Anda di halaman 1dari 6

6

Gambar 2.1
Peta Lokasi PT. Bumi Kalimantan Lestari

intensitas pelapukan bahan organik antara sedang sampai tinggi. Kapasitas Tukar
Kation (KTK) yang menggambarkan kemudahan pertukaran kation unsur hara tanah
adalah sedang.
Berdasarkan hasil uji diatas, maka tanah di daerah tersebut masih cukup layak
dijadikan lahan pesawahan atau lahan pertanian kering dengan tumbuhan buahbuahan seperti rambutan, durian, mangga, pepaya, dan sebagainya. Bahan untuk jenis
tanaman perkebunan seperti kelapa hibridapun masih cukup baik hasilnya.

2.2.2

Iklim
Berdaskan klasifikasi iklim menurut Koopen, daerah di sekitar kuari termasuk

daerah tipe AF, iklim tropik lembab sepanjang tahun dengan suhu udara > 18 dan
curah hujan > 60 mm/bulan, sedangkan menurut Schmidt-Ferguson, daerah ini
termasuk tipe A atau daerah sagat basah yaitu daerah yang sangat basah yaitu daerah
yang mempunyai perbandingan rata-rata bulan kering dengan rata-rata bulan basah
berkisar antara 0 - 14,3%.
Curah hujan rata-rata bulanan di wilayah studi berdasarkan informasi dari
stasiun BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) wilayah II
Bandung, menunjukan nilai antara 39,2 mm/bulan sampai dengan 281,8 mm/bulan.
Curah hujan rata-rata bulanan minimum terjadi pada bulan September sedangkan
curah hujan rata-rata bulanan maksimum terjadi pada bulan November. Nilai
intensitas hujan adalah 0,012 m/hari berdasarkan data curah hujan tertinggi (bulan
November) 281,8 mm/bulan dengan hari hujan 24 hari. Curah hujan dan hari hujan di
lokasi studi selengkapnya disajikan pada Tabel 2.1 berikut.
Tabel 2.1
Data Curah Hujan (mm) dan Hari Hujan di Lokasi Studi

2000

Bulan

2001

2002

2003

Rata-rata/5
Tahun

2004

CH

HH

CH

HH

CH

HH

CH

HH

CH

HH

CH

HH

Januari

261

26

219

27

365

29

72

15

196

15

222,6

22,4

Februari

141

19

249

23

81

25

266

25

191

25

185,6

23,4

Maret

136

26

208

24

344

26

365

24

241

24

258,8

24,8

April

259

24

244

22

183

27

136

15

305

15

225,4

20,6

Mei

240

26

83

16

62

19

112

287

15

156,8

16,2

Juni

47

13

88

15

61

12

37

76

61,8

9,6

Juli

80

10

187

12

122

16

41

34

92,8

8,8

Agustus

20

52

38

75

12

11

39,2

5,8

September

45

107

13

10

10

76

21

85

21

64,6

10,4

Oktober

152

19

410

26

21

12

314

21

84

21

196,2

19,4

November

317

26

526

27

196

25

186

21

184

21

281,8

24

Desember

71

15

76

28

467

26

197

21

239

21

210

18,2

Jumlah

1769

206

2449

218

1950

236

1877

181

1933

181

Rata-rata

147,4

17

204,1

18

162,5

20

156,4

15

161,1

15

Sumber: Stasiun BMKG Wilayah II Bandung, 2005 (UKL & UPL PT Bumi
Kalimantan Lestari).
Keterangan: CH = Curah Hujan
HH = Hari Hujan
Suhu udara rata-rata adalah 26,2 C, suhu maksimum 31,8 C, dan suhu
minimum 22,2 C. Kelembaban udara antara 81 - 86%, penyinaran matahari antara
36,3% (Januari) sampai dengan 79,9% (Agustus).
2.2.3

Penggunaan Lahan
Lokasi penambangan PT. Bumi Kalimantan Lestari berada di Desa

Malakasari yang termasuk kedalam wilayah Kecamatan Baleendah. Sebelah Barat


dan Selatan menuju lokasi penambangan dijumpai pemukiman penduduk yang cukup
rapat dan padat, diperkirakan ada sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah
Jiwa 1000 orang. Sedangkan di bagian Utara lokasi penambangan banyak dijumpai

lahan perkebunan milik masyarakat dan perkampungan yang relatif padat berbatasan
dengan jalan raya Baleendah Banjaran. Sebelah Timur lokasi penambangan
merupakan perbukitan yang merupakan lahan perkebunan milik masyarakat
setempat, yang berbatasan langsung dengan areal tambang batu andesit milik PT.
Alam Jaya.
2.2.4 Bentang Alam
Pada saat ini memang telah terjadi perubahan bentang alam di sekitar Desa
Malakasari khususnya di lokasi tambang yang cukup signifikan. Semula daerah
tersebut merupakan wilyah perbukitan, namun pada saat ini hampir 25% tubuh bukit
terpotong menjadi

areal tambang batu andesit dan sebagai lahan perumahan

penduduk. Kondisi sekarang disekitar perbukitan dan sebagian lahan puncak bukit
setinggi 800 meter, apabila kegiatan pertambangan berjalan maka bentang alam
berubah menjadi jenjang-jenjang penambangan dengan ketinggian 700-800 meter.
Bilamana penambangan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya permintaan
batu, maka bentang alam akan berubah menjadi dataran yang sejajar. Selain itu
perubahan kondisi alam di sekitar lokasi akan berdampak pula pada daerah
disekitarnya.

10

Gambar 2.2
Bentang Alam Daerah Penyelidikan
2.2.5

Hidrologi
Daerah penelitian terletak pada dataran tinggi dengan ketinggian 700 - 800

meter dari permukaan air laut dengan morfologi perbukitan lebih intensif ke arah
Utara - Selatan, sedangkan ke arah Barat dan Utara morfologi dataran rendah lebih
dominan. Pola aliran air permukaan mengarah dari Timur ke Barat sesuai dengan
kecenderungan bentuk morfologi tersebut.
Sebelah Barat pada jarak 300 meter mengalir Sungai Cisangkuy, dimana air
dari lokasi pertamabangan mengalir menuju sungai tersebut. Berdasarkan hasil uji
kualitas air Sungai Cisangkuy dengan menguji parameter pH. Kekeruhan, daya
hantar listrik (DHL), kesadahan, total dissolve soild (TDS), nitrat, nitrit, amoniak,
fosfat, florida, dan logam berat, maka keseluruhan parameter tersebut masih berada
di bawah baku mutu air golongan B berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Barat No.
38/1991. Hal ini berarti air Sungai tersebut tidak dapat dijadikan baku air minum
melalui pengolahan.

11

Berdasarkan pengamatan daerah kuari dan sekitarnya termasuk dalam


klasifikasi daerah dengan Akuifer kurang produktif, hal ini dibuktikan dengan tidak
dijumpainya lapisan Akuifer yang terpotong oleh jenjangjenjang penambangan.
Disamping itu kondisi air sumur penduduk sangat dalam (> 12 m) dengan tumbuhan
air yang sangat kurang.
2.2.6

Flora dan Fauna


Lokasi kuari berada dekat dengan daerah pemukiman dan daerah pertanian,

hanya sebagian kecil saja lahan yang tidak dikelola, sehingga tertutup dengan
tumbuhan liar. Oleh karena itu secara garis besar terdapat dua jenis tanaman yaitu
tanaman budidaya dan tumbuhan liar. Tanaman budidaya terdiri atas tanaman
pekarangan dan ladang atau kebun, menurut jenis vegetasi dapat dibedakan atas
pohon dan perdu. Berdasarkan pengamatan terdapat jenis tanaman antara lain bambu,
albasiah, nangka (artocarpus heterophylla) dan sebagainya. Sedangkan jenis perdu
diantaranya, pisang (manihothus paradisica), pepaya (carica papaya), jagung (zea
mays), singkong (manihot esculenta), dan sebagainya.
Sedangkan tumbuhan liar umumnya adalah jenis gulma seperti bayam duri
(amaranthus spinosus), kirinyuh (eupatorium inulifolium), saliara (lantana camara),
dan alang-alang (imperata cylindrica). Fauna yang terdapat di lokasi kuari terdiri
dari hewan ternak seperti domba, kambing, ayam dan anjing.
Jenis burung yang hidup di sekitar perbukitan dan semak belukar antara lain,
burung gereja, kutilang, pipit, sriti, dan tekukur. Adapun fauna aquatik jenis ikan
yang masih hidup di kolam menurut keterangan penduduk adalah ikan mas dan nila.