Anda di halaman 1dari 13

STUDI MINAT BACA PADA MAHASISWA PGSD

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS


SERANG
Elmi Hanjar Bait
Neneng Sri Wulan1

Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Kampus Daerah


Serang, Universitas Pendidikan Indonesia
ABSTRAK
Membaca buku merupakan salah satu aktivitas belajar yang efektif untuk memperoleh
ilmu dan pengetahuan, namun pada kenyataannya, permasalahan yang masih

ditemukan sampai saat ini adalah rendahnya minat membaca pada mahasiswa.
Gejala rendahnya membaca juga terjadi di lingkungan UPI Kampus Serang. Penelitian ini
bertujuan untuk; (1) mengetahui bagaimana minat membaca buku pada mahasiswa PGSD
UPI Kampus Serang.(2) mengetahui bagaimana proses munculnya minat membaca buku
pada mahasiswa tersebut. (3) mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi minat
membaca buku pada mahasiswa tersebut. (4) mengetahui apa manfaat membaca buku
bagi mahasiswa tersebut. (5) mengetahui bagaimana mahasiswa tersebut mengekspresikan minat membacanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan jenis survey. Subyek penelitian adalah mahasiswa progam PGSD UPI Kampus
Serang. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner, observasi
dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif, tabulasi
frekuensi dan persentase. Dari penelitian ditemukan bahwa; (1) minat membaca
mahasiswa progam PGSD UPI Kampus Serang, secara umum termasuk dalam kategori
rendah. (2) proses munculnya minat membaca pada mahasiswa tersebut bergantung pada
dirinya sendiri. Persoalan selera kesukaan terhadap sesuatu tentu akan mempengaruhi
minat membacanya. (3) faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca yaitu faktor
dari dalam diri. Mahasiswa UPI Kampus Serang belum menjadikan membaca sebagai
hobinya. Selain itu terdapat faktor-faktor dari luar yang mempengaruhi minat membaca
pada mahasiswa PGSD UPI Kampus Serang seperti jenis buku yang tidak disukai, isi dan
kemasannya yang tidak menarik. Faktor lain yang dirasakan juga yaitu faktor lingkungan
kampus yang kurang mendukung dalam peningkatan minat membaca mahasiswa.
Fasilitas sarana-prasana UPI Kampus Serang untuk membaca masih belum memadai. (4)
manfaat dan pentingnya membaca bagi mahasiswa PGSD UPI Kampus Serang dirasa
besar. (5) meski mahasiswa menyadari betul besarnya manfaat dan pentingnya membaca
tetapi mereka belum bisa mengekpresikan minat membacanya.
Kata Kunci

: Minat membaca, Mahasiswa

Neneng Sri Wulan

STUDY ON STUDENT PGSD INTEREST READ PGSD


UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS
SERANG
Ridha Fadillah Buldan
Neneng Sri Wulan1

Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Kampus Daerah


Serang, Universitas Pendidikan Indonesia
ABSTRACT
Reading books is one of effective learning activities to acquire science and knowledge,
but in reality, the problems were still found to date is the lack of interest in reading to
students. Symptoms of low reading also occurs in the environment UPI Serang Campus.
This research aims to; (1) knowing how to read a book on student interest PGSD UPI
Kampus Serang. (2) knowing how the process of the emergence of interest in reading
books on the student. (3) determine what factors that affect interest in reading books on
the student. (4) to know what the benefits of reading books for students. (5) The student
knows how clicking expressed interest in reading. This study uses a quantitative approach
to the type of survey. Subjects were students progam PGSD UPI Kampus Serang.
Methods of data collection in this study using questionnaires, observations and
interviews. Data were analyzed using descriptive analysis, frequency and percentage
tabulation. Studies show that; (1) interest student reading program PGSD UPI Kampus
Serang, is generally included in the low category. (2) the emergence of interest in reading
at the student depends on himself. The issue of preferences against something will
certainly affect the interest to read it. (3) the factors that affect interest in reading that is a
factor of the self. Student PGSD UPI Kampus Serang not make reading as a hobby. In
addition there are external factors that affect student interest in reading at PGSD UPI
Kampus Serang as the kind of book that is not preferred, and the contents of the package
are not attractive. Another factor that is felt also that environmental factors were less
supportive campus in increasing student interest in reading. Facility means-prasana UPI
Kampus Serang for reading is still inadequate. (4) the benefits and importance of reading
for students PGSD UPI Kampus Serang feels great. (5) although students are well aware
of the benefits and importance of reading, but they have not been able to express their
interest in reading.
Keywords

: interest in learning, student.

Neneng Sri Wulan

Ciri kampus sebagai institusi


akademik adalah adanya aktivitas
sivitas akademik yang didalamnya
terus-menerus menggali dan mengasah ilmu pengetahuannya. Salah satu
upaya yang dilakukan sivitas akademik baik dosen maupun mahasiswa
untuk memperoleh ilmu pengetahuannya adalah dengan Belajar. Di
kampus, belajar dapat ditempuh
dengan berbagai cara, misalnya
mengikuti perkuliahan, berdiskusi,
mengikuti forum ilmiah, meneliti,
dan membaca buku.
Membaca buku merupakan
salah satu aktivitas belajar yang
efektif dalam mendapatkan ilmu dan
pengetahuan. Ilmu dan pengetahuan
dapat dengan mudah dan cepat diperoleh dengan membaca, karena
dosen maupun mahasiswa tinggal
memilih buku yang akan dibacanya,
membukanya lalu mulai membaca
dan memahami isi buku tersebut.
Oleh karena itu, membaca seharusnya menjadi aktivitas pokok yang
dilakukan sivitas akademik terutama
mahasiswa.
Sebagai
komponen
sivitas akademik yang sedang
menuntut ilmu pengetahuan, maka
mahasiswa sudah semestinya menjadikan aktivitas membaca sebagai
agenda pokoknya.
Namun pada kenyataannya,
permasalahan yang masih ditemukan
sampai saat ini adalah rendahnya

minat membaca pada mahasiswa.


Hal tersebut terbukti pada beberapa
hasil studi penelitian yang sama
sebelumnya, seperti pada Studi
Tentang Minat Baca Mahasiswa
Fakultas Ilmu Pendidikan UNY, oleh
Deni
Hardianto.
Diperoleh
kesimpulan minat baca dalam
kategori rendah. Kemudian publikasi
jurnal yang sama oleh Siswati, Minat
Membaca pada Mahasiswa (Studi
Deskriptif
pada
Mahasiswa
Psikologi
Semester
1),
juga
memperoleh minat membaca dalam
kategori rendah.
Permasalahan tentang rendahnya minat membaca pada mahasiswa
nampaknya juga terjadi pada
mahasiswa di UPI Kampus Serang.
Dimana dari hasil pengamatan
peneliti, yang juga dirasakan oleh
peneliti sendiri selaku mahasiswa,
minat mahasiswa dalam membaca
masih rendah. Hal ini terlihat seperti
rendahnya minat mahasiswa UPI
Kampus Serang mengunjungi perpustakaan. Mahasiswa cenderung
memanfaatkan perpustakaan jika ada
tugas dari dosen yang mengharuskan
mencari sumber keperpustakaan, atau
mahasiswa cenderung melakukan
kunjungan ke perpustakaan untuk
melakukan aktifitas lain diluar dari
aktivitas membaca.
Gejala itulah yang akhirnya
menarik bagi peneliti untuk di-

lakukan kajian dan penelitian


mengenai minat membaca pada
mahasiswa UPI Kampus Serang,
yang pada kesempatan kali ini
dibatasi pada mahasiswa Progam
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
(PGSD). Fokus penelitian ini, selain
fenomena rendahnya minat membaca
juga difokuskan pada faktor-faktor
yang mempengaruhinya minat baca.
Adapun tujuan dari penelitian
ini, sebagai berikut:
1. Mengetahui bagaimana minat
membaca buku pada mahasiswa
PGSD UPI Kampus Serang.
2. Mengetahui bagaimana proses
munculnya minat membaca
buku pada mahasiswa tersebut.
3. Mengetahui faktor apa saja yang
mempengaruhi minat membaca
buku pada mahasiswa tersebut.
4. Mengetahui apa manfaat membaca buku bagi mahasiswa
tersebut.
5. Mengetahui bagaimana mahasiswa tersebut mengekspresikan
minat membacanya.
Aktivitas membaca akan dilakukan atau tidaknya sangat ditentukan oleh minat individu terhadap
aktivitas tersebut. Hal ini ini menunjukkan bahwa minat menjadi
motivator yang kuat untuk melakukan suatu aktivitas. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata
minat memiliki arti kecenderungan
hati yang tinggi terhadap sesuatu,
gairah, keinginan. Jadi ada sesuatu
yang ditimbulkan baik dari dalam

dirinya maupun dari luar untuk


menyukai sesuatu. Hal tersebutlah
yang membuat seseorang termotivasi
untuk melakukan sesuatu.
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, membaca merupakan salah satu proses yang sangat
penting untuk mendapatkan ilmu dan
pengetahuan. Membaca merupakan
salah satu dari empat keterampilan
berbahasa. Membaca dapat dilihat
sebagai suatu proses dan sebagai
hasil. Membaca pada hakikatnya
adalah suatu hal yang rumit yang
melibatkan banyak hal, tidak hanya
sekedar melafalkan tulisan, tetapi
juga melibatkan aktivitas visual,
berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif.
Minat membaca adalah suatu
rasa lebih suka dan rasa lebih tertarik
pada kegiatan penafsiran yang
bermakna terhadap bahasa tulis
(membaca) yang ditunjukkan dengan
keinginan, kecenderungan untuk
memperhatikan aktivitas tersebut
yang dilakukan dengan kesadarannya, diikuti dengan rasa senang serta
adanya usaha-usaha seseorang untuk
membaca tersebut dilakukan karena
adanya motivasi dari dalam diri.
Seseorang yang mempunyai minat
membaca yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk
mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya
sendiri sehingga diperoleh makna
yang tepat menuju pemahaman yang
dapat diukur.

METODE
Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan jenis
survey. Penelitian ini bertujuan untuk
menggali informasi demi tercapainya
tujuan yang dikehendaki penulis
dalam penelitian ini. Berdasarkan
tujuannya,
penelitian
survey
dilakukan untuk banyak tujuan,
menurut Babbie (2004:243) dapat
digolongkan menjadi tiga, yaitu
untuk tujuan: Pendeskripsian gejala
(description), eksplanasi (explanation), dan eksplorasi (exploration).
Pada penelitian kali ini bertujuan
untuk mendeskripsikan gejala. Penelitian ini dilakukan di Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus
Serang, dengan subyek penelitian
mahasiswa progam Pendidikan Guru
Sekolah Dasar (PGSD) yang meliputi
mahasiswa angkatan 2014 dan 2015.
Teknik sampling yang digunakan
dalam penelitian ini adalah simple
random sampling.
Metode pengumpulan data
pada penelitian ini dengan menggunakan kuesioner, observasi dan
wawancara. Kuesioner dimaksudkan
untuk mengungkap data dari
responden dengan pertanyaan tertulis
hal ini dilakukan karena jumlah
populasi yang besar. Peneliti
membagikan sebanyak 50 angket
masing-masing 5 angket untuk setiap
kelas progam PGSD yang ada pada
angkatan 2014 dan 2015. Adapun
angket yang digunakan berisi 15

pertanyaan, yang meliputi pertanyaan


mengenai:
1. Pertanyaan tertutup
a. Kesukaan membaca
b. Kesukaan meminjam buku
di Perpustakaan
c. Kesukaan membaca surat
kabar
2. Pertanyaan terbuka
a. Lamanya waktu yang digunakan untuk membaca
(dalam menit)
b. Buku yang di baca akhirakhir ini
c. Buku favorit
d. Jenis buku yang disukai
e. Jumlah buku yang dimiliki
f. Judul buku yang ingin
dimiliki
g. Hobi
h. Lamanya
waktu
yang
digunakan untuk menonton
TV (dalam menit)
i. Sinetron atau Film yang
disukai
j. Artis yang disukai
k. Majalah yang disukai
3. Satu pertanyaan uraian, mengenai pendapat mahasiswa tentang
manfaat membaca baginya dan
seberapa penting mereka harus
membaca.
Selain
dari
itu
untuk
menguatkan data dilakukan juga
observasi langsung yaitu mengamati
mahasiswa yang ada di UPI Kampus
Serang, aspek yang diamati meliputi
aktivitas mahasiswa yang ada
diseputar kampus agar data lebih
valid dan reliable peneliti melakukan
juga teknik wawancara sebagai data

pendukung untuk menguatkan data


yang didapatkan melalui angket dan
observasi.
Dalam penelitian kali ini data
dianalisis dengan menggunakan
analisis diskriptif. Analisis deskriftif
pada hasil penelitian survey akan
dilaporkan dalam bentuk tabulasi
frekuensi dan persentase.
Atau secara singkat, langkahlangkah dalam pengambilan data
penelitian ini, yaitu:
1. Tahap Persiapan, Peneliti membuat Angket yang dijadikan
salah satu instrumen penelitian.
2. Tahap Pelaksanaan,
a. Peneliti menyebarluaskan
angket kepada mahasiswa
secara acak.
b. Setelah selesai pengisian
angket peneliti melakukan
pengecekan jumlah kuesioner dan mengkonfirmasi
kelengkapan jawaban pada
responden.
c. Peneliti juga melakukan
wawancara kepada beberapa
responden.
3. Tahap Analisis Data
a. Melakukan tabulasi data
b. Melakukan analisis
c. Menyimpulkan hasil dari
analisis yang diperoleh.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian telah dilaksanakan
pada tanggal 15-16 Desember 2015.
Jumlah angket yang disebar ke
mahasiswa PGSD sebanyak 50 buah

angket. Selama menyebar angket


peneliti juga melakukan wawancara
dengan beberapa responden untuk
memperdalam dan menguatkan data
yang, serta melakukan pengamatan
terhadap aktivitas yang dilakukan
mahasiswa. Dari 50 buah angket
yang disebar sampai batas waktu
yang ditentukan angket yang kembali
untuk selanjutnya diolah hanya
sebanyak 25 buah angket. Sebaran
dari sampel penelitian ini terdiri atas
mahasiswa semester 1 sebanyak 7
angket, dan mahasiswa semester 3
sebanyak 18 angket. Dari 25
responden terdiri atas 8 laki-laki dan
17 perempuan.
Dari sebaran angket diatas
selanjutnya diolah menjadi data
dalam bentuk persentase (%),
didapatkan
gambaran
sebagai
berikut:
Tabel 1. Apakah
membaca?
Jawaban
Ya

kamu

suka

Jumlah
Respon
88%

Tidak

8%

Bukan Keduanya

4%

Tabel 2. Apakah kamu suka


meminjam buku di Perpustakaan?
Jawaban
Ya
Tidak

Jumlah
Respon
8%
72%

Bukan Keduanya

20%

Tabel 3. Apakah kamu


membaca surat kabar?
Jawaban
Ya

suka

Jumlah
Respon
32%

Tidak

40%

Bukan Keduanya

28%

Tabel 4. Berapa lama kamu


membaca buku setiap hari (dalam
menit)?
Jawaban
1 60 menit

Jumlah
Respon
52%

Diktat

4,8%

Non Fiksi

4,8%

Cerita

4,8%

Katalog

4,8%

Tutorial/Panduan

7%

Komik

2,4%

Manga

2,4%

Tidak Jawab / Tidak

7%

Tau
Tabel 6. Berapa jumlah buku yang
kamu miliki?
Jawaban
1 10 buah

Jumlah
Respon
28%

11 20 buah

20%

< 20 buah

36%

Tidak Menentu

24%

Tidak Tau

12%

Tidak Pernah

8%

Tidak Jawab

4%

Tidak Jawab

8%

61 120 menit
< 121 menit

8%

Tabel 7. Apa hobimu?


Tabel 5. Apa jenis buku yang
paling kamu sukai?
Jawaban
Novel

Jumlah
Respon
28,6%

Jawaban
Membaca saja
Membaca dengan

Jumlah
Respon
8%
32%

kegiatan lain

Kumpulan Cerpen

4,8%

Selain membaca

56%

Siroh Nabi-Nabi

4,8%

Tidak Jawab

4%

Keislaman

7%

Motivasi

7%

Psikologi

7%

Karakter Building

2,4%

Tabel 8. Berapa lama kamu


menonton TV setiap hari (dalam
menit)?

Jawaban
1 60 menit

Jumlah
Respon
16%

61 120 menit

28%

< 121 menit

20%

Tidak Menentu

8%

Tidak Pernah

24%

Tidak Jawab

4%

Adapun selain data dalam


bentuk persentase di atas, dilakukan
juga teknik wawancara dan observasi
langsung untuk menguatkan data
yang telah diolah. Beberapa hal yang
menjadi
pengamatan
langsung
(observasi)
adalah
aktivitas
mahasiswa di lingkungan kampus,
khususnya pada waktu pergantian
perkuliahan, mata kuliah kosong,
akses mahasiswa di perpustakaan
serta akses mahasiswa terhadap
internet.
Minat Membaca Mahasiswa PGSD
UPI Kampus Serang
Berdasarkan data pada tabel
diatas didapati gambaran, meskipun
pada tabel 1 menunjukkan kesukaan
mahasiswa akan membaca sebesar
88% jawaban, akan tetapi pada data
tabel selanjutnya kesukaan membaca
tersebut tidak ditunjukkan pada
aktivitas nyata mahasiswa. Angka
yang cukup besar
dimana 72%
jawaban mahasiswa tidak suka meminjam buku di Perpustakaan, 40%
jawaban mahasiswa tidak suka membaca surat kabar dan 52% jawaban

mahasiswa hanya melakukan aktivitas membaca pada frekuensi 1 60


menit setiap harinya, itupun sebagian
besar jawaban mahasiswa dalam
lamanya melakukan aktivitas membaca hanya kisaran 10-15 menit saja.
Nampaknya kebiasaan membaca setiap hari yang hanya kurang
dari satu jam, dianggap masih kurang
apabila dilihat dengan tuntutan tugas
di kampus. Hambatan terbesar
kebiasaan membaca tidak dapat dilakukan lebih lama karena mahasiswa banyak menghabiskan waktu
menonton televisi yaitu kira-kira dua
jam setiap harinya, bahkan ada
partisipan yang menjawab bisa
sampai 8 jam. Menurut Tella dan
Akande (2007), siswa yang ada di
sekolah dasar sebaiknya membaca
setiap harinya kira-kira dua jam
tanpa ada gangguan lain yaitu TV,
apalagi untuk siswa yang ada di
sekolah lebih tinggi yaitu mahasiswa.
Mahasiswa PGSD UPI
Kampus Serang tidak menjadikan
akitivitas membaca sebagai suatu
cara untuk mengisi waktunya. Membaca bukanlah suatu aktivitas yang
sengaja dijadwal, karena membaca
hanya sekedar suka tetapi belum
menjadi hobi. Ditunjukkan dengan
jawaban suka meliputi 88% jawaban,
dan hobi sebesar 48% saja, itupun
32% jawaban dimana mahasiswa
memiliki hobi membaca dengan
aktivitas lain. Di sisi lain menurut
Nathanson, Pruslow, dan Levitt
(2008), rasa suka ini pada dasarnya

berkaitan
dengan
antusiasme.
Sebagai suatu antuasiasme maka
individu yang menyatakan dirinya
suka membaca berarti mempunyai
pengalaman yang menyenangkan
saat melakukan aktivitas membaca
tersebut. Apakah nantinya suka
tersebut menjadi kegemaran hal
tersebut membutuhkan proses.
Dari data di atas, dapat
disimpulkan bahwa minat membaca
pada mahasiswa progam PGSD di
UPI Kampus Serang masih rendah.
Proses Munculnya Minat Membaca
Selain data tabel diatas,
terdapat pula jawaban-jawaban angket mengenai pertanyaan-pertanyaan
mengenai buku yang akhir-akhir ini
dibaca, buku yang disukai dan lainlain. Terdapat beberapa jawaban
yang menunjukkan buku yang akhirakhir ini dibaca adalah buku diktat
perkuliahan, jawaban tersebut kerap
dikaitkan karena responden sedang
mengikuti aktivitas ujian atau sedang
mengerjakan tugas. Perihal tersebut
mengindikasikan
bahwa
proses
membaca tersebut terjadi dikarenakan bukan proses yang dilakukan
dari dalam melainkan karena
keterpaksaan.
Berbeda
halnya
dengan
perihal di atas, ada pula ditemukan
beberapa jawaban mahasiswa menunjukkan adanya keinginan melakukan membaca karena keinginan
dari dalam. Seperti terdapat jawaban,
responden
dapat
menghabiskan

waktu yang lama jika ia membaca


novel
dan
didapati
jawaban
mengenai keinginan memiliki buku
dengan beberapa judul. Hal ini
menunjukkan ada minat membaca
pada mahasiswa tersebut. Munculnya
minat keinginan membaca tersebut di
karenakan mahasiswa tersebut meliki
rasa suka terhadap jenis buku yang ia
baca, atau judul-judul buku yang
hendak ia baca. Menariknya buku itu
sendiri (baik isi maupun kemasan)
sudah tentu berpengaruh terhadap
tumbuhnya minat membaca tersebut.
Dapat disimpulkan proses
munculnya minat membaca mahasiswa bergantung pada individu itu
sendiri. Persoalan selera, kesukaan
terhadap
sesuatu
tentu
akan
mempengaruhi minat membacanya.
Faktor yang Mempengaruhi Minat
Membaca
Dari paparan data diatas
dapat diidentifikasi faktor-faktor
yang menghambat mahasiswa dalam
membaca, faktor yang paling besar
adalah berasal dari dalam diri
mahasiswa yang ditunjukan dengan
kegemaran/hobi membaca pada
mahasiswa PGSD UPI Kampus
Serang masihlah sangat rendah.
Sesuatu yang digemari pasti diminati, jika seseorang memiliki
kegemaran membaca bisa diasumsikan bahwa dia memiliki minat yang
tinggi untuk membaca.
Membaca bukan sesuatu yang
menjadi kebiasaan atau gaya hidup

bagi mahasiswa PGSD UPI Kampus


Serang, hal ini ditunjukkan dengan
porsi waktu yang disisihkan oleh
mahasiswa untuk melakukan aktivitas membaca masih sangat sedikit.
Sebaliknya, justru mahasiswa memberikan porsi waktu yang cukup
banyak untuk menonton TV. Hal ini
mengindikasikan bahwa menonton
TV juga menjadi faktor yang mempengaruhi minat membacanya.
Selain itu, faktor dari luar
adalah jenis bahan bacaan, mahasiswa kurang berminat membaca
buku-buku ilmiah seperti diktat
dengan beberapa alasan seperti
bahasanya sulit dipahami dan teks
ilmiah kaku dan membosankan.
Lingkungan kampus juga menjadi
faktor yang menghambat mahasiswa
dalam minat membaca. Berdasarkan
hasil pengamatan peniliti, jika dilihat
dari fasilitas yang disediakan oleh
kampus baik sarana-prasarana untuk
membaca seperti kursi, perpustakaan,
taman baca dirasa masih belum
memadai dan kondusip untuk
dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk
membaca.
Manfaat Membaca bagi Mahasiswa
Dalam mengetahui mengenai
pengalaman mahasiswa dalam membaca
serta apa manfaat yang diterima dari
aktivitas membacanya, peneliti memberikan satu pertanyaan essai pada
angket yaitu Apa manfaat membaca dan
seberapa
penting
kamu
harus
membaca?

Dari sebaran angket tersebut didapatkan jawaban-jawaban sebagai


berikut, diantaranya:
1. manfaat membaca banyak seperti
menambah ilmu, pengetahuan,
wawasan dll. Penting, karena
supaya tahu kehidupan dan kejadian
di dunia ini
2. manfaat membaca supaya kita berwawasan luas dan memperbaiki/
memperbanyak kosakata karena
untuk membantu publik speaking
3. manfaat membaca itu sangat
banyak sekali karena dengan
membaca kita bisa tahu banyak
informasi, selain itu dengan
membaca bisa menambah wawasan
karena membaca itu adalah kuncinya untuk membuka gudangnya
ilmu (buku). Maka dari itu saya
merasa membaca sangat penting.
4. membaca itu seperti memutar film
dalam otak, membaca dapat
mengembangkan imajinasi, memperluas pengetahuan dan membuka
jendela dunia dan membaca
meruapakan kegiatan positif
5. manfaat membaca banyak banget,
karena itu sangat penting bagi saya
untuk membaca. Membaca buku
apa saja, dalam satu hari harus ada
buku yang dibaca. Manfaat
membaca bukan hanya untuk
menambah wawasan atau pengetahuan, tetapi membaca adalah salah
satu jalan menuju kesuksesan...
Dari jawaban-jawaban mahasiswa tersebut, nampaknya mahasiswa
UPI Kampus Serang sudah menyadari

betul bahwasanya penting keharusan


membaca baginya. Mereka juga sudah
sangatlah memahami manfaat dari
aktivitas membaca. Seperti yang telah
kita pahami bersama, membaca buku
merupakan salah satu aktivitas belajar
yang efektif dalam mendapatkan ilmu
dan pengetahuan. Ilmu dan pengetahuan
dapat dengan mudah dan cepat diperoleh dengan membaca, karena dosen
maupun mahasiswa tinggal memilih
buku
yang
akan
dibacanya,
membukanya lalu mulai membaca dan
memahami isi buku tersebut.
Mengekspresikan Minat Membaca
Pada paparan poin sebelumnya
mengenai manfaat membaca bagi
mahasiswa itu sendiri, ditemukan bahwa
mahasiswa sangat menyadari betul
seberapa besar manfaat dan pentingnya
aktivitas membaca, terutama membaca
buku. Namun sama seperti pembahasan
mengenai minat membaca mahasiswa.
PGSD UPI Kampus Serang, meski
mahasiswa mahasiswa sangat memahami betul akan besarnya manfaat dan
pentingnya membaca baginya, namun
tidak lantas membuat dirinya mengekspresikan kesadaran akan hal tersebut
pada minat membacanya. Tetap
dibutuhkan keinginan dari dalam untuk
menumbuhkan keinginan melakukan
aktivitas membaca.
Mahasiswa PGSD UPI Kampus
Serang cenderung tidak terekspresikan
minat membacanya, meskipun mereka
memahami besarnya manfaat dan
pentingnya membaca namun tidak

menjadikan mereka gemar dalam


membaca, semua terlihat pada data tabel
diatas dengan jelas.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data
dan pembahasan hasil penelitian dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Pertama,
minat membaca
mahasiswa progam PGSD UPI Kampus
Serang, secara umum termasuk dalam
kategori rendah.
Kedua, proses munculnya minat
membaca pada mahasiswa tersebut
bergantung pada dirinya sendiri.
Persoalan selera kesukaan terhadap
sesuatu tentu akan mempengaruhi minat
membacanya.
Ketiga,
faktor-faktor yang
mempengaruhi minat membaca yaitu
faktor dari dalam diri. Mahasiswa UPI
Kampus Serang belum menjadikan
membaca sebagai hobinya. Selain itu
terdapat faktor-faktor dari luar yang
mempengaruhi minat membaca pada
mahasiswa PGSD UPI Kampus Serang
seperti jenis buku yang tidak disukai, isi
dan kemasannya yang tidak menarik.
Faktor lain yang dirasakan juga yaitu
faktor lingkungan kampus yang kurang
mendukung dalam peningkatan minat
membaca mahasiswa. Fasilitas saranaprasana UPI Kampus Serang untuk
membaca masih belum memadai.
Keempat,
manfaat
dan
pentingnya membaca bagi mahasiswa
PGSD UPI Kampus Serang dirasa besar.

Kelima, meski mahasiswa


menyadari betul besarnya manfaat dan
pentingnya membaca tetapi mereka

belum bisa mengekpresikan


membacanya.

minat

Bibliografi
Hardianto, D. (2011). Studi tentang Minat Baca Mahasiswa Fakultas
Ilmu Pendidikan UNY. Majalah Ilmiah Pembelajaran Vol. 7, No. 1,
108-121.
Kosasi, P. N. (2012). Bab 2 -08108249144.pdf. Dipetik Desember 16,
2015, dari Lumbung Pustaka UNY:
http://eprints.uny.ac.id/9696/3/Bab%202%20-08108249144.pdf
Resmini, N., & Juanda, D. (2007). Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia
di Kelas Tinggi. Bandung: UPI Press.
Siswati. (2010). Minat Membaca pada Mahasiswa (Studi Deskriptif pada
Mahasiswa Fakultas Psikologi Semester 1). Jurnal Psikologi Undip
Vol. 8, No. 2, 124-134.