Anda di halaman 1dari 68

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional yang
ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi,
dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan
penyakit, peningkatan kesehatan, menjamin keterjangkauan pelayanan
kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan kebidanan
Sasaran pelayanan kebidanan komunitas Individu (ibu dan anak),
keluarga dan masyarakat. Tujuan dari pelayanan kebidanan komunitas adalah
meningkatkan kesehatan ibu dan anak balita di dalam keluarga sehingga
terwujud keluarga sehat sejahtera dalam komunitas tertentu Bidan berperan
sebagai pendidik, pengelola, pelaksana, peneliti, pemberdaya, advokat,
kolaborator dan perencana. Jaringan kerja kebidanan komunitas antara lain
puskesmas/ puskesmas pembantu dimana bidan sebagai anggota tim, bisa juga
di Polindes, Posyandu, BPS ataupun rumah pasien sebagai pemimpin tim
sekaligus sebagai pengelola dan pelaksana.
Visi

Indonesia

Sehat

menurut

SJS

adalah

terwujudnya

masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil,


sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
Untuk mengukur tingkat keberhasilan terwujudnya Visi Indonesia 2020.
B. Tujuan Umum dan Khusus
1. Tujuan Umum
a. Dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seoptimal mungkin
sehingga dapat terciptanya suatu keadaan masyarakat yang adil dan
makmur sejahtera sesuai dengan tujuan pembangunan nasional.
b. Untuk dapat menurunkan terjadinya kanker payudara pada anak sejak
dini.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melaksanakan manajemen pada keluarga binaan.

b. Mampu mendorong masyarakat ataupun keluarga berperan serta dalam


upaya peningkatan derajat kesehatan dalam masyarakat.
c. Membantu keluarga mengenali sedini mungkin masalah kesehatan
mereka. Dapat menentukan dan menetapkan upaya penanggulangan
dan akhirnya mampu mengetahui sendiri masalah kesehatan keluarga.
C. Manfaat
1. Bagi Institusi
Semoga dengan adanya laporan Kuliah Kerja Lapangan individu ini dapat
dipakai sebagai referensi dan laporan keadaan keluarga binaan di desa
Lambirah
2. Bagi Kebidanan Komunitas
Sebagai bahan renungan dari berbagai masalah yang dihadapi dalam
masyarakat dan dapat dipakai sebagai alat untuk mencapai solusi bersama
masyarakat.
3. Bagi Keluarga Binaan
Agar dapat mengetahui secara dini adanya masalah kesehatan di dalam
keluarga
4. Bagi Penulis
Dapat menambah wawasan kebidanan komunitas dan melatih penulis
dalam mengaplikasikan kemampuan bertindak secara efektif dan menjadi
suatu pengalaman yang berguna.
D. Metode
Adapun metode yang digunakan dalam pembuatan laporan keluarga
binaan ini adalah :
1. Home visit
2. Observasi
3. Tanya jawab
4. Wawancara
E. Langkah kerja
Langkah-langkah yang ditempuh dalam asuhan keluarga berencana dan
sadari pada remaja di desa Lambirah kecamatan sukamakmur adalah sebagai
berikut :
1. Mendata 2 kepala keluara yang ada di desa Lambirah
2. Mengkaji data dan memberikan binaan yang meliputi :
a. Menjelaskan mengenai permasalahan yang sedang dialami keluarga
b. Menjelaskan cara mengatasi masalah yang ada dalam keluarga
c. Memberikan informasi dan solusi pada masalah keluarga binaan

d. Memberitahukan keluarga melakukan penanganan penyakit dengan


segera ke pelayanan kesehatan
e. Mejelasjan penting nya hidup sehat dan menurunkan angka kesakitan
3. Dari data yang penulis kaji selama ini penulis mengambil dua keluarga
yang bermasalah yang akan dijadikan keluarga binaan.

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Keluarga
1. Menurut Departemen Kesehatan RI (1988) dalam Ali (2010), keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan
beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu tempat di bawah
satu atap dalam keadaan saling bergantung.
2. Ali (2010) mengatakan keluarga adalah dua atau lebih individu yang
bergabung karena hubungan darah, perkawinan, dan adopsi dlam satu

rumah tangga, yang berinteraksi satu dengan lainnya dalam peran dan
menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
3. Menurut BKKBN (1999) dalam Sudiharto (2007) keluarga adalah dua
orang atau lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perkawinan yang sah,
mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dam materiil yang layak,
bertaqwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras, serasi dan
seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungannya.
B. Batasan keluarga
1. Pemegang Kekuasaan Dalam Keluarga
a. Patriokal : yang memegang kekuasaan dalam keluarga di pihak ayah.
b. Matriokal : yang memegang kekuasaan dalam keluarga dipihak ibu.
c. Equatarian : yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah
dan ibu.
2. Peranan Keluarga
Peranan keluarga

menggambarkan

seperangkat

perilaku

interpersonal,sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam


posisi dan kondisi tertentu berbagai perasaan yang terdapat dalam keluarga
adalah sebagai berikut :
a. Peranan Ayah
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anaknya. Berperan sebagai
pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan pemberian rasa aman
sebagai kepala keluaga dan sebagai anggota dari kelompok social
serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
b. Peranan Ibu
Ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anak, ibu mempunyai peranan untuk
mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya
serta pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan
sosialnya serta anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu
juga berperan sebagai pencari nafkah tambahan bagi keluarganya.
c. Peranan Anak
Anak-anak melaksanakan peranan psiko/social sesuai dengan tingkat
perkembangannya baik fisik, mental, social, dan spiritual.
3. Fungsi Keluarga

Ada 8 fungsi keluarga menurut BKKBN


a. Fungsi keagamaan
Yaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota
keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala
keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur
kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini. Keluarga
sebagai tatanan sosial terkecil dalam masyarakat memiliki fungsi
sebagai tempat memperkenalkan dan mengajarkan kepercayaan akan
keber-Tuhanan. Keluarga berperan untuk membentuk generasi
masyarakat yang agamis, yang beriman, dan percaya terhadap
keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.
b. Fungsi sosial budaya
Dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuknormanorma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak,
meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
c. Fungsi cinta kasih
Diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman,
serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga . Dalam satu
keluarga, diharapkan akan saling memberikan perhatian dan kasih
sayang. Dengan berlimpahnya kasih sayang, diharapkan akan
terbentuk manusia-manusia yang memiliki kecerdasan emosional yang
baik sehingga tercipta keluarga yang berkualitas, dan seterusnya akan
terbentuk

generasi-generasi

yang

berkualitas

sehingga

akan

menciptakan suasana yang nyaman dalam sebuah kehidupan


bermasyarakat.
d. Fungsi melindungi
Bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang
tidakbaik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa
aman . Keluarga menjadi satu tempat yang memberikan perlindungan
yang nyaman bagi anggotanya. Melindungi setiap anggotanya dari

tindakan-tindakan yang kurang baik. Sehingga anggota keluarga


merasa nyaman dan terlindung dari hal-hal yang tidak menyenangkan.
e. Fungsi reproduksi
Merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan,
memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota
keluarga . Keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak-anak
generasi penerusnya. Sebuah keluarga idealnya mampu menjadi
tempat dimana terjadi interaksi yang mendidik. Suami terhadap istri,
atau orang tua terhadap anak-anaknya. Memberikan pendidikan pada
anak-anak sesuai dengan tahapan usia adalah salah satu fungsi
pendidikan dalam sebuah keluarga. Fungsi ini merupakan fungsi yang
paling hakiki dalam sebuah keluarga karena harus dapat melanjutkan
keturunannya dan yang diharapkan adalah keturunan yang berkualitas.
Memelihara, membesarkan anak, dan merawat keluarga juga termasuk
dalam fungsi reproduksi ini.
f. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengancara
mendidik

anak

sesuai

dengan

tingkat

perkembangannya,

menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga dilakukan untuk


mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik. Keluarga
sebagai basis untuk membentuk generasi yang mengerti aturan sosial.
Mengenai norma-norma yang berlaku di masyarakat, mengenai aturanaturan tak baku bagaimana cara bersosialisasi terhadap sesama
manusia, bagaimana menghargai alam, dan kehidupan sosial.
Diharapkan anak-anak, sebagai generasi penerus dari sebuah keluarga,
diberikan pendidikan mengenai tingkah laku sesuai dengan fase
perkembangan mereka.
g. Fungsi ekonomi
Adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan
darisebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari
sumber-sumber penghasilanuntuk memenuhi kebutuhan keluarga,
6

pengaturan

penggunaan

penghasilan

keluarga

untukmemenuhi

kebutuhan keluarga, dan menabung untuk memenuhi kebutuhan


keluarga dimasa datang.
h. Fungsi pembinaan lingkungan
Adalah menciptakan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan
masyarakat sekitar dan alam. Seperti fungsi-fungsi lainnya, fungsi
pelestarian lingkungan merupakan satu dari delapan fungsi keluarga.
Dalam fungsi ini, keluarga memberikan pengetahuan mengenai norma
terhadap lingkungan sehingga diharapkan generasi penerus keluarga
tersebut akan lebih santun terhadap alam dan lingkungannya.
C. Struktur Keluarga
Struktur keluarga terdiri dari :
1. Patrileneal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari anak saudara sedarah
dalam beberapa generasi dimana hubungan itu di susun melalui jalur garis
ayah.
2. Matrialineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara
sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui
jalur garis ibu.
3. Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga
suami.
4. Patrilokal adalah sepasang suami isrti yang tinggal bersama keluarga istri.
5. Keluarga kawin adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan
keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena
adanya hubungan suami dengan istri
D. Tipe atau Bentuk Keluarga
1. Keluarga inti (Nuclear family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah ibu
dan anak.
2. Keluarga besar (Extended family) adalah keluarga inti ditambah sanak
saudara.
3. Keluarga berantai (Serial family) adalah keluarga yang terdiri dari wanita
dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan keluarga inti.
4. Keluarga janda atau duda ( Single family ) adalah keluarga yang terjadi
karena perceraian atau kematian.

5. Keluarga berkomposisi adalah keluarga yang perkawinan nya berpoligami


dan hidup secara bersama.
6. 6.Keluarga kabitas adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tapi
membentuk satu keluarga.
E. Ciri-ciri Keluarga
1. Suami sebagai pengambil keputusan
2. Merupakan suatu kesatuan yang utuh
3. Berbentuk monogram
4. Bertanggung jawab
5. Pengambilan keputusan
6. Meneruskan nilai nilai budaya bangsa
7. Ikatan keluarga yang sangat erat
8. Mempunyai semangat gotong royong
F. Ciri-ciri Keluarga Sehat
Keluarga sehat adalah kondisi yang mendorong terwujudnya keluarga
sejahtera gambaran keluarga sehat dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Anggota keluarga dalam kondisi sehat fisik,mental,maupun sosial
2. Cepat meminta bantuan kepada tenaga kesehatan atau unit pelayanan
kesehatan bila timbul
3. Dirumah tersedia kotak berisi obat-obatan sederhana untuk P3k.
4. Tinggal dirumah dan lingkungan yang sehat
5. Selalu memperhatikan perkembangan kesehatan keluarga dan masyarakat.

BAB III
MANAJEMEN KEBIDANAN PADA KELUARGA Tn.E DI DESA
LAMBIRAH KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN
ACEH BESAR
A. Data dan Identifikasi
1. Biodata
Nama KK
: EDI AHYAR
Umur
: 32 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Petani
Suku Bangsa
: Aceh
Alamat
: Desa Lambirah
2. Nama Anggota Keluarga
No
1.
2.

Nama
Nurul Fitria
Tazkiatun

Umur
27 thn
6 thn

L/P
P
P

Pendidikan
Pekerjaan
SMA
IRT
Belum tamat Tidak/Belum

Agama
Islam
Islam

3.

Nafisa
M.Zaffran

1 thn

SD/Sederajat
Tidak/Belum

Bekerja
Tidak/Belum

Islam

Sekolah

Bekerja

Al-Khair
3. Genogram Dalam Keluarga
Suami

Istri

Ket

Keterangan

: Laki-Laki

: Anak laki-laki

: Perempuan

: Anak perempuan

4. Kegiatan Sehari-hari
a. Kebiasaan tidur
1) Tn.E tidak pernah tidur siang, tidur malam 6 jam perhari
2) Ny.N tidur siang kadang-kadang, tidur malam 7 jam perhari
3) Nn.TN tidur siang kadang kadang, tidur malam 8 jam perhari
4) Ab.MZ tidur siang 2 Jam, tidur malam 8 jam perhari
b. Kebiasaan makan
Semua anggota keluarga makan 3x sehari dengan makanan pokok
beras, lauk pauk sesuai kemampuan keluarga (tahu, tempe, daging,
telur dan buah-buahan kadang kadang),namun dalam keluarga tidak
selalu makan secara bersama-sama, karena kesibukan masing-masing.
c. Pola Eliminasi
Seluruh anggota keluarga menyatakan BAB 2x/ hari dan BAK 5x/
hari.
d. Pola kebersihan perorangan/ personal hygiene
1) Tn.Z mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali sehari
2) Ny.N mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana
dalam 2 kali perhari, ganti pakaian 2 kali perhari
3) Nn.Tn mandi 2 kali perhari , gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana
dalam 2 kali perhari, ganti pakaian 2 kali perhari
4) Ab.Mz mandi 3 kali perhari, ganti pakaian 4 kali perhari
e. Pola kebiasaaan merokok
1) Tidak ada anggota keluarga yang merokok
2) Tidak ada waktu khusus untuk berolahraga

f. Penggunaan waktu senggang

10

Tn.E menggunakan waktu senggang untuk duduk-duduk bersama


teman-temannya di keude, Ny.N menggunakan waktu senggang untuk
istirahat dan duduk bersama tetangga, anak-anak menggunakan waktu
senggang untuk bermain.Waktu untuk berkumpul biasanya pada
malam hari, di saat seluruh anggota keluarga berada di rumah.
g. Rekreasi keluarga
Dapat dikatakan bahwa keluarga ini jarang melakukan rekreasi.
h. Keadaan social ekonomi
Penghasilan Tn.N RP. > 500.000,-/bulan dan Ny.E hanya
mendapatkan uang dari suami untuk kebutuhan sehari-hari.
5. Situasi Rumah
a. Rumah milik sendiri
6

3
2

Ket

1,2,3 : Kamar Tidur


4

: Ruang Tamu

: Teras

: Dapur

8
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

: Kamar Mandi

Jenis rumah
: semi permanen
Atap rumah
: seng
Lantai rumah : semen dan papan
Ventilasi
: baik, ada jendela dan pintu terbuka pada siang hari
Kebersihan dan kerapian : baik
Pembuangan sampah
: terbuka dan dibakar
Sumber air yang di pergunakan untuk keperluan sehari hari : air
sumur
1) Penggunaan air minum : di beli (isi ulang)

11

i.
j.
k.
l.
m.

2) Tempat penyimpanan air : tertutup


3) Pengurasan tempat air minum : 1 minggu 2 kali
4) Kualitas air : tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa
Saluran pembuangan air limbah (SPAL) : terbuka
1) Jarak sumber pembuangan limbah : lebih dari 10 meter dari sumur
2) Keadaan : terpelihara
Jamban : Ada
1) Kondisi : terpelihara
2) Jarak jamban dengan sumber air 10 meter
Kandang ternak : tidak ada
Pemanfaatan perkarangan : untuk jemuran pakaian
Pemanfaatan fasilitas kesehatan : bila ada anggota keluarga yang sakit

diperiksa di bidan desa atau di puskesmas


n. Keluarga mempunyai asuransi JKA
6. Keadaan Kesehatan Keluarga
a. Riwayat perkawinan : lamanya 8 tahun dan merupakan perkawinan
pertama buat Tn.E dan Ny.N dan memiliki anak Ab.MZ, Nn.TN
b. Riwayat kehamilan persalinan, masa lalu : Ny.N mengatakan ke 2
anaknya di dilahirkan dipuskesmas dengan usia kehamilan 9 bulan dan
persalinan berjalan lancar.
c. 6 bulan terakhir tidak ada anggota keluarga yang sakit. Pengambilan
keputusan dalam keluarga berdasarkan kesepakatan adalah suami dan
didalam 6 bulan terakhir tidak ada kematian.
d. Dan ibu tidak mempunyai masalah dalam sistem refroduksinya, ibu
menggunakan alat kontrasepsi yaitu KB suntik sudah 2

tahun

menggunakanya,namun ibu mengatakan masih kurang pemahaman


tentang pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulanan dan efek
sampingnya dan tempat pelayanannya yaitu di puskesmas.
7. Riwayat KB
Setelah melahirkan anak pertamanya Ny.N memakai KB suntik 3 bulanan
(Depofem)
8. Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga berjalan dengan baik dan harmonis. Namun terkadang
masih nampak kurang kebersamaan dalam keluarga, namun hal tersebut
dapat dipahami keluarga mengingat aktivitas mereka yang berbeda-beda.

12

9. Stress dan koping


NY. N tidak pernah mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan
khususnya tentang efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi KB
Suntik 3 bulanan.
10. Komunikasi
Bahasa yang digunakan sehari hari adalah bahasa aceh, hubungan antar
keluarga cukup harmonis, begitu juga dengan tetangga. Sarana komunikasi
dalam keluarga adalah radio, televisi,VCD dan handphone.
11. Transportasi
Keluarga Tn.E dalam kegiatan sehari hari menggunakan transportasi
sepeda motor milik sendiri.
12. Pada data kajian rumah tangga sehat, kadarzi dan kematian wanita usia
subur diperoleh data bahwa untuk indikator PHBS dengan pengisian tidak
pada indikator jaminan pemeliharaan kesehatan, tidak merokok dalam
rumah Ya, pada indikator persalinan oleh tenaga kesehatan Ya,
memberikan ASI Ya, ketersediaan air bersih Ya, ketersediaan jamban
Ya , kesesuaian luas lantai dengan penghuni, lantai rumah bukan dari
tanahYa, cuci tangan pakai sabunya, rumah bebas jentik Ya, makan
sayur dan buah tiap hari Ya, aktivitas fisik/olah raga setiap hari Ya.
Sehingga rumah tangga Tn.E termasuk rumah tangga sehat, karena tidak
ada indikator yang berisi tidak. Serta tidak ada kematian wanita usia subur
pada usia 10-49 tahun.
Setelah dianalisa dari data keluarga dari Tn.E , maka ditemukan adanya
masalah pada Ny.N sehingga harus diberikan asuhan yang dilakukan
mencakup tentang informasi yang mendetail mengenai penggunaan alat
kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.
Asuhan Pada Tn.E
I. Pengkajian Data
a. Anamnesa

13

Pada tanggal 10-11-2016 bertempat di rumah Tn.E Kecamatan


Sukamakmur Kabupaten aceh Besar, dilakukan pemeriksaan fisik
pada Tn.E, umur 32 tahun,Tn.E tidak mengeluh adanya penyakit
yang diderita dan pola hidup, Tn.E sehat, tidak merokok didalam
rumah dan tidak ada kebiasaan buruk lainnya.
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum

: baik

Kesadaran

: composmentis

TTV

: T D: 120/80 mmHg
N : 78x/m

II.

S : 36,5 C

TB: 170 C

RR : 22x/m

BB: 69 K

Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah

: oval, simetris, tidak ada oedema

Mata

: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih

Hidung

: bersih

Telinga

: bersih

Mulut dan gigi

: tidak ada stomatitis, tidak ada caries

Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

Ketiak

: tidak ada pembesaran kelenjar limfe

Dada

: simetris

Perut

: datar, hati dan limfa tidak teraba

Punggung

: lordosis

Genetalia

: tidak di periksa

Ekstremitas

: tidak oedem, tidak sianosis

Postur tubuh

: tinggi, berisi

Interpretasi Data
Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka
didapatkan

diagnosa sebagai berikut : Tn. E dalam keadaan baik,

dengan dasar mengatakan tidak ada penyakit yang dialami dan tidak
mengalami masalah.
III.

Masalah Potensial

14

Tidak Ada
IV.

Penetapan Kebutuhan akan Tindakan Segera/Kolaborasi


Tidak Ada

V.

Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu beritahu ibu
dan keluarga dokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan temuan di
SOAP.

VI.

Pelaksanaan
Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan antara lain
: memberitahukan hasil pemeriksaan saat ini kepada Tn.E bahwa Tn.E
dalam keadaan baik, TD : 120/80 mmHg S : 36,5 C, N : 78x/m, RR :
22x/m, TB : 170 Cm, BB: 68 Kg Mendokumentasikan semua asuhan
yang telah diberikan dan seluruh hasil pemeriksaan.

VII.

Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan maka dilakukan evaluasi dengan hasil, Tn.A
mengerti semua pemeriksaan yang telah dilakukan, semua asuhan telah
didokumentasikan.

Catatan Perkembangan Tn.E pada Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 11 November 2015 Pukul 09.00 WIB
Subjektif :
Satu hari kemudian Tn.E tidak mengeluh apa-apa, dan setelah diperiksa tidak
ada masalah.
Objektif
Pemeriksaan Fisik :
Ku : Baik

Kesadaran : Composmentis

TD : 120/80 mmHg

Nadi

15

: 82 x/menit

RR : 22 x/menit

Suhu

: 36 0C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Assesment :
Diagnosa

: Tn.E dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning
1. Memberitahukan Tn.E hasil pemeriksaan
2. Memberitahukan Tn.E hasil pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Tn.E
baik-baik saja, TD : 120/80 mmHg, N : 82x/menit, R : 22 x/menit, S :36
C, Tn.A mengerti akan kondisinya.
3. Menganjurka Tn.E agar tetap menjaga kesehatannya dan pola hidup yang
sehat.
4. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah
diberikan,
Asuhan Pada Ny. N
I. Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 11 november 2015 bertempat di rumah Tn.E Kecamatan
Sukamakmur Kabupaten Aceh Besa dilakukan pemeriksaan fisik
pada Ny.N, umur 27

tahun, ibu mengatakan memakai alat

kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan, Ibu mengeluh tidak haid selama


pemakaian alat kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.
b. Pemeriksaan Fisik
K/u

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

TTV

: TD : 120/70 mmHg

155Cm

16

S : 36,5 C

TB

N : 75x/m

RR : 22x/m

BB : 54

Kg

II.

Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah

: oval, simetris, tidak ada oedema

Mata

: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih

Hidung

: bersih

Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung
Genetalia
Ekstremitas
Postur tubuh

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

bersih
tidak ada stomatitis, tidak ada caries
tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
tidak ada pembesaran kelenjar limfe
simetris. Payudara tidak ada bermasalah
datar, hati dan limfa tidak teraba
lordosis
tidak di periksa
tidak oedem, tidak sianosis
tinggi, berisi

Interpretasi Data
Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka
didapatkan diagnosa sebagai berikut Ny.N dalam keadaan baik, dengan
dasar

mengatakan tidak ada penyakit yang dialami.

Masalah yang

ditemukan yaitu Ny.N mengalami gangguan pola haid selama pemakaian


alat kontrasepsi KB suntik.
III. Masalah Potensial
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami
Ny.N serta menentukan kebutuhan untuknya, maka selanjutnya adalah
mengantisipasi masalah bahwa ibu tidak mengalami haid selama
pemakaian alat kontrasepsi KB Suntik. Sehingga ibu merasa gelisah
dengan alat reproduksinya.
IV.

Penetapan Kebutuhan Akan Tindakan Segera/Kolaborasi


Melakukan tindakan dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain atau
bidan agar masalah tidak terjadi lebih lanjut.

V.

Perencanaan

17

Setelah diinterpretasikan, dilakukan perencanaan yaitu memberitahu ibu


hasil pemeriksaan saat ini dan rencana asuhan selanjutnya, berikan
penkes dan pengetahuan lebih mendetail tentang KB suntik sehingga
pengetahuan ibu lebih mendalam dan pemahaman lebih mendetail,
dokumentasikan hasil pemeriksaan.
VI.

Pelaksanaan
1. Pelaksanaannya adalah memberitahu ibu hasil pemeriksaan saat ini
dan rencana asuhan selanjutnya, memberitahukan hasil pemeriksaan
saat ini kepada Tn. bahwa Ny.N dalam keadaan baik, TD: 120/70
mmHg,S : 36,5 C, TB : 155Cm, N : 75x/m , RR : 22x/m, BB : 54
Kg.
2. Memberikan ilmu dan pengetahuan tentang tidak haid selama
pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulanan dan penjelasan yang
mendalam tentang KB suntik 3 bulanan,dokumentasikan hasil
pemeriksaan.

VII.

Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan, maka dilakukan evaluasi dengan hasil ibu
telah diberitahu dan mengerti tentang keadaannya saat ini dan mengapa
tidak haid selama pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulanan . Ibu
mengerti dan memahami akan penjelasan yang telah disampaikan dan ibu
tidak ragu-ragu lagi dalam pemakaian alat kontrasepsi yang sedang di
pakai tersebut. Hasil pemeriksaan telah terdokumentasi.

Catatan Perkembangan Ny.N Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 16 November 2015 Pukul 10.00 WIB
Subjektif:
Satu hari kemudian ibu diperiksa kembali.
Objektif:
KU : baik

Kesadaran : Compos mentis

18

TD : 120/70 mmHg

: 370C

RR : 21 x/menit

Nadi

: 80 x/menit

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Diagnosa

: Ny.N dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning:
1. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan, memberitahukan Ny.N hasil
pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Ny.N baik-baik saja, TD : 120/70
mmHg, N : 80 x/menit, R : 21 x/menit, S : 37 C, Ny.N mengerti akan
kondisinya.
2. Memberitahu Ny.N bahwa pola haid tidak teratur hal yang normal selama
pemakaian alat kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.
3. Memberitahuan ibu agar tidak cemas dan gelisah dengan pemakaian alat
kontrasepsi yang sedang digunakan.
4. Menjadwalkan kunjungan ulang, menjadwalkan kunjungan ulang untuk
pemeriksaan, 5 hari kemudian Ny.N diperiksa kembali.
5. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah
diberikan,
Catatan Perkembangan Ny.N Kunjungan Ketiga (SOAP)
Tanggal 17 November 2015 Pukul 10.30 WIB
Subjektif :
5 hari kemudian ibu diperiksa kembali
Objektif:

19

KU : baik

Kesadaran : Compos mentis

TD : 110/70 mmHg

: 37 0C

RR : 23 x/menit

Nadi

: 78 x/menit

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Diagnosa

: Ny.N dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning:
1. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan, memberitahukan Ny.N hasil
pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Ny.N baik-baik saja, TD : 110/70
mmHg, N : 78 x/menit, R : 23 x/menit, S :37 C, Ny.N mengerti akan
kondisinya.
2. Menganjurkan Ny.N untuk makan makanan yang bergizi dan sayuran
untuk memenuhi kebutuhan energi ibu sehari hari.
3. Memberitahukan iu tentang efek samping pemakaian alat kontrasepsi KB
suntik 3 bulanan.
4. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah
diberikan.
Catatan Perkembangan Ny.N Kunjungan Keempat (SOAP)
Tanggal 18 November 2015 Pukul 10.00 WIB
Subjektif:
Ibu merasakan dirinya baik-baik saja dan tidak ada masalah lain.
Objektif:
KU : baik

Kesadaran : Composmentis

TD : 110/80 mmhg

Nadi

: 80x/menit

RR : 21 x/menit

: 36,60C

20

BB : 60 Kg

TB

: 155 cm

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Diagnosa

: Ny.N dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning:
1. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan, memberitahukan Ny.N hasil
pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Ny.N baik-baik saja, TD : 110/80
mmHg, N : 80 x/menit, R : 21 x/menit, S :36.6 C, Ny.N mengerti akan
kondisinya.
2. Menganjurkan Ny.N untuk istirahat dalam waktu yang cukup ,konsumsi
buahsayur dan susu.
3. Memberitahukan bahwa pola haid ibu akan teratur kembali setelah tidak
memakai lagi lat kontrasepsi KB suntik 3 bulanan.
4. Menjelaskan kepada ibu cara kerja hormon KB suntik 3 bulanan.
5. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah
diberikan,
Asuhan pada Nn.Tn
I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 12 november
Kecamatan

Sukamakmur

2015
Kabupaten

bertempat di rumah Tn.E


Aceh

pemeriksaan fisik pada Nn 6 tahun, Nn.Tn


keluhan.
b. Pemeriksaan Fisik
K/u

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

21

Besar

dilakukan

mengaku tidak ada

TTV

: TD: tidak dilakukan

S : 36,5 C

TB : 110

RR : 23x/m

BB : 20

cm
N : 69x/m
kg

II.

Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah
Mata
Hidung
Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung
Genetalia
Ekstremita
Postur tubuh

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

oval
simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih
bersih
bersih
tidak ada stomatitis, tidak ada caries
tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
tidak ada pembesaran kelenjar limfe
simetris.
datar, hati dan limfa tidak teraba
lordosis
tidak di periksa
normal
tinggi, kurus

Interpretasi Data
Setelah dilakukan pengkajian data subjektif dan objektif, maka
didapatkan diagnosa sebagai berikut Nn.Tn Tidak ada masalah.

III.

Potensial Masalah
Tidak ada

IV.

Tindakan Segera
Tidak ada

V.

Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu beritahu ibu
dan keluarga dokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan temuan di
SOAP.

VI.

Pelaksanaan
1. Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga
hasil pemeriksaan. Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang

22

dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan hasil pemeriksaan


saat ini kepada Tn.A dan Ny.N bahwa Nn. Tn dalam keadaan N : 69
x/menit, R : 23 x/menit, S : 36.5 C, BB 20 kg, TB 110 cm.
2. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh
hasil pemeriksaan.
VII.

Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu ibu telah mengerti dan Paham,
atas semua penjelasan tentang pemeriksaan fisik yang telah dilakukan
pada anaknya.

Catatan Perkembangan Nn.Tn Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 19 november 2015 Pukul 09.00 WIB
Subjektif:
Ibu merasakan anak nya baik.
Objektif:
KU : baik

Nadi : 69 x/menit

RR : 22x/menit

: 36 0C

BB : 21 kg

PB

: 110 cm

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Anak berusia 6 tahun, normal dan sehat.
Planning:
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan, memberitahu ibu hasil pemeriksaan
bahwa Nn.Tn dalam keadaan baik, sehat, ibu mengerti.
2. Memberitahukan ibu agar anaknya terus dijaga kesehatannya dan
mengatur pola makan yang sehat agar gizi pada anak tetap baik.
3. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan, hasil pemeriksaan
didokumentasikan.

23

telah

Asuhan pada Ab.Mz


I.

Pengkajian Data
Balita Ny.N dan Tn.E berumur 1 tahun, lahir 11 November 2014
pukul 09.00 WIB lahir secara spontan dengan jenis kelamin laki-laki.
Riwayat persalinan dan nifas: persalinan normal ditolong oleh bidan,
lama persalinan 1 jam

, keadaan air ketuban jernih, keadaan plasenta

utuh dan lengkap. Pemeriksaan fisik bayi: keadaan umum baik, refleks
menghisap dan menelan bayi baik dan kuat. Pada bagian kepala ubunubun besar dan kecil tidak ada kelainan. Mata simetris, lubang hidung
ada, tidak ada keluaran dari kedua lubang hidung, tidak ada pernafasan
cuping hidung. Telinga simetris, hubungan letak dengan mata sedikit
lebih atas tulang rawan lentur. Mulut simetris, bibir lembab warna merah
muda, sumbing tidak ada, palatum keras, reflekks putting susu ada,
refleks suckling ada, refleks menelan ada. Leher tidak ada pembesaran
kelenjar getah bening, pergerakan tidak kaku. Dada simetris, pernafasan
normal, bunyi jantung regular, putting susu menonjol keluar, tidak ada
bunyi jantung dan paru tambahan, refleks morro ada, perut tidak
kembung, abdomen simetris, tidak ada pembesaran hepar, tidak ada
penonjolan sekitar umbilikal, perut keras saat menangis.
simetris, tidak ada penonjolan dan cekungan.

Punggung

Ekstremitas atas dan

bawah bergerak aktif dengan jumlah jari lengkap. Kulit tidak ada tandatanda lahir warna merah.
Pemeriksaan antropometri BB 3,5 gram dengan panjang 49 cm,
lingkar badan 32 cm, lila 9 cm. Pola BAB 1 kali sudah saat lahir dengan
warna kehitaman konsistensi lunak berbau khas.

Sudah BAK, bayi

diberikan ASI tanpa pendamping apapun dengan frekwensi 7 x/hari.

24

II.

Interpretasi Data
Setelah dilakukan pengkajian data subjektif dan objektif, maka
tidak ada ditemukan masalah pada balita.

III.

Potensial Masalah
Tidak Ada

IV.

Tindakan Segera
Tidak ada

V.

Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu
beritahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan, dan berikan penkes tentang
Asi dan MP-ASI mengenai makanan yang bergizi di berikan kepada
balita agar gizi balita tetap bagus dan pertumbuhan balita tetap berjalan
dengan baik dan normal.

VI.

Pelaksanaan
Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan
keluarga hasil pemeriksaan, memberitahu ibu bahwa balita diberikan
makanan yang mengandung protein dan bervitamin seperti sayur-sayuran
dan buah-buahan, ikan dan yang banyak mengandung omega 3 untuk
kecerdasan otak anak dan terus diberikan ASI pada balita maksimal
sampai umur 2 tahun.dokumentasikan hasil pemeriksaan.

VII.

Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu ibu telah mengerti dan
paham, serta dapat mengulangi kembali apa yang telah disampaikan oleh
mahasiswi kebidanan dan ibu mau melaksanakannya. Ibu mau
memberikan makanan sayuran buah dan makanan yang banyak
mengandung omega 3 pada balita agar tumbuh kembang balita
baik.Dokumentasikan hasil pemeriksaan.

25

Catatan Perkembangan Ab.Mz Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 11 November 2015 Pukul 10.00 WIB
Subjektif:
Ibu merasakan balita tidak ada masalah.

Objektif:
KU : baik

Nadi : 80x/menit

Rr

: 36,60C

PB

: 70 cm

: 39x/menit

BB : 10 kg
Assesment :
Diagnosa

: Ab.Z dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning
1. Memberitahukan kepada orang tuanya hasil pemeriksaan saat ini bahwa
keadaan Ab.Mz baik-baik saja, N : 80 x/menit, Rr :39 x/menit, S :36,s C,
dan kedua orang tuanya mengerti.
2. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah
diberikan, mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang
telah diberikan.
Asuhan Keluarga Binaan Pada Keluarga Tn.E di Desa Lambirah
Hari

:1

Tanggal : 10 November 2015


No
1

Masalah

Perencanaan
Pelaksanaan
Datang ke rumah Memberi salam
keluarga binaan Memperkenalkan diri
Menyampaikan dan
menjelaskan maksud
tujuan kedatangan

26

Evaluasi
Menjawab
salam
Ibu
mendengar
Ibu menerima

yaitu untuk membina


dan memberikan
penyuluhan kesehatan
khususnya dalam
bidang kebidanan.
2

Hari

Kontrak waktu
untuk pertemuan
selanjutnya

dan bersedia
menjadi
keluarga
binaan
penulis.
Ibu mengatakan
tanggal 16
november 2015
jam 14.30 WIB

:2

Tanggal : 16 November 2015


No
1

Masalah
KB Suntik 3
bulanan

Perencanaan
Penyuluhan tentang :
1. Pengertian Kontrasepsi
KB Suntik 3
bulanan
2. Jenis jenis KB Suntik
3 bulanan
3. Efek samping KB
Suntik 3 bulanan
4. Cara kerja KB suntik 3
bulanan
5. Keuntungan dan
kerugian KB Suntik 3
bulanan
6. Indikasi dan
kontraindikasi KB
Suntik 3 bulanan
7. Waktu mulai
pemberian KB Suntik
3 bulanan
8. Dilakukan pada siapa
saja Kontrasepsi KB
Suntik 3 bulanan
9. Cara penanggulangan
terjadinya komplikasi
kontrasepsi KB Suntik
3 bulanan
10. Kunjungan ulang
kontrasepsi KB Suntik
3 bulanan
27

Pelaksanaan
Memberi
penyuluhan kepada
ibu tentang :
Pentingnya
memakai alat
kontrasepsi
Penyebab
terjadinya
perubahan berat
badan dan efek
samping lainnya
Mencegah
terjadinya
permasalahan
pada alat
reproduksi ibu
Manfaat
memakai alat
kontrasepsi
suntik 3 bulan
Cara kerja KB
Suntik 3
bulanan
Suntik
dilakukan setiap
3 bulan sekali

Evaluasi
Ibu mengerti
dan
memahami
dengan
penyuluhan
yang sudah
disampaikan.

Hari

Kontrak waktu untuk


penyuluhan ulang

Ibu
mengatakan
tanggal 17
november
2011 jam
14.30 WIB

:3

Tanggal : 17 November 2015


No
1

Masalah

Hari

Perencanaan
Penyuluhan
ulang

Penyuluhan
ulang

Pelaksanaan
Menjelaskan kembali
tentang cara kerja
hormon pada suntik
KB 3 bulanan dan
manyakan ibu apakah
sudah mengerti
mengenai KB suntik 3
bulanan.
Menganjurkan dan
mengingatkan ibu
untuk tepat waktu
melakukan
penyuntikan KB
suntik 3 bulanan ulang
dan jangan terlambat

Evaluasi
Ibu mengatakan bahwa
ia sudah mengerti dan
mengetahui hormone
yang bekerja pada kb
suntik 3 bulanan.

Pelaksanaan

Evaluasi

Ibu mengerti dan mau


melakukan apa yang
telah disampaikan.

:4

Tanggal : 18 November 2015


No

Masalah

Perencanaan

28

Penyuluhan
ulang

Penyuluhan
ulang

Hari

Menjelaskan kepada
ibu tentang masalah
tidak mendapatkan
haid selama memakai
alat kontrasepsi KB
Suntik 3
bulanan.Bahwa ada 2
hormon yang bekerja
yaitu progesterone dan
estrogen.
Mengkaji ulang
pengetahuan ibu
tentang efek samping
kb suntik 3
bulanan.Menanyakan
kepada ibu apakah
masih ada yang belum
jelas atau ada yang
ingin di tanyakan

Ibu mengatakan bahwa


ia sudah mengerti dan
mengetahui hormone
yang bekerja pada kb
suntik 3 bulanan.

- Ibu menjawab
- Ibu mengatakan sudah
mengerti dan jelas

:5

Tanggal : 19 november 2015


No
1

Masalah

Perencanaan
Penyuluhan
ulang

Penyuluhan
ulang

Pelaksanaan
Menjelaskan kembali
kepada ibu
penyuluhan tentang
semua materi
kontrasepsi KB Suntik
3 bulanan.
Mengkaji ulang
pengetahuan ibu
apakah ibu sudah
memahami tentang
semua penyuluhan KB
Sutik 3 bulanan yang
telah di sampaikan
Memberitahu ibu efek samping tersebut tidak

29

Evaluasi
Ibu mengatakan bahwa
ia sudah mengerti dan
mengetahui dengan
sangat jelas mengenai
KB suntik 3 bulanan.

Ibu menjawab dan mau


melakukannya apa

berbahaya, namun apa


yang telah
bila terjadi komplikasi
disampaikan
atau mengganggu
kesehatan dan
- Ibu mengatakan sudah
aktifitas, ibu
mengerti dan sangat
dianjurkan untuk
jelas mengenai
memeriksakan ke
penyuluhan KB
pelayanan kesehatan.
Suntik
i.
Menanyakan kepada
ibu apakah ada yang
ingin ditanyakan dan
sudah mengerti
B. Analisa Data
Masalah kesehatan yang ada dalam keluarga Tn.E antara lain kurangnya
pengetahuan ibu tentang KB suntik 3 bulanan. Dalam pelaksanaan pembinaan
terhadap keluarga Tn.E tenaga kesehatan umumnya, dan bidan pada
khususnya harus bekerjasama dengan keluarga untuk membahas masalah yang
timbul dan memikirkan alternatif pemecahan masalahannya.
C. Perumusan Masalah
Dari data dan analisa yang telah dilakukan, maka didapatkan
kesimpulan bahwa permasalahan yang muncul sebagian besar disebabkan
karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
Adapun masalah yang ada pada keluarga Tn.E adalah sbb:
Ibu tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek sampan KB Suntik 3
bulanan dari tenaga kesehatan.
D. Prioritas Masalah
1. Prioritas masalah tentang kurangnya pengetahuan ibu tentang KB Suntik 3
bulanan
No
Criteria
1. Sifat masalah
ancaman kesehatan

Perhitungan
1/3x1

30

Skor
1/3

Pembenaran
Krisis yang ada
berhubungan dengan
perubahan yang terjadi
terhadap efek samping alat

2.

Kemungkinan
masalah dapat
diubah

2/3x1

2/3

3.

Potensi masalah
untuk di cegah

3/3x1

4.

Penonjolan
masalah
Total skor

0/2x1

kontrasepsi. Yang
sebenarnya membutuhkan
informasi mengenai KB
Suntik 3 bulanan dan
penyebab terjadinya efek
samping tersebut.
Masalah sebenarnya dapat
di rubah tetapi secara
bertahap (sebagian ) sesuai
dengan pemahaman
keluarga.
Masalah dapat dicegah
dengan pelayanan
kesehatan
Ibu merasakan tidak ada
masalah dalam dirinya.

Berdasarkan prioritas masalah dan hasil pembobotan masalah kesehatan


pada keluarga Tn.E adalah sebagai berikut:
Prioritas : Ibu tidak pernah mendapatkan informasi tenatng efek samping
KB Suntik 3 bulanan.
E. Asuhan Kebidanan
Ibu tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek samping KB
Suntik 3 bulanan
1. Data
Ny.N menyatakan kurang memahami tentang cara kerja KB suntik 3
bulanan, Jenis KB suntik 3 bulanan dan efek samping KB suntik 3
bulanan.
2. Masalah kesehatan
Tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek samping KB Suntik 3
bulanan.
3. Tujuan
a. Setelah diberikan penyuluhan, Ny.N mengetahui dan mengerti tentang
KB suntik 3 bulanan.
b. Ibu mengertahui pengertian,jenis,manfaat,keuntungan,kerugian,cara
kerja serta efek samping dari KB Suntik 3 bulanan
4. Rencana tindakan

31

Beri penyuluhan kesehatan mengenai : Pengertian Kontrasepsi KB Suntik


3 bulanan, efek samping KB Suntik 3 bulanan, cara kerja KB suntik 3
bulanan, jenis-jenis KB Suntik 3 bulanan,Kuntungan dan kerugian KB
Suntik 3 bulanan, Indikasi dan Kontraindikasi KB Suntik 3 bulanan,Waktu
mulai pemberian KB Suntik 3 bulanan, Dilakukan pada siapa saja
Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan, Cara penanggulanngan terjadinya
komplikasi Kontrasepsi KB Suntik 3 bulananan, Kunjungan ulang
kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.
5. Tindakan
Penyuluhan mengenai : Pengertian Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan,
Jenis KB Suntik 3 bulanan,dan efek samping KB Suntik 3 bulanan.
6. Evaluasi
Ibu dapat menjelaskan sekurang-kurangnya cara kerja KB Suntik 3
bulanan dan efek samping dari KB Suntik 3 bulanan

F. PERENCANAAN
Adapun perencanaan yang di lakukan pada Ny.N yaitu:
1. Datang untuk mendata dan menjelaskan maksud dari pendataan
2. Memberikan penyuluhan tentang :
a. Pengertian Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan
b. Efek samping KB Suntik 3 bulanan
c. Cara kerja KB suntik 3 bulanan
d. Jenis-jenis KB Suntik 3 bulanan
e. Kuntungan dan kerugian KB Suntik 3 bulanan
f. Indikasi dan Kontraindikasi KB Suntik 3 bulanan
g. Waktu mulai pemberian KB Suntik 3 bulanan
h. Dilakukan pada siapa saja Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan
i. Cara penanggulanngan terjadinya komplikasi Kontrasepsi KB Suntik 3
bulananan, 10. Kunjungan ulang kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.
G. Pelaksanaan
Adapun pelaksanaan pada Ny.N
1. Pemeriksaan keadaan fisik ibu
2. Pemeriksaan tanda-tanda vital pada ibu
3. Memberikan penyuluhan tentang :
a. Pengertian Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan
32

b.
c.
d.
e.

Efek samping KB Suntik 3 bulanan


Cara kerja KB suntik 3 bulanan
Jenis-jenis KB Suntik 3 bulanan
Kuntungan dan kerugian KB Suntik 3 bulanan

H. Evaluasi
Evaluasi pada Ny.N :
Setelah melakukan pengkajian pada Ny.N akhirnya masalah yang alami
sudah didapatkan solusinya.

Ny.N mengatakan sudah mengeti dengan

penyuluhan yang sudah disampaikan


MANAJEMEN KEBIDANAN PADA KELUARGA Tn.M DI DESA
LAMBIRAH KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN
ACEH BESAR
A. Data dan Identifikasi
1. Biodata
Nama KK
: MARWAZI
Umur
: 51 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
: Sopir
Suku Bangsa
: Aceh
Alamat
: Desa Lambirah
2. Nama Anggota Keluarga
No

Nama

1.

Raiyan

Umu L/
r
P
42 thn P

2.

Miftahurrahmi

22 thn

3.

Nadiatur Rifdah

20 thn

4.

Fathia Mauldya

15 thn

5.

Marwa Nuril
Najma

2 thn

Pendidikan
Karyawan
Honorer
Pelajar/Mahasisw
a
Pelajar/Mahasisw
a
Pelajar/Mahasisw
a
Tidak/Belum
Sekolah

3. Genogram Dalam Keluarga

33

Pekerjaan

Agam
a
Diploma I/II Islam
D III

Islam

SMA

Islam

SMA

Islam

Tidak/belum Islam
bekerja

Ke
t

Suami

Keterangan

Istri

: Laki-Laki
: Perempuan

: Anak perempuan

4. Kegiatan Sehari-hari
a. Kebiasaan tidur
1) Tn.M tidak pernah tidur siang, tidur malam 6 jam perhari
2) Ny.R tidur siang kadang-kadang, tidur malam 7 jam perhari
3) Nn.M tidur siang kadang kadang, tidur malam 8 jam perhari
4) Nn.Nr tidur siang kadang-kadang, tidur malam 8 jam perhari
5) Nn.Fm tidur siang kadang-kadang, tidur malam 8 jam perhari
6) Nn.Mn tidur siang 2 jam perhari, tidur malam 8 jam perhari
b. Kebiasaan makan
Tn.M makan 3x sehari, Ny.R makan 3x sehari, Nn.M makan 3x sehari,
Nn.Nr makan 3x sehari, Nn.Fm makan 3x sehari, Nn.Mn makan 3
sehari, dengan makanan pokok beras, lauk pauk,sayur mayur, di
tambahan buah-buahan, tahu, tempe, daging, telur dan buah-buahan
sesuai kemampuan keluarga tahu, tempe, daging, telur dan buahbuahan namun dalam keluarga tidak selalu makan secara bersama
sama, karena kesibukan masing-masing.
c. Pola Eliminasi
Seluruh anggota keluarga menyatakan BAB 1x/ hari dan BAK 5x/
hari.
d. Pola kebersihan perorangan/ personal hygiene
1) Tn.M mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali sehari, ganti pakaian 2
kali perhari.

34

2) Ny.R mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana
dalam 2 kali perhari, ganti pakaian 2 kali perhari.
3) Nn.M mandi 2 kali perhari , gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana
dalam 2 kali perhari, ganti pakaian 2 kali perhari
4) Nn.Nr mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana
dalam 2 kali Perhari, ganti pakaian 2 kali perhari.
5) Nn.Fm mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana
dalam 2 kali perhari, ganri pakaian 2 kali perhari.
6) Nn.Mn mandi 3 kali perhari, gosok gigi 1 kali perhari, ganti
pakaian 3 kali perhari
e. Pola kebiasaaan merokok
1) Tidak ada anggota keluarga yang merokok
2) Tidak ada waktu khusus untuk berolahraga
f. Penggunaan waktu senggang
Tn.M menggunakan waktu senggang untuk duduk-duduk bersama
teman- temannya di keude, Ny.R menggunakan waktu senggang untuk
istirahat dan duduk bersama tetangga, anak-anak menggunakan waktu
senggang untuk

bermain.Waktu untuk berkumpul biasanya pada

malam hari, di saat seluruh anggota keluarga berada di rumah.


g. Rekreasi keluarga
Dapat dikatakan bahwa keluarga ini sering melakukan rekreasi.
h. Keadaan social ekonomi
Penghasilan Tn.M RP. > 500.000,-/bulan dan penghasilan Ny.R Rp
> 500.000,-/bulan dan penghasilan kedua mereka digunakan untuk
kebutuhan sehari-hari.
5. Situasi Rumah
a. Rumah milik sendiri
4

7
3
2

Ket :

1,2,3 : Kamar Tidur

35

: Ruang Tamu

: Teras

: Dapur
7

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

: Kamar Mandi

Jenis rumah
: permanen
Atap rumah
: seng
Lantai rumah : semen
Ventilasi
: baik, ada jendela dan pintu terbuka pada siang hari
Kebersihan dan kerapian : baik
Pembuangan sampah : terbuka dan dibakar
Sumber air yang di pergunakan untuk keperluan sehari hari : air
sumur
1) Penggunaan air minum
: air sumur (dimasak)
2) Tempat penyimpanan air
: tertutup
3) Pengurasan tempat air minum : 1 minggu 2 kali
4)Kualitas air
:

tidak

berbau,

tidak

berwarna, tidak berasa


i. Saluran pembuangan air limbah (SPAL) : terbuka
1) Jarak sumber pembuangan limbah : lebih dari 10 meter dari sumur
2) Keadaan : terpelihara
j. Jamban : Ada
1) Kondisi : terpelihara
2) Jarak jamban dengan sumber air 10 meter
k. Kandang ternak : tidak ada
l. Pemanfaatan perkarangan : untuk jemuran pakaian
m. Pemanfaatan fasilitas kesehatan : bila ada anggota keluarga yang sakit
diperiksa di bidan desa atau di puskesmas
n. Keluarga mempunyai asuransi BPJS
6. Keadaan Kesehatan Keluarga
a. Riwayat perkawinan : lamanya 22 tahun dan merupakan perkawinan
pertama

buat

Tn.M

danNy.R

dan

memiliki

anak

Nn.M,

Nn.Nr,Nn.Fm,Nn.Mn.
b. Riwayat kehamilan persalinan, masa lalu : Ny.R mengatakan anaknya
yang pertama dan kedua di dilahirkan di puskesmas dan anaknya yang
ketiga dan keempat di tempat bidan dengan usia kehamilan 9 bulan
dan persalinan berjalan lancar.

36

c. NY.R mengatakan memakai KB pil dan tidak ada amsalah dengan alat
d.

kontrasepsi yang sedang di gunakan.


6 bulan terakhir tidak ada anggota keluarga yang sakit. Pengambilan
keputusan dalam keluarga berdasarkan kesepakatan adalah suami dan
didalam 6 bulan terakhir tidak ada kematian.

7. Riwayat KB
Setelah melahirkan anak pertamanya Ny.R memakai kontrasepsi KB Pil
8. Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga berjalan dengan baik dan harmonis. Namun terkadang
masih nampak kurang kebersamaan dalam keluarga, namun hal tersebut
dapat dipahami keluarga mengingat aktivitas mereka yang berbeda-beda.
9. Stress dan koping
Belum pernah mengetahui dan mendengar informasi tentang pemeriksaan
payudara sendiri semenjak dini informasi yang remaja putri dapatkan dari
tenaga kesehatan khususnya tentang SADARI untuk memeriksakan
payudara sendiri dan mencegah kanker payudara sejak dini.
10. Komunikasi
Bahasa yang digunakan sehari hari adalah bahasa aceh, hubungan antar
keluarga cukup harmonis, begitu juga dengan tetangga. Sarana komunikasi
dalam keluarga adalah radio, televisi, VCD dan handphone.
11. Transportasi
Keluarga Tn.M dalam kegiatan sehari hari menggunakan transportasi
sepeda motor milik sendiri.
12. Pada data kajian rumah tangga sehat, kadarzi dan kematian wanita usia
subur diperoleh data bahwa untuk indikator PHBS dengan pengisian tidak
pada indikator jaminan pemeliharaan kesehatan, tidak merokok dalam
rumah Ya, pada indikator persalinan oleh tenaga kesehatan Ya,
memberikan ASI Ya, ketersediaan air bersih Ya, ketersediaan jamban
Ya , kesesuaian luas lantai dengan penghuni, lantai rumah bukan dari
tanahYa, cuci tangan pakai sabunya, rumah bebas jentik Ya, makan
sayur dan buah tiap hari Ya, aktivitas fisik/olah raga setiap hari Ya.

37

Sehingga rumah tangga Tn.M termasuk rumah tangga sehat, karena tidak
ada indikator yang berisi tidak. Serta tidak ada kematian wanita usia subur
pada usia 10-49 tahun.
Setelah dianalisa dari data keluarga dari Tn. E , maka ditemukan tidak
adanya masalah pada ketiga orang remaja putrinya. Sehingga harus
diberikan asuhan yang dilakukan mengenai kesehatan reproduksi tentang
pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Asuhan Pada Tn. M
I. Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 10-11-2015 bertempat di rumah Tn.M Kecamaatn
Sukamakmur Kabupaten aceh Besar, dilakukan pemeriksaan fisik
pada Tn.M, umur 51 tahun, tidak mengeluh adanya penyakit yang
diderita dan pola hidup Tn.M sehat, tidak ada merokok dan tidak ada
kebiasaan buruk lainnya
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum

: baik

Kesadaran

: composmentis

TTV

: TD : 120/70 mmHg

S : 36,5 C

TB : 170

RR : 22x/m

BB : 70

cm
N : 77x/m
kg
Kepala
Wajah
Mata
Hidung
Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung
Genetalia

: bulat, rambut hitam dan lurus


: oval, simetris, tidak ada oedema
: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih
: bersih
: bersih
: tidak ada stomatitis, tidak ada caries
: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
: tidak ada pembesaran kelenjar limfe
: simetris
: datar, hati dan limfa tidak teraba
: lordosis
: tidak di periksa
38

Ekstremitas
Postur tubuh
II.

: tidak oedem, tidak sianosis


: tinggi, berisi

Interpretasi Data
Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka
didapatkan diagnosa sebagai berikut : Tn.M dalam keadaan baik, dengan
dasar

mengatakan tidak ada penyakit yang dialami.

Masalah yang

ditemukan tidak, tidak merokok dan tidak ada kebiasaan buruk lainnya.
III.

Masalah Potensial
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami
Tn.M tidak ada.

IV.

Penetapan Kebutuhan akan Tindakan Segera/Kolaborasi


Tidak ada

V.

Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan antara lain : Memberitahukan hasil
pemeriksaan saat ini, keadaan fisik normal

VI.

Pelaksanaan
1. Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan antara
lain : memberitahukan hasil pemeriksaan saat ini kepada Tn.M
bahwa Tn.M dalam keadaan baik, TD : 120/70 mmHg,S : 36,5 C,
N : 77x/m,RR : 22x/m, TB :170 Cm, BB : 70 Kg.
2. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh
hasil pemeriksaan.

VII.

Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan maka dilakukan evaluasi dengan hasil, Tn.M
mengerti akan kondisi kesehatannya saat ini baik-baik saja.

Catatan Perkembangan Tn.M pada Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 16 November 2015 Pukul 09.00 WIB
Subjektif :
39

Satu hari kemudian Tn.M tidak mengeluh apa-apa, dan setelah diperiksa tidak
ada masalah.
Objektif
Pemeriksaan Fisik :
K/u : Baik

Kesadaran : Composmentis

TD : 120/75 mmHg

Nadi

: 84 x/menit

RR : 22 x/menit

Suhu

: 36 0C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Assesment :
Diagnosa

: Tn.M dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning
1. Memberitahukan Tn.M hasil pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Tn.M
baik-baik saja, TD : 120/75 mmHg, N : 84x/menit, R : 22 x/menit, S :36
C, Tn.M mengerti akan kondisinya.
2. Menganjurkan Tn.M agar mengurangiagar terus menjaga pola hidupnya
yang sehat agar tidak mudah terserang penayakit.
3. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah
diberikan.
Asuhan Pada Ny. R
I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 11 mei 2012 bertempat di rumah Tn.A, Kecamatan
Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar dilakukan pemeriksaan fisik
pada
b. Pemeriksaan fisik
Keadaan umum ibu : baik

40

Kesadaran

: composmentis

TTV

: TD : 120/70 mmHg

S : 36,5 C

TB : 157

RR : 22x/m

BB : 66

cm
N : 77x/m
Kg
Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah

: oval, simetris, tidak ada oedema

Mata

: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih

Hidung

: bersih

Telinga

: bersih

Mulut dan gigi

: tidak ada stomatitis, tidak ada caries

Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

Ketiak

: tidak ada pembesaran kelenjar limfe

Dada

: simetris. Payudara tidak ada bermasalah

Perut

: datar, hati dan limfa tidak teraba

Punggung

: lordosis

Genetalia

: tidak di periksa

Ekstremitas

: tidak oedem, tidak sianosis

Postur tubuh

: tinggi, berisi

II.Interpretasi Data
Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka
didapatkan diagnosa sebagai berikut Ny.N dalam keadaan baik, dengan
dasar mengatakan tidak ada penyakit yang dialami. Masalah yang
ditemukan tidak ada.
III.

Masalah Potensial
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami
Ny.N tidak ada.

IV.

Penetapan Kebutuhan Akan Tindakan Segera/Kolaborasi


Tidak ada

41

V.

Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu beritahu ibu
dan keluarga dokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan temuan di
SOAP.

VI.

Pelaksanaan
1. Pelaksanaannya adalah memberitahu ibu hasil pemeriksaan saat ini
keadaan ibu baik dengan TD : 120/70 mmHg,S : 36,5 C, N : 77x/m,
RR: 22x/m, TB : 157 Cm, BB : 66 Kg.
2. Memberitahu ibu pemeriksaan
ulang akan dilakukan 5 hari
kemudian. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.

VII.

Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan, maka dilakukan evaluasi dengan hasil ibu
telah diberitahu dan mengerti tentang pemeriksaan fisik yang telah
dilakukan.

Catatan Perkembangan Ny.R Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 16 November 2015 Pukul 13.30 WIB
Subjektif:
5 hari kemudian ibu diperiksa kembali.
Objektif:
KU : baik

Kesadaran : Compos mentis

TD : 120/78 mmHg

: 36.60C

RR : 22 x/menit

Nadi

: 80 x/menit

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal.
Asessment:
Diagnosa

: Ny.R dalam keadaan sehat


42

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning:
3. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan, memberitahukan Ny.R hasil
pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Ny.R baik-baik saja, TD: 120/78
mmHg,S : 36.60C, RR: 22 x/menit, Nadi : 80 x/menit, Ny.R mengerti
akan kondisinya.
4. Menganjurkan Ny.R agar tetap menjaga pola makannya agar tetap sehat.
5. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah
diberikan.
Asuhan pada Nn.M
I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 10 November 2015 bertempat di rumah Tn.M,
Kecamatan Sukamakmur

Kabupaten Aceh Besar, dilakukan

pemeriksaan fisik pada An.Nn.M 22 tahun, Nn.M mengatakan tidak


ada keluhan.
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum

: baik

Kesadaran

: composmentis

TTV

: TD : 110/70mmHg

S : 36,5 C

TB : 153

RR : 23x/m

BB : 50 Kg

cm
N : 71x/m
Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah

: oval,simetris, tidak oedema

Mata

: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih

Hidung

: bersih

Telinga

: bersih

Mulut dan gigi

: tidak ada stomatitis, tidak ada caries

Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

Ketiak

: tidak ada pembesaran kelenjar limfe


43

II.

Dada

: simetris. Payadara tidak ada masalah

Perut

: datar, hati dan limfa tidak teraba

Punggung

: lordosis

Genetalia

: tidak di periksa

Ekstremitas

: normal

Postur tubuh

: tinggi, berisi

Interpretasi Data
Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka
didapatkan diagnosa sebagai berikut : Nn.M dalam keadaan baik, dengan
dasar

mengatakan tidak ada penyakit yang dialami. Masalah yang

ditemukan yaitu Nn.M masih kurangnya pengetahuan mengenai


kesehatan reproduksi khususnya tentang pemeriksaan payudara sendiri
untuk mencegah terjadinya penyakit/kanker payudara.
III.

Potensial Masalah
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami
Nn.M serta menentukan kebutuhan untuknya, maka selanjutnya adalah
mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi apabila pada Nn.M
potensial masalah adalah apabila kemungkinan adanya permasalahan
pada payudaranya/ terkena kanker payudara dan penyakit lain bisa diatasi
dengan cepat dan segera agar penaykit tidak sampai menjadi lebih parah.

IV.

Tindakan Segera
Dari data-data diatas maka masalah yang ditemukan perlunya penkes
tentang kesehatan reproduksi pada remaja dan melakukan kolaborasi
dengan bidan untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi
tersebut.

V.

Perencanaan
Setelah

diinterpretasikan,

perencanaan

yang

dilakukan

yaitu

memberitahu ilmu pengetahuan tentang kesehatan reproduksi para remaja

44

untuk mencegah penyakit yang mungkin dialami nantinya dan dapat


segera teratasi. Memberitahu Nm.M dan keluarga

dokumentasikan

semua hasil pemeriksaan dan temuan di SOAP.


VI.

Pelaksanaan
1. Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga
hasil pemeriksaan.

Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang

dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan hasil pemeriksaan


saat ini kepada Nn.M bahwa keadaan fisiknya normal dengan TD:
110/70mmHg, S : 36,5 C, N: 71x/m, RR : 23x/m

, TB : 153

Cm,BB : 50 Kg.
2. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh
hasil pemeriksaan.
VII.

Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu Nn.M telah mengerti dan Paham,
atas semua penjelasan tentang pemeriksaan fisik yang telah dilakukan
pada dirinya,serta dapat mengulangi kembali apa yang telah disampaikan
oleh mahasiiwi kebidanan dan Nn.M mau melaksanakannya. Nm mau
melakukan langkah pemriksaan payudara sendiri ( SADARI) untuk
mencegah terjadinya penyakit pada reproduksinya , tumor/kanker
payudara agar dapat dicegah secara dini penyakit yang apabila dialami
dan mencegah secara cepat komplikasi yang mungkin terjadi.
Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.

Catatan Perkembangan Nn.M Kunjungan Kedua (SOAP


Tanggal 17 November 2015 Pukul 10.00 WIB
Subjektif:
Nn.M mengatakan tidak ada masalah
Objektif:
KU : baik

Kesadaran : Composmentis

45

TD : 110/ 81 mmHg

Nadi

: 80x/menit

RR : 21 x/menit

: 36,60C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal.
Asessment:
Nn.M dalam keadaan normal dan sehat.
Planning:
1. Memberitahukan Nn.M hasil pemeriksaa bahwa keadaan fisiknya dalam
keadaan normal.
2. Memberitahukan Nn.M agar menjaga kesehatan reproduksinya dan
mengatur pola makan yang sehat.
3. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan,

hasil

pemeriksaan

telah

didokumentasikan.

Asuhan Pada Nn.Nr


I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 16 November 2015 bertempat di rumah Nn.Nr,
Kecamatan

sukamakmur

Kabupaten

Aceh

Besar,

dilakukan

pemeriksaan fisik pada Nn.Nr 20 tahun, Nn.Nr mengatakan tidak ada


keluhan.
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum` : baik
Kesadaran

: composmentis

TTV

: TD : 110/80 mmHg

N : 70x/m

TB : 150

RR : 21x/menit

BB : 45 Kg

cm
S : 36,7 C

46

II.

Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah
Mata
Hidung
Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung
Genetalia
Ekstremitas
Postur tubuh

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

oval, simetris,tidak ada oedema


simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih
bersih
bersih
normal
tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
tidak ada pembesaran kelenjar limfe
simetris. Payudara tidak ada masalah
datar, hati dan limfa tidak teraba
lordosis
tidak di periksa
normal
tinggi, berisi

Interpretasi Data
Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka
didapatkan diagnosa sebagai berikut : Nn.Nr

dalam keadaan baik,

dengan dasar mengatakan tidak ada penyakit yang dialami. Masalah


yang ditemukan yaitu Nn.Nr masih kurangnya pengetahuan mengenai
kesehatan reproduksi khususnya tentang pemeriksaan payudara sendiri
untuk mencegah terjadinya penyakit/kanker payudara.
III.

Potensial Masalah
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami
Nn.Nr serta menentukan kebutuhan untuknya, maka selanjutnya adalah
mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi apabila pada Nn.Nr
potensial masalah adalah apabila kemungkinan adanya permasalahan
pada payudaranya/ terkena kanker payudara dan penyakit lain bisa diatasi
dengan cepat dan segera agar penaykit tidak sampai menjadi lebih parah.

IV.

Tindakan Segera
Dari data-data diatas maka masalah yang ditemukan perlunya penkes
tentang kesehatan reproduksi pada remaja dan melakukan kolaborasi
dengan bidan untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi
tersebut.

47

V.

Perencanaan
Setelah

diinterpretasikan,

perencanaan

yang

dilakukan

yaitu

memberitahu ilmu pengetahuan tentang kesehatan reproduksi para remaja


untuk mencegah penyakit yang mungkin dialami nantinya dan dapat
segera teratasi. Memberitahu Nn.Nr dan keluarga

dokumentasikan

semua hasil pemeriksaan dan temuan di SOAP.


VI.

Pelaksanaan
1. Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga
hasil pemeriksaan.

Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang

dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan hasil pemeriksaan


saat ini kepada Nn.Nr bahwa keadaan fisiknya normal dengan : TD:
110/80 mmHg,

N : 70x/m, S : 36,7 C,Rr : 21x/menit,TB : 150 Cm,

BB : 45 Kg.
2. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh
hasil pemeriksaan.
VII.

Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu Nn.Nr telah mengerti dan Paham,
atas semua penjelasan tentang pemeriksaan fisik yang telah dilakukan
pada dirinya,serta dapat mengulangi kembali apa yang telah disampaikan
oleh mahasiswi kebidanan dan Nn.Nr mau melaksanakannya. Nn.Nr mau
melakukan langkah pemriksaan payudara sendiri ( SADARI) untuk
mencegah terjadinya penyakit pada reproduksinya , tumor/kanker
payudara agar dapat dicegah secara dini penyakit yang apabila dialami
dan mencegah secara cepat komplikasi yang mungkin terjadi.
Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.

Catatan Perkembangan Nn.Nr Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 17 November 2015 Pukul 14.00 WIB
Subjektif:
Nn.Nr mengatakan tidak ada masalah

48

Objektif:
KU : baik

Kesadaran : Composmentis

TD : 110/ 70 mmHg

Nadi

: 81x/menit

RR : 23 x/menit

: 36,50C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal.
Asessment:
Nn.Nr dalam keadaan normal dan sehat.
Planning:
1. Memberitahukan Nn.Nr hasil pemeriksaa bahwa keadaan fisiknya dalam
keadaan normal.
2. Memberitahukan Nn.Nr agar menjaga kesehatan reproduksinya dan
mengatur pola makan yang sehat.
3. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan,

hasil

pemeriksaan

telah

didokumentasikan.
Asuhan pada Nn.Fm
I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 18 November 2015 bertempat di rumah Nn.Fm
Kecamatan

sukamakmur

Kabupaten

Aceh

Besar,

dilakukan

pemeriksaan fisik pada Nn.Fm 15 tahun, Nn.Fm mengatakan tidak


ada keluhan.
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum

: baik

Kesadaran

: composmentis

TTV

: TD : 110/70 mmHg

N : 73x/m

TB : 148

cm
S : 36,5 C

RR : 22x/menit

BB : 43 Kg

Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah
Mata

: bulat, simetris, tidak ada oedema


: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih
49

Hidung
Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung
Genetalia
Ekstremitas
Postur tubuh
II.

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

bersih
bersih
normal
tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
tidak ada pembesaran kelenjar limfe
simetris. Payudara tidak ada masalah
datar, hati dan limfa tidak teraba
lordosis
tidak di periksa
normal
pendek, berisi

Interpretasi Data
Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka
didapatkan diagnosa sebagai berikut : Nn.Fm

dalam keadaan baik,

dengan dasar mengatakan tidak ada penyakit yang dialami. Masalah yang
ditemukan yaitu Nn.Fm masih kurangnya pengetahuan mengenai
kesehatan reproduksi khususnya tentang pemeriksaan payudara sendiri
untuk mencegah terjadinya penyakit/kanker payudara.
III.

Potensial Masalah
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami
Nn.Fm serta menentukan kebutuhan untuknya, maka selanjutnya adalah
mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi apabila pada Nn.Fm
potensial masalah adalah apabila kemungkinan adanya permasalahan
pada payudaranya/ terkena kanker payudara dan penyakit lain bisa diatasi
dengan cepat dan segera agar penaykit tidak sampai menjadi lebih parah.

IV.

Tindakan Segera
Dari data-data diatas maka masalah yang ditemukan perlunya penkes
tentang kesehatan reproduksi pada remaja dan melakukan kolaborasi
dengan bidan untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi
tersebut.

V.

Perencanaan
Setelah

diinterpretasikan,

perencanaan

yang

dilakukan

yaitu

memberitahu ilmu pengetahuan tentang kesehatan reproduksi para remaja


untuk mencegah penyakit yang mungkin dialami nantinya dan dapat
50

segera teratasi. Memberitahu Nn.Fm dan keluarga

dokumentasikan

semua hasil pemeriksaan dan temuan di SOAP.


VI.

Pelaksanaan
1. Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga
hasil pemeriksaan. Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang
dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan hasil pemeriksaan
saat ini kepada Nn.Fm bahwa keadaan fisiknya normal dengan : TD:
110/70 mmHg,

N : 73x/m, S : 36,5 C, Rr : 22x/menit,TB : 148

Cm,BB : 43 Kg.
2. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh
hasil pemeriksaan.
VII.

Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu Nn.Fm telah mengerti dan
Paham, atas semua penjelasan tentang pemeriksaan fisik yang telah
dilakukan pada dirinya,serta dapat mengulangi kembali apa yang telah
disampaikan

oleh

mahasiswi

kebidanan

dan

Nn.Fm

mau

melaksanakannya. Nn.Fm mau melakukan langkah pemriksaan payudara


sendiri ( SADARI) untuk mencegah terjadinya penyakit pada
reproduksinya , tumor/kanker payudara agar dapat dicegah secara dini
penyakit yang apabila dialami dan mencegah secara cepat komplikasi
yang mungkin terjadi. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.
Catatan Perkembangan Nn.Fm Kunjungan Kedua (SOAP)
Tanggal 18 November 2015 Pukul 14.00 WIB
Subjektif :
Nn.Fm mengatakan tidak ada masalah
Objektif :
KU : baik

Kesadaran : Composmentis

TD : 110/ 70 mmHg

Nadi

: 80x/menit

RR : 22 x/menit

: 36,50C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.

51

Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal.


Asessment :
Nn.Fm dalam keadaan normal dan sehat.
Planning :
1. Memberitahukan Nn.Fm hasil pemeriksaa bahwa keadaan fisiknya dalam
keadaan normal.
2. Memberitahukan Nn.Fm agar menjaga kesehatan reproduksinya dan
mengatur pola makan yang sehat.
3. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan,

hasil

pemeriksaan

telah

didokumentasikan.
Asuhan pada Nn.Mn
I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Balita Ny.R dan Tn.M berumur 2 tahun, lahir 2 tanggal 10 november
2013 pukul 01.20 WIB lahir secara spontan dengan jenis kelamin
perempuan Riwayat persalinan dan nifas: persalinan normal ditolong
oleh paraji, lama persalinan

1 jam, keadaan air ketuban jernih,

keadaan plasenta utuh dan lengkap. Pemeriksaan fisik bayi: keadaan


umum baik, refleks menghisap dan menelan bayi baik dan kuat. Pada
bagian kepala ubun-ubun besar dan kecil tidak ada kelainan. Mata
simetris, lubang hidung ada, tidak ada keluaran dari kedua lubang
hidung, tidak ada pernafasan cuping hidung.

Telinga simetris,

hubungan letak dengan mata sedikit lebih atas tulang rawan lentur.
Mulut simetris, bibir lembab warna merah muda, sumbing tidak ada,
palatum keras, reflekks putting susu ada, refleks suckling ada, refleks
menelan ada. Leher tidak ada pembesaran kelenjar getah bening,
pergerakan tidak kaku.

Dada simetris, pernafasan normal, bunyi

jantung regular, putting susu menonjol keluar, tidak ada bunyi


jantung dan paru tambahan, refleks morro ada, perut tidak kembung,
abdomen simetris, tidak ada pembesaran hepar, tidak ada penonjolan

52

sekitar umbilikal, perut keras saat menangis.

Punggung simetris,

tidak ada penonjolan dan cekungan. Ekstremitas atas dan bawah


bergerak aktif dengan jumlah jari lengkap. Kulit tidak ada tandatanda lahir warna merah.
Pemeriksaan antropometri BB 3,5 gram dengan panjang 49 cm,
lingkar badan 31 cm, lila 9,5 cm. Pola BAB 1 kali sudah saat lahir
dengan warna kehitaman konsistensi lunak berbau khas.

Sudah

BAK, bayi diberikan ASI tanpa pendamping apapun dengan


frekwensi 7 x/hari. KMS diatas garis hijau.

II.

Interpretasi Data
Setelah dilakukan pengkajian data subjektif dan objektif, maka
didapatkan diagnosa sebagai berikut: balita tidak ada masalah.

III.

Potensial Masalah
Melihat dari diagnosa, tidak ada masalah pada balita

IV.

Tindakan Segera
Tidak ada

V.

Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu beritahu ibu
dan keluarga hasil pemeriksaan, dan berikan penkes tentang pola makan
balita jangan sering beri jajanan diluar, sehingga perkemabangan anak
menjadi lebih baik dan efektif..hasilnya di dokumentasikan.

VI.

Pelaksanaan
Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga hasil
pemeriksaan, memberi tahu ibu bahwa balita harus dikasih makanan
yang bergizi, seperti sayur , buah dan susu, dan yang banyak

53

mengandung omega 3 seperti ikan salmon, Mendokumentasikan hasil


pemeriksaan.
VII.

Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu ibu telah mengerti dan paham,
serta dapat mengulangi kembali apa yang telah disampaikan oleh bidan
dan ibu mau melaksanakannya. Ibu mau memberikan makanan sayuran,
buah-buahan dan yang mengandung omega 3 untuk membantu
pertumbuhan

perkembangan

anaknya

menjadi

lebih

cerdas..Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.

Catatan Perkembangan Nn.Fm Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 20 November 2015 Pukul 11.00 WIB
Subjektif:
Ibu merasakan balita tidak ada masalah.
Objektif:
KU : baik

Nadi

: 75x/menit

RR : 23x/menit

: 36,6C

BB : 15 kg

PB

: 90 cm

Assesment :
Diagnosa

: Nn.Fm dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning

54

baik

dan

1. Memberitahukan kepada orang tuanya hasil pemeriksaan saat ini bahwa


keadaan Nn.Fm baik-baik saja,Nadi : 75x/m, RR: 23x/m, S: 36,6
C,BB: 15 kg,PB: 90 cm dan kedua orang tuanya mengerti.
2. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah
diberikan.

Asuhan Keluarga Binaan Pada Keluarga Tn.M di Desa Lambirah


Hari
:1
Tanggal : 10 November 2015
No Masalah Perencanaan
1
Datang ke rumah
keluarga binaan

Pelaksanaan
Evaluasi
Memberi salam
Remaja menjawab
Memperkenalkan
Remaja mendengar
diri
Remaja menerima
Menyampaikan dan
dan bersedia
menjelaskan
menjadi keluarga
maksud tujuan
binaan penulis.
kedatangan yaitu
untuk membina
dan memberikan
penyuluhan
kesehatan
khususnya dalam
bidang kebidanan.
Kontrak waktu untuk
Remaja
pertemuan
mengatakan
selanjutnya
tanggal 16
november 2015
jam 16.30 WIB

Hari

:2

55

Tanggal : 16 November 2015


No Masalah Perencanaan
Pelaksanaan
1 SADARI 1. Pengertian
Memberi
pada
SADARI
penyuluhan kepada
remaja
2. Tujuan SADARI ibu tentang :
3. Waktu yang tepat Pentingnya
melakukan
melakukan sadari
SADARI
semenjak dini
4. Prosedur dan
Kurangnya menjaga
Teknik SADARI
kebersihan diri
5. Pengertian
dan makan
kanker payudara
makanan yang
6. Gejala gejala
banyak
kanker payudara
mengandung
7. Faktor resiko
penyedap dapat
kanker payudara
menyebabkan
kanker payudara
Mencegah dengan
melakukan sadari
Dilakukan setiap
setelah menstruasi
2
Kontrak waktu untuk
penyuluhan ulang

Hari
:3
Tanggal : 17 november 2015
No Masalah Perencanaan
1
Penyuluhan ulang

Penyuluhan ulang

Pelaksanaan
Menjelaskan
kembali tentang
sadari serta
menanyakan apakah
remaja tersebut
sudah mengerti dan
tahu tujuan
melakukan sadari.
Menganjurkan dan
mengingatkan
remaja untuk
melakukan sadari
pada hari ke 7-10
setelah hari pertama
haid

56

Evaluasi
Remaja mengerti
dan dapat
melaksanakan apa
yang dianjurkan..

Remaja
mengatakan
tanggal 17
november 2015
jam 17.00 WIB

Evaluasi
Remaja
mengatakan bahwa
ia sudah mengerti
dan tahu tujuan
melakukan sadari.

Remaja mengerti
dan mau
melakukan apa
yang telah
disampaikan.

Hari
:4
Tanggal : 18 november 2015
No Masalah Perencanaan
1
Penyuluhan ulang

Penyuluhan ulang

Hari
:5
Tanggal : 20 november 2015
No Masalah Perencanaan
1
Penyuluhan ulang

Penyuluhan ulang

Pelaksanaan
Menjelaskan kembali
pada remaja teknik
melakukan sadari
yang dan cara
mengetahui gejalagejala adanya tumor
dan yang bukan
tumor
Mengkaji ulang
pengetahuan remaja
tentang pemeriksaan
paayudara sendiri
yang benar untuk
mencegah penyakit
dengan segera

Evaluasi
Remaja dapat
melakukannyadan
sdah mengetahui
gejala tumor
payudara

- Remaja menjawab
- Remaja
mengatakan
sudah mengerti
dan dapat
melakukan
sadari dengan
benar

Pelaksanaan
Menjelaskan kembali
kepada remaja
manfaat melakukan
sadari sangat
berguna dalam
kehidupan seharihari para remaja.
Menjaga payudara
sejak dini sangat
bagus aga
kemungkinan
penyakit yang
dialami tidak
menjadi parah
Memberitahukan dan mengingatkan
remaja agar selalu
melakukan sadari
57

Evaluasi
Remaja
mengatakan bahwa
ia sudah mengerti
dan mengetahui
dengan jelas
mengenai sadari

Remaja menjawab
dan mau
melakukannya
apa yang telah

setelah haid.
disampaikan
Menanyakan kepada
remaja apakah ada - Remaja
mengatakan
yang ingin
sudah mengerti
ditanyakan atau
dan sangat jelas
sudah mengerti.
mengenai
penyuluhan
sadari
B. Analisa Data.
Masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga Tn.M adalah
belum pernah mengetahui dan mendengar

tentang pemeriksaan payudara

sendiri semenjak dini. Dalam pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga


Tn.M, tenaga kesehatan umumnya dan bidan khususnya harus bekerja sama
dengan keluarga untuk membahas masalah yang timbul dan memikirkan
alternatif pemecahan masalahnya. Dalam hal ini tindakan yang dapat
diberikan bidan sebagai langkah awal adalah pemberian penkes, sehingga
diharapkan keluarga dapat menyelesaikan masalah yang timbul secara tepat
dan mandiri.
C. Perumusan Masalah
Dari data dan analisa yang telah dilakukan, maka didapatkan
kesimpulan bahwa permasalahan yang muncul sebagian besar disebabkan
karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
Adapun masalah yang ada pada keluarga Tn.M adalah sbb :
Remaja tidak pernah mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi
khususnya tentang Sadar Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan juga
jarang ke pelayanan fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kesehatan
reproduksinya.
D. Prioritas Masalah
Prioritas masalah pada anak remaja yang belum mengetahui tentang SADARI
N
o

Criteria

Perhitungan

58

Skor

Pembenaran

1.

Sifat masalah ancaman


kesehatan
Kemungkinan masalah
dapat diubah

2/3x1

2/3

2/2x2

3.

Potensi masalah untuk


di ubah

3/3x1

4.

Penonjolan masalah

2/2x1

2.

Total skor

Kematian pada anak


remaja
Kemungkinan
masalah dapat
dirubah dengan
mudah.
Potensi masalah
untuk dapat di ubah
tinggi
Masalah harus
segera ditangani
karena dapat
mengancam anak
remaja

17/6

Berdasarkan prioritas masalah dan hasil pembobotan masalah kesehatan


pada keluarga Tn.M adalah sebagai berikut :
Prioritas : Remaja tidak pernah mendapatkan informasi tentang kesehatan
reproduksi

khususnya

(SADARI)

tentang

Sadar

Pemeriksaan

Payudara

Sendiri

dan juga jarang ke pelayanan fasilitas kesehatan untuk

memeriksakan kesehatan reproduksinya.


F. Asuhan Kebidanan
Remaja tidak mengetahui tentang pemeriksaan payudara sendiri yang
baik dan benar untuk mendeteksi penyakit secara dini.
1. Data.
Ny.M ,Ny.Nr dan Ny.Fm menyatakan tidak mengetahui dan memahami
cara pemeriksaan payudara sendiri/sadari dan tidak memahami tanda dan
gejala
kanker payudara.
2. Masalah Kesehatan
Tidak memahami cara melakukan sadari dan mendeteksi kanker payudara
sejak dini.
3. Tujuan

59

a. Setelah diberikan penyuluhan Ny.M ,Ny.Nr dan Ny.Fm dapat


memgetahu cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri.sadari dan
cara mendeteksi kanker payudara labih awal.
b. Remaja mengetahui teknik melakukan sadari yang benar,manfaat dan
cara mendekteksi adanya tumor.kanker payudara atau tidak.
4. Rencana Tindakan
Memberikan penyuluhan kesehatan mengenai : pengertian sadari, tujuan,
manfaat dan cara melakukan sadari dengan teknik yang benar.
5. Tindakan
Penyuluhan mengenai : Pengertian SADARI, Tujuan SADARI, Waktu
yang tepat melakukan SADARI,Prosedur dan Teknik SADARI,Pengertian
kanker payudara,Gejala gejala kanker payudara,Faktor resiko kanker
payudara.
6. Evaluasi
Remaja dapat mengetahui dan memahami sekurang-kurangnya , cara
melakukan SADARI yang benar, tanda dan gejala adanya tumor/kanker
dan melakukan sadari setiap habis haid.

G. Perencanaan
Adapun perencanaan yang di lakukan pada keluarga Tn.M yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pengertian SADARI
Tujuan SADARI
Waktu yang tepat melakukan SADARI
Prosedur dan Teknik SADARI
Pengertian kanker payudara
Gejala-gejala kanker payudara
Faktor resiko kanker payudara

H. Pelaksanaan
Adapun perencanaan yang di lakukan pada keluarga Tn.M yaitu :
1. Menjelaskan pada anak remaja tentang pengertian sadari.
2. Membaritahukan pada anak remaja tentang tujuan melakukan sadari.

60

3. Menjelaskan pada anak remaja tentang penatalaksanaan dan cara


melakukan SADARI.
I. Evaluasi
Evaluasi pada keluarga Tn .M :
Setelah melakukan pengkajian pada remaja putri akhirnya masalah yang
alami sudah didapatkan solusinya.

Remaja mengatakan sudah mengerti

tentang penyuluhan yang telah di berikan dan remaja dapat melaksanakan cara
melakukan sadari.

BAB IV
PEMBAHASAN KASUS
A. Asuhan kebidanan pada keluarga Tn.E dengan KB Suntik 3 bulanan
61

Berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan paada keluarga


binaan Ny.N di desa Lambirah, kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh
Besar. Ditemukan ibu tidak mendapatkan haid selama pemakaian KB suntik 3
bulanan. Dengan demikian diketahui bahwa ibu tidak mengetahui dan tidak
pernah mendapatkan informasi tentang efek samping KB suntik 3 bulanan
terutama tentang penyebab tidak mendapatkan haid selama pemakaian
kontrasepsi, maka dari itu perlu dilaksanakan pendekatan pada keluarga
binaan agar ibu mengerti bahwa selama pemakaian alat kontrasepsi KB suntik
3 bulanan, cara kerja hormone progesterone dan penyebab tidak mendapatkan
haid.Dengan demikian ibu mengetahui dengan jelas tentang pemakain alat
kontrasepsi KB suntik 3 bulanan.
Pada pertemuan kedua memberi penyuluhan kepada ibu tentang :
1. Efek samping dari pemakaian KB Suntik 3 bulanan
2. Bagaimana proses kerja hormone yang terkandung dalam KB Suntik 3
bulanan
3. Penyebab tidak mendapatkan haid selama pemakian KB Suntik 3 bulanan
Ibu sudah mengerti dan dapat memahami dengan jelas mengenai
pemakaian alat kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan khususnya tentang efek
samping KB.
Pada pertemuan ketiga yaitu memberikan penyuluhan pada ibu dan
menjelaskan kembali tentang cara kerja KB Suntik 3 bulanan dan hormone
yang bekerja yaitu hormone estrogen dan progesterone dan menanyakan
apakah ibu sudah mengerti dengan informasi yang telah disampaikan.
Pada pertemuan keempat datang lagi kerumah ibu dan memberikan
penyuluhan kembali mengenai Keuntungan dan kekurangan memakai alat
kontrasepsi KB suntik 3 bulanan.Dan menanyakan kepada ibu apakah sudah
mengerti dengan informasi yang telah disampaikan
Pada pertemuan kelima memberikan penyuluhan ulang kepada ibu yang
lebih detail , menyampaikan informasi tentang ibu-ibu yang beresiko atau
yang tidak boleh memakai alat kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.
Menurut teori KB suntik 3 bulan mengandung Depo Provera yang
merupakan

suspensi

cairan

yang

medroksiprogesteron asetat (DMPA).

62

terdiri

dari

kristal-kristal

mikro

Sedangkan DMPA ini merupakan keturunan progesteron, hormon yang


memang sudah ada dalam tubuh wanita. Disuntikkan dengan dosis 150 mg
setiap 3 bulan sekali. Disinilah cara kerja KB suntik 3 bulan, karena hormon
ini memiliki efek mengentalkan lendir rahim, sehingga sel sperma akan
terperangkap dan sulit bergerak ke rahim dan seterusnya. Hormon ini juga
mencegah ovulasi atau pengeluaran sel telur dan membuat dinding rahim tidak
siap menerima hasil pembuahan.
Penyebab tidak haid selama memakai KB Suntik 3 BulananPenggunaan
Kontrasepsi Suntik Progestin Menyebabkan ketidak seimbangan hormon,
dengan Penggunaan Suntik Hormonal tersebut membuat dinding endometrium
yang semakin menipis hingga menimbulkan gangguan pada pola haid
tergantung pada lama pemakaian. Perdarahan inter menstrual dan perdarahan
bercak berkurang dengan jalannya waktu, sedangkan kejadian amenore
bertambah besar.
Progesteron merupakan hormon golongan progestin yang terpenting
pada manusia.Selain karena khasiat hormonalnya, progesterone juga penting
karena

merupakan

pembakal

estrogen,

androgen

dan

adrenokortiko

steroid.Hormon ini pertama kali diisolasi dari korpus luteum.Golongan


progestin ini menyebabkan perubahan pada endometrium yang telah
mengalami perangsangan estrogen.Dari berbagai jenis hormon ini golongan
hidroksi progesterone kaproat yang punya khasiat hambatan gonadotropin.
Mekanisme yang pasti bagaimana progesterone menghentikan perdarahan
pada perdarahan uterus disfungsional belum sepenuhnya dapat diterangkan,
kemampuan ini dicapai berkat khasiat progestron terhadap pembentukan
prostaglandin, pembentukan dan stabilisasi dinding lisosom, penghambatan
kontraksi miometrium dan perangsangan arteriol.Khasiat tersebut.
Setelah dilakukan penyuluhan ibu dapat mengerti dan memahami apa
yang telah di sampaikan tentang permasalahan yang dialaminya serta tidak
ragu dan tidak bingung lagi dengan pemakaian alat kontrasepsi KB Suntik 3
bulanan.

63

B. Asuhan kebidanan pada keluarga Tn.M dengan sadari pada remaja


Setelah saya melakukan kunjungan kerumah keluarga binaan ternyata
remaja puri tersebut tidak mengetahui tentang sadari. Remaja purti
mengatakan tidak pernah memeriksaan kesehatan reproduksinya karena malas
ke puskesmas dan ke pelayanan kesehatan lainnya.Setelah saya telusuri saya
akan mencoba untuk memberikan penyuluhan pada remaja putri tersebut.
Dengan cara begitu remaja putri tersebut akan mengerti tentang sadari serta
dia mau melakukakn pemeriksaan terhadap kesehatannya. Dengan demikian
remaja putri mengetahui dan memahami tentang prosedur melakukan
pemeriksaan payudara sendiri dan mnfaat melakukan pemeriksaan payudara
sendiri untuk mencegah dan mendeteksi penyakit secara dini.
Pada pertemuan kedua memberi penyuluhan kepada remaja tentang :
1. Tehnik Manfaat melakukan pemeriksaan payudara sendiri
2. Manfaat melakukan pemeriksaan payudara sendiri
3. Pentingnya melakukan pemeriksaan payudara untuk mendeteksi penyaki
secara dini
4. Mencegah terjadinya penyakit seperti tumor / kanker
5. Menjaga kesehatan reproduksi sangatlah penting dan banyak manfaat demi
kesehatan masa depan
Remaja putri sudah mengerti dengan jelas tentang melakukan
pemeriksaan payudara sendiri dan mau melakukannya dengan baik dan benar.
Pada pertemuan ketiga memberikan penyuluhan ulang pada remaja putri
tentang melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bisa juga
dilakukan dengan skrining test dan mammografi untuk mengetahui
kesehatannya lebih jelas dan tepat untuk mencegah penyakit dengan segera.
Dan menanyakan kepada remaja apakah sudah mengerti dengan penjelasan
yang telah disampaikan.
Pada pertemuan keempat datang lagi kerumah TN.M untuk
memberikan penyuluhan ulang yang lebih mendetail dan menyarankan remaja
putri

untuk

memeriksakan

kesehatan

reproduksinya

untuk

menjaga

kesehatannya lebih sehat. Dan menanyakan pada remaja apakah sudah


mengerti. Pada pertemuan kelima memberikan lagi penyuluhan ulang dan
menanyakan bagaimana perkembangannya setelah melakukan pemeriksaan
64

payudara sendiri dan memberitahukan agar melakukannya setiap habis


halangan.
Berdasarkan hasil pendataan dan kunjungan dari Kuliah Kerja
Lapangan (KKL) kebidanan komunitas khususnya kesehatan pada remaja di
desa Lambirah didapat hasil masih kurangnya pengetahuan tentang sadari.
Dan anak remaja pun tidak sering berkunjung kerumah sakit, posyandu dan
puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya. Hal ini disebabkan rasa
ketidak pedulian mereka terhadap kesehatan khususnya pengetahuan
mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan perlunya memeriksa
kesehatan kerumah sakit dan puskesmas setempat.
Keluarga merupakan unit terkecil yang mempengaruhi tingkat
pendidikan yang dapat mempengaruhi daya fikir seseorang. Hal ini
disebabkan rasa malas dan malu dengan tingkat pendidikan rendah, dari
masyarakat da n memiliki peran yang cukup besar dalam memberikan
dorongan dan semangat terhadap kesehatannya. Dengan diberinya konseling
(penyuluhan/pendidikan). Sehingga dengan ini saya akan coba memberikan
penyuluhan tentang sadari. Dengan penyuluhan ini InsyaAllah akan
membantu keluarga binaan tersebut supaya ia tahu tentang masalah yang
dihadapinya. Dan setelah saya memberikan penyuluhan pada keluarga binaan
tersebut kesadaran terhadap

kesehatannya. Maka dengan begitu

wawasan dan pengetahuan keluarga binaan tersebut juga akan meningkat.


BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis melakukan pendataan pada keluarga binaan yaitu
Tn.Edi Ahyar dan Tn.Marwazi Di Desa Lambirah Kecamatan Sukamakmur
Kabupaten Aceh Besar, penulis menemukan masalah yang perlu di angkat
yaitu : KB Suntik 3 bulanan dan SADARI. Hal ini disebabkan kurangnya
informasi tenaga kesehatan kepada akseptor KB dan karena para remaja tidak
mengetahui tentang pemeriksaan payudara sendiri dan kurangnya informasi .

65

Oleh sebab itu perlu di lakukan pembinaan dan penyuluhan. Dan setelah
dilakukan pembinaan dan penyuluhan pada keluarga Tn.Edi Ahyar dan
Tn.Marwazi Akhirnya Ny.N sudah mengerti dan memahami dengan jelas
mengenai pemakaian alat kontrsepsi KB suntik 3 bulanan dan para remaja
sudah mengerti tentang pemeriksaan payudara sendiri dan cara melakukannya.
B. Saran
1. Saran Untuk Institusi
Agar kepala desa memberi bimbingan secara terarah kepada mahasiswa
dalam melaksanakan KKL tersebut sehingga dapat memberikan solusi bagi
permasalahan yang di hadapi ibu, bayi dan anak dan remaja
2. Saran Bagi Keluarga Binaan
Di sarankan kepada ibu-ibu agar hendaknya dapat menyadari betapa
pentingnya pengetahuan tentang masalah kesehatan sehingga ibu dapat
mendeteksi secara dini masalah apa yang di hadapi di dalam keluarganya.
Dengan adanya keinginan untuk mengangkat derajat kesehatan yang
optimal dan memadai sehingga terbebas dari berbagai masalah yang dapat
membahayakan diri dan keluarga. Dengan meningkatkan pengetahuannya.
Pengetahuan ibu bisa menciptakan keluarga yang sehat.
3. Saran Bagi Bidan/Tenaga Kesehatan
Agar lebih bekerja keras lagi untuk dapat mencapai kesehatan yang
optimal dalam setiap keluarga khususnya pada ibu dan anak remaja yang
membutuhkan informasi tentang Periksa Payudara Sendiri. Dan juga
penyampain informasi yang detail pada setiap akseptor KB.

66

DAFTAR PUSTAKA

1. Juliana Erna Simatupang, SKM, Manajemen Pelayanan Kebidanan, EGC,


Jakarta : 2006
2. Mellisa, 2003, Problemi dan Perawatan Payudara, Kawan Pustaka, Jakarta
3. Sari Wahyuni, 2009, Deteksi Dini Kanker Payudara, Pustaka, Jakarta
4. Suryadi.2002.Perkembangan Remaja.Jakarta: EGC
5. Varney.Helen.2006.Buku Ajar Asuhan Kebidanan.Jakarta: EGC
6. Sulistyawati,Ari.2012.Pelayanan Keluarga berencana.Jakarta.Salemba Medika

67

7. Effendy Nasrul.2002.Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan


Masyarakat.Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
8. Anton,Dwi dan dyah Andari.2008.Memilih Kontrasepsi Alami dan
Halal.Solo.Aqwamedika
9. Agung,I Gusti Ngurah.2001.Statisitik Analisis Hubungan Kausal Berdasarkan
Data Kategorik. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa
10. A.B, Saifuddin.2003.Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawiroharjo.Jakarta
11. WHO dkk, BKKBN. Alat Bantuan Pengambilan Keputusan ber KB Edisi
pertama 2004. Jakarta.
12. depkes RI Pedomen petugas pelayanan keluarga berencana pangan dan gizi.
Gizi pertanian bogor.1996

68