Anda di halaman 1dari 11

BIMBINGAN ISLAM

UNTUK PROFESI PEGAWAI ASURANSI KESEHATAN


KONVENSIONAL
KELOMPOK 12

OLEH:
ROBBY MARSLEY
DANANG SATIYA

041211331091

WENI PAMULATSIH
MELATI PUSPITANINGRUM

041211333112

ANGGI FAUZI A

041211333119

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015

BAB I
DEFINISI PEGAWAI ASURANSI
Asuransi berasal dari bahasa Inggris, assurance , yang dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia dengan padanan kata pertanggungjawaban. Echols dam
Shadily memaknai kata insurance dengan (a) asuransi, dan (b) jaminan. (Echols
dan Syadilly, 1990:326). Dalam bahasa Belanda biasa disebut dengan istilah
assurantie (asuransi) dan verzekering (pertanggungan). (Prodjodikoro, 1958:1)
Definisi asuransi menurut Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 40
Tahun 2014 yang merupakan perubahan dari Undang- Undang Republik Indonesia
Nomor 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian Bab 1 Pasal 1: Asuransi
adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang
polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi
sebagai imbalan untuk: a. Memberikan penggantian kepada tertanggung atau
pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan
keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin
diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang
tidak pasti; atau b.Memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya
tertanggung atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya tertanggung dengan
manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/ atau didasarkan pada hasil
penngelolaan dana.
Huggins dalam bukunya Operation of Life and Health Insuranse
Companies membagi 9 divisi dalam sebuah perusahaan asuransi jiwa dan asuransi

kesehatan,

yakni;

marketing,

aktuaria,

underwriting,

customer

service,

administrasi klaim, investasi, akuntansi, hukum, dan sumber daya manusia.


Permasalahan dalam makalah ini dibatasi pada pegawai administrasi klaim
yang ada dalam asuransi kesehatan. Pegawai administrasi klaim asuransi
bekerja dalam bidang klaim asuransi untuk memenuhi pembayaran uang
sebagaimana yang dijanjikan oleh perusahaan dalam polis asuransi. Untuk
memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada para pemegang polis, ahli waris
dan tertangung, bidang klaim harus dapat meyakinkan bahwa benefit dibayarkan
segera dan kepada yang berhak. (Huggins, 1992:350)

BAB II
POTENSI KECURANGAN PEGAWAI ASURANSI
Dalam Islam, terdapat tiga hal yang terlarang dilakukan dalam hal kegiatan
transaksi, yaitu: maysir, gharar, dan riba. Maysir adalah ketidakjelasan informasi
dalam melakukan transaksi. Gharar menurut mazhab Syafii adalah apa-apa yang
akibatnya tersembunyi dalam pandangan kita dan akibat yang paling mungkin
muncul adalah yang paling kita takuti (tidak dikehendaki). Riba adalah
memperoleh sesuatu diluar pokok harta (bunga).
Sedangkan apabila kita kaitkan dengan bidang pekerjaan asuransi maka
dalam hal

Maysir
Maysir pada hakekatnya muncul karena tidak diketahuinya informasi oleh
konsumen tentang berbagai hal yang berhubungan dengan produk yang
akan dikonsumsinya. Dalam mekanisme asuransi konvensional, maysir

sebagai akibat dari status kepemilikan dana dan gharar.


Gharar
Pada asuransi konvensional, terajadi karena tidak ada kejelasan masud
alaih (sesuatu yang di-akad-kan). Yaitu meliputi beberapa sesuatu akan
diperoleh (ada atau tidak, besar atau kecil). Tidak diketahui berapa yang
akan dibayarkan, tidak diketahui berapa lama kita harus membayar (karena
hanya Allah yang tahu kapan kita meninggal). Karena tidak lengkapnya

rukun dari akad maka terjadi gharar.


Riba

Adanya unsur ketidakadilan dalam asuransi konvensional, misalnya upaya


untuk melipatgandakan keuntungan dari praktik yang dilakukan dengan
cara tidak adil. Semua asuransi konvensional menginvestasikan dananya

dengan bunga.
Dana hangus
Dalam asuransi konvensional terdapat dana yang hangus, dimana peserta
yang tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan
diri sebelum masa reversing period, maka dana peserta itu akan hangus.
Untuk profesi administrasi klaim
Terdapat hubungan istimewa antara pemegang polis dengan pegawai

administratif klaim baik dalam bentuk keluarga, teman, ataupun kolega yang
menimbulkan kerjasama dalam pengabulan klaim dengan cara

Mengada-ada
Pegawai administrasi klaim dapat bekerja sama dengan pemegang polis
untuk mengada-adakan bahwa pemegang polis patah tulang leher, padahal

kondisi leher pemegang polis baik- baik saja.


Berbohong
Untuk melakukan sesuatu yang tidak sebenarnya terjadi maka pegawai
administrasi klaim akan melakukan kebohongan kepada perusahaan
asuransi dengan cara yang sudah ia rencanakan sebaik mungkin dengan
bantuan pemegang polis.
Dengan pegawai administrasi klaim yang melakukan perbuatan mengada-

adakan sesuatu kebohongan (termasuk juga dalam bagian memperoleh rezeki


dengan cara yang tidak halal) maka termasuk menyalahi aturan Islam sehingga

rezeki yang didapatnya adalah rezeki yang haram (apapun yang diterimanya
karena perbuatan itu termasuk hal yang haram).
Pegawai administrasi klaim sesungguhnya melakukan perbuatan tercela
diakibatkan oleh keegoisannya sehingga melakukan kecurangan kepada
perusahaan tempat ia bekerja. Ia ingin mendapatkan keuntungan dari
memanfaatkan pekerjaannya dan tidak peduli terhadap kerugian pihak lain yang
sesungguhnya telah berjasa bagi dirinya.
Pegawai administrasi klaim yang bekerja sama dengan pemegang polis
dapat mengambil keuntungan berlebih diluar gaji yang seharusnya didapatnya
sehingga ia menerima sesuatu yang bukan haknya.

BAB III
BIMBINGAN ISLAM PEGAWAI ASURANSI

Larangan mengada-adakan sesuatu yang tidak ada atau tidak terjadi


Sesuai dengan firman Allah Surat Taa-haa (20) ayat 61:

Artinya:
61.Berkata Musa kepada mereka (para pesihir): Celakalah kamu! Janganlah
kamu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, maka Dia membinasakan
kamu dengan azab. Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada

adakan kebohongan.
Larangan untuk berbohong
Dalam surat Al-Mujaadalah (58) ayat 14-15 terdapat larangan untuk
berbohong, yaitu:

Artinya:
14. Tidakkah engkau perhatikan orang- orang (munafik) yang menjadikan
suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang- orang itu
bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka
bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.
15. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras bagi mereka.

Sesungguhnya, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.


Larangan memperoleh rezeki haram
Dalam surat An-Nahl (16) ayat 114 terdapat perintah untuk mendapatkan
rezeki yang halal :

Artinya :
114.Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah
kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja
menyembah kepada-Nya.

Larangan berbuat curang


Sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Muthaffifiin (83) ayat 1-3 :
Artinya:
1.Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan
menimbang), 2. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari
orang lain mereka minta dipenuhi, 3. dan apabila mereka menakar atau
menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

Apabila pemegang polis menerima uang klaim, dan ternyata uang klaim
yang ia terima lebih sedikit dari jumlah total setoran yang telah ia
bayarkan.
Sesuai dengan firman Allah dalam Surat An-Nisaa (4) Ayat 29 :

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta
sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam
perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama-suka di antara kamu. Dan
janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha
Penyayang kepadamu.

10

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Segala bentuk kegiatan asuransi yang tidak sesuai ataupun tanpa syariat islam
hukumnya adalah haram. Menjadi pegawai asuransi konvensional diperbolehkan
apabila sesuai dengan tuntunan islam dan tidak melakukan larangan-larangan
yang tidak diperbolehkan dalam islam

4.2 SARAN

11

DAFTAR PUSTAKA
. 2007. Al Quranulkarim special for woman. Bandung: Syaamil Al-Quran.
Ali, AM. Hasan. 2004. Asuransi dalam Perspektif Hukum Islam: Suatu Tinjauan
Analisis Historis, Teoritis & Praktis. Jakarta: Kencana
Echols, John M dan Hassan Syadilly. 1990. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta:
Gramedia. hlm. 326.
Huggins, Kenneth. 1992. Operasi Perusahaan Asuransi
AsuransiKesehatan. Jakarta: Yayasan Bumiputera
Prodjokirono, Wirjono. 1958.
Pembimbing. hlm.1.

Hukum

Asuransi

di

Jiwa

Indonesia.

dan

Jakarta:

Sudarsono, Heri. 2003. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah: Deskripsi dan
Ilustrasi. Ekonisia