Anda di halaman 1dari 9

Nama

NIM

: Rita Aprillia
: F05112010

JARINGAN LEMAK (ADIPOSA)

Pengertian jaringan lemak


Jaringan lemak adalah jenis jaringan ikat khusus
yang terutama terdiri atas sel lemak (adiposit). Sel-sel ini
terdapat satu per satu atau berkelompok kecil di dalam
jaringan ikat itu sendiri; kebanyakan terdapat dalam
kelompok besar, membentuk jaringan lemak yang tersebar
di seluruh tubuh. Jaringan lemak merupakan salah satu
organ terbesar dalam tubuh. Pada pria dewasa normal,
jaringan lemak merupakan 15%-20% dari berat badan;
pada wanita normal, 20-25% dari berat badan.
Jaringan lemak adalah cadangan energi terbesar
dalam tubuh (dalam bentuk Trigliserida yaitu ester dari
asam lemak dan gliserol). Organ lain yang menyimpan
tenaga (glikogen) adalah hati dan otot rangka. Trigliserida
bersifat tidak sepadat glikogen dan memiliki nilai kalori
yang lebih tinggi (9,3 kkal/g untuk trigliserida dan 4,1
kkal/g untuk karbohidrat), maka jaringan lemak merupakan
jaringan penimbun yang sangat efisien. Ia selalu diganti
dengan yang baru dan sensitive terhadap rangsang saraf
dan hormon.
Komposisi jaringan lemak
Mayoritas sel yang ditemukan dalam jaringan adiposa
adalah adiposit. Adiposit mengandung tetesan lemak yang
tersimpan (trigliserida) yang dapat digunakan untuk energi.

Sel-sel ini membengkak atau menyusut tergantung pada


apakah lemak yang disimpan atau digunakan. Jenis lain
dari sel-sel yang terdiri jaringan adiposa termasuk
fibroblast, sel darah putih, saraf, dan sel-sel endotel.
Adiposit yang berasal dari sel-sel prekursor yang
berkembang menjadi salah satu dari tiga jenis jaringan
adiposa: jaringan adiposa putih, jaringan adiposa coklat,
atau jaringan adiposa beige. Mayoritas jaringan adiposa
dalam tubuh berwarna putih. Putih adiposa toko jaringan
energi dan membantu untuk melindungi tubuh, sementara
adiposa coklat membakar energi dan menghasilkan panas.
Lemak warna krem secara genetik berbeda dari kedua
adiposa coklat dan putih, tapi membakar kalori untuk
melepaskan energi seperti adiposa coklat. warna krem selsel lemak juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan
energi
pembakaran
kemampuan
mereka
dalam
menanggapi dingin. Kedua lemak coklat dan krem
mendapatkan warna mereka dari banyaknya pembuluh
darah dan adanya besi yang mengandung mitokondria
seluruh jaringan. Mitokondria adalah organel sel yang
mengubah energi menjadi bentuk yang dapat digunakan
oleh sel. Adiposa warna krem juga dapat diproduksi dari sel
adiposa putih.
Lokasi jaringan lemak
Jaringan adiposa ditemukan di berbagai tempat di
dalam tubuh. Beberapa lokasi termasuk lapisan subkutan
di bawah kulit; sekitar jantung, ginjal, dan jaringan saraf; di
sumsum tulang kuning dan jaringan payudara; dan dalam
bokong, paha, dan rongga perut. Sementara lemak putih
terakumulasi di wilayah ini, lemak coklat terletak di daerah
yang lebih spesifik tubuh. Pada orang dewasa, deposito
kecil lemak coklat yang ditemukan di punggung atas, sisi
leher, daerah bahu, dan sepanjang tulang belakang. Bayi
memiliki persentase yang lebih besar dari lemak coklat
daripada orang dewasa. Lemak ini dapat ditemukan di
sebagian besar wilayah kembali dan penting untuk
menghasilkan panas.
Fungsi jaringan lemak
Lapis
lemak
subkutan
turut
membentuk permukaan tubuh.

berperan

dalam

Penimbunan dalam bentuk bantalan berfungsi sebagai


peredam goncangan, terutama pada telapak tangan
dan kaki.
Merupakan konduktor panas yang jelek, maka ia
berfungsi isolator suhu bagi tubuh.
Mengisi celah-celah di antara jaringan lain
Membantu menahan organ tertentu pada tempatnya.

Klasifikasi jaringan lemak


Berdasarkan struktur selnya, letaknya, warnanya,
dan patologinya dibagi 2 macam:
1. Jaringan lemak unilokular / kuning
Sel-sel pada jaringan ini hanya memiliki satu
vakuola lemak yang merupakan tempat penyimpanan
energi utama bagi organisme.
Warna jaringan lemak unilokular dari putih hingga
kuning tua, disebabkan adanya karotenoid yang larut
dalam tetes lemak sel ini. Hampir seluruh jaringan
lemak pada orang dewasa termasuk jenis ini. Ia
ditemukan tersebar di seluruh tubuh kecuali pada
kelopak mata, penis, skrotum dan aurikula telinga luar
kecuali lobulus.
Struktur histologis sel lemak unilokular berbentuk
bulat bila diisolasi namun berbentuk polyhedral dalam
jaringan lemak, karena berhimpit padat. Pada sajian
mikroskop biasa setiap sel tampak sebagai cincin tipis
sitoplasma atau sel cincin cap (signet ring cell)
mengelilingi vakuol yang ditinggalkan oleh tetes lipid
yang larut oleh alkohol dan xilol .
Tinjauan
secara
histogenesis,
sel
lemak
berkembang dari lipoblas yang asalnya dari mesenkim.
Lipid bertumpuk sedikit demi sedikit secara terpisah
namun tidak lama kemudian bergabung membentuk
satu tetes yang lebih besar yang mencirikan sel
jaringan unilokular.
2. Jaringan lemak multilokular / coklat
Sel-sel pada jaringan ini memiliki sejumlah vakuola
lemak dan banyak mitokondria.

Mereka mengubah energi kimiawi menjadi energi


panas bila terangsang.Jaringan lemak multilokular juga
disebut lemak coklat karena warnanya, yang
disebabkan oleh karena banyaknya kapiler darah dan
mitokondria. Jaringan lemak coklat ini terbatas
penyebarannya, terdapat pada hewan berhibernasi.
Pada tikus dan mamalia lain di sekitar bahu, pada
embrio manusia dan bayi baru lahir
untuk
menghasilkan panas sehingga melindungi diri
dari
dingin.
Sel jaringan multilokular berbentuk polygonal dan
lebih kecil dari sel jaringan lemak unilokular.
Sitoplasmanya mengandung sejumlah besar tetes lipid
dengan berbagai ukuran, intinya bulat di tengah dan
banyak mitokondria.

JARINGAN SYARAF

Definisi jaringan syaraf


Jaringan saraf merupakan jaringan yang bertanggung
jawab dalam menghantarkan impuls-impuls saraf, tersusun
atas sel-sel saraf atau neuron. Tiap neuron/sel saraf terdiri
atasbadan sel saraf, cabang dendrit dan cabang akson,
cabang-cabang inilah yangmenghubungkan tiap-tiap sel saraf
sehingga membentuk jaringan saraf. Jaringan saraf yang
merupakan jenis ke-4 dari jaringan dasar terdapat hampir di
seluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi.
Fungsi jaringan syaraf

Dalam melaksanakan fungsinya, jaringan saraf mampu


menerima rangsang dari lingkungannya, mengubah rangsang
tersebut menjadi impuls, meneruskan impuls tersebut
menuju pusat dan akhirnya pusat akan memberikan jawaban
atas rangsang tersebut. Rangkaian kegiatan tersebut dapat
terselenggara oleh karena bentuk sel saraf yang khas yaitu
mempunyai tonjolan yang panjang dan bercabang-cabang.
Selain berkemampuan utama dalam merambatkan
impuls, sejenis sel saraf berkemampuan bersekresi seperti
halnya sel kelenjar endokrin. Sel saraf demikian dimasukkan
dalam kategori neroen-dokrin yang sekaligus menjadi
penghubung antara sistem saraf dan sistem endokrin.
Sel syaraf (neuron)
Sel saraf yang dinamakan pula sel neuron berbeda
dengan sel-sel dari jaringan dasar lainnya karena adanya
tonjolan-tonjolan yang panjang dari badan selnya. Dalam
kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata
rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor
adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang
berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari
luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ
yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan.
Sel syaraf terdiri dari 3 bagian utama yaitu:

1. Dendrit
Merupakan suatu struktur yang memiliki banyak
penjuluran sitoplasma ke arah luar badan sel atau tonjolan-

tonjolan dari badan sel saraf yang bercabang-cabang


sebagai pohon sehingga memperluas permukaan sel saraf.
Dendrit berperan dalam menerima rangsangan dari
lingkungan, sel epitel (reseptor) atau neuron-neuron
lainnya. Bentuk percabangan dendrit tergantung dari jenis
sel sarafnya. Fungsinya merambatkan impuls ke arah
badan sel.
2. Badan Sel
Yaitu bagian sel saraf yang mengandung sitoplasma
dan inti, maka kadang-kadang bagian ini disebut pula
sebagai perikarion. Bentuk dan ukuran dapat beraneka
ragam, tergantung fungsi dan letaknya.
Inti sel biasanya terletak sentral, walaupun kadangkadang dapat eksentrik. Biasanya berbentuk bulat; dan
berukuran besar. Di dalamnya terdapat butir-butir
khromatin halus yang tersebar. Nukleolus biasanya besar
sehingga kadang-kadang dapat disangka sebagai intinya
sendiri. Penampilan inti yang demikian merupakan ciri khas
dari sel saraf, oleh karena berkaitan erat sekali dengan
kegiatan sel saraf. Dalam nukleolus banyak mengandung
molekul RNA yang penting untuk kegiatan sel terutama
dalam sintesis protein, sehingga mengikat warna basofil.
Sitoplasma sel saraf mengandung berbagai macam
organela seperti halnya jenis sel lain. Ciri khas dari
sitoplasma sel neron yaitu adanya bangunan basofil yang
berbentuk sebagai bercak-bercak yang dinamakan:
Substansi Nissl yang tidak lain adalah granular
endoplasmic reticulum yang banyak mengandung butirbutir ribosom sebesar 100300. Kehadiran bangunan
tersebut mendukung adanya kegiatan sintesis protein.
Bentuk dan susunan substansi Nissl sangat tergantung dari
jenis sel saraf nya. Badan sel juga berperan dalam
menerima rangsang.
3. Akson
Akson merupakan tonjolan yang hanya terdapat
sebuah dan berfungsi merambatkan impuls yang
meninggalkan badan sel. Bahkan salah satu jenis sel saraf
dalam retina yang disebut sel amakrin tidak memiliki akson
sama sekali. Akson berpangkal pada badan sel sebagai
suatu bukit kecil yang dinamakan oxon hillock. Di dalam
daerah ini tidak terdapat substansi Nissl, karena di daerah
ini banyak nerofibril yang akan meninggalkan badan sel.
Secara keseluruhan akson dilindungi oleh Sel Schwann
yang berfungsi dalam regenerasi akson yang rusak. Batas
antar Sel Schwann yang satu dengan Sel Schwann yang
lainnya
disebut
nodus
ranvier,
yang
berfungsi
mempercepat penghantaran impuls. Panjang akson dan

diameternya berbeda-beda. Makin besar diameternya


makin cepat perambatan impulsnya. Ujung akson akan
berhubungan dengan ujung dendrit , biasanya melalui
celah selebar 15 nm antara membran plasma yang
berhadapan. Bagian penghubung ini dinamakan sinaps.
Melalui sinaps inilah rangsang dilanjutkan dari neuron satu
ke neuron lain dan ke reseptor. Arah rangsang atau impuls
selalu datang dari dendrit ke badan sel dan ke akson.
Di beberapa tempat akson memberikan percabangan yang
dinamakan kolateral, sedang ujung akson akan bercabangcabang sebagai pohon yang dinamakan telodendron. Akson
berperan dalam menghantarkan impuls-impuls saraf ke selsel lainnya yang tidak lain adalah perubahan potensial
listrik, agar efisien maka perlu dibungkus dengan bahan
isolator yang dinamakan Selubung mielin. Sebelah luarnya
masih ada selubung lain yang dinamakan selubung
nerolema. Sebagian besar sel saraf invertebrata tidak
mempunyai selubung mielin. Fungsi selubung mielin adalah
melindungi
akson
dan
memberi
nutrisi.
Klasifikasi neuron
Berdasarkan fungsinya, neuron terdiri dari:

1. Sel Saraf Sensorik


Fungsi sel saraf sensorik adalah menghantar impuls
dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon)
dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari
saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi
(intermediet).
2. Sel Saraf Motorik
Fungsi sel saraf motorik adalah mengirim impuls dari
sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya
berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel
saraf motorik berada di sistem saraf pusat. Dendritnya

sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi,


sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.
3. Sel Saraf Penghubung
Sel saraf penghubung disebut juga sel saraf
intermediet atau konektor. Sel ini dapat ditemukan di
dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan
sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau
berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam
sistem saraf pusat. Sel saraf penghubung menerima impuls
dari reseptor sensorik atau sel saraf asosiasi lainnya.
Berdasarkan bentuk percabangannya, neuron terbagi atas:
1. Neuron anaksonik
Neuron anaksonik adalah neuron yang tidak dapat
dibedakan antara dendrit dan aksonnya.
2. Neuron unipolar

3. Neuron bipolar

4. Neuron multipolar