Anda di halaman 1dari 3

Nama : M.

Reja hamizan
NIM : 12141028

PEMADATAN TANAH
Apa itu pemadatan tanah?
Pada kebanyakan pekerjaan teknik sipil seperti konstruksi embankment jalan raya, bendungan
urugan, tanah fondasi, dan konstruksi lainnya sudah dipastikan perlu adanya pemadatan tanah
agar tanah benar-benar kuat dan stabil terhadap beban struktur/ non struktur.
Teknik pemadatan merupakan cara perbaikan tanah yang relative mudah dan sederhana. Dengan
pemadatan kuat geser tanah akan meningkat(improvement) sehingga meningkatkan kuat dukung
fondasi.
Bagaimana prinsipnya?
Pada pemadatan tanah tanah semula akan diberi energy mekanis yang dinamis(berulang ulang)
sehingga volume tanah berkurang yang kemudian nilai berat volume tanahnya bertambah.
Pengurangan volume tanah terjadi karena volume udara termampatkan. Contoh yang banyak
ditemui adalah roler (stum) pada pekerjaan pemadatan tanah jalan.
Bentuk lain dari pengurangan volume tanah adalah dengan cara konsolidasi. Cara konsolidasi
yaitu memberikan energy dengan beban yang diam dalam jangka waktu tertentu. Cara ini khusus
untuk tanah-tanah kohesif.

Kurva pemadatan (bell shaped)

Derajat pemadatan suatu tanah diukur dalam berat volume kering. Pada saat pemadatan air
berfungsi sebagai pelunak (softening agent). Pada mulanya saat kadar air 0% berat volume sama
dengan berat volume kering. Jika kadar air bertambah maka berat volume akan bertambah pula,
tapi pada batas tertentu (OMC dan MDD) apabila kadar air ditambah lagi berat volume akan
menurun. Hal ini disebabkan apabila sudah padat diberi air lagi partikel tanah akan bergerak dan
rongga akan diisi air. Untuk mengetahui berat volume kering maksimum, dilakukan uji lab
proctot standar.
Faktor factor yang mempengaruhi?

Jenis tanah

Kadar air

Cara pemadatan

Energy pemadatan(frekuensi pemadatan)

Pemadatan tanah yang baik tidak hanya sekali akan tetapi biasanya 3 kali. Pada pemadatan tanah
di lapangan spesifikasi adalah 90-95 % dari berat volume maksimum yang telah ditentukan pada
uji proctor. Untuk mengetahui berat volume di lapangan perlu adanya pengujian, beberapa
prosedur standar antara lain :

Metode Kerucut pasir ( sand cone)

Metode balon karet (rubber ballon)

Metode nuklir ( nuclear)


Kepadatan tanah relatif