Anda di halaman 1dari 8

Resep Kue Pancong

Bahan-bahan Kue Pancong Terigu / Pukis :

Tepung terigu segitiga biru 125 gram


Telur 2 butir ( Kocok )
Gula pasir 125 gram
Ragi instan 1/2 sendok teh
Santan 150 mili liter atau bisa menggunakan santan kara 65 mili liter ditambahi air

hingga menjadi 150 mili liter santan


Margarin atau mentega ( untuk mengoles cetakan )
Keju cheddar 35 gram ( diparut )

Cara Membuat Kue Pancong Blow Out :


1. Langkah awal didihkan santan terlebih dahulu, sisihkan. sementara itu, campur tepung
terigu dan ragi instan hingga rata.
2. Selanjutnya kocok telur dan gula pasir hingga mengembang dan halus dengan
menggunakan mixer kecepatan tinggi. jika sudah dirasa mengembang, turunkan
kecepatannya menjadi sedang.
3. Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit agar adonan benar-benar merata lalu
tuang santan sambil diaduk hingga rata. masikan mixer, diamkan adonan selama 30
menit terlebih dahulu agar mengembang baru kemudian masukkan keju parut, aduk
rata.
4. Langkah selanjutnya panaskan cetakan kue pancong / rangin lalu olesi dengan
margarin. tuang adonan dalam cetakan secukupnya jangan sampai penuh karena nanti
adonan akan mengembang. tutup cetakan lalu masak sebentar hingga kue setengah
matang, angkat lalu taburi dengan toping coklat, keju dan susu kental manis
diatasnya.
5. Namun jika anda tidak suka setengah matang bisa dimasak hingga bawah kue
berwarna kecoklatan, angkat, lalu siap ditaburi aneka toping seperti coklat, keju dan
susu kental manis atau toping lainnya sesuai dengan selera.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. DASAR GAGASAN MEMBUKA BISNIS BARU


Kue Pancong Balap merupakan salah satu kuliner yang cukup terkenal di kalangan
remaja di daerah asalnya, Bekasi. rasanya yang enak dan lembut membuat Kue Pancong
Balap disukai banyak orang. Pada dasarnya, Kue Pancong Balap adalah sejenis pukis tetapi
dibuat dengan adonan yang berbeda. Jika pada umumnya kue pancong atau kue pukis
memiliki cita rasa gurih yang berasal dari kelapa parut, Kue Pancong Balap justru lebih
menonjolkan cita rasa manisnya dan dimasak setengah matang. Inovasi inilah yang
menyebabkan Kue Pancong Balap banyak digemari oleh masyarakat khususnya remaja.
Inovasi Kue Pancong Balap tidak berhenti sampai disitu, untuk meningkatkan cita rasanya
ditambahkan pula topping beraneka rasa. Pemilihan topping juga disesuaikan dengan selera
konsumen, jika fokus konsumennya adalah remaja, topping yang digunakan biasanya berupa
aneka produk coklat beraneka rasa seperti nutella, oreo, kitkat, dan lain sebagainya.
Dari situlah muncul ide untuk membuat usaha kuliner Kue Pancong Balap di
Jogjakarta. Ada banyak faktor yang mendukung Kue Pancong Balap untuk sukses dijajakan
di Jogjakarta. Pertama, Kue Pancong Balap memiliki cita rasa yang unik dan menarik untuk
dicoba, apalagi belum pernah ada usaha kuliner kue pancong di Jogjakarta. Kita tahu bahwa
Jogjakarta adalah kota pelajar, banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia datang untuk
menuntut ilmu. Kalangan remaja selalu memiliki rasa ingin tahu yang besar, tak terkecuali
rasa ingin tahu untuk mencoba kuliner varian baru. Celah ini bisa digunakan untuk membuka
pasar Kue Pancong Balap di Jogjakarta. Faktor kedua, harga Kue Pancong Balap yang relatif
murah dan terjangkau oleh masyarakat luas khususnya mahasiswa. Harga per porsinya, yang
berisi dua kue, berkisar dari Rp. 4000,00- untuk kue polos hingga Rp.15.000,00- untuk yang
memakai topping. Tentu banyak orang rela mengeluarkan uang sebesar itu untuk sekedar
menikmati cita rasa unik dari kue yang satu ini. Faktor terakhir adalah kota Jogjakarta sendiri
yang merupakan kota yang ramah bagi dunia kuliner. Banyak sekali kuliner varian baru
yang sukses membuka cabang bisnisnya di kota Jogjakarta.
Dari faktor-faktor diatas kami yakin bahwa bisnis wirausaha kuliner Kue Pancong
Balap akan sukses di kota Jogjakarta. Kendala-kendala yang mungkin muncul adalah kendala
yang umum terjadi pada bisnis wirausaha mikro, yaitu ketersediaan dana modal dan dana
jangka panjang untuk mengembangkan bisnis itu sendiri. Maka dari itu kami mahasiswa

wirausaha kuliner kue Pancong Blow Out memerlukan dana untuk modal memulai usaha
sebagaimana tercantum dalam proposal ini.
1.2. NAMA DAN ALAMAT PERUSAHAAN
Nama adalah sesuatu yang cukup penting dalam dunia bisnis kuliner. Nama yang unik
dan mudah ingat akan membuat suatu produk cepat dikenal dan tetap diingat oleh
masyarakat. Dan nama yang kami pilih untuk bisnis kuliner Kue Pancong Balap di kota
Jogjakarta adalah Pancong Blow Out. Kata Blow Out diambil dari istilah teknik
perminyakan . Menurut kami, nama itu adalah nama yang unik dan akan mudah untuk diingat
oleh masyarakat luas. Alamat perusahaan adalah di
1.3. BIDANG USAHA
Bidang usaha yang kami ajukan adalah bidang kuliner.
1.4. BENTUK PERUSAHAAN
Bentuk perusahaan yang kami ajukan adalah perusahaan pribadi atau wirausaha murni.

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


Secara umum, perusahaan yang kami buat adalah usaha mikro terlebih dulu. Lebih
mengarah ke bisnis wirausaha murni yang dikelola oleh perseorangan dan bisnis dijalankan
secara rumahan.
2.2. ASPEK TEKNIS PRODUKSI/OPERASI
Untuk aspek ini, kita berencana membuatnya dengan konsep produksi rumahan. Kuekue yang akan kami pasarkan diproduksi sendiri secara rumahan dengan mengedepankan
kualitas dan tanpa bahan pengawet. Hal ini juga akan memudahkan kami untuk
bereksperimen dan mencoba berbagai macam varian rasa kue pancong sesuai selera
masyarakat. Pertama kami akan fokus untuk branding tentang Pancong Blow Out. Dalam
hal ini kami akan memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin untuk menarik perhatian
masyarakat. Untuk tempat penjualan, pada masa-masa awal kami berencana menjajakan
produk kue pancong kami bukan hanya pada satu tempat saja tetapi juga dengan berpindahpindah tempat, bisa menggunakan mobil atau kendaraan lainnya. Tempat yang kami sasar
adalah lokasi yang biasa menjadi tempat berkumpulnya para remaja dan event-event besar
maupun kecil yang sering diadakan di kota Jogjakarta. Hal ini sekaligus menjadi media kami
untuk mengenalkan produk Pancong Blow Out ke masyarakat luas.
2.2.1. Produk
1

.Kue Pancong Blow Out : Kue pancong makanan khas betawi dengan

inovasi rasa dominan manis dengan varian topping beraneka rasa.


2.

Kegunaan utama produk

: Sebagai alternatif kuliner dengan cita rasa unik

dan menarik dengan harga yang cukup murah dan terjangkau.

2.2.2. Proses Produksi


INPUT -> PROSES -> OUTPUT -> PENJUALAN KE KONSUMEN LANGSUNG
2.2.3. Kapasitas Produksi
Tahun

Rencana Produksi (dalam porsi/hari)

2015
2016
2017

100
300
500

2.3. ASPEK PEMASARAN


Konsep awal yang kami usung dalam menjalankan bisnis kuliner Pancong Blow Out
selain memakai teknik pemasaran konvensional dengan cara membuka semacam kedai
adalah konsep food truck. Kami berencana memasarkannya dengan media food truck yang
didesain sedemekian rupa agar menarik dan tampil berbeda. Alasan kami memilih pemasaran
dengan konsep food truck adalah karena dengan menggunakan food truck kami bisa
berpindah-pindah tempat dengan mudah. Hal ini bisa kami manfaatkan untuk membuka
lapak di event-event strategis yang sering diadakan di Jogja. Sebagai contoh saat ada acara
pensi di kampus atau sekolah, kami bisa dengan mudah menjangkau konsumen remaja yang
notabene adalah target utama kami. Konsep foodtruck sekarang ini telah populer digunakan
di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta, dan terbukti ampuh untuk mendongkrak
branding suatu bisnis kuliner karena dianggap terobosan baru yang inovatif dan unik. Selain
itu untuk menambah kuat branding produk, kami ingin memaksimalkan akses media sosial.
Karena saat ini cara termudah dan terefektif untuk menjangkau konsumen lewat media sosial.
2.3.1. Gambaran Umum
1. Jenis produk yang dipasarkan

: Kuliner Kue Pancong

2. Cakupan pemasaran meliputi

: Kota Jogjakarta

2.3.2. Pemintaan
1.

Jumlah Permintaan terhadap produk


a. Sasaran Pembeli/Konsumen

: Remaja, Mahasiswa

b. Jumlah Konsumen

: +- 300.000

2.3.3. Penawaran/Pesaing
Nama Pesaing
Kue Cubit Bang Ido
Martabak Manis
Total Penawaran

Kapasitas Produksi/Tahun

2.3.4. Rencana Penjualan/Pangsa Pasar


Tahun

Permintaan

Penawaran

Peluang Pasar

Rencana

Pangsa Pasar

Penjualan
2015
2016
2017

2.4. ASPEK MANAJEMEN


Nama Perusahaan

: Pancong Blow Out

Nama Pemilik

: 1. Ghifary Mahdi K (113140134)


2. Hiroshi Hani (113140129)
3. Muhammad Irfan Maulana (113140060)
4. Andita Ayu Pratiwi (113130038)

Tahun Berdiri

: 2015

2.5. ASPEK KEUANGAN


2.5.1. Analisa Usaha Kue Pancong Blow Out

Etalase Kompor
Tabung Gas
Ember Besar
Pengaduk

: Rp.1.700.000
: Rp.210.000
: Rp.55.000
: Rp.42.000

Cetakan
Ceret
Piring atau wadah kecil
Meja dan Kursi
Spanduk

Total Biaya Investasi

: Rp.65.000
: Rp.80.000
: Rp.130.000
: Rp.470.000
: Rp.30.000
: Rp.2.782.000

Dengan asumsi barang-barang investasi memiliki masa penggunaan rata-rata 3 tahun, kita
bisa menghitung Biaya Operasional/Bulan

Penyusutan Biaya Investasi 1/36 x Rp.2.782.000


Listrik serta kebersihan
Sewa tempat

Total Biaya Operasional/Bulan

: Rp.77.500
: Rp.50.000
: Rp.450.000
: Rp.577.500

Biaya Variabel

Tepung Terigu (Rp.25.000 x 30 hari)


Baking Powder (Rp.5.000 x 30 hari)
Gula Pasir (Rp.12.000 x 30 hari)
Soda Kue (Rp.5.000 x 30 hari)
Ragi Instan (Rp.6.000 x 30 hari)
Margarine (Rp.7.000 x 30 hari)
Telur (Rp.10.000 x 30 hari)
Bahan Lainnya (Rp.5.000 x 30 hari)
Bahan Bakar (Rp.18.000 x 4 minggu)

: Rp.750.000
: Rp.150.000
: Rp.360.000
: Rp.150.000
: Rp.180.000
: Rp.240.000
: Rp.300.000
: Rp.150.000
: Rp.72.000

Total Biaya Variabel

: Rp.2.352.000

Total Biaya Operasional

: Rp.2.929.500

Pendapatan/Bulan (59 buah x 2000/kue x 30 hari)

: Rp.3.540.000

Keuntungan/Bulan
Keuntungan = Total Pendapatan Total Biaya Operasional
= Rp. 3.540.000 Rp.2.929.500
= Rp.610.500
Lama Balik Modal = Total Investasi/Keuntungan

= Rp.2.782.000/Rp.610.500
= +- 4,5 bulan
Jadi, keuntungan dalam menjual kue pancong sebanyak 59 buah saja tiap hari dengan setiap
buahnya diberi harga Rp.2.000 maka keuntungan yang bisa diperoleh ialah sebanyak
Rp.610.500 dengan lama balik modal dalam usaha ini ialah selama kurang lebih 4,5 bulan.