Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 4

KL 4110
Perencanaan Prasarana Pelabuhan

Dosen:
Andojo Wurjanto, Ph.D

Oleh
Jonathan Febrianto
15512027

PROGRAM STUDI TEKNIK KELAUTAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015

1. Pilih kapal rencana anda. Anda pilih sendiri apakah kapal anda kapal petikemas, atau
general cargo, atau curah kering. Sumber dimensi kapal rencana anda harus dicantumkan.
Produk anda untuk nomor ini berupa gambar definisi dimensi kapal seperti di halaman 3
naskah tugas ini, dengan dimensi kapal anda dicantumkan pada gambar Anda.
Kapal Rencana = Kapal Kargo
Deadweight tons (DWT) = 40,000 DWT
Length overall (L) = 200 m
Molded breadth (B) = 29.9 m
Full load draft (d) = 11.8 m
Length of berth = 260 m
Water depth of berth = 13 m
Sumber : OCDI (Overseas Coastal Area Development Institute of Japan), 2002.
Technical Standards and Commentaries for Port and Harbour Facilities in Japan.
Halaman 10 dan 403
Gambar definisi dimensi kapal (satuan dalam meter) :

Gambar 1. Gambar potongan tampak depan kapal rencana

Gambar 2. Gambar kapal rencana tampak atas

Gambar 3. Gambar kapal rencana tampak samping


2. Rencanakan satu dermaga full deck untuk melayani Kapal Rencana Anda. Produk anda
berupa :
a. Denah dermaga,
b. Potongan melintang dermaga,
c. Potongan memanjang dermaga,
d. Nota perhitungan yang mendasari dimensi yang Anda cantumkan dalam desain Anda.

Perhitungan elevasi dermaga

Ketentuan untuk elevasi dermaga (Thoresen, 2014) : elevasi dermaga minimum berada 1.5 m di
atas permukaan air dalam kondisi kerja. Untuk struktur dermaga yang langsung terkoneksi ke
laut terbuka, elevasi dari dermaga minimum berada 0.5-1m di atas gelombang tertinggi pada
pelabuhan.
Diasumsikan tinggi gelombang pada perairan = 2 m

Kedalaman perairan = 1.1 x draft kapal = 1.1 x 11.8 = 13 m


1

Amplitudo gelombang = 2 =

1
2

2 =1m

Tunggang pasang surut = 1.2 m


Storm surge = 1 m
Freeboard = 1 m
Maka elevasi dermaga = 13 + 1 + 1.2 + 1 + 1 = 17.2 m dari dasar laut atau 4.2 m dari
permukaan laut rata rata dan sudah memenuhi syarat minimum elevasi dermaga di atas.

Perhitungan panjang dermaga

Digunakan dermaga tipe wharf dengan kapal tunggal (single berth)


Maka digunakan rumus :
=1 = , + (2 40)
= 200 + 80 = 280
Jadi panjang dermaga yang dirancang = 280 m
Sumber rumus : Gijsman et al, 2015. Durban Dig Out Port Research, Part 1 Report. Delft
University of Technology. Halaman 11

Perhitungan lebar dermaga

Ketentuan untuk lebar dermaga (Thoresen, 2014) : lebar dari dermaga akan beragam diantara 15
hingga 50 m, tergantung pada kegiatan bongkar muat barang, truk, crane, dan faktor lainnya.
Dimensi untuk lebar dermaga yang memiliki crane adalah seperti berikut :
a. Jarak dari pinggir dermaga ke rel crane sisi laut minimum 2.5 m dan sudah termasuk
bollard, gangway, dan utilitas kapal lainnya.
b. Jarak antara rel crane beragam antara 10 m (crane kargo) hingga maksimum 35 m (crane
kontainer)
c. Area lalu lintas atau jalan di belakang rel crane sisi darat dan batas antara dermaga dan
terminal utama beragam mulai dari 5 hingga 15 m atau lebih, tergantung kepada operasi
dan sistem penanganan kontainer.
Gantry crane yang digunakan untuk bongkar muat, harus bisa menggapai peti kemas yang
terletak di tumpukan paling bawah pada kapal. Ketinggian dari gantry crane menjadi penting
agar ketika melakukan bongkar muat peti kemas yang terletak di bawah elevasi freeboard kapal,
gantry crane tidak akan mengalami kesulitan. Selain itu, gantry crane harus memiliki panjang

outreach yang dapat menggapai hingga ujung lebar kapal, termasuk jarak antara kapal yang
bersandar dengan dermaga.
Karena itu, panjang outreach serta ketinggian crane (lifting height) menjadi bagian penting yang
perlu diidentifikasi untuk mengetahui spesifikasi gantry crane yang dibutuhkan. Spesifikasi
gantry crane yang akan digunakan juga penting untuk menentukan lebar dermaga yang
dirancang.
Ketentuan untuk dimensi dari gantry crane, dapat dilihat pada gambar 1 di bawah.

Gambar 4. Dimensi Container Gantry Crane


Diasumsikan tinggi tumpukan peti kemas kapal kargo 40000 dwt = 4 tumpukan peti kemas,
tinggi freeboard kapal kargo 40000 dwt = 5 m dan diketahui tinggi sebuah peti kemas = 8 ft 6 in
= 2.59 m.
Maka tinggi tumpukan peti kemas = 2.59 x 4 = 10.36 m di atas dek kapal atau 15.36 m di atas
permukaan laut rata rata.
Jadi dibutuhkan tinggi lifting height gantry crane minimum = tinggi tumpukan peti kemas
elevasi dermaga = 15.36 m 4.2 m = 11.16 m.
Sedangkan untuk panjang outreach gantry crane minimum = lebar kapal + jarak antara dermaga
dengan kapal = 29.9 m + 1.5 m = 31.4 m

Maka dapat digunakan gantry crane dengan spesifikasi sebagai berikut :


Tabel 1. Spesifikasi Gantry Crane Rencana

Keterangan : Merah = panjang outreach, Hijau = jarak antar rel crane.


Selain spesifikasi gantry crane, hal lain yang berpengaruh terhadap lebar dermaga adalah radius
putar truk. Untuk radius putar truk, diberikan pada gambar 5 di bawah.

Gambar 5. Radius putar truk

Dari gambar 5, dapat dilihat bahwa diameter putar truk = 30 m. Karena truk lewat di antara rel
crane, maka untuk perhitungan lebar dermaga, cukup diperhitungkan radius putar truknya saja.
Maka lebar dari dermaga = Jarak dari pinggir dermaga ke rel crane sisi laut + jarak antar rel
crane + radius putar truk + areal lalu lintas = 2.5 + 16 + 15 + 5 = 38.5 m
a. Denah dermaga

Gambar 6. Denah dermaga rancangan


b. Potongan melintang dermaga

Gambar 7. Potongan melintang dermaga rancangan

c. Potongan memanjang dermaga

Gambar 8. Potongan memanjang dermaga rancangan

Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Twenty-foot_equivalent_unit (diakses pada 2 November 2015
pukul 20.03 WIB)
https://en.wikipedia.org/wiki/Cargo_ship (diakses pada 2 November 2015 pukul 20.03 WIB)
Dalian Huarui. Unduh November 2015. Port Machinery : Quayside Container Crane and Yard
Container Crane. Tiongkok : Dalian Huarui Heavy Industry International Co., Ltd.
Gijsman et al. 2015. Durban Dig-Out Port Research : Part 1 Report. Delft University of
Technology
Liebherr. Unduh November 2015. Technical Description Ship to Shore Gantry Cranes. Ireland :
Liebherr Container Cranes Ltd.
The Overseas Coastal Area Development Institute of Japan (OCDI). 2002. Technical Standards
and Commentaries for Port and Harbour Facilities in Japan. Tokyo : Japan Port and Harbour
Association
Thoresen, Carl.A. 2014. Port Designers Handbook : Recommendations and Guidelines, 3ed.
London : Thomas Telford