Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Berbagai cara dilakukan oleh dosen ataupun pihak universitas untuk selalu
meningkatkan serta mendukung proses belajar mahasiswa yang lebih efektif dan efisien.
Salah satunya adalah terkait dengan pusat sumber pembelajaran yang bisa didapatkan
secara teoritis maupun praktis. Umumnya mahasiswa akan lebih cepat belajar
menggunakan metode praktis dibandingkan dengan teoritis karena bisa dikaitkan
dengan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Untuk
bisa meningkatkan efisiensi pembelajaran secara praktis, ada baiknya kita mempelajari
tentang fasilitas yang dapat menunjang hal tersebut yaitu laboratorium.
Laboratorium sangat diperlukan untuk sarana maupun prasarana oleh pihak
universitas sebagai tempat pembelajaran ataupun ekperimen, sehingga dapat
meningkatkan pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa. Laboratorium harus dikelola
karena sangat diperlukan unutk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan.
Oleh karena itu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengelolaan laboratorium
maka dibuatlah makalah ini.

1.2 Tujuan
1.2.1 Mengetahui pengertian dan definisi Laboratorium
1.2.2 Mangetahui fungsi utama dan peranan-peranannya laboratorium
1.2.3 Mengetahui arti penting laboratorium bagi mahasiswa
1.2.4 Mengenali macam-macam laboratorium biologi FMIPA
1.2.5 Mengetahui unsure pokok dalam pengelolaan dan tata ruang laboratorium
1.2.6 Mengetahui pengorganisasian laboratorium
1.2.7 Mengetahui bagaimana desain laboratorium dan fasilitas laboratorium yang
sesuai prosedur.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan Definisi Laboratorium
Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran, ataupun
pelatihan ilmiah dilakukan. (wikipedia.org). Dapat diartikan juga dengan A building or
room in which scientific experiments are conducted or where drugs science explosive are
tested and compounded.(kamus Wellesters). Laboratorium merupakan tempat atau kamar
tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan.(KBBI). Selain itu,
laboratorium di definisikan sebagai unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan
berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara
sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas
dengan menggunakan metode keilmuan tertentu dalam rangka pelaksanaan pendidikan,
penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat (Permenpan no.3 tahun 2010).
Jadi, laboratorium sering diartikan sebagai suatu ruang atau tempat untuk
melaksanakan percobaan atau penelitian. Ruang yang dimaksud dapat berupa ruang tertutup
(indoor) maupun alam terbuka (outdoor).
2.2 Fungsi dan Peranan
Fungsi utama laboratorium adalah :
Penyeimbang antara teori dan praktik ilmu, serta menyatukan antara keduanya.
Tempat ini digunakan untuk menguji teori sehingga dapat menunjang pelajaran yang
telah diterima
Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi para peneliti
Memberikan dan mempupuk keberanian para peneliti utk mencari hakikat kebenaran
ilmiah dari sutau objek
Menambah keahlian dan keterampilan para peneliti dalam mepergunakan alat media
yang tersedia utk mencari dn menentukan kebenaran ilmiah sesuai eksperimen
memupuk rasa ingin tahu mengenai berbagai macam ilmu
memupuk dan membina rasa percaya diri para peneliti dalam keterampilan yang
diperoleh atau penemuan dalam proses kerja di laboratorium
menjadi sumber belajar untuk memecahkan berbagai masalah
sebagai sarana belajar untuk memahami segala ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak
menjadi konkret dan nyata
Peranan laboratorium adalah :
-

Menyelenggarakan, mengembangkan ilmu pengetahuan melalui kegiatan penelitian


dan layanan sehingga menghasilkan karya akademik maupun temuan yang bermakna.
(katalog jurusan Biologi FMIPA UM:2014)
Menampung semua kegiatan akademik di bidang ilmu tertentu.
Tempat memantapkan pengetahuan atau penguasaan bahan bahan kurikulum
Tempat memantapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan
Tempat mengembangkan keterampilan proses
Tempat membina sikap
Laboratorium sebagai kelas

Tempat demonstrasi dan diskusi


Tempat melakukan penelitian sederhana
Membina sikap teliti, jujur, hati-hati, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil
kesimpulan
- Melatih cara mengambil kesimpulan melalui kaidah-kaidah penelitian
2.3 Arti Penting Laboratorium bagi Mahasiswa
Keberadaan laboratorium dalam lingkungan mahasiswa mempunyai arti penting, yaitu:
Mengembangkan keterampilan mahasiswa
Bagi siswa mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu dan memiliki kemampuan
khusus dalam bidangnya dapat melakukan riset dan temuan-temuan ilmiah sehingga
dapat menunjang keterampilan dan kreativitas mahasiswa sebagai cendekiawan
Memberikan kesempatan kepada siswa agar mereka dapat berlatih bekerja secara
cermat, hemat dan tepat. Hal ini sangat membantu mahasiswa untuk memudahkan
dalam memahami konsep dengan praktikum secara laangsung pada objek yang akan
dikaji
Mengembangkan daya berfikir kritis analisis, melalui kegiatan percobaan
Mengembangkan kemampuan melaporkan hasil-hasil percobaan secara jujur
Memantapkan dan memperdalam pengetahuan
Membina sikap teliti, jujur, hati-hati, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil
kesimpulan
Melatih cara mengambil kesimpulan melalui kaidah-kaidah penelitian
Mendorong siswa bersikap gemar meneliti
2.4 Jenis-jenis laboratorium
Laboratorium memiliki dua jenis, yaitu :
1. Disekolah menengah
Umumnya jenis laboratoriumdisesuaikan dengan mata pelajaran yang membutuhkan
laboratorium tersebut
2. Diperguruan tinggi
Untuk satu jurusan saja,mungkin terdapat banyak laboratorium. Misalnya di Jurusan
Biologi ada laboratorium Fisiologi, laboratorium Mikrobiologi, laboratorium Ekologi,
laboratorium Genetika serta ada juga laboratorium yang lebih spesifik seperti
laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan. Misalnya, di Universitas Negeri Malang
telah tersedia lab. Bidang PBM, Ekologi, Fisiologi Hewan, Taksonomi dan struktur
pengembangan hewan (zoology), taksonomi dan struktur perkembangan tumbuhan
(botani), mikrobiologi,, Genetika kelompok teknobiologi (Biomolekuler, KHJ dan
regulasi genetic KJT, dan mikroteknik) dan 1 unit kebun percobaan biologi.

2.5 Fasilitas yang Terdapat di Laboratorium

Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas untuk


memudahkan pemakai laboratorium. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum
dan fasilitas khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh
semua pemakai laboratorium contohnya
1. Penerangan
Ruang laboratorium harus memiliki pengatur penerangan yang dapat diubah-ubah
sesuai kebutuhan. Sumber cahaya dapat berasal dari cahaya matahari atau dari listrik.
2. Ventilasi
Laboratorium membutuhkan ventilasi yang baik,lebih-lebih untuk laboratorium
Biologi yang sering menggunakan bahan-bahan mudah menguap.
3. Air
Air merupakan fasilitas yang penting dalam laboratorium. Pasokan air dalam
laboratorium harus cukup dan lancar.
4. Bak cuci
Bak cuci dapat terbuat dari beton atau perselen. Bak cuci harus dilengkapi dengan
saringan untuk mencegah masuknya sisa-sisa praktikum yang berupa bahan padat.
5. Listrik
Listrik merupakan fasilitas yang sangat penting dalsam laboratorium. Tegangan listrik
harus selalu dicek agar tidak merusak alat-alat laboratorium seperti
oven,furnace,autoclave dan lain-lain.
Di laboratorium sentral yang terdapat di Universitas Negeri Malang, terdapat fasilitas
khusus yang memungkinkan mahasiswa mengadakan penelitian yang lebih beragam, antara
lain:
a. SEM (Scanning Electron Microscopy) Merk FEI, Type: Inspect S25
Alat ini digunakan untuk melihat struktur permukaan bahan dengan perbesaran
sampai 1.000.000x. Dilengkapi dengan EDAX untuk menguji unsure mulai dari
Berilium sampai dengan Uranium
b. XRD (X-Ray Difraction) Merk Philips, Type: Expert Pro
Alat ini digunakan untuk mendeteksi senyawa Kristal di dalam bahan. Dilengkapi
dengan Software High Score Plus dan PDF2 dengan versi terbaru. Dapat menguji
secara cepat dan akurat komposisi senyawa di dalam bahan.
c. Differential Thermal Analysis (DTA/STS/DSC) Merk Linseiss
Alat ini digunaan untuk menguji sifat termodinamika (seperti: transisi fase,
dekomposisi, dll)
d. XRF (X-Ray Fluoresence) Merk Philips
Alat ini digunakan untuk menguji kandungan unsure suatu bahan mulai dari Natrium
sampai dengan Uranium. Sampel dapat berbentuk padat, serbuk, dan cair.
e. Arc Melting Furnace Merk RMF
Alat ini digunakan untuk merekayasa material khususnya logam dengan metode
melting. Alat ini dilengkapi dengan kristal puller dan kemampuan pemanasan lebih
dari 3.000oC. Dapat digunakan untuk membuat kristal tunggal
f. Gas Chromatography and Mass Spetroscopy (GCMS) Merk Shimadzu
Digunakan untuk menganalisa senyawa pada suatu bahan. Salah satu metode
pemisahan kimia yang paling utama adalah kromatografi
g. Total Organic Carbon Analyzer (TOC) Merk Shimadzu

Digunakan untuk menguji kandungan karbon total di dalam sampel


Selain yang disebutkan di atas, terdapat pula peralatan lain yang menunjang penelitian,
di antaranya Forrie Transform Infra Red (FTIR) Merk Shimadzu, Ellipsometer, Sputtering,
PCR/DNA Analyzer PCR, Ground Penetrating Radar (GPR), Geolistrik
2.6 Unsur Pokok dalam Pengelolaan Laboratorium
2.6.1 Perencanaan (planning).
Sebuah laboratorium harus mempunyai visi dan misi yang jelas. para pengelola
laboratorium yang duduk di struktur organisasi laboratorium harus menentukan
perencanaan agar kegiatan berjalan lancar, efektif dan efisien. Perencanaan
laboratorium dapat meliputi waktu kegiatan, para tenaga ahli yang membimbing,
objek yang akan diteliti, alasan krusial mengapa diadakan penelitian, pengadaan alat
laboratorium, pengadaan kebutuhan bahan, optimalisasi sumber daya, mencari sumber
dana untuk kemandirian laboratorium.
2.6.2 Pengaturan (organizing).
Pengaturan laboratorium mencakup dua hal pokok, yaitu: setting secara fisik dan
regulating (pengaturan jadwal kegiatan, ketertiban dan keselamatan kerja)
2.6.3 Regulating
Regulating adalah seperangkat aturan, antara lain: struktur organisasi, job description,
diagram alir, penjadwalan, tata tertib, prosedur penggunaan alat, petunjuk praktikum,
dan petunjuk keselamatan kerja
2.6.4 Pencatatan (administrating).
Fungsi pencatatan adalah memberikan informasi dengan tepat, sebagai bahan
perencanaan dan pengembangan, menunjang kerjasama dengan laboratorium lain,
mencegah kehilangan/penyalahgunaan alat dan bahan, membina kegiatan
laboratorium lebih baik dan teratur
2.6.5 Pemeliharaan (maintenance).
Menuntut agar pengelola dapat memelihara dan memeriksa semua peralatan juga
perlu melakukan penggantian suku caadang pada komponen yng telah rusak
2.6.6 Keselamatan laboratorium
Keselamatan adalah unsur yang sangat penting, artinya dalam pengelolaan
laboratorium. Karena kemungkinan terjadinya kecelakaan di laboratorium sangat
besar.
2.7 Pendanaan.
Pengumpulan dana sangat penting untuk dilakukan demi menunjang pasokan dana
bagi kegiatan laboratorium, kelangsungan proses akademis, dan tumbuh kembangnya
kegiatan ilmiah di laboratorium.

2.7 Desain Laboratorium

Pada umumnya, bentuk,ukuran dan tata ruang laboratorium didesain sesuai dengan
tujuannya sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan aktifitasnya. Umumnya
laboratorium digunakan untuk berbagai kegiatan percobaan dalam konteks belajar
mengajar.
1. Tata letak laboratorium
Persyaratan lokasi pembangunan laboratorium antara lain tidak terletak pada arah
angin yang menuju bangunan lain atau pemukiman. Hal itu dimaksudkan untuk
menghindari penyebaran gas-gas berbahaya. Bangunan laboratorium tidak berdekatan
atau dibangun pada lokasi sumber iar. Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau untuk
pengontrolan dan memudahkan tindakan lainnya misalnya apabila terjadi
kebakaran,mobil kebakaran harus dapat menjangkau bangunan laboratorium.
Selain persyaratan lokasi,perlu diperhatikan pula tata letak ruangan. Ruangan
laboratorium untuk pembelajaran umumnya terdiri atas ruang utama dan ruang-ruang
pelengkap. Ruang utama adalah ruangan tempat para siswa atau mahasiswa melakukan
praktikum. Ruang pelengkap umumnya terdiri atas ruang persiapan dan ruang
penyimpanan. Ruang persiapan digunakan untuk menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan
yang akan dipakai praktikum atau percobaan baik untuk siswa maupun guru. Ruang
penyimpanan atau gedung terutama digunakan untuk menyimpan bahan-bahan
persediaan(termasuk bahan kimia) dan alat-alat yang penggunaannya tidak setiap
saat(jarang). Selain ruangan-ruangan tersebut,mungkin juga sebuah laboratorium
memiliki ruang gelap(dark room),ruang spesimen,ruangan khusus untuk menyimpan
bahan-bahan kimia dan ruang administrasi/staf. Hal ini didasarkan atas pertimbangan
keamanan berbagai peralatan laboratorium dan kenyamanan para pengguna laboratorium.
Ukuran ruang utama lebih besar daripada ukuran ruang persiapan dan ruang
penyimpanan.
2. GAMBARAN TATA RUANG LAB
a. tidak terletak searah dengan arah angin karena angin dapat membawa partikel merugikan
yang dapat mengganggu aktivitas di laboratorium
b. jarak terhadap sumber air. Diusahakan dekat dengan sumber air karena air merupakan
faktor yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan laboratorium
c. saluran pembuangan harus dirancang untuk menyalurkan barang sisa ke tempat yang
aman bagi laboratorium dan penggunanya, tidak boleh berdekatan dengan ruangan atau
gedung laboratorium
d. jarak denga gedung lain. Harus memperhatikan apakah gedung yang berdekatan dapat
menimbulkan gangguan atau malah memiliki urgensi khusus pada laboratorium
e. mudah dikontrol. Sebaikanya laboratorium dibangun denga ruang manager agar bisa
dikontrol baik oleh manager laboratorium, pengawas dll
f. luas ruangan per personel. Setiap individu yang melakukan kegiatan di laboratorium
harus merasa leluasa dan bisa bebas bergerak, oleh karena itu ruang laboratorium perlu
didesain sesuai dengan daya tampung yang diinginkan
g. terdapat ventilasi (jendela) yang bisa terbuka lebar dan mengarah keluar.
h. lantai rata dan tiadk licin

2.8 Organisasi Laboratorium


Agar kesinambungan daya guna laboratorium dapat dipertahankan, laboratorium
perlu dikelola secara baik. Salah satu bagian dari pengelola laboratorium ini adalah staf
atau personal laboratorium. Staf atau personal laboratorium mempunyai tanggung jawab
terhadap efektifitas dan efisiensi laboratorium termasuk fasilitas,alat-alat dan bahanbahan praktikum. Di Perguruan Tinggi yang bertindak sebagai penanggung jawab
laboratorium adalah kepala laboratoriumyang dapat diangkat oleh Ketua Jurusan atau
Pimpinan Perguruan Tinggi,tergantung status laboratoriumnya. Selain pengelola
laboratorium biasanya terdapat pula seorang teknisi laboratorium yang bertugas
membantu mempersiapkan alat-alat atau bahan-bahan praktikum,pengecekan secara
periodik,pemeliharaan dan penyimpanan alat dan bahan.
Kelancaran kegiatan laboratorium dan kesinambungan fungsionalisasi laboratorium
sangat tergantung kepada anggaran yang memadai. Pengertian anggaran disini adalah
suatu proses yang meliputi perencanaan sistematik untuk suatu kegiatan yang menghemat
uang.
2.9 Kelebihan dan Kekurangan Laboratorium Biologi yang terdapat di Universitas Negeri
Malang
2.9.1 Kelebihan
- Terdapat banyak alat-alat yang menunjang dalam penelitian
- Management di dalam lab sangat bagus sehingga kegiatan yang berlangsung di
dalamnya sangat teratur
- Banyak terdapat contoh specimen yang bisa dijadikan bahan referensi
- Kapasitas cukup besar
2.9.2 Kekurangan
- Alat pengaman (seperti tabung pemadam kebakaran) sulit dijangkau sehingga
penanganan kecelakaan kurang efisien
- Tempat duduk untuk mahasiswa kurang teratur

BAB III KESIMPULAN


Laboratorium adalah tempat yang sangat penting bagi instasi pembelajaran
dari SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Keberadaan laboratorium ini sangat

menunjang proses belajar mengajar apabila disediakan fasilitas dan pengelolaan yang
memadahi. Selain itu, laboratorium harus diperhatikan tatacara mendesain,
pengelolaan, dan perawatan sesuai fungsinya.
Harapan dari penulisan makalah ini adalah terciptanya pengelolaan secara
sempurna dengan mengembangkan sarana dan prasarana secara terus-menerus agar
mahasiswa menjadi lebih semangat dalam belajar ilmu ilmiah terutama bagi
mahasiswa fakultas MIPA jurusan biologi.

DAFTAR PUSTAKA
Wirjosoemarto, Koesmadji dkk. 2004. Teknik Laboratorium. Jakarta: Universitas
Pendidikan Indonesia.

Decaprio, Richard. 2013. Tips Mengelola Laboratrium. Yogyakarta: Diva Press.


Tim Penulis Katalog FMIPA UM Jurusan Biologi. 2014. Katalog FMIPA UM Jurusan
Biologi. Malang: Universitas Negeri Malang.

LAMPIRAN 1
PETUNJUK TEKNIS DISKRIPSI TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
KOMPONEN LABORATORIUM BIOLOGI

1. Kepala Laboratorium
1.1 Mengkoordinasi kegiatan perencanaan, pemeliharaan, dan pengembangan lab
bidang
1.2 Mengkoordinasi pelaksanaan pengadaan dan distribusi peralatan dan bahan lab
atas usul lab bidang
1.3 Mengkoordinasi kegiatan din masing-masing lab yang dilakukan oleh
laboran/teknisi di masing-masing lab bidang dan kebun biologi
1.4 Mengkoordinasi dan bertangnggung jawab masalah administrasi lab biologi
secara keseluruhan
2. Koordinator lab Bidang (sekaligus ketua KBK)\
2.1 Merencanakan pengembangan lab bidang sesuai bidang keahliannya bersama
dengan tenaga akademik sebidang
2.2 Megkoordinasi seluruh kegiatan akademik yang dilaksanakan di lab-nya
2.3 Mengkoordinasi pengadaan alat dan bahan yang diperlukan lab bidangnya
2.4 Mengkoordinasi pengusulan kebutuhan alat/bahan dan saran/prasarana yang
diperlukan oleh lab bidangnya.
2.5 Menjalin komunikasi intensif antar coordinator lab bidang agar terjadi
pelayanan yang efektif kepada mahasiswa dan dosen
3. Laboran/ Teknisi
3.1 Membantu ketua lab dan coordinator lab bidang/kebun biologi dalam
menyusun rencana kerja dan rencana pengembangan lab bidang/kebun biologi
meliputi:
- Mengumpulkan data kebutuhan lab bidang/kebun biologi
- Menyusun kebutuhan tahunan sarana lab bidang dan kebun biologi
- Menyusun kebutuhan jangka panjang sarana lab bidang/kebun biologi
- Mengajuakan pengadaan sarana dan prasarana lab bidang/kebun biologi
- Mengajukan perbaikan sarana dan prasarana lab bidang/kebun biologi
3.2 Melakukan kegiatan layanan lab di lab bidang/kebun bilogi meliputi:
- Menyiapkan dan melayani kegiatan lab bidang/kebun biologi untuk
keperluan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyaraka
- Melayani peminjaman, penggunaan, dan pengembaaian alat/bahan di lab
bidang/kebun biologi
- Membantu mengawasi efisiensi/efektivitas penggunaan alat dan bahan
serta keselamatan kerja
3.3 Memelihara sarana dan prasarana yang ada di lab bidang/kebun biologi,
meliputi:
- Menginventariskan sarana/alat/bahan di lab bidang/kebun biologi
- Merawat sarana lab bidang/kebun biologi
- Mengamankan, membersihkan, dan merapikan sarana yang ada di lab
bidang/kebun biologi
- Menjaga ketertiban, kemanan, dan keindahan lab bidang/kebun biologi
4. Staf Administrasi Lab Biologi
4.1 Menyelesaikan seluruh administrasi lab biologi meliputi penyusunan data,
distribusi data, dan pengarsipan data.
4.2 Membantu Kepala Lab dalam upaya penyusunan data base tentang
alat/bahan lab biologi

4.3 Membantu Kepala Lab Biologi dalam upaya pengembangan lab biologi
4.4 Menyelesaikan seluruh masalah administrasi lab biologi.