Anda di halaman 1dari 29

TBC Traktus Urogenital

Definisi
TBC traktus urogenital Penyakit
infeksi spesifik Mycobacterium
tuberculosis pada traktus urogenital
Etiologi
Genus Mycobacterium M.
tuberculosis, M. bovine

Epidemiologi
- Indonesia TBC : 228
kasus/100.000 penduduk
- 2-20% TBC pulmonal menderita
TBC traktus urogenital.
- Pada segala usia Insiden tertinggi
= 30-50 tahun
- Laki-laki : Perempuan = 2 : 1
- Terbanyak TBC ginjal

Patogenesis
Infeksi primer

KONTAK ORGAN
(COITUS, TIND. MEDIS,
KONTAK PAKAIAN)

Abrasi mukosa
TBC PENIS &
URETHRA

Infeksi Sekunder

Inhalasi
droplet M.
tuberculosis

Infeksi primer
pada paruparu

IMUNITAS BAIK SELF -LIMITING


DISEASE

IMUNITAS KURANG MASA LATEN

Formasi
granuloma

Patologi Organ Terkait


Ginjal
Respon inflamasiawal 3-6 minggu formasi
granuloma
Imunitas baik progresivitas lambat (15-20 tahun)
Progresif nekrosis meluas
Penyembuhan terbentuk jaringan fibrosis dan
deposit garam kalsium

Kelenjar Adrenal
Inflamasi nekrosis kaseosa
Manifestasi klinis Addisons
disease

Ureter
Perluasan langsung dari
tuberkulosis ginjal
Infeksi formasi tuberkel
penebalan mukosa, ulserasi
mukosa, pembentukan sikatriks
obstruksi

Vesika urinaria
Umumnya dari tuberkulosis ginjal
Urin yang terinfeksi menginfeksi
mukosa kerusakan mukosa
jaringan fibrosis & kalsifikasi

Testis
Umumnya merupakan invasi
epididymitis
Epididymis
Fokus infeksi umunya berawal dari
globus minor.
Manifestasi klinis nyeri &
pembengkakan skrotum
Dapat terbentuk sinus & hidrokel

Prostat & vesikula seminalis


Secara hematogen, ascendens
(vesika urinaria), desendens
(epididymis)
Infeksi perkembangan massa
kaseosa

Penis & uretra


Tampak ulserasi, nodul, kemerahan
pada penis

Gambaran Klinis
Gejala konstitusional demam, malaise
Gejala tuberkulosis keringat malam, batuk
yang lama, hemoptisis, berat badan
Gejala traktus urogenital
Ginjal & ureter nyeri ketok, kolik
Vesika urinaria dysuria, polakisuria, hematuri,
nyeri suprapubik
Prostat, vesikula seminalis nyeri pada prostat
Testis &epididimis pembesaran skrotum, sinus
Penis & uretra ulserasi, nyeri pada penis

DIAGNOSIS

A. Anamnesis
Keluhan konstitusional & lokal
Keluhan TBC
Keluhan traktus urogenital
Riwayat menderita TBC sebelumnya
Riwayat mengonsumsi OAT
Riwayat kontak dengan penderita TBC
Penyakit penyerta

B. Pemeriksaan Fisis
Status generalis
Status vitalis
Status lokalis
Paru-paru
Traktus urogenital
Organ lain

Suspek TBC Traktus Urogenital,


jika didapatkan :
1. Sistitis kronis yang tidak sembuh
dengan terapi adekuat
2. Piuria steril
3. Gross hematuri/Microscopic
hematuri
4. Epididymis membesar tanpa
disertai nyeri
5. Scrotal sinus yang kronis
6. Indurasi / nodul pada prostat

C. Radiologi
a. Foto polos abdomen & IVP
Foto polos menilai kalsifikasi
IVP menilai kontur, fungsi sekresi &
ekskresi ginjal.
10-15% penderita Gambaran IVP
normal
Kasus berat autonefrektomi

Cystografi
Nilai kontur &
mukosa vesika
urinaria

b.

USG
Ginjal
Sangat baik menilai ukuran ginjal,
dilatasi calyx, irregularitas dinding,
dan adanya debris
Vesika urinaria
Penebalan & iregularitas dinding
mukosa
Testis & epididimis
Pemesaran & lesi hipoechoic difus
atau noduler

c.

CT-Scan abdomen
Paling sensitif menilai kalsifikasi
Kurang sensitif menilai
perubahan uroepitelial
Gambaran yang ditemukan :
dilatasi calyx, kalsifikasi, abses,
hidronefrosis.

c. Sistoskopi
Gambaran yang dapat ditemukan:
1. Berkurangnya kapasitas vesika urinaria
2. Adanya ulserasi dan telangiektasis pada
mukosa vesika urinaria
3. Golf hole ureter yang disebakan oleh jaringan
sikatriks
4. Ditemukannya tuberkel pada mukosa vesika
urinaria
5. Kecenderungan untuk berdarah setelah terisi
urin (distended)

Sistoskopi

D. Laboratorium
Urinalisa
Leukosit, bakteri, hematuri
Pewarnaan tahan asam

Kultur urin & pus


Sensitivitas 80-90%, spesifisitas hampir 100%
Menilai adanya pertumbuhan M. tuberculosis

PCR urin
Sensitivitas 90%, spesifisitas 95%
Lebih cepat (1-2 hari)
Dapat digunakan pada discharge yang minimal

Tes tuberkulin menyokong diagnosis

Diagnosis Banding
Nefrolithiasis & ureterolithiasis
Gambaran klinis bervariasi nyeri punggung,
hematuri, & kolik

Pyelonefritis
Gambaran klinis gejala konstitusional, poliuria,
hematuria

Cystitis non-spesifik
Gambaran klinis dysuria, frekuensi, urgensi, dan
nyeri suprapubik. Urinalisa pyuria & bakteriuria

Epididymo-orchitis
Gambaran klinis nyeri tekan & bengkak

Tumor testis
Massa testis sedikit/tidak nyeri
Diagnosis : radiologi & tumor marker

Karsinoma prostat
Gambaran klinis : nyeri punggung
belakang, nyeri suprapubik, nyeri tulang,
keluhan urinasi.
Diagnosis : sitologi urin dan/atau
pemeriksaan sistoskopi.

Penatalaksanaan
Obat anti-tuberkulosis (OAT)
Isoniazid (5mg/kgBB/hari) pyridoxine
20-50 mg/hari
Rifampicin (10mg/kgBB/hari)
Streptomicin (15mg/kgBB/hari)
Pirazinamid (20-25mg/kgBB/hari)
Ethambutol (10-15mg/kgBB/hari)

Imunosupresan (mis.:kortikosteroid &


siklosporin) kontroversial

Regimen OAT 6 bulan pada TBC


Traktus Urogenital
Fase intensif
3 bulan
INH, RMP, EMB (atau
SM)

Fase lanjutan
3 bulan

Dosis harian

INH, RMP
Dosis 2-3
kali/minggu

2 bulan

4 bulan

INH, RMP, PZA, EMB

INH, RMP
Dosis 2-3
kali/minggu

Dosis harian

Pembedahan
Bertujuan untuk :
1.
2.
3.
4.

Mengangkat material obstruksi


Mendrainase material infeksi
Terapi definitif lokal
Merekonstruksi traktus urinarius

Komplikasi
Obstruksi hidronefosis, uremia.
Infeksi sepsis, kegagalan multiorgan.
Inflamasi yang progresif striktur &
kontraktur organ.
Infertilitas