Anda di halaman 1dari 5

BENGKAK PADA WAJAH DAN PERUT

LAPORAN TUTORIAL
SISTEM UROLOGI

NAMA

: AGUNG HIDAYAT YABASA

NO. REGISTER

: 13 777 030

KELOMPOK

:2

PEMBIMBING 1

: dr. CRISTINA COLONDAM,Sp.A

PEMBIMBING 2

: dr. MAGHFIRAH ALAMRI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS AL-KHAIRAAT
PALU
2015

A. HISTOLOGI
Dalam Sistem Urinarius, ginjal mempunyai peran penting dalam
pembentukan urin. Secara mikroskopis, ginjal memiliki dua bagian yaitu
Cortex Renalis dan Medulla Renalis dan dibungkus oleh kapsul fibrosa.
Dalam terdapat Tubulus uriniferus yang terdiri dari Nefron dan Tubulus
pengumpul.
Nefron berdasarkan letaknya di bagi dalam dua jenis, yaitu Nefron
Kortikal dan Nefron Juxtamedullary. Dalam satu nefron terdiri dari
Korpuskel Renalis, tubulus proksimal, ansa henle, dan tubulus distal.
1. Korpuskel Renalis
a) Kapsul Bowman
Kapsul bowman terdapat dua lapisan, yaitu lapisan
Parietal (lapisan luar) yang dibentuk oleh Epithel Selapis
Gepeng dan Viseral (berhubungan dengan glomerulus).
b) Glomerulus
Glomerulus merupakan kumpulan arteriol yang berfungsi
sebagai filtrasi. Mempunyai 3 lapisan yaitu, Endotel
kapiler,

Membrana

basalis

glomerulus,

podosit.

Di

glomerulus terdapat mesangeal sel yang berfungsi untuk


mempersatukan antara satu arteriol dengan arteriol
lainnya.
2. Tubulus Proximal
Tubulus Proximal dibentuk oleh Epithel Selapis Kubis yang
memiliki mikrovilli pada bagian apexnya. Secara mikroskopis,
tubulus proximal memiliki gambaran lumen yang padat dari
pada tubulus distal. Hal ini dikarenakan tubulus proximal
mempunyai banyak mitokondria pada bagian basal dari sel dan
juga memiliki tautan sel, yaitu Zonulla Occludent (diApex) dan
basolateral.
3. Ansa Henle
Ansa Henle merupakan lengkungan pada nefron yang terbagi
atas dua bagian, yaitu bagian yang turun atau descending loop
dibentuk oleh epithel selapis gepeng dan ascending loop yang
dibentuk oleh epitel selapis kubis.

4. Tubulus Distal
Tubulus Distal dibentuk epitel selapis kubis dan pada apex
mikrovillinya jarang. Mitokondria berada di basal lateral dan
sedikit daripada tubulus proximal. Pada tubulus distal terdapat
bagian yang bersinggungan dengan dua arteriol dan disebut
dengan Juxtamedular Apparatus.

B. BIOKIMIA
Ginjal

mempunyai

beberapa

fungsi

dalam

tubuh,yaitu

Fungsi

Ekskresi, Fungsi Homeostasis, Fungsi Metabolisme dan Fungsi Endokrin.


1. Fungsi Ekskresi
Dalam menjalankan fungsi ekskresi, ginjal melewati beberapa
proses, yaitu:
a) Filtrasi
Pada proses filtrasi, semua darah yang masuk kedalam
glomerulus dari arteriol afferen akan di saring dan
molekul yang memiliki diameter >4,4 nm tidak dapat
keluar

dari

glomerulus

sedangkan

molekul

yang

mempunyai diameter 1,8 4,4 bisa lewat. Akan tetapi


albumin yang mempunyai diameter 3,4 nm tidak bisa
lewat karena mempunyai muatan negatif dan bertolak
belakang dengan glikoprotein yang ada di membran
basalis glomerulus.
b) Reabsorpsi
Proses reabsorpsi terjadi di tubulus-tubulus. Ion-ion serta
nutrisi yang masih diperlukan oleh tubuh diserap dan
dikembalikan kedalam kapiler peritubulus.
c) Sekresi
Beberapa bahan (ion H+, K+, urat, kreatinin, obat;
penisilin) harus dilepaskan, diberikan kembali ke urin via
transport aktif.
2. Fungsi Homeostasis
Ginjal sebagai fungsi homeostasis menjaga keseimbangan
asam dan basa yang berada di dalam tubuh.

Ketika

tubuh

berada

dalam

keadaan

asam,

ginjal

akan

mempertahankan pHnya dengan cara melepaskan ion H + ke


urin dalam bentuk H2PO4- dan NH4+ dan menyerap HCO3- untuk
menangkap H+ yang berada di dalam tubuh. Sedangkan bila
keadaan tubuh dalam keadaan basa, ginjal akan mengeluarkan
HCO3- dan melepaskan ion H+ ke seluruh tubuh melalui kapiler
peritubulus
3. Fungsi Metabolisme
Dalam fungsi metabolisme, ginjal dapat memperoleh glukosa
sendiri dengan cara menyerap kembali di tubulus-tubulus dan
juga

dapat

membentuk

glukosa(Glukoneogenesis).

Dalam

proses glukoneogenesis dalam ginjal,subsrat yang digunakan


sama dengan glukoneogenesis yang ada pada hati. Dimana
ginjal memerlukan glutamin, asam amino lainnya , laktat,
gliserol, fruktosa dan distimulasi oleh hormon kortisol.
4. Fungsi Endokrin
Ada 4 yg penting:
a) Sekresi eritropoietin (EPO=hormon glikoprotein)
Sekresi EPO dalam proses pematangan sel darah merah
di dalam sum-sum tulang.
b) Pembentukan 1,25-dihidroksikolekalsiferol.
Mengubah bentuk inaktif vitamin D yang ada di hati
dengan cara mengaktifkan 1--hidroksilase di dalam
ginjal yang akan menhidroksilasi 25-OH-Kolekasiferol
menjadi 1,25-dihidroksikolekasiferol.
c) Produksi prostaglandin
Prostaglandin akan dihasilkan ketika pembuluh darah
vasodilatasi, dimana aliran darah ke ginjal berkurang. Jadi
ginjal

berproses

menghasilkan

prostaglandin

untuk

membuat vasokonstriksi pembuluh darah ginjal sehingga


Laju Fiktrasi Glomerulus meningkat.
d) Produksi renin
Renin diproduksi ketika kadar Na+ menurun. Sel makula
densa akan memberitahu kepada sel granul yang berada
di Juxtamedullary Apparatus untuk menghasilkan renin.
Renin akan beredar di dalam darah dan akan mengubah
Angiotensinogen

di

hati

menjadi

Angiotensin

1.

Angiotensin 1 akan beredar di darah dan akan ke paruparu dan angiotensin 1 akan di ubah lagi menjadi
angiotensin

dengan

adanya

ACE(Angiotensin

Convertizing Enzym). Angiotensin 2 ini kemudian akan


bekerja di ginjal dengan cara:
1) Stimulasi Aldosteron
2) Vasokonstriksi pembuluh darah
3) Stimulasi ADH
4) Stimulasi Hipothalamus untuk mengurangi
air ludah