Anda di halaman 1dari 7

TERMS OF REFERENCE (TOR)

PENGEMBANGAN USAHA GARAM RAKYAT (PUGAR)

I.

LATAR BELAKANG
Kebutuhan

akan

garam

kian

hari

makin

meningkat

seiring

bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya berbagai industri,


baik di dalam maupun luar negeri. Namun, kebutuhan garam tersebut
belum dicukupi dari produksi dalam negeri. Sekitar 40 % garam nasional
masih dipenuhi melalui impor, diantaranya dari Australia dan India.
Karena

itulah

Kementerian

Kelautan

dan

Perikanan

menargetkan

tercapainya swasembada garam konsumsi 2012 dan swasembada garam


untuk industry tahun 2014 (Sumber: KP3K, 2011).
Garam rakyat tradisional umumnya dibuat dengan cara menimba air
laut, kemudian dimasukkan ke dalam ladang penguapan sehingga
langsung dihasilkan kristal garam. Pada usaha garam rakyat (tradisional)
yang memanfaatkan model terasering bertingkat kadar garam tertinggi
yang dapat dihasilkan relatif jarang mencapai 90 %, sehingga diperlukan
perlakuan-perlakuan khusus agar dihasilkan garam dengan kualitas tinggi.
Jika

diperhatikan

di

beberapa

wilayah

Jawa

Timur

khusunya

petambak garam, pelaku usaha garam ini sebagian besar adalah petani,
pengepul yang dalam hal ini dengan skala usaha kecil dan menengah
dan beberapa usaha besar sebagai produsen industri olahan garam.
Dengan

melihat

potensi

yang

dimiliki

Jawa

Timur

maka

prospek

pengembangan manufaktur khususnya pengolahan garam, maka prospek


pengembangan industri garam sangat potensial untuk

dikembangkan.

Dan kondisi tersebut dapat dijadikan sebuah peluang yang dapat


dikembangkan dengan berbagai bentuk sistem kemitraan, agar peluang
dan potensi ini dapat dimanfaatkan

untuk

menjadi

sebuah

prospek

investasi, yang akhirnya akan memperbaiki kesejahteraan keluarga.

Potensi kelautan dan perikanan di Kota Pasuruan terdiri dari


perikanan tangkap, perikanan budidaya dan produksi olahan. Berbagai
kegiatan usaha dan aktifitas tumbuh pesat, hal ini didukung oleh
peningkatan sarana prasarana penunjang di wilayah tersebut. Usaha
garam rakyat merupakan salah satu kegiatan ekonomi dan aktivitas di
wilayah pesisir Kota Pasuruan.
Permasalahan produksi garam rakyat Di Kota Pasuruan sebagian
besar tidak dibeli, tetap

menumpuk

diladang

atau

apabila

dibeli

dengan harga yang sangat rendah. Hal tersebut sangat mempengaruhi


tingkat kesejahteraan petani garam. Hal tersebut dapat terjadi disebabkan
salah satu di antaranya adalah kualitas dari hasil produksi garam kurang
bagus. Selama ini para petambak garam kurang mendapat perhatian
melalui

program-program

penanggulangan

kemiskinan

yang

telah

dilaksanakan oleh pemerintah. Terdapat 4 (empat) isu strategis

yang

menyebabkan pelaksanaan pengembangan usaha garam rakyat yaitu:


(1)

isu

kelembagaan

yang

menyebabkan rendahnya kuantitas dan

kualitas garam rakyat; (2) isu permodalan yang

menyebabkan para

petambak garam terutama dalam kategori kecil dan penggarap menjadi


terjerat pada bakul, tengkulak dan juragan; (3) isu regulasi yang
menyebabkan lemahnya keberpihakan dan proteksi

pemerintah

pada

sektor garam rakyat, sehingga usaha garam rakyat menjadi tidak


prospektif dan marketable; dan (4) isu tata niaga garam rakyat yang
sangat liberalistik dengan tidak adanya penetapan standar kualitas dan
harga dasar garam rakyat, sehingga terjadi deviasi harga yang sangat
tinggi di tingkat produsen petambak garam dan pelaku pasar, serta
terjadinya penguasaan kartel perdagangan garam di tingkat lokal.
Berdasarkan permasalahan dan isu strategis pengembangan usaha
garam rakyat di Kota Pasuruan suatu kajian dalam pengembangan usaha
garam rakyat di Kota Pasuruan dengan memperhatikan aspek kualitas dan
mutu produksi garam agar mampu diterima dipasaran sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraan para petani garam.

II.

MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud kerangka acuan kerja ini adalah sebagai arahan dalam

penyusunan Pengembangan Usaha Garam Rakyat Kota Pasuruan Tahun


2013.
Tujuan kegiatan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Kota
Pasuruan Tahun 2013 ini adalah menyusun strategi dan pemasaran garam
rakyat di Kota Pasuruan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan
masyarakat terutama para petani garam di Kota Pasuruan.

III.

TARGET DAN SASARAN


Target dan sasaran yang ingin dicapai terkait dengan pengadaan jasa

konsultasi Pengembangan Usaha Rakyat (PUGAR) Kota Pasuruan Tahun


2013 adalah tersusunnya strategi dan pemasaran usaha garam rakyat
yang memperhatikan aspek kualitas dan mutu produksi garam di Kota
Pasuruan.

IV.

RUANG LINGKUP
a) Ruang lingkup materi
Ruang lingkup materi dalam penyusunan Pengembangan Usaha
Rakyat (PUGAR) Kota Pasuruan Tahun 2013 adalah :
Menganalisis permasalahan produksi garam rakyat

di

Kota

Pasuruan
Menganalisis proses pengolahan usaha garam rakyat di Kota

Pasuruan
Menganalisis aspek kelembagaan yang menyebabkan rendahnya

kuantitas dan kualitas garam rakyat


Strategi dan pengembangan usaha garam rakyat di Kota Pasuruan
b) Ruang lingkup wilayah
Ruang lingkup wilayah penyusunan Pengembangan Usaha Rakyat
(PUGAR) Kota Pasuruan Tahun 2013 adalah seluruh wilayah yang
berpotensi dalam pengembangan usaha rakyat di Kota Pasuruan
V.

KELUARAN KEGIATAN/HASIL
Produk yang akan dihasilkan

dari

kegiatan

penyusunan

Pengembangan Usaha Rakyat (PUGAR) Kota Pasuruan Tahun 2013 adalah :


Data dan informasi terkait gambaran permasalahan produksi
garam rakyat di Kota Pasuruan
3

Data dan informasi terkait proses pengolahan usaha garam rakyat

di Kota Pasuruan
Kajian kelembagaan

kuantitas dan kualitas garam


Rencana strategi dalam pengembangan usaha garam rakyat di

kelompok

petani

dalam

meningkatkan

Kota Pasuruan

VI.

METODOLOGI
a) Pendekatan
Kegiatan

menekankan

Pengembangan

pada

usaha

Usaha

garam

Garam

rakyat

Rakyat

dibidang

(Pugar)

lebih

pemasaran

dan

kemitraan (dunia usaha dan koperasi). Adapun keluaran yang dihasilkan


adalah tersedianya dokumen perencanaan pengembangan usaha garam
rakyat dibidang pemsaran dan kemitraan.
Adapun pendekatan digunakan yaitu lebih pada forum Discussion
group

(FGD)

dengan

melihat

permasalahan

yang

dihadapi

dalam

pengolahan dan pemsaran produk garam serta solusi pemecahan


masalah.

Msyarakat

kelompok

petani

garam

diharapkan

dapat

mengungkapkan permasalahan dan kendala yang dihadapi selama ini


terkait dengan pengolahan, pemasaran dan kemitraan. Dimana yang
selama ini kualitas garam semakin lama kualitas semakin menurun dan
tidak sesuai dengan standar.

b) Metode Pengumpulan data

Adapum metode pengumpulan yang digunakan dalam kegiatan

Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) terbagi menjadi dua bagian


meliputi metode pengumpulan data primer dan metode pengumpulan
data

sekunder.

Survei

primer

sebagai

metode

pengumpulan

data

wawancara dengan narasumber terkait.


I.
Survay Primer
Survay primer meliputi observasi/pengamatan dan
II.

wawancara/Interview.
Survay sekunder
Survei sekunder sebagai metode pengumpulan data-data
sekunder yang dilakukan dengan cara mencari data-data yang
telah tersedia pada lembaga atau instansi terkait, hasil-hasil
4

studi yang ada, maupun kebijakan-kebijakan serta peraturan


perundangan yang berlaku.
-

Studi Literatur/Kepustakaan

Survei Instansi
Kegiatan ini sangat membutuhkan data-data yang diperoleh
dari internal instansi terkait. Dalam pelaksanaan survei ini
harus memperhatikan :

Mengacu
dikeluarkan

pada

input

secara

resmi

data
oleh

yang

disahkan

instansi

dan

pemerintah

setempat.

Data yang diperoleh harus dikonfirmasikan terlebih


dahulu

kepada

pejabat

yang

berwenang

untuk

memperoleh validitas.
Data-data yang dibutuhkan dalam survey instansional ini
antara lain :
1. Data kelompok petani tambak garam Kota Pasuruan
2. Data luasan tambak garam Di Kota Pasuruan
3. Data sarana dan prasarana serta infrastruktur terkait
proses pembuatan garam
4. Data produksi dan perkembangan garam Di Kota Pasuruan

c) Metode Analisis Data


Adapun metode analisis data yang digunakan adalah
1. Kajian analisis kebijakan yang terkait
Kajian terhadap berbagai kebijaksanaan pembangunan dalam
lingkup kota meliputi kebijaksanaan spasial (tata ruang) dan
sektoral, yang berkaitan dengan pengembangan kawasan. Kajian
kebijaksanaan spasial meliputi RTRW Kota Pasuruan, dan beberapa
kebijakan sektoral yang terkait. Untuk kebijaksanaan sektoral
menyangkut kebijaksanaan pengembangan dari instansi/badan
usaha yang berkaitan dengan wilayah perencanaan, termasuk
kebijaksanaan pola dasar pembangunan dan Renstra dari dinas
terkait
2. Analisis deskriptif

terkait karakteristik gambaran wilayah studi,

luasan tambak, hasil produksi, pemasaran, sarana prasarana dan


infrastruktur terkait proses pembuatan garam dan proses pasca
5

panen

meliputi

pengolahan,

iodisasi,

pengemasan

dengan

menerapkan teknologi tepat guna dan kemitraan dalam rangka


pemasaran garam
3. Analisis akar masalah dan akar tujuan
Analisis dilakukan untuk mengetahui akar dari permasalahan yang
terjadi terkait dengan pengembangan garam rakyat kota pasuruan
dari aspek

pemasaran, pengolahan dan kemitraaan dengan

perusahaan serta nantinya diperoleh analisis pemecahan masalah


dengan menggunakan akar tujuan. Sehingga nantinya dapat
diperoleh solusi dari permasalahan tersebut
4. Analisis Strategi Pengembangan
Analis pengembangan dengan menggunakan SWOT.

Metode

analisis yang digunakan dalam mengidentifikasi potensi dan


masalah serta digunakan juga sebagai dasar kebijakan dari strategi
pengembangan Garam rakyat. Analisis SWOT merupakan salah
satu teknik analisis yang digunakan dalam menginterpretasikan
suatu wilayah, khususnya pada kondisi yang sangat kompleks
dimana faktor eksternal dan faktor internal memegang peranan
yang

sama

pentingnya.

Analisis

SWOT

yang

digunakan

ini

bertujuan untuk menentukan arahan-arahan pengembangan yang


akan dilakukan dalam pengembangan usaha garam rakyat dimana
memuat srategi-strategi yang digunakan untuk mengembangkan
garam rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

VII.

JADWAL PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan Pengembangan Usaha Garam

Rakyat (Pugar) Kota Pasuruan ini diperkirakan akan berlangsung selama 2


(dua) bulan sejak diterimanya SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja).

VIII.

TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN


Tenaga

ahli

yang

dibutuhkan

untuk

mendukung

pelaksanaan

Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Kota Pasuruan adalah


1. Ahli Manajemen dan Pemasaran (Team Leader) S1 Min 5 tahun
2. Ahli Ekonomi
3. Ahli Perencanaan Wilayah

IX.

SPESIFIKASI TEKNIS
6

Penyajian dimaksud merupakan penyajian buku dengan ketentuan


sebagai berikut
a) Pengetikan isi buku dengan 1,5 (satu setengah) spasi dengan
menggunakan kertas A4 polos
b) Sampul buku menggunakan kertas tebal dengan tulisan huruf
berwarna putih
Jumlah buku dan penggunaan kertas:
a) Laporan pendahuluan dengan ukuran A4
- Jumlah buku : 10 (sepuluh) eksemplar
b) Laporan akhir dengan ukuran A4
- Jumlah buku : 10 (sepuluh) eksemplar

X.

PRODUK YANG DIHASILKAN


Hasil Penyusunan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Kota

Pasuruan adalah
a) Tersusunnya kajian pengembangan Penyusunan Pengembangan
Usaha Garam Rakyat (Pugar) Kota Pasuruan terkait strategi dan
pemasaran hasil produksi garam
b) Sebagai bahan acuan bagi Pemerintah daerah dalam membuat
kebijakan terkait Penyusunan Pengembangan Usaha Garam
Rakyat (Pugar) Kota Pasuruan

XI.

Pembiayaan
Pembiayaan yang digunakan untuk Penyusunan Pengembangan

Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Kota Pasuruan dengan Anggaran Rp.


50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).