingga biasa dipasang pada kapal selam.
Berkas cahaya yang berasal dari benda-benda di permukaan laut setelah
melewati lensa objektif dipantulkan sempurna oleh sisi-sisi miring
kedua prisma. Perhatikan Gambar di bawah ini !
Periskop dapat diputar 3600 sehingga dapat digunakan untuk mengamati
seluruh medan di permukaan laut.

13

Gambar 7. Pembentukan bayangan pada periskop


D. Proyektor
Proyektor adalah alat optik yang digunakan untuk memproyeksikan gambar pada
sebidang layar. Berdasarkan jenis gambar yang dapat diproyeksikan, proyektor
dibedakan menjadi dua, yaitu diaskop dan episkop.
a) Diaskop
Diaskop adalah alat untuk memproyeksikan bayangan nyata dari sebuah
gambar diapositif. Gambar diapositif adalah gambar positif tembus cahaya.
Termasuk diaskop antara lain proyektor film, slide proyektor, dan overhead
proyektor (OHP).
a. Proyektor Film
Sebuah proyektor film digunakan untuk memproyeksikan gambar
tembus pandang. Gambar yang satu dengan lainnya sebenarnya adalah
gambar terputus-putus dan merupakan gambar mati. Namun, karena diputar
dengan kecepatan tinggi, yakni 16 gambar setiap detik, kesan yang
ditangkap oleh mata kita adalah sebagai gambar hidup.
Bayangan iring adalah kesan cahaya yang terjadi dalam mata dan
masih tetap berpengaruh lebih kurang

1
detik setelah cahaya yang
10

menyebabkannya sudah tidak ada lagi. Misalnya, apabila bara ujung lidi
yang dibakar dikibas-kibaskan dalam ruangan gelap, akan tampak kesan
garis cahaya, bukan titik cahaya. Oleh karena itu, apabila sejumlah gambar
tembus cahaya (gambar diapositif) diputar lebih dari 10 gambar setiap detik,
kesan bayangan yang diproyeksikan di layar adalah gambar hidup.
14

b. Slide Proyektor
Slide proyektor adalah proyektor yang memproyeksikan slide (film)
satu demi satu ke bidang layar.
Bagian-bagian slide proyektor adalah sebagai berikut.
(1) Lampu proyektor merupakan bagian utama. Lampu itu sangat kuat
memancarkan cahaya.
(2) Cermin cekung, berfungsi mengumpulkan cahaya agar daya pancar
sinar proyektor lebih kuat.
(3) Kondensor, berupa dua buah lensa cembung-datar yang disusun
bertolak belakang. Kondensor berfungsi agar sinar jatuh ke slide merata
ke seluruh permukaannya.
(4) Filter, berfungsi melindungi slide dari panas yang dihasilkan lampu
proyektor.
(5) Lensa proyektor, berupa lensa cembung yang berfungsi sebagai
pembalik. Oleh karena itu, untuk memperoleh bayangan tegak di layar,
slide dipasang terbalik.

Gambar 8. Pembentukan bayangan pada slide proyektor


c. Overhead Proyektor (OHP)
Overhead proyektor adalah proyektor untuk memproyeksikan gambar
diapositif.
Proyektor film dan slide proyektor hams digunakan di ruangan yang
gelap untuk memperoleh bayangan yang tajam. Bagian-bagian OHP sama
seperti slide proyektor. Bagian-bagian itu ialah dua buah cermin datar untuk
memantulkan cahaya dan dua buah lensa cembung untuk lensa proyektor.
Perhatikan Gambar di bawah. Gambar yang akan diproyeksikan diletakkan
di meja objek.
b) Episkop

15

Episkop adalah proyektor untuk memproyeksikan gambar-gambar tidak


tembus cahaya.

Gambar 9. (a) Overhead proyektor (b) Pembentukan bayangan pada overhead proyektor
Episkop biasanya digunakan oleh seniman lukis untuk mereproduksi
lukisan, misalnya untuk membuat gambar pada billboard atau papan reklame.
Gambar yang akan diproyeksikan, misalnya foto seorang artis, diletakkan
di meja objek. Sebagian cahaya yang berasal dari dua buah lampu L 1 dan L2
dipantulkan

oleh gambar itu. Seterusnya, cahaya tersebut ditangkap dan

dipantulkan oleh cermin datar ke lensa proyektor. Akhirnya, terbentuk bayangan


sejati dan diperbesar pada layar Perhatikan Gambar di bawah ini.
Alat yang dapat dipakai, baik untuk episkop maupun diaskop, dinamakan
epidiaskop.

Gambar 10. Episkop, pembentukan bayangan pada episkop

16

4)

DISPERSI CAHAYA (DISPERSE LIGHT WAVE)


Pernahkah kamu mengamati pelangi? Mengapa pelangi terjadi pada saat gerimis

atau setelah hujan turun dan matahari tetap bersinar? Peristiwa terjadinya pelangi
merupakan gejala dispersi cahaya. Gejala dispersi cahaya adalah gejala peruraian cahaya
putih (polikromatik) menjadi cahaya berwarna-warni (monokromatik).
Di depan telah disinggung bahwa cahaya putih merupakan cahaya polikromatik,
artinya cahaya yang terdiri atas banyak warna dan panjang gelombang. Jika cahaya putih
diarahkan ke prisma maka cahaya putih akan terurai menjadi cahaya merah, jingga, kuning,
hijau, biru, nila, dan ungu. Cahaya-cahaya ini memiliki panjang gelombang yang berbeda.
Setiap panjang gelombang memiliki indeks bias yang berbeda. Semakin kecil panjang
gelombangnya semakin besar indeks biasnya. Indeks bias cahaya tersebut adalah ungu >
nila > biru > hijau > kuning > jingga > merah. Perhatikan di samping! Seberkas cahaya
polikromatik diarahkan ke prisma. Cahaya tersebut kemudian terurai menjadi cahaya
merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Tiap-tiap cahaya mempunyai sudut
deviasi yang berbeda. Selisih antara sudut deviasi untuk cahaya ungu dan merah disebut
sudut dispersi. Besar sudut dispersi dapat dituliskan sebagai berikut:
Keterangan:

5) INTERFERENSI CAHAYA (INTERFERENSI LIGHT WAVE)


Cahaya merupakan gelombang yaitu gelombang elektromagnetik. Interferensi adalah
paduan dua gelombang atau lebih menjadi satu gelombang baru. Interferensi cahaya bisa
terjadi jika ada dua atau lebih berkas sinar yang bergabung. Jika cahayanya tidak berupa
berkas sinar maka interferensinya sulit diamati. Interferensi terjadi jika terpenuhi dua
syarat berikut ini:
1. Kedua gelombang cahaya harus koheren, dalam arti bahwa kedua gelombang cahaya
harus memiliki beda fase yang selalu tetap, oleh sebab itu keduanya harus memiliki
frekuensi yang sama
2. Kedua gelombang cahaya harus memiliki amplitude yang hampir sama.
Interferensi Celah Ganda (Interferensi by Two Tight Apertures)
17

Pada tahun 1804 seorang fisikawan bernama Thomas Young (1773-1829) dapat
mendemonstrasikan interferensi cahaya. Young melewatkan cahaya koheren (sinarsinarnya sefase dan frekuensi sama) melalui dua celah sempit yang dikenal dengan celah
ganda. Perhatikan Gambar (a), dua berkas cahaya koheren dilewatkan pada celah ganda
kemudian dapat mengenai layar. Pada layar itulah tampak pola garisgaris terang seperti
pada Gambar(b). Pola garisgaris terang dan gelap inilah bukti bahwa cahaya dapat
berinterferensi.
Interferensi cahaya terjadi karena adanya beda fase cahaya dari kedua celah tersebut.
Berkas cahaya dari S1 dan S2 yang sampai pada layar terlihat berbeda lintasan sebesar S
= d sin . Perbedaan panjang lintasan inilah yang dapat menimbulkan fase antara dua
berkas cahaya tersebut berbeda. Interferensi akan saling menguatkan jika berkas cahaya
sefase dan saling melemahkan jika berlawanan fase. Sefase berarti berbeda sudut fase =
0, 2, 4, ..... Sedangkan berlawanan fase berarti berbeda sudut fase = , 3, 5, ... .
Syarat ini dapat dituliskan dengan beda lintasan seperti persamaan berikut:
Interferensi maksimum (garis terang) : d sin = n
Interferensi minimum (garis gelap) : d sin = (n 1 /2 )

Keterangan :
d = jarak antar celah (m),
= sudut yang dibentuk berkas cahaya dengan garis mendatar
n = pola interferensi (orde), garis terang n = 0, 1,2,3,....; garis gelap n = 1,2,3,....
= panjang gelombang cahaya yang berinterferensi (m)
Perhatikan kembali Gambar (a). Untuk sudut kecil ( 12o) akan berlaku: sin tg
berarti selisih lintasannya memenuhi hubungan berikut:
lpdd=sin
Interferensi pada Lapisan Tipis
Kalian tentu pernah main air sabun yang ditiup sehingga terjadi gelembung. Kemudian saat
terkena sinar matahari akan terlihat warna-warni. Cahaya warna-warni inilah bukti adanya
18

peristiwa interferensi cahaya pada lapisan tipis air sabun. Interferensi ini terjadi pada sinar
yang dipantulkan langsung dan sinar yang dipantulkan setelah dibiaskan. Syarat terjadinya
interferensi memenuhi persamaan berikut:
Interferensi maksimum : 2nd = (m + ) 21
Interferensi minimum : 2nd = m .
Keterangan :
n = indeks bias lapisan
d = tebal lapisan (m)
= panjang gelombang cahaya (m)
m = 0, 1, 2,3, 4, ......

6) DIFRAKSI CAHAYA (LIGHT DIFFRACTION)


Difraksi cahaya adalah peristiwa pelenturan cahaya yang akan terjadi jika cahaya melalui
celah yang sangat sempit. Kita dapat melihat gejala ini dengan mudah pada cahaya yang
melewati sela jari-jari yang kita rapatkan kemudian kita arahkan pada sumber cahaya yang
jauh, misalnya lampu neon. Atau dengan melihat melalui kisi tenun kain yang terkena sinar
lampu yang cukup jauh.
Difraksi Celah Tunggal
Gambar di samping memperlihatkan gelombang cahaya yang datang pada sebuah celah
yang sangat sempit. Pola interferensi pada difraksi celah tunggal ini terlihat adanya garisgaris gelap. Sedangkan pola terangnya lebar. Terang pusat akan melebar setengah bagian
lebih lebar pada kedua sisi. Dari kejadian ini dapat dituliskan syarat-syarat interferensi
sebagai berikut:
Difraksi maksimum : d sin = (m +) 21
Difraksi minimum : d sin = m
Keterangan :
d = lebar celah (m)
= sudut berkas sinar dengan arah tegak lurus
(derajat)
= panjang gelombang cahaya (m)
m = 1, 2, 3, 4, ....

19

Difraksi Celah Ganda (Kisi Difraksi)


Kisi difraksi merupakan piranti untuk menghasilkan spektrum dengan menggunakan
difraksi dan interferensi, yang tersusun oleh celah sejajar dalam jumlah sangat banyak dan
memiliki jarak yang sama (biasanya dalam orde 1.000 per mm). Dengan menggunakan
banyak celah, garis-garis terang dan gelap yang dihasilkan pada layar menjadi lebih tajam.
Bila banyaknya garis (celah) per satuan panjang, misalnya cm adalah N, maka tetapan kisi
d adalah:
d=1/N
Bila cahaya dilewatkan pada kisi dan diarahkan ke layar, maka pada layar akan terjadi halhal berikut ini: Garis terang (maksimum), bila:
d.sin = n. ; n = 0, 1, 2, ........
Garis gelap (minimum), bila:
d.sin = (n+21) ; n = 1, 2, 3, ........

20

7) POLARISASI CAHAYA (POLARIZATION OF LIGHT)


Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa cahaya termasuk gelombang
tranversal. Hal ini dibuktikan oleh peristiwa polarisasi cahaya. Polarisasi cahaya adalah
pembatasan atau pengutuban dua arah getar menjadi satu arah getar.
Polarisasi cahaya dapat terjadi karena beberapa hal berikut:
a.
b.
c.
d.

pemantulan (Reflection)
pembiasan (Reflaction
absorpsi selektif ( Selective Absorption)
hamburan (Scattering)

21

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Alat-alat optik adalah alat-alat yang salah satu atau lebih komponennya
menggunakan benda optik. Misalnya, cermin, lensa, atau prisma.
Alat optik memanfaatkan prinsip pemantulan dan atau pembiasan cahaya.
Beberapa alat optik antara lain kamera, lup, mikroskop, teleskop, proyektor, dan
episkop.
Gelombang cahaya dapat mengalamio interferensi, difraksi, dan polarisasi.
B. Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan ialah agar pembaca dapat mengetahui
betapa pentingnya alat-alat optik, interferensi, difraksi, dan polarisasi bagi
kehidupan manusia.

22

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Agus Taranggono, Drs. Hari Subagyo, Abdul Khalim, S.Pd., Fisika Untuk SLTP Kelas
2 Kurikulum 1994 Semester 1 dan Semester 2. Bumi Aksara, Jakarta.

23