Anda di halaman 1dari 10

MODUL KULIAH

PROGRAM KULIAH KARYAWAN & PROFESIONAL


STTI ITECH
Mata kuliah

Manajemen Perusahaan ( 3 sks )

Semester
Kelas

PKKP

Dosen

Jefri Rahmadian M.Kom


Pertemuan

: 6 (Enam)

Waktu

: Sabtu,................2012

Modul

6 (Enam)

Topik

Pengorganisasian dan Struktur Organisasi

Sub Topik

Departementalisasi

Materi

Tujuan

Unsur-unsur Struktur Organisasi

Bentuk Bagan Organisasi

Variabel-variabel Organisasi

Departementalisasi

Mahasiswa mengerti dan mampu menjelaskan tentang


pengorganisasian dan struktur organisasi. Mahasiswa
mengerti dan mampu menjelaskan departementalization

Pengorganisasian dan Struktur Organisasi

Tujuan Suatu Organisasi Adalah Untuk Mecapai Tujuan Dimana Individu-individu Tidak
Dapat Mencapainya Sendiri. Tiang Dasar Pengorganisasian Adalah Prinsip Pembagian
Kerja (Division Of Labor) Yang Memungkinkan energy Terjadi. Misalnya :
Pembagian Kerja Dalam Team Sepak Bola. Dimana Ada Manajer Tim, Kepada Pelatih,
Asisten Pelatih, Dokter Tim, Penjaga Gawang, Pengelompokan Segmen-segmen Pekerjaan:
Yaitu Keseluruhan Bagan Menunjukkan Atas Dasar Apa Kegiatan-kegiatan Organisasi
Dibagi Dasar Fungsional Atau Divisional, Atau Lainnya (Departementalisasi).
Terdapat 4 (empat) hal langkah yang diambil Manajer ketika mereka mulai membuat
keputusan mengenai pengorganisasian, yakni :
1. Membagi seluruh beban pekerjaan menjadi banyak tugas yang secara wajar dan
nyaman dapat dilaksanakan oleh individu atau kelompok. Hal ini disebut Pembagian
pekerjaan.
2. Menggabungkan tugas secara logis dan efisien. Pengelompokkan karyawan dan
tugas biasanya disebut Departementalisasi.
3. Menetapkan siapa yang memberi laporan kepada siapa dalam organisasi.Hubungan
departemen ini menghasilkan Hierarki organisasi.
4. Menetapkan mekanisme yang menyatukan aktivitas departemental menjadi suatu
kesatuan dan memonitor keefektivan integrasi tersebut. Proses ini disebut
Koordinasi.
Sedangkan unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
1. Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan
kelompok kerja dalam organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas
tersebut menjadi satuan-satuan kerja (departementalisasi). Standardisasi Kegiatan,
Merupakan Prosedur-prosedur Yang Digunakan Organisasi Untuk Menjamin
Terlaksananya Kegiatan Seperti Yang Direncanakan
2. Standardisasi kegiatan, merupakan prosedur-prosedur yang digunakan organisasi
untuk menjamin terlaksananya kegiatan seperti yang direncanakan.
3. Koordinasi kegiatan,menunjukan prosedur-prosedur yang mengintegrasikan fungsifungsi satuan-satuan kerja dalam organisasi

4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan, yang menunjukan lokasi


(letak) kekuasaan pembuatan keputusan
5. Ukuran satuan kerja menun jukkan jumlah karyawan dalam suatu kelompok kerja
Tingkatan Manajemen :
Suatu Bagan Tidak Hanya Menunjukkan Manajer Dan Bawahan Tetapi Juga Keseluruhan
Hirarki Manajemen. Bagan organisasi adalah suatu bentuk persekutuan antara dua orang
atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu
tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan , dan bagan juga disebut dengan gambar
rancangan, gambar denah, skema. Bagan ialah alat berupa gambaran secara analisis dan
statistik tentang proses yang terjadi dalam alam, teknologi dan masyarakat.
Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang
menunjukkan hubungan kerja sama. Lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :
1.

Pembagian kerja

2.

Rantai perintah

3.

Tipe pekerjaan yang dilaksanakan

4.

Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan

5.

Tingkatan manajemen

Bentuk-bentuk Bagan Organisasi :


1. Bentuk Piramid.
Bentuk Ini Yang Paling Banyak Diguakan, Karena Sederhana, Jelas Dan Mudah
Dimengerti. Bagan organisasi bentuk Piramid adalah suatu organisasi dimana bentuk
bagan organisasi tersebut menyerupai piramid. Dimana suatu pimpinan tertinggi ada
di paling atas piramid dan tingkatan pimpinan menengah dan bawahan ada di
bagian-bagian bawah. Bentuk piramid sering kali dipakai di organisasi-organisasi,
karna bentuk piramid ini mudah dimengerti dan dipahami.
Type piramid memiliki ciri-ciri antara lain ialah:

memiliki jumlah organisasi yang tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki


kewenangan sedikit.

Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak

Pada jumlah jabatan sedikit sebab tingkat tingkat relatifnya kecil

2. Bentuk Vertikal.
Bentuk Vertikal Agak Menyerupai Bentuk Piramid, Yaitu Dalam Pelimpahan
Kekuasaan Dari Atas Ke Bawah, Hanya Bagan Vertikal Berwujud Tegak
Sepenuhnya.
3. Bentuk Horizontal.
Bagan Ini Digambarkan Secara Mendatar. Bagan organisasi bentuk horizontal atau
mendatar adalah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk
atau ujung pimpinan tertinggi sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang
terendah disusun dari kiri kearah kanan atau sebaliknya.
4. Bentuk Lingkaran.
Menggambarkan hubungan Antara Satu Jabatan Dengan Jabatan . Bagan organisasi
bentuk Lingkaran adalah suatu bentuk bagan organisasi dimana satuan organisasi
atau pejabat yang terendah disusun dari luar bidang lingkaran ke arah titik tengah
pusat lingkaran dimana di titik tengah adalah pejabat atau pimpinan tertinggi.

Gambar 1. Bentuk bagan-bagan Organisasi

Struktur

organisasi adalah penting mengingat pembentukan struktur organisasi akan

membantu melaksanakan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara satu
bagian dengan bagian yang lainnya, baik ada tingkat manajeman atas, menengah, maupun
tingkat bawah. Suatu perusahaan harus mempunyai struktur organisasi yang sesuai dengan
sifat dan jenis kegiatan usaha. Namun harus diingat juga bahwa struktur tersebut haruslah
bersifat sederhana dari sudut pandang ekonomis dan harus fleksibel, sehingga bila ada
perubahan atau perluasan tidak mengganggu secara serius susunan bagi yang telah ada.
Struktur tersebut juga harus memungkinkan pekerjaan semua bagian terintegrasi dan
terkoordinasi dengan baik.
Adapun syarat syarat pembentukan organisasi dan struktur organisasi yang baik adalah
sebagai berikut :
a) Harus ada tujuan yang jelas dari struktur organisasi yang dibentuk
b) Harus dapat dipahami dan diterima tujuan dari struktur organisasi tersebut
oleh setiap individu yang ada dalam orgaisasi
c) Harus ada pembagian tugas dan wewenang yang jelas
d) Harus ada struktur organisasi yang relatif permanent
Bagan organisasi formal
Struktur organisasi terlalu kompleks untuk disajikan secara verbal. Manajer perlu
menggambarkan bagan organisasi untuk menunjukkan struktur

organisasi. bagan

organisasi memperlihatkan susunan fungsi-fungsi ,departemen-departemen,atau posisi


posisi organisasi dan menunjukkan bagaimana hubungan diantaranya.satuan-satuan
organisasi yang terpisah biasanya digambarkan dalam kotak-kotak, dimana dihubungkan
satu dengan yang lain dengan garis yang menunjukkan rantai perintah dan Jalur komunikasi
formal..
Bagan organisasi menggambarkanlima aspek utama suatu struktur organiksasi yang secara
ringkas dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Pembagian kerja.Setiap kotak menunjukkan individu atau satuan organisasi mana
yang bertanggung jawab untuk kegiatan organisasi tertentu dan tingkat spesialisasi
yang digunakan
2. Manajer dan bawahan atau rantai perintah. Rantai perintah menunjukkan hubungan
wewenang-tanggung jawab yangf menghubungkan atasan dan bawahan dalam

keseluruhan organisasi. aliran dimulai dari jenjang organisasi yang tertinggi sampai
karyawan rendah dalam organisasi,seperti terlihat pada gambar 8.1. Oleh karena itu,
setiap anggota organisasi mempunyai suatu kaitan dengan manajer puncak
organisasi. Dalam hal ini prinsip kesatuan perintah harus jelas,dimana setiap
karyawan menerima tugas dan pelimpahan wewenang hanya dari seorang manajer
dan melaporkan pertanggungjawaban juga hanya kepada seorang manajer.
3. Tipe

pekerjaan

Label

dan

deskripsi

pada

tiap

kotak

menunjukkan

pekerjaanorganisasional atau bidang tanggung jawab yang berbeda.


4. Tingkatan manajemen.Suatu bagan tidak hanya menunjukkan manajer dan bawahan
tetapi

juga

keseluruhan

hirarki

manajemen.

Salah satu keuntungannya adalah bahwa karyawan dan lain-lain diberi gambaran
bagaimana organisasi disusun. Kelemahan utama bagan adalah masih banyak halhal yang tidak jelas atau tidak ditunjukkan. Bagan, sebagai contoh, tidak menunjukan
seberapa besar tingkat wewenang dan tanggung jawab setiap tingkatan manajerial
Organisasi Informal
Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak
dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal. Komunikasi yang terjadi dalam organisasi
informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. Sistem komunikasi inidisebut sistem
tanaman rambat.
Empat Pilar Pengorganisasian (Four Building Blocks of Organizing)

Pilar Pertama : pembagian kerja (division of work)

Pilar Kedua : Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)

Pilar Ketiga : penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy)

Pilar Keempat : penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas antar bagian


dalam organisasi atau koordinasi (coordination)

Variabel-variabel Organisasi
1) Structure Of Organization ( Struktur Organisasi)
Struktur keorganisasian (organizational structure) dapat dirumuskan sebagai pengaturan
dan antar hubungan bagian-bagian komponen dan posisi-posisi suatu perusahaan

2) Organization Behavior ( Prilaku organisasi)


Perilaku Organisasi adalah telaah dan penerapan tentang bagaimana orang-orang bertindak
di dalam organisasi. Perilaku Organisasi adalah sarana manusia bagi keuntungan manusia.
Perilaku Organisasi dapat diterapkan secara luas dalam perilaku orang-orang di semua jenis
organisasi, seperti bisnis, pemerintahaan, sekolah, dan organisasi jasa.
3) Organization Change ( Perubahan organsiasi)
Kesuksesan perubahan organisasi tidak hanya tergantung pada kesuksesan implementasi
elemen teknis tetapi juga pada kesuksesan dalam mengatasi hambatan yang muncul pada
tingkat individu sebagai suatu ketidakpatuhan atau merupakan suatu reaksi negative
terhadap perubahan. Perubahan suatu organisasi bisa dilihat dari beberapa variabel yaitu:
a) adanya pergantian staff, adanya mutas tingkat lapisan bawah (labour turn over).
Sebuah organisasi yang ingin berkembang maka harus memperhatikan
pergantian staff sebagai langkah untuk menormalisasikan organisasi. Karena
organisasi yang tidak melakukan pergantian staff, maka besar kemungkinan
manajemen didalamnya tidak kondusif dan cendrung menerima apa adanya.
b)

Konflik organisasi (Organization conflict). Robbins (1996 dalam Juanita) dalam


"Organization Behavior" menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi
yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut
pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif
maupun pengaruh negatif.
Sedang menurut Luthans dalam Juanita (1981) konflik adalah kondisi yang
ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentengan. Kekuatan-kekuatan
ini bersumber pada keinginan manusia.

c) Organization Growth (pertumbuhan organisasi). Tidak dapat dipungkiri bahwa


organisasi yang maju selalu mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan itu
indikasinya adalah adanya peningkatan produksi dan peningkatan kompetensi
staff.
d) Adminstration Succession (pergantian pimpinan). Sebuah organisasi yang ingin
maju maka idealnya melakukan pergantian pimpinan. Manfaat dari adanya
pegantian tersebut adalah untuk memberikan motivasi suasana baru bagi
pimpinan dan untuk menghindari adanya kolusi, korupsi dan nepostisme
terhadap organisasi.

e) Organization technology ( teknologi organisasi). Organisasi yang memanfaatkan


perkembanagan teknologi maka akan mengalami perubahan. Perubahan itu
bukan hanya terhadap kemampuan produksi tetapi juga terhadap kinerja staff.
Dengan memanfaatkan teknologi maka terjadi efesiensi dan efektivitas kerja.
4) Organization Development ( Perkembangan organisasi).
Yang dimaksud dengan perkembangan organisasi (Organization Development/OD) adalah
usaha jangka panjang dalam meningkatkan proses pembaharuan dan pemecahan masalah
organisasi yang mendapat dukungan penuh dari manajemen puncak
Pada dasarnya perkembangan organisasi merupakan suatu proses sistematik dan
terencana dengan menggunakan praksis maupun prinsip-prinsip ilmu perilaku (psikologi)
terapan dalam membawa organisasi menuju peningkatan efektivitas dan kompetensi
organisasi. Biasanya perkembangan organisasi diselenggarakan melalui diagnosis dan
manajemen kultur organisasi, dengan penekanan pada tim kerja formal, tim temporer, dan
kultur antar kelompok. Dalam pelaksanaannya secara aktual, perkembangan organisasi
seringkali memanfaatkan jasa konsultan-fasilitator.
Tiga penyebab utama yang mengakibatkan organisasi memerlukan perkembangan, yaitu:
1. Tingkat kompetisi yang makin tinggi di era globalisasi.
2. Kebutuhan akan peningkatan daya tahan organisasi.
3. Kebutuhan akan peningkatan kinerja organisasi.
Faktor-faktor yang memengaruhi Struktur Organisasi

Strategi Organisasi

Skala Organisasi

Teknologi

Lingkungan

Ketiga penyebab utama tersebut menuntut organisasi untuk berubah/berkembang


hingga memiliki lima ciri organisasi unggul abad-21, yakni :
o

Lebih cepat

Sadar kualitas

Keterlibatan karyawan tinggi

Berorientasikan pelanggan

Lebih ramping.

DEPARTEMENTALISASI
Departementalisasi adalah pengelompokan pekerjaan menjadi departemen aktivitas
pekerjaan yang serupa secara logis berhubungan., oleh karena itu merupakan hasil
keputusan manajer tentantg aktivitas tadi dibagi-bagi menjadi tugas atau secara jelasnya
adalah Proses pengelompokkan dan penamaan bagian atau kelompok pekerjaan
berdasarkan kriteria tertentu.
Sebagai contoh, untuk bisnis restoran : pencatatan menu, pemberitahuan menu kepada
bagian dapur, hingga pengiriman makanan dari bagian dapur kepada pelanggan di meja
makan dapat dikelompokkan menjadi satu departemen tertentu, katakanlah bagian Pelayan
Ada beberapa cara dimana organisasi dapat mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang
bermacam-macam untuk dilaksanakan. Sekali lagi, proses penentuan cara bagaimana
kegiatan-kegiatan dikelompokkan disebut departementalisasi atau departementasi
DEPARTEMENTALISASI FUNGSIONAL
Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatankegiatan sejenis untuk membentuk satu satuan organisasi. Semua individu- individu yang
melaksanakan fungsi yang sama dikelompokkan bersama, seperti seluruh personalia
,penjualan, akuntansi, programmer computer, dan sebagainya.
Kebaikan pendekatan fungsional:
Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan
dan

kedudukan

fungsi-fungsi

utama,

menciptakan

efisiensi

melalui

spesialisasi,

memusatkan keahlian organisasi, dan memungkinkan pengawasan manajemen puncak


lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
Kelemahan struktur fungsional :
Bagaimanapun juga, pendekatan fungsional mempunyai berbagai kelemahan. Struktur
fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi,menyebabkan kemacetankemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan ,memberikan tanggapan lebih lambat
terhadap

perubahan,

hanya

memusatkan

pada

kepentingan

tugas-tugasnya,

menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif.


DEPARTEMENTALISASI DIVISIONAL

dan

Banyak perusahaan besar, dengan banyak jenis produk, diorganisasikan menurut struktur
organisasi divisional. Bila departementalisasi perusahaan menjadi terlalu kompleks dan tidak
praktis bagi struktur fungsional, manajer perlu membentuk divisi- divisi semi otonomi,
dimana setiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
Tidak

seperti

departemen

fungsional,

suatu

divisi

menyerupai

perusahaan

yang

terpisah.kepala divisi terutama memusatkan perhatiannya bersaing dengan satuan-satuan


lainnya dalam perusahaan yang sama. Tetapi suatu divisi bukan merupakan satuan bebas
seperti halnya perusahaan terpisah. Dalam hal ini, seorang manajer divisi tidak dapat
membuat keputusan-keputusan sebebas pemilik perusahaan terpisah, karena dia masih
harus melaporkan kegiatannya kepada direktur pusat. Sebagai pedoman umum, wewenang
kepala divisi terbatas bila keputusan-keputusannya akan mempengaruhi kegiatan-kegiatan
divisi-divisi lain.
Kebaikan struktur divisional :
Organisasi atas dasar divisi mempunyai beberapa kebaikan. Karena semua kegiatan,
ketrampilan dan keahlian yang diperlukan untuk memproduksi dan memasarkan produk
dikelompokkan menjadi satu dibawah seorang kepala,keseluruhan pekerjaan dapat lebih
mudah dikoordinasikan dan prestasi kerja yang tinggi dipelihara. Disamping itu, baik kualitas
dan kecepatan pembuatan keputusan meningkat, karena keputusan- keputusan yang dibuat
pada tingkat divisi dekat dengan kancah kegiatan.
Kelemahan struktur divisional:
Bagaimanapun juga stuktur divisional mempunyai berbagai kelemahan. Kepentingan divisi
mungkin ditempatkan di atas tujuan dan kebutuhan organisasi keseluruhan. Setiap divisi
mempunyai para anggota staf dan spesialis sendiri, sehingga akan meningkatkan biaya
administrasi dan terjadi duplikasi ketrampilan.