Anda di halaman 1dari 112

MANAJEMEN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA Tn.

E dan
KELUARGA Tn.M DI DESA LAMBIRAH
KECAMATAN SUKAMAKMUR
KABUPATEN ACEH BESAR

Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)

Disusun Oleh :

NAMA : NUR SAFARINA


NIM : 712403S13033

AKADEMI KEBIDANAN MUHAMMADIYAH


BANDA ACEH
2015

LEMBAR PENGESAHAN
MANAJEMEN KEBIDANAN PADA KELUARGA Tn.E dan KELUARGA Tn.M DI DESA
LAMBIRAH
KECAMATAN SUKAMAKMUR
KABUPATEN ACEH BESAR

Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)


Telah Memenuhi persyaratan dan di setujui
Tanggal November 2015

Menyetujui dan mengesahkan


PEMBIMBING I

PEMBIMBING II

( Dra.Hj.Eulisa Fajriana,M.kes )

( Eristono,M.Si,M.Pd)

Mengetahui,
Direktur
AKBID Muhammadiyah Banda Aceh

Dra.Hj.Eulisa Fajriana,M.kes

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayahnya
penulis telah menyelesaikan laporan individu kebidanan komunitas di desa lambirah Kecamatan
Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar tanggal 09 November sampai 21 November 2015..
Penulis laporan ini untuk menggambarkan hasil dari KKL yang dilaksanakan. Dalam
penyusunan makalah ini penulis banyak mendapatkan hambatan dan rintangan, namun atas
bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan
individu kebidanan komunitas ini.
Untuk itu pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah penulis mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Ibu Dra.Hj.Eulisa Fajriana,M.kes selaku direktur Akbid Muhammadiyah Banda Aceh
dan dosen pembimbing yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk
melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan di Kecamatan Sukamakmur.
2. Bapak Camat, Kecamatan Sukamakmur yang telah memberikan izin kepada penulis
untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kebidanan Komunitas di
3.
4.
5.
6.

Kecamatan Sukamakmur.
Kepala Puskesmas yang telah memberikan bantuan dan bimbingan kepada penulis
dalam melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kecamatan Sukamakmur.
Bapak Keucik Desa Lambirah yang telah banyak membantu memberikan arahan
kepada penulis selama Kuliah Kerja Lapangan (KKL) .
Bapak T.Murhadi, SKM,M.pd dan Ibu Siti Hajar,SST,M.kes selaku koordinator
Praktek Belajar Lapangan
Bapak Eristino,M.Si,M.Pd selaku dosen pembimbing selama Kuliah Kerja Lapangan

di Desa Lambirah yang telah banyak membantu dan membimbing penulis.


7. Bidan Desa dan Kader serta seluruh warga Gampong Lambirah yang telah banyak
membantu penulis Kuliah Kerja Lapangan .
8. Ayahanda/Ibunda dan seluruh keluarga penulis tercinta atas jerih payahnya yang tidak
pernah letih dalam memberikan dorongan moral, material dan motivasi sehingga penulis
dapat menyelesaikan laporan ini.
9. Semua teman-teman kelompok 4 angkatan XIV Akbid Muhammadiyah yang telah
berpartisipasi dalam pembuatan laporan ini.

Penulis berusaha semaksimal mungkin, tapi masih terdapat kekurangan baik dalam
penulisan maupun penepatan kata-kata, untuk itu penulis mengaharapkan saran dan kritikan yang
bersifat restruktif demi perbaikan di masa yang akan datang.
Akhirnya Allah SWT memberikan balasan yang setimpal atas segala jasa baik yang telah
diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Mudah-mudahan laporan ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri.

Banda Aceh, November 2015


Penulis
(NUR SAFARINA)
NIM : 712403S13033

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Tujuan umum dan Tujuan Khusus
C. Manfaat
D. Metode
E. Langkah kerja
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Batasan komunitas/masyarakat
B. Tipe-tipe komunitas/masyarakat
C. Ciri-ciri Masyarakat Sehat
BAB III ASUHAN / MANAJEMEN KEBIDANAN
A. Data dan indentifikasi (Pengkajian)
B. Analisa data
C. Perumusan Masalah
D. Perioritas masalah
E. Perencanaan
F. Pelaksanaan
G. Evaluasi
BAB IV PEMBAHASAN KASUS
Asuhan Kebidanan pada Keluarga Tn. Nurdin
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
C. DAFTAR PUSTAKA
D. LAMPIRAN LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional yang ditujukan
kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi, dengan upaya
mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit, peningkatan
kesehatan, menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan
kebidanan
Sasaran pelayanan kebidanan komunitas Individu (ibu dan anak), keluarga dan
masyarakat. Tujuan dari pelayanan kebidanan komunitas adalah meningkatkan kesehatan
ibu dan anak balita di dalam keluarga sehingga terwujud keluarga sehat sejahtera dalam

komunitas tertentu Bidan berperan sebagai pendidik, pengelola, pelaksana, peneliti,


pemberdaya, advokat, kolaborator dan perencana. Jaringan kerja kebidanan komunitas
antara lain puskesmas/ puskesmas pembantu dimana bidan sebagai anggota tim, bisa juga
di Polindes, Posyandu, BPS ataupun rumah pasien sebagai pemimpin tim sekaligus
sebagai pengelola dan pelaksana.
Visi Indonesia Sehat

menurut SJS adalah terwujudnya

masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera,


maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara. Untuk mengukur
tingkat keberhasilan terwujudnya Visi Indonesia 2020.
B. Tujuan umum dan khusus
1. Tujuan umum
Dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seoptimal mungkin sehingga
dapat terciptanya suatu keadaan masyarakat yang adil dan makmur sejahtera

sesuai dengan tujuan pembangunan nasional.


Untuk dapat menurunkan terjadinya kanker payudara pada anak sejak dini.

2. Tujuan khusus
Mampu melaksanakan manajemen pada keluarga binaan.
Mampu mendorong masyarakat ataupun keluarga berperan serta dalam upaya

peningkatan derajat kesehatan dalam masyarakat.


Membantu keluarga mengenali sedini mungkin masalah kesehatan mereka.
Dapat menentukan dan menetapkan upaya penanggulangan dan akhirnya mampu
mengetahui sendiri masalah kesehatan keluarga.

C. Manfaat
1. Bagi institusi
Semoga dengan adanya laporan Kuliah Kerja Lapangan individu ini dapat dipakai
sebagai referensi dan laporan keadaan keluarga binaan di desa Lambirah
2. Bagi kebidanan komunitas
Sebagai bahan renungan dari berbagai masalah yang dihadapi dalam masyarakat
dan dapat dipakai sebagai alat untuk mencapai solusi bersama masyarakat.
3. Bagi keluarga binaan
Agar dapat mengetahui secara dini adanya masalah kesehatan di dalam keluarga
4. Bagi penulis

Dapat menambah wawasan kebidanan komunitas dan melatih penulis dalam


mengaplikasikan kemampuan bertindak secara efektif dan menjadi suatu
pengalaman yang berguna.
D. Metode
Adapun metode yang digunakan dalam pembuatan laporan keluarga binaan ini adalah :
1. Home visit
2. Observasi
3. Tanya jawab
4. Wawancara

E. Langkah kerja
Langkah-langkah yang ditempuh dalam asuhan keluarga berencana dan sadari pada
remaja di desa Lambirah kecamatan sukamakmur adalah sebagai berikut :
1. Mendata 2 kepala keluara yang ada di desa Lambirah
2. Mengkaji data dan memberikan binaan yang meliputi :
- Menjelaskan mengenai permasalahan yang sedang dialami keluarga
- Menjelaskan cara mengatasi masalah yang ada dalam keluarga
- Memberikan informasi dan solusi pada masalah keluarga binaan
- Memberitahukan keluarga melakukan penanganan penyakit dengan segera ke
pelayanan kesehatan
- Mejelasjan penting nya hidup sehat dan menurunkan angka kesakitan
3. Dari data yang penulis kaji selama ini penulis mengambil dua keluarga yang
bermasalah yang akan dijadikan keluarga binaan.

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Keluarga
1. Menurut Departemen Kesehatan RI (1988) dalam Ali (2010), keluarga adalah unit
terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang
berkumpul serta tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling
bergantung.
2. Ali (2010) mengatakan keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung
karena hubungan darah, perkawinan, dan adopsi dlam satu rumah tangga, yang
berinteraksi satu dengan lainnya dalam peran dan menciptakan serta mempertahankan
suatu budaya.
3. Menurut BKKBN (1999) dalam Sudiharto (2007) keluarga adalah dua orang atau
lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perkawinan yang sah, mampu memenuhi
kebutuhan hidup spiritual dam materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan, memiliki
hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat
serta lingkungannya.
B. Batasan keluarga
1. Pemegang kekuasaan dalam keluarga
- Patriokal
: yang memegang kekuasaan dalam keluarga di pihak ayah.
- Matriokal
: yang memegang kekuasaan dalam keluarga dipihak ibu.
- Equatarian
: yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu.
2. Peranan keluarga
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal,sifat, kegiatan
yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan kondisi tertentu berbagai
perasaan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut :
- Peranan Ayah

Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anaknya. Berperan sebagai pencari nafkah,
pendidik, pelindung, dan pemberian rasa aman sebagai kepala keluaga dan
sebagai anggota dari kelompok social serta sebagai anggota masyarakat dari
-

lingkungannya.
Peranan Ibu
Ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anak, ibu mempunyai peranan untuk mengurus
rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya serta pelindung dan
sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta anggota masyarakat dari
lingkungannya, disamping itu juga berperan sebagai pencari nafkah tambahan

bagi keluarganya.
Peranan Anak
Anak-anak melaksanakan

peranan

psiko/social

sesuai

dengan

tingkat

perkembangannya baik fisik, mental, social, dan spiritual.


3. Fungsi keluarga
Ada 8 fungsi keluarga menurut BKKBN
1. Fungsi keagamaan
Yaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain
dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa
ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di
dunia ini. Keluarga sebagai tatanan sosial terkecil dalam masyarakat memiliki fungsi
sebagai tempat memperkenalkan dan mengajarkan kepercayaan akan keber-Tuhanan.
Keluarga berperan untuk membentuk generasi masyarakat yang agamis, yang
beriman, dan percaya terhadap keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.
2. Fungsi sosial budaya
Dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuknorma-norma tingkah
laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya
keluarga
3. Fungsi cinta kasih

Diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta memberikan
perhatian diantara anggota keluarga . Dalam satu keluarga, diharapkan akan saling
memberikan perhatian dan kasih sayang. Dengan berlimpahnya kasih sayang,
diharapkan akan terbentuk manusia-manusia yang memiliki kecerdasan emosional
yang baik sehingga tercipta keluarga yang berkualitas, dan seterusnya akan terbentuk
generasi-generasi yang berkualitas sehingga akan menciptakan suasana yang nyaman
dalam sebuah kehidupan bermasyarakat.
4. Fungsi melindungi
Bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidakbaik, sehingga
anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman . Keluarga menjadi satu tempat
yang memberikan perlindungan yang nyaman bagi anggotanya. Melindungi setiap
anggotanya dari tindakan-tindakan yang kurang baik. Sehingga anggota keluarga
merasa nyaman dan terlindung dari hal-hal yang tidak menyenangkan.
5. Fungsi reproduksi
Merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan,memelihara dan
membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga . Keluarga sebagai
tempat pendidikan pertama bagi anak-anak generasi penerusnya. Sebuah keluarga
idealnya mampu menjadi tempat dimana terjadi interaksi yang mendidik. Suami
terhadap istri, atau orang tua terhadap anak-anaknya. Memberikan pendidikan pada
anak-anak sesuai dengan tahapan usia adalah salah satu fungsi pendidikan dalam
sebuah keluarga. Fungsi ini merupakan fungsi yang paling hakiki dalam sebuah
keluarga karena harus dapat melanjutkan keturunannya dan yang diharapkan adalah
keturunan yang berkualitas. Memelihara, membesarkan anak, dan merawat keluarga
juga termasuk dalam fungsi reproduksi ini.
6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengancara mendidik anak sesuai
dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak.Sosialisasi dalam keluarga
juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggotamasyarakat yang baik .
Keluarga sebagai basis untuk membentuk generasi yang mengerti aturan sosial.
Mengenai norma-norma yang berlaku di masyarakat, mengenai aturan-aturan tak
baku bagaimana cara bersosialisasi terhadap sesama manusia, bagaimana menghargai

alam, dan kehidupan sosial. Diharapkan anak-anak, sebagai generasi penerus dari
sebuah keluarga, diberikan pendidikan mengenai tingkah laku sesuai dengan fase
perkembangan mereka.
7. Fungsi ekonomi
Adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan darisebuah keluarga.
Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber penghasilanuntuk
memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga
untukmemenuhi kebutuhan keluarga, dan menabung untuk memenuhi kebutuhan
keluarga dimasa datang.
8. Fungsi pembinaan lingkungan
Adalah menciptakan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan masyarakat sekitar
dan alam. Seperti fungsi-fungsi lainnya, fungsi pelestarian lingkungan merupakan
satu dari delapan fungsi keluarga. Dalam fungsi ini, keluarga memberikan
pengetahuan mengenai norma terhadap lingkungan sehingga diharapkan generasi
penerus keluarga tersebut akan lebih santun terhadap alam dan lingkungannya.
C. Struktur keluarga
Struktur keluarga terdiri dari :
1. Patrileneal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari anak saudara sedarah dalam
beberapa generasi dimana hubungan itu di susun melalui jalur garis ayah
2. Matrialineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam
beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu
3. Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga suami
4. Patrilokal adalah sepasang suami isrti yang tinggal bersama keluarga istri
5. Keluarga kawin adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan
keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya
hubungan suami dengan istri
D. Tipe atau Bentuk Keluarga
1.Keluarga inti ( Nuclear family ) adalah keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan anak
2. Keluarga besar ( Extended family ) adalah keluarga inti ditambah sanak saudara
3. Keluarga berantai ( Serial family ) adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria
yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan keluarga inti

4.Keluarga janda atau duda ( Single family ) adalah keluarga yang terjadi karena
perceraian atau kematian
5.Keluarga berkomposisi adalah keluarga yang perkawinan nya berpoligami dan hidup
secara bersama
6.Keluarga kabitas adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tapi membentuk
satu keluarga
E. Ciri Ciri Keluarga
1.Suami sebagai pengambil keputusan
2.Merupakan suatu kesatuan yang utuh
3.Berbentuk monogram
4. Bertanggung jawab
5. Pengambilan keputusan
6. Meneruskan nilai nilai budaya bangsa
7. Ikatan keluarga yang sangat erat
8. Mempunyai semangat gotong royong
F. Ciri-ciri keluarga sehat
Keluarga sehat adalah kondisi yang mendorong terwujudnya keluarga sejahtera gambaran
keluarga sehat dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Anggota keluarga dalam kondisi sehat fisik,mental,maupun sosial
2. Cepat meminta bantuan kepada tenaga kesehatan atau unit pelayanan kesehatan
bila timbul
3. Dirumah tersedia kotak berisi obat-obatan sederhana untuk P3k.
4. Tinggal dirumah dan lingkungan yang sehat
5. Selalu memperhatikan perkembangan kesehatan keluarga dan masyarakat.
BAB III
MANAJEMEN KEBIDANAN PADA KELUARGA Tn.E DI DESA LAMBIRAH
KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
A. Data dan Identifikasi
1. Biodata
Nama KK
: EDI AHYAR
Umur
: 32 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Petani
Suku Bangsa
: Aceh
Alamat
: Desa Lambirah
2. Nama anggota keluarga

No
1.
2.

3.

Nama
Nurul Fitria
Tazkiatun

Umur
27 thn
6 thn

L/P
P
P

Pendidikan
Pekerjaan
Agama
SMA
IRT
Islam
Belum tamat Tidak/Belum Islam

Nafisa

SD/Sederaja

M.Zaffran

t
Tidak/Belum Tidak/Belum Islam

1 thn

Al-Khair

Bekerja

Sekolah

Bekerja

3. Genogram Dalam Keluarga


Suami

Istri

Keterangan :
: Laki-Laki

: anak laki-laki

Ket

: Perempuan

: anak perempuan

4. Kegiatan sehari - hari


a. Kebiasaan tidur
Tn.E tidak pernah tidur siang, tidur malam 6 jam perhari
Ny.N tidur siang kadang-kadang, tidur malam 7 jam perhari
Nn.TN tidur siang kadang kadang, tidur malam 8 jam perhari
Ab.MZ tidur siang 2 Jam, tidur malam 8 jam perhari
b. Kebiasaan makan
Semua anggota keluarga makan 3x sehari dengan makanan pokok beras, lauk
pauk sesuai kemampuan keluarga (tahu, tempe, daging, telur dan buah-buahan
kadang kadang),namun dalam keluarga tidak selalu makan secara bersama
sama, karena kesibukan masing masing.
c. Pola Eliminasi
Seluruh anggota keluarga menyatakan BAB 2x/ hari dan BAK 5x/ hari.
d. Pola kebersihan perorangan/ personal hygiene
1.Tn.Z mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali sehari
2.Ny.N mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana dalam 2 kali
perhari, ganti pakaian 2 kali perhari
3.Nn.Tn mandi 2 kali perhari , gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana dalam 2 kali
perhari, ganti pakaian 2 kali perhari
4.Ab.Mz mandi 3 kali perhari, ganti pakaian 4 kali perhari
e. Pola kebiasaaan merokok
Tidak ada anggota keluarga yang merokok
Tidak ada waktu khusus untuk berolahraga
f. Penggunaan waktu senggang
Tn.E menggunakan waktu senggang untuk duduk-duduk bersama temantemannya di keude, Ny.N menggunakan waktu senggang untuk istirahat dan
duduk bersama tetangga, anak-anak menggunakan waktu senggang untuk
bermain.Waktu untuk berkumpul biasanya pada malam hari, di saat seluruh
anggota keluarga berada di rumah.
g. Rekreasi keluarga
Dapat dikatakan bahwa keluarga ini jarang melakukan rekreasi.
h. Keadaan social ekonomi
Penghasilan Tn.N RP. > 500.000,-/bulan dan Ny.E hanya mendapatkan uang
dari suami untuk kebutuhan sehari-hari.

5. Situasi rumah
a. Rumah milik sendiri

3
5

Ket

:
1,2,3

: Kamar Tidur

: Ruang Tamu

: Teras

: Dapur

: Kamar Mandi
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Jenis rumah
: semi permanen
Atap rumah
: seng
Lantai rumah
: semen dan papan
Ventilasi
: baik, ada jendela dan pintu terbuka pada siang hari
Kebersihan dan kerapian : baik
Pembuangan sampah
: terbuka dan dibakar
Sumber air yang di pergunakan untuk keperluan sehari hari : air sumur
1) Penggunaan air minum
: di beli (isi ulang)
2) Tempat penyimpanan air
: tertutup
3) Pengurasan tempat air minum : 1 minggu 2 kali
4) Kualitas air
: tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa
i. Saluran pembuangan air limbah (SPAL) : terbuka
1)Jarak sumber pembuangan limbah : lebih dari 10 meter dari sumur
2)Keadaan : terpelihara
j. Jamban : Ada
1) Kondisi : terpelihara

2) Jarak jamban dengan sumber air 10 meter


k. Kandang ternak : tidak ada
l. Pemanfaatan perkarangan : untuk jemuran pakaian
m. Pemanfaatan fasilitas kesehatan : bila ada anggota keluarga yang sakit diperiksa
di bidan desa atau di puskesmas
n. Keluarga mempunyai asuransi JKA
6. Keadaan kesehatan keluarga
a. Riwayat perkawinan : lamanya 8 tahun dan merupakan perkawinan pertama
buat Tn.E dan Ny.N dan memiliki anak Ab.MZ, Nn.TN
b. Riwayat kehamilan persalinan, masa lalu : Ny.N mengatakan ke 2 anaknya di
dilahirkan dipuskesmas dengan usia kehamilan 9 bulan dan persalinan
berjalan lancar.
c. 6 bulan terakhir tidak ada anggota keluarga yang sakit. Pengambilan
keputusan dalam keluarga berdasarkan kesepakatan adalah suami dan didalam
6 bulan terakhir tidak ada kematian.
d. Dan ibu tidak mempunyai masalah dalam sistem refroduksinya, ibu
menggunakan alat kontrasepsi yaitu KB suntik sudah 2

tahun

menggunakanya,namun ibu mengatakan masih kurang pemahaman tentang


pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulanan dan efek sampingnya dan
tempat pelayanannya yaitu di puskesmas.
7. Riwayat KB
Setelah melahirkan anak pertamanya Ny.N memakai KB suntik 3 bulanan ( Depofem)
8. Fungsi keluarga
Fungsi keluarga berjalan dengan baik dan harmonis. Namun terkadang masih nampak
kurang kebersamaan dalam keluarga, namun hal tersebut dapat dipahami keluarga
mengingat aktivitas mereka yang berbeda-beda.

9. Stress dan koping


NY. N tidak pernah mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan khususnya tentang
efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.
10. Komunikasi
Bahasa yang digunakan sehari hari adalah bahasa aceh, hubungan antar keluarga
cukup harmonis, begitu juga dengan tetangga. Sarana komunikasi dalam keluarga
adalah radio, televisi,VCD dan handphone.

11. Transportasi
Keluarga Tn.E dalam kegiatan sehari hari menggunakan transportasi sepeda motor
milik sendiri.
12. Pada data kajian rumah tangga sehat, kadarzi dan kematian wanita usia subur diperoleh
data bahwa untuk indikator PHBS dengan pengisian tidak pada indikator jaminan
pemeliharaan kesehatan, tidak merokok dalam rumah Ya, pada indikator persalinan
oleh tenaga kesehatan Ya, memberikan ASI Ya, ketersediaan air bersih Ya,
ketersediaan jamban Ya , kesesuaian luas lantai dengan penghuni, lantai rumah
bukan dari tanahYa, cuci tangan pakai sabunya, rumah bebas jentik Ya, makan
sayur dan buah tiap hari Ya, aktivitas fisik/olah raga setiap hari Ya. Sehingga
rumah tangga Tn.E termasuk rumah tangga sehat, karena tidak ada indikator yang
berisi tidak. Serta tidak ada kematian wanita usia subur pada usia 10-49 tahun.
Setelah dianalisa dari data keluarga dari Tn. E , maka ditemukan adanya
masalah pada Ny. N sehingga harus diberikan asuhan yang dilakukan mencakup
tentang informasi yang mendetail mengenai penggunaan alat kontrasepsi KB Suntik 3
bulanan.
A. Asuhan Pada Tn.E
I Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 10-11-2016 bertempat di rumah Tn.E Kecamatan Sukamakmur Kabupaten
aceh Besar, dilakukan pemeriksaan fisik pada Tn.E, umur 32 tahun,Tn.E tidak mengeluh adanya
penyakit yang diderita dan pola hidup, Tn.E sehat, tidak merokok didalam rumah dan tidak ada
kebiasaan buruk lainnya.

b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : baik
Kesadaran

: composmentis

TTV

: T D: 120/80 mmHg

S : 36,5 C

TB: 170 C

N : 78x/m

RR : 22x/m

BB: 69 K

Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah

: oval, simetris, tidak ada oedema

Mata

: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih

Hidung

: bersih

Telinga

: bersih

Mulut dan gigi : tidak ada stomatitis, tidak ada caries


Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

Ketiak

: tidak ada pembesaran kelenjar limfe

Dada

: simetris

Perut

: datar, hati dan limfa tidak teraba

Punggung

: lordosis

Genetalia

: tidak di periksa

Ekstremitas

: tidak oedem, tidak sianosis

Postur tubuh
II.

: tinggi, berisi

Interpretasi Data
Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka didapatkan

diagnosa sebagai berikut : Tn. E dalam keadaan baik, dengan dasar mengatakan tidak ada
penyakit yang dialami dan tidak mengalami masalah.
III.

Masalah Potensial

Tidak Ada
IV.

Penetapan Kebutuhan akan Tindakan Segera/Kolaborasi

Tidak Ada
V.

Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu beritahu ibu dan keluarga

dokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan temuan di SOAP.


VI.

Pelaksanaan
Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan

hasil pemeriksaan saat ini kepada Tn.E bahwa Tn.E dalam keadaan baik, TD : 120/80 mmHg
S : 36,5 C, N : 78x/m, RR : 22x/m, TB : 170 Cm, BB: 68 Kg Mendokumentasikan semua
asuhan yang telah diberikan dan seluruh hasil pemeriksaan.
VII.

Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan maka dilakukan evaluasi dengan hasil, Tn.A mengerti semua

pemeriksaan yang telah dilakukan, semua asuhan telah didokumentasikan.

Catatan Perkembangan Tn.E pada Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 11 November 2015 Pukul 09.00 WIB
Subjektif :
Satu hari kemudian Tn.E tidak mengeluh apa-apa, dan setelah diperiksa tidak ada masalah.
Objektif
Pemeriksaan Fisik
Ku : Baik

:
Kesadaran : Composmentis

TD : 120/80 mmHg

Nadi

: 82 x/menit

RR : 22 x/menit

Suhu

: 36 0C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Assesment :
Diagnosa

: Tn.E dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning
1. Memberitahukan Tn.E hasil pemeriksaan
2. Memberitahukan Tn.E hasil pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Tn.E baik-baik saja, TD :
120/80 mmHg, N : 82x/menit, R : 22 x/menit, S :36 C, Tn.A mengerti akan kondisinya.
3. Menganjurka Tn.E agar tetap menjaga kesehatannya dan pola hidup yang sehat.
4. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah diberikan,

B. Asuhan Pada Ny. N


I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 11 november 2015 bertempat di rumah Tn.E Kecamatan Sukamakmur

Kabupaten Aceh Besa dilakukan pemeriksaan fisik pada Ny.N, umur 27 tahun, ibu mengatakan
memakai alat kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan, Ibu mengeluh tidak haid selama pemakaian alat
kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.
b. Pemeriksaan Fisik
K/u

: Baik

Kesadaran
TTV

: Composmentis
: TD: 120/70 mmHg
N : 75x/m

S : 36,5 C

RR : 22x/m

TB : 155Cm

BB : 54 Kg

Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah

: oval, simetris, tidak ada oedema

Mata
Hidung
Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung
Genetalia
Ekstremitas
Postur tubuh

: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih


: bersih
: bersih
: tidak ada stomatitis, tidak ada caries
: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
: tidak ada pembesaran kelenjar limfe
: simetris. Payudara tidak ada bermasalah
: datar, hati dan limfa tidak teraba
: lordosis
: tidak di periksa
: tidak oedem, tidak sianosis
: tinggi, berisi

II. Interpretasi Data.


Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka didapatkan diagnosa
sebagai berikut Ny.N dalam keadaan baik, dengan dasar mengatakan tidak ada penyakit yang
dialami. Masalah yang ditemukan yaitu Ny.N mengalami gangguan pola haid selama pemakaian
alat kontrasepsi KB suntik.
III. Masalah Potensial
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami Ny.N serta
menentukan kebutuhan untuknya, maka selanjutnya adalah mengantisipasi masalah bahwa ibu
tidak mengalami haid selama pemakaian alat kontrasepsi KB Suntik. Sehingga ibu merasa
gelisah dengan alat reproduksinya.
IV. Penetapan Kebutuhan Akan Tindakan Segera/Kolaborasi

Melakukan tindakan dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain atau bidan agar masalah tidak
terjadi lebih lanjut.
V. Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, dilakukan perencanaan yaitu memberitahu ibu hasil pemeriksaan
saat ini dan rencana asuhan selanjutnya, berikan penkes dan pengetahuan lebih mendetail tentang
KB suntik sehingga pengetahuan ibu lebih mendalam dan pemahaman lebih mendetail,
dokumentasikan hasil pemeriksaan.
VI. Pelaksanaan
1. Pelaksanaannya adalah memberitahu ibu hasil pemeriksaan saat ini dan rencana asuhan
selanjutnya.

memberitahukan hasil pemeriksaan saat ini kepada Tn. bahwa Ny.N

dalam keadaan baik, TD: 120/70 mmHg,S : 36,5 C, TB : 155Cm, N : 75x/m , RR : 22x/m ,
BB : 54 Kg
2. Memberikan ilmu dan pengetahuan tentang tidak haid selama pemakaian alat kontrasepsi KB
suntik 3 bulanan dan penjelasan yang mendalam tentang KB suntik 3 bulanan,dokumentasikan
hasil pemeriksaan.
VII. Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan, maka dilakukan evaluasi dengan hasil ibu telah diberitahu dan
mengerti tentang keadaannya saat ini dan mengapa tidak haid selama pemakaian alat kontrasepsi
KB suntik 3 bulanan . Ibu mengerti dan memahami akan penjelasan yang telah disampaikan
dan ibu tidak ragu-ragu lagi dalam pemakaian alat kontrasepsi yang sedang di pakai tersebut.
Hasil pemeriksaan telah terdokumentasi.

1. Catatan Perkembangan Ny.N Kunjungan Kedua (SOAP)

Tanggal 16 November 2015 Pukul 10.00 WIB


Subjektif:
Satu hari kemudian ibu diperiksa kembali.
Objektif:
KU: baik

Kesadaran: Compos mentis

TD: 120/70 mmHg

S : 370C

RR: 21 x/menit

Nadi: 80 x/menit

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Diagnosa

: Ny.N dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning:
1. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan, memberitahukan Ny.N hasil pemeriksaan saat ini
bahwa keadaan Ny.N baik-baik saja, TD : 120/70 mmHg, N : 80 x/menit, R : 21 x/menit, S :
37 C, Ny.N mengerti akan kondisinya.
2. Memberitahu Ny.N bahwa pola haid tidak teratur hal yang normal selama pemakaian alat
kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan
3. Memberitahuan ibu agar tidak cemas dan gelisah dengan pemakaian alat kontrasepsi yang
sedang digunakan.

4. Menjadwalkan kunjungan ulang, menjadwalkan kunjungan ulang untuk pemeriksaan, 5 hari


kemudian Ny.N diperiksa kembali.

5. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah diberikan,

2. Catatan Perkembangan Ny.N Kunjungan Ketiga (SOAP)


Tanggal 17 November 2015 Pukul 10.30 WIB
Subjektif :
5 hari kemudian ibu diperiksa kembali,
Objektif:
KU: baik

Kesadaran: Compos mentis

TD: 110/70 mmHg

S : 37 0C

RR: 23 x/menit

Nadi:78 x/menit

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Diagnosa

: Ny.N dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning:
1. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan, memberitahukan Ny.N hasil pemeriksaan saat ini
bahwa keadaan Ny.N baik-baik saja, TD : 110/70 mmHg, N : 78 x/menit, R : 23 x/menit,
S :37 C, Ny.N mengerti akan kondisinya.
2. Menganjurkan Ny.N untuk makan makanan yang bergizi dan sayuran untuk memenuhi
kebutuhan energi ibu sehari hari.
3. Memberitahukan iu tentang efek samping pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulanan

4. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah diberikan.

3. Catatan Perkembangan Ny.N Kunjungan Keempat (SOAP)


Tanggal 18 November 2015 Pukul 10.00 WIB
Subjektif:
Ibu merasakan dirinya baik-baik saja dan tidak ada masalah lain.
Objektif:
KU: baik

Kesadaran ; Composmentis

TD : 110/80 mmhg

Nadi: 80x/menit

RR: 21 x/menit

S : 36,60C

BB : 60 Kg

TB : 155 cm

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Diagnosa

: Ny.N dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning:
1. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan, memberitahukan Ny.N hasil pemeriksaan saat ini
bahwa keadaan Ny.N baik-baik saja, TD : 110/80 mmHg, N : 80 x/menit, R : 21 x/menit,
S :36.6 C, Ny.N mengerti akan kondisinya.
2. Menganjurkan Ny.N untuk istirahat dalam waktu yang cukup ,konsumsi buahsayur dan susu.
3. Memberitahukan bahwa pola haid ibu akan teratur kembali setelah tidak memakai lagi lat

kontrasepsi KB suntik 3 bulanan


4.Menjelaskan kepada ibu cara kerja hormon KB suntik 3 bulanan
5.Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah diberikan,

C. Asuhan pada Nn.Tn


I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 12 november 2015 bertempat di rumah Tn.E Kecamatan Sukamakmur

Kabupaten Aceh Besar dilakukan pemeriksaan fisik pada Nn 6 tahun, Nn.Tn mengaku tidak ada
keluhan.
b. Pemeriksaan Fisik
K/u

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

TTV

Kepala
Wajah
Mata
Hidung
Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung
Genetalia
Ekstremitas
Postur tubuh
II. Interpretasi Data

: TD: tidak dilakukan S : 36,5 C

TB : 110 cm

N : 69x/m
RR : 23x/m BB : 20 kg
: bulat, rambut hitam dan lurus
: oval
: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih
: bersih
: bersih
: tidak ada stomatitis, tidak ada caries
: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
: tidak ada pembesaran kelenjar limfe
: simetris.
: datar, hati dan limfa tidak teraba
: lordosis
: tidak di periksa
: normal
: tinggi , kurus

Setelah dilakukan pengkajian data subjektif dan objektif, maka didapatkan diagnosa sebagai
berikut Nn.Tn Tidak ada masalah
III.

Potensial Masalah

Tidak ada
IV. Tindakan Segera
Tidak ada
V. Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu beritahu ibu dan keluarga
dokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan temuan di SOAP.
VI. Pelaksanaan
1. Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan.
Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan
hasil pemeriksaan saat ini kepada Tn.A dan Ny.N bahwa Nn. Tn dalam keadaan N : 69
x/menit, R : 23 x/menit, S : 36.5 C, BB 20 kg, TB 110 cm.
2. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh hasil pemeriksaan.
VII. Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu ibu telah mengerti dan Paham, atas semua penjelasan
tentang pemeriksaan fisik yang telah dilakukan pada anaknya.

Catatan Perkembangan Nn.Tn Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 19 november 2015 Pukul 09.00 WIB
Subjektif:
Ibu merasakan anak nya baik.

Objektif:
KU: baik

Nadi: 69 x/menit

RR: 22x/menit

S: 36 0C

BB: 21 kg

PB: 110 cm

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Anak berusia 6 tahun, normal dan sehat.
Planning:
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan, memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa Nn.Tn
dalam keadaan baik, sehat, ibu mengerti.
2. Memberitahukan ibu agar anaknya terus dijaga kesehatannya dan mengatur pola makan yang
sehat agar gizi pada anak tetap baik.
3. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan, hasil pemeriksaan telah didokumentasikan.

D. Asuhan pada Ab.Mz


I.

Pengkajian Data
Balita Ny.N dan Tn.E berumur 1 tahun, lahir 11 November 2014 pukul 09.00 WIB lahir

secara spontan dengan jenis kelamin laki-laki. Riwayat persalinan dan nifas: persalinan normal
ditolong oleh bidan, lama persalinan 1 jam , keadaan air ketuban jernih, keadaan plasenta utuh
dan lengkap. Pemeriksaan fisik bayi: keadaan umum baik, refleks menghisap dan menelan bayi
baik dan kuat. Pada bagian kepala ubun-ubun besar dan kecil tidak ada kelainan. Mata simetris,
lubang hidung ada, tidak ada keluaran dari kedua lubang hidung, tidak ada pernafasan cuping

hidung. Telinga simetris, hubungan letak dengan mata sedikit lebih atas tulang rawan lentur.
Mulut simetris, bibir lembab warna merah muda, sumbing tidak ada, palatum keras, reflekks
putting susu ada, refleks suckling ada, refleks menelan ada. Leher tidak ada pembesaran kelenjar
getah bening, pergerakan tidak kaku. Dada simetris, pernafasan normal, bunyi jantung regular,
putting susu menonjol keluar, tidak ada bunyi jantung dan paru tambahan, refleks morro ada,
perut tidak kembung, abdomen simetris, tidak ada pembesaran hepar, tidak ada penonjolan
sekitar umbilikal, perut keras saat menangis. Punggung simetris, tidak ada penonjolan dan
cekungan. Ekstremitas atas dan bawah bergerak aktif dengan jumlah jari lengkap. Kulit tidak
ada tanda-tanda lahir warna merah.
Pemeriksaan antropometri BB 3,5 gram dengan panjang 49 cm, lingkar badan 32 cm, lila 9
cm. Pola BAB 1 kali sudah saat lahir dengan warna kehitaman konsistensi lunak berbau khas.
Sudah BAK, bayi diberikan ASI tanpa pendamping apapun dengan frekwensi 7 x/hari.
II. Interpretasi Data
Setelah dilakukan pengkajian data subjektif dan objektif, maka tidak ada ditemukan masalah
pada balita.
III. Potensial Masalah
Tidak Ada
IV. Tindakan Segera
Tidak ada
V. Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu beritahu ibu dan keluarga hasil
pemeriksaan, dan berikan penkes tentang Asi dan MP-ASI mengenai makanan yang bergizi di

berikan kepada balita agar gizi balita tetap bagus dan pertumbuhan balita tetap berjalan dengan
baik dan normal.
VI. Pelaksanaan
Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan,
memberitahu ibu bahwa balita diberikan makanan yang mengandung protein dan bervitamin
seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, ikan dan yang banyak mengandung omega 3 untuk
kecerdasan otak anak dan terus diberikan ASI pada balita maksimal sampai umur 2
tahun.dokumentasikan hasil pemeriksaan.
VII. Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu ibu telah mengerti dan paham, serta dapat
mengulangi kembali apa yang telah disampaikan oleh mahasiswi kebidanan dan ibu mau
melaksanakannya. Ibu mau memberikan makanan sayuran buah dan makanan yang banyak
mengandung omega 3 pada balita agar tumbuh kembang balita baik.Dokumentasikan hasil
pemeriksaan.
Catatan Perkembangan Ab.Mz Kunjungan Kedua (SOAP)
Tanggal 11 November 2015 Pukul 10.00 WIB
Subjektif:
Ibu merasakan balita tidak ada masalah .
Objektif:
KU : baik

Nadi: 80x/menit

Rr : 39x/menit

BB : 10 kg

PB : 70 cm

Assesment :

: 36,60C

Diagnosa

: Ab.Z dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning
1. Memberitahukan kepada orang tuanya hasil pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Ab.Mz
baik-baik saja, N : 80 x/menit, Rr :39 x/menit, S :36,s C, dan kedua orang tuanya mengerti.
2. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah diberikan,
mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah diberikan.

Asuhan Keluarga Binaan Pada Keluarga Tn.E di Desa Lambirah


Hari

:1

Tanggal : 10 november 2015


No Masalah
1

Perencanaan
Datang ke rumah
keluarga binaan

Pelaksanaan
Memberi salam
Memperkenalkan diri
Menyampaikan dan

Evaluasi
Menjawab

salam
Ibu

mendengar
Ibu menerima

menjelaskan maksud
tujuan kedatangan
yaitu untuk membina

dan bersedia

dan memberikan

menjadi

penyuluhan kesehatan

keluarga

khususnya dalam

binaan

bidang kebidanan.
2

Kontrak waktu untuk

penulis.
Ibu mengatakan

pertemuan selanjutnya

tanggal 16 november
2015 jam 14.30 WIB

Hari

:2

Tanggal : 16 november 2015


No
1

Masalah
KB Suntik 3
bulanan

Perencanaan
Penyuluhan tentang :
1. Pengertian Kontrasepsi KB Suntik 3
bulanan
2.
3.
4.
5.

Pelaksanaan
Memberi

Evaluasi
Ibu mengerti

penyuluhan

dan

kepada ibu

memahami

Jenis jenis KB Suntik 3 bulanan


tentang :
Efek samping KB Suntik 3 bulanan
Pentingnya
Cara kerja KB suntik 3 bulanan
Keuntungan dan kerugian KB Suntik 3
memakai

bulanan
6. Indikasi dan kontraindikasi KB Suntik

alat

3 bulanan

7. Waktu mulai pemberian KB Suntik 3


bulanan
8. Dilakukan pada siapa saja Kontrasepsi
KB Suntik 3 bulanan
9. Cara
penanggulangan

kontrasepsi
Penyebab
terjadinya
perubahan
berat badan

terjadinya

dan efek

komplikasi kontrasepsi KB Suntik 3

samping

bulanan
10. Kunjungan ulang kontrasepsi KB
Suntik 3 bulanan

lainnya
Mencegah
terjadinya

dengan
penyuluhan
yang sudah
disampaikan.

permasalaha
n pada alat
reproduksi

ibu
Manfaat
memakai
alat
kontrasepsi
suntik 3

bulan
Cara kerja
KB Suntik 3

bulanan
Suntik
dilakukan
setiap 3
bulan sekali

Kontrak waktu untuk penyuluhan ulang

Ibu
mengatakan
tanggal 17
november
2011 jam
14.30 WIB

Hari

:3

Tanggal : 17 november 2015


No
1

Masalah

Perencanaan
Penyuluhan ulang

Pelaksanaan
Menjelaskan kembali tentang

Evaluasi
Ibu mengatakan bahwa

cara kerja hormon pada

ia sudah mengerti dan

suntik KB 3 bulanan dan

mengetahui hormone

manyakan ibu apakah sudah

yang bekerja pada kb

mengerti mengenai KB suntik suntik 3 bulanan.


2

Penyuluhan ulang

3 bulanan.
Menganjurkan dan

Ibu mengerti dan mau

mengingatkan ibu untuk

melakukan apa yang

tepat waktu melakukan

telah disampaikan.

penyuntikan KB suntik 3
bulanan ulang dan jangan
terlambat
Hari

:4

Tanggal : 18 november 2015


No
1

Masalah

Perencanaan
Penyuluhan ulang

Pelaksanaan
Menjelaskan kepada ibu

Evaluasi
Ibu mengatakan bahwa

tentang masalah tidak

ia sudah mengerti dan

mendapatkan haid selama

mengetahui hormone

memakai alat kontrasepsi KB

yang bekerja pada kb

Suntik 3 bulanan.Bahwa ada

suntik 3 bulanan.

2 hormon yang bekerja yaitu


2

Penyuluhan ulang

progesterone dan estrogen.


Mengkaji ulang pengetahuan

-Ibu menjawab

ibu tentang efek samping kb


suntik 3 bulanan.Menanyakan -Ibu mengatakan sudah
kepada ibu apakah masih ada

mengerti dan jelas

yang belum jelas atau ada


yang ingin di tanyakan

Hari

:5

Tanggal : 19 november 2015


No
1

Masalah

Perencanaan
Penyuluhan ulang

Pelaksanaan
Menjelaskan kembali kepada

Evaluasi
Ibu mengatakan bahwa

ibu penyuluhan tentang

ia sudah mengerti dan

semua materi kontrasepsi KB

mengetahui dengan

Suntik 3 bulanan.

sangat jelas mengenai

Mengkaji ulang pengetahuan

KB suntik 3 bulanan.

ibu apakah ibu sudah


memahami tentang semua
penyuluhan KB Sutik 3
bulanan yang telah di
2

Penyuluhan ulang

sampaikan
Memberitahu ibu efek
samping tersebut tidak
berbahaya, namun apa bila
terjadi komplikasi atau

-Ibu menjawab dan mau


melakukannya apa
yang
telah disampaikan

mengganggu kesehatan dan


aktifitas, ibu dianjurkan untuk -Ibu mengatakan sudah
memeriksakan ke pelayanan

mengerti dan sangat

kesehatan.

jelas mengenai
penyuluhan KB Suntik

Menanyakan kepada ibu


apakah ada yang ingin
ditanyakan dan sudah
mengerti
B. Analisa Data
Masalah kesehatan yang ada dalam keluarga Tn.E antara lain kurangnya
pengetahuan ibu tentang KB suntik 3 bulanan. Dalam pelaksanaan pembinaan terhadap
keluarga Tn.E tenaga kesehatan umumnya, dan bidan pada khususnya harus bekerjasama
dengan keluarga untuk membahas masalah yang timbul dan memikirkan alternatif
pemecahan masalahannya.
C. Perumusan Masalah
Dari data dan analisa yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa
permasalahan yang muncul sebagian besar disebabkan karena kurangnya pengetahuan
tentang kesehatan.

i.

Adapun masalah yang ada pada keluarga Tn.E adalah sbb:


Ibu tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek sampan KB Suntik 3 bulanan dari
tenaga kesehatan
D. Prioritas Masalah
1. Prioritas masalah tentang kurangnya pengetahuan ibu tentang KB Suntik 3 bulanan
N

Criteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

o
1.

Sifat masalah ancaman kesehatan

1/3x1

1/3

Krisis yang ada


berhubungan dengan
perubahan
yang
terjadi terhadap efek
samping
alat
kontrasepsi.
Yang
sebenarnya
membutuhkan
informasi mengenai
KB Suntik 3 bulanan
dan
penyebab
terjadinya
efek
samping tersebut.
Masalah sebenarnya
dapat di rubah tetapi
secara
bertahap
(sebagian ) sesuai
dengan pemahaman
keluarga.
Masalah
dapat
dicegah
dengan
pelayanan kesehatan
Ibu merasakan tidak

2.

Kemungkinan masalah dapat


diubah

2/3x1

2/3

3.

Potensi masalah untuk di cegah

3/3x1

4.

Penonjolan masalah

0/2x1

ada masalah dalam


dirinya.
Total skor
2
Berdasarkan prioritas masalah dan hasil pembobotan masalah kesehatan pada keluarga Tn.E
adalah sebagai berikut:

Prioritas : Ibu tidak pernah mendapatkan informasi tenatng efek samping KB Suntik 3 bulanan.
E. Asuhan Kebidanan
Ibu tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek samping KB Suntik 3
bulanan
a. Data
Ny.N menyatakan kurang memahami tentang cara kerja KB suntik 3 bulanan,
Jenis KB suntik 3 bulanan dan efek samping KB suntik 3 bulanan.
b. Masalah kesehatan
Tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek samping KB Suntik 3
bulanan
c. Tujuan
1. Setelah diberikan penyuluhan, Ny.N mengetahui dan mengerti tentang KB
suntik 3 bulanan
2. Ibu mengertahui pengertian,jenis,manfaat,keuntungan,kerugian,cara kerja
serta efek samping dari KB Suntik 3 bulanan
d. Rencana tindakan
Beri penyuluhan kesehatan mengenai : Pengertian Kontrasepsi KB Suntik 3
bulanan,efek samping KB Suntik 3 bulanan,cara kerja KB suntik 3
bulanan,Jenis jenis KB Suntik 3 bulanan,Kuntungan dan kerugian KB Suntik 3
bulanan,Indikasi dan Kontraindikasi KB Suntik 3 bulanan,Waktu mulai
pemberian KB Suntik 3 bulanan, Dilakukan pada siapa saja Kontrasepsi KB
Suntik 3 bulanan, Cara penanggulanngan terjadinya komplikasi Kontrasepsi KB
Suntik 3 bulananan, Kunjungan ulang kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.
e. Tindakan
Penyuluhan mengenai : Pengertian Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan, Jenis KB
Suntik 3 bulanan,dan efek samping KB Suntik 3 bulanan.

f. Evaluasi

Ibu dapat menjelaskan sekurang-kurangnya cara kerja KB Suntik 3 bulanan


dan efek samping dari KB Suntik 3 bulanan

F. PERENCANAAN
Adapun perencanaan yang di lakukan pada Ny.N yaitu:
1.

Datang untuk mendata dan menjelaskan maksud dari pendataan

2.

Memberikan penyuluhan tentang:


1. Pengertian Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan
2. efek samping KB Suntik 3 bulanan
3. cara kerja KB suntik 3 bulanan
4. Jenis jenis KB Suntik 3 bulanan
5. Kuntungan dan kerugian KB Suntik 3 bulanan
6. Indikasi dan Kontraindikasi KB Suntik 3 bulanan
7. Waktu mulai pemberian KB Suntik 3 bulanan
8.Dilakukan pada siapa saja Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan
9. Cara penanggulanngan terjadinya komplikasi Kontrasepsi KB Suntik 3 bulananan,
10. Kunjungan ulang kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.

G. Pelaksanaan
Adapun pelaksanaan pada Ny.N
1. Pemeriksaan keadaan fisik ibu
2. Pemeriksaan tanda-tanda vital pada ibu
3. Memberikan penyuluhan tentang :
1. Pengertian Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan

2. efek samping KB Suntik 3 bulanan


3. cara kerja KB suntik 3 bulanan
4. Jenis jenis KB Suntik 3 bulanan
5. Kuntungan dan kerugian KB Suntik 3 bulanan
H. Evaluasi
Evaluasi pada Ny.N :
Setelah melakukan pengkajian pada Ny.N akhirnya masalah yang alami sudah didapatkan
solusinya. Ny.N mengatakan sudah mengeti dengan penyuluhan yang sudah disampaikan

MANAJEMEN KEBIDANAN PADA KELUARGA Tn.M DI DESA LAMBIRAH


KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR

Data dan Identifikasi


1. Biodata
Nama KK
Umur
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku Bangsa
Alamat

: MARWAZI
: 51 tahun
: Islam
: SMA
: Sopir
: Aceh
: Desa Lambirah

2. Nama anggota keluarga


No
1.

Nama
Raiyan

Umur
42 thn

L/P
P

Pendidikan
Karyawan

Pekerjaan
Diploma I/II

Agama
Islam

D III

Islam

SMA

Islam

SMA

Islam

Tidak/Belum

Tidak/belum

Islam

Sekolah

bekerja

Honorer
2.

Miftahurrahm

22 thn

i
3.

Nadiatur

20 thn

Rifdah
4.

Fathia

Pelajar/Mahasisw
a

15 thn

Mauldya
5.

Pelajar/Mahasisw

Pelajar/Mahasisw
a

Marwa Nuril 2 thn


Najma

3. Genogram Dalam Keluarga

Suami

Istri

Ket

Keterangan :
: Laki-Laki

: Perempuan

: anak perempuan

4. Kegiatan sehari hari


a.

Kebiasaan tidur
Tn.M tidak pernah tidur siang, tidur malam 6 jam perhari
Ny.R tidur siang kadang-kadang, tidur malam 7 jam perhari
Nn.M tidur siang kadang kadang, tidur malam 8 jam perhari
Nn.Nr tidur siang kadang-kadang, tidur malam 8 jam perhari
Nn.Fm tidur siang kadang-kadang, tidur malam 8 jam perhari
Nn.Mn tidur siang 2 jam perhari, tidur malam 8 jam perhari

b. Kebiasaan makan
Tn.M makan 3x sehari, Ny.R makan 3x sehari, Nn.M makan 3x sehari, Nn.Nr
makan 3x sehari, Nn.Fm makan 3x sehari, Nn.Mn makan 3 sehari, dengan
makanan pokok beras, lauk pauk,sayur mayur, di tambahan buah-buahan, tahu,
tempe, daging, telur dan buah-buahan sesuai kemampuan keluarga tahu, tempe,
daging, telur dan buah-buahan namun dalam keluarga tidak selalu makan secara
bersama sama, karena kesibukan masing masing.

c. Pola Eliminasi
Seluruh anggota keluarga menyatakan BAB 1x/ hari dan BAK 5x/ hari.
d. Pola kebersihan perorangan/ personal hygiene
1.Tn.M mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali sehari, ganti pakaian 2 kali perhari
2.Ny.R mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana dalam 2 kali
perhari, ganti pakaian 2 kali perhari
3.Nn.M mandi 2 kali perhari , gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana dalam 2 kali
perhari, ganti pakaian 2 kali perhari
4.Nn.Nr mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana dalam 2
kali Perhari, ganti pakaian 2 kali perhari
5.Nn.Fm mandi 2 kali perhari, gosok gigi 2 kali perhari, ganti celana dalam 2 kali
perhari, ganri pakaian 2 kali Perhari
6.Nn.Mn mandi 3 kali perhari, gosok gigi 1 kali perhari, ganti pakaian 3 kali
perhari
e. Pola kebiasaaan merokok

Tidak ada anggota keluarga yang merokok


Tidak ada waktu khusus untuk berolahraga

f. Penggunaan waktu senggang


Tn.M menggunakan waktu senggang untuk duduk-duduk bersama temantemannya di keude, Ny.R menggunakan waktu senggang untuk istirahat dan
duduk bersama tetangga, anak-anak menggunakan waktu senggang untuk
bermain.Waktu untuk berkumpul biasanya pada malam hari, di saat seluruh
anggota keluarga berada di rumah.
g. Rekreasi keluarga
Dapat dikatakan bahwa keluarga ini sering melakukan rekreasi.
h. Keadaan social ekonomi
Penghasilan Tn.M RP. > 500.000,-/bulan dan penghasilan Ny.R Rp >
500.000,-/bulan dan penghasilan kedua mereka digunakan untuk kebutuhan
sehari-hari
5. Situasi rumah
a.Rumah milik sendiri

7
3
2

5
Ket

:
1,2,3 : Kamar Tidur
4

: Ruang Tamu

: Teras

: Dapur

: Kamar Mandi

b.Jenis rumah

: permanen

c.Atap rumah

: seng

d.Lantai rumah

: semen

e.Ventilasi

: baik, ada jendela dan pintu terbuka pada siang hari

f.Kebersihan dan kerapian : baik


g.Pembuangan sampah

: terbuka dan dibakar

h.Sumber air yang di pergunakan untuk keperluan sehari hari : air sumur
1) Penggunaan air minum

: air sumur (dimasak)

2) Tempat penyimpanan air

: tertutup

3) Pengurasan tempat air minum : 1 minggu 2 kali

4) Kualitas air

: tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa

i. Saluran pembuangan air limbah (SPAL) : terbuka


1) Jarak sumber pembuangan limbah : lebih dari 10 meter dari sumur
2) Keadaan : terpelihara
j. Jamban : Ada
1) Kondisi : terpelihara
2) Jarak jamban dengan sumber air 10 meter
k. Kandang ternak : tidak ada
l. Pemanfaatan perkarangan : untuk jemuran pakaian
m. Pemanfaatan fasilitas kesehatan : bila ada anggota keluarga yang sakit diperiksa di
bidan desa atau di puskesmas
n. Keluarga mempunyai asuransi BPJS
g. Keadaan kesehatan keluarga
a. Riwayat perkawinan : lamanya 22 tahun dan merupakan perkawinan
pertama

buat

Tn.M

danNy.R

dan

memiliki

anak

Nn.M,

Nn.Nr,Nn.Fm,Nn.Mn.
b. Riwayat kehamilan persalinan, masa lalu : Ny.R mengatakan anaknya
yang pertama dan kedua di dilahirkan di puskesmas dan anaknya yang
ketiga dan keempat di tempat bidan dengan usia kehamilan 9 bulan
dan persalinan berjalan lancar.
c. NY.R mengatakan memakai KB pil dan tidak ada amsalah dengan alat
d.

kontrasepsi yang sedang di gunakan.


6 bulan terakhir tidak ada anggota keluarga yang sakit. Pengambilan
keputusan dalam keluarga berdasarkan kesepakatan adalah suami dan

didalam 6 bulan terakhir tidak ada kematian.


h. Riwayat KB
Setelah melahirkan anak pertamanya Ny.R memakai kontrasepsi KB Pil

i. Fungsi keluarga
Fungsi keluarga berjalan dengan baik dan harmonis. Namun terkadang masih
nampak kurang kebersamaan dalam keluarga, namun hal tersebut dapat dipahami
keluarga mengingat aktivitas mereka yang berbeda-beda.
j. Stress dan koping
Belum pernah mengetahui dan mendengar informasi tentang pemeriksaan
payudara sendiri semenjak dini informasi yang remaja putri dapatkan dari tenaga
kesehatan khususnya tentang SADARI untuk memeriksakan payudara sendiri dan
mencegah kanker payudara sejak dini.
k. Komunikasi
Bahasa yang digunakan sehari hari adalah bahasa aceh, hubungan antar keluarga
cukup harmonis, begitu juga dengan tetangga. Sarana komunikasi dalam keluarga
adalah radio, televisi,VCD dan handphone.
l. Transportasi
Keluarga Tn.M dalam kegiatan sehari hari menggunakan transportasi sepeda
motor milik sendiri.
m. Pada data kajian rumah tangga sehat, kadarzi dan kematian wanita usia subur
diperoleh data bahwa untuk indikator PHBS dengan pengisian tidak pada
indikator jaminan pemeliharaan kesehatan, tidak merokok dalam rumah Ya,
pada indikator persalinan oleh tenaga kesehatan Ya, memberikan ASI Ya,
ketersediaan air bersih Ya, ketersediaan jamban Ya , kesesuaian luas
lantai dengan penghuni, lantai rumah bukan dari tanahYa, cuci tangan pakai
sabunya, rumah bebas jentik Ya, makan sayur dan buah tiap hari Ya,
aktivitas fisik/olah raga setiap hari Ya.

Sehingga rumah tangga Tn.M

termasuk rumah tangga sehat, karena tidak ada indikator yang berisi tidak.
Serta tidak ada kematian wanita usia subur pada usia 10-49 tahun.
Setelah dianalisa dari data keluarga dari Tn. E , maka ditemukan tidak adanya
masalah pada ketiga orang remaja putrinya. Sehingga harus diberikan asuhan yang
dilakukan mengenai kesehatan reproduksi tentang pemeriksaan payudara sendiri

(SADARI).

A. Asuhan Pada Tn. M


I Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 10-11-2015 bertempat di rumah Tn.M Kecamaatn Sukamakmur Kabupaten
aceh Besar, dilakukan pemeriksaan fisik pada Tn.M, umur 51 tahun, tidak mengeluh adanya
penyakit yang diderita dan pola hidup Tn.M sehat, tidak ada merokok dan tidak ada kebiasaan
buruk lainnya
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : baik
Kesadaran
: composmentis
TTV

Kepala
Wajah
Mata
Hidung
Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung
Genetalia
Ekstremitas
Postur tubuh
II.

: TD : 120/70 mmHg S : 36,5 C

TB : 170 CM

N : 77x/m

BB : 70 kg

RR : 22x/m

: bulat, rambut hitam dan lurus


: oval, simetris, tidak ada oedema
: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih
: bersih
: bersih
: tidak ada stomatitis, tidak ada caries
: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
: tidak ada pembesaran kelenjar limfe
: simetris
: datar, hati dan limfa tidak teraba
: lordosis
: tidak di periksa
: tidak oedem, tidak sianosis
: tinggi, berisi

Interpretasi Data
Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka didapatkan

diagnosa sebagai berikut : Tn.M dalam keadaan baik, dengan dasar mengatakan tidak ada

penyakit yang dialami. Masalah yang ditemukan tidak, tidak merokok dan tidak ada kebiasaan
buruk lainnya.

III.

Masalah Potensial

Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami Tn.M tidak ada.
IV.

Penetapan Kebutuhan akan Tindakan Segera/Kolaborasi

Tidak ada
V.

Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan antara lain : Memberitahukan hasil pemeriksaan saat ini,
keadaan fisik normal
VI.

Pelaksanaan

1. Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan
hasil pemeriksaan saat ini kepada Tn.M bahwa Tn.M dalam keadaan baik, TD : 120/70
mmHg,S : 36,5 C, N : 77x/m,RR : 22x/m, TB :170 Cm, BB : 70 Kg.
2. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh hasil pemeriksaan.
VII.

Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan maka dilakukan evaluasi dengan hasil, Tn.M mengerti akan

kondisi kesehatannya saat ini baik-baik saja.

Catatan Perkembangan Tn.M pada Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 16 November 2015 Pukul 09.00 WIB

Subjektif :

Satu hari kemudian Tn.M tidak mengeluh apa-apa, dan setelah diperiksa tidak ada masalah.
Objektif
Pemeriksaan Fisik

Ku : Baik

Kesadaran : Composmentis

TD : 120/75 mmHg

Nadi

: 84 x/menit

RR : 22 x/menit

Suhu

: 36 0C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Assesment :
Diagnosa

: Tn.M dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning
1. Memberitahukan Tn.M hasil pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Tn.M baik-baik saja, TD :
120/75 mmHg, N : 84x/menit, R : 22 x/menit, S :36 C, Tn.M mengerti akan kondisinya.
2. Menganjurkan Tn.M agar mengurangiagar terus menjaga pola hidupnya yang sehat agar
tidak mudah terserang penayakit.
3. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah diberikan.

B. Asuhan Pada Ny. R


I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa

Pada tanggal 11 mei 2012 bertempat di rumah Tn.A ,Kecamatan Sukamakmur


Kabupaten Aceh Besar dilakukan pemeriksaan fisik pada Ny.R 42 ,Ibu mengatakan tidak ada
keluhan.
b. Pemeriksaan fisik
keadaan umum ibu : baik
kesadaran
TTV

: Composmentis
: TD : 120/70 mmHg

S : 36,5 C

TB : 157 Cm

N : 77x/m

RR : 22x/m

BB : 66 Kg

Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah

: oval, simetris, tidak ada oedema

Mata

: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih

Hidung

: bersih

Telinga

: bersih

Mulut dan gigi

: tidak ada stomatitis, tidak ada caries

Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

Ketiak

: tidak ada pembesaran kelenjar limfe

Dada

: simetris. Payudara tidak ada bermasalah

Perut

: datar, hati dan limfa tidak teraba

Punggung

: lordosis

Genetalia

: tidak di periksa

Ekstremitas

: tidak oedem, tidak sianosis

Postur tubuh

: tinggi, berisi

II. Interpretasi Data.


Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka didapatkan diagnosa
sebagai berikut Ny.N dalam keadaan baik, dengan dasar mengatakan tidak ada penyakit yang
dialami. Masalah yang ditemukan tidak ada.

III. Masalah Potensial


Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami Ny.N tidak ada.
IV. Penetapan Kebutuhan Akan Tindakan Segera/Kolaborasi
Tidak ada
V. Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu beritahu ibu dan keluarga
dokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan temuan di SOAP.
VI. Pelaksanaan
Pelaksanaannya adalah memberitahu ibu hasil pemeriksaan saat ini keadaan ibu baik dengan.
TD : 120/70 mmHg,S : 36,5 C, N : 77x/m,RR : 22x/m, TB : 157 Cm, BB : 66 Kg.
Memberitahu ibu pemeriksaan ulang akan dilakukan 5 hari kemudian. Mendokumentasikan
hasil pemeriksaan.
VII. Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan, maka dilakukan evaluasi dengan hasil ibu telah diberitahu dan
mengerti tentang pemeriksaan fisik yang telah dilakukan.

Catatan Perkembangan Ny.R Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 16 November 2015 Pukul 13.30 WIB

Subjektif:
5 hari kemudian ibu diperiksa kembali.
Objektif:
KU: baik

Kesadaran: Compos mentis

TD: 120/78 mmHg

S : 36.60C

RR: 22 x/menit

Nadi: 80 x/menit

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Diagnosa

: Ny.R dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning:
1. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan, memberitahukan Ny.R hasil pemeriksaan saat ini
bahwa keadaan Ny.R baik-baik saja, TD: 120/78 mmHg,S : 36.60C,RR: 22 x/menit,Nadi:
80 x/menit, Ny.R mengerti akan kondisinya.
2. Menganjurkan Ny.R agar tetap menjaga pola makannya agar tetap sehat.
3. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah diberikan.

C. Asuhan pada Nn.M


I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 10 November 2015 bertempat di rumah Tn.M, Kecamatan sukamakmur

Kabupaten Aceh Besar, dilakukan pemeriksaan fisik pada An.Nn.M 22 tahun, Nn.M
mengatakan tidak ada keluhan.
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: baik
Kesadaran : composmentis
TTV

: TD: 110/70mmHg
N : 71x/m

Kepala

S : 36,5 C

TB : 153 Cm

RR : 23x/m

BB : 50 Kg

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah

: oval,simetris, tidak oedema

Mata

: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih

Hidung

: bersih

Telinga

: bersih

Mulut dan gigi: tidak ada stomatitis, tidak ada caries


Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

Ketiak

: tidak ada pembesaran kelenjar limfe

Dada

: simetris. Payadara tidak ada masalah

Perut

: datar, hati dan limfa tidak teraba

Punggung

: lordosis

Genetalia

: tidak di periksa

Ekstremitas

: normal

Postur tubuh

: tinggi , berisi

II. Interpretasi Data

Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka didapatkan diagnosa
sebagai berikut : Nn.M dalam keadaan baik, dengan dasar mengatakan tidak ada penyakit yang
dialami. Masalah yang ditemukan yaitu Nn.M masih kurangnya pengetahuan mengenai
kesehatan reproduksi khususnya tentang pemeriksaan payudara sendiri untuk mencegah
terjadinya penyakit/kanker payudara.
III.

Potensial Masalah
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami Nn.M serta

menentukan kebutuhan untuknya, maka selanjutnya adalah mengantisipasi masalah yang


mungkin terjadi apabila pada Nn.M potensial masalah adalah apabila kemungkinan adanya
permasalahan pada payudaranya/ terkena kanker payudara dan penyakit lain bisa diatasi dengan
cepat dan segera agar penaykit tidak sampai menjadi lebih parah.
IV. Tindakan Segera
Dari data-data diatas maka masalah yang ditemukan perlunya penkes tentang kesehatan
reproduksi pada remaja dan melakukan kolaborasi dengan bidan untuk memberikan pendidikan
kesehatan reproduksi tersebut .
V. Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu memberitahu ilmu pengetahuan
tentang kesehatan reproduksi para remaja untuk mencegah penyakit yang mungkin dialami
nantinya dan dapat segera teratasi. Memberitahu Nm.M dan keluarga dokumentasikan semua
hasil pemeriksaan dan temuan di SOAP.
VI. Pelaksanaan
Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan.
Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan

hasil pemeriksaan saat ini kepada Nn.M

bahwa keadaan fisiknya normal dengan TD:

110/70mmHg, S : 36,5 C, N: 71x/m ,RR : 23x/m , TB : 153 Cm,BB : 50 Kg.


Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh hasil pemeriksaan.
VII. Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu Nn.M telah mengerti dan Paham, atas semua
penjelasan tentang pemeriksaan fisik yang telah dilakukan pada dirinya,serta dapat mengulangi
kembali apa yang telah disampaikan oleh mahasiiwi kebidanan dan Nn.M

mau

melaksanakannya. Nm mau melakukan langkah pemriksaan payudara sendiri ( SADARI) untuk


mencegah terjadinya penyakit pada reproduksinya , tumor/kanker payudara agar dapat dicegah
secara dini penyakit yang apabila dialami dan mencegah secara cepat komplikasi yang mungkin
terjadi. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.

Catatan Perkembangan Nn.M Kunjungan Kedua (SOAP


Tanggal 17 November 2015 Pukul 10.00 WIB

Subjektif:
Nn.M mengatakan tidak ada masalah
Objektif:
KU: baik

Kesadaran : Composmentis

TD : 110/ 81 mmHg

Nadi: 80x/menit

RR : 21 x/menit

S : 36,60C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:

Nn.M dalam keadaan normal dan sehat.


Planning:
1. Memberitahukan Nn.M hasil pemeriksaa bahwa keadaan fisiknya dalam keadaan normal.
2. Memberitahukan Nn.M agar menjaga kesehatan reproduksinya dan mengatur pola makan
yang sehat.
3. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan, hasil pemeriksaan telah didokumentasikan.
D. Asuhan pada Nn.Nr
I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Pada tanggal 16 November 2015 bertempat di rumah Nn.Nr, Kecamatan sukamakmur

Kabupaten Aceh Besar, dilakukan pemeriksaan fisik pada Nn.Nr 20 tahun, Nn.Nr mengatakan
tidak ada keluhan.
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: baik
Kesadaran : composmentis
TTV

: TD: 110/80 mmHg


S : 36,7 C

N : 70x/m
Rr : 21x/menit

TB : 150 Cm
BB : 45 Kg

Kepala

: bulat, rambut hitam dan lurus

Wajah
Mata
Hidung
Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung

: oval, simetris,tidak ada oedema


: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih
: bersih
: bersih
: normal
: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
: tidak ada pembesaran kelenjar limfe
: simetris. Payudara tidak ada masalah
: datar, hati dan limfa tidak teraba
: lordosis

Genetalia
Ekstremitas
Postur tubuh

: tidak di periksa
: normal
: tinggi, berisi

II. Interpretasi Data


Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka didapatkan diagnosa
sebagai berikut : Nn.Nr dalam keadaan baik, dengan dasar mengatakan tidak ada penyakit yang
dialami. Masalah yang ditemukan yaitu Nn.Nr masih kurangnya pengetahuan mengenai
kesehatan reproduksi khususnya tentang pemeriksaan payudara sendiri untuk mencegah
terjadinya penyakit/kanker payudara.
III.

Potensial Masalah
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami Nn.Nr serta

menentukan kebutuhan untuknya, maka selanjutnya adalah mengantisipasi masalah yang


mungkin terjadi apabila pada Nn.Nr potensial masalah adalah apabila kemungkinan adanya
permasalahan pada payudaranya/ terkena kanker payudara dan penyakit lain bisa diatasi dengan
cepat dan segera agar penaykit tidak sampai menjadi lebih parah.
IV. Tindakan Segera
Dari data-data diatas maka masalah yang ditemukan perlunya penkes tentang kesehatan
reproduksi pada remaja dan melakukan kolaborasi dengan bidan untuk memberikan pendidikan
kesehatan reproduksi tersebut .
V. Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu memberitahu ilmu pengetahuan
tentang kesehatan reproduksi para remaja untuk mencegah penyakit yang mungkin dialami

nantinya dan dapat segera teratasi. Memberitahu Nn.Nr dan keluarga dokumentasikan semua
hasil pemeriksaan dan temuan di SOAP.
VI. Pelaksanaan
1. Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan.
Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan
hasil pemeriksaan saat ini kepada Nn.Nr bahwa keadaan fisiknya normal dengan : TD: 110/80
mmHg, N : 70x/m, S : 36,7 C,Rr : 21x/menit,TB : 150 Cm, BB : 45 Kg
2. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh hasil pemeriksaan.
VII. Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu Nn.Nr telah mengerti dan Paham, atas semua
penjelasan tentang pemeriksaan fisik yang telah dilakukan pada dirinya,serta dapat mengulangi
kembali apa yang telah disampaikan oleh mahasiswi kebidanan dan Nn.Nr mau
melaksanakannya. Nn.Nr mau melakukan langkah pemriksaan payudara sendiri ( SADARI)
untuk mencegah terjadinya penyakit pada reproduksinya , tumor/kanker payudara agar dapat
dicegah secara dini penyakit yang apabila dialami dan mencegah secara cepat komplikasi yang
mungkin terjadi. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.
Catatan Perkembangan Nn.Nr Kunjungan Kedua (SOAP)
Tanggal 17 November 2015 Pukul 14.00 WIB
Subjektif:
Nn.Nr mengatakan tidak ada masalah
Objektif:
KU: baik

Kesadaran : Composmentis

TD : 110/ 70 mmHg

Nadi: 81x/menit

RR : 23 x/menit

S : 36,50C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Nn.Nr dalam keadaan normal dan sehat.
Planning:
1. Memberitahukan Nn.Nr hasil pemeriksaa bahwa keadaan fisiknya dalam keadaan normal.
2. Memberitahukan Nn.Nr agar menjaga kesehatan reproduksinya dan mengatur pola makan
yang sehat.
3. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan, hasil pemeriksaan telah didokumentasikan.

E. Asuhan pada Nn.Fm


I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa

Pada tanggal 18 November 2015 bertempat di rumah Nn.Fm Kecamatan sukamakmur


Kabupaten Aceh Besar, dilakukan pemeriksaan fisik pada Nn.Fm 15 tahun, Nn.Fm mengatakan
tidak ada keluhan.
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: baik
Kesadaran : composmentis
TTV

: TD: 110/70 mmHg


S : 36,5 C

N : 73x/m
Rr : 22x/menit

TB : 148 Cm
BB : 43 Kg

Kepala
Wajah
Mata
Hidung
Telinga
Mulut dan gigi
Leher
Ketiak
Dada
Perut
Punggung
Genetalia
Ekstremitas
Postur tubuh

: bulat, rambut hitam dan lurus


: bulat,simetris,tidak ada oedema
: simetris, conjutiva tidak pucat, sclera putih
: bersih
: bersih
: normal
: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
: tidak ada pembesaran kelenjar limfe
: simetris. Payudara tidak ada masalah
: datar, hati dan limfa tidak teraba
: lordosis
: tidak di periksa
: normal
: pendek, berisi

II. Interpretasi Data


Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan maka didapatkan diagnosa
sebagai berikut : Nn.Fm dalam keadaan baik, dengan dasar mengatakan tidak ada penyakit yang
dialami. Masalah yang ditemukan yaitu Nn.Fm masih kurangnya pengetahuan mengenai
kesehatan reproduksi khususnya tentang pemeriksaan payudara sendiri untuk mencegah
terjadinya penyakit/kanker payudara.

III.

Potensial Masalah
Setelah didapatkan diagnosa dan mengetahui permasalahan yang dialami Nn.Fm

serta menentukan kebutuhan untuknya, maka selanjutnya adalah mengantisipasi masalah yang
mungkin terjadi apabila pada Nn.Fm potensial masalah adalah apabila kemungkinan adanya
permasalahan pada payudaranya/ terkena kanker payudara dan penyakit lain bisa diatasi dengan
cepat dan segera agar penaykit tidak sampai menjadi lebih parah.
IV. Tindakan Segera

Dari data-data diatas maka masalah yang ditemukan perlunya penkes tentang kesehatan
reproduksi pada remaja dan melakukan kolaborasi dengan bidan untuk memberikan pendidikan
kesehatan reproduksi tersebut .
V. Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu memberitahu ilmu pengetahuan
tentang kesehatan reproduksi para remaja untuk mencegah penyakit yang mungkin dialami
nantinya dan dapat segera teratasi. Memberitahu Nn.Fm dan keluarga dokumentasikan semua
hasil pemeriksaan dan temuan di SOAP.
VI. Pelaksanaan
1. Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan.
Pelaksanaan dari asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan antara lain : memberitahukan
hasil pemeriksaan saat ini kepada Nn.Fm bahwa keadaan fisiknya normal dengan : TD: 110/70
mmHg,N : 73x/m, S : 36,5 C, Rr : 22x/menit,TB : 148 Cm,BB : 43 Kg
2. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan dan seluruh hasil pemeriksaan.
VII. Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu Nn.Fm telah mengerti dan Paham, atas semua
penjelasan tentang pemeriksaan fisik yang telah dilakukan pada dirinya,serta dapat mengulangi
kembali apa yang telah disampaikan oleh mahasiswi kebidanan dan Nn.Fm mau
melaksanakannya. Nn.Fm mau melakukan langkah pemriksaan payudara sendiri ( SADARI)
untuk mencegah terjadinya penyakit pada reproduksinya , tumor/kanker payudara agar dapat
dicegah secara dini penyakit yang apabila dialami dan mencegah secara cepat komplikasi yang
mungkin terjadi. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.

Catatan Perkembangan Nn.Fm Kunjungan Kedua (SOAP)


Tanggal 18 November 2015 Pukul 14.00 WIB

Subjektif:
Nn.Fm mengatakan tidak ada masalah
Objektif:
KU: baik

Kesadaran : Composmentis

TD : 110/ 70 mmHg

Nadi: 80x/menit

RR : 22 x/menit

S : 36,50C

Pemeriksaan Sistematis : Semua keadaan normal.


Pemeriksaan Abdomen : Semua keadaan normal
Asessment:
Nn.Fm dalam keadaan normal dan sehat.
Planning:
1. Memberitahukan Nn.Fm hasil pemeriksaa bahwa keadaan fisiknya dalam keadaan normal.
2. Memberitahukan Nn.Fm agar menjaga kesehatan reproduksinya dan mengatur pola makan
yang sehat.
3. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan, hasil pemeriksaan telah didokumentasikan.

F. Asuhan pada Nn.Mn

I.

Pengkajian Data
a. Anamnesa
Balita Ny.R dan Tn.M berumur 2 tahun, lahir 2 tanggal 10 november 2013 pukul 01.20

WIB lahir secara spontan dengan jenis kelamin perempuan

Riwayat persalinan dan nifas:

persalinan normal ditolong oleh paraji, lama persalinan 1 jam, keadaan air ketuban jernih,
keadaan plasenta utuh dan lengkap.

Pemeriksaan fisik bayi: keadaan umum baik, refleks

menghisap dan menelan bayi baik dan kuat. Pada bagian kepala ubun-ubun besar dan kecil tidak
ada kelainan. Mata simetris, lubang hidung ada, tidak ada keluaran dari kedua lubang hidung,
tidak ada pernafasan cuping hidung. Telinga simetris, hubungan letak dengan mata sedikit lebih
atas tulang rawan lentur. Mulut simetris, bibir lembab warna merah muda, sumbing tidak ada,
palatum keras, reflekks putting susu ada, refleks suckling ada, refleks menelan ada. Leher tidak
ada pembesaran kelenjar getah bening, pergerakan tidak kaku.

Dada simetris, pernafasan

normal, bunyi jantung regular, putting susu menonjol keluar, tidak ada bunyi jantung dan paru
tambahan, refleks morro ada, perut tidak kembung, abdomen simetris, tidak ada pembesaran
hepar, tidak ada penonjolan sekitar umbilikal, perut keras saat menangis. Punggung simetris,
tidak ada penonjolan dan cekungan. Ekstremitas atas dan bawah bergerak aktif dengan jumlah
jari lengkap. Kulit tidak ada tanda-tanda lahir warna merah.
Pemeriksaan antropometri BB 3,5 gram dengan panjang 49 cm, lingkar badan 31 cm, lila 9,5
cm. Pola BAB 1 kali sudah saat lahir dengan warna kehitaman konsistensi lunak berbau khas.
Sudah BAK, bayi diberikan ASI tanpa pendamping apapun dengan frekwensi 7 x/hari.KMS
diatas garis hijau.
II. Interpretasi Data

Setelah dilakukan pengkajian data subjektif dan objektif, maka didapatkan diagnosa sebagai
berikut: balita tidak ada masalah.

III. Potensial Masalah


Melihat dari diagnosa, tidak ada masalah pada balita
IV. Tindakan Segera
Tidak ada
V. Perencanaan
Setelah diinterpretasikan, perencanaan yang dilakukan yaitu beritahu ibu dan keluarga hasil
pemeriksaan, dan berikan penkes tentang pola makan balita jangan sering beri jajanan diluar,
sehingga perkemabangan anak menjadi lebih baik dan efektif..hasilnya di dokumentasikan.
VI. Pelaksanaan
Pelaksanaan dari perencanaan yaitu memberitahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan,
memberi tahu ibu bahwa balita harus dikasih makanan yang bergizi, seperti sayur , buah dan
susu, dan yang banyak mengandung omega 3 seperti ikan salmon, Mendokumentasikan hasil
pemeriksaan.
VII. Evaluasi
Hasil evaluasi secara keseluruhan yaitu ibu telah mengerti dan paham, serta dapat
mengulangi kembali apa yang telah disampaikan oleh bidan dan ibu mau melaksanakannya. Ibu
mau memberikan makanan sayuran, buah-buahan dan yang mengandung omega 3 untuk
membantu

pertumbuhan

perkembangan

anaknya

cerdas..Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.


Catatan Perkembangan Nn.Fm Kunjungan Kedua (SOAP)

menjadi

lebih

baik

dan

Tanggal 20 November 2015 Pukul 11.00 WIB

Subjektif:
Ibu merasakan balita tidak ada masalah .
Objektif:
KU: baik

Nadi: 75x/menit

RR: 23x/menit

S: 36,6C

BB: 15 kg

PB: 90 cm

Assesment :
Diagnosa

: Nn.Fm dalam keadaan sehat

Potensial Masalah

: Tidak ada

Tindakan Segera

: Tidak ada

Planning
1. Memberitahukan kepada orang tuanya hasil pemeriksaan saat ini bahwa keadaan Nn.Fm
baik-baik saja,Nadi : 75x/m, RR: 23x/m, S: 36,6 C,BB: 15 kg,PB: 90 cm dan kedua
orang
tuanya mengerti.
2. Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan dan asuhan yang telah diberikan.

Asuhan Keluarga Binaan Pada Keluarga Tn.M di Desa Lambirah

Hari

:1

Tanggal : 10 november 2015


No
1

Masalah

Perencanaan
Datang ke rumah
keluarga binaan

Pelaksanaan
Memberi salam
Memperkenalkan diri
Menyampaikan dan

Evaluasi
Remaja

menjawab
Remaja

mendengar
Remaja

menjelaskan maksud
tujuan kedatangan

yaitu untuk membina

menerima dan

dan memberikan

bersedia

penyuluhan kesehatan

menjadi

khususnya dalam

keluarga

bidang kebidanan.

binaan

Kontrak waktu untuk

penulis.
Remaja

pertemuan selanjutnya

mengatakan
tanggal 16
november 2015
jam 16.30 WIB

Hari

:2

Tanggal : 16 november 2015


No Masalah
1 SADARI
pada

Perencanaan
1. Pengertian SADARI
2. Tujuan SADARI
3. Waktu yang tepat melakukan

remaja
4.
5.
6.
7.

SADARI
Prosedur dan Teknik SADARI
Pengertian kanker payudara
Gejala gejala kanker payudara
Faktor resiko kanker payudara

Pelaksanaan
Memberi

Evaluasi
Remaja

penyuluhan

mengerti dan

kepada ibu

dapat

tentang :

melaksanaka

Pentingnya

n apa yang

melakukan

dianjurkan..

sadari

semenjak dini
Kurangnya
menjaga
kebersihan
diri dan
makan
makanan
yang banyak
mengandung
penyedap
dapat
menyebabkan
kanker

payudara
Mencegah
dengan
melakukan
sadari

Dilakukan
setiap setelah
menstruasi

Kontrak waktu untuk penyuluhan ulang

Remaja
mengatakan
tanggal 17
november
2015 jam
17.00 WIB

Hari

:3

Tanggal : 17 november 2015


No
1

Masalah

Hari

Perencanaan
Penyuluhan ulang

Penyuluhan ulang

:4

Pelaksanaan
Menjelaskan kembali

Evaluasi
Remaja

tentang sadari serta

mengatakan

menanyakan apakah

bahwa ia sudah

remaja tersebut sudah

mengerti dan

mengerti dan tahu tujuan

tahu tujuan

melakukan sadari.

melakukan

Menganjurkan dan

sadari.
Remaja mengerti

mengingatkan remaja

dan mau

untuk melakukan sadari

melakukan apa

pada hari ke 7-10 setelah

yang telah

hari pertama haid

disampaikan.

Tanggal : 18 november 2015


No
1

Masalah

Perencanaan
Penyuluhan ulang

Pelaksanaan
Menjelaskan kembali

Evaluasi
Remaja dapat

pada remaja teknik

melakukannyadan

melakukan sadari yang

sdah mengetahui

dan cara mengetahui

gejala tumor

gejala-gejala adanya

payudara

tumor dan yang bukan


2

Penyuluhan ulang

tumor
Mengkaji ulang

-Remaja

pengetahuan remaja

menjawab

tentang pemeriksaan
paayudara sendiri yang

-Remaja

benar untuk mencegah

mengatakan

penyakit dengan segera

sudah mengerti
dan dapat
melakukan sadari
dengan benar

Hari

:5

Tanggal : 20 november 2015


No
1

Masalah

Perencanaan
Penyuluhan ulang

Pelaksanaan
Menjelaskan kembali

Evaluasi
Remaja

kepada remaja manfaat

mengatakan

melakukan sadari sangat

bahwa ia sudah

berguna dalam

mengerti dan

kehidupan sehari-hari

mengetahui

para remaja.

dengan jelas

Menjaga payudara sejak

mengenai sadari

dini sangat bagus aga

kemungkinan penyakit
yang dialami tidak
2

Penyuluhan ulang

menjadi parah
Memberitahukan dan

- Remaja

mengingatkan remaja

menjawab dan

agar selalu melakukan

mau

sadari setelah haid.

melakukannya

Menanyakan kepada

apa

remaja apakah ada yang

yang telah

ingin ditanyakan atau

disampaikan

sudah mengerti.
-Remaja
mengatakan
sudah mengerti
dan
sangat jelas
mengenai
penyuluhan
sadari
i.

B. Analisa Data.
Masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga Tn.M adalah belum pernah
mengetahui dan mendengar tentang pemeriksaan payudara sendiri semenjak dini. Dalam
pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga Tn.M, tenaga kesehatan umumnya dan bidan
khususnya harus bekerja sama dengan keluarga untuk membahas masalah yang timbul dan
memikirkan alternatif pemecahan masalahnya. Dalam hal ini tindakan yang dapat diberikan
bidan sebagai langkah awal adalah pemberian penkes, sehingga diharapkan keluarga dapat
menyelesaikan masalah yang timbul secara tepat dan mandiri.

C. Perumusan Masalah
Dari data dan analisa yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa
permasalahan yang muncul sebagian besar disebabkan karena kurangnya pengetahuan
tentang kesehatan.
Adapun masalah yang ada pada keluarga Tn.M adalah sbb :
Remaja tidak pernah mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya
tentang Sadar Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan juga jarang ke pelayanan
fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kesehatan reproduksinya.
D. Prioritas Masalah
Prioritas masalah pada anak remaja yang belum mengetahui tentang sadari
N

Criteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

o
1.

Sifat masalah ancaman kesehatan

2/3x1

2/3

Kematian pada anak


remaja

2.

Kemungkinan masalah dapat


diubah

2/2x2

3.

Potensi masalah untuk di ubah

3/3x1

4.

Penonjolan masalah

2/2x1

Kemungkinan
masalah dapat
dirubah dengan
mudah.
Potensi masalah
untuk dapat di ubah
tinggi
Masalah harus
segera ditangani
karena dapat
mengancam anak
remaja

Total skor
17/6
Berdasarkan prioritas masalah dan hasil pembobotan masalah kesehatan pada keluarga Tn.M
adalah sebagai berikut :

Prioritas : Remaja tidak pernah mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya
tentang Sadar Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan juga jarang ke pelayanan fasilitas
kesehatan untuk memeriksakan kesehatan reproduksinya.
F. Asuhan Kebidanan
Remaja tidak mengetahui tentang pemeriksaan payudara sendiri yang baik dan benar
untuk mendeteksi penyakit secara dini.
a. Data.
Ny.M ,Ny.Nr dan Ny.Fm menyatakan tidak mengetahui dan memahami cara
pemeriksaan payudara sendiri/sadari dan tidak memahami tanda dan gejala
kanker payudara.
b. Masalah kesehatan
tidak memahami cara melakukan sadari dan mendeteksi kanker payudara sejak
dini.
c. Tujuan
1. Setelah diberikan penyuluhan Ny.M ,Ny.Nr dan Ny.Fm dapat memgetahu
cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri.sadari dan cara mendeteksi
kanker payudara labih awal.
2. Remaja mengetahui teknik melakukan sadari yang benar,manfaat dan cara
mendekteksi adanya tumor.kanker payudara atau tidak.

d. Rencana tindakan

Memberikan penyuluhan kesehatan mengenai : pengertian sadari, tujuan ,


manfaat dan cara melakukan sadari dengan teknik yang benar
e. Tindakan

Penyuluhan mengenai : Pengertian SADARI, Tujuan SADARI, Waktu yang


tepat melakukan SADARI,Prosedur dan Teknik SADARI,Pengertian kanker
payudara,Gejala gejala kanker payudara,Faktor resiko kanker payudara.
f.

Evaluasi
Remaja dapat mengetahui dan memahami sekurang-kurangnya , cara melakukan
sadari yang benar, tanda dan gejala adanya tumor/kanker dan melakukan sadari
setiap habis haid.

G. Perencanaan
Adapun perencanaan yang di lakukan pada keluarga Tn.M yaitu :
1. Pengertian SADARI
2. Tujuan SADARI
3. Waktu yang tepat melakukan SADARI
4. Prosedur dan Teknik SADARI
5. Pengertian kanker payudara
6. Gejala gejala kanker payudara
7. Faktor resiko kanker payudara
G. Pelaksanaan
Adapun perencanaan yang di lakukan pada keluarga Tn.M yaitu :
1. Menjelaskan pada anak remaja tentang pengertian sadari.
2. Membaritahukan pada anak remaja tentang tujuan melakukan sadari.
3. Menjelaskan pada anak remaja tentang penatalaksanaan dan cara melakukan
sadari.
H. Evaluasi
Evaluasi pada keluarga Tn .M:
Setelah melakukan pengkajian pada remaja putri akhirnya masalah yang alami sudah didapatkan
solusinya.

Remaja mengatakan sudah mengerti tentang penyuluhan yang telah di berikan dan

remaja dapat melaksanakan cara melakukan sadari.

Lampiran SAP
SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
MATERI PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA ( KB ) PADA AKSEPTOR KB
SUNTIK 3 BULANAN
1. Tujuan Umum

2. Tujuan Khusus

.
3. Pokok Pembahasan

: Setelah mengikuti pembelajaran diharapkan dapat


mengetahui dan memahami dengan jelas tentang
penggunaan kontrasepsi KB Suntik 3 bulan Depo
Medroksi Progesteron.
: Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ini ibu
mengerti dan memahami tentang pengertian, jenis-jenis,
efek samping, cara kerja, keuntungan dan kerugian,
indikasi dan kontraindikasi, ,waktu mulai pemberian ,
kepada siapa saja bisa di berikan, cara penaggulangan
terjadinya komplikasi dan kapan kunjungan ulang KB
Suntik 3 bulanan Depo Medroksi Progesteron.
: Keluarga berencana ( KB )

4. Sub Pokok Pembahasan

: 1. Pengertian KB Suntik 3 bulanan


3. Efek samping KB Suntik 3 bulanan
4. Cara kerja KB Pengertian Kontrasepsi KB Suntik
bulanan
2. Jenis jenis KB Suntik 3 bulanan
5. Kuntungan dan kerugian KB Suntik 3 bulanan
6. Indikasi dan Kontraindikasi KB Suntik 3 bulanan
7 . Waktu mulai pemberian KB Suntik 3 bulanan
8. Dilakukan pada siapa saja Kontrasepsi KB Suntik 3
bulanan
9. Cara penanggulanngan terjadinya komplikasi
Kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan
10. Kunjungan ulang kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan

5.

Sasaran

: Keluarga Binaan

6.

Waktu dan Tempat

: 16 November 20 November 2015/ Jam : 10.00 Wib di


Rumah Binaan

7.

Metode

: Ceramah, Tanya Jawab, Demontrasi gambar dan tulisan.

8.

Media

: Buku, Pulpen, Leaflet, Mulut, Gambar dan Tulisan

9.

Materi

: Terlampir

10. Kegiatan

: Penyuluhan

11. Kegiatan Penyuluhan


KEGIATAN PENYULUHAN
No
1.

Waktu
5 menit pertama

Kegiatan Penyuluhan
Membuka
-

Kegiatan di Keluarga Binaan

Memberi salam.
Memperkenalkan diri.
Mengkaji pengetahuan ibu

mengerti

tentang kontrasepsi KB
Suntik 3 bulanan
-

Memberitahukan

dan tujuan kedatangan


Menyebutkan materi pokok

Ibu menjawab
Ibu
menyimak

dan

mengenai

perkenalan
Ibu
Mendengar

menjawab
Ibu mengerti tujuan dan

maksud

dan

penyuluhan yang akan di

bahsan yang disampaikan


-

bahas
Ibu

dapat

mendengarkannya
2.

20 menit
kedua

Inti Penyuluhan
-

Pengertian Kontrasepsi KB

Suntik 3 bulanan
Jenis jenis KB Suntik 3

bulanan
Efek samping KB Suntik 3

bulanan
Cara kerja

KB Suntik 3

bulanan
Kuntungan

dan

KB Suntik 3 bulanan
Indikasi dan Kontraindikasi

KB Suntik 3 bulanan
Waktu mulai pemberian KB

Suntik 3 bulanan
Dilakukan pada siapa saja

Ibu

mendengarkan

penyuluhan
-

yang

diberikan / di jelaskan
Ibu menjawab
Ibu bertanya mengenai hal
yang belum jelas

kerugian

Kontrasepsi KB Suntik 3
-

bulanan
Cara

penanggulanngan

terjadinya

komplikasi

Kontrasepsi KB Suntik 3
-

bulanan
Kunjungan ulang
kontrasepsi KB Suntik 3

bulanan
Menanyakan pada klien dari
hasil

penjelasan

sudah mengerti
Diskusi
dengan
memberikan

apakah
cara

kesempatan

pada ibu untuk bertanya


3.

15 menit

Penutup

Ibu

bertanya

mengenai

terakhir

Evaluasi

jawab
Memberi waktu untuk ibu

bertanya
Menjawab
dengan

dengan

tanya
-

KB suntik 3 bulanan
Ibu menanyakan mengapa
tidak

pertanyaan
bahasa

mengerti
Mengakhiri pertemuan dan
mengucapkan

salam

haid

selama

memakai kontrsepsi KB

yang

sederhana dan mudah di


-

keuntungan dan kerugian

Suntik 3 bulanan
Ibu Mendengarkan
Ibu menjawab

dan

terimakasih
KELUARGA BERENCANA SUNTIK 3 BULANAN
1. Pengertian KB Suntik 3 bulanan
Depo medroksi progesteron merupakan salah satu alat kontrasepsi suntikan yang hanya
mengandung progestin yaitu 150 mg Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) yang diberikan
tiap 3 bulan dengan cara di suntik IM (didaerah bokong).
2. Efek samping KB suntik 3 bulanan
DMPA mempunyai efektifitas tinggi dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan dalam
1 tahun, asal penyuntikan dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan.
3. Cara kerja KB suntik 3 bulanan
1.

Mencegah ovulasi
Kadar FSH dan LH menurun dan tidak terjadi sentakan LH (LH surge). Respon kelenjar

hipofise terhadap terhadap gonadotropin releasing hormon eksogenous tidak berubah, sehingga
memberi kesan berbeda dengan POK, yang tampaknya menghambat ovulasi melalui efek
langsung pada kelenjar hipofise. Penggunaan kontrasepsi suntikan tidak menyebabkan hipoestrogenik.
Pada DMPA, endonetrium menjadi dangkal dan atrofis dengan kelenjar-kelenjar yang
tidak aktif. Sering stroma menjadi oedemastus. Dengan pemakaian jangka-lama,endometrium

dapat menjadi sedemikian sedikitnya, sehingga tidak didapatkan atau hanya didapatkan sedikit
sekali jaringan bila dilakukan biopsi. Tetapi perubahan-perubahan tersebut akan akan kembli
menjadi normal dalam waktu 90 hari setelah suntikan DMPA yang terakir.
2.

Implantasi
Pemberian progetseron eksogenus dapat menggangu kadar puncak FSH dan LH, sehingga

meskipun terjadi ovulasi, produksi progesterone yang berkurang dari corpus luetum
menyebabkan penghambatan dari implantasi. Pemberian esterogen secara sistemik dan untuk
jangka waktu lama menyebabkan endometrium mengalami keadaan istirahat dan atropi.
3.

Transpor gamet/ ovum


Pengangkutan ovum dapat diperlambat bila diberikan progesteron sebelum terjadi fertilisasi

yang dapat menyebabkan peninggian insidens implementasi ektopik (tuba), pada wanita yang
memakai kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron.
4.

Leteolysis
Pemberian jangka panjang progesteron dapat menyebabkan fungsi luteum yang tidak

adekuat pada siklus haid yang mepunyai ovulasi.


5.

Lendir cerviks yang kental


Dalam 48 jam setelah pemberian progesteron sudah tampak lendir serviks yang kental,

sehingga mobilitas dan daya penetrasi dari spermatozoa sangat terhambat. Lendir servic yang
bermusuhan atau tidak ramahuntuk spermatozoa adalah lendir yang jumlahnya sedikit, kental
dan seluler serta kurang menunjukkan ferning danspinnbarkeit.
4. Keuntungan
1.

Mudah digunakan, tidak memerlukan aksi sehari-hari atau aksi senggama.

2.

Aman, tidak mempunyai efek yang serius terhadap kesehatan.

3.

Sangat efektif, sama efektifnya seperti sterilisasi dan kontrasepsi intrauterin dan kontrasepsi
impant.

4.

Bebas dari masalah yang berkaitan dengan estrogen.


Tidaklah mengherankan bahwa kombinasi streroid terbukti sedemikian dalam mengendalikan

reproduksi namun juga benyak mempengarui sistem fisiologis lainnya. Masalah berkaitan
dengan kandungan EE, karena esterogen poten dalam paruh waktu yang lama ini bersifat
protombrik.
5.

Meningkatkan laktasi
Pada DMPA tidak ditemukan efek terhadap laktasi, malah mungkin dapat memperbaiki

kuantitas ASI (memperbanyak produksi ASI). DMPA tidak mengubah komposisi ASI. Juga tidak
ditemukan efek imunologik (perubahan konsentrasi imunoglobulin) pada ASI mantan akseptor
DMPA atau NET EN. Memang ditemukan sejumlah kecil hormon didalam ASI, tetapi tidak
mempunyai efek pada bayinya misalnya berat badan atau perkembangan bayi tidak terganggu.
(Hartanto,2004:173)
5. Kerugian
1.

Pola perdarahan tidak teratur


Apabila wanita mengalami perdaran tidak teratur, ia harus dianjurkan untuk kembali sebelum

dilakukan suntikan berikutnya sehingga suntikan dapat diberikan lebih awal. Apabila tidak ada
perbaikan pada pola perdarahan, ia harus diberikan esterogen pada saat bersamaan, baik berupa
pil kombinasi atau bila pil ini dikontraindikasikan dalam bentuk terapi sulih hormon. Sebagian
besar wanita mengalami perdarahan rembesan menemukan bahwa keluhan ini membaik dengan
sendirinya, biasanya pada suntikan keempat.

2.

Bertambahnya jerawat dan perubahan MOOD


Jerawat kadang-kadang disebabkan atau diperberat oleh progesteron yang androgenik

misalnya levonorgestel atau NET. perawatan yang baik biasanya dapat membawa wanita yang
menggunakan kontrasepsi bisa melewati masa penyesuaian dengan metode baru walaupun
kadang metode tersebut perlu dihentikan. Beberapa wanita mungkin mengeluhkan bertambahnya
jerawat dan perubahan mood. Hal ini biasanya membaik, terapi vitamin B6 dan minyak evening
primose dapat bermanfaat untuk meredakannya. Apabila tidak ada perubahan gejala, hal ini harus
di bahas bersama wanita tersebut. Ia mungkin mengganti metodenya atau mengobati jerawatnya.
3.

Suntikan tidak dapat ditarik lagi


Wanita harus dapat menerimanya setelah suntikan diberikan, suntikan tidak dapat ditarik

kembali sehingga efek samping yang tidak diharapkan yang mereka alami, meskipun
berlangsung jangka pendek, akan berlanjut samapai suntikan kedaluwarsa setelah 12 minggu.
4.

Pemulihan fertilitas tertunda


Ini hanya menjadi masalah bagi pemakai DMPA, yang mungkin mengalami interval

berkepanjangan sebelum ovulasi normal pulih. Penundaan ini mungkin disebabkan oleh
menetapnya MPA dalam sirkulasi, karena mikrokristal di depot yang disuntikkan tersebut
kadang-kadang larut sangat lambat. Penundaan pemulihan kesuburan rata-rata berlangsung 7-8
bulan setelah perhitungan efek 3-4 bulan dari suntikan terakir. Hal ini berarti bahwa sebagian
wanita akan memerlukan waktu lebih dari setahun untuk dapat hamil. Tidak terdapat bukti bahwa
DMPA menyebabkan sterilitas permanen. Net-EN menyebabkan penundaan yang sangat singkat,
tetapi kontrasepsi suntik kombinasi tidak diketahui dapat menimbulkan efek berkepanjangan
setelah dosis terakir.

5.

Diperlukan penyuntikan yang teratur


Harus dibahas evektivitas dan frekuensi penyuntikan dan berapa kali suntikan harus

diberikan. Kadang kala, wanita telah memiliki kesan bahwa DMPA dapat diberikan setiap 3
bulan. DMPA dapat diberikan lebih dari 12 minggu sehingga penting frekuensi interval dalam
hitungan minggu.
6.

Tidak ada perlindungan terhadap penyakit menular seksual/ HIV.

6. Indikasi
1.

Usia reproduksi (ramaja sampai wanita usia 40 tahun)

2.

Nulipara dan yang telah mempunyai anak

3. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektifitas tinggi. Angka
kegagalan yang pernah dilaporkan di hampir semua studi besar dibawah 0,5 per 100 tahun
wanita untuk DMPA. DMPA sekarang dilisensi untuk pemakaian kontrasepsi umum jangka
panjang.
4.

Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai (setelah enam minggu pascapartum).
Salah satu keunggulan dari metode kontrasepsi progesteron yaitu tidak adanya efek
merugikan menyusui dan tidak adanya bukti pengurangan jumlah atau kualitas ASI serta
tidak adanya efek pada pertumbuhan dan perkembangan bayi.

5.

Telah banyak anak namun belum menghendaki tubektomi


Metode progesteron dapat digunakan sampai menoupose dan bahkan mungkin meringankan
gejala menoupose.

6. Perokok , bagi wanita yang berusia lebih tua dan perokok yang berumur lebih dari 35 tahun
dipastikan resiko penyakit kardiovaskuler. Resiko ini tampaknya tidak meningkat oleh metode
progesteron. Metode progesteron dapat digunakan sampai menoupose dan bahkan mungkin

meredakan gejala perimenoupose.


7. Tekanan darah < 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah.
Timbulnya hipertensi sewaktu menggunakan progesteron jarang terjadi, dan biasanya tidak
berkaitan dengan pemakaian progesteron tersebut. Hipertensi ringan atau saat tekanan atau saat
tekanan darah terkontrol dengan baik, metode dapat diberikan dan dianjurkan dengan dosis
rendah dan harus diperiksa secara berkala. Untuk hipertensi berat atau sedang progesterondosis
rendah dapat diberikan dengan pengawasan yang ketat. Efek merugikan pada semua bagian dari
proses koagulasi fibrinolitik tampaknya minimal, dan tampaknya tidak terjadi induksi keadaan
hiperkoagulasi bahkan pada metode dengan dosis yang lebih tinggi. Sebuah studi
memperlihatkan tidak adanya peningkatan secara bermakna dalam resiko relatif untuk stroke,
infark miokardium, atau penyakit tromboembulus vena paada wanita yang menggunakan
kontrasepsi progesteron dalam bentuk kontrasepsi suntik atau pil.
8.

Menggunakan obat epilepsy (fenitoin dan barbiturat) atau obat TBC (rifampisin).
Umumnya informasi mengenai metode progesteron masih jauh sedikit, obat-obat yang

menginduksi enzim hati seperti rimfapisin dan beberapa anti epilepsi kadang-kadang
menurunkan evektivitas progesteron namun ini nampaknya kurang menjadi masalah
dibandingakan dengan interaaksi obat pada pil kombinasi. Kontrasepsi suntik sangat cocok untuk
pengidap epilepsi karena frekuensi kejang sering berkurang oleh kadar hormon stabil
9.

Saat wanita menyatakan keinginannya untuk menggunakan kontrasepsi hormon, tetapi

esterogen dikontraindikasikan, esterogen tidak dapat ditoleransi dengan baik, profil efek samping
atau komplikasi esterogen tidak disukai.
10. Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi
kombinasi.

11. Penyakit sel sabit


Terdapat banyak bukti bahwa DMPA akan memperbaiki gambaran hematologis dan
mengurangi insidensi krisis pembentukan pembentukan sel sabit yang nyeri. Progesteron lain
mungkin menjadi alternatif tetapi esterogen sebaiknya dihindari.
7. Kontra Indikasi
1.

Hamil atau dicurigai hamil.

2.

Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.

3. Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid terutama amenorhoe. Amenore sering
terjadi pada pemberian DMPA dan NET-EN, tetapi juga dapat terjadi pada semua metode lain.
Kehamilan perlu disingkirkan, walaupun hal ini jarang terjadi pada metode-metode jangka
panjang, apabila ragu-ragu, maka haru selalu dilakukan uji kehamilan. Amenore berkepanjangan
pada pemberian progesteron tidak diketahui memahayakan, dan banyak wanita yang merasa
amenore tidak alamiah, dapat diambil analogi yang masuk akal dengan amenore laktasi.
Konseling sebelum terapi mengenai berbagai kemungkinan kelainan menstruasi termasuk
amenore, merupakan hal yang penting bagi semua metode progesteron.
4.

Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara.

Wanita dengan kanker payudara sebaiknya menghindari pemakaian progesteron, kecuali bila
pemakaian alternatif tidak cocok . mungkin sebagian kecil kanker payudara pada wanita muda
dipicu oleh pajanan progesteron, walaupun sebagian yang lain mungkin malah dihambat

8. Waktu Mulai Menggunakan Kontrasepsi Suntikan DMPA


1.

Mulai hari pertama sampai hari ketujuh siklus haid.

2.

Pada ibu yang tidak haid injeksi pertama dapat diberikan setiap saat asalkan saja ibu tersebut

tidak hamil, dalam 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
3.

Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin mengganti dengan kontrasepsi
suntikan. Bila ibu telah menggunakan kontrasepsi hormonal sebelumnya secara benar, dan
ibu tersebut tidak hamil, suntikan pertama dapat segera diberikan. Tidak perlu menunggu
sampai haid berikutnya datang.

4.

Bila ibu sedang menggunakan jenis kontrasepsi jenis lain dan ingin menggantinya dengan
jenis kontrasepsi suntikan yang lain lagi kontrasepsi suntikan yang akan diberikan dimulai
pada saat jadwal kontrasepsi suntikan yang sebelumnya.

5.

Ibu yang menggunakan kontrasepsi nonhormonal dan ingin menggantinya dengan


kontrasepsi hormonal, suntikan pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat
segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil dan pemberiannya tidak perlu menunggu
haid berikutnya datang. Bila ibu di suntik setelah hari ke 7 haid, ibu tersebut selama 7 hari
setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.

6.

Ibu ingin mengganti AKDR dengan kontrasepsi hormonal. Suntikan pertama dapat diberikan
pada hari pertama sampai hari ke- 7 siklus haid, atau dapat diberikan setiap saat setelah hari
ke 7 siklus haid, asal saja yakin klien tersebut tidak hamil

7.

Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur suntikan pertama dapat diberikan
setiap saat asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh
melakukan hubungan seksual.

9. Efek Samping
1.

Amenorhea

Amenorea merupakan perubahan umum yang terjadi pada beberapa titik dalam sebagian besar
siklus menstruasi wanita dewasa. Sepanjang kehidupan individu ,tidak adanya menstruasi dapat

berkaitan dengan kejadian hidup yang normal seperti kehamilan, menopouse, atau penggunaan
metode pengendalian tertentu.istilah amenore secara tradisonal ditetapkan pada salah satu dari
ketiga kondisi klinis di bawah ini:
1.

Masa remaja awal (usia 14 tahun atau lebih muda), yang belum pernah mens dan belum

menampakkan adanya tanda-tanda karakteristik seksual sekunder


2. Masa remaja (16 tahun atau lebih muda) yang belum pernah mens dan belum menampakkan
adanya tanda-tanda karakteristik seksual sekunder
3. Wanita yang sudaah pernah menstruasi, namun tidak mengalami menstruasi dalam waktu
yang berkisar antara 3 sampai 6 bulan.
Dua kondisi pertama telah digambarkan sebagai amenore primer, sedangkan kondisi yang ketiga
ditetapkan sebagai amenore sekunder.sementara terdapat sejumlah pendekatan yang berbeda
dalam memahami, mendiagnosis, dan mengatasi amenore. Penyebab amenore diperkirakan
berasal dari empat area anatomis :1. Saluran genetal (uterus dan vagina),2. Ovarium, 3. Kelenjar
ovarium, 4.sistem saraf pusat (SSP). Secara umum masalah yang berhubungan dengan aliran
darah merupakan masalah sumbatan, sementara masalah ovrium, hipofisis, SSP dikaitkan dengan
adanya gangguan dalam aksis hipotalamus

hipofisis-ovarium (HHO) yang mengendalikan

proses neuro endrokin yang dibutuhkan dalam siklu menstruasi. Sumbatan secara umum dapat
ditemukan melalui pengkajian fisik, sementara penyebab lain disingkirkan melalui analisis
labolatorium dan terapi hormon.
Penanganannya :
a)

Hindarkan kemungkinan hamil dengan memeriksa ada tidaknya tanda-tanda kehamilan.

Lakukan pemeriksaaan dalam dan bila berlu periksalah dengan tes kehamilan.
b) Bila tidak hamil, pengobatan apapun tidak perlu, jelaskan bahwa darah haid tidak terkumpul
dalam rahim, penggunaan hormon progestin akan menyebabkan dinding rahim tidak terlepas,

sehingga perdarahan haid tidak terjadi .Jangan berikan terapi hormonal untuk menimbulkan
perdarahan karena tidak akan berhasil. Tunggu 3 6 bulan kemudian, bila tidak haid juga rujuk
ke klinik.
c) Bila tidak datangnya haid masih menjadi masalah beri nasehat pada klien untuk kembali ke
klinik dan anjurkan dengan metode kontrasepsi lain.
d) Bila telah terjadi kehamilan, rujuk klien, jelaskan bahwa hormon progestin tidak akan
menimbulkan kelainan pada janin.
e) Bila terjadi kehamilan ektopik, rujuk klien segera.
2.

Perdarahan bercak ( Spotting )

Spotting adalah perdarahan bercak di luar siklus haid yang disebabkan ketidak seimbangan
hormon sehingga endometrium mengalami degenerasi. Gejala- gejala ini sering menyertai terapi
progesteron, terutama selama beberapa bulan pemakaian, damn merupakan penyebab utama
penghentian prematur. Penyebab patologis harus selalu diingat apabila perdarahan abnormal
menetap, terutama pada wanita yang lebih tua. Infeksi panggul (terutama klamidia) dan kelainan
saluran genetal (termasuk polip servic atau endometrium, fibroid submukosa, kanker servic atau
endometrium) sebaiknya dipertimbangkan. Resiko kanker endometrium berkurang oleh sebagian
besar, mungkin semua, metode progesteron.
Apabila resiko patologi intrauterus dianggap signifikan, maka pemindaian ultrasonografi
transvagina dapat mengidentifikasikan penebalan endometrium akibat polip atau kanker.
Histeroskopi atau biopsi endometrium bahkan akan memberi informasi yang lebih akurat
mengenai kemungkinan patologi intrauterus dan endoserviks. Perlu diingat bahwa penyebab
perdaran di luar siklus dan bercak darah yang berkaitan dengan metode itu sendiri
Penanganannya :

a) Lakukan pemeriksaan kehamilan, bila hamil hentikan penyuntikan dan rujuk klien, jelaskan
bahwa hormon progestin tidak akan menimbulkan kelainan janin.
b)

Bila tidak hamil, jelaskan bahwa perdarahan yang terjadi merupakan hal yang biasa dan

biasanya tidak memerlukan pengobatan.


c)

Bila klien tidak menerima penjelasan tersebut dan ingin melanjutkan penyuntikan, maka

dapat diberikan pengobatan dengan siklus Pil kontrasepsi Kombinasi (30 35 g


ethinilestradiol), ibuprofen (sampai 800 mg, 3x/hari untuk 5 hari), atau obat sejenis lain. Jelaskan
bahwa selesai pengobatan Pil Kontrasepsi Kombinasi dapat terjadi perdarahan. Bila terjadi
perdarahan banyak selama pemberian suntikan ditangani dengan pemberian 2 tablet Pil
kontrasepsi kombinasi/ hari selama 3 7 hari dilanjutkan dengan siklus Pil kontrasepsi
hormonal, atau diberi 50 g etinilestradiol atau 1,25 mg estrogen equin konjugasi untuk 14 21
hari.
d) Bila perdarahan/ spotting terus berlanjut setelah tidak haid, namun kemudian terjadi
perdarahan, maka perlu dicari penyebabnya Perdarahan tersebut. Obatilah penyebab terjadinya
perdarahan, tanyakan pada klien masih ingin melanjutkan suntikan dan bila tidak suntik jangan
dilanjutkan lagi dan carikan kontrasepsi dan bila tidak, suntikan jangan dilanjutkan lagi dan
carikan kontrasepsi lain, bila perlu lakukan pemeriksaan dalam dan inspekulo.
e) Perdarahan/ perdarahan bercak dapat menyebabkan anemia, periksalah adanya tanda-tanda
anemia conjungtiva yang puncat,ujung kuku pucat, rendahnya kadar hemoglobin. Untuk
mencegah anemia perlu preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat besi.
3.

Keluhan subyektif (mual, pusing, sakit kepala, muntah)

a) Pastikan tidak terjadi kehamilan dengan pemeriksaan jasmani pemeriksaan dengan


spekulum, bimanual dan tes kehamilan bila perlu.

b) Bila hamil segera rujuk


c) Bila tidak hamil, informasikan bahwa hal ini bersifat sementara dan akan hilang dalam
waktu dekat
d) Bila keluhan tidak hilang maka bisa diberikan pengobatan simptomatis atau gejala.
4.

Perubahan berat badan

a) Umumnya penambahan berat badan bervariasi antara kurang dari 1 kg sampai 5 kg dalam
tahun pertama.Penyebab pertambahan berat badan tidak jelas tampaknya terjadi bertambanya
lemak tubuh, dan bukan karena retensi cairan tubuh. Hipotesa para ahli: DMPA merangsang
pusat pengendali makan di hipotalamus yang menyebabkan peserta makan banyak lebih dari
biasanya.
Penanganannya :
1. Informasikan bahwa kenaikan atau penurunan berat badan sebanyak 1-2 kg dapat saja terjadi.
2. Untuk mencegah perubahan berat badan yang terlalu mencolok, perhatikan diet klien.
3. Bila berat badan berlebihan, hentikan suntikan dan anjurkan metode kontrasepsi lain (non
hormonal).
5.

Leukore

Leukore (White discharge, Flour Albus, Keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada
cairan yang dikeluarakan dari alat-alat genetalia yang tidak berupa darah.
Penangannnya :
a)

Berikan penjelasan penyebab terjadinya Leucorhea pada Peserta KB Suntik 3 bulanan.

Progesteron floro dan Ph vagina sehingga jamur mudah tumbuh dalam vagina dan menimbulkan
keputihan.

b) Motivasi klien untuk menjaga kebersihan daerah vagina agar mikroorganisme tidak tumbuh
dan berkembang.
c) Diberikan preparat antibytotik melalui oral atau vagina misal albothyl, bila tidak menolong
suntikan dihentikan.
6.

Acne atau jerawat

Jerawat kadang-kadang diperberat atau disebabkan oleh progesteron yang sedikit androgenik
misalnya levonolgestrel atau NET. Perawatan kulit yang biasanya dap[at membawa wanita yang
menggunakan kontrasepsimelewati masa penyesuaian dengan metode baru, walaupaun kadang
kadang- kadang metode tersebut perlu dihentikan.
a) Berikan konseling pada klien bahwa penyebab jerawat karena pengaruh progesteron yang
dapat meningkatkan kadar lemak, untuk itu kurangi makanan yang berlemak dan menjaga
kebersihan muka.
b) Bila tidak hilang dan makin bertambah dianjurkan ganti cara kotrasepsi non hormonal.

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )


MATERI PENYULUHAN SADARI PADA REMAJA
1. Tujuan Umum

: Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini di harapkan remaja

mendapatkan informasi dan pengetahua tentang SADARI dan


melakukan untuk kehidupan sehari-hari.
2. Tujuan Khusus

: Di harapkan setelah mengikuti penyuluhan ini sasaran


memahami dan mengerti tentang pemeriksaan payudara
sendiri ( SADARI )

3. Pokok Bahasan

: SADARI

4. Sub pokok Pembahasan : 1. Pengertian SADARI


2. Tujuan SADARI
3. Waktu yang tepat melakukan SADARI
4. Prosedur dan Teknik SADARI
5. Pengertian kanker payudara
6. Gejala gejala kanker payudara
7. Faktor resiko kanker payudara
5.

Sasaran``

: Keluarga Tn. M

6. Waktu dan tempat

: 15 November 20 November 2015 / jam 14.00 Wib di


Rumah Binaan

7.

Metode

: Ceramah, Tanya Jawab, Demontrasi Gambar dan Tulisan

8.

Media

: Buku, Pulpen, Leflet, Mulut, Gambar dan Tulisan

9.

Materi

: SADARI

10. Kegiatan

: Penyuluhan

11. Kegiatan Penyuluhan


KEGIATAN PENYULUHAN
N
o

Waktu

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Peserta

1.

5 menit
Pertama

Pembukaan
-

Memberi salam
Memperkenalkan diri

kepada klien
Menanyakan keadaan

klien
Menjelaskan tujuan

pembelajaran
menyebutkan

Klien menjawab salam


dan mempersilahkan

masuk ke rumah
Klien mengerti tujuan
penyuluhan yang akan

di sampaikan
Klien mendengarkan
dan memperhatikan

materi/pokok bahasan
yang disampaikan
2.

20 menit
kedua

Inti / Materi

Klien menyimak dan

menjelaskan materi

Memperhatikan

penyuluhan secara berurutan

penyuluhan yang

dan teratur

diberikan

Materi :
-

Pengertian SADARI
Tujuan SADARI
Waktu yang tepat

melakukan SADARI
Prosedur dan Teknik

SADARI
Pengertian kanker

payudara
Gejala gejala kanker

payudara
Faktor resiko kanker

payudara
Menanyakan kepada
klien dari hasil
penjelasan apakah
sudah mengerti

Klien menjawab sudah


mengerti

3.

15 menit
terakhir

Penutup
Evaluasi :
-

perbedaan cara

Memberi kesempatan

mengetahui adanya

kepada klien untuk


-

bertanya
Menjawab pertanyaan

tumor atau tidak


Klien mendengar
Klien dapat

menjelaskannya
Menjawab salam

dengan bahasa yang


sederhana dan mudah
-

di mengerti
Meminta untuk
menjelaskan atau
menyebutkan
kembali :
1. Pengertian

SADARI
2. Tujuan SADARI
3. Teknik SADARI
-

Memberikan pujian
atas keberhasilan
menjelaskan
pertanyaan dan
memperbaiki
kesalahan, serta

menyimpulkan
mengucapkan
terimakasih dan
mengucapkan salam

Klien bertanya mengenai

PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI ( SADARI )


A. Pengertian
Periksa payudara sendiri atau yang biasa disingkat SADARI, adalah usaha
menemukan adanya kelainan atau tumor pada payudara secara dini, dengan cara memeriksa
payudara sendiri.
Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan SADARI wanita semakin waspada dan
mampu mendeteksi secara dini adanya kelainan pada payudaranya. Sehingga ketika didapatkan
kelainan pada payudaranya. Sehingga ketika di dapatkan kelainan, pemeriksaan bisa segera
dilakukan, pengobatan yang dibutuhkan bisa segera diberikan, dan tingkat kesembuhan bisa
lebih cepat dicapai.
Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) adalah cara sederhana menemukan tumor
payudara sedini mungkin. Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan setiap 1 bulan sekali dan
dapat menjadi instrumen penapisan yang efektif untuk mengetahui lesi payudara (Varney, 2007).
Sedangkan menurut Smeltzer (2005). SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri
antara hari ke5 dan ke10 dari siklus menstruasi, dengan menghitung hari pertama haid sebagai
hari 1.
Dan menurut Maulani (2009), Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah bagian
penting dari perawatan kesehatan, yang dapat melindungi anda dari resiko kanker payudara.

B. LatarBelakang SADARI di Indonesia


a.

penderita kanker payudara (CaMammae) di Indonesia

b. Sebagian besar pasien datang pada stadium lanjut.


c.

lebih dari 80% kanker payudara ditemukan sendiri oleh pasien.


d.

SADARI yang dilakukan teratur setiap bulan bisa mempertinggi kewaspadaan wanita

terhadap adanya kelainan pada payudara.


e.

Motto setiap benjolan di payudara di anggap kanker payudara, kecuali bila kemudian

terbutkti bukan kanker.

C. Tujuan
dilakukan SADARI adalah untuk mendeteksi secara dini jika ada kelainan di payudara.
D. Cara melakukan SADARI
Pemeriksaan payudara dapat dilakukan dengan melihat perubahan di hadapan cermin dan
melihat perubahan bentuk payudara dengan cara berbaring.
E. Aturan SADARI
a.

SADARI dilakukan setiap bulan secara teratur pada hari ke 7 sampai 10 setelah hari pertama

menstruasi.
b.

Pada wanita yang tidak menstruasi, SADARI dilakukan pada hari yang sama setiap

bulannya.
c.

ketika melakukan SADARI, focus perhatian adalah ukuran, bentuk, kontur, warna payudara

dan putting, serta deteksi adanya benjolan, retraksi kulit, warna, dan cairan abnormal pada
payudara.
F. Cara SADARI
a.

MengamatiPayudara

a) Berdiri di depan cermin dan lihat kedua payudara sendiri.


b) Perhatikan ukuran, bentuk, kontur, warna, dan arah kedua payudara dan putting
c) Selanjutnya angkat ke dua tangan lurus keatas, lalu amati apakah ada tarikan kulit payudara
ke arah dalam. Lakukan pengamatan sambil berputar perlahan-lahan agar setiap sisi terlihat.
d) Letakkan kedua tangan pada pinggul dan dorong kedua bahu ke belakang. Perhatikan
masing-masing payudara.
b. Meraba dan Merasakan
a) Tetap berdiri di depan cermin dan lakukan perabaan pada payudara mulai dari bawah tulang
klavikula.
b) Gunakan tangan kiri untuk memeriksa payu dara kanan. Olesi telapak 3 jari dengan body
lotion, kemudian rabalah dengan tekanan mantap. Arah gerakan dari depan kebelakang secara
sirkuler melingkupi seluruh payudara termasuk putting.

c)

Lanjutkan pemeriksaan payudara di daerah bawah lengan (ketiak). Lakukan dengan tidur

berbaring dan angkat salah satu lengan keatas. Periksa payu dara seperti sebelumnya, termasuk
daerah di bawah lengan.
d) Ulangi SADARI pada payudara satunya. Catat hasil pengamatan SADARI dan tandai tanggal
pemeriksaan SADARI.
E. Etiologi
Indikasi utama sadari adalah karena :
Untuk mendeteksi terjadinya Cancer Payudara dengan mengamati payudara dari depan, sisi kiri
dan sisi kanan, apakah ada benjolan, perubahan warna kuli, putting bersisik dan pengeluaran
cairan atau nanah dan darah.
Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, sekaligus
penyebab kematian terbesar. Sebagian besar penderita baru terdeteksi di stadium lanjut karena
kanker tidak bergejala.
Semakin bertambahnya usia, makin besar pula risiko seorang perempuan terkena kanker. Hal ini
tentu membuat kita khawatir. Meski begitu, kita bisa mengubah ketakutan menjadi sebuah
tindakan nyata untuk mencegah penyakit yang jadi momok kaum wanita ini.
1. Aktif bergerak
Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga akan menurunkan
kadar hormon estrogen, yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit
sehari.
2. Kurangi berat badan
Setelah menopause, perempuan yang obesitas punya risiko lebih besar terkena kanker payudara
dibanding rekannya yang punya berat badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada
wanita yang tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama.
3. Cukupi kebutuhan vitamin D
Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker terus bermunculan. Yang terakhir
menyebutkan, 94 persen pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih
cepat menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D.
4. Batasi alcohol

Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang minum satu atau dua
gelas alkohol setiap hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para ahli
menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari.
5. Perhatikan gejalanya
Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari
jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran
tidak teratur. Tanda lain yang mungkin timbul adalah benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau
bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu, dan perubahan warna atau
tekstur kulit payudara.
6. Lakukan deteksi dini
Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan menurunkan stadium pada temuan
kasus kanker payudara. Selain mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat
diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika dilakukan secara teratur bisa
mendeteksi tumor 1,2 sentimeter
7. Waktu pelaksanaan
Pemeriksaan payudara dilakukan setelah menstruasi, pada waktu payudara tidak keras atau
bengkak.
8. Prosedur pelaksanaan
SADARI bulanan dengan pemeriksaan klinis payudara tahunan (Clinical Breast Examination /
CBE) oleh seorang ahli dan mamografi, sangat bermanfaat untuk mendeteksi kanker payudara
sejak dini.Ada tiga langkah penting untuk melakukan SADARI, yaitu:

1. Pemeriksaan raba pada posisi berdiri.


Untuk melakukan pemeriksaan pada payudara sebelah kanan, angkat lengan kanan anda ke
belakang kepala, lalu gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Lakukan
langkah-langkah sebaliknya untuk memeriksa payudara sebelah kiri.

2. Pemeriksaan raba pada saat berbaring.


Berbaringlah di atas permukaan yang keras. Saat melakukan pemeriksaan pada payudara kanan,
letakkan bantal di bawah pundak kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala.
Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan
memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak dari payudara kanan (posisi jam
12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah
itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti
sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal
yang

sama

pada

payudara

sebelah

kiri.

Teknik SADARI yang benar harus menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah Anda, bukan
ujung jari. Anda sangat dianjurkan untuk mengulang-ulang gerakan melingkar dengan buku jari
yang disertai dengan sedikit penekanan. Namun penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan
tekanan pada tulang rusuk dan akan terasa seperti benjolan
3. Tempo permeriksaan
Pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Para wanita yang sedang haid
sebaiknya melakukan pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula, ketika
payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak.
Jika menemukan adanya benjolan atau perubahan pada payudara yang membuat diri Anda resah,
segera konsultasikan ke dokter. Jika dokter menginformasikan bahwa hasil pemeriksaannya
menunjukkan tidak adanya kelainan tapi Anda masih tetap resah, Anda bisa meminta kunjungan
lanjutan. Anda juga bisa meminta pendapat kedua dari seorang dokter spesialis.
Para wanita yang telah berusia 20 dianjurkan untuk mulai melakukan SADARI bulanan dan CBE
tahunan, dan harus melakukan pemeriksaan mamografi setahun sekali bila mereka telah
memasuki usia 40.
Jangan biarkan kanker payudara merusak hidup anda! kanker payudara bukan kanker ganas
kalau anda menyadarinya sebelum terlambat!

4.Tehnik melakukan SADARI

1. Melihat Perubahan Di Hadapan Cermin.


Lihat pada cermin , bentuk dan keseimbangan bentuk payudara (simetris atau tidak). Cara
melakukan :
o Tahap 1

Melihat perubahan bentuk dan besarnya payudara, perubahan puting susu, serta
kulit payudaradi depan kaca. Sambil berdiri tegak depan cermin, posisi kedua lengan
lurus ke bawah disamping badan.
o Tahap 2

Periksa payudara dengan tangan diangkat di atas kepala. Dengan maksud untuk
melihat retraksikulit atau perlekatan tumor terhadap otot atau fascia dibawahnya.
o Tahap 3

Berdiri tegak di depan cermin dengan tangan disamping kanan dan kiri. Miringkan badan
ke kanan dan kiri untuk melihat perubahan pada payudara.
o Tahap 4

Menegangkan otot-otot bagian dada dengan berkacak pinggang/ tangan menekan pinggul
dimaksudkan untuk menegangkan otot di daerah axilla.

2. Melihat Perubahan Bentuk Payudara Dengan Berbaring.

o Tahap 1. Persiapan

Dimulai dari payudara kanan. Baring menghadap ke kiri dengan membengkokkan kedua
lutut Anda. Letakkan bantal atau handuk mandi yang telah dilipat di bawah bahu sebelah
kanan untuk menaikan bagian yang akan diperiksa. Kemudian letakkan tangan kanan
Anda di bawah kepala. Gunakan tangan kiri Anda untuk memeriksa payudara kanan
.Gunakan telapak jari-jari Anda untuk memeriksa sembarang benjolan atau
penebalan. Periksa payudara Anda dengan menggunakan Vertical Strip dan Circular.
o Tahap 2. Pemeriksaan Payudara dengan Vertical Strip

Memeriksa seluruh bagian payudara dengan cara vertical, dari tulang selangka di
bagian atas ke bra-line di bagian bawah, dan garis tengah antara
kedua payudara ke garis tengah bagian ketiak Anda. Gunakan tangan kiri untuk
mengawali pijatan pada ketiak. Kemudian putar dan tekan kuat untuk
merasakan benjolan. Gerakkan tangan Anda perlahan-lahan ke bawah bra line
dengan putaran ringan dan tekan kuat di setiap tempat. Di bagian bawah bra line,
bergerak kurang lebih 2 cm kekiri dan terus ke arah atas menuju tulang selangka
dengan memutar dan menekan. Bergeraklah ke atas dan ke bawah mengikuti
pijatan dan meliputi seluruh bagian yang ditunjuk.

o Tahap 3. Pemeriksaan Payudara dengan Cara Memutar.

Berawal dari bagian atas payudara Anda, buat putaran yang besar. Bergeraklah
sekelilingpayudara dengan memperhatikan benjolan yang luar biasa. Buatlah sekurangkurangnya tiga putaran kecil sampai ke puting payudara. Lakukan sebanyak 2 kali. Sekali
dengan tekanan ringan dan sekali dengan tekanan kuat. Jangan lupa periksa bagian
bawah areola mammae.
o Tahap 4. Pemeriksaan Cairan Di Puting Payudara.

Menggunakan kedua tangan, kemudian tekan payudara Anda untuk melihat


adanya cairanabnormal dari puting payudara.

o Tahap 5. Memeriksa Ketiak

Letakkan tangan kanan Anda ke samping dan rasakan ketiak Anda dengan teliti, apakah
terababenjolan abnormal atau tidak.

BAB IV
PEMBAHASAN KASUS
A. Asuhan kebidanan pada keluarga Tn.E dengan KB Suntik 3 bulanan
Berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan paada keluarga binaan Ny.N di
desa Lambirah, kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar. Ditemukan ibu tidak
mendapatkan haid selama pemakaian KB suntik 3 bulanan. Dengan demikian diketahui
bahwa ibu tidak mengetahui dan tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek
samping KB suntik 3 bulanan terutama tentang penyebab tidak mendapatkan haid selama
pemakaian kontrasepsi, maka dari itu perlu dilaksanakan pendekatan pada keluarga
binaan agar ibu mengerti bahwa selama pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulanan,
cara kerja hormone progesterone dan penyebab tidak mendapatkan haid.Dengan
demikian ibu mengetahui dengan jelas tentang pemakain alat kontrasepsi KB suntik 3
bulanan.
Pada pertemuan kedua memberi penyuluhan kepada ibu tentang :
Efek samping dari pemakaian KB Suntik 3 bulanan
Bagaimana proses kerja hormone yang terkandung dalam KB Suntik 3 bulanan
Penyebab tidak mendapatkan haid selama pemakian KB Suntik 3 bulanan
Ibu sudah mengerti dan dapat memahami dengan jelas mengenai pemakaian alat
kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan khususnya tentang efek samping KB.
Pada pertemuan ketiga yaitu memberikan penyuluhan pada ibu dan menjelaskan kembali
tentang cara kerja KB Suntik 3 bulanan dan hormone yang bekerja yaitu hormone
estrogen dan progesterone dan menanyakan apakah ibu sudah mengerti dengan informasi
yang telah disampaikan.
Pada pertemuan keempat datang lagi kerumah ibu dan memberikan penyuluhan kembali
mengenai Keuntungan dan kekurangan memakai alat kontrasepsi KB suntik 3
bulanan.Dan menanyakan kepada ibu apakah sudah mengerti dengan informasi yang
telah disampaikan.
Pada pertemuan kelima memberikan penyuluhan ulang kepada ibu yang lebih detail ,
menyampaikan informasi tentang ibu-ibu yang beresiko atau yang tidak boleh memakai
alat kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.

Menurut teori KB suntik 3 bulan mengandung Depo Provera yang merupakan


suspensi cairan yang terdiri dari kristal-kristal mikro medroksiprogesteron asetat (DMPA).
Sedangkan DMPA ini merupakan keturunan progesteron, hormon yang memang sudah ada
dalam tubuh wanita. Disuntikkan dengan dosis 150 mg setiap 3 bulan sekali. Disinilah cara
kerja KB suntik 3 bulan, karena hormon ini memiliki efek mengentalkan lendir rahim,
sehingga sel sperma akan terperangkap dan sulit bergerak ke rahim dan seterusnya. Hormon
ini juga mencegah ovulasi atau pengeluaran sel telur dan membuat dinding rahim tidak siap
menerima hasil pembuahan.
Penyebab tidak haid selama memakai KB Suntik 3 BulananPenggunaan Kontrasepsi
Suntik Progestin Menyebabkan ketidak seimbangan hormon, dengan Penggunaan Suntik
Hormonal tersebut membuat dinding endometrium yang semakin menipis hingga
menimbulkan gangguan pada pola haid tergantung pada lama pemakaian. Perdarahan inter
menstrual dan perdarahan bercak berkurang dengan jalannya waktu, sedangkan kejadian
amenore bertambah besar.
Progesteron merupakan hormon golongan progestin yang terpenting pada
manusia.Selain karena khasiat hormonalnya, progesterone juga penting karena merupakan
pembakal estrogen, androgen dan adrenokortiko steroid.Hormon ini pertama kali diisolasi dari
korpus luteum.Golongan progestin ini menyebabkan perubahan pada endometrium yang telah
mengalami perangsangan estrogen.Dari berbagai jenis hormon ini golongan hidroksi
progesterone kaproat yang punya khasiat hambatan gonadotropin. Mekanisme yang pasti
bagaimana progesterone menghentikan perdarahan pada perdarahan uterus disfungsional
belum sepenuhnya dapat diterangkan, kemampuan ini dicapai berkat khasiat progestron

terhadap pembentukan prostaglandin, pembentukan dan stabilisasi dinding lisosom,


penghambatan kontraksi miometrium dan perangsangan arteriol.Khasiat tersebut.
Setelah dilakukan penyuluhan ibu dapat mengerti dan memahami apa yang telah di
sampaikan tentang permasalahan yang dialaminya serta tidak ragu dan tidak bingung lagi
dengan pemakaian alat kontrasepsi KB Suntik 3 bulanan.

B. Asuhan kebidanan pada keluarga Tn.M dengan sadari pada remaja


Setelah saya melakukan kunjungan kerumah keluarga binaan ternyata remaja puri
tersebut tidak mengetahui tentang sadari. Remaja purti mengatakan tidak pernah
memeriksaan kesehatan reproduksinya karena malas ke puskesmas dan ke pelayanan
kesehatan lainnya.Setelah saya telusuri saya akan mencoba untuk memberikan
penyuluhan pada remaja putri tersebut. Dengan cara begitu remaja putri tersebut akan
mengerti tentang sadari serta dia mau melakukakn pemeriksaan terhadap kesehatannya.
Dengan demikian remaja putri mengetahui dan memahami tentang prosedur melakukan
pemeriksaan payudara sendiri dan mnfaat melakukan pemeriksaan payudara sendiri
untuk mencegah dan mendeteksi penyakit secara dini.
bulanan.
Pada pertemuan kedua memberi penyuluhan kepada remaja tentang :
Tehnik Manfaat melakukan pemeriksaan payudara sendiri
Manfaat melakukan pemeriksaan payudara sendiri
Pentingnya melakukan pemeriksaan payudara untuk mendeteksi penyaki secara

dini
Mencegah terjadinya penyakit seperti tumor / kanker
Menjaga kesehatan reproduksi sangatlah penting dan banyak manfaat demi
kesehatan masa depan

Remaja putri sudah mengerti dengan jelas tentang melakukan pemeriksaan payudara
sendiri dan mau melakukannya dengan baik dan benar.
Pada pertemuan ketiga memberikan penyuluhan ulang pada remaja putri tentang melakukan
pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bisa juga dilakukan dengan skrining test dan
mammografi untuk mengetahui kesehatannya lebih jelas dan tepat untuk mencegah penyakit

dengan segera. Dan menanyakan kepada remaja apakah sudah mengerti dengan penjelasan
yang telah disampaikan.
Pada pertemuan keempat datang lagi kerumah TN.M untuk memberikan penyuluhan ulang
yang lebih mendetail dan menyarankan remaja putri untuk memeriksakan kesehatan
reproduksinya untuk menjaga kesehatannya lebih sehat. Dan menanyakan pada remaja apakah
sudah mengerti.
Pada pertemuan kelima memberikan lagi penyuluhan ulang dan menanyakan bagaimana
perkembangannya setelah melakukan pemeriksaan payudara sendiri dan memberitahukan
agar melakukannya setiap habis halangan.
Berdasarkan hasil pendataan dan kunjungan dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
kebidanan komunitas khususnya kesehatan pada remaja di desa Lambirah didapat hasil
masih kurangnya pengetahuan tentang sadari. Dan anak remaja pun tidak sering
berkunjung kerumah sakit, posyandu dan puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya.
Hal ini disebabkan rasa ketidak pedulian mereka terhadap kesehatan khususnya
pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan perlunya
memeriksa kesehatan kerumah sakit dan puskesmas setempat.

Keluarga merupakan unit terkecil yang mempengaruhi tingkat pendidikan yang


dapat mempengaruhi daya fikir seseorang. Hal ini disebabkan rasa malas dan malu
dengan tingkat pendidikan rendah, dari masyarakat da n memiliki peran yang cukup besar

dalam memberikan dorongan dan semangat terhadap kesehatannya. Dengan diberinya


konseling (penyuluhan/pendidikan). Sehingga dengan ini saya akan coba memberikan
penyuluhan tentang sadari. Dengan penyuluhan ini InsyaAllah akan membantu keluarga
binaan tersebut supaya ia tahu tentang masalah yang dihadapinya. Dan setelah saya
memberikan penyuluhan pada keluarga binaan tersebut kesadaran terhadap
kesehatannya. Maka dengan begitu wawasan dan pengetahuan keluarga binaan tersebut
juga akan meningkat.

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis melakukan pendataan pada keluarga binaan yaitu Tn.Edi Ahyar dan
Tn.Marwazi Di Desa Lambirah Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar, penulis
menemukan masalah yang perlu di angkat yaitu : KB Suntik 3 bulanan dan SADARI. Hal
ini disebabkan kurangnya informasi tenaga kesehatan kepada akseptor KB dan karena para
remaja tidak mengetahui tentang pemeriksaan payudara sendiri dan kurangnya informasi .
Oleh sebab itu perlu di lakukan pembinaan dan penyuluhan. Dan setelah dilakukan
pembinaan dan penyuluhan pada keluarga Tn.Edi Ahyar dan Tn.Marwazi Akhirnya Ny.N
sudah mengerti dan memahami dengan jelas mengenai pemakaian alat kontrsepsi KB
suntik 3 bulanan dan para remaja sudah mengerti tentang pemeriksaan payudara sendiri
dan cara melakukannya.

B. Saran
a. Saran untuk institusi
Agar kepala desa memberi bimbingan secara terarah kepada mahasiswa dalam
melaksanakan KKL tersebut sehingga dapat memberikan solusi bagi permasalahan
yang di hadapi ibu, bayi dan anak dan remaja
b. Saran bagi keluarga binaan
Di sarankan kepada ibu-ibu agar hendaknya dapat menyadari betapa pentingnya
pengetahuan tentang masalah kesehatan sehingga ibu dapat mendeteksi secara dini
masalah apa yang di hadapi di dalam keluarganya.
Dengan adanya keinginan untuk mengangkat derajat kesehatan yang optimal dan
memadai sehingga terbebas dari berbagai masalah yang dapat membahayakan diri
dan keluarga. Dengan meningkatkan pengetahuannya. Pengetahuan ibu bisa
menciptakan keluarga yang sehat.
c. Saran bagi bidan/tenaga kesehatan
Agar lebih bekerja keras lagi untuk dapat mencapai kesehatan yang optimal dalam
setiap keluarga khususnya pada ibu dan anak remaja yang membutuhkan informasi

tentang Periksa Payudara Sendiri. Dan juga penyampain informasi yang detail pada
setiap akseptor KB.

DAFTAR PUSTAKA

Juliana Erna Simatupang, SKM, Manajemen Pelayanan Kebidanan, EGC, Jakarta : 2006
Mellisa, 2003, Problemi dan Perawatan Payudara, Kawan Pustaka, Jakarta.

Sari Wahyuni, 2009, Deteksi Dini Kanker Payudara, Pustaka, Jakarta.


Suryadi, 2002, Perkembangan Remaja, Jakarta, Varney, Helen, 2006, Buku Ajar Asuhan

Kebidanan, EGC Jakarta.


Sulistyawati,Ari.2012.Pelayanan Keluarga berencana.Jakarta.Salemba Medika

MAHASISWI KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) AKBID MUHAMMADIYAH DI


DESA LAMBIRAH KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
DARI TANGGAL 09 NOVEMBER s/d 21 NOVEMBER 2015

POA KELOMPOK
No

Kegiatan

1.

2.

3.

Tempat

- Penyerahan mahasiswi
KKL Akbid
Muhammadiyah

Hari/Tanggal
/Waktu
Senin/ 09 nov
2015
Jam :10.00 WIB

- Pengarahan keucik dan


pembimbing kepada
mahasiswi KKL

Senin/ 09 nov
2015
Jam :11.00 WIB

- Ruang Aula
dan Kedusun

- Keucik desa
Lambirah dan
Pembimbing

- Gotong Royong

Senin/ 09 nov
2015
Jam :14.00 WIB

- Kedusun

- Seluruh
mahasiswi
KKL

- Melakukan pendekatan dan


perkenalan dengan
masyarakat dan melakukan
pendataan

Selasa/ 10 nov
2015
Jam :10.00 WIB

- Rumah
Penduduk

- MMD I

Selasa/ 10 nov
2015
Jam :20.00 WIB

- Meunasah
Lambirah

- Seluruh
mahasiswi
KKL, keucik,
pembimbing,
perangkat desa
dan
mayarakat.

- Melakukan Pendataan

Rabu/ 11 nov
2015
Jam :09.30 WIB

- Rumah
Penduduk

Seluruh
mahasiswi KKL

- Tabulasi Data

Rabu/ 11 nov
2015
Jam :14.30 WIB

- Meunasah dan
posko

- Kantor Camat

Penanggung
Jawab
- Direktur

4.

- Tabulasi Data

Kamis/ 12 nov
2015
Jam :14.00 WIB

- Konsul dan persiapan


lokmin

Kamis/ 12 nov
2015
Jam :19.30 WIB

5.

MMD II ( LOKMIN )

Jumat/ 13 nov
2015
Jam :15.00 WIB

Meunasah

6.

- Gotong Royong

Minggu/ 15 nov
2015
Jam :10.00 WIB

- Meunasah dan - Seluruh


sekitarnya
mahasiswi
KKL

- Persiapan penyuluhan dan


Perlombaan

Minggu/ 15 nov
2015
Jam :11.30 WIB

- Meunasah dan - Seluruh


Posko
mahasiswi
KKL

- Posyandu

Senin/ 16 nov
2015
Jam :08.00 WIB

- Posko

- Mahasiswi
KKL, Kader,
pertugas kes
Puskesmas,
Bides dan
Masyarakat

- Penyuluhan

Senin/ 16 nov
2015
Jam :10.00 WIB

- Meunasah

- Pembimbing,
Mahasiswi
KKL dan
masyarakat

7.

- Meunasah dan - Seluruh


posko
mahasiswi
KKL

- Meunasah
dan Posko

- Seluruh
mahasiswi
KKL dan
Pembimbing

- Seluruh
mahasiswi
KKL,
pembimbig,
keucik,
perangkat desa
dan
masyarakat.

8.

- Perlombaan Fashion Show


dan hafalan surat pendek

Senin/ 16 nov
2015
Jam :14.30 WIB

- Posko dan
meunasah

- Mahasiswi
KKL

9.

- Perlombaan cuci tangan

Jumat / 20 nov
2015
Jam :10.00 WIB

- Posko

- Mahasiswi
KKL

- Perlombaaan mewarnai

Jumat / 20 nov
2015
Jam :15.00 WIB

- Meunasah

- Mahasiswi
KKL

Sabtu/ 21 nov
2015
Jam :11.00 WIB

- Rumah
Penduduk

- Mahasiswi
KKL dan
Pembimbing

Sabtu/ 21 nov
2015
Jam :20.00 WIB

- Meunasa
h

- Seluruh
Mahasiswi
KKL,
pembimbing,
keucik,
perangkat desa
dan
masyarakat.

10. Ujian keluarga binaan

MMD III