Anda di halaman 1dari 4

Imunomodulator yang dikenal pula sebagai biological respons modifier.

Imunoaugmenter adalah berbagai macam bahan baik rekombinan, sintetik maupun


alamiah yang merupakan obat-obatan yang mengembalikan ketidakseimbangan
sistem imun yang dipakai pada imunoterapi.imunoterapi merupakan suatu
pendekatan pengobatan dengan cara merestorasi, meningkatkan atau mensupresi
respon imun.
Berdasarkan hal tersebutimunoterapi diklasifikasikan menjadi
aktivation imunoterapy dan supperssion imunoterapy. Sekarang ini belum
ditemukan bahan sekaligus memperbaiki fungsi komponen sistem imun yang satu
dan menekan fungsi komponen yang lain. Banyak obat-obatan yang berasal dari
tumbuhan yang dikenal sebagai obat tradisional, ternyata secara klinis tidak hanya
mempunyai efek langsung yang bersifat antiinfeksi, namun ternyata dapat pula
meningkatkan mekanisme pertahanan alamiah maupun adiktif. Pada saat ini telah
banyak imunomodulator yang telah mempunyai lisensi untuk dipakai sebagai
pengobatan pada manusia, seperti granulocyte situmalting factor (G CSF),
interperon, imiquimod, dan fraksi membran seldari bakteri. Sebagian lagi masih
dalam proses penelitian yang ekstensif baik penelitian yang bersifat klinik maupun
praklinik, seperti berbagai jenis kemokin, cytosine pospate-guanosine (CpG)
sintetik, oligodeoksynukleotides dan glucan. Pemberian rejimen imunomodulator
merupakan pendekatan terapi yang aktraktif, oleh karena efek sampingnya yang
sering lebih ringan dibandingkan dengan efek samping obat-obatan yang telah ada,
disamping itu lebih jarang menimbulkan resistensi pada pengobatan penyakit
infeksi.
Obat golongan imunomodulator bekerja menurut tiga car, yaitu melalui
imunorestorasi,
imunostimulasi
dan
imunosupresi,
imunorestorasi
dan
imunostimulasi disebut imunopotensiasi atau up regulation, sedangkan
imunosupresi disebut juga down regulation. Obat yang merupakan imunopotensiasi
merupakan obat yang dapat diberikan pada pasien dengan IMS.
Imunostimulasi adalah cara memperbaiki fungsi sistem imun dengan
menggunakan bahan yang merangsang sistem tersebut. Bahan yang termasuk
imunostimulator dapat dibagi sebagai berikut:
1. Biologik, seperti hormon limokfin, interperon, antibodimonoklomal, transfer
factor / ekstra leukosit, sel LAK, bahan biologi asal bakteri dan asal jamur.
2. Sintetik seperti lepamisol, isoprinosin, muramil ditetida (MDP), biologycal
respons modifier (BRM), hidroksi klorokuin arginin, antioksidan dan bahanbahan lain seperti bahan yang masih dalampercobaan klinik antara lain
azimekson,siamekson,bestati,tuftin,maleic anhidrat

Penggunaan klinis:
Oleh karena IFN mempunyai kemmpuan anti virus, anti poliperatif dan
imunolegulator, maka IFN dibidang IMS, dapat diberikan padapengobatan kondiloma
akuminata dan sarkomakaposi terkaid AIDS. IFN diberikan sebagai suntikan
intralesikomasebagai preparattropikal berupa krim dan dapat pula diberikan
sebagai injeksi intramuskuler (IM) atau subkutan (SK).
Kondilama akuminata:
Telah dilakukan itiga penelitian yang melibatkan 487lesi yang diberikan 0,1
ml IFN -2b intralesiyang mengandung 1juta UI Untuk duras seminggu sekali
selama tiga minggu berturut-turut dengan kontrol melibatkan 539lesi yang
diberikan suntikan plasebo intralesi dengan cara sama. Tujuh belas minggu setelah
penyuntikan 52% lesi dari kelompok IFN Menunjukan hilangnya lesi secara lengkap,
sedangkan pada kelompok plasebo hilangnya lesi hanya terjadi pada 24% saja.
Pada pengamatan lanjutan dari kelompok IFN yang berlangsung antara 9/33bulan,
ternyata pada 81% lesi tidak menunjukan adanya rekurensi. IFN -n3 dapat pula
diberikan dalam dosis 250.000 UI Intralesi duakali seminggu sampai delapan
minggu, dengan jumlah maksimal persesi 2,5juta UI. IFN secara topikal tidak
memberikan efek yang baik, sehingga tidak direkomendasikan untuk dipakai
sebagai sediaan topikal. Pada penelitian pemberian IFN secara IM dan SK, tingkat
menghilangnya lesi berkisar antara 30-50%.
Data-data yang ada menunjukan bahwa penggobatan kondiloma akuminata
dengan IFN tidak menunjukan bahwa IFN lebih superior dari modalitas terapi ylain
yang ada IFN direkomendasikan hanya pada lesi yang jumlahnya sedikit ukuran lesi
yang tidak besar. Berdasarkan harganya yang mahal, terapi yang harus
dilaksanakan berkali-kali, rasa nyeri pada waktupenyuntikan, maka IFN
direkomendasikan pada pasien yang sudah gagal denganmdalitas terapiyang lebih
sederhana dan murah. IFN menunjukan hasil yang baik sebagai terapi ajuan pda
kondiloma akuminata yang rekalsitran termasuk papilomatosis respirasi yang
rekuren.
Anoreksia (69%), mual atau muntah (66%), sakit kepala (62%), efek samping
tersebut dikenal pula sebagai influensa like symtoms/ yang merupakan efek
samping yang paling sering terjadi. Disamping itudapat pula terjadi pula
peningkatan fungsi hefar (63%)

Diare, trombositopeni dan aritmia. Efek samping dipengruhi besarnya dosis IFN
yang diberikan, dan biasanya menghilang bila pemberian obat dihentikan atau
diturunkan dosisnya sebelum dilaksanakan pemberian IFN, perlu dilakukan
pemeriksaan adanya auto antibodi, oleh karena IFN dapat meningkatkan terjadinya
penomena autoimun.
Imikwimod
Imikwimod merupakan imunomodulator topikal untuk pengobatan kondiloma
akuminata yang dapat diaplikasikanoleh pasien sendiri imikwimod baru di setujui
FDA. Pemakainannya di AS pada tahun 1997, sedangkan di Indonesia sampai saat
ini imikwimod belum di pasarkan.
Mekanisme kerja:
imikwimod mengaktifasi sel sistem imun melalui TLL 7 yang umumnya
terlibat dalam pengenalan patogen di permukaan sel. Sel yang diaktifasi imikwimod
melalui TLL 7 mensekresi sitokinin, terutama IFN , IL 6 dan TFN . Terdapat
pula bukti bahwa imikwimod di aplikasikan pada kulit dan mengaktifasi sel
langehans yang kemudian akan bermigrasi ke kelenjar lim untuk mengaktifasi
sistem imun adaptif. Sel-sel lain yang di aktifkan imikwimod adalah sel NK,
makrofag dan limfosit B. penelitian mutakhir menunjukan bahwa imikwimod
mempunyai efek antipoliperatif yang sama sekali tidak tergantung dari aktifitas
sistem imun.
Efek samping:
Aplikasi imikwimod topikal dapat menimbulkan implamasi non spesifik. Hal ini
dapat terjadi bila ada erosi kulit oleh karena garukan atau erosi pada lesi dilipatan.
Dapat terjadi eritem, edema, indurasi, gula, erosi, ulserasi, krustasangumoilenta,
persaan nyeri, panas atau perasaan tidak nyaman. Efek samping lainnya adalah
sakit kepala, nyeri pinggang, nyeri otot, perasaan lelah, keluhan seperti flu,
pembesaran kelenjar limfa dan diare.

Imunoglobin
Imunoglobin atau (IG) diproduksi oleh sel plasma yang telah matang yang
berasal dari sel B yang teraktivasi. Untuk mengekstraksi IG intravena (IG IV)
diperlukan sekitar 10.000 20.000 donor, sehingga diperlukan tindakan
pengamanan khusus untuk