Anda di halaman 1dari 4

Latar belakang :Penelitian aerasi fixed filter bisa menurunkan kadar phenol

Tujuan pustaka
2.1 Air limbah rumah sakit
2.1.1 pengertian
pengertian menurut .
2.1.2 sumber dan jenis limbah rumah sakit
2.1.3 Karakeristik limbah rumah sakit
Kandungan keluar limbah rumah sakit (kand fenol tinggi)
Baku mutu pergub jatim
Analisis parameter uji limbah cair
Standart baku phenol dan analisis
2.14 Dampak limbah rumah sakit
(secara umum)
Spesifik ke fenol
2.2 BOD5
Pengertian
Metode bod secara umum
Reaksi
2.2.1 degradasi bod5
pengertian degradasi bod,
metode analisis dan penjelasannya
2.3 Phenol
Pengertian
Reaksi pembentukan phenol
Faktor yang mempengaruhi kand phenol di dalam air
2.3.1 degradasi phenol
Metode analisis
2.4 Pengolahan limbah rumah sakit
2.4.1 metode Pengolahan limbah
- metode secara umum

- metode yang umum digunakan di Indonesia sertakan contoh diagram alir


slah satu rs di indo
- kekurangan metode tsb (dihub denga fenol serta bod) (berdsarka pebelitian)
2.4.2 metode aerated fixed
- pengertian
- susunan biofilter vertikal
- penelitian ttg biofilter vertikal
- prinsip/ proses pengelolaan (mulai pertumbuhan mikroognisme hingga
akhir)
- faktor-faktor yg mempengaruhi kinerja aerated fixed
- kelebihan dan kekurangan (masukkan penelitian)
- dihub dengan penurunan phenol dan bod (masukkan penelitian)
2.5 Mikroorganisme
- jeni mikroorganisme
- faktor yg mempengaruhi
- hasil penelitian mikroorgnisme tsb dpt menurunkan bod dan phenol
2.6 Aklimatisasi mikroorganisme

Punya kakak tingkat


2.1 Air limbah rumah sakit
2.1.1 Pengertian
2.1.2 karakteristik limbah rumah sakit
(sumber limbah, jenis limbah, kandungan limbah berdasarkan jenisnya yg
berbahaya namun secara umum, baku mutu limbah cair, analisis parameter uji
limbah)
2.1.3 Dampak limbah rumah sakit
2.2 Ortophosphate
(pengertian, reaksi, faktor yang mempengaruhi kand ortofosfat
2.2.1 degradasi ortofosfat
(metode analisis)
2.3 COD
(pengertian, metode cod, reaksi yang terjadi)

2.3.1 Biodegradasi COD


(pinsip analisa)
2.4 Pengoalhan air limbah rumah sakit
(Hasil pengolahan dengan metode biologi meliputi penelitian kelebihan,
pengolahan limbah rs di Indonesia ( biological treatment masuk ke biofilter
dielaskan: proses pertumbuhan mikroorganisme, proses mikroorganisme mengurai
bahan pencemar, faktor yang empengaruhi performa biofilter, tahap pembentukan
biofilter, faktor yg mempengaruhi biodegradasi)
2.5 Karakteristik media biofilter
(media yg digunakan, susunan biofilter vertical dan secara umum, penelitian
ttg biofilter vertical)
2.6 karakteristik mikroorganisme yg digunakan
2.7 Aklimatisasi pada mikroorganisme
2.8 hasil penelitian yg sudah ada

Media biofilter berfungsi sebagai tempat tumbuh dan menempel mikroorganisme


untuk mendapatkan unsur-unsur kehidupan yang dibutuhkannya seperti nutrien dan
oksigen. Dua sifat yang paling penting yang harus ada dari media adalah :
a. Luas permukaan dari media, karena semakin luas permukaan media maka
semakin besar jumlah biomassa per unit volume.
b. Persentase ruang kosong, karena semakin besar ruang kosong maka semakin
besar kontak biaomassa yang menempel pada media pendukung dengan substrat
yang ada dalam air buangan. Untuk mendapatkan permukaan media yang luas,
media dapat dimodifikasikan dalam berbagai bentuk seperti gelombang, saling
silang dan sarang tawon. Media yang digunakan dapat berupa kerikil, batuan,
plastik, pasir dan partikel karbon aktif.